cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
Gambaran Konsep Diri Mahasiswa Ditinjau dari Perspektif Budaya Masturah, Alifah Nabilah
Indigenous Vol 2, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.4934

Abstract

Individu menggunakan nilai budaya sebagai acuan dalam menggambarkan diri. Sehingga penting bagi individu untuk melihat bagaimana pandangan orang lain untuk menilai diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri mahasiswa dengan latar belakang budayanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Metode accidental sampling digunakan dalam menentukan subjek penelitian. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang berjumlah 261 orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pertanyaan terbuka yang dikembangkan sendiri oleh peneliti berdasarkan pada pemahaman teoritis konsep diri. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabulasi silang. Hasil menunjukkan bahwa subjek menggambarkan diri mereka kedalam 4 kelompok, yaitu: menurut diri sendiri, ayah, ibu, dan teman. Setiap kelompok menggambarkan diri interdependen dan diri independen. Ayah, ibu dan teman cenderung menilai konsep diri subjek dalam kategori interdependen. Sedangkan subjek menilai konsep dirinya cenderung pada kategori independen. Hasil lainnya menunjukkan keempat kelompok penilaian konsep diri saling terkait. Akan tetapi, variabel demografi, seperti jenis kelamin, usia, suku, dan asal kepulauan tidak memiliki keterkaitan dengan konsep diri, kecuali penilaian konsep diri menurut ibu dan demografi suku yang memiliki keterkaitan yang lemah.Kata kunci: budaya, konsep diri, mahasiswa
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAH LAKU COPING Rini Lestari; Purwati Purwati
Indigenous Vol. 6, No. 1, Mei 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4617

Abstract

Intensitas Penggunaan Komunikasi Bermedia dan Kehangatan dalam Pertemanan pada Siswa SMA di Surakarta Abdillah, Hasan; Andayani, Tri Rejeki; Scarvanovi, Berliana Widi
Indigenous Vol 4, No 1 (2019): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.7098

Abstract

Kehangatan menjadi salah satu hal yang penting dalam suatu hubungan pertemanan, dengan adanya kehangatan dalam pertemanan seseorang akan lebih mudah dalam bersosialisasi dan menyesuaikan diri. Salah satu hal yang dapat meningkatkan kehangatan dalam pertemanan adalah dengan komunikasi. Komunikasi di era yang modern ini lebih banyak dilakukan melalui smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan komunikasi bermedia dengan kehangatan dalam pertemanan pada remaja di Surakarta. Sampling yang digunakan dihitung menggunakan formula Isaac dan Michael dan dilakukan dengan multistage cluster random sampling, didapatkan sample 254 siswa dari populasi yang berjumlah 16.692 siswa. Pengambilan data dilakukan menggunakan Skala Kehangatan dalam Pertemanan (reliabilitas Alpha cronbach=0,836) dan Skala Intensitas Penggunaan Komunikasi Bermedia (reliabilitas Alpha cronbach=0,863). Hasil uji hipotesis dengan analisis regresi linier sederhana didapatkan nilai korelasi (R) sebesar 0,458 dengan nilai signifikansi 0,000 (p0,05) dan sumbangan pengaruh variabel bebas terhadap varibel tergantung sebesar 21%. Sumbangan pengaruh tiap aspek dari varibel bebas terhadap variabel tergantung antara lain durasi berkomunikasi 9,3%, kedalaman pesan saat berkomunikasi 6,4%, keluasan pesan saat berkomunikasi 3,4% dan frekuensi berkomunikasi 1,9%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara intensitas penggunaan komunikasi bermedia dengan kehangatan dalam pertemanan pada remaja di Surakarta. Penggunaan komunikasi bermedia dapat membuat pertemanan menjadi lebih hangat ketika komunikasi yang dilakukan berlangsung dalam waktu yang lama dan bersifat mendalam.Kata kunci: intensitas penggunaan komunikasi bermedia, kehangatan dalam pertemanan Warmth is one of important thing in friendship. Warmth will be easier for someone to socialize and adapt with other. Warmth in friendship can be improved by communication. In this modern era, people often use smartphone to communicate with other. This research aims to find out the relation between intensity of using mediated communication and warmth in friendship on teenagers at Surakarta. Sampling technique use Isaac and Michael’s formulas with multistage cluster random sampling obtained 254 students from 16.692 students of population. Instrument used in this research was Warmth in Friendship Scale (Alpha Cronbach’s reliability=0,836) and Intensity of Using Mediated Communication Scale (Alpha Cronbach’s reliability=0,863). Based on hypothesis test result with simple linear regression showed that value of correlation (R) was 0,458 with signification value was 0,000 (p0,05) and the contribution of the intensity of using mediated communication to warmth in friendship was 21%. Contribution percentage each aspect of independent variable to dependent variable are duration of communication 9,3%, message depth when communicating 6,4%, message extent when communicating 3,4%, and frequency of communication 1,9%. Based on the result of this research, it can be concluded that there is positive relation between intensity of using mediated communication and warmth in friendship on teenagers at Surakarta. The use of mediated communication will improve warmth in friendship when the communication is deeper and the duration is longer. Keyword: intensity of using mediated communication, warmth in friendship
FENOMENA TERAPI RUQYAH DAN PERKEMBANGAN KONDISI AFEKSI KLIEN Sigit Dwi Setyawan; Yadi Purwanto
Indigenous Vol. 8, No. 2, November 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4657

Abstract

Pengaruh Pelatihan Peduli Lingkungan terhadap Efikasi Diri Siswa Daerah Rawan Abrasi Nurmayadi Setiawan
Indigenous Vol. 11, No. 2, November 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i2.1621

Abstract

Remaja yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki, serta besar dalam lingkungan yang mendukung secara kondusif merupakan harapan terciptanya generasigenerasi penerus yang berkualitas. Terjadinya bencana alam dan kerusakan alam yang semakin parah secara psikologis akan menyebabkan beberapa dampak negatif seperti kecemasan, stress, depresi dan ketidakberdayaan secara subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan peduli lingkungan terhadap efikasi diri siswa daerah rawan abrasi. Hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh pelatihan peduli lingkungan terhadap efikasi diri siswa daerah rawan abrasi, ada perbedaan efikasi diri siswa daerah rawan abrasi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, efikasi diri kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP N 1 Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala efikasi diri. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik parametrik uji t-Test. Diperoleh nilai efikasi diri sebesar 1,225; p= 0,223 (p 0,05). Nilai rata-rata skala efikasi diri pada kelompok eksperimen 1,77 dan nilai rata-rata efikasi diri pada kelompok kontrol 1,54. Nilai rata-rata ini dapat diinterpretasi bahwa ada perbedaan atau selisih rata-rata pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, namunperbedaan tersebut tidak signifikan. Artinya tidak ada pengaruh antara pelatihan peduli lingkungan terhadap efikasi diri siswa daerah rawan abrasi dan kelompok eksperimen memiliki efikasi diri yang lebih baik daripada kelompok kontrol.
TIME-OUT: ALTERNATIF MODIFIKASI PERILAKU ANAK ADHD (ATTENTION DEFICIT/HYPERACTIVITY DISORDER) DM. Ria Hidayati; eny purwandari
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4749

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENALARAN MORAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA Dyan Lestari; Partini partini
Indigenous Vol. 13, No. 2, November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku  prososial  adalah  perilaku  yang  memberikan  konsekuensi  positif kepada  orang  lain. Remaja mempelajari tingkah laku dan norma dari orang tua atau orang dewasa lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penalaran moral dengan perilaku prososial pada remaja SMA. Hipotesis dari penelitian ini ada hubungan positif yang sangat signifikan antara penalaran moral dengan perilaku prososial remaja. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini siswa-siswi SMAN 08 Surakarta berjumlah 130. Sempel tersebut diambil dengan teknik cluster random. Alat ukur yang digunakan adalah skala penalaran moral dan skala prososial sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment dari Pearson. Hasil analisis diperoleh data koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,796 dengan p  =  0,000  (p    0,01).  Ada  hubungan  positif  yang  sangat  signifikan  antara penalaran moral dengan perilaku prososial pada remaja, yang berarti hipotesis diterima dengan sumbangan  efektif  dari  variabel  penalaran  moral  dengan  variabel perilaku prososial adalah 63,4%. 
Kapasitas Pengasuhan Orangtua dan Faktor-Faktor Pemungkinnya pada Keluarga Miskin Perkotaan Indira, Pinkan Margaretha
Indigenous Vol 2, No 1 (2017): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.4433

Abstract

Abstraksi. Anak keluarga miskin perkotaan terlanggar pemenuhan haknya karena cenderung putus sekolah, terlibat kriminalitas, bermasa depan suram, mengulang siklus kemiskinan orangtua (Suyanto, 2013a). Peningkatan kapasitas pengasuhan orangtua mengurangi dampak negatif kemiskinan pada anak. Penelitian bertujuan memotret kapasitas orangtua dan faktor-faktor pemungkinnya. Digunakan pendekatan kualitatif (wawancara, pengamatan dan time-use diary). Partisipan diperoleh melalui case specific sampling. Data diolah dengan initial dan pattern coding. Kredibilitas data menggunakan method triangulation. Ditemukan partisipan masih memiliki sumber daya dan kesempatan untuk menjalankan fungsi pengasuhan bagi anak pada taraf minimal, tetapi penggunaannya belum optimal. Kecukupan gizi anak belum menjadi prioritas. Potensi bahaya fisik dan sosial disadari, tetapi baru dilakukan antisipasi untuk bahaya fisik. Kedekatan emosional pada anak cenderung memanjakan, belum diimbangi dengan disiplin konsisten, pendidikan akhlak diserahkan pada institusi agama. Sekolah adalah hal penting, tetapi orangtua terkendala mendampingi anak belajar. Ada dukungan sosial keluarga besar dan tetangga dalam membesarkan anak. Dibahas juga saran meningkatkan kapasitas pengasuhan orangtua.Kata kunci: faktor-faktor pemungkin, kapasitas pengasuhan orangtua, keluarga miskin perkotaan
ANAK JALANAN DAN MODEL-MODEL PENANGANANNYA Asniar Khumas
Indigenous Vol. 4, No. 1, Mei 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4598

Abstract

Tulisan ini mengungkapkan (a) pengertian anak jalanan (b) kondisi sosial ekonomi anak jalanan dan (c) cara penanganan anak jalanan. Pemilihan model penanganan secara tepat dapat dilakukan  bila karateristik anak jalanan yang menjadi binaan dipahami dengan baik dan dikombinasikan dengan upaya untuk memperbaiki struktur sosial dan institusi sosial yang merupakan akar permasalahan dari masalah anak jalanan ini. 
“Apa Harapan Terbesar dalam Hidupmu?” Studi pada Mahasiswa Bugis Makassar Jamaluddin, Bambang Pratama; Fitroh, Nurul; Hamka, Muh. Ahyar; Ramadani, Andi Azizah; Yusuf, A. Mursyidah; Kurniawan, Wawan; Mutmainnah, Andi Nurul
Indigenous Vol 4, No 1 (2019): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.6931

Abstract

Harapan merupakan salah satu emosi positif yang ada pada manusia yang mendorong kita untuk terus bergerak melakukan aktivitas, mulai dari keinginan yang sederhana hingga paling besar yang menentukan seperti apa kita dimasa mendatang .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) makna harapan pada mahasiswa, 2) harapan mahasiswa yang belum tercapai, 3) harapan terbesar mahasiswa di masa depan. 4) langkah yang akan ditempuh untuk mencapai harapan mahasiswa. Jumlah partisipan dalam penelitian ini berjumlah 256 mahasiswa (laki-laki=41, perempuan=216), seluruhnya adalah mahasiswa Bugis Makassar dengan melengkapi sebuah kuisioner pertanyaan terbuka. Data dikumpulkan dan dianalisis dengan open-ended response, melalui kategorisasi opencoded, axial-coded, dan selanjutnya cross-tabulated. Hasil penelitian pun menunjukkan beberapa hal. Pertama, harapan dimaknai sebagai keinginan yang hendak dicapai. Kedua, harapan mahasiswa yang telah tercapai cenderung mengarah ke bidang pendidikan. Ketiga, harapan terbesar di masa mendatang pada mahasiswa adalah sukses pada jenjang karir. Keempat, mahasiswa akan mengambil langkah untuk belajar demi mencapai harapan-harapan tersebut. Peran harapan menjadi sangat penting bagi mahasiswa Bugis Makassar.Kata kunci: bugis; harapan; mahasiswa; makassar Hope is one of the positive emotions that exists in human. The purpose of this study is 1) to know the meaning of hope in students, 2) to find out the expectations of students who have not been reached, 3) to know the greatest expectations of students in the future. 4) to find out the steps to be taken to achieve student expectations. The number of participants in this study were 256 students (male = 41, female = 216), all of them were Bugis Makassar students by completing an open question questionnaire. The data was collected and was analyzed by open-ended response, through categorization of open-coded, axial-coded, and then cross-tabulated. The results of the study showed several things. First, hope is interpreted as a desire to be achieved. Second, student expectations that have been achieved tend to lead to education. Third, the greatest hope in the future for students is to success at the career level. Fourth, students will take steps to learn in order to achieve their expectations. The role of hope is very important for Bugis Makassar students.Keywords: bugis; hope, students; makassar

Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 2, 2020 Vol. 5 No. 1, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol. 4 No. 2, 2019 Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 1, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 2 (2018): November Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol 2, No 2 (2017): November Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol 2, No 1 (2017): May Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue