Articles
589 Documents
Studi Fenomenologi pada Lansia Pendiri Bank Sampah
Syarif, Tsuraya
Indigenous Vol. 1 No. 2, November 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v1i2.4981
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-fkator yang mengidentiifkasikan psykological wellbeing pada wanita lansia pendiri bank sampah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang menjadi informan berjumlah 2 orang dan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah psychological wellbeing pada lansia mengarah pada aspek tujuan hidup, kecintaan lingkungan, dan otonomi. Faktor penentu yang paling banyak ditunjukkan dalam hasil ini adalah religiusitas, kepribadian, dan hubungan menikah.Kata kunci : bank sampah, lansia , pendiri
PERAN PSIKOLOGI KLINIS DALAM PENGKAJIAN PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA
Prihartanti, Nanik
Indigenous Vol. 3, No. 2, November 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4558
Permasalahan penyimpangan perilaku remaja bukanlah masalah yang sederhana sehingga cukup didekati secara parsial atau dari satu sudut pandang disiplin. Ilmu tertentu saja. Penyelesaian yang holistik komprehensif menuntut adanya pendekatan transdisipliner. Psikologi Klinis sebagai ilmu terapan dapat memberikan beberapa sumbangan, baik dalam metode, pendekatan, asesmen maupun tritmen. Perilaku menyimpang remaja secara mikro dilihat sebagai kurangnya kemampuan keterampilan kompetensi sosial. Dalam hal ini pelatihan kompetensi spsial merupakan intervensi yang disarankan, sedangkan sebagai tindak preventif dapat berupa pendidikan kecerdasan emosi sejak usia dini. Selain itu dalam tataran yang lebih makro intervensi perilaku menyimpang remaja akan terkait dengan kerjasama beberapa instansi terkait, seperti sekolah maupun masyarakat dan tentu saja keluarga sebagai lingkungan terdekat remaja.
PERILAKU SEKSUAL DITINJAU DARI KUALITAS KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK
Wulandari, Kus;
Yuwono, Susatyo;
Pratisti, Wiwin Dinar
Indigenous Vol. 8, No. 2, November 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4707
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas komunikasi orangtua-anak dengan perilaku seksual. Penulis mengajukan hipotesa yaitu ada hubungan antara kualitas komunikasi orangtua-anak dengan perilaku seksual. Subjek penelitian berjumlah 149. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SMPN 26 Surakarta dan SMP Kasatrian 1 Surakarta, baik laki-laki maupun perempuan, berusia 13 sampai 17 tahun dan bertempat tinggal dengan orangua. Alat pengumpulan data berupa skala. Skala yang digunakan adalah skala kualitas komunikasi orangtua-anak dan skala perilaku seksual. Metode penelitian ini menggunakan metode koantitatif . metode analisis yang digunakan adalah teknik korelasi product moment dan Pearson. Berdasarkan analisis data diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar â 0,093 dengan p> 0,05, berarti tidak ada hubungan antara kualitas komunikasi orangtua-anak dan perilaku seksual. Perilaku seksual tergolong sedang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT PEREMPUAN INDONESIA UNTUK MENIKAH DENGAN PRIA WARGA NEGARA ASING: STUDI KASUS DI YOGYAKARTA
Perdana, Marita Putri;
Nuryanti, Lusi
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2308
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat perempuan Indonesia menikah dengan pria warga Negara asing di Yogyakarta. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumen pada 3 perempuan yang menjalin hubungan dengan Warga Negara Asing yang ditentukan dengan purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi memengaruhi minat subjek untuk menikah dengan pria warga negara asing dengan pria warga negara asing dibedakan menjadi dua faktor, yaitu faktor intrinstik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu, yang meliputi kepribadian, pengetahuan (menghargai kesetaraan dan kebebasan kepada pasangan), keyakinan, persepsi, harga diri (rasa bangga), memiliki masa depan yang lebih baik, dan untuk memperbaiki keturunan. Adapun faktor ekstrinsik meliputi faktor ekonomi, keluarga, dan status sosial.
KOMUNIKASI ORGANISASI
Hakim, Siti Nurina
Indigenous Vol. 4, No. 2, November 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.4778
Komunikasi merupakan darah dalam kehidupan suatu organisasi. Komunikasi merupakan suatu kunci yang sangat berarti agar individu dapat memahami peranannya dalam organisasi dan memahami peranan-peranan organisasi. Komunikasi ini pulalah yang akan memadukan sub-unit organisasi.Â
PEREMPUAN DAN HAK REPRODUKSI
Patnani, Miwa
Indigenous Vol. 3, No. 1, Mei 1999
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4548
Fungsi reproduksi merupakan salah satu keistimewaan yang dimiliki kaum perempuan. Reproduksi merupakan proses yang sangat penting dalam kelangsungan regenerasi umat manusia. Oleh karena perempuan sebagai pengemban utama fungsi reproduksi, maka sudah seharusnya penghargaan yang tinggi diberikan pada kaum perempuan. Pada kenyataannya, perempuan merupakan pihak yang paling rentan terhadap tindak kesewenang-wenangan. Selama ini hak-hak perempuan yang berkaitan dengan fungsi reproduksi belum mendapatkan perhatian yang semestinya. Nasib perempuan yang selalu dipinggirkan tidak bisa dilepaskan dari dominasi kaum laki-laki yang merupakan imbas dari budaya patriakal yang selama ini dianut. Oleh karena itu untuk mengatasi ketimpangan tersebut, pembongkaran budaya merupakan solusi yang paling mungkin untuk dilakukan.
Pengembangan Psikologi Indigenous di Indonesia
Setiono, Koesdwirarti
Indigenous Vol. 6, No. 2, November 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4626
Psikologi Indigeous muncul dari tradisi budaya setempat , berupa tingkah laku keseharian, dipahami dan diintrepretasi dalam kerangka pemahaman budaya setempat dan didesain untuk orang-orang setempat. Perkembangan Psikologi Indogeonus di Indonesia dapat dibangun melalui proses indigenesasi yang diwarnai oleh etnik yang ada di Indonesia sebagai sumber pengetahuan budaya setempat. Kendala yang ada pada saat ini dihadapi adalah kurangnya penelitian dasar untuk menemukan konsep-konsep psikologi yang indigenous. Untuk itu perlu kampanye penyadaran diantara psikologi sendiri untuk tidak semena-mena mentransport teori-tori Barat guna pemecahan masalah di Indonesia. Strategi melalui pendidikan tinggi pasca sarjana psikologi dipandang tepat sebagai penyebaran gagasan indigenisasi psikologi di Indonesia.
FENOMENA TERAPI RUQYAH DAN PERKEMBANGAN KONDISI AFEKSI KLIEN
Setyawan, Sigit Dwi;
Purwanto, Yadi
Indigenous Vol. 8, No. 2, November 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4657
Salah satu terapi religius dalam kehidupan uamt Islam adalah ruqyah. Ruqyah pada dasarnya adalah doa dan dzikir kepada Allah SWT dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qurâan dan hadits. Ruqyah tidak hanya ditujukan untuk penyembuhan gangguan jiwa, tetapi juga untuk penyakit fisik dan segalakondisi yang menimpa manusia. Informan penelitian ini berjumlah empat orang, mereka adalah seorang terapis alternatif terapi ruqyah dengan keluhan gangguan-gangguan psikologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan tes psikologi sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis induktif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pribadi dan keluaraga sangat berperan dalam pengambilan keputusan individu yang menentukan apakah dia akan menjalani terapi ruqyah atau tidak, ada peningkatan kondisi afeksi yang cukup signifikan pada diri individu dari pra terapi dengan pasca terapi.
RESILIENSI PADA REMAJA DENGAN ORANGTUA YANG MENGALAMI KONFLIK ANTARA KELUARGA DAN PEKERJAAN
Aunillah, Fi
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4759
Penelitian ini bernjuan untuk mengetahui tingkat konflik yang terjadi pada orangtua danmemahami resiliensi pada remaja dengan orangtua yang menglami konflik antara keluarga dan pekerjaan. Metode penggabungan antara kuantitatif dan kualitatif dipilih oleh peneliti untuk mencapai tujuan penelitian ini. Responden penelitian ini diambil dari populasi siswa Sekolah Menengah Al Firdaus, Surakarta. Penelitian ini menggunakan skala konflik kerja-keluarga yang dianalisis dengan total skor dan menggunakan kuesioner terbuka tentang resiliensi yang dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa 52% orangtua dari populasi dalam penelitian ini memiliki konflikyang tergolong sedang, 29 % untuk kategori agak tinggi, 28% Â agak rendah, dan 2 % tinggi. Remaja dalam kondisi konflikyang dialami orangtua terkait keluarga dan pekerjaan ternyata mampu menunjukkan sikap resilien meski mengalami pengalaman-pengalaman yang buruk. Sikap resilien tersebut mencakup kemampuan bangkit kembali ketika mendapat kegagalan dan mampu mengendalikan tekanan-tekanan hidup sehingga tetap produktif.
Student Engagement dan Parent Involvement Sebagai Prediktor Prestasi Belajar Matematika Siswa SMA Yogyakarta
Siregar, Asmaul Jannah
Indigenous Vol. 1 No. 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.1769
Penelitian ini didasari oleh banyaknya problematika pendidikan seperti perilaku tawuran, bullying, perilaku membolos, dan kurangnyya kontrol orangtua terhadap pendidikan anak dan rendahnya prestasi belajar matematika pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia, padahal matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi indikator keberhasilan pendidikan di suatu negara. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memprediksi prestasi belajar matematika siswa SMA berdasarkan student engagement dan parent involvement. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas XI IPA di Yogyakarta berjumlah 86 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala student engagement dan parent involvement, sedangkan prestasi belajar matematika diambil dari nilai Ujian Akhir Semester (UAS) semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa student engagement dan parent involvement secara bersama-sama tidak dapat memprediksi prestasi belajar matematika. (F = 0,822; p 0,433)Kata Kunci: parent involvement, prestasi belajar matematika, student engagement