cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)
ISSN : 25411462     EISSN : 25491717     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) publishes the research relate to the development of social studies and Overseas Education as a form of intellectual property. This journal is published 2 times a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ANDRAGOGI PADA PELATIHAN PEMBUATAN TAHU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DI PKBM AL-ISHLAH PABUARAN RANGKASBITUNG Indri Yusnia Nisa; Sudadio Sudadio; Herlina Siregar
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7311

Abstract

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ANDRAGOGI PADA PELATIHAN PEMBUATAN TAHU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DI PKBM AL-ISHLAH PABUARAN RANGKASBITUNG  Indri Yusnia Nisa, Sudadio, Herlina SiregarPendidikan Non Formal Fakultas Keguruan Dan Ilmu PendidikanUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa  Indrye97@gmail.com, Dr.Dio@untirta.co.id, herlina.siregar@untirta.ac.id  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Model Pembelajaran Andragogi Pada Pelatihan Pembuatan Tahu Untuk meningkatkan kemampuan Berwirausaha Di PKBM AL-Ishlah Pabuaran Rangkasbitung. Dilatar belakangi oleh faktor pendidikan yang rendah, minimnya modal untuk pengembangan. Fokus penelitian ini yaitu 1) Bagaimana implementas model pembelajaran andragogi pada  pelatihan pembuatan tahu untuk meningkatkan kemampuan berwira usaha di PKBM AL-Ishlah Pabuaran Rangkasbitung? 2) Bagaimana hasil implementas model pembelajaran andragogi pada pelatihan pembuatan tahu untuk meningkatkan kemampuan berwira usaha?. 3) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat implementas model pembelajaran andragogi pada pelatihan pembuatan tahu untuk meningkatkan kemampuan berwira usaha di PKBM AI-Ishlah Pabuaran Rangkasbitung?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif, agar lebih tergambar jelas dalam penulisan hasil dari penelitian tersebut. Dan untuk mengetahui hasil dari penelitian, peneliti menggunakan kisi-kisi instrumen, pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah dari hasil wawancara dengan 2 orang tutor 7 orang peserta pemberdayaan. Hasil penelitian yang dapat penulis simpulkan yaitu. 1) implementasi model pembelajaran andragogi pada pelatihan pembuatan tahu untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha di PKBM Al-Ishlah Pabuaran Rangkasbitung. adanya penyampaian materi dari tutor/instruktur pelatihan sesuai materi yang sudah disepakati bersama, dan pelaksanaan pelatihan dilakukan di pabrik tahu karena untuk pelatihan pembuatan tahu kerja sama dangan pihak pabrik tahu, kemudian adanya tanya jawab atau diskusi guna memberikan pemahaman penuh terhadap peserta dalam materi yang sudah dibahas.2)Hasil implementasi model pembelajaran andragogi pada pelatihan pembuatan tahu dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha (PKBM) Al-Ishlah Rangkasbitung.dapat di simpulkan  peserta pelatihan mengetahui dan memahami materi tentang pembuatan tahu dari mulai menyiapkan bahan, membuat tahu dan sampai memasarkan produk tahu. Kemampuan peserta pelatihan dalam mengaplikasikan materi yang sudah diajarkan, dapat dilihat dari cara peserta mengaplikasikan tata  cara pembuatan tahu dengan baik dan benar serta mampu berwirausaha dengan baik..3 Faktor Pendukung dan faktor penghambat implementasi model pembelajaran andragogi pada pelatihan pembuatan tahu dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha (PKBM) Al-Ishlah Rangkasbitung. faktor pendukung dalam pelatihan ini keinginan peserta untuk memiliki kemampuan membuat tahu dan kemampuan untuk berwirausaha mandiri, tutor yang berkompeten, alat dan bahan yang lengkap. Kata kunci: Implementasi Model Pembelajaran, Pelatihan Pembuatan Tahu, Usaha Mandiri.
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SOSIAL PADA ANAK BINAAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS 1 KOTA TANGERANG Azizah Nurgita Ramadhan; Sholih Sholih; Herlina Siregar
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7306

Abstract

IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SOSIAL PADA ANAK BINAAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS 1 KOTA TANGERANG Azizah Nurgita Ramadhan, Sholih, Herlina SiregarPendidikan Non Formal Fakultas Keguguran Dan Ilmu PendidikanUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa azizahnurgita@gmail.com, sholih@untirta.ac.id, herlina.siregar@untirta.ac.id  ABSTRAKPenelitian ini mengenai proses program pembinaan kepribadian dalam meningkatkan kemandirian social pada anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Kota Tangerang. Kondisi anak binaan di lembaga pembinaan khusus anak yang kurang disiplin terhadap petugas, serta tenaga pengajar di lembaga pembinaan khusus anak kelas 1 kota tangerang ini mengalami kesulitan. Tujuan penelitian yaitu 1) implementasi program pembinaan kepribadian dalam meningkatkan kemandirian sosial pada anak binaan di lembaga pembinaan khusus anak kelas 1 Kota Tangerang, 2) Hasil program pembinaan kepribadian dalam meningkatkan kemandirian sosial pada anak binaan di lembaga pembinaan khusus anak kelas 1 Kota Tangerang, 3) faktor pendukung dan  faktor penghambat program pembinaan kepribadian dalam meningkatkan kemandirian sosial pada anak binaan di lembaga pembinaan khusus anak kelas 1 Kota Tangerang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif,  dengan cara data yang diperoleh menggukan tehnik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini  berjumlah 5 orang yang terdiri dari 2 petugas Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan 3 orang anak binaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pembinaan kepribadian dalam meningkatkan kemandirian sosial pada anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Kota Tangerang telah berjalan dengan baik, namun masih perlu ada yang diperbaiki. 1) implementasi program pembinaan kepribadian dalam meningkatkan kemandirian sosial telah menunjukkan kriteria  tujuan, sasaran, kegiatan dan identifikasi. 2) Hasil program pembinaan kepribadian dalam meningkatkan kemandirian sosail menunjukkan bahwa 3 indikator yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan sesuai dengan baik yang dilaksanakan di LPKA 3) faktor pendukung dan penghambat program pembinaan kepribadian dalam meningkatkan kemadirian sosial menunjukkan bahwa faktor pendukung motivasi, sarana dan prasana yang sudah memadai dalam implemntasi program pembinaan, faktor penghambat dari indikator yaitu sumber daya manusia belum sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.Kata Kunci: Pembinaan. Kepribadian, Meningkatkan Kemandirian Sosial, Anak Binaan
MANAJEMEN TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI Sari Rahayu; Fakhruddin Fakhruddin
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7312

Abstract

MANAJEMEN TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI  Sari Rahayu, FakhruddinJurusan Pendidikan Luar SekolahUniversitas Negeri Semarang sarirahayu2014@gmail.com, fakhruddin@mail.unnes.ac.id ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan: Manajemen TBM Mentari Ceria sebagai upaya meningkatkan budaya literasi. Keterlibatan masyarakat. Kendala yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari 1 orang pengelola TBM Mentari Ceria, 1 orang kepala PKBM MENTARI, 4 masyarakat sebagai pengunjung dan 2 orang informan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Manajemen TBM Mentari Ceria berawal dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Pengelola TBM Mentari Ceria melakukan upaya pelibatan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan motivasi. Kendala yang dialami dalam penyelenggaraan TBM Mentari Ceria terdiri dari kendala teknis dan nonteknis. Kata Kunci: Budaya Literasi; Manajemen; Taman Bacaan Masyarakat,
PENGARUH MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI BBPLK SEMARANG Sekar Anggayuh Laras; Achmad Rifai
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7307

Abstract

PENGARUH MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI BBPLK SEMARANG Sekar Anggayuh Laras, Achmad RifaiJurusan Pendidikan Nonformal FIP Universitas Negeri Semarangsekaranggayuhlaras@gmail.com, rifaipls@mail.unnes.ac.id ABSTRAK  Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh minat dan motivasi terhadap hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pelatihan di BBPLK Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik kuisioner, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis deskriptif pada variable minat diperoleh rata-rata sebesar 77,38% berada dalam kategori tinggi dan variable motivasi sebesar 75,86% berada dalam kategori tinggi. Terdapat pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap hasil belajar peserta didik dengan nilai simultan Motivasi belajar terhadap hasil belajar diperoleh rata-rata 75,86% berada dalam kateori tinggi. Analisis deskriptif pada variabel dari minat dan motivasi belajar terhadap hasil belajar diperoleh rata-rata 82,83%, terdapat pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap hasil belajar peserta didik.  Kata kunci : Minat, Motivasi Belajar, Hasil Belajar
HUBUNGAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PT. KRAKATAU STEEL KOTA CILEGON Aini Ridhania; Sudadio Sudadio; Ahmad Fauzi
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7313

Abstract

HUBUNGAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PT. KRAKATAU STEEL KOTA CILEGON Aini Ridhania, Sudadio & Ahmad FauziUniversitas Sultan Ageng Tirtayasaainirdhnn@gmail.com dr.dio@untirta.ac.id fauzipls@untirta.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelatihan kepemimpinan dan motivasi dalam meningkatkan kinerja karyawan PT Krakatau Steel, Kota Cilegon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 112 orang karyawan yang telah mengikuti pelatihan kepelatihan dengan jumlah sampel sebanyak 53 orang dengan menggunakan bantuan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10%. Pemilihan Sampel menggunakan teknik Probability Sampling jenis Cluster Random Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode angket dengan skala likert dan dokumentasi. Uji persyaratan analisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linieritas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi sederhana dan regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan positif pelatihan kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja karyawan. (2) Terdapat hubungan positif motivasi dalam meningkatkan kinerja karyawan. (3) Terdapat hubungan yang positif antara pelatihan kepemimpinan dan motivasi secara bersama-sama dalam meningkatkan kinerja karyawan. Sumbangan relatif yang diberikan dari masing – masing variable bebas adalah Pelatihan kepemimpinan delapan koma lima persen dan Motivasi tiga koma satu persen. Kata Kunci: hubungan, pelatihan kepemimpinan, motivasi, kinerja karyawan.
GERAKAN LITERASI DALAM PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KELUARGA (P2K2) MASYARAKAT PRA SEJAHTERA (Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Kecamatan Walantaka Kota Serang) Sastra Wijaya
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7308

Abstract

GERAKAN LITERASI DALAM PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KELUARGA (P2K2) MASYARAKAT PRA SEJAHTERA(Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Kecamatan Walantaka Kota Serang)Sastra WijayaSTKIP Pelita PratamaSastrawijaya0606@gmail.com ABSTRAKPertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau yang dikenal dengan family development session (FDS) merupakan sebuah intervensi perubahan perilaku yang terstruktur. P2K2 diberikan pada semua KPM PKH sejak tahun pertama kepesertaan PKH. Materi P2K2 disampaikan melalui pertemuan kelompok setiap bulan yang disampaikan oleh Pendamping Sosial PKH terhadap kelompok- kelompok dampingannya. Kegiatan P2K2 memiliki pola pembelajaran yang terstruktur dan sistematis hal ini dap dilihat dari terdapatnya beberapa bentuk pembelajaran yang diberikan kepada KPM PKH, melalui modul-modul tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan KPM yang disampaikan oleh pendamping dapat meningkatkan kualitas pengetahuan dan keahlian para penerima manfaat. Modul-modul tersebut dibagi kedalam beberapa sesi pertemuan dengan alokasi dan kurikulum yang sudah ditentukan. Sehingga memudahkan bagi pesertanya dalam mengikuti proses pembelajaran yang diberikan. KPM (Keluarga penerima manfaat) PKH di Kota Serang Provinsi Banten berjumlah 8.598 peserta pada tahap 4 tahun 2019 dengan jumlah pendamping sebanyak 29 orang pendamping yang tersebar di 6 kecamatan (Walantaka, Taktakan, Kasemen, Serang, Cipocok Jaya dan Curug). Peneliti hanya berfokus pada KPM program keluarga harapan (PKH) kecamatan walantaka sebagai subjek penelitian dalam penelitian ini. Yaitu sebanyak 777 KPM dengan 2 orang pendamping dengan wilayah binaan 14 kelurahan. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 777 KPM. Dan sampel sebanyak 150 orang atau sebesar 19,3% KPM program keluarga harapan (PKH) di kecamatan walantaka kota serang-Banten yang diambil dari masing-masing kelompok yang ada (14 kelompok). Sebagai masukan dari hasil penelitian yang berjudul “Gerakan literasi dalam pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) masyarakat pra sejahtera (keluarga penerima manfaat program keluarga harapan di kecamatan walantaka kota serang)” yang dilakukan peneliti berkesimpulan bahwa: Tempat yang diminati dan dianggap refesentatif untuk dilaksanakan P2K2 oleh KPM adalah rumah ketua kelompok sebesar 40% atau sebanyak 60 orang KPM. Waktu yang diminati dan dianggap refesentatif untuk dilaksanakan P2K2 oleh KPM sebesar 45,3% atau sebanyak 68 orang KPM adalah siang hari. Modul yang diminati dan lebih banyak dipilih untuk dipelajari dalam kegiatan P2K2 oleh KPM sebesar 48% atau sebanyak 72 orang KPM adalah Modul 1 tentang Pengasuhan dan Pendidikan Anak. Media yang diminati dan dianggap menarik dalam kegiatan P2K2 adalah filem (audio visual) yang dipilih oleh KPM sebesar 38% atau sebanyak 57 orang. Aktifitas pembelajaran yang diminati dan dianggap menarik dalam kegiatan P2K2 adalah praktek (simulasi) yang dipilih oleh KPM sebesar 24% atau sebanyak 36 orang KPM. Alasan KPM menghadiri kegiatan P2K2 adalah karena kegiatan P2K2 dianggap perlu untuk dilakukan dan dipilih oleh sebesar 83% atau sebanyak 83 orang KPM. Materi-materi dalam kegiatan P2K2 dianggap sangat bermanfaat oleh KPM hal ini dapat dilihat dari pilihan KPM sebesar 62% atau sebanyak 62 orang KPM yang memilih kegiatan P3K2 sangat bermanfaat. Materi-materi dalam kegiatan P2K2 yang didapatkan dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari oleh KPM hanya sebanyak 52 orang atau sebesar 23,3% KPM, sebanyak 27 orang atau sebesar 18% KPM tidak mempraktekannya, sedangkan 71 orang atau sebesar 43,7 % KPM mengaku tidak mengetahui. Kesimpulan dan saran dalam penelitian ini diharapkan dapat membrikan gambaran khusunya bagi pendamping PKH untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan P2K2 kedepan yang lebih baik dalam upaya memberikan pemahaman bagi KPM bahwa materi dalam kegiatan P2K2 bermanfaat dan perlu dipraktekan dalam kehidupan keseharian KPM sebagai bentuk perubahan pola prilaku yang menjadi salah satu tujuan kegiatan P2K2. Dan mendorong kehidupan KPM menuju kehidupan yang lebih sejahtera baik dari sisi ekonomi mapun kualitas diri. Kata Kunci : Gerakan Literasi, P2K2, Masyarakat Pra Sejahtera.
POLA ASUH ORANG TUA TUNGGAL DALAM MENUNJANG PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK USIA DINI DI KELURAHAN UNYUR, KECAMATAN SERANG, KOTA SERANG, PROVINSI BANTEN Patricia Pramudhita Novitasari
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7314

Abstract

POLA ASUH ORANG TUA TUNGGAL DALAM MENUNJANG PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK USIA DINI DI KELURAHAN UNYUR, KECAMATAN SERANG, KOTA SERANG, PROVINSI BANTEN Patricia Pramudhita Novitasari, Syadeli Hanafi & Mochamad Naimpramudhitan@gmail.comUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa   ABSTRAK  Pola Asuh Orang Tua Tunggal dalam Menunjang Perkembangan Kecerdasan Emosional Pada Anak Usia Dini di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten. Masalah dalam penelitian ini adalah tentang orang tua tunggal yang menerapkan pola asuh kepada anaknya dalam menunjang perkembangan kecerdasan emosional anaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Informan penelitian ini adalah 10 orang tua tunggal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah  pola asuh yang diterapkan oleh orang tua tunggal Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten sebagian besar menggunakan pola asuh permisif. Perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini di Kelurahan Unyur dinilai masih memiliki kecerdasan emosional yang rendah karena dari lima indikator kecerdasan emosional, hanya dua yang menunjukan bahwa anak usia dini di Kelurahan Unyur memiliki kecerdasan emosional yang baik. Adapun faktor pendukungnya rata-rata adalah latar belakang pola asuh yang didasari pengalaman pribadi, pendidikan yang memadai dan status ekonomi yang tinggi, sedangkan faktor penghambat didatangkan dari trauma orang tua di masa lalu, rasa tidak memprioritaskan pendidikan, dan status ekonomi yang rendah.   Kata Kunci: Pola Asuh, Kecerdasan Emosional, Anak Usia Dini
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN ALOKASI DANA DESA Windi Kinanti; Ika Rizqi Meilya
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7303

Abstract

PEMBERDAYAAN MASYARAKATMELALUI PEMANFAATAN ALOKASI DANA DESA  Windi Kinanti, Ika Rizqi MeilyaJurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Sultan Ageng Tirtayasawindikinanti@gmail.com,  ika.rizqi@untirta.ac.id   ABSTRAK Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui:1) Pengelolaan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan alokasi dana desa di Desa Bojonegara, 2) Dampak dari program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan alokasi dana desa di Desa Bojonegara, 3) faktor­faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dalam pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan alokasi dana desa di Desa Bojonegara. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa 1) pengelolaan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan alokasi dana desa sudah berjalan dengan baik, pengelola melakukan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. 2) Dampak dari program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan alokasi dana desa di Desa Bojonegara terdiri dari meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui program yang terlaksana antara lain pelatihan tata boga, pelatihan teknologi tepat guna, pelatihan UMKM. 3) faktor pendukung dalam program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan alokasi dana desa adalah minat, motivasi, tempat , sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya pemahaman masyarakat dan waktu pelaksanaan. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarkat, Dana Desa  
EVALUASI PEMBELAJARAN PADA PELATIHAN PARENTING DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL CIPP DI PKBM MELATI JAYAGIRI Yana Nursita; Asep Saepudin
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7310

Abstract

EVALUASI PEMBELAJARAN PADA PELATIHAN PARENTING DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL CIPP DI PKBM MELATI JAYAGIRI                                 Yana Nursita , Asep SaepudinUniversitas Pendidikan Indonesia  yananursita93@gmail.com , aspudin@gmail.com   ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program pembelajaran pada pelatihan parenting di PKBM Melati Jayagiri dengan menggunakan pendekatan evaluasi model CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeum. Fokus peneliti adalah: 1) evaluasi konteks: kesesuaian program dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran, 2) evaluasi masukan: warga belajar, tutor, pendanaan, sarana dan prasarana, 3) evaluasi proses : aktifitas warga belajar, aktifitas tutor, metode, materi pembelajaran dan partisipasi warga belajar, 4) evaluasi produk: ketercapaian tujuan dan proses evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluative dengan pendekatan kualitatif.. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pembelajaran pada pelatihan parenting di PKBM Melati sudah bangus dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, namun kekurangan pada pelatihan ini hanya pada evaluasi produk, yang evaluasinya hanya dilakukan pada akhir pembelajaran saja.   Kata Kunci: Pendidikan Informal, Pelatihan Parenting, Evaluasi Pembelajaran, CIPP
MOTIVASI DAN KEBUTUHAN WARGA BELAJAR DALAM MENGIKUTI KURSUS DI LPK BAHASA KOREA ASIANA BAWEN Muktining Tyas Santri Dewi; Amin Yusuf
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7304

Abstract

MOTIVASI DAN KEBUTUHAN WARGA BELAJAR DALAM MENGIKUTI KURSUS DI LPK BAHASA KOREA ASIANA BAWEN Muktining Tyas Santri Dewi, Amin YusufJurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas Negeri Semarang, Indonesia`tyaspark@gmail.com, aminyusuf@mail.unnes.ac.id ABSTRAKEra global menuntut masyarakat perlu mempunyai skill yang cukup dalam menghadapi ketatnya persaingan dalam memperoleh pekerjaan Kursus diselenggarakan sebagai sarana pendidikan nonformal untuk memenuhi kebutuhan belajar yang timbul dalam masyarakat. Seseorang akan belajar manakala memiliki motivasi guna  memenuhi  kebutuhan  untuk mencapai  tujuan  belajarnya. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui kebutuhan belajar warga belajar yang menikuti kursus di LPK Asiana Bawen (2) mengetahui motivasi belajar warga belajar dalam mengikuti kursus di LPK Asiana Bawen. Penelitian ini menggunakan pendekatan  deskriptif  kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari informan utama yaitu warga belajar dan  pendamping  serta informan pendukung yaitu pengelola. Subjek  penelitian  berjumlah  8orang,  yang  terdiri  dari  5 warga belajar,  2  orang  tutor dan 1 orang pengelola.  Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber.Teknik  penganalisisan  data  yang  digunakan  dalam penelitian ini meliputi: (1) pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) penyajian data; dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini: 1) Warga belajar LPK Asiana Bawen memiliki kebutuhan belajar yang tujuannya untuk mendapatkan ijazah sebagai persyaratan pekerjaan guna meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Adapun kebutuhan warga belajar ditentukan dari latar belakang dan alasan warga belajar2) Motivasi  warga  belajar  dalam  mengikuti  kursus  adalah  terkait motivasi  yang  dimiliki  warga  belajar  dalam  mengikuti  kursus  bisa  dilihat dari  keaktifan,  kehadiran,  kesiapan  warga  belajar  untuk  menerima  materi yang  disampaikan  oleh  tutor dalam  mengikuti  kursus. Motivasi belajar warga belajar di LPK Asiana Bawen dipengaruhi oleh pendukung dan faktor penghambat baik faktor dari dalam dan faktor dari luar. Kata kunci :Motivas Belajar, Kebutuhan Belajar, Pelatihan Kursus

Page 1 of 1 | Total Record : 10