cover
Contact Name
Didi Sundiman
Contact Email
sundiman.didi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sundiman.didi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan
Published by Joyful Academy
ISSN : 23546530     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014)" : 5 Documents clear
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, KEPANGKATAN, DAN MOTIVASI TERHADAP PROFESIONALISME GURU SERTA IKLIM SEKOLAH (Studi pada Guru di SMPN 2 dan SMPN 3 Seruyan Tengah) Pahriani, Pahriani
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada hakekatnya merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna pencapaian tingkat kehidupan yang semakin maju dan sejahtera. Mutu pendidikan tercapai apabila output-input guru, sarana dan prasarana serta biaya memenuhi syarat tertentu. Dari beberapa komponen tersebut yang banyak berperan adalah tenaga pendidik atau guru yang bermutu yaitu yang mampu menjawab tantangan-tantangan globalisasi dengan cepat dan bertanggung jawab. Penelitian ini menganalisa Pengaruh Tingkat Pendidikan, Kepangkatan, dan Motivasi terhadap Profesionalisme Guru serta Iklim Sekolah. Untuk menguji permasalahan tersebut, kuisioner ini disebarkan pada 30 guru pegawai negeri sipil SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Seruyan Tengah.Data yang terkumpul kemudian dianalisa menggunakan teknik analisis Model persamaan Structural Equation Modeling (SEM) Partial Least Square(PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat pendidikan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profesionalisme, (2) Kepangkatan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profesionalisme, (3) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme, (4)Profesionalisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap iklim sekolah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 HANAU TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Cahyeni, Resti; Mulyono, Edy
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan dengan permainan adalah model yang akan digunakan dalam penelitian ini, khususnya untuk nomor lompat jauh gaya jongkok. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan bagi siswa, dengan bermain siswa tidak merasakan lelah ataupun terbebani dalam melakukan aktivitas. Permainan dalam atletik khususnya nomor lompat jauh adalah bertujuan agar siswa dalam melakukan permainan terfokus pada model proses pembelajarannya.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan memberikan perlakuan (tindakan) latihan yang berbeda pada setiap kelompok, yang mana setiap kelompok diberi perlakuan (tindakan) yang berbeda. Penelitian ini untuk mengukur hasil belajar dengan menggunakan pre-test (tes awal) dan pos-test (tes akhir), dengan melihat perbandingan selisih (perubahan) hasil belajar untuk setiap kelompok. Data yang diperoleh dan dianalisis dengan Uji beda antar kelompok dengan cara mengukur peningkatan hasil belajar lompat jauh dengan tujuan untuk melihat perubahan yang ditimbulkan oleh perlakuan yang diberikan pada subyek, apakah rata-rata nilai tersebut berbeda. Uji hipotesis dilakukan berdasarkan hasil analisis data dengan Uji beda antar kelompok pada tes awal (pre-test) yang menggunakan t test dengan ketentuan jika t hitung lebih besar dari t tabel atau tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis diterima. Uji analisis ini digunakan untuk mengetahui kemampuan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa sebelum diberikan perlakuan dengan metode yang berbeda. Kelompok 1 (kelas control) dengan media kardus, kelompok 2 menggunakan model latihan pliometrik single leg hop, kelompok 3 menggunakan model latihan pliometrik double leg hop, dan kelompok 4 menggunakan model kombinasi latihan pliometrik single leg hop dan double leg hop. Proses analisis ini menggunakan bantuan program SPSS.Yang mana hasilnya adalah pembelajaran melalui metode latihan pliometrik single leg hop, double leg hop dan Kombinasi single leg hop dan double leg hop lebih baik dibanding latihan dengan media kardus untuk dapat meningkatkan hasil pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Hanau.
PERAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM MENCAPAI KETUNTASAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDN 1 PEMBUANG HULU I Zainap, Zainap
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zainap, 2014 ”Peran Pembelajaran Kooperatif Dalam Mencapai Ketuntasan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SDN 1 Pembuang Hulu I” telah dapat diselesaikan dengan baik. Program Studi Magister Management Konsentrasi Manajemen Pendidikan Universitas Darwan Ali SampitPembelajaran merupakan usaha sadar dan disengaja oleh guru untuk membuat peserta didik belajar secara aktif dalam mengembangkan aktifitas berpikirnya. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pembelajaran.Berdasarkan fenomena diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Peran model pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran langsung pada mata pelajaran IPA di kelas V SDN 1 Pembuang Hulu I“Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk membandingkan akibat dari suatu perlakuan. Metode eksperimen ini diterapkan pada materi pelajaran di pertemuan pertama dan kedua menggunakan metode pembelajaran langsung, sedangkan untuk pertemuan ketiga dan keempat menggunakan motode pembelajaran kooferatif tipe demontrasi., Subjek dalam penelian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN – 1 Pembuang Hulu I yang berjumlah 30 orang siswa yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 15 orang perempuan.
UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA MELALUI PEMBERIAN TUGAS DALAM MODEL BUZZ GROUPS DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 KUALA PEMBUANG Sundari, Tuti
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada ulangan harian sebelum dilakukan tindakan dan pembentukan kelompok Buzz sebagai kelompok belajar jumlah siswa pada kelas XI IPA 1 yang belum mencapai KKM adalah 18 peserta didik dari 27 peserta didik jadi yang mencapai ketuntasan baru 33,3 %. Sedangkan dikelas XI IPA 2, peserta didik yang belum mencapai KKM sebanyak 17 siswa dari 28 peserta didik dikelas tersebut, jadi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan sebesar 39,3 % saja.Peserta didik cenderung sangat pasif, penguasaan materi fisika hanya sepenuhnya mengharap apa yang ditransfer guru, hal ini menyebabkan nilai-nilai ulangan yang didapat siswa masih minim, hanya 38,2% siswa yang tuntas pada ulangan harian pertama sedangkan batas ketuntasan minimal yang ditetapkan 65.Proses belajar mengajar berdasarkan pada pengertian paedagogik yang selama ini diterapkan dan sudah menjadi tradisi bahwa guru sebagai sentris, sumber ilmu bagi siswa. Guru disebut mengajar apabila dapat mentranmisikan ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada anak didiknya. Demikian juga metode-metode yang diterapkan dalam pembelajaran tidak lepas dari pentransferan pengetahuan dari guru ke siswa dan sedikit sekali menuntut aktivitas peserta didik dan keterlibatan secara langasung dalam pelaksanaan pembelajaran.Pelaksanaan pembelajaran fisika selama ini cenderung kurang menuntut aktivitas belajar dan keterlibatan secara langsung dalam pelaksanaan pembelajaran. Itu menyebabkan pembelajaran fisika tidak cukup menyenangkan bagi peserta didik tertentu, tentu saja berakibat hasil belajar fisika tidak cukup memuaskan, yang pada akhirnya mata pelajaran fisika merupakan momok sesuatu yang sulit dan tidak diminati.Perubahan yang menghasilkan perbuatan adalah tujuan utama belajar, cara yang menitik beratkan perubahan dalam perasaan , cenderung menghasilkan perubahan perbuatan dari pada cara menekankan penumpukan pengetahuan (Suryadi 1983). Perubahan dalam diri seseorang dapat lebih mudah terjadi dalam suasana interaksi. Ada beberapa cara yang tepat untuk mencapai perubahan perasaan yang diperoleh secara interaksi . Salah satunya melalui model kelompok ”buzz”.                Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini mempunyai tujuan untukmeningkatkan aktivitas belajar siswa melalui metode pemberian tugas dalam model buzz groups (kelompok buzz ). dan mendeskripsikan pengaruh metode pemberian tugas dalam kelompok buzz terhadap peningkatan aktivitas belajar, yang mengacu pada peningkatan hasil belajar. Adapun manfaat penelitian agar dapat digunakan oleh guru Fisika SMA sebagai bahan acuan, alternative dalam pemecahan masalah, merencanakan dan melaksanakan evaluasi untuk meningkatan aktivitas peserta didik di dalam proses pembelajaran fisika, bagi peserta didik semakin dapat mengembangkan diri, meningkatkan kemampuan dan aktivitas dan meningkatkan perolehan hasil belajarr dan menumbuhkan rasa sosial, saling menghargai dan bekerja sama serta bermufakat sesama peserta didik.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF DI KELAS XI ATP Fauziah, Siti; Sundiman, Didi
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sayangnya dunia pendidikan Indonesia masih dihadapkan pada berbagai permasalahan. Salah satu upaya pembaharuan dalam bidang pendidikan adalah pembaharuan metode atau meningkatkan relevansi metode pembelajaran.Untuk itu dibutuhkan variasi dalam penggunaan metode pembelajaran.Penerapan metode pembelajaran yang bervariasi merupakan kreativitas seorang guru agar siswa tidak jenuh atau bosan dalam menerima pelajaran. Selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan siswa dalam belajar sekaligus sebagai indikator peningkatan kualitas pendidikan.Berdasarkan latar belakang masalah tersebut dirumuskan masalah yang diteliti adalah “Apakah metode Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Produktif (Memelihara Kesuburan Tanah Pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM))”.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan objek penelitian adalah siswa kelas XI SMKN 1 Hanau yaitu kelas XI Ruang 2 ATP dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI Ruang 1 ATP dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang sebagai kelas kontrol.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode pembelajaran group investigasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini terbukti dari perbandingan nilai rata-rata pre test sebesar 66.5909 dan setelah kelas ini menggunakan metode pembelajaran group investigation nilai rata-rata pos test sebesar 74.3182 yang berarti peningkatan hasil belajar siswa.Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) Metode pembelajaran group investigation lebih baik atau lebih tinggi dibanding metode pembelajaran konvensional. (2) Model pembelajaran Cooperative tipe Group Investigation dapat meningkatkan keterampilan kerja kelompok dan mendidik siswa untuk lebih mandiri dalam mengonstruksi ilmu. GI juga mampu meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Strategi atau model pemebalajaran yang mampu mengakomodasi gaya belajar siswa akan meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5