cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES
Published by Universitas Udayana
ISSN : 20854773     EISSN : 23022906     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesia Journal of Biomedical Science (IJBS), Print-ISSN 2085-4773; E-ISSN 2302-2906 is an international and peer-reviewed journal published twice per year in print and online by Indonesian of Biomedical Association in collaboration to Postgraduate School of Biomedicine Udayana University, Bali-Indonesia which was founded in 2007. The Journal aims to bridge and integrate the intellectual, methodological, and substantive diversity of biomedical scholarship, and to encourage a vigorous dialogue between biomedical scholars and researches. The Journal welcomes contributions which promote the exchange of ideas and rational discourse between practicing educators and biomedical researchers all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1, No. 3 Desember 2007" : 6 Documents clear
PENGARUH PENYIANGAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU KIMIAWI, MIKROBIOLOGIS DAN ORGANOLEPTIK IKAN TONGKOL (Auxis tharzard, Lac) Suranaya Pandit, I G.; Suryadhi, N. T.; Arka, I. B.; Adiputra, N.
INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES Vol. 1, No. 3 Desember 2007
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.102 KB)

Abstract

Ikan tongkol merupakan salah satu bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat dan jika dibiarkanpada suhu kamar, maka terjadi proses penurunan mutu menjadi busuk. Ikan yang sudah mengalami prosespembusukan, bila dikonsumsi dapat menimbulkan keracunan (Histamine fish poisoning). Keracunan inidisebabkan oleh kontaminasi bakteri pathogen dengan dekarboksilasi asam amino histidin oleh enzimhistidin dekarboksilase menghasilkan histamin. Bakteri ini banyak terdapat pada anggota tubuh manusiayang tidak higienis, kotoran/tinja, isi perut ikan, insang serta peralatan yang tidak bersih.Penelitian eksperimental dengan pola faktorial, yaitu faktor P adalah faktor penyiangan dengan 2 taraf,tanpa penyiangan dan penyiangan, sedangkan faktor T adalah suhu penyimpanan dengan 3 taraf yaitu suhupenyimpanan 30oC, 15oC dan 0oC.Analisis statistik terhadap mutu kimiawi seperti kadar histamin, kadar total volatil bases (TVB) dantrimetilamin (TMA) menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05) pada pengaruh penyiangan dan suhupenyimpanan. Terjadi peningkatan kadar histamin, kadar TVB dan TMA selama penelitian. Selamapenelitian terjadi peningkatan jumlah koloni bakteri, jumlah Coliform, kecuali bakteri Vibrioparahaemolyticus negatif. Perlakuan penyiangan dan suhu penyimpanan 0oC memiliki mutu kimiawi,mikrobiologis terbaik sampai hari ke 10 serta masih diterima panelis.Hubungan antara kadar histamin dengan jumlah bakteri mempunyai hubungan sangat kuat, ditunjukkandengan nilai r ? 0,7 kecuali kadar histamin dengan waktu memiliki hubungan agak lemah r ? 0,5.Keamanan ikan tongkol dengan penerapan teknologi tepat guna berupa tanpa penyiangan danpenyiangan pada suhu 30oC hanya aman untuk dikonsumsi sampai hari ke 0. Perlakuan tanpa penyiangandan suhu penyimpanan 15oC aman sampai hari ke 4, sedangkan dengan penyiangan aman sampai hari ke 6.Untuk perlakuan tanpa penyiangan dan penyiangan dengan suhu penyimpanan 0oC aman sampai hari ke 10.
EFFECT OF ORAL IRON TABLET ADMINISTRATION ON SERUM FERITIN AND HEMOGLOBIN CONCENTRATION OF PRE-PREGNANT WOMEN WITH MILD IRON DEFICIENCY ANEMIA IN BALI Seri Ani, Luh; Bakta, I Made; Suryadhi, INT; Agus Bagiada, IN
INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES Vol. 1, No. 3 Desember 2007
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.037 KB)

Abstract

Iron deficiency anemia (IDA) is still to be a problem of pregnant women healthrelated to its high prevalence and its negative effects on health. Prevention efforts by ironsuplementation in pregnant woman have not reducing IDA problem in pregnant women yet. This failure is probably due to the assumption that IDA have been seen pre-pregnant. Totest this hypothesis, a quasi experimental study was conducted by randomized pre and posttest control group design. Sample were collected by multistage sampling random technicconsist of 47 women in treated group and 52 in control group. Both group were serumferritin and hemoglobin value test untill 3 time, pre-pregnant, early pregnant and duringpregnant. Iron tablet was administrated to treated group from the beginning of pre-pregnantperiod, continued until the first 3 months of pregnancy, while in control group iron tabletwas only given during the first 3 months of pregnancy. T-group result shown that meanserum ferritin and hemoglobin concentration at pregnant women on treated group(33,45±14,12 ?g/dL dan 12,25±1,20 g/dl) more high than control group (19,65±8,99 ?g/dLdan 10,91±0,67 g/dl), p<0,05. Mean difference serum ferritin and hemoglobinconcentration at pregnant women is 13,8 ?g/dL dan 1,34 g/dl (p<0,05). Benefid analysisresult shown that iron suplementation since pre-pregnant more benefid than ironsuplementation during pregnant (BCR >1). Based on these results, it can be concluded thatiron supplementation to IDA women starting from pre-pregnant period results in a bettereffect compare to oral iron supplementation during pregnancy only.
PERBANDINGAN EFEK SUPLEMEN BESI PRA-HAMIL DAN SELAMA KEHAMILAN DALAM UPAYA MENURUNKAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA WANITA HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN DI BALI Seri Ani, Luh; Bakta, I Made; Suryadhi, INT; Agus Bagiada, I N
INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES Vol. 1, No. 3 Desember 2007
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.22 KB)

Abstract

Anemia defisiensi besi (ADB) masih merupakan masalah kesehatan wanita hamilterkait dengan tingginya prevalensi dan efek negatifnya terhadap kesehatan. Upayapencegahan telah dilakukan dengan pemberian tablet besi selama kehamilan. Akan tetapihasilnya belum memuaskan. Kegagalan ini mungkin diakibatkan oleh rendahnya bahkankosongnya cadangan besi tubuh sewaktu pra-hamil, terutama di negara sedangberkembang. Oleh karena itu, suplemen besi yang hanya diberikan waktu kehamilantidak cukup untuk mencegah terjadinya ADB. Oleh karena itu, dilakukan a quasiexperimental study pada 99 pasangan baru yang belum hamil yang terdiri atas 47 groupperlakuan dan 52 sebagai group kontrol. Tablet besi (200 mg ferrous sulfate) diberikansejak periode sebelum hamil pada group perlakuan yang dilanjutkan sampai dengan 3bulan kehamilan. Sementara, pada group kontrol diberikan tablet besi dimulai hanya padakehamilan trimester pertama. ADB didasarkan atas konsentrasi hemoglobin dan serumferitin sesuai dengan criteria WHO dan keuntungan pemberian tablet besi didasarkan atasteknik BCR. Pada penelitian ini didapatkan bahwa pemberian tablet besi pada pra-hamildapat menurunkan prevalensi ADB lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian tabletbesi yang dimulai saat kehamilan (0% vs 38.46%, p<0.05). Perbedaan yang signifikanjuga pada rerata serum feritin pada akhir pengamatan yaitu 33.45±14.12 ?g/dL padagroup perlakuan dan 19.65±8.99 ?g/dL pada group kontrol. Sementara itu, kadarhemoglobin adalah 12.25±1.20 g/dL pada group perlakuan dan 10.91±0.67 g/dL padagroup kontrol (p<0.05). Analisis menunjukkan bahwa pemberian tablet besi yang dimulaisaat pra-hamil adalah lebih menguntungkan dibandingkan dengan pemberian tablet besimulai hanya pada kehamilan (BCR >1). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada efeksamping dan kepatuhan pada group perlakuan dan kontrol. Berdasarkan hasil-hasil inidapatlah disimpulkan bahwa pemberian tablet besi yang dimulai masa pra-hamil adalahlebih baik dibandingkan dengan pemberian tablet besi yang diberikan hanya pada saatkehamilan. Program ini sangat mungkin diterapkan pada masyarakat karenakepatuhannya adalah baik.
PERBAIKAN KONDISI KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI TOTAL MENURUNKAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN KELELAHAN SERTA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN PENGHASILAN PERAJIN PENGECATAN LOGAM DI KEDIRI-TABANAN Adiatmika, I P G; Manuaba, A.; Adiputra, N.; Sutjana, D.P.
INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES Vol. 1, No. 3 Desember 2007
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.624 KB)

Abstract

Perubahan ekonomi dunia menuntut daya saing setiap perajin khususnya di Bali. Salah satudaya saing yang diusahakan adalah produksi tepat waktu. Produksi tepat waktu sebagianbesar dilakukan dengan kerja lembur seperti perajin pengecatan logam di Kediri Tabanan.Hal ini disebabkan produktivitas dan penghasilan mereka masih di bawah standar. Untuk itudperlukan suatu perbaikan dengan pendekatan ergonomi sehingga mampu bersaing,manusiawi dan berkelanjutan. Banyak perbaikan sudah dilakukan tetapi masih terjadimasalah sehingga diperlukan perbaikan secara komprehensif. Salah satu cara perbaikanadalah dengan melalui pendekatan ergonomi total. Tujuan untuk mengetahui pengaruhpendekatan ergonomi total terhadap keluhan muskuloskeletal dan kelelahan sertaproduktivitas dan penghasilan perajin. Subyek penelitian adalah 24 karyawan pengecatankerajinan logam di Kediri Tabanan pada bulan September 2007 – Maret 2007 denganrancangan sama subyek. Kondisi kerja diperbaiki dengan model pendekatan ergonomi totalsehingga diperoleh bentuk perbaikan yang paling optimal. Hasil menunjukkan adapenurunan keluhan muskuloskeletal 5,53 % dan penurunan kelelahan 6,79 % secarabermakna (p<0,05). Produktivitas karyawan meningkat 61,36% dan penghasilan perajinmeningkat 55,29% secara bermakna (p<0,05). Perubahan yang terjadi sebagai dampak dariperbaikan kondisi kerja dengan model pendekatan ergonomi total lebih besar terjadi padaproduktivitas dan penghasilan. Disimpulkan pendekatan ergonomi total menurunkankeluhan muskuloskeletal dan kelelahan serta meningkatkan produktivitas dan penghasilanperajin. Disarankan untuk menerapkan model pendekatan ergonomi total pada industri yanglain dan mendorong partisipasi aktif karyawan dalam perbaikan kondisi kerja.
SISTEM KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI TOTAL MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL, KELELAHAN DAN BEBAN KERJA SERTA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEKERJA INDUSTRI GERABAH DI KASONGAN, BANTUL Purnomo, Hari; Manuaba, Adnyana; Adiputra, Nyoman
INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES Vol. 1, No. 3 Desember 2007
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.648 KB)

Abstract

Era globalisisi saat ini, industri kecil dituntut untuk meningkatkan produktivitasagar dapat bersaing untuk kelangsungan hidup. Dalam upaya meningkatkan produktivitaskerja perlu adanya usaha yang kondusif untuk mengoptimalkan sistem kerja. Peningkatanproduktivitas akan tercapai jika semua komponen dalam sistem kerja dirancang secaraergonomis. Sistem kerja pada industri gerabah di Kasongan Bantul banyak melibatkanaktivitas fisik, sehingga perlu sistem kerja yang ergonomi untuk dapat meningkatkanproduktivitas. Pada penelitian ini dilakukan perbaikan sistem kerja pada industri gerabahdi Kasongan dengan pendekatan ergonomi total. Rancangan penelitian yang digunakanadalah rancangan eksperimental yang menggunakan randomized pre and post-test controlgroup design dengan jumlah sampel 14 orang untuk masing-masing kelompok. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sistem kerja dengan pendekatan ergonomi total dapat : (a)menurunkan keluhan muskuloskeletal pekerja sebesar 87,8% ; (b) menurunkan kelelahanpekerja sebesar 77,5% ; (c) menurunkan beban kerja pekerja sebesar 21,55 denyut/menitatau sebesar 21,69% ; (d) menurunkan risiko cedera di tempat kerja sebesar 10,65% ; (e)meningkatkan produktivitas pekerja sebesar 59,49% ; dan (f) meningkatkan pendapatanpekerja sebesar 23,81% dan meningkatkan pendapatan perusahaan sebesar 76,19%.
MAKROFAG PENGEKSPRESI IL-1? SERTA RESPONS INFLAMASI SISTEMIK PADA FIKSASI INTERNA DINI FRAKTUR FEMUR TERTUTUP LEBIH RENDAH DIBANDINGKAN DENGAN YANG TERTUNDA Astawa, P.; Bakta, M.; K., Budha
INDONESIAN JOURNAL OF BIOMEDICAL SCIENCES Vol. 1, No. 3 Desember 2007
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.342 KB)

Abstract

Fiksasi interna merupakan salah satu modalitas terapi dalam penangananfraktur. Fiksasi interna dini dan tertunda masih menjadi suatu perdebatan karenaadanya perbedaan komplikasi yang ditimbulkan, terutama yang berhubungandengan respons inflamasi sistemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiperbedaan makrofag pengekspresi IL-1? (dengan pengecatan imuno histokimia)antara saat tindakan fiksasi interna dini dan tertunda serta untuk mengetahuiperbedaan respons inflamasi sistemik ( IL-6 sebagai marker) pascafiksasi internadini dan tertunda pada fraktur femur tertutup.Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental " post test onlycontrol group design". Penelitian ini dilakukan di Bagian Bedah RSUP SanglahDenpasar dengan besar sampel dihitung dengan rumus Pocock. Kemudiandilakukan uji normalitas K-S, t test, t-paired test dan uji korelasi.Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa (1) terdapat perbedaan bermaknaantara makrofag pengekspresi IL-1? pada saat perlakuan (hari I) dan makrofag saatkontrol (hari III-V) (2.37±2.98 % vs 4.99±4.89 %, p<0.05) dan (2) terdapatperbedaan yang bermakna kadar IL-6 serum sesudah fiksasi interna antarakelompok fiksasi interna dini dan tertunda (51,17± 23,19 pg/ml vs 95,39± 80pg/ml, p<0.05).Dari penelitian ini dapat dibuat suatu kesimpulan, yaitu (1) reaksi inflamasisekitar lokasi fraktur lebih rendah pada fiksasi interna dini daripada pada fiksasiinterna tertunda dan (2) kadar IL-6 pasca fiksasi interna dini lebih rendah daripada yang tertunda, dan kadar IL-6 serum sebelum fiksasi interna dapat dipakaisebagai prediktor kadar IL-6 pascafiksasi interna.

Page 1 of 1 | Total Record : 6