cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGRILAND
ISSN : 20895844     EISSN : 25991361     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agriland adalah wadah informasi bidang Ilmu Pertanian berupa hasil penelitian atau review maupun tulisan ilmiah terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
Pengaruh Pemberian Nutrisi Pupuk Cair Organik Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Putih (Brassica pekinensis L.) Hidayat, Muslich -; -, Raihanum -
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2025): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v13i2.13032

Abstract

Tanaman sawi putih memiliki banyak manfaat dalam kesehatan dan perbaikan nutrisi pangan. Banyaknya kandungan gizi yang diperoleh dari tanaman sawi putih menjadikan sawi putih sebagai sebuah produk yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang pertumbuhannya cepat. Salah satu cara guna mengembangkan produksi sawi putih adalah dengan memenuhi kebutuhan unsur hara melalui pemupukan. Kirinyuh memiliki potensi sebagai sumber pupuk organik karena mengandung sejumlah besar nutrisi seperti N, P, K, Ca serta Mg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nutrisi POC daun kirinyuh terhadap pertumbuhan sawi putih (Brassica pekinensis L.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuannya yaitu PO (control atau tanpa POC), P1 (POC dengan dosis 20% atau 200 ml), P2 (POC dengan dosis 30% atau 300 ml) dan P3 (POC dengan dosis 40% atau 400 ml). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA. Parameter yang diukur dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah. Konsentrasi P2 yaitu pemberian 30% daun kirinyuh atau dosis 300 ml POC yang dilarutkan dengan 700 ml air yang terbaik pada pertumbuhan sawi putih walaupun tidak berbeda secara signifikan terhadap perlakuan lainnya.
Kompetisi Gulma dan Tanaman Cabai (Capsicum sp.) Pada Perlakuan Dosis Pupuk Kandang Kambing Hunggurami, Oktavianus Dongga; Killa, Yonce Melyanus
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2025): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v13i2.13382

Abstract

Tanaman sawi Salah satu komoditas pertanian utama yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah cabai dengan aroma, rasa, dan warnanya yang khas, cabai sering dimanfaatkan sebagai rempah dan bumbu dalam berbagai masakan. Peningkatan produksi tanaman cabai dapat ditingkatkan dengan meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah melalui pemberian pupuk pupuk dari kotoran kambing. Pupuk yang di aplikasikan adalah pupupk kandang kambing yang mempunyai kandungan 0,60% N, 0,30% P, 0,17% K, dan 85% H2O, dengan rasio C/N sebesar 21,12%. Hal ini dilakukan penggunaa aplikasi pupuk kandang kambing terhadap kompetisi gulma dan tanaman cabai (capsicum sp.) pada perlakuan dosis pupuk kandang kambing. Penelitian di laksanakan pada bulan februari-maret 2025 di Desa Kiritana, yang berada di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini susun dengan mengunakan Rancangan acak lengkap yang terdiri atas 5 perlakuan dosis pupuk kandang kambing dengan 4 ulangan dan terdapat 20 unit plot percobaan tanaman cabai. Hasil penelitian terlihat bahwa pemberian pupuk kandang kambing dengan dosis berbeda tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, tetapi pemberian pupuk dengan dosis P2 memberikan nilai tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah gulma dan pada berat buah yaitu pada dosis P4 yang memberikan nilai tertinggi.
Kompetisi Gulma dan Tanaman Cabai (Capsicum sp.) Pada Perlakuan Dosis Pupuk Kandang Kambing Oktavianus Dongga Hunggurami; Yonce Melyanus Killa
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2025): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v13i2.13382

Abstract

Tanaman sawi Salah satu komoditas pertanian utama yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah cabai dengan aroma, rasa, dan warnanya yang khas, cabai sering dimanfaatkan sebagai rempah dan bumbu dalam berbagai masakan. Peningkatan produksi tanaman cabai dapat ditingkatkan dengan meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah melalui pemberian pupuk pupuk dari kotoran kambing. Pupuk yang di aplikasikan adalah pupupk kandang kambing yang mempunyai kandungan 0,60% N, 0,30% P, 0,17% K, dan 85% H2O, dengan rasio C/N sebesar 21,12%. Hal ini dilakukan penggunaa aplikasi pupuk kandang kambing terhadap kompetisi gulma dan tanaman cabai (capsicum sp.) pada perlakuan dosis pupuk kandang kambing. Penelitian di laksanakan pada bulan februari-maret 2025 di Desa Kiritana, yang berada di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini susun dengan mengunakan Rancangan acak lengkap yang terdiri atas 5 perlakuan dosis pupuk kandang kambing dengan 4 ulangan dan terdapat 20 unit plot percobaan tanaman cabai. Hasil penelitian terlihat bahwa pemberian pupuk kandang kambing dengan dosis berbeda tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, tetapi pemberian pupuk dengan dosis P2 memberikan nilai tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah gulma dan pada berat buah yaitu pada dosis P4 yang memberikan nilai tertinggi.
Interaksi Bahan Induk Vulkanik dan Ketinggian Tempat Terhadap Beberapa Sifat Fisika Tanah Andisol di Sumatera Utara Basyaruddin Basyaruddin
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2025): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v13i2.13003

Abstract

Tanah Andisol di Sumatera Utara berkembang pada berbagai ketinggian tempat dan bahan induk vulkanik, yang berpotensi menimbulkan variasi sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bahan induk vulkanik (formasi Qvbs dan Qvbj) dan ketinggian tempat terhadap sifat fisik tanah Andisol serta hubungan antar sifat fisik tersebut. Penelitian dilakukan pada 12 profil tanah yang mewakili dua formasi geologi dengan kisaran ketinggian ±40–1300 m dpl. Analisis sifat fisik tanah meliputi distribusi ukuran partikel, bobot isi, kekerasan tanah, kadar air tanah, dan kandungan air pada tekanan 15 bar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tanah Andisol dipengaruhi oleh interaksi antara bahan induk dan ketinggian tempat. Tanah pada formasi Qvbs umumnya menunjukkan tingkat pelapukan lebih lanjut, bobot isi dan kekerasan tanah yang lebih rendah, serta kapasitas menahan air yang lebih tinggi dibandingkan Qvbj, meskipun masih mencerminkan pengaruh bahan induk vulkanik muda. Peningkatan ketinggian tempat berasosiasi dengan perbaikan kualitas fisik tanah melalui peningkatan bahan organik dan pembentukan struktur tanah yang lebih stabil. Analisis korelasi dan regresi menunjukkan bahwa bahan organik dan mineral amorf (alofan dan ferihidrit) berperan dominan dalam mengendalikan bobot isi, kekerasan tanah, serta kadar dan kapasitas menahan air, sedangkan peran fraksi liat relatif kecil. Pada dataran rendah dengan pengelolaan intensif, pemadatan tanah meningkatkan bobot isi dan kekerasan hingga melampaui ambang kritis bagi pertumbuhan akar. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan tanah konservatif dan pemeliharaan bahan organik untuk menjaga kualitas fisik dan keberlanjutan pemanfaatan tanah Andisol.
EFEKTIVITAS DOSIS DAN WAKTU APLIKASI PUPUK HAYATI PADA PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI TANAMAN PAK CHOY (Brassica chinensis L.) Meriksa - Sembiring; Bambang Surya Adji Syahputra
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2025): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v13i2.13029

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani Kecamatan Dolat Rakyat, Berastagi Kabupaten Karo dimulai dari bulan Januari  sampai April 2025. Judul riset “Efektivitas dosisi dan waktu aplikasi Hayati Pada Pertumbuhan serta Produksi Tanaman Pak Choy (Brassica Chinensis L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial  dengan dua faktor.  Faktor pertama adalah Interval pemberian (K) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu: pemberian saat pembuatan plot (K1), 10 hari setelah pembuatan plot (K2), 10 hari setelah tanam (K3) dan 20 hari setelah tanam (K4).  Faktor yang kedua adalah penggunaan dosis pupuk organik Nubuat (R) terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu: tanpa pupuk  (Ro), 100 ml/tanaman (R1), 200 ml/tanaman (R2)  dan 300 ml/tanaman (R3). Hasil analisa data dari  lapangan diperoleh bahwa interval pemberian  dan dosis pupuk nubuat memberi pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, berat segar panen/sampel (kg), bobot biomassa (kg) dan indeks panen.  Interval pemberian pupuk organik lebih cepat lebih baik (K1) dan penggunaan dosis 200 ml/tanaman (R2) pupuk organik adalah perlakuan paling baik untuk menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang optimal.  Interaksi kedua faktor yang diujikan menunjukkan perbedaan yang nyata pada parameter produksi bersih/tanaman bobot biomasa yang diamati.  
Pengaruh Pemberian Nutrisi Pupuk Cair Organik Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Putih (Brassica pekinensis L.) Muslich - Hidayat; Raihanum - -
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2025): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v13i2.13032

Abstract

Tanaman sawi putih memiliki banyak manfaat dalam kesehatan dan perbaikan nutrisi pangan. Banyaknya kandungan gizi yang diperoleh dari tanaman sawi putih menjadikan sawi putih sebagai sebuah produk yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang pertumbuhannya cepat. Salah satu cara guna mengembangkan produksi sawi putih adalah dengan memenuhi kebutuhan unsur hara melalui pemupukan. Kirinyuh memiliki potensi sebagai sumber pupuk organik karena mengandung sejumlah besar nutrisi seperti N, P, K, Ca serta Mg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nutrisi POC daun kirinyuh terhadap pertumbuhan sawi putih (Brassica pekinensis L.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuannya yaitu PO (control atau tanpa POC), P1 (POC dengan dosis 20% atau 200 ml), P2 (POC dengan dosis 30% atau 300 ml) dan P3 (POC dengan dosis 40% atau 400 ml). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA. Parameter yang diukur dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah. Konsentrasi P2 yaitu pemberian 30% daun kirinyuh atau dosis 300 ml POC yang dilarutkan dengan 700 ml air yang terbaik pada pertumbuhan sawi putih walaupun tidak berbeda secara signifikan terhadap perlakuan lainnya.