cover
Contact Name
Siti Maryam Munjiat
Contact Email
sitimaryammunjiat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sitimaryammunjiat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Tarbawi Al Haditsah
ISSN : 24076805     EISSN : 25806505     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah berkala terbuka yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah terseleksi dengan frekuensi penerbitan 2 kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. fokus kajian bertemakan pendidikan agama islam dari beragam aspek, baik metode dan teknik Pembelajaran, media dan desain pembelajaran hingga materi dan kurikulum pembelajaran pendidikan agama islam. AL-TARBAWI AL-HADITSAH menganut standar publikasi berkala ilmiah nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 10 Documents clear
PERAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER USIA REMAJA Siti Maryam Munjiat
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i1.2954

Abstract

ABSTRAKMasa remaja merupakan masa perkembangan anak yang digolongkan dalam tingkat pendidikan masa usia MTs-MA, kemudian digolongkan lagi menjadi remaja awal umur 12-15 dan remaja akhir umur 15-20, seperti dikutip dari BKKBN. Dari penggolongan ini bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja yang secara psikologi masa remaja merupakan masa perkembangan, di mana anak sudah belajar membuat pilihan dan menentukannya. Penentuan pilihan dan keinginan si anak membutuhkan pendamping untuk mengawal perjalanan si anak tersebut baik berupa keluarga, masyarakat sekitar serta suplemen lain berupa bacaan dan pemerolehan pengetahuan yang didapat. Banyak remaja terjebak pada pilihan dan keinginannya yang selalu harus dipenuhi kemudian lepas kendali dan diklaim jelek oleh norma masyarakat dan agama. Pada masa remaja juga menampilkan indikator karakter yang belum mapan sedangkan kemapanan karakter terlihat setelah ada pembiasaan sikap dan perilaku yang dibarengi kontrol keluarga dan sosial serta realisasi dari pengetahuan baik umum maupun agama dalam keseharian (internalisasi). Kontribusi agama dalam menentukan sikap dan perilaku juga sangat signifikan yang kemudian dinamakan etika, akhlaq, dan karakter. Tidak ada agama yang mengajarkan kejelekan atau keburukan sikap. Islam merupakan agama yang disepakati sebagai agama kompilasi dari agama-agama pendahulunya yang terangkum dalam al-Quran dan dijelaskan Hadis Nabi. Kata Kunci: Karakter, Remaja, dan Pendidikan Islam
PENGARUH GAYA MENGAJAR GURU DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 4 KOTA CIREBON Danar Rajak; Nur Wahdan; Iwan Iwan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i1.2856

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bermula dari permasalahan, bahwa gaya mengajar guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Cirebon sudah baik, akan tetapi masih ada beberapa siswa kelas XII yang motivasi belajarnya rendah.            Penelitian ini bertujuan memperoleh data tentang gaya mengajar guru  Pendidikan Agama Islam di kelas XII Sekolah Mengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Cirebon, memperoleh data tentang motivasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Cirebon, memperoleh data tentang pengaruh gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota CirebonGaya mengajar guru yang dilakukan dalam setiap proses pembelajaran akan menjadi perhatian siswanya dan menjadikan ciri atau karakter guru tersebut. Seperti guru yang sering melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga peran guru dan siswa sama-sama dominan, guru yang menciptakan pembelajaran yang bersifat dialogis akan berakibat pada motivasi belajar siswa yang dapat diindikasikan dengan sikap siswa yang bergairah, inisiatif, responsif, kesegeraan, konsentrasi, ketelitian, kemauan dan kerja keras dalam mengikuti proses pembelajaran.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi yang digunakan yaitu seluruh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Cirebon yang berjumlah 346. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 177. Pengujian hipotesis menggunakan korelasi Person Product Moment  (PPM).Hasil penelitian yang diperoleh bahwa Gaya mengajar guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Cirebon, Berdasarkan hasil perhitungan, maka dapat disimpulkan bahwa gaya mengajar guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Cirebon lebih dominan menggunakan gaya mengajar guru teknologis dengan perolehan rata – rata 80,18 %. Motivasi belajar  pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Cirebon, Berdasarkan hasil perhitungan, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar  siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 kota Cirebon dalam keadaan baik dengan rata-rata  70,44%. Berdasarkan nilai signifikansi : dari tabel Coefficients di peroleh nilai signifikansi sebesar 0,000<0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel gaya mengajar guru (X) berpengaruh terhadap variabel motivasi belajar siswa (Y). Adapun pengaruh variabel bebas (Gaya Mengajar Guru) terhadap Variabel terikat (Motivasi Belajar Siswa) adalah sebesar 19,8 %
HUBUNGAN ANTARA PERGAULAN TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM SISWA KELAS VII MADRASAH TsANAWIYAH (MTs) NEGERI 2 KABUPATEN CIREBON Muhamad faizin; A. Syatori; Mahbub Nuryadien
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i1.2854

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakuan oleh peneliti pada tanggal 16 November  di MTs Negeri 2 Kabupaten Cirebon  ditemukan fenomena yang menarik untuk dipelajari dan diteliti. Yaitu tentang  pergaulan teman sebaya  di MTs Negeri 2 Kabupaten Cirebon yang baik, Menurut guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam saat saya wawancarai. Tapi, motivasi belajar  kurang antusias dalam mengikuti pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas VII.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara Pergaulan Teman Sebaya dengan motivasi belajar siswa pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Madrasah Tsanawiyah  (MTs) Negeri  2 Kabupaten Cirebon  kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.Kerangka penelitian ini  Pergaulan Teman Sebaya di sekolah yang terjadi saat kegiatan belajar mengajar didalam kelas maupun diluar kelas memiliki peranan penting dalam menumbuhkan Motivasi Belajar (X) sebagai variabel bebas dan Motivasi Belajar (Y) sebagai variabel terikatPenelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain: observasi, wawancara, angket, dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya penulis gunakan rumus korelasi product moment. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri  2 Kabupaten Cirebon  .. Adapun yang menjadi sampel adalah kelas VII-B yang berjumlah 50 dengan teknik cluster sampling.Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pergaulan teman sebaya pada bidang Sejarah Kebudayaan Islam dengan motivasi belajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri  2 Kabupaten Cirebon tingkat korelasi rendah. Hal ini dapat dibuktikan dari perhitungan koefisien korelasi dengan nilai 0,31 yang berada pada interval 0,20-0,40 Berdasarkan perhitungan uji korelasi “r” product moment dihasilkan nilai r sebesar 0,31 kemudian rhitung di atas dikonsultasikan ke rtabel pada df 48 diperoleh rtabel dengan derajat kepercayaan 0,05 sebesar 0,284. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa rhitung berada di atas rtable maka uji hipotesis menjawab Ha diterimadan H0 ditolak. Artinya bahwa antara variabel x (pergaulan teman sebaya) dan variabel y (motivasi belajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Kabupaten Cirebon terdapat hubungan yang signifikan secara statistik.
HUBUNGAN ANTARA KEGIATAN “PENATARAN SANTRI BARU” DENGAN AKHLAK SANTRI PONDOK PESANTREN NADWATUL UMMAH DESA MERTAPADA KULON KECAMATAN ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON Nurul Hayat; Nur Lela; Aen Zenudin
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i1.2859

Abstract

ABSTRAK“penataran santri baru” merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan PP Nadwatul Ummah dalam rangka membina akhlakul karimah santri baru. Tujuan kegiatan “penataran santri baru” adalah untuk membentuk karakter santri baru yang berkarakter santri, yaitu santri yang bersikap akhlakul karimah. Namun demikian, setelah mengikuti kegiatan “penataran santri baru” masih terdapat sebagian kecil santri yang belum menunjukan sikap akhlakul karimah.Pertanyaan penelitian yang penulis ajukan adalah 1) Apakah kegiatan “penataran santri baru” di PP Nadwatul Ummah Ds. Mertapada Kulon Kec. Astanajapura Kab. Cirebon sudah di laksanakan dengan baik? 2) Apakah akhlak santri di PP Nadwatul Ummah Ds. Mertapada Kulon Kec. Astanajapura Kab. Cirebon sudah cukup tinggi? 3) Adakah hubungan yang signifikan antara kegiatan “penataran santri baru” dengan akhlak santri di PP Nadwatul Ummah Ds Mertapada Kulon Kec. Astanajapura Kab. Cirebon?Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang 1) Untuk mengetahui kegiatan “penataran santri baru” di PP Nadwatul Ummah ds. Mertapada Kulon kec. Astanajapura Kab. Cirebon. 2) Untuk mengetahui akhlak santri di PP Nadwatul Ummah Ds. Mertapada Kulon Kec. Astanajapura Kab. Cirebon. 3) Untuk mengetahui hubungan antara kegiatan “penataran santri baru” dengan akhlak santri di PP Nadwatul Ummah Ds. Mertapada Kulon Kec. Astanajapura Kab. Cirebon.Untuk menggali penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Serta analisis data menggunakan Menggunakan Rumus Prosentasi skala yang digunakan dalam mencari prosentasi pervariabel, menggunakan Rumus Korelasi Product-Moment untuk menganalisa data ada tidaknya hubungan antara variabel “X” dan variabel “Y”.Hasil penelitian yang didapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan “penataran santri baru” di  PP Nadwatul Ummah dalam kategori baik dengan skor sebesar 82,87% karena berada pada rentang prosentase antara 76% - 100%. 2) Akhlak santri di PP Nadwatul Ummah dalam kategori baik dengan skor sebesar 81,25% karena berada pada rentang prosentase antara 76% - 100%. 3) Hubungan antara kegiatan “penataran santri baru” dengan akhlak santri di PP Nadwatul Ummah yaitu dengan nilai korelasi 0,634 yang menunjukan korelasi yang tinggi karena berada pada interval 0,600 sampai dengan 0,800.
Kemampuan Guru dalam Pengelolaan Kelas dan Hubungannya dengan Minat Belajar Siswa Bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) An-Nur Kota Cirebon anis Khaerunnisa; iding wahidin; akhmad affandi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i1.2857

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertolak dari masalah kurangnya minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran. Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), padahal guru telah berusaha mengelola kelas dengan baik, maka seharusnya minat belajar siswa meningkat. Akan tetapi kenyataannya masih  ada siswa kurang memiliki minat untuk belajar, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi kurang kondusif.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengelolaan kelas, mengetahui minat belajar dan mengetahui hubungan antara pengelolaan kelas dengan minat belajar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) An-Nur Kota Cirebon pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam.Metode yang dilakukan dalam penelitianini, yaitu: observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan untuk teknik analisis data yaitu dengan menggunakan analisis variabel untuk mengukur tinggi rendahnya variabel tersebut berdasarkan tabulasi indikator, sedangkan untuk analisis hubungan antar variabel dipergunakan rumus korelasiproductmoment,dankoefisienkorelasi.Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengelolaan kelas sudah dilaksanakan dengan baik dengan skor rata-rata per indikator 3,4. Skor tertinggi diperoleh pada indicator Distribusi Alat dan  Bahan Ajar denganskor 3,6, selanjutnya berturut-turut pada indicator Variasi Mengajar dengan skor 3,5, indicator Keluwesan Sikap dengan skor 3,4, indicator Hangat dan Antusias dengan skor 3, 3, dan yang terendah pada indicator Siap dengan Tantangan dan indicator Disiplin dan Berfikir Positif dengan skor 3,2.Tentang minat belajar siswa pada bidang  studi SKI di MTs An-Nur Kota Cirebon diperoleh skor rata-rata sebesar 3,3. Skor tertinggi diperoleh pada indicator Keuletan dan Inisiatif dengan skor 3,5 (tinggi), berturut-turut pada indicator Ketekunen dan Konsentrasi dengan skor 3,45 (Tinggi), indicator Konsisten dan Kerja Keras dengan skor 3,4 (tinggi), indicator Kemauan dengan skor 3,3 (antara tinggi dan rendah), dan yang terendah pada indicator Responsif dengan skor 3,2 (rendah) dan indicator Ketelitian dengan skor 3,2 (rendah).Diperoleh r hitung sebesar 0,555, sehingga dapat dinyatakan bahwa hubungan antara pengelolaan kelas dengan minat belajar siswa pada bidang studi SKI di Madrasah Tsanawiyah (MTs) An-Nur Kota Cirebon  dinyatakan signifikan secara statistik. Artinya semakin berkualitas penerapan pengelolaan kelasakan berhubungan dengan semakin tingginya minat belajar siswa pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Tsanawiyah (MTs) An-Nur Kota Cirebon, dan sebaliknya semakin rendah penerapan pengelolaan kelas maka akan berhubungan dengan rendahnya minat belajar  siswa.
Pengaruh Aktivitas Keagamaan terhadap Perilaku Sosial Remaja Usia 13-18 Tahun di Blok 1 Desa Gembongan Induk Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon Ahmad Safiq Latifi; Suklani Suklani; Suteja Suteja
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i1.2853

Abstract

                                                            ABSTRAKBanyaknya aktivitas keagamaan seperti jamiahan remaja setiap malam jum’at, kegiatan ngaji di Mushola dan di Rumah, dll. Tetapi dengan  banyaknya aktivitas keagamaan di Desa Gembongan Induk Blok 1 tersebut semakin banyak pula perilaku sosial remaja usia 13-18 tahun yang menyimpang. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena akan berdampak buruk kepada generasi yang akan datang di Desa Gembongan Induk Blok 1 tersebut, kalau saja dibiarkan anak-anak yang masih kecil akan terbawa lingkungan yang kurang baik akibat dari remaja yang berperilaku sosial kurang baik di Desa Gembongan Induk Blok 1 tersebut. Aktivitas keagamaan yang di dalamnya berisi tentang pengajaran agama Islam bertujuan siapapun yang mengikuti aktivitas kegamaan tersebut dapat memiliki akhlak yang mulia, bisa mencerminkan perilaku sosialnya dengan baik karena sudah mengikuti aktivitas kegamaan, karena nilai-nilai yang terkandung didalam akivitas keagamaan berisi tentang nilai-nilai kebaikan. Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk: 1) Mengetahui aktivitas keagamaan di Desa Gembongan Induk Blok 1 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon; 2) Mengetahui perilaku sosial remaja usia 13-18 tahun di Desa Gembongan Induk Blok 1 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon; 3) mengetahui pengaruh aktivitas keagamaan terhadap perilaku sosial remaja usia 13-18 tahun di Desa Gembongan Induk Blok 1 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif (hitungan) dengan menggunakan pendekatan empirik/ lapangan. Adapun teknik-tekniknya antara lain: 1) Pengumpulan data, dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan angket; 2) Analisis data hasil penelitian, dengan menggunakan prosentase. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh menggunakan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa: Aktivitas keagamaan dikategorikan Baik terbukti dari hasil angket yang menunjukan nilai prosentase 83% dan skor rata-ratanya sebesar 83,25. Perilaku sosial remaja usia 13-18 tahun dikategorikan Baik terbukti dari hasil angket yang menunjukan nilai prosentase 75% dan skor rata-rata 75,25. Terdapat pengaruh yang signifikan antara aktivitas keagamaan terhadap perilaku sosial remaja usia 13-18 tahun diperoleh nilai sebesar 0,73 karena berada pada interval 0,70-0,90.
PENDIDIKAN HUMANISTIK ALA ALI SYARI’ATI Noval Maliki
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i1.2847

Abstract

ABSTRAKArtikel ini mencoba membedah pemikiran Ali Syariati dalam ranah pendidikan, hal yang selama ini sedikit dilakukan mengingat ia lebih dikenal sebagai ideolog politik dan pemikir keagamaan. Gagasan humanistik dalam Islam, bagi Syariati, dapat dilacak dalam konsepsi mengenai manusia itu sendiri. Ia merumuskan tiga dimensi manusia yang ada dan ketiganya merefleksikan kualitas yang berbeda pula, ketiganya secara berurutan adalah; Basyar, Insan, dan Rasusyan Fikr.   Basyar adalah makhluk tertentu yang terdiri dari karakteristik fisiologis, biologis, psikologis yang dimiliki oleh setiap manusia tanpa memandang ras, agama dan warna kulit atau bangsa, tanpa memandang agama tertentu, atau tidak beragama sekalipun. Insan adalah makhluk yang mempunyai karakteristik tertentu yang dapat mencapai tingkat kemanusiaan (insaniyyat) lebih dari sekedar makhluk hidup dengan naluri instingtif yang bersifat alamiah. Sedangkan rausyan fikr digunakan untuk menunjuk pada orang yang melakukan perjuangan tertentu. Dari ketiga konsep mengenai manusia inilah kemudian konsepsi pendidikan dirumuskan.   Kata Kunci: Ali Syariati, Pedidikan, Humanistik, Basyar, Insan, Rausyan Fikr.
DILEMATIS TENTANG PENDIDIKAN PEREMPUAN (KONSEP KESETARAAN GENDER) Mahfud Mahfud
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i1.2860

Abstract

ABSTRAK  Di Indonesia perjuangan perempuan untuk memperoleh keadilan dalam pendidikan, hingga saat ini masih terus menghadapi kendala. Akan ada beberapa faktor selama alur hidup seorang perempuan yang mempengaruhi perkembangan semangat dalam memperoleh pendidikan. Diantaranya, Sampai saat ini masih ada masyarakat yang berkeyakinan bahwa perempuan hanya akan berperan dalam ruang domestik saja yakni rumah tangganya kelak, yang kemudian hanya dipandang sebagai makhluk pelengkap saja. Sehingga meminggirkan perempuan untuk memperoleh pendidikan. Salah satu bentuk ketidakadilan untuk kaum perempuan adalah anggapan bahwa perempuan itu tidak penting, melainkan sekedar pelengkap dari kepentingan laki-laki, atau dikenal dengan istilah subordination. Dari pemahaman tersebut akhirnya perempuan dikonstruksikan agar tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena pada akhirmya akan kembali ke dapur juga. Bentuk ketidakadilan lain yakni pelabelan negatif yang dilekatkan kepada perempuan dikenal dengan istilah stereotype. Misalnya, perempuan yang melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi akan melakukan banyak kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat untuk rumah tangganya kelak, apalagi ketika pendidikannya tinggi hampir seluruh laki-laki akan minder dan perempuan tersebut terancam menjadi perawan tua.Masyarakat juga masing ada yang berkeyakinan bahwa perempuan dengan fisik yang lebih lemah dan pasif, tidak memungkinkan mereka untuk dapat memenuhi mobilitas/aktvitas sebanyak dan sekuat laki-laki. Masyarakat berasumsi bahwa pendidikan hanya dapat dicapai oleh orang-orang yang mau bergerak dengan mobilitas tinggi, yang mau menghabiskan waktunya untuk membaca buku, melakukan eksperimen berjam-jam di laboratorium, meneliti di lapangan, menulis dan berdiskusi dalam sisa waktunya, dan jika ini dilakukan oleh perempuan akan mengakibatkan mereka kehilangan identitas kewanitaannya karena tidak memiliki waktu untuk melakukan tugas-tugas kewanitaannya dirumah tangga dan keluarganya.  Kata Kunci: Pendidikan, Perempuan, Gender
PENGARUH PEMBELAJARAN ILMU TAJWID BERBASIS MULTIMEDIA FLASH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH DARUL MASHOLEH KOTA CIREBON Tahun Ajaran 2017/2018 M Munawir Ghozali; Wawan Ahmad Ridwan; Suteja Suteja
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i1.2863

Abstract

ABSTRAKMadrasah Aliyah Darul Masholeh merupakan sekolah swasta yang berada di Kota Cirebon, Dalam Kegiatan Belajar Mengajar pada ilmu tajwid masih mengandalkan media buku sehingga pemahaman siswa dalam mempelajari ilmu tajwid masih belum optimal, hal itu terlihat dari sebagian siswa yang belum bisa memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dari hasil pembelajaran ilmu tajwid yang hanya menggunakan media pembelajaran buku. Multimedia ini adalah suatu kombinasi berbagai tipe media (teks, gambar, audio, grafik, video, animasi dan lain sebagainya) yang disajikan, digabungkan menggunakan alat bantu (tool) dan koneksi (link), dan dikemas menjadi satu file digital (komputerisasi) yang bertujuan untuk menyampaikan, menghantarkan, dan menerima pesan atau informasi kepada pengguna atau publik.Oleh karena itu, Peneliti bertujuan untuk mengetahui penerapan media pembelajaran tajwid menggunakan multimedia flash di Madrasah Aliyah Darul Masholeh Kota Cirebon terhadap Motivasi belajar siswa sehingga bisa memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik : tes, observasi, wawancara, angket, postes dan pretes. Kemudian data di analisis dengan korelasi uji normalitas dan uji homogenitas.Dari hasil analisis terhadap nilai motivasi belajar pada kelas eksperimen, dapat disimpulkan bahwa nilai tertinggi 83 dan nilai yang paling kecil 49. Sedangkan secara keseluruhan dari hasil analisis terhadap motivasi belajar 915 dengan nilai rata-rata keseluruhan 61.Kata Kunci: Motivasi Belajar, Multimedia Flash, Media Pembelajaran.  ABSTRACT Madrasah Aliyah Darul Masholeh is a private school located in Cirebon City, in Teaching and Learning Activities in science of tajwid still rely on book media so that students' understanding in learning science tajwid still not optimal, it can be seen from some students who have not fulfilled the Minimum Exhaustiveness Criteria (KKM ) from learning result of science of tajwid which only use instructional media of book. Multimedia is a combination of various types of media (text, images, audio, graphics, video, animation and so on) presented, combined using tools and links, and packaged into a digital file to convey, deliver, and receive messages or information to users or the public.This study aims to determine the application of learning media tajwid using flash multimedia in Madrasah Aliyah Darul Masholeh Cirebon City on student motivation so that it can meet the Minimum Exhaustiveness Criteria (KKM).This data collection uses techniques: test, observation, interview, questionnaire, postes and pretes. Then the data in the analysis with the correlation test normality and homogeneity test.From the results of the analysis of the value of learning motivation in the experimental class. It can be concluded that the highest score is 83 And the smallest score is 49. Overall the analysis of learning motivation is 915 and the overall average is 61.Keywords: Learning Motivation, Flash Multimedia, Learning Media.
Pengaruh Metode Qiraati terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Anak Usia 7-12 Tahun di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hidayatus Shibyan Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Dian Nopiyanti; Abdul Ghofar; Nawawi Nawawi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i1.2855

Abstract

ABSTRAKPenggunaan metode Qiraati di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hidayatus Shibyan sudah diterapkan dengan baik. Kendati demikian pada kenyataannya di lapangan, peneliti masih menemukan anak yang lambat dan terbata-bata dalam membaca Al-Qur’annya. Di sisi lain masih ada anak yang belum fokus saat mengikuti proses pembelajaran berlangsung. Hal ini sangat mempengaruhi kemampuan membaca Al-Qur’annya.Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui penerapan metode Qiraati dalam pengajaran ilmu baca Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hidayatus Shibyan Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. 2) Untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur`an anak usia 7-12 tahun di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hidayatus Shibyan Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. 3) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan metode Qiraati terhadap kemampuan membaca Al-Qur`an anak usia 7-12 tahun di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hidayatus Shibyan Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon.Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa pemilihan metode yang tepat dalam mengajarkan ilmu baca Al-Qur’an akan sangat membantu proses belajar mengajar menjadi mudah serta dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi lebih baik.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan lima teknik pengumpulan data yaitu: 1) Observasi, 2) Wawancara 3) Angket, 4) Tes lisan, dan 5) Dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisa data yang diperoleh peneliti menggunakan reduksi data, penyajian data, kesimpuan gambaran, statistik deskriptif, dan rumus product moment.Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa penerapan metode Qiraati di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hidayatus Shibyan telah dilaksanakan dengan baik dengan nilai 79 karena berada pada interval 75%-100%. Sementara itu, kemampuan membaca Al-Qur`an anak usia 7-12 tahun dalam kategori baik, terbukti dengan rekapitulasi hasil tes kemampuan membaca Al-Qur’an ini, menunjukkan nilai rata-ratanya 70 karena berada pada interval 70–79. Dan  pengaruh  metode Qiraati terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an anak usia 7-12 tahun di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hidayatus Shibyan berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan product moment yang diperoleh besarnya rxy adalah 0,62 yang berarti tergolong sedang karena pada interval 0,40–0,70. Apabila dihitung hasil thitung dengan ttabel yaitu didapat thitung > ttabel atau  5,44 >2,75 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya tedapat pengaruh dalam penerapan metode terhadap kemampuan membaca Al-Qur`an anak usia 7-12 tahun di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hidayatus Shibyan Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Kata Kunci: Metode Qiraati dan Kemampuan Membaca Al-Qur’an

Page 1 of 1 | Total Record : 10