cover
Contact Name
Ferly Amri
Contact Email
ferlyamri@unsri.ac.id
Phone
+6285664661664
Journal Mail Official
ferlyamri@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Palembang - Prabumulih KM.32 Kampus Universitas Sriwijaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Sriwijaya
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPSriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 2621525X     EISSN : 26140144     DOI : 10.37061
Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan tulisannya di Jurnal Pengabdian Sriwijaya, maka dilakukan peningkatan terbitan Jurnal Pengabdian Sriwijaya menjadi 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Ruang lingkup jurnal mencakup bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 240 Documents
PEMBINAAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM KESELAMATAN LISTRIK DI KECAMATAN KAYUAGUNG Novrikasari .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6059

Abstract

Era modern ini penggunaan elektronik yang sudah sangat canggih seperti handphone, tab, ipad, play station, televisi dan lainnya sudah tidak asing lagi bagi kita, termasuk anak-anak. Kebanyakan anak-anak sudah mulai mengerti mengoperasikan peralatan tersebut bahkan sudah dapat mencolokkan kabel pengisi daya baterai tersebut tanpa pengetahuan mengenai listrik yang baik. Listrik tentunya bisa membahayakan bagi anak-anak jika tidak dibekali dengan pemahaman yang baik mengenai penggunaan peralatan listrik. Anak-anak memiliki keterbatasan kognitif sehingga tergolong rentan terhadap kecelakaan. Banyak anak yang tidak memahami konsep tentang bahaya dan tidak bahaya dan juga anak-anak seringkali gagal mempersepsikan sesuatu dengan baik (Eiser at al, 1983). Menurut Gillham dan Thomson (1996) dalam Sumargi, dkk (2005) pemahaman anak yang terbatas mengenai bahaya menyebabkan anak kurang dapat mengantisipasi dan mengatasi kondisi bahaya yang muncul. Hal ini bisa berakibat fatal untuk keselamatan dirinya ditambah lagi jika orang dewasa tidak selalu berada di dekat anak-anak sehingga tidak bisa secara optimal menjaga dan mengawasi anak. Diperlukan suatu kegiatan yang bertujuan melakukan pembinaan sikap dan kesadaran anak sekolah di Kecamatan Kayuagung dalam Keselamatan Listrik. Setelah rangkaian kegiatan, pretest, penyuluhan, tanya jawab serta diskusi. Hasil evalusi (postest) yang dilakukan menunjukkan ada peningkatan  informasi mengenai konsep bahaya dan tidak bahaya dalam keamanan listrik kepada siswa sekolah dasar yang dibina serta peningkatan kesadaran tentang keselamatan listrik
PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG MELALUI PENGGUNAAN MIKORIZA DAN PUPUK HAYATI DI DESA BAKUNG KECAMATAN INDRALAYA UTARA KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN Siti Nurul Aidil Fitri
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v2i2.1603

Abstract

Penggunaan pupuk hayati untuk meningkatkan produksi jagung tidak pernah dilakukan di sekitar Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, karena petani di lapangan jarang melakukan pemupukan untuk budidaya tanaman pangan. Petani hanya menggunakan pupuk kandang untuk budidaya tanaman sayuran. Pemanfaatan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternak terutama ternak unggas, banyak tersedia di sekitar lokasi pengabdian tetapi harga nya cukup mahal sehingga petani hanya menggunakan pupuk ini dalam jumlah yang sangat sedikit. Pemberian pupuk hayati untuk tanaman pangan terutama jagung, belum pernah dilakukan. Oleh karena itu pengadaan demplot bagi petani peserta sangat memberikan kontribusi dalam meningkatkan minat petani dalam rangka menggunakan pupuk hayati ini, apalagi aplikasi pupuk hayati dapat menggantikan posisi pupuk kandang yang harganya relatif mahal. Petani sangat antusias dalam kegiatan pengabdian ini, mereka sangat mengharapkan adanya kontinuitas kegiatan penyuluhan sehingga mereka bisa menerapkan ipteks di kawasan petani ini.
INOVASI NUTRASEUTIKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS WARGA PULAU SEMAMBU INDRALAYA Mulyani _Mulyani
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i4.12366

Abstract

Minat konsumen terhadap terhadap hubungan antara makanan dan kesehatan telah meningkatkan permintaan terhadap informasi nutriseutikal.Kearifan lokal merupakan bagian penting yang harus dilestraikan. Banyak niilai- nilai kearifan lokal di Sumatera selatan yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai suatu nutriseutikal salah satu diantaranya adalah ikan gabus. Penelitian telah dilakukan menunjukkan Bahwa Albumin ikan gabus dapat digunakan untuk penanganan Diabetes Melitus khususnya tipe II. Minimnya wawasan masyarakat khususnya warga Pulau Semambu mengenai manfaat ikan gabus sebagai suatu kearifan lokal Sumatera Selatan untuk penanganan diabetis melitus dan pengolahannya menjadi nutraseutika menjadi perhatian pada kegiatan ini.Melalui kegiatan penyuluan dan sosialisai tentang diabetes melitus dan pembuatan tepung ikan gabus untuk Penderita Diabetes Melitus warga Pulau Semambu Inderalaya berjalan dengan baik. Warga mampu menerima dan menyerap informasi yang diberikan oleh Tim pelaksana dengan baik. Warga Pulau Semambu telah terampil dan mampu secara mandiri membuat tepung ikan gabus untuk pemenuhan kebutuhan nutraseutika rumahan.
PETERNAKAN KAMBING ETAWA DI KABUPATEN TANAH DATAR Dwi Yuzaria
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v3i2.2395

Abstract

Most of Community of Kenagarian Barulak, District Tanjung Baru, Tanah Datar livelihood is farming crops, horticulture and animal husbandry Etawa goat. Waste food crops such as rice, maize, cassava and sweet potatoes are materials forages for goats and waste goat manure can be organic fertilizer on their farms, thus increasing the efficiency of production costs both areas, but the potential is not used optimally in accordance with good farming practice model. One group of farmers in this area are farmers group Boncah Saiyo cooperation with SME Top Boncah in the marketing of milk. The main objective of this IbM activity was Income generating or increased revenues of Boncah group farmers through the introduction of knowledge as good breeding management, knowledge of fodder, knowledge of reproduction, post-harvest technology and marketing management. It is also necessary knowledge of the factors of the marketing mix such as a) the diversification of products into pasteurized milk, yoghurt, ice cream, soap and other products, so that products can be accepted by consumers in the broader market, b) the determination of the selling price which is affordable for consumers, c) the expansion of marketing network both locally and outside the region, even outside the province to increase sales volume, d) the introduction of ways of promotion to farmers in order to introduce processed products to the public by opening outlets in several strategic places of interest and print brochures. The results of IbM's activities for coaching, training and mentoring the breeders group effort to increase the population, milk production, post harvest and marketing their product including : 1) improve the entrepreneurship spirit of breeders as an effort to support the development of the group; 2) business group has the ability of business planning, 3) improve the ability of the breeders group in conducting business operations; 4) enhance cooperation networks business.
PEMANFAATAN TANAMAN INDIGOFERA SP DAN ABU PELEPAH SAWIT PADA PEMBUATAN TELUR ASIN FUNGSIONAL ITIK PEGAGAN DI DESA SEJARO SAKTI KECAMATAN INDERALAYA KABUPATEN OGAN ILIR Meisji Liana Sari
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i1.6012

Abstract

Desa Sejaro Sakti merupakan daerah yang potensi untuk budidaya ternak itik,  hal ini memungkinan produk yang dihasilkan dari budidaya tersebut yaitu berupa telur juga bisa meningkat. Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat,  mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Tujuan dari kegiatan pengbdian ini  untuk meningkatkan gizi dan ekonomi masyarakat melalui peningkatan minat konsumsi telur asin rendah sodium. Dalam kegiatan ini metode yang digunakan  adalah sosialiasasi dan penyuluhan, pelatihan  dan demontrasi pembuatan telur asin  dan pembinaan. Penyuluhan ini cukup berhasil,  walaupun  dari jumlah beserta hanya 15 orang akan tetapi jumlah pertanyaan yang muncul selama diskusi cukup banyak.  Pada peserta sangat antusius  dengan penyuluhan  yang dilakukan oleh tim pengabdian. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah telur asin sangat potensial dikembangkan untuk meningkatkan kebutuhan gizi dan ekonomi masyarakat Desa Sejaro Sakti
INTRODUKSI ALAT PENGERING UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN KUALITAS RENGGINANG DI DESA SUKAMULYA KECAMATAN INDRALAYA UTARA KABUPATEN OGAN ILIR Endo Argo Kuncoro
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7538

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Sukamulya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumatra Selatan. Adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat tersebut antara lain :1. Memberikan informasi pengetahuan tentang cara memanfaatkan Ubikayu agar memiliki nilai tambah dengan cara mengolahnya menjadi Rengginang Ubikayu (untuk membedakan dengan Rengginang yang berasal dari Ketan atau Beras).2. memberikan kemampuan tambahan kepada masyarakat cara membuat rengginang sehingga dapat menjadi rintisan untuk industri kecil skala rumah tangga. 3. Menjadikan rengginang sebagai kegiatan yang menambah pendapatan rumah tangga.Kondisi Desa Sukamulya dilingkungi oleh kebun karet milik masyarakat desa tersebut sehingga aktifitas sehari hari sebagaian besar difokuskan pada usaha yang berkaitan dengan kebun tersebut. Mereka menanam ubi kayu (singkong) sebagai tanaman pekarangan, namun hanya dikonsumsi langsung saja, seperti direbus atau digoreng dan tidak ada pengolahan lanjutan. Dengan demikian melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan masyarakat dapat mengolah Ubikayu menjadi Rengginang yang dapat dijual sebagai pendapatan tambahan. Hasil kegiatan ini, mereka menjadi antusias dan sangat tertarikakan pembuatan Rengginang sehingga mereka rela menyediakan waktu di sela-sela kegiatan mengolah tanaman karet untuk membuata Rengginang. Mereka membuat Rengginang baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual.
PENGEMBANGAN KUE UNTUK PENDERITA DIABETES DI IRT IIN’CAKE Budi Untari; MIKSUSANTI MIKSUSANTI
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i4.10312

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membina Industri rumah tangga (IRT) IIn cake untuk memproduksi kue ringan yang cocok untuk penderita diabetes atau dapat mencegah diabetes. IIn cake adalah salah satu IRT yang mensuplai kue ringan (snack) di universitas Sriwijaya. Penyakit diabetes pada tahun terakhir meningkat dengan jumlah yang banyak. Penyakit ini merupakan penyakit yang memiliki komplikasi yang membahayakan. Baik diabetes tipe I maupun diabetes tipe II dapat menyerang pada semua umur. Untuk itu kami membina salah satu penyuplai kue ringan di UNSRI untuk memproduksi kue yang rendah gula dan rendah kalori untuk penderita diabetes dan konsumen yang menghindari diabetes. Kue yang dikembangkan diberi nama snack bar dibets dan snack chip dibets. Kedua jenis kue ini tidak memakai gula pasir, tetapi hanya brown sugar yang memilki indeks glikemik rendah. Tiap 100 gram snack bar dibets memiliki nilai gula 43,13±1,32; nilai  lemak 0,68± 1,32; nilai karbohidrat 45,25±1,27; serat 1,74±0,28. Kue khusus untuk penderita diabetes snack chip memiliki nilai gula 62,56±1,54; nilai lemak 0,58±0,65; nilai karbohidrat 60,42±1,53; nilai serat  1,73±0,18. Tim pengabdian juga membuatkan web site untuk penjualan dan sosialisasi kue snack bar dibets dan snack chips dibets.
PEMBUATAN BATU BATA MERAH DESA PANORAMA DAN DESA DUSUN BESAR Mekar Ria Pangaribuan
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v2i2.1696

Abstract

Bata merah dalam proses pembuatanya bukan hanya kegiatan mencetak tanah, mengeringkan dan membakarnya, tetapi diperlukan campuran dan mesin cetak bata supaya tercipta bata dengan kualitas yang sesuai dengan yang diinginkan. Kegiatan IbM ini melibatkan dua mitra (Bapak Muhtadi dan Zamsari) dengan lokasi pembuatan batu bata di Desa Betungan, adalah satu komplek pembuatan sentra batu bata konvensional (tradisonal). Luaran kegiatan ini diharapkan luaran berupa:  1) Mendapatkan produksi bata dengan menggunakan mesin cetak bata, 2) Mendapatkan batu bata merah yang berkualitas baik. Adapun metode pendekatan yang dilakukan adalah: 1) Model pendampingan masyarakat, 2) Model perencanaan dan perancangan pembuatan produksi batu bata melalui Tahap pengadukan dan pencetakan, Tahap penjemuran, teknik penjemuran yang benar, Tahap pembakaran, Tahap Pengumpulan batu bata, dan tahap pemasaran. 3) Model Tindak Lanjut. Hasil kegiatan adalah: 1) mitra dapat menghasilkan produksi bata merah lobang dengan mesin cetak dengan ukuran bata (80 x 80 x 160) mm, Bata lobang yang dihasilkan mitra memiliki karateristik cukup baik melalui uji sedehana: berat jenis kering: 1.534 kg/m3, berat jenis normal: 1.801 kg/m3, daya serap: 17,38 %, jumlah luasan per 1 m2 : 56 buah/m2, warna : kemerahan, 2) Mitra yang sebelumnya membuat bata konvensional (manual) dimana dalam sehari dengan 2 (dua) orang pekerja mendapat upah 36.000 untuk 300 buah bata, tetapi melalui IbM meningkat produksi 1.500 buah bata/harinya, dengan upah 180.00/perhari,  sehingga dengan demikian tingkat kesejahteraan pekerja bisa meningkat dan jumlah bata mitra yang dihasilkan pun semakin meningkat, serta waktu bekerja lebih sedikit, produktifitas mitra menjadi lebih meningkat, 3) Akan tetapi karena keterbatasan modal mitra, proses pembuatan bata menjadi sedikit terlambat. Dikarenakan setelah proses pembakaran, mitra menunggu lakunya bata, uang tersebut dijadikan modal untuk melakukan kegiatan pencetakan berikutnya, padahal kalau mitra memiliki modal lebih, mitra dapat terus melakukan kegiatan pencetakan, pembakaran dan pemasaran yang berkelanjutan. Karenanya sangat disarankan agar mitra mengadakan kerjasama dengan pihak lain sebagai penyandang dana misal Bank, Koperasi, sehingga usaha bata merah lobang dengan mesin cetak bata ini dapat berjalan lebih maju dan berkembang.
PEMBUATAN PARFUM DAN LOTION ANTINYAMUK DARI RUMPUT AKAR WANGI (Chrysopogon zizanioides) Elfita -
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v5i2.5671

Abstract

Penyakit chikunggunya, demam berdarah, dan malaria sering mewabah di seluruh wilayah Ogan Ilir, termasuk desa yang berada di RT 03 Lokasi II Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara. Penggunaan antinyamuk pada permukaan kulit untuk menghindari gigitan nyamuk lebih efektif untuk masyarakat, baik yang berada di dalam rumah, apalagi bagi masyarakat yang sering berada di luar rumah. Namun karena harganya yang relatif mahal maka belum terjangkau oleh semua lapisan masyarakat di desa ini yang memiliki taraf perekonomian yang rendah. Juga penggunaan antinyamuk sintetik ini untuk kurun waktu yang lama akan menimbulkan efek samping terhadap kulit. Rumput akar wangi banyak terdapat di sekitar desa ini. Kandungan kimianya berupa minyak atsiri telah banyak digunakan bangsa Indonesia jauh sebelum diperkenalkannya antinyamuk sintetik (repellent) untuk menghindari gigitan nyamuk. Juga berdasarkan penelusuran literatur, banyak sekali penelitian-penelitian yang mengungkapkan tentang kemampuan kandungan kimia rumput akar wangi ini dalam membasmi serangga. Dari pengamatan di lapangan terlihat bahwa antinyamuk yang telah dibuat ternyata cukup ampuh untuk mengusir gigitan serangga. Hal ini dibuktikan oleh masyarakat yang telah mengoleskan antinyamuk alami ini ke bagian tubuh mereka, memang tidak digigit oleh nyamuk yang banyak disekitar kegiatan kami tersebut. Namun dari hasil tanya jawab ternyata dari bentuk-bentuk antinyamuk yang dibuat, yang paling digemari oleh masyarakat kelompok ibu-ibu adalah bentuk parfum. Hal ini disebabkan karena penggunaannya yang praktis dan lebih wangi. Sedangkan dari kalangan remaja putri, mereka lebih menyukai antinyamuk dalam bentuk lotion yang diekstrak dengan minyak zaitun. Selain warnanya menarik kehijauan, juga karena antinyamuk ini juga dapat menghaluskan dan melembutkan kulit tanpa efek samping. Kulit yang halus dan lembut tentu menjadi idaman bagi para remaja putri. Lotion yang diekstrak dengan parafin cair paling sedikit digemari oleh para peserta. Hal ini mungkin disebabkan karena warnanya yang pucat dan kurang wangi.
PENYULUHAN PENINGKATAN KAPASITAS UNSUR PIMPINAN DESA DALAM PENGELOLAAN PEMERINTAHAN DESA DI DESA LOROK KABUPATEN OGAN ILIR Sylvie Agustina
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i3.7014

Abstract

Dalam suatu organisasi urgensi atas kemampuan serta kapasitas dari seorang pemimpin sangtlah dibutuhkan dalam usaha menjalankan serta mempertahankan organisasi agar organisasi tersebut tetap berjalan serta menjalankan fungsi sebagai mana mestinya sehingga wajar saja seorang pemimpin dalam hal ini harus terus meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang pemimpin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan ini merupakan jawaban atas permasalahan kapasitas dari seorang pemimpin dalam mengelolah organisasi yang dipimpinnya yang sering kali ditemui masih lemahnya kapasitas dari seorang pemimpin yang pada akhirnya akan mengakibatkan kurang tertatanya organisasi tersebut dan pada akhirnya menyebabkan tidak berjalanya fungsi dari setiap bagian dari suatu organisasi. Kegiatan ini secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan demi meningkatkan kapasitas dari unsur pemimpin dalam mengelola pemerintahn desa, dan untuk materi dalam kegiatan penyuluhan ini sendiri adalah materi yang diolah oleh tim dengan berpedoman pada model dari teori-teori kepemimpinan. Kegiatan ini dilaksanakan di desa lorok, kecamatan indralaya utara. Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan lancar mulai dari tahap persiapan dan perencanaan, tahap pelaksanaan, hingga pada tahap penulisan laporan berjalan denga lancar tanpa kendala yang berarti. Antusiasme dari para peserta penyuluhan yang terdiri dari para jajaran pemerintah desa serta masyarakat desa memperlihatkan bahwa kegiatan penyuluhan ini direspon dengan baik oleh para peserta. Respon positif yang diperlihatakan oleh para peserta ini mengindikasikan bahwa kegiatan ini membawa dampak yang bersifat positif bagi masyarakat desa lorok terutama dalam meningkatakan pemahaman dari jajaran pemerintah desa agar terciptanya tata kerja pemerintahan desa yang optimal.

Page 8 of 24 | Total Record : 240