cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 3, No. 2, Tahun 2014" : 22 Documents clear
Penetapan Kadar Andrografolid dalam Ekstrak Terpurifikasi Herba Sambiloto dengan KLT-Spektrofotodensitometri Warditiani, N. K; Larasanty, L. P. F; Siahaan, T. F.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.353 KB)

Abstract

Herba sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness) memiliki kandungan utama yaitu andrografolid yang mempunyai banyak aktivitas farmakologi seperti dapat menurunkan kadar gula darah, trigliserida dan LDL, sebagai antiinflamasi, antioksidan, antidiabetes, dan antiaterosklerosis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui  kadar andrografolid yang terdapat dalam ekstrak terpurifikasi herba sambiloto. Ekstrak terpurifikasi dibuat dengan  mengekstraksi serbuk herba sambiloto dengan metode maserasi dan dilakukan purifikasi bertahap menggunakan pelarut  n-hexan, etil asetat dan air. Pada proses penetapan kadar, standar andrografolid dan sampel ekstrak terpurifikasi herba sambiloto ditotolkan pada plat KLT Silika Gel GF254 kemudian dieluasikan dengan menggunakan fase gerak berupa campuran kloroform : metanol (9:1). Pengukuran kadar dilakukan dengan densitometer. Hasil menunjukkan bahwa panjang gelombang serapan maksimum larutan baku standar andrografolid dan ekstrak terpurifikasi sambiloto adalah sama yaitu 230 nm. Kadar andrografolid dalam ekstrak terpurifikasi herba sambiloto mengandung 29,81%  b/b  andrografolid dengan SD 0,021.
ANALISIS KUANTITATIF ASAM LEMAK TAK JENUHPADA VIRGIN COCONUT OIL (VCO) YANG DIBUAT DENGAN PENAMBAHAN SARI GETAH BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) Sanjiwani, P.; Widjaja, I.N.K; Warditiani N.K.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.403 KB)

Abstract

Minyak kelapa murni (VCO) merupakan minyak kelapa yang dapat dibuat melalui proses enzimatik. Dengan proses pembuatan yang baik, VCO yang dihasilkan cuku stabil (tidak mudah tengik). Kandunganasam lemak tak jenuhyang terdapat dalam minyak rentan terhadap oksidasi yang dapat menyebabkan ketengikan minyak. Kualitas dari VCO yang dihasilkan, termasuk kandungan asam lemak tak jenuhnya, sangat tergantung pada metode pembuatan yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio sari getah buah pepaya yang digunakanterhadap kualitas minyak yang dihasilkan, dilihat dari kadar asam lemak tak jenuh yang terkandung dengan metode GC-FID. Dilakukan pembuatan VCO dengan menggunakan sari getah buah pepaya sebagai sumber enzim dengan variasi rasio sari getah pepaya terhadap krim santan (0,5:1; 1:1; dan 2:1). Ekstraksi sari getah buah pepaya dilakukan dengan menggunakan dapar fosfat pH 7. Kandungan asam oleat dan asam linoleatnya dengan GC-FID (kolom RTX®-WAX (30 m x 0,25 mm, dengan ketebalan 0,25 ?m)). Diperoleh kadar asam oleat dalam VCO yang dibuat dengan variasi rasio jumlah sari getah buah pepaya terhadap krim santan 0,5:1 sebesar 2,14 ± 0,225%; rasio 1:1 sebesar 1,81 ± 0,136%; rasio 2:1 sebesar 1,53 ± 0,061%. Kadar linoleat dalam VCO variasi rasio 0,5:1 sebesar 0,45 ± 0,062%; variasi rasio 1:1 sebesar 0,44 ± 0,039%; dan variasi rasio 2:1 sebesar 0,42 ± 0,016%.Validasi akurasi, presisi, linieritas dan rentang memenuhi persyaratan. Batas deteksi diperoleh sebesar 0,02 µg (asam oleat) dan 0,007 µg (asam linoleat). Batas kuantifikasi diperoleh sebesar 0,09 µg (asam oleat) dan 0,02 µg (asam linoleat).
Uji Aktivitas Vermisidal Ekstrak Etil Asetat Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Terhadap Cacing Gelang Babi (Ascaris Suum Goeze) Secara In Vitro Gunadi, M.W.M.; Astuti, K.W.; Putra, A.A.G.R.Y.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.99 KB)

Abstract

Populasi babi yang diternakkan secara tradisional di Bali cukup tinggi. Usaha peningkatan sistem peternakan ini terkendala oleh rentannya babi terinfeksi oleh cacingAscaris suumGoeze. Penanggulangan cacingAscaris suumGoeze menggunakan obat modern jangka panjang seperti albendazole dapat menimbulkan resistensi. Sehingga perlu dilakukan pengujian tanaman obat tradisional sebagai vermisidal salah satu diantaranya adalah buah mengkudu (Morinda citrifolia L.). Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.)sering digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman obatuntuk cacing. Pengujian dilakukan menggunakan 7 kelompok perlakuan (P) berbeda dengan 3 kali pengulangan. Kelompok 1 (P1) diberi perlakuan CMC-Na 0,5%b/v (kontrol negatif), kelompok 2 (P2) diberi perlakuan suspensi albendazole 0,01%b/v (kontrol positif), kelompok 3-7 (P3-P7) diberi perlakuan suspensi ekstrak etil asetat buah mengkudu dengan konsentrasi 0,5%b/v, 1%b/v, 2,5%b/v, 5%b/v, dan 7,5%b/v selama 40 jam. Pengamatan dilakukan setiap 2 jam untuk mengetahui mortalitas cacing. Aktivitas vermisidal ekstrak etil asetat buah mengkudu ditentukan menggunakan uji Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Ekstrak etil asetat buah mengkudu pada konsentrasi 0,5%b/v, 1%b/v, 2,5%b/v, 5%b/v, dan 7,5%b/v menunjukkan aktivitas vermisidal secara in vitro pada cacing Ascaris suum Goeze secara bermakna dibanding kontrol negatif (p<0,05).
Evaluasi Peningkatan Kadar Bilirubin Akibat Kemoterapi Metotreksat Dosis Tinggi dan 6-Merkaptopurin Pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Komalasari, K. T.; Ariawati, K.; Niruri, R.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.328 KB)

Abstract

Obat kemoterapi pasien LLA pada fase konsolidasi berdasarkan Indonesian Protocol LLA 2006 di RSUP Sanglah yaitu Metotreksat (MTX) dosis tinggi dan 6-Merkaptopurin. Pemberian MTX dosis tinggi jarang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar bilirubin sedangkan 6-MP dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar bilirubin 2 sampai 3 minggu setelah kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar bilirubin setelah pemberian kombinasi kemoterapi MTX dosis tinggi dan 6-MP pada anak dengan LLA pada fase konsolidasi. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional pada anak berusia 0-12 tahun dengan LLA yang menjalani kemoterapi pada fase konsolidasi di RSUP Sanglah periode Januari 2012-Mei 2014. Pada penelitian ini, diperoleh 10 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Dari 10 pasien, terdapat 3 pasien yang mengalami peningkatan kadar bilirubin setelah kemoterapi MTX dosis tinggi dan 6-MP setelah kemoterapi minggu ke-8 dan 10 fase konsolidasi. Dari 3 pasien tersebut, 2 pasien mengalami peningkatan kadar bilirubin tingkat 2 setelah minggu ke-8 dan 10, dan 1 pasien mengalami peningkatan kadar bilirubin tingkat 1 setelah minggu ke-10 fase konsolidasi. Berdasarkan data diatas disimpulkan bahwa dari 10 pasien yang memasuki fase konsolidasi, 3 pasien mengalami peningkatan kadar bilirubin dan 1 dari 3 pasien tersebut adalah positif mengalami hepatotoksik setelah kemoterapi MTX dosis tinggi dan 6-MP.
PENGARUH HOME CARE TERHADAP PEMAHAMAN DAN KETAATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI FARMASI KOMUNITAS Kangagung, C. P.; Susanti, N. M. P; Widhiartini, I. A. A.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.994 KB)

Abstract

Tuberkulosis paru  merupakan penyakit menular dengan pengobatan jangka panjang yang memerlukan pelayanan kefarmasian home care oleh apoteker untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh home care terhadap pemahaman dan ketaatan pasien tuberkulosis paru di farmasi komunitas. Penelitian dilihat melalui survei dengan kuesioner mengenai pengaruh pelaksanaan home care terhadap pemahaman dan ketaatan pasien dalam penggunaan obat.Penelitian melibatkan 15 pasien tuberkulosis paru dari puskesmas Denpasar Selatan I, Denpasar Barat II, Denpasar Timur I dan Denpasar Utara I yang terlibat selama bulan Agustus-Oktober 2013 yang bersedia mengikuti home care. Pasien kemudian diikuti perkembangannya baik melalui kunjungan ke rumah ataupun melalui telepon sebanyak 2 kali seminggu selama 2 bulan. Evaluasi dilakukan dengan pengisian kuesioner sebelum pelaksanaan home care (pretest) dan setelah pelaksanaan home care (posttest). Hasil kuesioner dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf kepercayaan 95%. Didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar 0,002 (p<0,05) pada evaluasi pemahaman pasien yang berarti pelaksanaan home care berpengaruh terhadap pemahaman pasien terhadap penyakit tuberkulosis paru. Namun didapat hasil nilai signifikansi sebesar 0,132 (p>0,05) pada evaluasi ketaatan pasien yang berarti pelaksanaan home care tidak berpengaruh terhadap ketaatan pasien terhadap pengobatannya.
Efektivitas Ondansetron dalam Menangani Mual dan Muntah Pasca Kemoterapi Metotreksat Dosis Tinggi Pada Pasien Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Dewi, N.L.P.R.; Ariawati, K.; Niruri, R.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.306 KB)

Abstract

Metotreksat dosis tinggi merupakan salah satu obat yang digunakan untuk kemoterapi leukemia pada fase konsolidasi. Metotreksat dosis tinggi termasuk emetogenik kategori moderat yang dapat menyebabkan mual dan muntah akut. Ondansetron adalah salah satu obat golongan antagonis reseptor serotonin (5-HT3) danmerupakan obat premedikasi untuk mencegah kejadian mual dan muntah pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Namun di RSUP Sanglah ondansetron tidak digunakan sebagai obat premedikasi, melainkan digunakan sebagai pengobatan kepada pasien LLA anak yang mengalami mual dan muntah setelah menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efek samping ondansetron dalam menangani mual dan muntah pada pasien LLA anak yang mendapatkan kemoterapi metotreksat dosis tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional cross-sectional. Pasien anak (0-12 tahun) dengan LLA mengalami mual dan muntah pasca kemoterapi dengan metotreksat dosis tinggi di RSUP Sanglah periode Januari 2012 – Mei 2014 dijadikan sampel dalam penelitian ini. Dari 25 pasien yang menjalani kemoterapi pada fase konsolidasi, diperoleh 6 pasien yang mengalami mual dan muntah setelah mendapatkan kemoterapi metotreksat dosis tinggi serta mendapatkan ondansetron. Keenam pasien tersebut mengalami complete control, 5 pasien mengalami complete control setelah pemberian ondansetron pertama dan 1 pasien mengalami complete control setelah pemberian ondansetron kedua. Selain itu tidak ada efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan ondansetron tersebut. Disimpulkan bahwa penggunaan ondansetron efektif dalam menangani mual dan muntah yang dialami oleh pasien LLA anak setelah mendapatkan kemoterapi metotreksat dosis tinggi.
IDENTIFIKASI SIMPLISIA KULIT BATANG CEMPAKA KUNING (Michelia champaca L.) SECARA MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS Partiwisari, N.P.E.; Astuti, K.W.; Ariantari, N.P.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.971 KB)

Abstract

Pengembangan obat tradisional yang semakin pesat memicu berbagai studi eksplorasi tanaman lokal yang digunakan dalam etnomedisin. Kulit batang cempaka kuning (Michelia champaca L.) merupakan tanaman tropis yang banyak digunakan dalam obat tradisional di Indonesia. Autentifikasi simplisia merupakan bagian penting dalam pengembangan obat tradisional, untuk memastikan kebenaran jenis simplisia yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi simplisia kulit batang cempaka kuning berdasarkan gambaran makroskopis dan mikroskopis simplisia. Pengamatan makroskopis dilakukan dengan mengamati organoleptis dan tekstur simplisia. Pengamatan mikroskopis dilakukan dengan membuat preparat penampang melintang simplisia kulit batang cempaka kuning segar dan preparat dari serbuk kering simplisia. Preparat selanjutnya diamati dibawah mikroskop cahaya dengan perbesaran 400x. Hasil pengamatan makroskopis kulit batang cempaka kuning terlihat kulit kayu berwarna coklat tua, berbau aromatis, berbentuk potong-potongan atau kepingan, berserat dan keras. Pada pengamatan mikroskopis penampang melintang kulit batang cempaka kuning teramati adanya sel batu tunggal dengan lumen yang lebar, jaringan gabus, idioblas, parenkim korteks dan jaringan floem. Gambaran mikroskopis serbuk simplisia kulit batang cempaka kuning menunjukkan adanya fragmen pengenal spesifik berupa kelompok sel batu dengan dinding sel yang tebal dan serabut yang panjang berupa garis memanjang dengan ujung tumpul. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk identifikasi awal simplisia kulit batang cempaka kuning.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) dengan Metode Maserasi Panas Terhadap Profil Lipid Tikus Sprague Dawley Diet Lemak Tinggi Utami, L. N. S.; Leliqia, N. P. E.; Swastini, D. A.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.361 KB)

Abstract

Kulit kacang tanah (Arachis hypogeae L.) secara empiris telah dimanfaatkan untuk menurunkan kadar kolesterol darah. Kandungan kimia kulit kacang tanah seperti polifenol, saponin, dan serat diduga memiliki aktivitas yang berhubungan dengan dislipidemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol 96% kulit kacang tanah yang diperoleh dengan metode maserasi panas serta pengaruh pemberian ekstrak tersebut terhadap profil lipid tikus Sprague Dawley yang diinduksi diet lemak tinggi. Penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu: induksi diet lemak tinggi yang dilakukan selama 14 hari sebelum perlakuan. Kelompok penelitian dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari kontrol negatif (CMC Na 0,5%), kontrol positif (simvastatin 0,9 mg/kgBB), dan perlakuan yang diberikan tiga variasi dosis ekstrak etanol 96% kulit kacang tanah yaitu 300 mg/kgBB, 600 mg/kgBB dan 1200 mg/kgBB selama 14 hari dengan pembawa CMC Na 0,5%. Pengambilan darah dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Pengukuran kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL menggunakan reaksi ezimatis. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan analisis paired t-test dan ANOVA-one way dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa ekstrak etanol 96% kulit kacang tanah mengandung senyawa golongan polifenol dan serat. Ekstrak etanol 96% kulit kacang tanah pada dosis 300 mg/kgBB, 600 mg/kgBB, dan 1200 mg/kgBB yang diperoleh dengan metode maserasi panas tidak berpengaruh terhadap profil lipid darah pada tikus sprague dawley yang diinduksi diet lemak tinggi.
PENGARUH PENGGUNAAN AMILUM JAGUNG PREGELATINASI SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP SIFAT FISIK TABLET VITAMIN E Apriani, N.P; Arisanti, C.I.S
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.783 KB)

Abstract

Amilum jagung alami memiliki keterbatasan yaitu sifat alir dan kompaktibilitas yang buruk. Oleh sebab itu, perlu dilakukan modifikasi amilum yang dapat menghasilkan sifat alir yang baik, yaitu melalui metode pregelatinasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan amilum jagung pregelatinasi sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet vitamin E dengan metode kempa langsung. Konsentrasi amilum jagung pregelatinasi yang digunakan adalah 5%; 12,5%; dan 20%, dicampur dengan vitamin E, CMC-Na, laktosa, dan talkum, kemudian dicetak dan dilakukan evaluasi sifat fisik. Evaluasi sifat fisik tablet meliputi uji keseragaman bobot, kekerasan,kerapuhan, dan waktu hancur. Hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan One-Way ANOVA dan LSD dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah amilum jagung pregelatinasi sebagai bahan pengikat tablet vitamin E menurunkan kerapuhan, meningkatkan kekerasan, dan memperlambat waktu hancur secara signifikan (p<0,05).
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN FLUOROKUINOLON DARI PASIEN DEWASA DENGAN DEMAM TIFOID Pertiwi, G.A.E.; Niruri, R.; Tanasale, J.D.; Erlangga, I.B.E
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.349 KB)

Abstract

Demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan yang bersifat endemik dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia. Fluorokuinolon merupakan golongan antibiotika yang dikenal efektif dalam pengobatan demam tifoid pada pasien dewasa. Selain pemberian antibiotika, diberikan juga obat-obat simptomatik pada pengobatan demam tifoid. Pemberian antibiotika secara bersamaan dengan obat lain dapat menimbulkan efek yang tidak diharapkan mulai dari penurunan absorpsi atau penundaan absorpsiantibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi penggunaan antibiotika golongan fluorokuinolon dengan obat-obat lain yang diberikan bersamaan padapasien dewasa dengan demam tifoid.Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional dengan jenis penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) Puri Raharja Denpasar dengan menggunakan data pasien yang diambil selama periode 1 Januari 2013 - 31 Maret 2014. Hasil: Selama rawat inap, pemberian obat yang menimbulkan potensi interaksi, diantaranya levofloksasin dengan antasida (8,6%); levofloksasin dengan sukralfat (5,2%); dan siprofloksasin dengan antasida (3,4%). Untuk obat pulang, pemberian obat yang berpotensi menimbulkan interaksi, diantaranya levofloksasin dengan antasida (6,9%), levofloksasin dengan sukralfat(1,7%), dan sparfloksasin dengan antasida (1,7%). Resikoinidapatdiminimalkandenganpemberian antibiotikafluorokuinolon2 jam sebelum atau 6 jam setelah pemberian antasida dan sukralfat.Kesimpulan: Potensi interaksi penggunaan fluorokuinolondapatterjadi akibat pemberian levofloksasin, siprofloksasin, dan sparfloksasin dengan antasida, serta levofloksasin dengan sukralfat.

Page 2 of 3 | Total Record : 22