cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020)" : 7 Documents clear
EPISTEMOLOGI DIKOTOMI ILMU Ma’zumi Ma’zumi; Najmudin Najmudin; Syihabudin Said
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dikotomi ilmu, dalam klasifikasi ilmu agama dan ilmu umum, menjadi polemik di kalangan para ahli. Epistemologis menjadi dasar filosofis menemukan akar persinggungan dan soulsi membangun mindset. Ilmu sebagai alat atau pedoman berprilaku dan beraktifitas, guna memaksimalkan potensialitas diri dalam rangka pengabdian diri kepada Allah, tidak dibedakan oleh ilmu agama atau umum, sebagaimana Allah mencakup segala displin keilmuan. Ilmu dan manusia dengan segala potensinya menentukan kualitas dirinya sebagai abid. Agama sebagai sistem kehidupan, berbagai disiplin keilmuan, keahlian, dan bidang pekerjaan, menjadi sunnatullah muncul dan berkembang dalam dinamisasi dan harmonisasi kehidupan di berbagai ranah, membangun kasalihan diri dan sosial. Jika dikotomi ilmu yang ambivalen terus bertahan dalam ranah keilmuan, maka tujuan ilmu dan pendidikan akan jauh dari cita-cita Islam.
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PENGUATAN NASIONALISME MAHASISWA (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi dan Ekonomi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) Syihabudin Said; Ma’zumi Ma’zumi; Najmudin Najmudin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh pembelajaran pendidikan Agama Islam terhadap penguatan nasionalisme mahasiswa. Objek penelitian ini adalah mahasiswa jurusan akuntansi dan ekonomi syariah, fakultas ekonomi dan bisnis universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan riset deskriptif dan riset kausal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, melalui penyebaran kuisioner kepada 100 responden dari mahassiwa jurusan akuntansi dan ekonomi syariah, fakultas ekonomi dan bisnis universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten. Data dari variabel di atas dianalisis dengan menggunakan program SPSS v.19. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam berpengaruh terhadap penguatan nasionalisme mahasiswa. Hal tersebut ditunjukan dari nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel (497.956>3.98) dan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai alpha (0,000<0,05). besarnya pengaruh pendidikan Agama Islam memberikan pengaruh terhadap penguatan nasionalisme mahasiswa sebesar 83,6 % dan sisanya 16,4 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
SEJARAH DAN KONTRIBUSI MAJLIS TA’LIM DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA Iwan Ridwan; Istinganatul Ulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Majelis ta’lim dalam persoalan kehidupan masyarakat dan bangsa mempunyai fungsi yang sangat signifikan, terutama bagi ukhuwah wathaniyah. Adapun kedudukan majelis ta’lim secara sosiologis bukan hanya sekedar tempat berkumpulnya kaum bapak-bapak dan kaum ibu-ibu saja, melainkan mempunyai nilai teologis yang akan memberikan pengetahuan, penghayatan dan bimbingan perilaku untuk melaksanakan nilai-nilai luhur Islam. Majelis ta’lim adalah lembaga pendidikan non formal yang menyelenggarakan pengajian Islam. Lembaga ini berkembang dalam lingkungan masyarakat muslim di Indonesia, kebanyakan majelis ta’lim dikelola secara tradisional dengan menggunakan pendekatan pahala dan konsep lillahi ta’ala, sehingga materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan jamaah dan masyarakat, dengan demikian keberadaan majelis ta’lim dirasa sangat membantu dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia sehingga bisa melahirkan calon dai’/guru/pendidik yang mendakwahkan risalah keislaman sebagimana Nabi Muhammad mendakwahkan ajaran islam kepada para umatnya. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research). Sumber data dalam penelitian ini dibagi dua, yaitu data primer. Data sekundernya yaitu berupa buku, artikel atau tulisan-tulisan, yaitu mengumpulkan buku-buku, literatur dan referensi lain yang ada kaitannya dengan masalah yang sedang dibahas.
PENANAMAN NILAI MODERASI ISLAM DAN WAWASAN KEBANGSAAN PADA SANTRI PONDOK PESANTREN SALAFI JAMI’ATUL IKHWAN KABUPATEN SERANG BANTEN Najmudin Najmudin; Syihabudin Said; Ma’zumi Ma’zumi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren salafi merupakan lembaga pendidikan non formal yang sudah ada di Indonesia sebelum era kemerdekaan. Sebagai lembaga yang memiliki akar kesejarahan dan tempat yang dianggap barokah, pesantren salafi banyak diminati para pencari ilmu, khususnya ilmu agama. Namun dalam pengajarannya, pesantren salafi hanya menggunakan kurikulum tunggal, yakni kurikulum keagamaan, sebagai konsekwensi logisnya, di pesantren ini tidak diajarkan ilmu pendidikan dan kewarganegaraan sebagai sumber dari wawasan kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kurikulum pondok pesantren salafi, penanaman nilai-nilai kebangsaan pada santri, pengembangan pemikiran moderasi Islam dan aktualisasi santri terhadap moderasi Islam dan wawasan kebangsaan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan FGD. Model analisis data yang digunakan adalah model analisis data Miles dan Huberman, dimana proses analisisnya dibagi ke dalam tiga bagian, reduksi data, supply data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, kurikulum pesantren salafi Jami’atul Ikhwan tersusun dari kitab-kitab kuning dan kegiatan ekstrakurikuler seperti Muhadlarah, tilawatul Quran, Marhaban, Yalil, Tawassul dan Barjanji. Penanaman nilai-nilai kebangsaan pada santri dilakukan melalui pembelajaran kitab-kitab kuning, budaya pondok, rutinitas pondok dan ekstrakurikuler. Pengembangangan pemikiran moderasi Islam dilakukan melalui kitab tauhid, kitab fikih dan kitab akhlak serta melalui budaya dan rutinitas pondok. Adapun aktualisasi santri terhadap moderasi Islam dilakukan dengan jalan mengamalkan kitab tauhid, fikih dan akhlak yang sudah dipelajari dari kyai dan ustad. Adapun Nilai-nilai kebangsaan meliputi menghormati dan menghargai segala perbedaan, menjaga persatuan, cinta tanah air, membela tanah air dan sebagainya teraktualisasi dalam mindset dan  sikap santri dalam kehidupan keseharian mereka di pesantren. 
PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI DALAM KONTEKS MASYARAKAT MULTIKULTURAL Ratu Amalia Hayani
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masyarakat  majemuk seperti Indonesia,  hubungan antarkelompok  masyarakat  kerap diwarnai  pelbagai konflik.  konflik-konflik sosial   tidak bisa ditekan dengan cara penyeragaman, tetapi  harus ditempuh melalui proses edukasi,  di antaranya dengan menanamkan dan mengembangkan  pendidikan karakter di sekolah-sekolah. Di antaranya  melalui Pendidikan Agama Islam, khususnya akhlak, dalam rangka mengembangkan karakter peserta yang islami. Namun demkian, pendidikan  karakter islami, yang tidak hanya menyajikan serangkaian doktrin dalam  pembelajaran akhlak, tapi harus dikontekstualisasikan agar relevan dengan keadaan dan persoalan  masyarakat Indonesia, yag tengah berproses menuju masyarakat kultural.
PENDIDIKAN KARAKTER LUQMAN AL-HAKIM Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan suatu bangsa yang religius dan berkarakter akan sangat efektif dan efisien jika mampu mengoptimalkan sumber utama belajar dalam Islam yaitu Al-Quran. Praktek pendidikan di Indonesia seharusnya kaya dengan nilai-nilai agama. Dalam Undang-Undang No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3 disebutkan: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Akan tetapi fakta dilapangan menunjukan belum sesuai dengan apa yang tertuang di dalam undang-undang itu. Karakter adalah jati diri yang merupakan saripati kualitas batiniah manusia yang ditampakan melalui budi pekerti berupa sikap dan perbuatan lahiriah. Unsur-unsur karakter meliputi cara berpikir, cara berperilaku dalam hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Secara garis besar ada empat karakter yang harus seimbang, yaitu karakter hikmah, keberanian, keadilan dan menjaga kesucian diri. Seorang Tokoh pendidikan karakter yang sangat inspiratif bernama Luqman yang dianugragi oleh Allah Azza wa jalla hikmah, Namanya diabadikan dalam kitab suci Al-Quran yang mulia surat ke 31.  Butir-butir hikmah yang pernah  disampaikan kepada anak-anaknya tercantum dalam ayat 12 sampai 19 di surat Luqman.  Ungkapan-ungkapan Luqman Alhakim patut dijadikan teladan oleh siapapun di zaman ini. Sistematika nasihatnya yang dikemas dengan indah, tersusun dengan teratur dan didukung oleh contoh dan budi pekerti yang amat mulia sehingga terhujam dalam dilubuk hati. Ia mulai menaburkan nasihatnya dengan Tauhid atau mengesakan Allah, mengajak untuk mendekatkan diri kepada Allah (beribadah) dan menanamkan budi pekerti yang mulia (akhlak al-karimah). Karena itu kita perlu meneliti lebih dalam apa dan bagaimana pendidikan karakter yang diajarkan oleh Luqman Alhakim.
PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK DALAM PANDANGAN ISLAM Wardatul Ilmiah; Nanah Sujanah; Rasnam Rasyidi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksualitas merupakan naluri yang dimiliki oleh setiap manusia termasuk anak-anak, karena setiap anak memiliki potensi yang sama dengan manusia dewasa, yakni quwah al-aql (potensi nalar dan intelektual), quwah al-ghadhab (potensi untuk berbuat negative dan destruktif), dan quwah al-syahawat (potensi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan hidup, termasuk di dalamnya naluri seksual). Desawa ini sering disaksikan dalam kehidupan banyaknya anak-anak yang melakukan hubungan seksual yang tidak sewajarnya, merajalelanya kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak, banyaknya anak-anak usia sekolah yang terhenti karena kehamilan yang tidak diinginkan, kurang berperannya rumah sebagai bait al-tarbiyah, dan kurang terkendalinya akses media. ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan merupakan salah satu tokoh terkemuka di Syiria, Beliau memberikan pedoman kepada orang tua bagaimana seharusnya memberikan pendidikan kepada anaknya, termasuk di dalamnya pendidikan seks. Peneliti tertarik membahas karena kitab ini berbeda dengan buku-buku lainnya yang juga membahas tentang pendidikan seks untuk anak. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalahnya adalah: 1) bagaimana pandangan ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan tentang pendidikan seks untuk anak, 2) bagaimana pendidikan seks diberikan untuk anak menurut ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan, 3) bagaiamana fungsi pendidikan seks diberikan untuk anak menurut ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bagaimana pandangan ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan tentang pendidikan seks untuk anak, 2) untuk mengetahui bagaimana pendidikan seks diberikan untuk anak menurut ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan, dan 3) untuk mengetahui bagaiamana fungsi pendidikan seks diberikan untuk anak menurut ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan menggunakan pendekatan paedagogis dan psikologis. Sumber primer yang peneliti gunakan adalah kitab Tarbiyyah al Aulād fi al Islam karangan ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwan, yang ditunjang dengan buku-buku sekunder, melalui wawancara dan observasi lapangan. Dari hasil penelitian, disimpulan bahwasanya menurut ‘Abdullah Nảṣih ‘Ulwan pendidikan seks penting diberikan untuk anak sebagai upaya preventif agar anak bisa menjaga dirinya dan dapat memahami urusan-urusan kehidupan. Anak telah mengetahui apa saja yang di haramkan dan apa saja yang di perbolehkan. Lebih jauh lagi, bahkan ia mampu menerapkan tingkah laku Islami sebagai akhlak dan kebiasaan hidup, serta tidak diperbudak syahwat dan tenggelam dalam gaya hidup hedonis.

Page 1 of 1 | Total Record : 7