cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
PENERIMAAN DIRI WANITA PENDERITA KANKER PAYUDARA DITINJAU DARI KEPRIBADIAN TAHAN BANTING (HARDINESS) DAN STATUS PEKERJAAN Andromeda, Yulianita; Rachmahana, Ratna Syifa’a
Indigenous Vol. 8, No. 2, November 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara kepribadian tahan banting (Hardiness) dengan penerimaan diri wanita penderita kanker payudara. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah : 1. Ada hubungan antara kepribadian tahan banting (Hardiness) dan penrimaan diri wanita penderita kanker payudara; 2.Ada perbedaan penerimaan diri wanita penderita kanker payudara berdasarkan berdasarkan status pekerjaannya dengan mengontrol kepribadian tahan banting (Hardiness).
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEADILAN BABY BLUES SYNDROME PADA IBU POST SECNO CAESARIA Gutira, Tia; Nuryanti, Lusi
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4760

Abstract

Sebagian wanita yang melahirkan untuk pertama kalinya kadang-kadang mengalami sindroma baby blues. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu post sectio caesaria. Subjek penelitian yaitu pasien rawat inap di RSIA Aisyiah Klaten, Jawa Tengah dengan karakteristik ibu pasca persalinan post sectio caesaria selama 1-14 hari, dimana anak tersebut merupakan anak pertama. Subjek penelitian sebanyak 32 orang. Penelitian ini menggunakan skala dukungan keluarga dan skala baby blues syndrome yang diadaptasi dari Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,436; p=0,13 (p<0,05), yang berarti ada hubungon negatif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu post sectio caesaria dengan sumbangan efektif variabel dukungan keluarga terhadap keiadian baby blues syndrome sebesar 19%. Secara prosentase diketahui ibu yang mengalami baby blues syndrome sebanyak 47% (15 orang), dan yang tidak mengalami baby blues syndrome sebanyak 53% (17 orang). Berdasarkan perhitungan kategorisasi diketahui variabel dukungan keluarga mempunyai rerata empirik sebesar 80,97 dan rerata hipotetik sebesar 85, yang menunjukkan bahwa dukungan keluarga yang diterima pada subjek penelitian tergolong sedang. 
Merancang Perubahan di Sekolah untuk Menjadi Sekolah yang Mempromosikan Kesehatan Mental Karyani, Usmi
Indigenous Vol. 1 No. 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.1782

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir ini terjadi keprihatinan secara global terhadap banyaknya masalah kesehatan mental pada anak dan remaja. WHO memberikan mandat kepada semua negara untuk menjadikan sekolah sebagai tumpuan untuk mempromosikan kesehatan mental bagi anak dan remaja. Keberhasilan program promosi kesehatan dinilai dari dua hal, yakni kualitas program (menyangkut keefektififannya) dan tingkat keberlanjutan program. Banyak program promosi kesehatan mental berbasis sekolah  efektif mengatasi masalah kesehatan mental, namun tingkat  keberlanjutannya rendah, karena sekolah tidak menganggap kesehatan mental sebagai bisnis utamanya. Untuk meningkatkan keberlanjutan program  maka diperlukan institusionalisasi program promosi kesehatan mental yang memampukan setiap sekolah sebagai sekolah yang mempromosikan kesehatan. Artikel ini merupakan kajian literatur untuk menemukan gagasan mempersiapkan sekolah yang mempromosikan kesehatan mental. Tulisan akan difokuskan pada dua hal yakni: (1) bagaimana merancang sekolah yang mempromosikan kesehatan mental bagi anak dan remaja, dan (2) bagaimana rancangan  struktur organisasi dan pengembangan SDM yang diperlukan untuk  meningkatkan efektitas program promosi kesehatan mental di sekolah.Kata Kunci: kesehatan mental, promosi, rancangan organisasi, sekolah
Meningkatkan Memori Jangka Pendek dengan Karawitan Julianto, Very
Indigenous Vol. 2 No. 2, November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.5451

Abstract

Penelitian ini secara khusus meneliti pengaruh mendengarkan musik karawitan terhadap kinerja memori jangka pendek siswa UIN Bandung. Berdasarkan fenomena sehari-hari ada siswa yang belajar dengan mendengarkan musik dan ada yang tidak. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa dari berbagai fakultas UIN Sunan Gunung Jati Bandung yang diambil dari berbagai semester. Dalam penelitian ini sampel diambil dengan teknik pengambilan sampel acak, sampel diambil secara acak untuk mewakili populasi di mana sampel diambil. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok kontrol pretest-pottest. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa mendengarkan musik karawitan, mampu meningkatkan kinerja memori jangka pendek.Kata kunci : memori jangka pendek, musik karawitan
KEMANDIRIAN DAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA ANAK PENDERITA ASMA Yunita, Rosana Dewi; Wimbarti, Supra; Mustaghfirin, Mustaghfirin
Indigenous Vol. 6, No. 1, Mei 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara kemandirian dan motivasi berprestasi pada anak penderita asma, (2) perbedaan tingkat kemandirian dan motivasi berprestasi pada anak yang menderita asma dan anak yang tidak menderita asma. Penelitian ini menggunakan 56 siswa SLTP yang menderita asma dan 56 siswa SLTP yang tidak menderita asma sebagai sampel penelitian. Sampel penelitian berasal dari tujuh SLTP di Yogyakarta, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode skala, metode tes, dan metode dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi parsial untuk menguji hipotesis pertama dan uji t untuk menguji hipotesis kedua. Berdasarkan hasil analisis diketahui (1) ada hubungan positif antara kemandirian motivasi berprestasi baik pada anak penderita asma, maupun anak yang tidak menderita asma, (2) tidak ada perbedaan tingkat kemandirian anak asma dengan anak yang tidak menderita asma, (3) tidak ada perbedaan motivasi berprestasi antara anak yang menderita asma dan anak yang tidak menderita asma. (4) tingkat absensi anak penderita asma dan anak yang tidak menderita asma tidak berbeda. 
Keterlibatan Kerja Karyawan Ditinjau Dari Kesesuaian Aspirasi Kerja Pada Pekerjaa Yang Dilakukan Saat Ini Hakim, Siti Nurina
Indigenous Vol. 7, No. 2, November 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4645

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dan seberapa besar peranan kesesuaian aspirasi kerja pada pekerjaan yang dikerjakan saat ini terhadap keterlibatan kerja karyawan, dengan mengendalikan variabel masa kerja dan tingkat pendidikan. Instrumen penelitian ini menggunakan dua buah angket, angket yang pertama adalah Angkat Kesesuaian Aspirasi Kerja Pada Pekerjaan dan angket yang kedua adalah Angket Keterlibatan Kerja Karyawan. Kedua angket ini telah dibuktikan reliabel dan valid untuk dipergunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut ada korelasi positif sangat signifikan antara Kesesuaian Aspirasi Kerja Pada Pekerjaan Yang Dikerjakan Saat Ini Dengan Keterlibatan Kerja Karyawan. Terdapat tingkat kesesuaian aspirasi kerja pada pekerjaan yang dikerjakan saat ini yang termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat keterlibatan kerjanya juga termasuk dalam ketegori tinggi. Artinya semakin tinggi tingkat kesesuaian aspirasi kerja pada pekerjaan yang dikerjakan saat ini, maka tingkat keterlibatan kerja karyawan juga semakin tinggi. Koefisien korelasi antara masing masing aspek dari variabel Kesesuaian Aspirasi Kerja. Pada pekerjaan yang dikerjakan saat ini dengan varabel Keterlibatan Kerja Karyawan semuanya menunjukkan adanya korelasi positif sangat signifikan. 
GAMBARAN SELF-ESTEEM PADA PELAKU RESIDIVISME : STUDI PADA RESIDIVIS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KTAS I CIPINANG Anggraeni, Anggi; A. M, Sugiarti; Christia, Mellia
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4750

Abstract

Diantara berbagai faktor risiko dari seorang narapidana tmtuk menjadi seorang residivis (pelaku keiahatan mengulang atau mendapat hukuman penjara lebih dari satu kali), hanya narapidana dengan karakteristik tertentu yang akhirnya menjadi residivis. Salah satu penyebabnya adalah tidak termotivasi untuk meraih sukses atart bertahan tanpa melakukan kejahatan, yang biasa dimunculkan oleh tingkatan self esteem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-esteem pada residivis, khususnya di LP Cipinang. Deskripsi self-esteem didasarkan pada karakteristik yang disampaikan oleh Minchinton (1995), Branden (1993), dan Dogson & Wood (1998) dalam tiga aspek, yaitu perasaan mengenai diri sendiri, perasaan mengenai kehidupan, dan perasaan mengenai hubungan dengan orang lain, dengan mempetrimbangkan sumber-sumber yang membentuk karakteristik self-esteem saat ini dan keterkaitan self-esteent dengan tindakan meitgulang kejahatan. Penelitian ini dilakukan dengatt pendekatan kuatitatif dengan melaukan wawancara dan observasi terhadap 3 orang residivis di LP Cipinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek cenderung memiliki karakteristik-karakteristik self-esteem yang rendah. Karakteristik tersebut dibentuk melalui family experience, performance feedback, dan social comparison. 
NILAI BUDAYA SIRI’NA PACCE DAN PERILAKU KORUPSI Rusdi, Mughny Ilman Wali; Prasetyaningrum, Susanti
Indigenous Vol. 13, No. 2, November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i2.2619

Abstract

Perilaku korupsi merupakan suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk menguntungkan diri sendiri dan merugikan masyarakat. Sedangkan nilai budaya siri’na pacce merupakan sebuah bentuk penghayatan dari unsur budaya Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya etnis Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Dimana budaya siri’na pacce digunakan sebagai pedoman bagi etnis tersebut dalam menjalankan kehidupannya sehari – hari. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi (hubungan) antara nilai budaya siri’na pacce dengan perilaku korupsi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif korelasional dengan subjek sebanyak 240 orang. Hasil penelitian menunjukkan jika ada hubungan negatif yang signifikan antara nilai budaya siri’na pacce dengan perilaku korupsi (r = -468; p = 0.000 < 0.01). Jadi, semakin besar nilai budaya siri’na pacce yang dianut, maka semakin kecil perilaku korupsi yang akan dimunculkan, begitupun sebaliknya. Nilai budaya siri’na pacce mempengaruhi perilaku korupsi sebesar 21,9% (r² = 0,219).
Kematangan Beragama Remaja Akhir Sebagai Pelaku Seksual Pranikah Yudhaprawira, Muhammad Rezha; Uyun, Zahrotul
Indigenous Vol. 2 No. 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i1.4982

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan perilaku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama jenis yang dilakukan tanpa melalui sebuah proses pernikahan secara resmi menurut agama maupun menurut hukum. Faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku seksual pranikah salah satunya yaitu kematangan beragama yang rendah. Kematangan beragama merupakan suatu keyakinan, kesadaran seseorang untuk menjalani nilainilai moral, agama, yang menjadi dasar dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, mengetahui dan mendeskripsikan Perilaku seksual pranikah dan kematangan beragama pada remaja akhir. Subjek penelitian ini memiliki karakteristik yaitu a) remaja berusia 18 sampai 21 tahun, b) Mahasiswa, c) sedang berpacaran dan sudah pernah berpacaran. Dalam penelitian ini menggunakan dua metode penelitian, yaitu metode kuesioner terbuka dan wawancara. Dari hasil screening kuesioner terbuka terdapat 107 informan. Selanjutnya dipilih 6 orang untuk menjadi informan dalam metode wawancara. Hasil penelitian ini adalah perilaku berpacaran pada informan yang sedang dan pernah berpacaran yaitu berpegangan tangan, berpelukan, dan berciuman. Dorongan untuk melakukan perilaku seksual pranikah yaitu rasa senang, nyaman, rasa ingin tahu dan adanya kesempatan untuk melakukkan perilaku tersebut. Dari aspek religiusitas atau kematangan beragama yang sudah dilakukan yaitu melaksanakan ibadah wajib serta ibadah sunnah seperti sholat dhuha, sholat tahajud, membaca Al-Quran dan sedekah. Selain itu informan juga sering mengikuti kajian-kajian agama.Kata Kunci : kematangan beragama, perilaku seksual pranikah, remaja
PELACURAN ANAK DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI PERKEMBANGAN Prasetyaningrum, Juliani
Indigenous Vol. 4, No. 1, Mei 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4599

Abstract

Pelacuran anak di Indonesia, baik mereka yang melacurkan diri maupun yang dilacurkan, tampaknya dari segi jumlah ada kecenderungan terjadi peningkatan. Kondisi ini tentu saja memprihatinkan semua pihak, terutama yang peduli terhadap masalah ini. Mengapa demikian ? karena ternyata kehidupan anak yang melacur maupun dilacurkan bila ditinjau dari perspektif psikologi, khususnya psikologi perkembangan, sangat menyedihkan. Padahal, para pelacur anak itu adalah juga (termasuk) generasi penerus bangsa yang seharusnya suatu saat kelak akan menjadi pengganti generasi terdahulu untuk melanjutkan estafet pembangunan bangsa. Bahkan sekelompok masyarakat ada yang tetap menanggap mereka (juga) sebagai calon-calon tiang negara. Bila sebagian calon tiang negara kondisinya seperti ini, apa yang akan dihadapi oleh negara tersebut di kemudian hari ?

Page 6 of 59 | Total Record : 589


Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 2, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol. 5 No. 1, 2020 Vol. 4 No. 2, 2019 Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 1, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 2 (2018): November Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol 2, No 2 (2017): November Vol 2, No 1 (2017): May Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue