Articles
589 Documents
Smoking among muslim students behavior case study in Surakarta
Reqyrizendri, Dyotisaddha;
Prihartanti, Nanik;
Asyanti, Setia
Indigenous Vol 5, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v5i2.10998
Abstract. Based on various studies, cigarettes are harmful to the health of both active and passive smokers. That is the reason The Fatwa and Islamic Research Council, The Central Board of Muhammadiyah forbidding smoking behavior (haram). Nevertheless, many muslim students at University smoke. Thepurpose of this study is to descibe smoking behavior of Muslim students in Surakarta. The informants are active smokers (n=119) determined by purposive sampling. This study uses qualitative research methods with an exploration approach. The result shows that the students initiate their smoking behavior sincejunior high school. The internal factors that affect smoking behavior are the need for pleasure, existence, acceptance of social environment and stress coping. The external factors consist of social and family environment that have smoking habit. Smoking behavior continues because students tend to consider short-term benefits (psychological and social) rather than the long term health risks. The active smokerstudents do not identify themselves as part of the Muhammadiyah community therefore they do not concern about the Fatwa issued by The Central Board of Muhammadiyah. Most students want to quit smoking for two reasons: the encouragement of the closest people who object to smoking behavior andfeeling a deterioration in health.Keywords: muslim; smoking behavior; university student
Konsep dan Praktik Pendidikan Inklusi di Sekolah Alam Ramadhani Kediri
Nurvitasari, Siti;
Azizah, Lisa Zakia;
Sunarno, S
Indigenous Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v3i1.5743
Sekolah alam biasanya hanya diperuntukkan bagi kalangan menengah keatas dan fokus pada anak normal. Namun berbeda dengan Sekolah Alam Ramadhani Kediri, yang menjadikannya sebagai sekolah inklusi dan untuk kalangan menengah kebawah. Fenomena ini menarik peneliti untuk mengetahui praktik pendidikan inklusi di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik penggalian data adalah dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan: Sekolah Alam Ramadhani memiliki prinsip memanusiakan manusia, tanpa membedakan antara anak normal dengan anak berkebutuhan khusus (ABK). Pendidikan inklusi di Sekolah Alam Ramadhani berkiblat pada Ki Hajar Dewantara, dan mengadopsi sistem “Among”. Dalam praktiknya: anak normal dan berkebutuhan khusus mendapatkan pendampingan dan fasilitas sama, pada keduanya ditanamkan kasih sayang dan toleransi, serta untuk ABK, didampingi untuk mengembangkan bakat alami yang dimilikinya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Sekolah Alam Ramadhani menerapkan sistem "Among".Kata kunci : pendidikan inklusi, sekolah alam ramadhani, sistem among
Pengembangan Psikologi Indigenous di Indonesia
Koesdwirarti Setiono
Indigenous Vol. 6, No. 2, November 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4626
Psikologi Indigeous muncul dari tradisi budaya setempat , berupa tingkah laku keseharian, dipahami dan diintrepretasi dalam kerangka pemahaman budaya setempat dan didesain untuk orang-orang setempat. Perkembangan Psikologi Indogeonus di Indonesia dapat dibangun melalui proses indigenesasi yang diwarnai oleh etnik yang ada di Indonesia sebagai sumber pengetahuan budaya setempat. Kendala yang ada pada saat ini dihadapi adalah kurangnya penelitian dasar untuk menemukan konsep-konsep psikologi yang indigenous. Untuk itu perlu kampanye penyadaran diantara psikologi sendiri untuk tidak semena-mena mentransport teori-tori Barat guna pemecahan masalah di Indonesia. Strategi melalui pendidikan tinggi pasca sarjana psikologi dipandang tepat sebagai penyebaran gagasan indigenisasi psikologi di Indonesia.
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL BONDING DAN CITRA KUALITAS PRODUK DENGAN MINAT MEMBELI PADA KONSUMEN
Ika Puspitasari;
Thulus Hidayat;
Susatyo Yuwono
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v12i1.1606
Penelitian ini mempunyai tujuan, yaitu, (1) mengetahui hubungan antara emotional bonding dan citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (2) mengetahui hubungan antara emotional bonding dengan minat membeli pada konsumen; (3) mengetahui hubungan antara kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (4) seberapa tinggi tingkat minat membeli pada konsumen; (5) seberapa tinggi emotional bonding; (6) seberapa tinggi citra kualitas produk; dan (7) variabel yang dominan antara emotional bonding dan citra kualitas produk terhadap minat membeli pada konsumen. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga di desa Suruh kecamata Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah sampel dalam penelitian in iadalah 64 ibu-ibu yang ikut keg- iatan PKK. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah teknik random Sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi anareg. Kesimpulan dari hasil analisis data yaitu, (1) ada hubungan positif yang signifi kan antara emotional bonding dan citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (2) ada hubungan positif antara emotional bonding dengan minat membeli pada konsumen; (3) ada hubungan negatif antara citra kualitas produk dengan minat membeli pada konsumen; (4) minat membeli pada konsumen tergolong sedang; (5) emotional bonding tergolong sangat tinggi; (6) citra kualitas produksi tergolong sedang; (7) variabel emotional bonding mempu- nyai pengaruh lebih dominan dibandingkan variabel citra kualitas produk terhadap minat membeli pada konsumen.
NILAI BUDAYA JAWA DAN PERILAKU NAKAL REMAJA JAWA
Ryan L Rachim;
H Fuad Anshori
Indigenous Vol. 9, No.1, Mei 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v9i1.1653
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai budaya Jawa dengan perilaku nakal yang terjadi pada remaja Jawa.Dugaan awal yang dikemukakan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara nilai budaya Jawa dengan perilaku nakal pada remaja Jawa. Mereka adalah siswa SMA TAMAN MADYA yang berada di jalan Taman Siswa Yogyakarta. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia 17 sampai dengan 20 tahun dan berada pada tingkat 11 dalam jenjang pendidikan tingkat atas. Adapun jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 95 orang. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah metode purposive sampling.Skala yang digunakan adalah skala nilai budaya Jawa yang disusun sendiri oleh penulis berdasarkan teori dari Taryati,dkk (1995) mengenai konsep nilai budaya Jawa yang ada dalam keluarga dan skala kenakalan remaja yang disusun berdasarkan teori Jansen (Sarwono, 2002). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis product moment dari Pearson dengan menggunakan fasilitas SPSS versi 14.00 for windows. Hasil analisis menunjukkan rxy2 = -0.475 dengan p = 0.000 (p0.05) yang artinya ada hubungan yang negatif antara nilai budaya Jawa dengan perilaku nakal pada remaja Jawa
Hardiness: Pengalaman pengasingan perempuan wambon pada saat melahirkan dan masa nifas
Sahetapy, Yannedelle;
Prapunoto, Susana;
Kristijanto, A.Ign.
Indigenous Vol 5, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v5i1.11069
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman perempuan Wambon yangmembentuk ketangguhan (hardiness) saat pengasingan ketika melahirkan di Bevak dan dan masa nifas di tempat pengasingan (Dogap). Sebuah fenomena yang terkait erat dengan adat istiadat dan penghargaan budaya, yang diwariskan secara turun temurun. Unit analisis adalah empat subjek yang terdiri atas satu perempuan primipara, satu perempuan multipara dan dua perempuan grandemulitipara. Metodekualitatif digunakan dengan pendekatan interpretative phenomenological analysis dan indigenous psychology digunakan untuk menganalisis kedalaman konkes maupun konten pengalaman fenomenal tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan semi-terstruktur, observasi, dan live in. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami tekanan psikologis dalam upayapersalinan dan pada saat pengasingan. Namun demikian, subjek memaknai pengalaman pengasingan sebagai pengalaman yang positif dan menjadi semakin tangguh (hardiness) dalam menjalani tradisi tersebut. Nilai-nilai spiritual dan budaya lokal yang diwariskan turun-temurun ditemukan berkontribusi bagi subjek di dalam mengatasi beban psikologis di dalam pengasingan sehingga terbentuk sikap yangtangguh (hardiness). Ketangguhan tersebut dimaknai sebagai upaya menuju kesejahteraan keluarga. Katakunci: hardiness; pengasingan; perempuan Wambon; melahirkan; nifas
Student Engagement dan Parent Involvement Sebagai Prediktor Prestasi Belajar Matematika Siswa SMA Yogyakarta
Siregar, Asmaul Jannah
Indigenous Vol 1, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.1769
Penelitian ini didasari oleh banyaknya problematika pendidikan seperti perilaku tawuran, bullying, perilaku membolos, dan kurangnyya kontrol orangtua terhadap pendidikan anak dan rendahnya prestasi belajar matematika pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia, padahal matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi indikator keberhasilan pendidikan di suatu negara. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memprediksi prestasi belajar matematika siswa SMA berdasarkan student engagement dan parent involvement. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas XI IPA di Yogyakarta berjumlah 86 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala student engagement dan parent involvement, sedangkan prestasi belajar matematika diambil dari nilai Ujian Akhir Semester (UAS) semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa student engagement dan parent involvement secara bersama-sama tidak dapat memprediksi prestasi belajar matematika. (F = 0,822; p 0,433)Kata Kunci: parent involvement, prestasi belajar matematika, student engagement