Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015"
:
14 Documents
clear
ANALISIS MORFOLOGI ANTARPOPULASI Uca vocans (BRACHYURA: OCYPODIDAE) PADA BEBERAPA KAWASAN MANGROVE DI PULAU LOMBOK
Muniarti, Dewi Citra
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (840.079 KB)
Uca vocans, salah satu jenis kepiting pemakan deposit (bakteri dan protozoa) dan detritus, memiliki sebaran yang luas di mangrove pulau Lombok dan memiliki variasi morfologi yang disebabkan oleh kondisi lingkungan, persaingan dan pemangsaan. Penelitian ini dilakukan agar diketahui variasi morfologi berdasarkan ratio ukuran tubuh. Metode analisis yang digunakan adalah Discriminant Function A nalysis (DFA). Hasil analisis menunjukkan variasi terbesar ditemukan pada populasi Teluk Eka, Tanjung Luar dan Teluk Kodek, sedangkan variasi yang kecil pada Desa Sariwe dan Teluk Rasu. Karakteristik penyebab variasi terutama ditemukan pada capit besar, sedangkan karakter lainnya cenderung seragam. Karakter utama yang menjadi penentu pengelompokan populasi adalah panjang tangkai mata.
EFEKTIVITAS JENIS ALAT TANGKAP DAN JENIS UMPAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENANGKAP UDANG AIR TAWAR DI DANAU KAMPUS INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Agustina, Meutiya;
Farajallah, Achmad;
Wowor, Daisy
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (567.671 KB)
Studi mengenai penangkapan udang air tawar dengan metode eksperimental fishing telah dilakukan di Danau Kampus Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penangkapan udang air tawar dengan menggunakan alat tangkap Tray net dan bubu yang diberi tiga jenis umpan yang berbeda, yaitu terasi, pelet pakan ikan dan kelapa bakar. Alat tangkap tray net lebih efektif dibandingkan bubu dalam penangkapan udang, namun umpan terasi yang dimasukkan kedalam perangkap bubu adalah umpan yang paling efektif diantara ketiga jenis umpan yang diberikan. Udang air tawar yang diperoleh diidentifikasi dan didapatkan dua jenis udang yaitu Macrobrachium lanchesteri dan Caridina propinqua sebanyak 474 individu.
ETHOGRAM PERILAKU ALAMI INDIVIDU TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer Robinson and Kloss, 1916) DALAM LABORATORIUM
Anggara, Agus Wahyana;
Solihin, Dedy Duryadi;
Manalu, Wasmen;
Irzaman, Irzaman
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perilaku merupakan respons senso-motorik makhluk hidup terhadap beragam stimulus dan fluktuasi kondisi lingkungan. Pengamatan terhadap perilaku alami tikus sawah yang ditangkap dari lapangan dilakukan pada kondisi di dalam laboratorium. Percobaaan bertujuan untuk memetakan dan mendeskripsikan perilaku alami tikus sawah. Hasil percobaan diharapkan dapat menjadi dasar untuk menyusun metode manipulasi perilaku tikus sawah dalam rangka menyusun metode pengendaliannya. Semua aktivitas tikus percobaan dipantau kamera CCTV dan dilakukan pengamatan saksama untuk membuat ethogram. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas normal tikus sawah sepanjang periode aktifnya pada malam hari meliputi perilaku keluar-masuk lubang sarang, mengendus, mengawasi, menjelajah, makan dan minum, merawat diri, istirahat, dan menggali tanah. Sebagian besar aktivitas dilakukan pada pukul 17:30-22:00 WIB sehingga dapat dinyatakan bahwa puncak aktivitas tikus sawah berlangsung pada periode petang hari.Kata kunci:aktivitas harian, nokturnal, laboratorium, pengendalian
STRUKTUR KOMUNITAS EKHINODERMATA (HOLOTHUROIDEA, ECHINOIDEA DAN OPHIUROIDEA) DI DAERAH PADANG LAMUN DI PANTAI GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA
Yusron, Eddy
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (746.075 KB)
Penelitian ekhinodermata di perairan pantai Gunung Kidul dilakukan pada bulan Maret 2012 di lima lokasi yaitu : Pantai Kukup, Pantai Krakal, Pantai Drini, Pantai Sepanjang dan Pantai Sundak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi struktur komunitas ekhinodermata di perairan pantai Gunung Kidul. Pengambilan contoh biota dilakukan dengan menggunakan transek kuadrat ukuran 1m x 1m. Dari hasil penelitian diperoleh 12 jenis fauna ekhinodermata yang mewakili empat jenis Holothuroidea, empat jenis Echinoidea, dan empat jenis Ophiuroidea. Kelompok bintang mengular atau Ophiuroidea merupakan kelompok yang paling menonjol untuk daerah karang mati. Berdasarkan hasil transek yang dilakukan di lima lokasi yang diamati, ternyata bahwa kelompok bulu babi (Echinoidea) menempati tingkat kekayaan jenis relatif tinggi. Dari analisa kuantitatif diperoleh nilai indeks keanekaragaman dan indeks kemerataan tertinggi ditemukan di Pantai Kukup (H = 0,996; J = 0,896) dan nilai indeks kekayaan jenis tertinggi didapatkan pada Pantai Sundak (D = 0,185). Terlihat umumnya kelompok biota menyukai mikrohabitat lamun (10 jenis), tujuh jenis menempati mikrohabitat pasir dan lima jenis menempati mikrohabitat karang mati. Analisis hierarki dilakukan untuk mengetahui pola pengelompokan jenis di setiap lokasi disarikan pada indeks kemiripan.
EVALUASI METODE SEKSING NURI KEPALA HITAM (Lorius lory LINNAEUS, 1758) DI FASILITAS PENANGKARAN PUSAT PENELITIAN BIOLOGI
Nugroho, Herjuno Ari;
Zein, Moch. Syamsul Arifin
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (716.933 KB)
Penentuan jenis kelamin pada burung monomorfik seperti Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) kadang sulit dilakukan, meskipun hal itu penting dalam program penangkaran. Tujuan dari studi ini untuk mengevaluasi reliabilitas dan efektifitas metode seksing untuk Nuri Kepala Hitam berdasarkan pengukuran karakter morfologi (morfometri) dan identifikasi molekuler menggunakan gen CHD1 dari kromosom seks. Analisis diskriminan diterapkan pada ukuran panjang tubuh dan culmen dari 9 spesimen museum. Fungsi yang terbentuk diaplikasikan pada 6 ekor burung hidup dan mampu mengklasifikasikan dengan benar 83,33% individu (5/6). Amplifikasi gen CHD1 mampu menentukan 100% sampel (6/6) dengan jantan menunjukkan pita DNA tunggal (ZZ) dan betina menunjukkan pita DNA ganda (ZW). Berdasarkan perbandingan dan evaluasi diantara kedua metode, metode molekular lebih akurat dan aplikatif digunakan untuk determinasi seksual Nuri Kepala Hitam di Fasilitas Penangkaran, Pusat Penelitian Biologi LIPI dibandingkan dengan metode morfometri. Penelitian ini menganjurkan bahwa teknik molekuler dapat digunakan dalam determinasi kelamin burung monomorfik.
PERBANDINGAN KARAKTER MERISTIK PADA Varanus salvator macromaculatus Deraniyagala, 1944 DARI POPULASI WILAYAH SUMATERA
Setyawatiningsih, Sri Catur;
Arida, Evy Ayu;
Solihin, Dedy Duryadi;
Boediono, Arief;
Manalu, Wasmen
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1060.241 KB)
Karakter meristik (hitung sisik) merupakan karakter pendiagnosa dalam mencandra biawak, termasuk Varanus salvator complex. V. s. macromaculatus tersebar paling luas di antara anak jenis Biawak Air sehingga diduga memiliki variasi morfologi. Hal tersebut ditunjukkan adanya ketumpangtindihan hitung sisik V.s. macromaculatus dengan anak jenis lainnya. Maka hitung sisik bukan sebagai karakter pendiagnosa yang mandiri. Oleh karenya digunakan pola warna sebagai karakter pendiagnosa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter hitung sisik dan pola warna tubuh V.s. macromaculatus asal Pulau Sumatera dan pulau-pulau satelitnya serta Pulau Jawa untuk melihat kekonsistenan dan kemandirian karakter meristik pada anak jenis tersebut. Kami juga mengidentifikasi karakter hitung sisik yang membedakan dua anak jenis, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus. Karakter hitung sisik di bagian tengah tubuh (karakter S) dan pola warna tubuh dapat digunakan untuk membedakan populasi Biawak Air asal Pulau Simeulue dengan setiap populasi yang diteliti (populasi asal Pulau Sumatera, Pulau Batam, Pulau Kundur, dan Pulau Jawa). Karakter S bersifat konsisten dan bukan sebagai karakter pendiagnosa mandiri. Hitung sisik di sekitar pangkal ekor (karakter Q) dapat membedakan anak jenis Biawak Air, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus dalam penelitian ini.
ANALISIS MORFOLOGI ANTARPOPULASI Uca vocans (BRACHYURA: OCYPODIDAE) PADA BEBERAPA KAWASAN MANGROVE DI PULAU LOMBOK
Dewi Citra Muniarti
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52508/zi.v24i2.2336
Uca vocans, salah satu jenis kepiting pemakan deposit (bakteri dan protozoa) dan detritus, memiliki sebaran yang luas di mangrove pulau Lombok dan memiliki variasi morfologi yang disebabkan oleh kondisi lingkungan, persaingan dan pemangsaan. Penelitian ini dilakukan agar diketahui variasi morfologi berdasarkan ratio ukuran tubuh. Metode analisis yang digunakan adalah Discriminant Function A nalysis (DFA). Hasil analisis menunjukkan variasi terbesar ditemukan pada populasi Teluk Eka, Tanjung Luar dan Teluk Kodek, sedangkan variasi yang kecil pada Desa Sariwe dan Teluk Rasu. Karakteristik penyebab variasi terutama ditemukan pada capit besar, sedangkan karakter lainnya cenderung seragam. Karakter utama yang menjadi penentu pengelompokan populasi adalah panjang tangkai mata.
STRUKTUR KOMUNITAS EKHINODERMATA (HOLOTHUROIDEA, ECHINOIDEA DAN OPHIUROIDEA) DI DAERAH PADANG LAMUN DI PANTAI GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA
Eddy Yusron
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52508/zi.v24i2.2334
Penelitian ekhinodermata di perairan pantai Gunung Kidul dilakukan pada bulan Maret 2012 di lima lokasi yaitu : Pantai Kukup, Pantai Krakal, Pantai Drini, Pantai Sepanjang dan Pantai Sundak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi struktur komunitas ekhinodermata di perairan pantai Gunung Kidul. Pengambilan contoh biota dilakukan dengan menggunakan transek kuadrat ukuran 1m x 1m. Dari hasil penelitian diperoleh 12 jenis fauna ekhinodermata yang mewakili empat jenis Holothuroidea, empat jenis Echinoidea, dan empat jenis Ophiuroidea. Kelompok bintang mengular atau Ophiuroidea merupakan kelompok yang paling menonjol untuk daerah karang mati. Berdasarkan hasil transek yang dilakukan di lima lokasi yang diamati, ternyata bahwa kelompok bulu babi (Echinoidea) menempati tingkat kekayaan jenis relatif tinggi. Dari analisa kuantitatif diperoleh nilai indeks keanekaragaman dan indeks kemerataan tertinggi ditemukan di Pantai Kukup (H = 0,996; J = 0,896) dan nilai indeks kekayaan jenis tertinggi didapatkan pada Pantai Sundak (D = 0,185). Terlihat umumnya kelompok biota menyukai mikrohabitat lamun (10 jenis), tujuh jenis menempati mikrohabitat pasir dan lima jenis menempati mikrohabitat karang mati. Analisis hierarki dilakukan untuk mengetahui pola pengelompokan jenis di setiap lokasi disarikan pada indeks kemiripan.
EFEKTIVITAS JENIS ALAT TANGKAP DAN JENIS UMPAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENANGKAP UDANG AIR TAWAR DI DANAU KAMPUS INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Meutiya Agustina;
Achmad Farajallah;
Daisy Wowor
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52508/zi.v24i2.2337
Studi mengenai penangkapan udang air tawar dengan metode eksperimental fishing telah dilakukan di Danau Kampus Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penangkapan udang air tawar dengan menggunakan alat tangkap Tray net dan bubu yang diberi tiga jenis umpan yang berbeda, yaitu terasi, pelet pakan ikan dan kelapa bakar. Alat tangkap tray net lebih efektif dibandingkan bubu dalam penangkapan udang, namun umpan terasi yang dimasukkan kedalam perangkap bubu adalah umpan yang paling efektif diantara ketiga jenis umpan yang diberikan. Udang air tawar yang diperoleh diidentifikasi dan didapatkan dua jenis udang yaitu Macrobrachium lanchesteri dan Caridina propinqua sebanyak 474 individu.