cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI DAN GAMBARAN UMUM DRUG-INDUCED LIVER INJURY AKIBAT OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE AGUSTUS 2016 – JULI 2017017 Jessica Raphaela Pranata; I Ketut Mariadi; Gde Somayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.884 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan prevalensi TB terbanyak kedua di dunia. Pemberian ObatAnti Tuberkulosis (OAT) merupakan standar penanganan Tuberkulosis (TB) di Indonesia. Namun,tidak semua pasien dapat menyelesaikan pengobatan TB dikarenakan efek samping dari OAT.Salah satu efek samping yang berat dari konsumsi OAT sehingga dapat menghentikan pengobatanTB adalah Drug Induced Liver Injury (DILI). Penelitian cross-sectional analitik ini bertujuanuntuk mengkaji prevalensi dan gambaran umum DILI akibat OAT pada pasien TB di Rumah SakitUmum Pusat (RSUP) Sanglah periode Agustus 2016 – Juli 2017. Sebanyak 120 pasienterdiagnosis TB yang memiliki tes fungsi hati minimal 3 hari setelah konsumsi OAT danmemenuhi kriteria penelitian direkrut sebagai sampel penelitian. Data serum aminotransferase,bilirubin total, jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, dan lokasi TBdiperoleh dari rekam medis. DILI akibat OAT ditemukan pada 17 dari 120 (14,17%) pasiendengan rentang awitanDILI pada 7 – 72 hari (median 23 hari) setelah konsumsi OAT. Median usiapasien TB dengan DILI adalah sebesar 37 ± 13,07. Proporsi laki-laki yang mengalami DILI lebihbesar daripada perempuan dan proporsi DILI akibat OAT lebih besar pada kelompok usia ?35tahun. Kelompok status gizi kurang lebih banyak yang mengalami DILI akibat OAT daripadakelompok status gizi cukup. Proporsi DILI akibat OAT lebih besar pada kelompok dengan TBekstraparu dibandingkan kelompok dengan TB paru. Dapat disimpulkan bahwa prevalensi DILIakibat OAT pada pasien TB adalah 14,17%. Jenis kelamin, usia, status gizi, dan lokasi TB tidakmemiliki hubungan yang signifikan dengan DILI akibat OAT pada penelitian ini. Kata kunci: Tuberkulosis, obat anti tuberkulosis, Drug Induced Liver Injury, prevalensi,gambaran umum
CARDIAC MYXOMA Yutina Himawan; Ketut Putu Yasa; Sri Maliawan
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.886 KB)

Abstract

Myxoma is a benign primary tumor of the heart which is usually occurred in adult, which usually develop in the left atrium of the heart. In 1845, Cardiac Myxoma is first described by the expert. Myxoma, an endocrine neoplasm which usually begins from the endocardium of the heart it self. Generally, the shape of myxoma are round, oval with a smooth or lobulated surface. The clinical finding of myxoma is determined by it’s location, size, and mobility. Most of the patient comes with one or more from the triad of embolism, intracardiac obstruction, and associated symptoms. Until now, operation is the only treatment for cardiac myxoma.
TAJAM DENGAR PADA PEKERJA KLUB MALAM FULL MUSIK I Made Cahyadi Dwi Putra; Ketut Tirtayasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.243 KB)

Abstract

Gangguan pendengaran adalah tidak dapat atau menurunnya kemampuan dengar pada sebagian atau kedua telinga1.Pendengaran dapat terganggu karena beberapa mekanisme.Salah satu mekanisme yang dapat mengganggu fungsi pendengaran adalah suara yangkeras.1,2 Gangguan pendengaran dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu tuli konduktif dantuli sensoris.1,3 Tuli sensoris merupakan gangguan pendengaran yang terjadi padatelinga bagian dalam. Bising yang intensitasnya 85 desibel (dB) atau lebih dapatmenyebabkan rusaknya reseptor pendengaran telinga dalam.1 Pekerja pada klub malammendapatkan paparan suara tingkat tinggi. Tingkat suara pada lantai dansa melebihi 100dB(A).4,6 Terdapat beberapa tes untuk mengetahui fungsi pendengaran individu secarakualitatif yaitu dengan garpu tala23, yaitu tes Rinne, Weber dan Schwabach.Penelitianini merupakan penelitian deskriptif potong-lintang (cross-sectional.) Data yangdikumpulkan merupakan data primer. Data langsung didapatkan melalui wawancara dantes tajam dengar pada responden. Untuk menilai tajam dengar, dilakukan tes dengangarpu tala.Subjekpenelitianiniadalahpekerja (kasir, teknisi, pelayan) yang bekerja diklub malam full musik, bekerja di dalamruanganatau area dalam yang terpaparbisingsecara penuh.Berdasarkan data penelitian dari 50 orang responden, didapatkan 54%memiliki keluhan telinga berdenging, dan 5 orang (10%) dengan keluhan pusing.37orang (74%) memiliki rinne positif, dan 13 orang (26%) dengan rinne negatif. 11 orang(22%) dengan Schwabach memendek, dan 39 orang (78%) dengan hasil tes normal.Didapatkan 13 orang (59,37%) yang memiliki keluhan dan hasil tes yang tidaknormal.Dari 50 responden didapatkan lebih dari 50 % mengalami gangguanpendengaran berdasarkan tes dan keluhan subyektif yang dicocokan. Keluhan yangpaling banyak berupa telinga berdenging sebanyak 54%.
N-ACETYLCYSTEINEAS PARMACOLOGICAL TREATMENT IN TRICHOTILLOMANIA Wahyu Dewi; Nyoman Ratep; Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.446 KB)

Abstract

Trichotillomania is a compulsive disorder that characterized with repetitive hair pulling habit and results a noticeable lost off scalp, eyebrow, eyelash, armpit and pubic hair. This habit is previously started by increasing tension immediately beforehand and followed by gratification or relief afterward. Until now, all pharmacotherapies in treating patient with trichotillomania such as Selective Serotonin Reuptake inhibitor (SSRI) and Clomiperamine, and Tricycle Antidepressant (TCA) have not got approval from Food and Drug Association due to their lack effectiveness in treating compulsive habit of this disorder. In randomized control study with N-Acetylcysteine (NAC) with daily 1200-1400 mg dose that have been given for 9 weeks shows effectiveness in reducing hair pulling habit significantly in 56% patient
GAMBARAN PENGENDALIAN KADAR GULA DARAH DAN HbA1C PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG DIRAWAT DI RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI-MEI 2014 Putu Ugi Sugandha; AA Wiradewi Lestari
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.11 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang memerlukan penanganan yang berkelanjutan untuk mengontrol gula darah dan berbagai faktor risiko lainnya. Dari epidemiologi, terdapat kecenderungan peningkatan insiden dan prevalensi DM tipe 2 di Indonesia. Dari beberapa penelitian lain pengendalian DM cenderung buruk yang disebabkan oleh multifaktor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang bertujuan mengetahui gambaran pengendalian kadar gula darah dan HbA1C berdasarkan jenis kelamin pada pasien DM tipe 2 di RSUP Sanglah. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data hasil pemeriksaan gula darah 2 jam post prandial dan HbA1C pada pasien DM tipe 2 yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar yang didapatkan sebanyak 25 pasien dengan teknik accidental sampling. Dari hasil penelitian ditemukan sebagian besar sampel laki-laki maupun perempuan memiliki status pengendalian gula darah dan HbA1C yang buruk. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengendalian DM tipe 2 cenderung buruk pada pasien yang dirawat inap di RSUP Sanglah periode Januari–Mei 2014.    
GAMBARAN KUALITAS TIDUR PERAWAT DENGAN SHIFT KERJA DI RUANG RAWAT INAP ANAK RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2016 Ida Ayu Cindy Agririsky; I Nyoman Adiputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.095 KB)

Abstract

Perawat merupakan salah satu profesi yang menerapkan sistem shift dalam pekerjaannya. Penerapan shift kerja seringkali berpengaruh terhadap kualitas tidur perawat. Hal ini patut diperhatikan karena kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi performa kerja, kesehatan, dan dapat mengancam keselamatan kerja, serta keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur perawat dengan shift kerja di ruang rawat inap anak RSUP Sanglah tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif cross-sectional. Pengumpulan data dimulai dari Agustus hingga Oktober 2016. Instrumen pada penelitian ini yakni kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Jumlah sampel pada penelitian ini yakni 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan, secara umum sebanyak 47,1% perawat memiliki kualitas tidur buruk dan 52,9% memiliki kualitas tidur baik. Sebanyak 22 orang (73,3%) perawat di ruang rawat intensif memiliki kualitas tidur yang buruk dan 8 orang (26,7%) perawat memiliki kualitas tidur baik, sedangkan di ruang rawat anak non intensif hanya 11 orang (27,5%) perawat yang memiliki kualitas tidur buruk dan 29 orang (72,5%) perawat memiliki kualitas tidur baik. Gangguan tidur yang paling sering dialami oleh perawat yakni bangun untuk ke kamar kecil dan bangun di tengah malam atau dini hari. Kata kunci: kualitas tidur, shift kerja, perawat, PSQI
PREVALENSI DAN GAMBARAN KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA WANITA TUKANG SUUN DI PASAR BADUNG, JANUARI 2014 I Putu Satya Kreshnanda
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.174 KB)

Abstract

Hampir di setiap pasar tradisional di Bali, bisa ditemui tukang suun wanita.  Dengan beban angkut yang cukup berat serta gerakan angkut yang tidak baik, dikhawatirkan dapat menimbulkan keluhan yang nantinya akan mempengaruhi produktivitas kerja mereka. Dari hasil rapid survey ditemukan keluhan yang dianggap paling mengganggu adalah LBP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan gambaran keluhan LBP pada wanita tukang suun di Pasar Badung bulan Januari 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional dengan sampel sebanyak 77 orang yang dipilih secara accidental di wilayah pasar Badung. Data diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap responden menggunakan kuesioner terstruktur dan pemeriksaan. Analisis data dilakukan untuk melihat frekuensi dan kecenderungan LBP pada masing-masing karakteristik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi low back pain pada wanita tukang suun sebesar 78,2%. Kejadian LBP cenderung dialami oleh wanita tukang suun yang berumur diatas 30 tahun (78,7%), menikah (85,2%), punya anak (85,2%), masih menstruasi (67,2%), siklus menstruasi yang teratur (63,4%), masa kerja diatas 5 tahun (63,9%), berat beban di atas 25 kg (90,2%), naik turun tangga (78,7%), posisi mengangkat yang salah (55,7%), durasi kerja 6-10 jam (62,3%), waktu istirahat tidak teratur (54,1%), frekuensi angkut 6-10 kali (47,5%), BMI Over Weight (45,9%). Rekomendasi dari penelitian ini agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan pemeriksaan fisik dan desain studi lain, seperti analitik sehingga diperoleh hasil yang akurat dan terpercaya.
PROFIL TINGKAT STRES PSIKOLOGIS TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI DENPASAR Luh Putu Arya Putri Ratnasari; I Gusti Ayu Agung Elis Indira
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.594 KB)

Abstract

Akne vulgaris adalah penyakit kulit yang sering menyerang remaja dengan puncak usia 14-17 tahun. Akne vulgaris ditandai dengan inflamasi pada unit pilosebaseus, berupa komedo, papul, pustul, nodul, pseudokist, dan jaringan parut. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan Akne vulgaris adalah stres psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil tingkat stres psikologis terhadap derajat keparahan Akne vulgaris pada siswa Sekolah Menengah Atas di Denpasar. Penelitian observasional ini menggunakan pendekatan deskriptif cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI pada beberapa Sekolah Menengah Atas di Denpasar. Simple random sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2016. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi derajat keparahan Akne vulgaris oleh IAEM 2012 dan Perceived Stress Scale (PSS). Hasil penelitian didapatkan 250 sampel dengan distribusi sebagai berikut: yang menderita stres ringan dengan Akne ringan, sedang, dan berat berturut-turut 5(2.0%), 4(1.6%), dan 0 (0.0%). Siswa yang menderita stres sedang dengan Akne ringan, sedang, berat berturut-turut 123(49.2%), 101(40.4%), dan 5(2.0%), sedangkan yang  menderita stres tinggi dengan Akne ringan, sedang, dan berat berturut-turut 5(2.0%), 6(2.4%), dan 1(0.4%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa Sekolah Menengah Atas di Denpasar menderita stres sedang dengan Akne ringan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dapat dijadikan acuan untuk merancang penelitian lain lebih lanjut mengenai tingkat stres psikologis dan keparahan Akne vulgaris serta menemukan keterkaitan keduanya
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DAN DAYA KONSENTRASI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Made Ari Sastrawan; I Putu Adiartha Griadhi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.521 KB)

Abstract

Today appeared various changes in behavior patterns and lifestyle of the people, especially in teenagers and young adults that can affect the quality of sleep. Quality of sleep is considered to have important roles to physical and mental condition, including concentration. This study was aimed to determine the condition of the quality of sleep and concentration in the first semester students of Medical Education Program Faculty of Medicine, University of Udayana Academic Year 2014-2015, as well as correlation between quality of sleep and concentration. The study design was cross-sectional analytic study, the number of samples is 100 students first semester requested to fill out a questionnaire Pittsburgh Sleep Quality Index for measure quality of sleep, and the Continuous Performance Task measurement for measure the power of concentration. The results of this study displayed through tables and the research hypothesis analysed by Chi-Square test. The results showed, 23 people (23%) had a good sleep quality and 77 people (77%) had poor sleep quality. For the concentration, 34 people (34%) had good concentration, and 66 people (66%) had poor concentration. Chi-Square analysis results, there is correlation between sleep quality and concentration with p value <0.05. It can be concluded that the condition sleep quality and concentration power of first semester students of Medical Education Program Faculty of Medicine, University of Udayana Academic Year 2014-2015 was dominated by poor sleep quality and poor concentration. There was significant correlation between quality of sleep and concentration. Keywords: Quality of Sleep, Concentration, Correlation
Profil penurunan tekanan darah pasca induksi dengan anastesi umum di RSUP Sanglah periode Juli-Desember 2016 Gusti Ayu Amalindasari Prabayastita Masta; I Wayan Suranadi; Dewa Ayu Mas Shintya Dewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.301 KB)

Abstract

Induction of intravenous anesthesia is the process of lulling the patient through anesthetic drugs until the patient enters the anesthesia stage. One of the common anesthesia drugs used in the induction of anesthesia is propofol and the induction of fentanyl. The use of propofol at induced doses causes a significant change in hemodynamic stability in the form of decrease in hemodynamic. Decrease in that parameter can lead to tissue hypoxia, myocardial ischemia, shock to death. The design of cross-sectional descriptive research obtained through secondary data is medical records in the period from June 2016 to December 2016 Sanglah Hospital in patients with elective surgical upper arm fractures with general anesthesia induction. The subjects were 39 patients who met the inclusion and exclusion criteria and received treatment with general anesthesia. Then, recording parameters of hemodynamic changes in systolic blood pressure, diastolic blood pressure, mean arterial pressure (MAP) were assessed at the time of induction of anesthesia. In patients with upper arm bone surgery most were men in 39 cases in the 20-40 year age range with ASA I and received general anesthetic induction of propofol and fentanyl. Post induction in the hemodynamic parameters decreased at systolic blood pressure of 10.42%, then diastolic blood pressure decreased by 2.5%, mean arterial pressure (MAP) decreased by 5.9%. There is a decrease of hemodynamic parameters of both systolic, diastolic and MAP blood pressure in post-induced patients with propofol and fentanyl induction. Keywords: propofol, fentanyl, hypotension

Page 66 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue