Articles
589 Documents
Gambaran Konsep Diri Mahasiswa Ditinjau dari Perspektif Budaya
Masturah, Alifah Nabilah
Indigenous Vol. 2 No. 2, November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.4934
Individu menggunakan nilai budaya sebagai acuan dalam menggambarkan diri. Sehingga penting bagi individu untuk melihat bagaimana pandangan orang lain untuk menilai diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri mahasiswa dengan latar belakang budayanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Metode accidental sampling digunakan dalam menentukan subjek penelitian. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang berjumlah 261 orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pertanyaan terbuka yang dikembangkan sendiri oleh peneliti berdasarkan pada pemahaman teoritis konsep diri. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabulasi silang. Hasil menunjukkan bahwa subjek menggambarkan diri mereka kedalam 4 kelompok, yaitu: menurut diri sendiri, ayah, ibu, dan teman. Setiap kelompok menggambarkan diri interdependen dan diri independen. Ayah, ibu dan teman cenderung menilai konsep diri subjek dalam kategori interdependen. Sedangkan subjek menilai konsep dirinya cenderung pada kategori independen. Hasil lainnya menunjukkan keempat kelompok penilaian konsep diri saling terkait. Akan tetapi, variabel demografi, seperti jenis kelamin, usia, suku, dan asal kepulauan tidak memiliki keterkaitan dengan konsep diri, kecuali penilaian konsep diri menurut ibu dan demografi suku yang memiliki keterkaitan yang lemah.Kata kunci: budaya, konsep diri, mahasiswa
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAH LAKU COPING
Lestari, Rini;
Purwati, Purwati
Indigenous Vol. 6, No. 1, Mei 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4617
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan tingkah koping, dan untuk melihat apakah religiusitas menyebabkan tingkah laku koping tertentu, yaitu matang atau tidak matang. Subjek penelitian terdiri dari 150 mahasiswa Fakultas Psikologi UMS angkatan 1995/1996, laki-laki dan perempuan serta beragama Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa subjek dengan religiusitas tinggi menunjukkan tingkah laku koping matang dan subjek dengan religiusitas rendah menunjukkan tingkah laku koping tidak matang.Â
Transcendental Experiences Pada Dzikir âPatrapâ Sebuah Tinjauan Psikologi Transpersonal
Purwanto, Setiyo
Indigenous Vol. 7, No. 2, November 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4644
Dalam tinjauan psikologi Transpersonal dzikir merupakan salah satu dari bentuk meditasi transcendental. Patrap adalah sebuah metode yang digunakan sebagai dasar dasar pada praktek dzikir, yang dikembangkan oleh ustad Abu Sangkan berdasarkan pengalaman pribadinya. Metode patrap merupakan dzikir sekaligus meditasi transcedental yang ditandai dengan proses mengkonsentrasikan pada objek pikir Allah, penguasaan alam yang meliputi sagala sesuatu secara intens dan tidak terputus. Efek yang paling sering dialami oleh peserta dzikir patrap adalah munculnya kondisi tenang. Pernafasan berjalan dengan lebih lambat, badan menjadi rileks dan beberapa dari mereka dapat merasakan keheningan yang sangat dalam. Selain itu, mereka mendapatkan sensasi yang menyatu dengan alam dan muncul kesadaran bahwa Allah itu ada dan Allah itu satu dan ada dimana-mana. Inilah cosmic consciousness yang merupakan pengalaman yang banyak dialami oleh mereka yang melakukan meditasi seperti yang dijelaskan oleh Tart dalam psikologi Transpersonal sebagai transedental experience.Â
TIME-OUT: ALTERNATIF MODIFIKASI PERILAKU ANAK ADHD (ATTENTION DEFICIT/HYPERACTIVITY DISORDER)
Hidayati, DM. Ria;
purwandari, eny
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4749
Penelitian ini memberikan alternatif terapi bagi anak ADHD dengan menggunakan modifikasi perilaku yang disebut time out. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan efektivitas time out dalam penanganan perilaku anak ADHD dan faktor pendukung keberhasilan aplikasi time out pada anak ADHD. Subjek penelitian ini adalah 2 orang anak yang secara positif menunjukkan gejala dan terdiagnosa ADHD, berusia 3-10 tahun, dan mengikuti terapi. Data didapatkan melalui observasi dengan menggunakan lembar behavioral checklist dan open ended questionaire. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kasus tunggal dengan desain baseline majemuk dan menggunakan grafik yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan time out efektif dalam penanganan perilaku anak ADHD yang tampak dari penurunan secara bertahap pada frekuensi kemunculan perilaku yang ingin diubah dan respon anak. Faktor keberhasilan metode ini terletak pada perbedaan usia yang menyebabkan perbedaan tahap perkembangan pada masing-masing manusia mencakup perkembangan kognitif, moral, dan pemrosesan informasi, dan peran ibu yang konsisten dan pelaksanan prosedur time out yang benar khususnya pemberian reward yang bertahap.Â
HUBUNGAN ANTARA PENALARAN MORAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA
Lestari, Dyan;
partini, Partini
Indigenous Vol. 13, No. 2, November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perilaku  prososial  adalah  perilaku  yang memberikan  konsekuensi  positif kepada  orang lain. Remaja mempelajari tingkah laku dan norma dari orang tua atau orang dewasa lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penalaran moral dengan perilaku prososial pada remaja SMA. Hipotesis dari penelitian ini ada hubungan positif yang sangat signifikan antara penalaran moral dengan perilaku prososial remaja. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini siswa-siswi SMAN 08 Surakarta berjumlah 130. Sempel tersebut diambil dengan teknik cluster random. Alat ukur yang digunakan adalah skala penalaran moral dan skala prososial sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment dari Pearson. Hasil analisis diperoleh data koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,796 dengan p  =  0,000  (p  <  0,01).  Ada  hubungan  positif  yang sangat  signifikan  antara penalaran moral dengan perilaku prososial pada remaja, yang berarti hipotesis diterima dengan sumbangan  efektif dari  variabel  penalaran  moral  dengan  variabel perilaku prososial adalah 63,4%.Â
Kapasitas Pengasuhan Orangtua dan Faktor-Faktor Pemungkinnya pada Keluarga Miskin Perkotaan
Indira, Pinkan Margaretha
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.4433
Abstraksi. Anak keluarga miskin perkotaan terlanggar pemenuhan haknya karena cenderung putus sekolah, terlibat kriminalitas, bermasa depan suram, mengulang siklus kemiskinan orangtua (Suyanto, 2013a). Peningkatan kapasitas pengasuhan orangtua mengurangi dampak negatif kemiskinan pada anak. Penelitian bertujuan memotret kapasitas orangtua dan faktor-faktor pemungkinnya. Digunakan pendekatan kualitatif (wawancara, pengamatan dan time-use diary). Partisipan diperoleh melalui case specific sampling. Data diolah dengan initial dan pattern coding. Kredibilitas data menggunakan method triangulation. Ditemukan partisipan masih memiliki sumber daya dan kesempatan untuk menjalankan fungsi pengasuhan bagi anak pada taraf minimal, tetapi penggunaannya belum optimal. Kecukupan gizi anak belum menjadi prioritas. Potensi bahaya fisik dan sosial disadari, tetapi baru dilakukan antisipasi untuk bahaya fisik. Kedekatan emosional pada anak cenderung memanjakan, belum diimbangi dengan disiplin konsisten, pendidikan akhlak diserahkan pada institusi agama. Sekolah adalah hal penting, tetapi orangtua terkendala mendampingi anak belajar. Ada dukungan sosial keluarga besar dan tetangga dalam membesarkan anak. Dibahas juga saran meningkatkan kapasitas pengasuhan orangtua.Kata kunci: faktor-faktor pemungkin, kapasitas pengasuhan orangtua, keluarga miskin perkotaan
ANAK JALANAN DAN MODEL-MODEL PENANGANANNYA
Khumas, Asniar
Indigenous Vol. 4, No. 1, Mei 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4598
Tulisan ini mengungkapkan (a) pengertian anak jalanan (b) kondisi sosial ekonomi anak jalanan dan (c) cara penanganan anak jalanan. Pemilihan model penanganan secara tepat dapat dilakukan bila karateristik anak jalanan yang menjadi binaan dipahami dengan baik dan dikombinasikan dengan upaya untuk memperbaiki struktur sosial dan institusi sosial yang merupakan akar permasalahan dari masalah anak jalanan ini.Â
KONFLIK HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dahlia, Riza;
Prastiti, Wiwin Dinar;
Yuwono, Susatyo
Indigenous Vol. 9, No. 2, Nopember 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4712
Latar belakang penelitian ini adalah keharmonisan hubungan industrial yang belum tercipta antara karyawan, manajemen dan pemegang saham diperusahaan-perusahaan yang ada diseluruh dunia termasuk Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang konflik dan bentuk konflik hubungan industrial. Subjek penelitian ini adalah karyawan Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam (Persero), Tbk. (PTBA). Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan alat pengumpulan data observasi, interviw dan dokumentasi. Sehingga analisis data menggunakan analisis induktif. Hasil analisis data dan pembahasan menunjukkan latar belakang konflik yang terjadi di PTBA adalah rintangan dan masalah komunikasi, ketergantungan tugas, perbedaan gender, kekaburan batas-batas bidang kerja dan sifat individu. Berdasarkan latar belakang konflik dapat disimpulkan bahwa bentuk konflik yang terjadi di PTBA antara lain : (1) konflik hirarki, yang dirasakan oleh tenaga kontrak, interaksi yang kurang baik antara pihak karyawan dengan manajemen. (2) konflik cara menyelesaikan masalah yang dialami pihak satuan kerja pengembangan dan latihan. (3) konflik intra perorangan; yang dirasakan subjek DS, para pensiunan dan peserta pelatihan anak putus sekolah. (4) konflik yang timbul karena atasannya yaitu konflik kekuasaan. Â Â
KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG KANKER PAYUDARA
Permanawati, Yustina;
Hertinjung, Wisnu Sri
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2324
Kanker payudara sangat ditakuti karena payudara bagi wanita bukan hanya organ yang memiliki fungsi biologis semata melainkan juga memiliki fungsi psikologis dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kesejahteraan subjektif pada penyandang kanker payudara. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu data yang diperoleh di lapangan melalui observasi dan wawancara.Informan dalam penelitian ini adalah 3 orang penyandang kanker payudara yang telah menjalani operasi pengangkatan. Sedangkan untuk informan pendukung adalah 5 orang keluarga terdekat informan dan seorang perawat dari pihak rumah sakit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian kesejahteraan subjektif pada penyandang kanker payudara ditunjukkan  dengan kemampuan mengelola emosi negatif menjadi positif, dimana penyandang kanker payudara yang menerima keadaan sebagai penyandang kanker payudara selalu berusaha berpikir positif dan berusaha menjalani kehidupan sebagai takdir dari Yang Maha Kuasa. Kesejahteraan subjektif dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya penerimaan diri, dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial, keyakinan agama, tingkat pendidikan, serta ciri kepribadian.
Studi tentang Self Construal Remaja Etnis Madura dengan Pendekatan Indigeneous Psychology
Bawono, Yudho
Indigenous Vol. 1 No. 2, November 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.3429
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui self construal remaja etnis  Madura apakah mengarah pada self construal interdependen atau self construal independen. Penelitian ini berfokus pada pendekatan indigenous psychology, yaitu suatu kajian ilmiah mengenai perilaku dan mental manusia yang bersifat pribumi, tidak dibawa dari daerah lain, dan didesain untuk masyarakatnya sendiri. Penelitian ini melibatkan 146 mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura sebagai subjek penelitian dan pengumpulan datanya dilakukan dengan menyebarkan Skala Self Construal yang diadaptasi dari Rufaedah (2012). Analisis data menggunakan uji t : one sample t test untuk melihat perbedaan self construal independen dan interdependen pada keseluruhan subjek, dan independent sample t test untuk mengetahui perbedaan masing-masing self construal pada perempuan dan laki-laki. Penelitian ini menemukan dua hasil utama. Pertama, hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara self construal interdependen dengan self construal independen, di mana remaja etnis Madura memiliki kecenderungan untuk menampilkan self construal interdependennya. Ke dua, hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara self construal laki-laki dengan perempuan, di mana remaja laki-laki etnis Madura lebih independen dibandingkan dengan remaja etnis Madura yang perempuan.Kata kunci : etnis madura, indigeneous psychology, self construal