cover
Contact Name
Ferly Amri
Contact Email
ferlyamri@unsri.ac.id
Phone
+6285664661664
Journal Mail Official
ferlyamri@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Palembang - Prabumulih KM.32 Kampus Universitas Sriwijaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Sriwijaya
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPSriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 2621525X     EISSN : 26140144     DOI : 10.37061
Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan tulisannya di Jurnal Pengabdian Sriwijaya, maka dilakukan peningkatan terbitan Jurnal Pengabdian Sriwijaya menjadi 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Ruang lingkup jurnal mencakup bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 10 Documents clear
INISIASI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) BAGI PENJAHIT DI DESA KERINJING, KECAMATAN TANJUNG RAJA, KABUPATEN OGAN ILIR Siti Rohima
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6109

Abstract

KUBE adalah salah satu program strategis dalam  upaya penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan ekonomi. KUBE berupaya membangun kesadaran berkelompok untuk kemandirian masyarakat, kebersamaan dan kesetiakawanan sosial, ekonomi produktif dengan mengembangkan usaha yang mampu memberi nilai tambah ekonomis dan kemandirian melalui infrastruktur ekonomi-sosial yang berkelanjutan. Pendekatan pola kelompok KUBE dimana justru mendorong bagaimana masyarakat  mampu berdaya secara mandiri dan bersama-sama dengan masyarakat  lainnya. Budaya khas masyarakat Indonesia yang mengedepankan kegotong royongan, justru menjadi pilar utama dalam pengembangan KUBE ini. Pola KUBE justru memberi ruang yang luas dalam hal budaya lokal masyarakat (local wisdom). Peran KUBE adalah menstrasformasikan budaya Iokal tersebut menjadi sarana dan sumberdaya dalam rangka mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan. Mengingat pentingnya keberadaan KUBE bagi  kelompok masyarakat yang membutuhkan diantaranya adalah para penjahit di Desa Kerinjing. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pengabdian.  Setelah kegiatan dilakukan  para penjahit mempunyai tambahan pandangan dan wawasan tentang KUBE
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PEMBUKUAN KEGIATAN DAN KEUANGAN USAHATANI MANDIRI DAN KELOMPOK DI DESA PEMULUTAN ULU KECAMATAN PEMULUTAN KABUPATEN OGAN ILIR Yulius .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6107

Abstract

Acapkali pembukuan usahatani dianggap sebagai alat pengontrol kebijaksanaan pengololaan usahatani. Dengan alat ini petani pengelola dapat mengetahui kelemahan-kelemahan dalam penyelenggaraan dan penyusunan perencanaan ushaataninya. Dengan pembukuan itu keadaan dapat segera diperbaiki, sehingga tujuan usaha yang diharapkan dapat dicapai. Dengan demikian mengembangkan cara-cara pembukuan usahatani kepada para petani sangat berguna. Kegunaan ini menjadi bertambah apabila melihat pemerintah juga mempunyai kepentingan.Metode yang akan digunakan didalam kegiatan ini adalah penyuluhan akan pentingnya pembukuan usahatani yang belum/terbiasa di lingkungan masyarakat tani yang ada di wilayah pengabdian masyarakat. Kegiatan-kegiatan berupa pengembangan kapasitas berupa pelatihan-pelatihan kepada para tokoh masyarakat dan pada petani pada umumnya.Pembukuan usahatani berfungsi sebagai sumber informasi usaha bagi manajemen perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan. Pembukuan usahatani berfungsi sebagai Alat untuk menilai keberhasilan usaha yaitu sebagai bukti layak tidaknya usaha. Bagi petani dapat dijadikan untuk meminjam modal ke bank.  Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini maka pengetahuan dan kemampuan praktis petani bertambah terutama mengenai Penyusunan Pembukuan Kegiatan dan Keuangan Usahatani Mandiri dan Kelompok di Desa Pemulutan Ulu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir
PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PENANAMAN TANAMAN BUAH SIRSAK SEBAGAI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DAN PEMBUATAN RAMUAN OBAT DARI TANAMAN BUAH SIRSAK UNTUK MENGOBATI BERAGAM PENYAKIT Widia Purwaningrum
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6057

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Dana DIPA UNSRI dengan model kegiatan pemberdayaan dan metode pembinaan sikap/kesadaran dengan judul ”PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PENANAMAN TANAMAN BUAH SIRSAK SEBAGAI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DAN PEMBUATAN RAMUAN OBAT DARITANAMAN BUAH SIRSAK UNTUK MENGOBATI BERAGAM PENYAKIT” telah dilaksanakan. Tim pelaksana terdiri dari 2 orang dosen dan dibantu 2 orang mahasiswa dan 2 orang alumni sebagai pembantu pelaksana. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang ibu rumah tangga RT 10 Kelurahan Indralaya Mulya Ogan Ilir sebagai khalayak sasaran. Output Kegiatan ini adalah 20 pot tanaman obat keluarga (TOGA) di halaman rumah dan resep ramuan obat untuk penyakit kanker, asam urat, kolesterol, ambeien, infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih dan sakit pinggang.Di masa sekarang, kehidupan masyarakat semakin berat, semuanya dituntut serba cepat dan instan. Tuntutan hidup semakin tinggi, sedangkan penghasilan tak sesuai. Dengan pola hidup yang tidak sehat dan beban pikiran yang berat, akan memicu timbulnya berbagai macam penyakit. Dengan penghasilan yang pas-pasan, akan mempersulit masyarakat untuk leluasa berobat, dimana kita ketahui sekarang ini biaya pengobatan kesehatan tidaklah murah. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam pemanfaatan halaman rumah dengan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), dalam hal ini adalah tanaman buah Sirsak.Tanaman buah sirsak dapat tumbuh baik ditanam di tanah maupun di dalam pot besar, sehingga masyarakat yang tak memiliki pekaranganpun masih dapat menanam tanaman buah sirsak di halaman rumahnya. Tanaman buah sirsak (Annona muricata L.) merupakan tanaman yang selain buahnya yang dapat dimakan, telah diteliti orang bahwa setiap bagian tanaman buah sirsak (daun, kulit kayu, bunga dan biji) sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Berdasarkan riset terhadap kandungan fitokimia sirsak, tanaman ini mempunyai khasiat untuk pengobatan beragam penyakit. Hal ini dikarenakan tanaman sirsak bersifat sebagai antibakteri, antivirus, antikanker, antitumor, antiparasit, antimalaria, hipotensif (zat yang bersifat menurunkan tekanan darah), insektisida, vasodilator (zat yang bersifat melebarkan pembuluh darah), diuretik, pestisida dsb
PELATIHAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR DENGAN MEMANFAATKAN POTENSI LOKAL BAGI GURU MATA PELAJARAN IPA DI KABUPATEN OGAN ILIR Suratmi .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6086

Abstract

Kegiatan pengabdian  ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru IPA dalam menyusun bahan ajar dan meningkatkan kemampuan membuat bahan ajar dengan memanfaatkan potensi lokal. Kegiatan pelatihan penyusunan bahan ajar dengan memanfaatkan potensi Lokal di Kabupaten Ogan Ilir dilaksanakan dalam beberapa tahap. Kegiatan tersebut meliputi: Pertama, mengumpulkan informasi terkait bahan ajar yang biasa digunakan oleh guru di sekolah di Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini dilakukan dengan mewawancarai beberapa guru mata pelajaran IPA yang mengajar di Kabupaten Ogan Ilir. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa guru belum terbiasa membuat bahan ajarnya sendiri dan guru lebih sering menggunakan bahan ajar yang dijual bebas. Selain itu pada awal pelatihan akan dilakukan pretest untuk mengetahui pengetahuan awal guru mata pelajaran IPA mengenai penyusunan bahan ajar.hasil pretest menunjukkan bahwa guru guru sudah biasa membuat bahan ajar (LKPD) sendiri, namun hasil LKPD yang dibuat tidak dibuat berdasarkan isi kurikulum berlaku. Guru membuatnya hanya dengan sedikit memotifikasi contoh LKPD yang ada di internet. Kedua, melakukan studi literatur mengenai potensi lokal di Kabupaten Ogan Ilir yang adapat dijadikan sumber belajar. Potensi lokal yang ada di kabupaten Ogan Ilir, berupa tumbuhan, hewan, tempat wisata, perkebunan, perikanan, perairan dan berbagai ekosistem lainnya. Ketiga, melakukan presentasi penyusunan  bahan ajar berupa LKS dengan memanfaatkan potensi alam sekitar. Peserta pelatihan setelah memilih kompetensi dasar yang akan dibuatkan LKPD, mempresentasikan rancangannya dan tampilan yang akan dibuat. Keempat,  para guru merancang dan menyusun bahan ajar berupa LKPD mata pelajaran IPA dengan memanfaatkan alam sekitar.  Proses menyusun LKPD sebagian dilakukan di dalam ruangan dan bagi yang belum selesai dilanjutkan di rumah masing-masing.Kelima, para guru menampilkan LKPD yang telah dibuat. LKPD yang ditampilkan mendapat masukan dari narasumber.Keenam, melakukan revisi LKPD yang telah dibuat. Hasil revisi LKPD dikumpulkan dan menjadi produk dari kegiatan pengabdian ini. Hasil kegiatan pengabdian ini berupa dokumentasi LKPD yang sudah dibuat oleh peserta kegiatan. Kesimpulannya bahwa peserta pelatihan mampu menghasilkan LKPD dengan memuat potensi lokal dalam LKPD. Peserta pelatihan sangat senang dengan adanya pelatihan ini
PEMBINAAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM KESELAMATAN LISTRIK DI KECAMATAN KAYUAGUNG Novrikasari .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6059

Abstract

Era modern ini penggunaan elektronik yang sudah sangat canggih seperti handphone, tab, ipad, play station, televisi dan lainnya sudah tidak asing lagi bagi kita, termasuk anak-anak. Kebanyakan anak-anak sudah mulai mengerti mengoperasikan peralatan tersebut bahkan sudah dapat mencolokkan kabel pengisi daya baterai tersebut tanpa pengetahuan mengenai listrik yang baik. Listrik tentunya bisa membahayakan bagi anak-anak jika tidak dibekali dengan pemahaman yang baik mengenai penggunaan peralatan listrik. Anak-anak memiliki keterbatasan kognitif sehingga tergolong rentan terhadap kecelakaan. Banyak anak yang tidak memahami konsep tentang bahaya dan tidak bahaya dan juga anak-anak seringkali gagal mempersepsikan sesuatu dengan baik (Eiser at al, 1983). Menurut Gillham dan Thomson (1996) dalam Sumargi, dkk (2005) pemahaman anak yang terbatas mengenai bahaya menyebabkan anak kurang dapat mengantisipasi dan mengatasi kondisi bahaya yang muncul. Hal ini bisa berakibat fatal untuk keselamatan dirinya ditambah lagi jika orang dewasa tidak selalu berada di dekat anak-anak sehingga tidak bisa secara optimal menjaga dan mengawasi anak. Diperlukan suatu kegiatan yang bertujuan melakukan pembinaan sikap dan kesadaran anak sekolah di Kecamatan Kayuagung dalam Keselamatan Listrik. Setelah rangkaian kegiatan, pretest, penyuluhan, tanya jawab serta diskusi. Hasil evalusi (postest) yang dilakukan menunjukkan ada peningkatan  informasi mengenai konsep bahaya dan tidak bahaya dalam keamanan listrik kepada siswa sekolah dasar yang dibina serta peningkatan kesadaran tentang keselamatan listrik
PENYULUHAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DESA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DI DESA LOROK KECAMATAN INDRALAYA UTARA KABUPATEN OGAN ILIR Gatot Budiarto
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6133

Abstract

Era reformasi saat ini membentuk substansi pembangunan desa yang tendensi diserahkan kepada desa dengan pemerintah dan pemerintah daerah mengambil posisi dan peran sebagai fasilitator, memberi bantuan dana, pembinaan dan pengawasan. Pada tipe ini pemerintah desa adalah jantung penggerak pembangunan desa dengan menjadi konseptor utama untuk menentukan arah pembangunan desa. Di dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa prioritas, program, kegiatan, dan kebutuhan Pembangunan Desa dirumuskan berdasarkan penilaian terhadap kebutuhan masyarakat Desa. Pada poin inilah kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan karena masih banyak perangkat desa yang tidak mengetahui apa itu prioritas pembangunan desa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarkan di Desa lorok Kabupaten Ogan Ilir dengan topik Penyuluhan Prioritas Pembangunan Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar dan tidak menemui kendala. Pihak pemerintah desa merespon dengan sangat positif kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lorok. Perangkat desa dan jajaran pemerintah desa yang merupakan target sasaran utama kegiatan penyuluhan ini juga berpartisipasi dengan maksimal pada pelaksanaan kegiatan. Peserta kegiatan memiliki antusiasme yang tinggi pada kegiatan ini dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada tim pelaksana mengenai prioritas pembangunan desa. Secara keseluruhan kegiatan Penyuluhan Prioritas Pembangunan Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa ini telah terselenggara dengan baik.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BAWANG MERAH UNTUK PRODUKSI TELUR PINDANG Nurlisa Hidayati
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6060

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat RT 15 RW 03 Kelurahan 2 Ulu Palembang dengan judul “PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BAWANG MERAH UNTUK PRODUKSI TELUR PINDANG”. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang: pemanfaatan limbah kulit bawang untuk pengolahan telur pindang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diikuti ibu- ibu rumah tangga dan remaja putri yang berasal dari RT 15 RW 03 Kelurahan 2 Ulu Palembang. Kegiatan yang dilaksanakan adalah memperkenalkan teknologi pembuatan telur pindang. Selain itu dilakukan juga diskusi dan demonstrasi tentang penggunaan telur pindang untuk berbagai jenis olahan makanan. Penyuluhan yang dilakukan mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat. Kegiatan diskusi dan tanya jawab juga mendapat perhatian yang tinggi dari masyarakat. Masyarakat merasa senang karena mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan telur pindang. Dengan diberikannya penyuluhan masyarakat juga menjadi faham cara memanfaatkan limbah kulit bawang untuk pengawetan telur. Masyarakat juga berharap kegiatan pengabdian dapat berlangsung secara berkelanjutan, sehingga wawasan mereka akan terus bertambah baik.
PEMBINAAN PEMAHAMAN KONSEP PEMBELAJARAN MATEMATIKA KREATIF BAGI GURU-GURU SD DI DESA SAKATIGA KECAMATAN INDRALAYA Fitri Maya Puspita
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6136

Abstract

Matematika mempunyai cabang ilmu seperti Statistika, Aljabar, Geometri dan Aritmetika. Hal inilah yang sering membuat para siswa merasa kesulitan dalam mengikuti pelajaran Matematika, khususnya Statistika. Pelajaran di Sekolah Dasar, sedikit sekali atau bahkan tidak pernah sama sekali mengenalkan pembelajaran Statistika melalui penggunaan software komputer. Para guru memiliki peran yang penting dalam memberikan pembelajaran ini. Akan tetapi tidak semua guru memiliki pemahaman konsep pembelajaran yang baik. Istilah-istilah teknis Matematika mulai dikenalkan di bangku SD seperti mean,modus, median bahkan varians. Desa Sakatiga merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Desa ini tidak terlalu dekat maupun tidak terlalu jauh dengan Universitas Sriwijaya maupun ibukota Kabupaten Ogan Ilir. Terdapat beberapa Sekolah Dasar di desa ini. Dikarenakan posisinya yang tidak begitu strategis, desa ini jarang mendapatkan kegiatan pendampingan baik oleh tim ahli maupun tim pengabdian pada masyarakat dari pihak Unsri. Fasilitas yang minim membuat pegawai di Diknas OI dan guru PNS berusaha menghindarkan diri ditugaskan di tempat ini. Selain faktor fasilitas, beberapa guru mengeluhkan kurangnya ide kreatif dan inovatif dalam mengajar sehingga mengakibatkan kejenuhan dan kurang tertariknya siswa dalam mempelajari materi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengenalkan software Excel sebagai pendukung pembelajaran Matematika bagi guru-guru di Indralaya. Manfaat dari kegiatan pendampingan ini adalah adanya peningkatan prestasi dan pengetahuan guruguru di Indralaya tentang pemahaman Statistika. Manfaat yang diperoleh bagi Perguruan Tinggi adalah meningkatkan peran serta dan kepedulian terhadap masyarakat khususnya di daerah terpencil dalam hal ilmu pengetahuan. 
PEMBERDAYAAN ANAK DALAM MENYEBERANG JALAN DENGAN TEMA “AKU BISA MENYEBERANG DENGAN BENAR DAN AMAN” Ani Nidia Listianti
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6061

Abstract

Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa yang menjadi titik tekan permasalahan disini ialah mengenai pengetahuan anak-anak tentang cara menyeberang jalan terutama bagi siswa sekolah dasar. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan upaya peningkatan pengetahuan anak-anak mengenai cara menyeberang jalan dengan benar dan aman pada siswa SDdi Kecamatan Ilir Timur II Palembang untuk menjaga keselamatan mereka.Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu wujud dari Tridharma Perguruan Tinggi dalam mendukung program Sustainable Development Goals khususnya tujuan SDGs  yaitu memastikan hidup yang sehat dan melakukan promosi kesehatan pada semua usia. Metode dalam kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pengkajian dan sosialisasi melalui kegiatan penyuluhan dan praktek kepada anak-anak siswa SD di Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya ini berjalan dengan lancar dengan dihadiri oleh 100% khalayak sasaran aktif (siswa Sekolah Dasar). Hasil pencapaian indikator evaluasi terhadap partisipasi, kognitif, dan penerapan  keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan sekolah khususnya keselamatan dalam menyeberang jalan bagi siswa sekolah dasar menunjukkan kecenderungan peningkatan ke arah yang positif. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan sekolah
SOSIALISASI MANAJEMEN DEMENSIA MELALUI PEMANFAATAN BUAH MENGKUDU SEBAGAI ANTIOKSIDATIF Susilawati .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6147

Abstract

Demensia adalah istilah yang digunakan untuk melukiskan gejala-gejala sekelompok penyakit yang mempengaruhi otak. Demensia mempengaruhi cara berfikir, kelakuan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan biasa sehari-hari. Fungsi otak cukup banyak terpengaruh sehingga menganggu pergaulan dan pekerjaan normal penderita. Buah mengkudu memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan, di samping kandungan nutrisinya yang beragam seperti vitamin A, C, niasin, tiamin, riboflavin serta mineral seperti zat besi , kalsium, natrium dan kalium. Sebanyak 160 senyawa fitokimia telah teridentifikasi dari mengkudu. Mikronutrien terbesar yang ditemukan dalam buah mengkudu adalah senyawa fenol, asam organik dan alkaloid. Senyawa golongan fenol yang paling banyak ditemukan dan penting adalah antrakuinon (damnacanthal, morindon dan morindan), acubin, asperulosida dan skopoletin. Golongan asam organik utama adalah asam kaproat dan asam kaprilik sedangkan golongan alkaloid utama adalah xeronine.(Winarti, 2005; Rethinam et al., 2007; Blanco et al., 2010).Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa penyuluhan tentang tanda dan gejala penyakit dementia dan pengaturan intake makanan serta aktivitas yang dapat mencegah terjadinya penyakit dementia bagi setiap masyarakat yang memiliki risiko untuk terjadinya Penyakit dementia dan bagi masyarakat yang menderita dementia. Selain itu juga dilakukan penyuluhan tentang pemanfaatan buah mengkudu menjadi bahan makanan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat mengingat Morinda citrifolia memiliki efek antioksidatif yang dapat meningkatkan fungsi kognitif otak. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Universitas Sriwijaya dalam rangka melaksanakan salah satu tri darma perguruan tinggi.Dari kegiatan yang dilakukan terlihat warga masyarakat yag hadir sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Hal ini dapat diketahui dengan banyaknya pertanyaan yang muncul setelah penyuluhan diberikan. Pertanyaan tidak hanya terbatas pada penyakit dementia, manfaat mengkudu tapi tentang masalah kesehatan yang lain. Peserta yang hadir juga melakukan konsultasi tentang berbagai penyakit.. Perlu dilakukan kegiatan pengabdian yang berkesinambungan dengan topik-topik penyakit yang berbeda juga pengabdian berupa pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat sehingga selain mendapatkan pengetahuan yang baru juga dapat menikmati langsung pelayanan kesehatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10