cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
GANGGUAN WAHAM MENETAP PADA PASIEN DENGAN RIWAYAT PENYALAHGUNAAN GANJA: SEBUAH LAPORAN KASUS I Made Dwi Ariawan; Nyoman Ratep; Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.58 KB)

Abstract

Gangguan waham menetap merupakan suatu gangguan psikiatri yang ditandai dengan adanyawaham yang berlangsung lama sebagai satu-satunya gejala yang mencolok.Gangguan inipaling banyak ditemukan pada kelompok umur 40 tahun dengan angka prevalensi tercatat 2430kasus per 100.000 penduduk.Sebagaimana gangguan psikotik lainnya, gangguan wahammenetap dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas ataupun didahului dengan gangguan organikatau riwayat penyalahgunaan zat sebelumnya.Pada laporan kasus ini dipaparkan mengenairiwayat dari seorang laki-laki 27 tahun penderita gangguan waham menetap yang telahmenjalani perawatan. Pemeriksaan psikiatri pasien ini hanya menunjukkan mood/afek curiga,labil/inadekuat serta pada proses pikir didapatkan isi pikir waham curiga. Pasien denganriwayat penggunaan ganja beberapa tahun sebelumnya dan diakui sudah tidak menggunakanlagi.Walaupun tidak mempengaruhi penatalaksanaan bagi pasien, hubungan antara riwayatpenyalahgunaan zat dengan kejadian gangguan psikiatrik masih perlu lebih banyak dikajiuntuk melengkapi berbagai penelitian sebelumnya.
THERAPY OF GRAVES’ DISEASE WITH SODIUM IODIDE-131 I Wayan Hartadi Noor; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.179 KB)

Abstract

Graves’ disease is the most common form of thyrotoxicosis, with a peak incidence in the 20-40 year of age group. Females are involved about five times more commonly than male. The easiest sign to recognize patients with Graves’ disease is the present of Graves’ ophthalmopathy. The diagnosis of Graves’ disease may sometimes base only on a physical examination and a medical history. Diffuse thyroid enlargement and sign of thyrotoxicosis, mainly ophthalmopathy and to lesser extent dermopathy, usually adequate for diagnosis. TSH test combined with FT4 test is usually the first laboratory test performs in these patients. The patients suffered Graves’ disease can be treated with antithyroid drug therapy or undergo subtotal Thyroidectomy. Another therapy is by using sodium iodide-131, where this therapy has advantages including easy administration, effectiveness, low expense, and absence of pain.
GAMBARAN STATUS ANEMIA BERDASARKAN ASUPAN NUTRISI SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARANGKAN II I Gusti Ayu Dwi Aryani
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.83 KB)

Abstract

Anemia masih merupakan masalah kesehatan di dunia. Insiden anemia defisiensi besi di Indonesia mencapai angka 40,5% pada balita dan 47,2% pada anak usia sekolah. Penyebab utama untuk kejadian anemia defisiensi besi yang tinggi pada anak-anak yang berumur kurang dari 12 tahun adalah kekurangan asupan besi dalam makanan harian. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat survei deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah sekolah siswa kelas I SD yang berada di wilayah kerja Puskesmas Banjarangkan II dengan besar sampel adalah 56. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Data sekunder pada survey sebelumnya menunjukkan bahwa 29 siswa terkena anemia dan 27 siswa tidak terkena anemia. Dalam kelompok siswa yang terkena anemia, jenis kelamin laki-laki (55,2%), mempunyai status asupan nutrisi kategori kurang (66,7%). Kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Banjarangkan II memiliki kecenderungan lebih banyak pada masyarakat yang memiliki asupan nutrisi kurang.  
KESIAPAN PUSKESMAS 1 NEGARA DALAM MENANGGULANGI PENINGKATAN KEJADIAN KASUS HIV/AIDS DI KABUPATEN JEMBRANA BALI 2014 I Made Angga Prastiya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.49 KB)

Abstract

MEASURING THE PREPAREDNESS OF PUSKESMAS 1 NEGARA IN OVERCOMING THE INCREASE OF HIV/AIDS CASE IN JEMBRANA REGENCY BALI 2014 Background: Bali was ranked fifth among all provinces in Indonesia for the highest number of HIV infection and AIDS. HIV care service is available in “puskesmas” as a primary healthcare unit. There was a significant increase of HIV/AIDS cases within the working area of Puskesmas 1 Negara since the implementation of VCT service in 2013. Objective: To identify the preparedness of Puskesmas 1 Negara regarding the increase HIV/AIDS cases which began to arise since the implementation of VCT service in Puskesmas 1 Negara. Methods: This study is a descriptive qualitative study which was conducted on March 2014. Sample was collected by a non random method, which was purposive sampling. The sample in this study was chosen from parties involved in the HIV/AIDS countermeasure program in the working area of Puskesmas 1 Negara. The data was collected from interview with respondent. Thereafter will be coded, and thematic analysis was performed. Result: Based on the interview from six informant, some factors had been noted to support the preparedness of Puskesmas 1 Negara such as (1)infrastructure, (2)human resource, and (3)financial. On the other hand there were also factors that deter the preparedness of puskesmas 1 Negara such as (1)infrastructure, (2)human resource, and (3)socialization of VCT services. Conclusion: The preparedness of Puskesmas 1 Negara in providing VCT services is sufficient which is supported by adequate overall human resource and infrastructure in term of quality and quantity, however the absence of exclusive counseling room, lack of laboratorium and pharmacy personel, and minimal socialization of VCT services remain being obstacles in the implementation of VCT services. These matter had been handled by utilizing other alternative at hand.    
KARAKTERISTIK DAN PROPORSI PERCOBAAN BUNUH DIRI PADA SIKLUS MENSTRUASI Putu Kurnia Darma Pratama
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.699 KB)

Abstract

Percobaan bunuh diri didapatkan lebih tinggi dua sampai tiga kali pada wanita dibandingkan dengan laki-laki. Terdapat dugaan bahwa siklus menstruasi memiliki hubungan dengan percobaan bunuh diri pada wanita. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proporsi wanita yang melakukan percobaan bunuh diri pada fase folikular, fase pertengahan atau midcycle, dan fase luteal pada siklus menstruasi, serta untuk mengetahui karakteristik pasien percobaan bunuh diri wanita berdasarkan usia, tingkat pendidikan terakhir, status pernikahan, dan pekerjaan. Penelitian dilakukan dengan rancangan penelitian cross-sectional descriptive. Subjek penelitian adalah wanita usia 11 sampai 50 tahun yang melakukan percobaan bunuh diri yang datang ke Bagian/SMF Psikiatri RSUP Sanglah serta memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan 41 subjek penelitian yang didapatkan, percobaan bunuh diri pada fase folikular didapatkan sebanyak 29,2%, fase midcyle sebanyak 9,8%, dan fase luteal sebanyak 61%. Penelitian berdasarkan karakteristik mendapatkan hasil yaitu pasien percobaan bunuh diri wanita paling banyak berusia 21-30 tahun, dengan pendidikan terakhir SMA, sudah menikah, dan bekerja. Dari hasil penelitian ini, percobaan bunuh diri pada wanita paling banyak terjadi pada fase luteal siklus menstruasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut yang kemudian akan bermanfaat dalam melakukan pencegahan dan pengawasan pada wanita yang memiliki risiko untuk melakukan percobaan bunuh diri.
PREVALENSI GEJALA DEPRESI PADA IBU-IBU PKK YANG SUDAH MENOPAUSE DI DESA PEGUYANGAN KAJA DENPASAR TAHUN 2016 Made Paramartha Kesuma; I Dewa Ayu Inten Primayanti; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.881 KB)

Abstract

Menopause merupakan proses fisiologi pada wanita yang ditandai dengan berakhirnya periode menstruasi. Pada wanita menopause didapatkan kejadian untuk mengalami gejala depresi semakin meningkat, sedangkan data mengenai prevalensi gejala depresi pada wanita menopause masih terbatas. Tujuan studi ini untuk mengetahui prevalensi gejala depresi pada wanita menopause. Desain penelitian ini adalah deskriptif cross-sectional menggunakan kuisioner.Penelitian ini menggunakan metode non random konsekutif. Sampelnya adalah ibu-ibu PKK yang sudah menopause di Peguyangan Kaja tahun 2016 dan memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh  dari kuisioner antara lain karakteristik sosiodemografi meliputi usia, status perkawinan, pekerjaan, pendidikan, paritas, riwayat pemakaian kontrasepsi dan rerata usia menopause, pengetahuan tentang menopause dan interpretasi gejala depresi.Pada penelitian ini terdapat 100 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 100 orang sampel didapat rerata usia yaitu 56,73 (±5,581), Status Perkawinan paling banyak adalah kawin dengan jumlah 87 orang (87%), Jenis pekerjaan paling banyak 46 orang (46%) ibu rumah tangga, 81 orang (81%) memiliki paritas multipara, dan 46 orang (46%) tidak memiliki riwayat pemakaian kontrasepsi. Pada pengetahuan tentang menopause didapatkan 74 orang (74%) tidak mengetahui apa definisi dari menopause. Prevalensi gejala depresi pada wanita menopause adalah 29 orang (29%).Dari hasil penelitian didaptkan kesimpulan bahwa prevalensi gejala depresi pada wanita menopause di desa Peguyangan Kaja Denpasar tergolong cukup tinggi yaitu 29%, diharapkan petugas kesehatan atau puskesmas lebih memberikan edukasi mengenai dampak-dampak yang terjadi saat terjadi menopause, sehingga mengurangi angka kejadian depresi.
HUBUNGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA SISWA USIA 9-12 TAHUN DI SD NEGERI 4 SUMERTA TAHUN 2014 Ni Made Indah Pratiwi; I Made Muliarta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.833 KB)

Abstract

Nowadays more people enjoyed variety of sports to develop physical fitness. In children, physical fitness is often forgotten whereas physical fitness is very useful to support the physical work capacity. The rapid technological developments lead sedentary lifestyles and causes obesity in children has increased. The importance of physical fitness in children and the trend of increasing prevalence of obesity in Indonesia need to research on the correlation between level of physical fitness and obesity as measured by BMI. This study aimed to know the correlation between the level of physical fitness and body mass index of students aged 9-12 years in SD 4 Sumerta. Physical fitness level of the sample was measured by the Harvard Step Test. The body mass index measured directly by researchers using scales and microtoise. The total sample were 50, consisting of 23 boys and 27 girls. It obtained 14% underweight, and 44% normal at a very good level of physical fitness. Among 14 people with a good level of physical fitness, 4% of them underweight, 16% normal, 6% overweight, and 2% obese. 5 samples with sufficient levels of physical fitness, 4% overweight and 6% obese. 2% samples with a moderate level of physical fitness obese and 2% with the less physical fitness level have obese. It can be concluded that there is a correlation between the physical fitness level with body mass index in students age 9-12 years in SD Negeri 4 Sumerta.Keywords: Physical Fitness, Body Mass Index, Harvard Step Test
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT NYERI BERDASARKAN NUMERICAL RATING SCALE DENGAN DERAJAT OSTEOARTRITIS SECARA RADIOLOGI MENURUT KELLGREN-LAWRENCE GRADING SYSTEM PADA PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DI RUMAH SAKIT SANGLAH Pradnya Tika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.312 KB)

Abstract

Osteoartritis merupakan salah satu penyakit sendi yang paling sering dijumpai dan angka kejadiannya meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Keluhan tersering dari penderita osteoartritis adalah nyeri. Nyeri pada penderita OA bersifat multifaktorial. Untuk menentukan tingkat keparahan osteoartritis, diperlukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan radiologi yang hasilnya dapat diinterpretasikan ke dalam kellgren-lawrence grading system. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat nyeri berdasarkan numerical rating scale dengan derajat radiologi menurut kellgren-lawrance grading system pada penderita osteoartritis di rumah sakit Sanglah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sejumlah 43 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data rekam medis pasien. Data yang berupa tingkat nyeri dan derajat keparahan osteoartritis lutut menurut kellgren-lawrence grading system kemudian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square pada aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini didapatkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara tingkat nyeri dan derajat radiologi menurut kellgren-lawrence grading system pada penderita osteoartitis lutut (p=1,000). Prevalensi penderita osteoartritis lutut di rumah sakit sanglah adalah perempuan (62,79%) dan laki-laki (27,21%) dengan rentang usia 31 sampai 80 tahun. Berdasarkan tingkat nyerinya, tingkat nyeri terbanyak yang dirasakan oleh penderita osteoartritis lutut di rumah sakit Sanglah adalah tingkat nyeri ringan (88,37%), dan tingkat keparahan menurut derajat radiologi kellgren-lawrence adalah derajat 2 (55,14%). Kata kunci : osteoartritis lutut, nyeri, kellgren-lawrance grading system
KARAKTERISTIK PASIEN KANKER NASOFARING DI POLI THT-KL RSUP SANGLAH PADA TAHUN 2015 A.A. Gede Oka Suta Wicaksana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.235 KB)

Abstract

Kanker nasofaring adalah kanker dengan jenis sel skuamus yang berkembang disekitar ostium dari tuba eustachius pada dinding lateral dari nasofaring. Kanker nasofaring menjadi kanker dengan kasus terbanyak keempat di Indonesia. kanker nasofaring dapat terjadi pada semua golongan umur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penderita kanker nasofaring di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan desain cross sectional study yaitu dengan melakukan pengumpulan data satu kali dengan menggunakan data rekam medis. Dari segi waktu secara retrospektif, responden dalam penelitian ini dipilih melalui consecutive sampling. Variabel yang diteliti pada penelitian ini antara lain usia, jenis kelamin, stadium, dan keluhan utama.Kanker nasofaring ditemukan paling banyak pada usia 46-65 tahun sebanyak 41 (59,4%). Berdasarkan jenis kelamin, paling banyak ditemukan pada laki-laki sebanyak 50 (75,5%). Berdasarkan stadium, paling banyak ditemukan pada stadium IV A sebanyak 34 (49,3%), serta benjolan pada leher sebanyak 43 (62,3%) menjadi keluhan terbanyak pada kasus.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa karakteristik pasien kanker nasofaring di Sanglah sesuai dan hanya memiliki sedikit perbedaan jika dibandingkan dengan beberapa literatur lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik pasien kanker nasofaring di populasi lainnya. Kata Kunci : Karakteristik, Pasien, Kanker Nasofaring
HUBUNGAN TINGKAT INKONTINENSIA URIN DENGAN DERAJAT DEPRESI PADA PASIEN LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA WANA SERAYA DENPASAR Desak Made Cittarasmi Saraswati Seputra; Ida Bagus Putrawan; Ni Ketut Rai Purnami
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.443 KB)

Abstract

Salah satu penyakit yang sering dialami oleh lanjut usia adalah inkontinensia urin. Meskipun inkontinensia urin tidak termasuk dalam penyakit yang dapat mengancam nyawa, namun inkontinensia urin dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang. Salah satu dampak dari inkontinensia urin adalah depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat inkontinensia urin dengan derajat depresi. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan 23 orang lanjut usia sebagai sampel (total sampling). Inkontinensia urin ditentukan dengan menggunakan kuesioner International Consultation on Incontinence Questionnaire-Urinary Incontinence (ICIQ-UI) Short Form dan depresi ditentukan melalui skoring kuisioner Geriatric Depression Scale (GDS) Short Form. Pada penelitian ini didapatkan bahwa prevalensi inkontinensia urin pada lansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya sebesar 46%. Lansia yang mengalami inkontinensia urin dan depresi sebanyak 60,9% sedangkan lansia yang mengalami inkontinensia urin tetapi tidak mengalami depresi sebanyak 39,1%. Berdasarkan uji korelasi spearman, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat inkontinensia urin, maka semakin tinggi pula derajat depresi (r = 0,637, P = 0,01). Kata Kunci: tingkat inkontinensia urin, derajat depresi

Page 64 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue