cover
Contact Name
Ferly Amri
Contact Email
ferlyamri@unsri.ac.id
Phone
+6285664661664
Journal Mail Official
ferlyamri@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Palembang - Prabumulih KM.32 Kampus Universitas Sriwijaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Sriwijaya
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPSriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 2621525X     EISSN : 26140144     DOI : 10.37061
Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan tulisannya di Jurnal Pengabdian Sriwijaya, maka dilakukan peningkatan terbitan Jurnal Pengabdian Sriwijaya menjadi 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Ruang lingkup jurnal mencakup bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 240 Documents
PENGENALAN PENCATATAN AKUNTANSI SAK EMKM MEMBENTUK ENTREPRENEUR CINTA AKUNTANSI BAGI SISWA SMA NEGERI 1 SUNGAI ROTAN Emma Lilianti
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i4.19941

Abstract

Siswa SMA sebagai penerus bangsa dan penerus jalannya roda perekonomian yang nantinya bisa menjadi pelaku UMKM, diharapkan mempunyai pengetahuan yang lebih dimana pencatatan akuntansi bukan hanya sekedar menghitung untung rugi saja. Di era serba digital saat ini peluang bisnis begitu besar untuk membentuk karaktek entrepreneur siswa, agar mampu mandiri dan inovatif dalam menentukan masa depan. Hasil angket yang dilakukan di SMA  Negeri 1 Sungai Rotan Kecamatan Gelumbang sebesar 94% mereka tertarik dengan entrepreneur dan juga 71% merasakan pentingnya Akuntansi untuk menunjang Usaha mereka nantinya.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN SOAL IPA BERBASIS HOTS UNTUK GURU-GURU DI KOTA PAGARALAM Hartono Hartono; Effendi Effendi; Maefa Eka Haryani; Andi Suharman
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i4.19451

Abstract

Soal HOTS merupakan salah satu instumen untuk mengukur sejauh mana kemampuan berpikir kritis siswa sudah tercapai. Soal IPA berbasis HOTS yang dikembangan kemudian dimanfaatkan oleh guru-guru di sekolah pada proses pembelajarab. Adapun tujuan kegiatan ini yaitu (1) memberikan pelatihan kepada guru-guru IPA yang tergabung di MGMP IPA Kota Pagaralam memahami untuk memahami soal IPA berbasis HOTS, dan (2) melakukan pembinaan dan pendampingan kepada guru-guru IPA yang tergabung di MGMP IPA kota Pagaralam dalam membuat soal IPA berbasis HOTS. Metode dan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pembinaan dan pendampingan dengan metode presentasi, workshop, diskusi dan simulasi. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah Guru IPA yang tergabung pada MGMP IPA Kota Pagaralam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan 4 orang dosen pendidikan kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya. Kegiatan juga dibantu oleh 8 orang mahasiswa yang berperan untuk membantu tugas dosen dalam menyiapkan meteri kegiatan, persiapan pelaksanaan kegiatan di lokasi pengabdian, menganalisis data, dan menyusun laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kesimpulan kegiatan ini adalah guru-guru IPA yang tergabung di MGMP IPA kota Pagaralam dan mengikuti kegiatan pengabdian pada masyarakat telah mampu membuat soal IPA berbasis HOTS. Untuk meningkatkan keterampilan guru-guru IPA tersebut diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala oleh MGMP IPA kota Pagaralam.Adapun luaran kegiatan ini antara lain: (1) Artikel jurnal pengabdian kepada masyarakat; (2) Artikel ilmiah popular di media massa.
UPAYA MENURUNKAN KASUS SKABIES MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SABUN SULFUR Gita Dwi Prasasty
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i2.21303

Abstract

Latar belakang: Skabies merupakan penyakit yang sering ditemui pada negara berkembang, dengan kondisi ekonomi penduduk miskin, tempat tinggal yang padat, serta hieginitas yang buruk. Penyakit skabies merupakan salah satu penyakit yang terabaikan menurut WHO. Santri yang terinfestasi skabies akan memiliki kesulitan menerima pelajaran di sekolah. Skabies secara umum menyebabkan gangguan kesehatan dan produktivitas secara signifikan. Komplikasi yang dapat timbul paling sering adalah akibat infeksi bakteri dapat berlanjut ke sirkulasi sistemik dan menyebabkan penyakit ginjal seperti glomerulonefritis, penyakit jantung seperti demam rematik bahkan penyakit jantung rematik dan menyebabkan mortilitas lebih buruk dan mortalitas dibanding penyakit skabies biasa, serta biaya kesehatan lebih besar. Tujuan:  Mendampingi santri dalam menanggulangi infestasi S. scabiei melalui peningkatan pengetahuan tentang skabies baik dari aspek mengenal parasit tungau, siklus hidup, gejala yang mungkin timbul, kemungkinan terapi yang dapat diberikan, serta pencegahan yang dapat dilakukan.Metode: Kegiatan terbagi menjadi dua bagian, yaitu pemeriksaan dan pengobatan, serta penyuluhan dan pelatihan. Pemeriksaan dan pengobatan dilakukan oleh dokter. Penyuluhan dilakukan melalui pemaparan materi dan diskusi mengenai skabies. Pelatihan dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil dengan panduan video serta pendampingan melalui penjelasan dan pemeragaan pembuatan sabun sulfur, yang selanjutnya dipraktikkan masing-masing peserta.Hasil: Sebanyak 108 santriwati Ponpes Al Ittifaqiah Inderalaya tampak antusias mengikuti acara ini. Sebagian besar kader memiliki pengetahuan yang baik tentang skabies setelah mendapat penyuluhan.
IbM KELOMPOK TANI DESA LINGGA KECAMATAN SUI AMBAWANG MELALUI PRODUKOLAHAN PISANG DAN LIMBAHNYA Muhammad Pramulya
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i2.3860

Abstract

IbM (Iptek bagi Masyarakat) Kelompok Tani Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang akan diintroduksikan kepada Kelompok Tani Calikng Raya  Jaya dan Kelompok Wanita Tani Paroki Desa Lingga. Kegiatan ini merupakan upaya pengolahan produk pisang menjadi ice cream dan penanganan/pengolahan limbah pisang menjadi krupuk kulit pisang, selai kulit pisang, dan keripik bonggol pisang. sehingga menjadi sumber pendapatan altenatif bagi petani-petani pisang. Target yang akan dicapai dari kegiatan IbM ini adalah (1) Mendorong berkembangnya usaha diversifikasi industri olahan pisang berbentuk ice cream dan limbahnya berupa kerupuk kulit pisang, selai kulit pisang, dan keripik bonggol pisang dengan olahan produk sesuai standar mutu dan kemasan yang baik serta memiliki nilai tambah tinggi.  (2) Membentuk petani-petani pisang di Desa Lingga, khususnya Kelompok Calikng Raya Jaya dan Wanita Tani Paroki Lingga menjadi wirausaha baru yang menggunakan prinsip pengelolaan dan berwawasan lingkungan melalui pemanfaatan limbah pisang, (3) Meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya dari hasil olahan pisang dan limbahnya. (4) Menghasilkan produk olahan pisang dan limbahnya yang telah diberi merk dan dikemas dengan baik sehingga bisa diterima oleh pasar.  (5) Meningkatkan pengetahuan dan kegiatan petani dalam menghasilkan diversifikasi produk olahan pisang dan limbahnya melalui perbaikan sistim pengelolaan produksi dan pemasaran dengan melakukan administrasi/pembukuan dan menggunakan alat promosi baik leaflet/brosur, (6) Menjadi model pembinaan budidaya,  olahan pisang dan limbahnya bagi lembaga terkait sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi dengan pemberdayaan petani-petani pisang, (7) Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk berperan serta dalam memberdayakan dan berinteraksi dengan masyarakat, (8). Meningkatkan kemampuan manajerial petani dalam pembukuan usaha dan analisis usaha sederhana, (9) Menjalin hubungan kerjasama dengan pihak swasta yang mau bermitra dan mau menampung hasil produksi olahan pisang dan limbahnya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan IbM adalah sosialisasi dan demonstrasi, pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perlunya penerapan teknologi pengolahan pisang dan limbahnya berupa ice cream, kerupuk kulit pisang, keripik bonggol pisang dan selai kulit pisang sehingga dapat menjadi nilai tambah dan solusi permasalahan pemasaran yang selama ini belum dimanfaatkan di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang.  
PEMBERDAYAAN WANITA TANI MELALUI PEMBUATAN KERIPIK BELUT DAUN SINGKONG DI KECAMATAN JUMANTONO KABUPATEN KARANGANYAR Sugiharti Mulya Handayani; mei tri sundari
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i4.2220

Abstract

Ketela pohon/singkong merupakan komoditas yang banyak diusahakan di Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar. Dari data statistik Kabupaten Karanganyar dapat diketahui bahwa Kecamatan Jumantono merupakan penghasil ketela pohon/singkong terbesar dengan jumlah produksi sebesar 25.692 ton pada tahun 2011. Produksi yang melimpah tidak menjamin kesejahteraan petani pembudidayanya. Hal ini disebabkan karena selama ini singkong dipasarkan dalam bentuk segar tanpa pengolahan lebih lanjut. Daun singkong yang masih muda juga dijual dalam satuan ikat sebagai sayuran. Bagi petani penjualan daun singkong dianggap sebagai hasil sampingan sehingga harga yang akan diterima tidak terlalu dipermasalahkan. Seperti halnya karakteristik hasil pertanian pada umumnya, daun singkong mempunyai karakteristik mudah rusak dan tidak tahan lama yang membuat harga yang diterima semakin rendah. Untuk meningkatkan nilai ketela pohon/singkong perlu adanya upaya merubah komoditas ini menjadi produk olahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan tahan lama. Salah satu bentuk olahan dari  usahatani singkong yang sangat mungkin untuk dikembangkan adalah keripik belut daun singkong. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dua kelompok mitra yaitu Wangun Asri 1 dan Wangun Asri 2 yang merupakan kelompok wanita yang sebagian anggotanya adalah wanita tani yang mempunyai banyak waktu luang yang masih sangat mungkin diperdayakan. Kepada mitra diintroduksikan cara pembuatan keripik belut daun singkong, pelatihan manajerial dengan materi  Strategi Pemasaran ( Pangsa Pasar dan Produk), Pengemasan, Merk dan Promosi, Pengelolaan Keuangan (Pembukuan sederhana) serta pelatihan kelembagaan/organisasi. Dengan memproduksi  keripik belut  daun singkong yang memberikan  pendapatan maka secara tidak langsung wanita tani di Kecamatan Jumantono telah berperan dalam  meningkatkan kesejahteraan  keluarga.   Kata kunci : keripik belut daun singkong, pemberdayaan, wanita tani
PENGEMBANGAN PENGGUNAAN AIR REBUSAN TUMBUHAN BROTOWALI DAN PEMBUATAN SEDIAAN SATURASI PENINGKAT SISTEM IMMUN TUBUH PENDUDUK DESA PULAU SEMAMBU OGAN ILIR Mardiyanto Mardiyanto
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i1.21304

Abstract

Wabah penyakit yang menyerang seluruh dunia saat ini telah merubah tatanan kehidupan manusia. Tatanan hidup bersih dan selalu menjaga sistem immun tubuh adalah cara yang paling efektif untuk menghindari wabah penyakit terutama pada penduduk usia diatas 50 tahun dan penduduk yang menderita penyakit penyerta seperti Diabetes Melitus, gangguan ginjal, dan kanker. Sistem immun tubuh adalah benteng pertahan pertama bagi tubuh untuk mencegah kuman penyakit menempel, masuk, dan berkembang-biak. Bahan yang dapat mencegah reaksi oksidasi seperti Vitamin C dan Vitamin D dapat melindungi sistem immun tubuh dan bahan yang dapat menstimulasi sel-sel immun juga sangat penting untuk melawan proliferasi kuman penyakit. Salah satu bahan yang dapat menstimulsi sel-sel immun adalah air rebusan Brotowali dan bahan yang dapat mencegah reaksi oksidasi adalah bahan yang kaya akan Vitamin C seperti Jeruk. Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini air rebusan Brotowali dan perasan Jeruk digunakan untuk membuat sediaan Saturasi untuk menjaga dan meningkatkan sistem immun tubuh. Khalayak yang akan mendapat keterampilan membuat sediaan saturasi dan menerima manfaat dari terjaganya sistem immun tubuh adalah penduduk disekitar kampus Indralaya Universitas Sriwijaya yaitu penduduk desa Pulau Semambu Ogan Ilir.
PEMBUATAN UNIT DESALINASI BERBASIS ENERGI BIOMASSA UNTUK KAWASAN AIR PAYAU Munawar Rusli
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i4.2366

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang 70% wilayahnya merupakan daerah perairan. Negara ini memiliki wilayah pesisir yang tersebar cukup luas di seantero negeri. Permasalahan khas wilayah pesisir umumnya adalah minimnya sumber air tawar, sehingga masyarakat di wilayah tersebut mengalami kesulitan air bersih. Pada wilayah yang tidak terjangkau instalasi air bersih (PDAM), permasalahan akan meningkat menjadi krisis air. Kondisi seperti ini cukup banyak dijumpai di kawasan pantai utara-timur Aceh. Dalam banyak hal, kondisi air payau menimbulkan dampak yang sangat luas terhadap berbagai aspek kehidupan, seperti gangguan kesehatan, penurunan kesuburan tanah, kerusakan bangunan dan lain sebagainya. Kawasan seperti ini tentu saja sangat membutuhkan berbagai inovasi teknologi yang memungkinkan peningkatan akses terhadap air bersih. Salah satu solusi untuk mengatasi krisis air bersih di kawasan air payau adalah penggunaan teknologi desalinasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang masih banyak tersedia, seperti sumber energi biomassa. Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat ini bertujuan memberikan solusi yang ramah lingkungan terhadap krisis air bersih bagi masyarakat di kawasan air payau, melalui pembuatan paket teknologi desalinasi berbasis energi terbarukan (biomassa). Kegiatan dilakukan dalam 4 (empat) tahapan, meliputi: (1) Penyediaan alat pengolah air payau (desalinator) berbasis energi biomassa yang dapat mengolah air payau menjadi air bersih; (2) Perbaikan sumur, berupa pemasangan cincin sumur, sehingga layak digunakan sebagai sumber air rumah tangga, dan mempermudah instalasi sistem pengolahan air payau; (3) Pelatihan transfer ipteks kepada mitra, berupa pelatihan teknik pengoperasian dan maintenance, sehingga mitra mampu mengoperasikan dan merawat paket iptek yang dikembangkan. (4) Evaluasi keberhasilan kegiatan, untuk mengetahui dampak pelaksanaan kegiatan ini terhadap penyelesaian persoalan warga. Dari kegiatan yang telah dilakaukan, suatu sistem pengolahan air payau berbasis biomassa telah berhasil dibangun untuk mitra di kawasan tersebut, yang terdiri dari unit penyedia air baku (sumur air) serta unit desalinasi air payau. Hasil pengujian peralatan menunjukkan bahwa sistem ini dapat memproduksi air bersih antara 5-10 liter/jam, dengan kebutuhan bahan bakar sebesar 1,1 kg biomassa/L produk. Hasil pengujian produk air menunjukkan bahwa performansi desalinator tergolong sangat baik, di mana kualitas air baku telah dapat ditingkatkan, sehingga beberapa parameter seperti salinitas, rasa, TDS, kekeruhan, warna dan bakteriologis telah memenuhi baku mutu air minum sesuai dengan Kepmenkes RI No. 907 Tahun 2002.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN APLIKASI EXCEL DALAM PENILAIAN PESERTA DIDIK BERDASARKAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU-GURU ANGGOTA KKG SD GUGUS 01 KECAMATAN INDERALAYA Sri Indra Maiyanti; Ali - Amran; Bambang - Suprihatin
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i2.10244

Abstract

Telah dilaksanakan Kegiatan pendampingan Guru- Guru anggota KKG (Kelompok Kerja Guru) SD Gugus 01 Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan dalam pemanfaatan aplikasi komputer untuk penilaian / rapor peserta didik berdasarkan kurikulum 2013 (Aplikasi Rapor K13), untuk memudahkan proses penilaian peserta didik sesuai kurikulum 2013 sebagai solusi penyelesaian masalah rumitnya proses penilaian peserta didik secara manual. Kegiatan ini telah diikuti oleh 15 orang Guru-Guru SD Negeri anggota dan bukan anggota KKG SD Gugus 01 Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir yaitu dari SDN 01, SDN 04, SDN 05, SDN 07, SDN 08, SDN 09, SDN 11, SDN 16, dan SDN  25 Indralaya. Diantara 15 orang guru, 86,7% adalah perempuan sisanya laki-laki (13,3%) dengan kisaran umur antara 34 tahun sampai 57 tahun, dengan umur rata-rata 46 tahun. Guru-Guru sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sebelum kegiatan, 13,3 % guru belum pernah mencoba Aplikasi, 13,3% hanya pernah lihat teman, 73,4 % pernah mencoba 1 atau 2 kali tapi belum pernah ada yang menggunakannya sampai tuntas. Setelah kegiatan guru-guru optimis mampu dan sangat mampu (13 orang atau 86,7%)  menggunakan Aplikasi Rapor K13 dalam proses penilai peserta didik dengan aplikasi komputer dan sisanya 13,3% menyatakan cukup mampu menggunakan Aplikasi Rapor k13 dan tidak ada yang merasa tidak mampu. Semua guru merasa kegiatan ini sangat bermanfaat dan selanjutnya akan menggunakan Aplikasi Rapor K13 dalam penilaian peserta didik.
KELOMPOK HOME INDUSTRI PRODUK MAKANAN BERBAHAN LOKAL DI KECAMATAN PANDAK, BANTUL D.I. YOGYAKARTA Maria Mediatrix
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i1.6416

Abstract

Ketahanan pangan yang dikembangkan berdasarkan kekuatan sumberdaya lokal akan menciptakan kemandirian pangan. Keterbatasan pasokan menjadi isu pokok dalam pembangunan ketahanan pangan (food security), kemandirian pangan (food independency) dan kedaulatan pangan (food soverignty). Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan adalah melalui penganekaragaman pangan (diversifikasi). Pengembangan tersebut mencakup aspek proses pengolahan, distribusi hingga konsumsi ditingkat rumah tangga dengan pemberdayaan UKM. Mitra kegiatan PKM ini adalah kelompok industri rumah tangga yang bergerak dalam pembuatan panganan berbahan dasar produk local yaitu IRT Keripik Singkong “Galuh” dan IRT Peyek Kertas “Dhafin”. Permasalahan mitra meliputi aspek permodalan, produksi, pemasaran dan manajemen usaha. Secara umum permasalahan mitra adalah permodalan, permasalahan produksi, fasilitas produksi, jaringan pemasaran serta manajemen usaha. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan kelompok mitra adalah 1) memberikan alih pengetahuan mitra melalui teknik rekayasa proses, formulasi produk, pengemasan dan keamanan makanan; 2) meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi; 3) meningkatkan nilai tambah makanan melalui diversifikasi produk aneka rasa; 4) menyusun strategi pemasaran untuk memperluas jaringan pemasaran dan memberikan alih pengetahuan tentang manajemen usaha; 5) mengadakan dan memberikan pelatihan website penjualan online (e-commerce).
SIMULASI NEGOSIASI BISNIS UNTUK IBU RUMAH TANGGA DI PULAU BELAKANG PADANG DALAM RANGKA PENINGKATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN dwi kartikasari
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v11i1.2450

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Penyuluhan Kesetaraan Gender dalam Ekonomi telah selesai dilaksanakan di Pulau Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Salah satu rangkaian kegiatan adalah pelaksanaan simulasi negosiasi bisnis kepada 26 orang ibu rumah tangga yang mengikuti penyuluhan ini. Kegiatan simulasi negosiasi bisnis bertujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan ibu rumah tangga khususnya dalam ketrampilan negosiasi yang sangat bermanfaat dalam menjalankan usaha sehingga meningkatkan peran seorang ibu dalam ekonomi rumah tangga. Kasus disusun oleh Penulis menggunakan setting acara televisi yang sangat diminati ibu rumah tangga dengan sektor usaha butik. Ibu rumah tangga dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penjual dan pembeli. Simulasi negosiasi dilaksanakan berpasangan dengan pasangan yang dipilih secara acak. Setelah negosiasi selesai dilaksanakan, peserta diberikan kesempatan menjelaskan hasil negosiasi dan pelajaran yang dipetiknya selama bernegosiasi. Pada akhir simulasi, Penulis menjelaskan permasalahan yang ditemui peserta selama simulasi, merumuskan kesimpulan dan mengajukan saran untuk peningkatan ketrampilan negosiasi para peserta. Dari 26 peserta simulasi, ada 4 orang yang tidak memperoleh kesepakatan bisnis, sedangkan 22 peserta lainnya mencapai kesepakatan. Hasil kesepakatan harga dari simulasi negosiasi berdistribusi normal. Sejumlah pelajaran dan hikmah dipetik peserta untuk peningkatan ketrampilan negosiasinya.