cover
Contact Name
Ferly Amri
Contact Email
ferlyamri@unsri.ac.id
Phone
+6285664661664
Journal Mail Official
ferlyamri@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Palembang - Prabumulih KM.32 Kampus Universitas Sriwijaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Sriwijaya
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPSriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 2621525X     EISSN : 26140144     DOI : 10.37061
Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan tulisannya di Jurnal Pengabdian Sriwijaya, maka dilakukan peningkatan terbitan Jurnal Pengabdian Sriwijaya menjadi 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Ruang lingkup jurnal mencakup bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 240 Documents
APLIKASI STRATEGI INTERVENSI SIMULATION GAME DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK Putri Widita Muharyani
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i2.9771

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat tergantung pada asupan nutrisinya. Jika tidak terpenuhi maka anak beresiko mengalami masalah gizi, salah satunya adalah stunting. Stunting merupakan kondisi dimana tubuh balita tumbuh pendek sebagai akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada tidak optimalnya perkembangan otak. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi anak sesuai usia merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan pengetahuan keluarga adalah dengan melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim mengadakan pendidikan kesehatan dengan metode yang lebih interaktif, diantaranya adalah simulation game. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat diketahui terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu mengenai stunting (pengertian, bahaya, cara pencegahan dan penanganan) serta pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak. Ibu juga mampu mengatur posisi dan pelekatan saat menyusui bayinya. Selain itu, tenaga kesehatan telah tersosialisasi mengenai metode simulation game sehingga diharapkan metode ini dapat diakomodir menjadi strategi dalam melakukan pendidikan kesehatan bagi masyarakat.
TRAINING PEMBUATAN SELAI DAN ES KRIM LABU KUNING SEBAGAI MAKANAN UNTUK KESEHATAN Miksusanti Miksusanti
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v1i2.1551

Abstract

Sebagai bahan pangan, labu kuning kaya akan vitamin A dan C, mineral, serta karbon hidrat. Buah ini mengadung zat yang berguna bagi kesehatan antara lain zat karotenoid yang berbentuk betakaroten. Komponen dalam labu kuning berfungsi melindung mata dari katarak juga serangan kangker, jantung, diabetes, ginjal, desentri, deman, serta mengandung penawar racun dan cacing pita. Berdasarkan kualitas ini, labu kuning sangat baik untuk dikembangkan sebagai makanan kesehatan. Pengabdian masyarakat tentang pengolahan labu kuning menjadi makanan kesehatan telah dilakukan di desa Karya Jaya pada bulan November 2013. Dalam kegiatan ini tim pengabdian mentraining warga desa dalam membuat selai labu kuning dan es krim labu kuning. Kegiatan pengabdian mendapat respon baik dari masyarakat desa Karya Jaya.
UPAYA MENURUNKAN KASUS SKABIES MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SABUN SULFUR Gita Dewi Prasasty
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v8i2.12429

Abstract

Skabies merupakan penyakit yang sering ditemui pada negara berkembang, dengan kondisi ekonomi penduduk miskin, tempat tinggal yang padat, serta hieginitas yang buruk. Penyakit skabies merupakan salah satu penyakit yang terabaikan menurut WHO. Santri yang terinfestasi skabies akan memiliki kesulitan menerima pelajaran di sekolah. Skabies secara umum menyebabkan gangguan kesehatan dan produktivitas secara signifikan. Komplikasi yang dapat timbul paling sering adalah akibat infeksi bakteri dapat berlanjut ke sirkulasi sistemik dan menyebabkan penyakit ginjal seperti glomerulonefritis, penyakit jantung seperti demam rematik bahkan penyakit jantung rematik dan menyebabkan mortilitas lebih buruk dan mortalitas dibanding penyakit skabies biasa, serta biaya kesehatan lebih besar. Tujuan:  Mendampingi santri dalam menanggulangi infestasi S. scabiei melalui peningkatan pengetahuan tentang skabies baik dari aspek mengenal parasit tungau, siklus hidup, gejala yang mungkin timbul, kemungkinan terapi yang dapat diberikan, serta pencegahan yang dapat dilakukan.Metode: Kegiatan terbagi menjadi dua bagian, yaitu pemeriksaan dan pengobatan, serta penyuluhan dan pelatihan. Pemeriksaan dan pengobatan dilakukan oleh dokter. Penyuluhan dilakukan melalui pemaparan materi dan diskusi mengenai skabies. Pelatihan dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil dengan panduan video serta pendampingan melalui penjelasan dan pemeragaan pembuatan sabun sulfur, yang selanjutnya dipraktikkan masing-masing peserta.Hasil: Sebanyak 108 santriwati Ponpes Al Ittifaqiah Inderalaya tampak antusias mengikuti acara ini. Sebagian besar kader memiliki pengetahuan yang baik tentang skabies setelah mendapat penyuluhan. 
PEMBUATAN WEBBLOG UNTUK MENINGKATKAN POTENSI DESA MODONG KECAMATAN TANAH ABANG, KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR (PALI) Ali Ibrahim
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v5i1.5495

Abstract

WebBlog merupakan web gratis yang dapat dimanfaatkan setiap orang. Dengan weblog setiap orang dapat mempromosikan diri, desa, bisnis dan pengalaman, sehingga dapat berbagi dengan orang lain. Desa modong merupakan desa yang sangat produktif untuk dipromosikan ke dunia luar. Dengan weblog desa modong dapat mempromosikan potensi yang ada di desa, sehingga dengan adanya weblog perangkat desa dapat mempromosikan apa yang ada di desa.
PENYULUHAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DESA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DI DESA LOROK KECAMATAN INDRALAYA UTARA KABUPATEN OGAN ILIR Gatot Budiarto
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6133

Abstract

Era reformasi saat ini membentuk substansi pembangunan desa yang tendensi diserahkan kepada desa dengan pemerintah dan pemerintah daerah mengambil posisi dan peran sebagai fasilitator, memberi bantuan dana, pembinaan dan pengawasan. Pada tipe ini pemerintah desa adalah jantung penggerak pembangunan desa dengan menjadi konseptor utama untuk menentukan arah pembangunan desa. Di dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa prioritas, program, kegiatan, dan kebutuhan Pembangunan Desa dirumuskan berdasarkan penilaian terhadap kebutuhan masyarakat Desa. Pada poin inilah kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan karena masih banyak perangkat desa yang tidak mengetahui apa itu prioritas pembangunan desa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarkan di Desa lorok Kabupaten Ogan Ilir dengan topik Penyuluhan Prioritas Pembangunan Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar dan tidak menemui kendala. Pihak pemerintah desa merespon dengan sangat positif kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lorok. Perangkat desa dan jajaran pemerintah desa yang merupakan target sasaran utama kegiatan penyuluhan ini juga berpartisipasi dengan maksimal pada pelaksanaan kegiatan. Peserta kegiatan memiliki antusiasme yang tinggi pada kegiatan ini dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada tim pelaksana mengenai prioritas pembangunan desa. Secara keseluruhan kegiatan Penyuluhan Prioritas Pembangunan Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa ini telah terselenggara dengan baik.
PENDAMPINGAN DETEKSI MANDIRI PENYAKIT DIABETES MELITUS MELALUI TRACKING FAKTOR RISIKO DAN PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU Susilawati .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i2.9741

Abstract

     Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis tidak menular, dengan karakteristik hiperglikemi yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan. Kadar gula darah merupakan kadar glukosa dalam darah dengan nilai >126 mg/dl dalam keadaan puasa dinyatakan kadar gula darah tinggi/kencing manis yang juga sering disebut Diabetes Melitus (Corwin, 1997). Kadar gula darah yang tinggi dan berlangsung lama dapat menimbulkan komplikasi yaitu kelainan mikrovaskuler seperti retinopati, nefropati, jantung koroner dan kelainan makrovaskuler seperti stroke, jantung sistemik dan gangren. Komplikasi diabetes dapat mengenai berbagai organ tubuh dan jaringan diantaranya adalah kerusakan ginjal yang ditandai dengan adanya albumin urin karena penurunan filtrasi glomerulus ginjal dan gangguan respon imunitas. Kondisi kadar gula darah melebihi normal memicu terjadinya peningkatan radikal bebas pada berbagai sel tubuh termasuk jumlah sel neutrofil (Tjokoprawiro, 2006).     Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa penyuluhan tentang, faktor risiko penyakit diabetes melitus,  tanda dan gejala penyakit diabetes melitus serta pengaturan intake makanan yang mengandung gula bagi setiap masyarakat yang memiliki risiko untuk terjadinya Penyakit diabetes melitus dan bagi masyarakat yang menderita diabetes melitus. Selain itu juga dilakukan penyuluhan tentang penggunaan alat “glukosa-test” untuk memeriksa kadar gula darah sewaktu kepada masyarakat Kelurahan Aryo Kemuning, Siring Agung, pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dan konsultasi sekitar penyakit diabetes melitus. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Sriwijaya.     Dari kegiatan yang dilakukan terlihat warga masyarakat yang hadir sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Hal ini dapat diketahui dengan banyaknya pertanyaan yang muncul setelah penyuluhan diberikan. Pertanyaan tidak hanya terbatas pada penyakit diabetes  tapi tentang masalah kesehatan yang lain. Peserta yang hadir juga melakukan konsultasi serta diperiksa kadar gula darah sewaktu. Perlu dilakukan kegiatan pengabdian yang berkesinambungan dengan topik-topik penyakit yang berbeda juga pengabdian berupa pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat sehingga selain mendapatkan pengetahuan yang baru juga dapat menikmati langsung pelayanan kesehatan
INTRODUKSI BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK MENGGUNAKAN PIPA PARALON DI DESA TANJUNG SETEKO KECAMATAN INDRALAYA UTARA KABUPATEN OGAN ILIR Selly Oktarina
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v1i1.1542

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuat pipa paralon sebagai media sayuran organic, mengajarkan dan mempraktekkan teknologi budidaya tanaman sayuran organik dengan media paralon.  Kegiatan ini dilakukan di Desa Tanjung Seteko Kabupaten Ogan Ilir. Penanaman sayuran organik di lahan sempit juga masih memungkinkan, salah satu caranya dengan media paralon. Media paralon dianggap cukup efektif untuk penanaman sayuran organik karena dapat memperindah pekarangan. Media paralon ini dapat dibuat secara vertikal dan horizontal. Selain itu bisa juga digantung dan diletakkan sesuai keindahan. Adapun cara pembuatan media paralon terdiri dari: 1) Pipa yang panjang dipotong menjadi 3 bagian, 2) lalu tandai dengan spidol tarik garis sepanjang 2 cm, 3) Lalu panaskan bagian yang akan dibuat lubang pada paralon, 4) Kemudian tekan bagian tersebut agak lama, 5) Buat lubang pada tutup (dop) agar air bisa keluar, 6) Siapkan media tanam, 7) baru paralon bisa digunakan.
HUBUNGAN SLEEP HYGIENE TERHADAP KUALITAS TIDUR PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 THE CORRELATION BETWEEN SLEEP HYGIENE AND SLEEP QUALITY ON PEOPLE WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS 1 Fuji Rahmawati
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v8i1.12412

Abstract

Gejala sekunder yang biasa dirasakan oleh penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 adalah gangguan tidur. Sleep hygiene merupakan suatu latihan atau kebiasaan yang dapat mempengaruhi tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Sleep Hygiene terhadap kualitas tidur penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Indralaya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional melalui pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 29 responden dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Alat ukur menggunakan kuesioner sleep hygiene index (SHI) untuk mengukur skor sleep hygiene dan kuesioner Pittsburgh sleep quality index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian didapatkan skor rata-rata sleep hygiene adalah 15,79 dan skor rata-rata kualitas tidur adalah 9,31. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur penderita DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Indralaya (p value = 0,017). Diharapkan pada perawat komunitas yang ada di Puskesmas Indralaya yang salah satu perannya sebagai edukator, memasukkan teknik sleep hygiene dalam pendidikan kesehatan yang harus diberikan pada penderita DM tipe 2.
PELATIHAN PEMBUATAN SOAL LATIHAN UJIAN NASIONAL BERBASIS COMPUTER-BASED TEST UNTUK GURU TINGKAT SMP/MTs SEKABUPATEN OGAN ILIR Fathoni Fathoni
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v4i1.5479

Abstract

Sistem pembuatan soal ujian nasional yang terjadi sekarang ini dapat dikatakan tidak efektif dan efesien lagi, sebab seiring dengan perkembangan teknologi, pembuatan soal ujian nasional harus dibuat dengan cepat, efektif dan efisien, namun pola pembuatan soal ujian nasional di sekolah-sekolah di kabupaten Ogan Ilir masih tidak efekti dan efisien. Hal tersebut menyebabkan proses pembuatan soal ujian nasional menjadi kurang rumit dan menyusahka bagi guru, sehingga hasil akhir yang diperoleh dari proses pembuatan soal ujian nasiona tersebut menjadi kurang optimal. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemanfaatan teknologi informasi dilingkungan sekolah dapat diwujud kan dalam suatu proses pembuatan soal ujian nasional berbasis Computer-Based Test dan cara pembuatan soal ujian nasional ini dapat digunakan oleh semua guru dengan menggunakan aplikasi articulate quizmaker.Untuk membantu mempersiapkan guru-guru dalam kelompok MGMP IPS SMP Kabupaten Ogan Ilir dalam mengenal dan mempelajari aplikasi articulate quizmaker maka diselenggarakan penyuluhan dan peragaan menginstal dan mengoperasionalkan aplikasi articulate quizmaker . Pelatihan tersebut berlangsung pada tanggal 26 oktober 2016  bertempat di SMP Negeri 1 Inderalaya Utara dan diikuti oleh 26 orang peserta yang berasal dari 15 Sekolah Menengah Pertama sekabupaten Ogan Ilir.Materi pelatihan aplikasi articulate quizmaker ini meliputi :  Pengenalan dan Instalasi aplikasi articulate quizmaker, Proses pembuatan soal ujian dengan aplikasi articulate quizmaker, Proses memberikan respon pada soal yang telah dijawab di aplikasi articulate quizmaker, Proses test soal ujian yang telah di buat di aplikasiarticulate quizmaker dan Proses publish ke dalam bentuk cd melalui aplikasi articulate quizmaker.
PELATIHAN CARA DETEKSI DIABETES DAN PEMBUATAN OBAT DIABETES DARI BERBAGAI MACAM TANAMAN DI DUSUN V DESA TANJUNG SETEKO Salni .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i1.6020

Abstract

Diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal. Penyakit ini memiliki dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, sedangkan banyak penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap diabetes selama bertahun-tahun karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di RT 14 desa Tanjung Seteko kecamatan Indralaya kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan diikuti oleh penderita diabetes, dan masyarakat RT 14 sebanyak ± 25 orang. Tim pengabdian masyarakat berasal dari staf pengajar Fakultas MIPA Jurusan Kimia dibantu dua orang tenaga medis dan dua orang mahasiswa. Kegiatan pertama berupa penyuluhan tentang penyakit diabetes, pencegahan, dan gejalanya. Selain itu juga dilakukan tes kadar gula pada peserta. Hasil tes kadar gula dalam adarah menunjukkan bahwa masyarakat yang memiliki kadar gula rendah (<90 mg/dL) sebanyak 22,2 %, normal (90-140 mg/dL) sebanyak 59,2 %, resiko diabetes (140-200 mg/dL) sebanyak 7,5 % dan diabetes (>200 mg/dL) sebanyak 11,1 %. Penderita diabetes tidak hanya usia lanjut tetapi juga usia relatif muda (<40 tahun). Hal ini dapat terjadi karena faktor keturunan atau pola makan yang tidak tepat. Kegiatan selanjutnya berupa penyuluhan pengobatan penyakit diabetes menggunakan obat tradisional (tanaman obat). Beberapa tanaman yang ada di sekitar wilayah tersebut dapat digunakan untuk pengobatan penyakit diabetes seperti daun yakon, daun brotowali, biji alpukat, buah mengkudu, daun tapak dara dan lain-lain. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini, banyak pertanyaan yang disampaikan pada tim pengabdian. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit diabetes, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga pola makan, melakukan pemeriksaan kadar gula dalam adarah terutama yang mempunyai resiko diabetes dalam keluarga serta meningkatkan pengetahuan masyarakat cara pengobatan penyakit diabetes menggunakan tumbuhan obat.

Page 9 of 24 | Total Record : 240