cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 2, No. 1, Tahun 2013" : 14 Documents clear
PENGGUNAAN VARIASI KECEPATAN SFERONISASI DALAM PEMBUATAN PELET BEREKSIPIEN AMILUM SINGKONG PREGELATINASI MELALUI METODE EKSTRUSI-SFERONISASI Kurniawan I. N. Y.; Dewantara P. I G. N. A.; Arisanti C.I.S
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.712 KB)

Abstract

Amilum singkong pregelatin merupakan eksipien yang memungkinkan untuk digunakan dalam pembuatan pelet. Disamping memiliki sifat pengikat dan penghancur, amilum ini juga mampu larut dalam air sehingga memudahkan pembuatan massa basah sebagai langkah awal pembuatan pelet. Dalam pembuatan pelet, kecepatan sferonisasi berpengaruh terhadap kekerasan dan ukuran pelet, sehingga diperlukan kecepatan sferonisasi yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan sferonisasi terhadap sifat fisik pelet yang menggunakan amilum singkong pregelatinasi sebagai eksipien. Komposisi pelet terdiri dari parasetamol (sebagai model), amilum singkong pregelatin, dan akuades dengan perbandingan 1 : 15 : 10 (b/b). Massa basah yang terbentuk diekstrusi sampai terbentuk ekstrudat. Ekstrudat dikeringkan di dalam oven pada suhu 50 °C selama 20 menit, kemudian di sferonisasi selama 10 menit dengan kecepatan yang bervariasi, yaitu 300, 400, dan 500 rpm. Pelet dikeringkan selama 30 menit di dalam oven pada suhu 50 °C, dan dilakukan pengujian terhadap perolehan rendemen, ukuran, bentuk, kelembaban, sifat alir, kompresibilitas, serta kerapuhan. Selanjutnya, dilakukan uji statistik menggunakan One-Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan terjadi penurunan perolehan rendemen, ukuran, bentuk (derajat sferisitas), dan kelembaban pelet secara signifikan (p<0,05) pada kecepatan sferonisasi 300 rpm dibandingkan dengan kecepatan sferonisasi 400 dan 500 rpm. Sementara itu, kecepatan sferonisasi 400 rpm yang dibandingkan dengan kecepatan 500 rpm tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan perolehan rendemen, ukuran, bentuk (derajat sferisitas), dan kelembaban pelet.
PENGEMBANGAN METODE IDENTIFIKASI INDOMETASIN DENGAN KLT-SPEKTROFOTODENSITOMETRI A.A Wahyudhie; I N.K. Widjaja; K.D. Cahyadi; I M.A.G. Wirasuta
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.574 KB)

Abstract

Indometasin adalah obat yang memiliki efek sebagai antiinflamasi. Berdasarkan efek tersebut, indometasin sering ditambahkan secara ilegal ke dalam produk obat herbal yang memiliki khasiat untuk menghilangkan pegal linu atau rematik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan suatu metode KLT-Spektrofotodensitometri yang digunakan untuk uji identifikasi dan menentukan validasinya yang meliputi linearitas, batas deteksi, spesifisitas, dan presisi. Sampel diesktraksi menggunakan metode SPE C8-Cation Exchange dan kemudian dipisahkan dengan dua sistem KLT yang berbeda yaitu sistem TF dan TE. Kromatogram dan spektrum dari masing-masing noda senyawa dibuat pada panjang gelombang 210 nm dan 190-400 nm dengan menggunakan TLC Scanner 3 (Camag-Mutenz-Switzerland). Senyawa diidentifikasi berdasarkan nilai hRfc dan spektrum in situ. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji identifikasi menunjukkan bahwa fraksi SPE mengandung indometasin. Nilai dari validasi metode yang dilakukan telah valid untuk linearitas dengan r > 0,999, batas deteksi untuk kedua sistem adalah 3,698 ng, spesifisitas metode dengan nilai korelasi spektrum > 0,90 untuk indometasin, dan presisi untuk hRf dan AUC menghasilkan KV < 2%.
STUDI SISTEM PELAYANAN PENGOBATAN PT. ASKES (PERSERO) CABANG DENPASAR BERDASARKAN ATURAN PERUNDANGAN M.A. Wiradarma; N.M.P. Susanti; N.M.D. Diantari; I M.A.G. Wirasuta
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.405 KB)

Abstract

Sistem pelayanan kesehatan mengedepankan keamanan pasien dan peningkatan kualitas hidup pasien. PT. Askes (Persero) adalah salah satu perusahan asuransi kesehatan yang mendapat mandat mengembangkan sistem jaminan kesehatan nasional pada tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pelaksanaan pelayanan pengobatan oleh dokter keluarga (PPK-I) dan apotek yang bekerjasama dengan PT. Askes (Persero) Cabang Denpasar. Penelitian dilakukan secara observasional, dengan melibatkan 18 dokter PPK-I, 12 apoteker di 8 apotek Askes, dan 270 peserta Askes di wilayah Kota Denpasar dan terdaftar pada PT. Askes (Persero) Cabang Denpasar. Observasi meliputi: distribusi tempat praktek dokter dan apotek, tingkat kunjungan peserta ke dokter, tingkat dispensing oleh dokter, dan pelayanan kefarmasian oleh apoteker di apotek mengacu pada PP RI No. 51 tahun  2009 dan Kepmenkes RI No. 1027 tahun 2004. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Tempat praktek dokter PPK-I dan apotek Askes tidak terdistribusi secara merata di seluruh Kota Denpasar. Terdapat 72,22% dari 18 dokter PPK-I melakukan praktek dispensing dan sebesar 84,6% dari dokter dispensing tersebut melakukan praktek dispensing penuh tanpa tindakan peresepan. Dokter PPK-I yang tidak sepenuhnya dispensing hanya melakukan tindakan peresepan ketika tidak tersedianya obat untuk penyakit tertentu di tempat praktek pribadi dokter PPK-I bersangkutan. Lima dokter PPK-I tidak melakukan praktek dispensing karena praktek bersama dengan apotek. Kontrak kerjasama PT. Askes (Persero) dengan dokter PPK-I memungkinkan dokter untuk melakukan praktek dispensing. Seluruh apoteker di apotek Askes belum melakukan praktek kefarmasiannya secara utuh mengacu pada peraturan yang berlaku. Masih dijumpai beberapa dokter dan apotek yang memungut biaya tambahan kepada peserta khususnya pada pelayanan obat,  yang  tidak tercantum pada Daftar Plafon Harga Obat (DPHO) PT. Askes (Persero).
KAJIAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI GESTASIONAL RAWAT INAP DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI 2009 – DESEMBER 2011 Ni Luh Gede Lisniawati; Luh Putu Febryana L; Ketut Widyani Astuti
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.888 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian kajian penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi gestasional di RSUP Sanglah Denpasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis obat, profil terapi, dan luaran terapi antihipertensi pada pasien hipertensi gestasional rawat inap di RSUP Sanglah Denpasar. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Data diperoleh dari rekam medik pasien hipertensi gestasional yang menjalani rawat inap selama periode Januari 2009 sampai Desember 2011. Subjek penelitian adalah 75 pasien hipertensi gestasional yang memenuhi kriteria inklusi. Data rekam medik yang diperoleh, dianalisis untuk mengetahui profil dan luaran terapi antihipertensi. Luaran terapi pasien meliputi, rata-rata tekanan darah sistolik, rata-rata tekanan darah diastolik, dan rata-rata tekanan darah keluar rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan terapi obat pada pasien hipertensi gestasional sebelum melahirkan selain metildopa atau nifedipin adalah oksitosisn, sintosinon, atau misoprostol, dan MgSO4. Sedangkan, terapi obat pada pasien hipertensi gestasional setelah melahirkan selain metildopa atau nifedipin adalah antibiotika, metilergometrin, asam mefenamat, dan sulfas ferosus. Sebanyak 6 orang pasien dengan  kategori hipertensi sedang, diberikan terapi antihipertensi yaitu metildopa (16,67%) dan nifedipin (83,33%) dengan dosis masing-masing yaitu 3 x 250 mg per hari dan 3 x 10 mg per hari. Lama terapi pasien hipertensi gestasional selama perawatan berkisar antara 1 sampai dengan 2 hari. Terapi antihipertensi pada pasien hipertensi gestasional berhasil mencapai target terapi yaitu <150/80-100 mmHg. Rata-rata tekanan darah postpartum pasien dengan terapi antihipertensi adalah 125/85 mmHg, sedangkan tanpa terapi antihipertensi adalah 129,09/81,81 mmHg. Pasien dengan terapi antihipertensi mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik dari 150/100 mmHg menjadi 118,33/75,00 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah pasien tanpa terapi antihipertensi adalah 118,33/74,54 mmHg.
PENETAPAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN YANG OPTIMAL PADA TEH HITAM KOMBUCHA LOKAL DI BALI DENGAN VARIASI WAKTU FERMENTASI Pande Putu Ayu Sukmawati; Yan Ramona; Ni Putu Eka Leliqia
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.175 KB)

Abstract

Teh Kombucha yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, merupakan campuran teh dan gula yang difermentasi dengan bantuan simbiosis antara bakteri asam asetat dan yeast. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu fermentasi yang memberikan aktivitas antioksidan optimal pada teh hitam Kombucha lokal di Bali. Uji penangkapan radikal DPPH dilakukan pada teh hitam Kombucha lokal di Bali dengan konsentrasi gula 5% b/v pada waktu fermentasi yang bervariasi (hari ke-1, 8 dan 15). Analisis data dilakukan dengan repeated ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh hitam Kombucha lokal di Bali pada waktu femerntasi hari ke-1 memberikan aktivitas antioksidan yang optimal karena dalam waktu fermentasi yang pendek mampu menghasilkan % penangkapan radikal DPPH yang tidak berbeda signifikan dibandingkan teh hitam Kombucha lokal yang memberikan aktivitas antioksidan terbesar.
PENGARUH WAKTU SFERONISASI TERHADAP SIFAT FISIK PELET YANG DIBUAT MENGGUNAKAN METODE EKSTRUSI-SFERONISASI Paradipa I P.B.M; Wijayanti N P.A.D; Arisanti C.I.S
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.292 KB)

Abstract

Amilum singkong pregelatin dapat digunakan sebagai eksipien pelet karena dapat bersifat sebagai bahan pengikat untuk menghasilkan pelet yang tidak mudah hancur, selain itu amilum singkong pregelatin dapat bersifat sebagai bahan penghancur yang bertujuan untuk melepaskan kandungan bahan obat di dalamnya. Pada tahap sferonisasi, kecepatan putaran sferoniser dan waktu sferonisasi berpengaruh terhadap kualitas pelet yang dihasilkan. Kecepatan sferonisasi yang digunakan adalah 400 rpm dengan lamanya waktu sferonisasi yang bervariasi antara 2 hingga 15 menit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu sferonisasi terhadap sifat fisik pelet yang dibuat menggunakan metode ekstrusi-sferonisasi. Massa plastis dihasilkan dari perbandingan  bahan amilum singkong pregelatin : parasetamol : air (15 : 1 : 10). Semua bahan kemudian diekstrusi, ekstrudat yang terbentuk dikeringkan dalam oven 50ºC selama 20 menit lalu disferonisasi menggunakan kecepatan 400 rpm dengan variasi waktu 5, 10, dan 15 menit. Pelet dikeringkan dalam oven 50ºC selama 30 menit. Evaluasi pelet meliputi perhitungan rendemen pelet, ukuran pelet, bentuk pelet, kelembaban pelet, sifat alir pelet, kompresibilitas pelet, dan kerapuhan pelet. Variasi waktu sferonisasi menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap rendemen dan ukuran pelet (p < 0,05). Semakin lama waktu sferonisasi, rendemen pelet yang dihasilkan semakin sedikit dan ukuran pelet akan semakin besar. Pelet yang dihasilkan dari masing-masing waktu sferonisasi hanya memenuhi kriteria pada penentuan ukuran dan pengujian kompresibilitas pelet, sedangkan pada pengujian sifat fisik lainnya masih belum memenuhi kriteria sifat fisik pada pustaka.
OPTIMASI KOMPOSISI SPAN® 60 DAN TWEEN® 80 SEBAGAI EMULGATOR TERHADAP STABILITAS FISIK DALAM FORMULASI COLD CREAM EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Wedana JS S. M.; N P. E. Leliqia; Arisanti C.I.S
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.243 KB)

Abstract

Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan konsentrasi 10% telah terbukti memiliki aktivitas antiluka. Ekstrak tersebut diformulasikan menjadi sediaan cold cream. Penggunaan variasi nilai HLB kombinasi emulgator Span® 60 dan Tween® 80 bertujuan untuk mendapatkan formula cold cream yang paling stabil. Untuk menentukan kestabilan cold cream, maka dilakukan pengujian pengaruh variasi nilai HLB emulgator Span® 60 dan Tween® 80 terhadap stabilitas fisik cold cream ekstrak kulit buah manggis. Variasi nilai HLB dengan kombinasi emulgator Span® 60 dan Tween® 80 yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4,958; 5,573 dan 6,760. Untuk mengetahui pengaruh nilai HLB dilakukan pengujian terhadap stabilitas fisik yang meliputi pH, tipe emulsi dan derajat pemisahan fase. Uji stabilitas dilakukan pada suhu penyimpanan yang berbeda yaitu suhu ruang (25-28 °C) dan suhu 40°C. Data hasil pengujian tersebut dianalisis dengan metode ANOVA one-way, uji Least Significant Different (LSD) dan Independent Samples Test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian terhadap stabilitas fisik cold cream ekstrak kulit buah manggis menunjukkan bahwa variasi nilai HLB kombinasi emulgator Span® 60 dan Tween® 80 tidak berpengaruh terhadap tipe emulsi namun memberikan pengaruh terhadap pH dan derajat pemisahan fase. Uji stabilitas menunjukkan bahwa perbedaan suhu penyimpanan tidak menyebabkan perubahan tipe emulsi, namun berpengaruh terhadap pH dan derajat pemisahan fase sediaan cold cream ekstrak kulit buah manggis. Formula dengan kombinasi Span® 60 dan Tween® 80 dengan nilai HLB 4,958 menghasilkan sediaan cold cream dengan stabilitas fisik yang paling stabil.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN TERAPI KOMBINASI INSULIN DAN OHO PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD WANGAYA Ni Komang Enny Wahyuni; Luh Putu Febryana L; Ni Nyoman Wahyu Udayani
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.633 KB)

Abstract

Bervariasinya penggunaan terapi insulin tunggal atau kombinasi insulin dengan Obat Hipoglikemik Oral (OHO) pada pasien DM tipe 2 dengan kontrol glukosa darah yang belum adekuat akan mengakibatkan adanya perbedaan dalam biaya dan efektivitas terapinya. Perlu dilakukan penelitian yang ditujukan untuk mengetahui jenis terapi mana yang memberikan total biaya medis langsung yang lebih rendah dan efektivitas yang lebih tinggi pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSUD Wangaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan secara prospektif dan studi follow up dari bulan Maret sampai dengan Juni 2012. Subyek penelitian adalah 70 pasien DM tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan yang tidak memenuhi kriteria eksklusi. Data dianalisis untuk mengetahui jenis terapi dan biaya medis langsung. Efektivitas terapi dinilai dari tercapainya target HbA1c <7% setelah follow up 3 bulan terapi dan tidak munculnya efek samping obat (hipoglikemia). Metode ACER dan ICER digunakan untuk menganalisa jenis terapi insulin yang paling cost-effective. Hasil penelitian menunjukkan jenis terapi insulin tunggal atau kombinasi insulin dengan OHO yang digunakan untuk pasien DM tipe 2 beserta total biaya medis langsung tiap bulannya yaitu, insulin aspart (Rp 417.861,00), insulin detemir (Rp 316.672,00), kombinasi insulin aspart dengan metformin (Rp 430.371,00), kombinasi insulin detemir dengan metformin (Rp 329.182,00), kombinasi insulin glargin dengan metformin (Rp 329.182,00), dan kombinasi insulin glargin dengan metformin (Rp 435,652.00). Berdasarkan perhitungan ACER dan ICER, terapi insulin yang paling cost-effective adalah kombinasi insulin aspart dengan metformin.
SIFAT FISIK PELET PARASETAMOL YANG DIBUAT DENGAN METODE EKSTRUSI-SFERONISASI: PENGARUH SUHU PENGERINGAN Widnyana I N.A.; Putra I G.N.A.D; Arisant C.I.S.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.987 KB)

Abstract

Amilum singkong pregelatin merupakan salah satu alternatif eksipien dalam pembuatan pelet. Selain sebagai pengikat dan penghancur, amilum pregelatin mampu larut dalam air sehingga dapat membentuk massa basah yang plastis yang dibutuhkan dalam pembuatan pelet. Pengeringan pelet merupakan tahap akhir dalam pembuatan pelet yang menentukan sifat fisik pelet. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh suhu pengeringan pelet terhadap sifat fisik pelet bereksipien amilum singkong pregelatin. Pelet dibuat menggunakan metode ekstrusi-sferonisasi dengan perbandingan parasetamol : amilum singkong pregelatin : akuades yaitu 1 : 15 : 10. Massa basah yang dihasilkan dari pencampuran bahan-bahan tersebut diekstrusi, kemudian dilanjutkan dengan sferonisasi ekstrudat dengan kecepatan 400 rpm selama 10 menit. Pelet yang dihasilkan dikeringkan pada oven dengan variasi suhu yaitu 50, 55, dan 60 °C selama 30 menit. Pelet dievaluasi melalui pengujian ukuran, bentuk, kelembaban, sifat alir, kompresibilitas, dan kerapuhan. Data yang diperoleh diuji menggunakan statistik ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa suhu pengeringan pelet berpengaruh signifikan terhadap ukuran, bentuk kelembaban, kompresibilitas, dan kerapuhan pelet. Semakin tinggi suhu pengeringan akan menurunkan ukuran, kelembaban, kompresibilitas, dan kerapuhan pelet namun akan meningkatkan derajat sferisitas.
VALIDASI METODE UJI KONFIRMASI SENYAWA GOLONGAN BENZODIAZEPIN DENGAN HPLC-DAD Khatija Taher Ali; Ni Made Pitri Susanti; I M.A.Gelgel Wirasuta
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.743 KB)

Abstract

Telah dilakukan validasi metode uji konfirmasi senyawa golongan benzodiazepin, yang meliputi spesifisitas, selektivitas, presisi, ketahanan (robustness), serta sensitivitas dengan HPLC-DAD. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh metode uji konfirmasi yang telah tervalidasi untuk senyawa golongan benzodiazepin. Penelitian dilakukan terhadap senyawa nitrazepam, bromazepam, flurazepam, klordiazepoksida, dan diazepam. Sistem kromatografi yang digunakan adalah fase diam kolom Luna C8-strong cation exchange dengan fase gerak campuran dapar fosfat 0,05 M pH 3 dan asetonitril 90% (68,5:31,5, v/v). Sistem ini menghasilkan pemisahan yang spesifik, selektif, dan seksama untuk semua senyawa uji, namun tidak senstitif dan tidak tahan (robust).

Page 1 of 2 | Total Record : 14