cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Hubungan tingkat kecemasan terhadap aktivitas sehari-hari pada lansia di Panti Werdha Wana Seraya, Denpasar - Bali Ida Bagus Gede Hendra Kusuma; IGA Indah Ardani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.6 KB)

Abstract

Elderly was the culmination of human life through the aging process. With increasing age, the risk of many chronic diseases can occur. This causes anxiety in the elderly over fears suffering from illness. One of the most common cause of anxiety in the elderly is social support, especially in the elderly in social institutions. Anxiety is a psychological disorder, with characteristic such as a recurring fear, causing loss of concentration in performing everyday activities. The aim of this study was to analyze the relationship between the level of anxiety about the daily activities of the elderly in social institutions Werdha wana while, Denpasar-Bali. The type of research was analytic research, which aims to find the relationship between variables with cross-sectional approach. Sampling in this study was the use of total sampling, which means all members of the population can be sampled, which numbered 40 people. The results provided the data that the elderly are not worried as much as 1 (9.1%) experienced dependency and as many as 10 people (90.0%) can perform activities independently. Elderly with anxiety were as many as three people (13.6%) experienced dependency and 19 others (86.4%) can perform activities independently. Elderly with severe anxiety as much as one person (14.3%) experienced dependency, while as many as 6 people (85.7%) can perform activities independently. The results of data processing using SPSS produced a value of p = 0.923 (p> 0.05), so that Ho is accepted and meaning of this study did not have a statistically significant relationship between the level of anxiety about the daily activities in the elderly in Elderly Social Institution Wana Seraya, Denpasar -Bali Keywords: Elderly, Anxiety, Daily Activities
THE MANAGEMENT OF HIV INFECTION IN PREGNANCY Clara Marcaelia Valerian; Ketut Putera Kemara; I Wayan Megadhana
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.841 KB)

Abstract

The Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a RNA retrovirus which causes the clinical disease termed the acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Mother-to-child transmission is the main source of spreading HIV infection to the child with frequency is as high as 25-30%. This may occurred because of the intrapartum maternal blood exposure, infected genital tract secretions and during breastfeeding. The right combination of ARV treatment and elective section caesarean delivery has been proved to reduce the mother-to-child transmission of HIV infection prevalence and preventing obstetric complications significantly. Consultation and follow up with specialists is highly recommended.
APLASTIC ANEMIA ET CAUSA OF SUSPECT VIRAL HEPATITIS INFECTION: A CASE REPORT I Wayan Wawan Lismana
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.375 KB)

Abstract

Aplastic anemia is anemia that occurs because of a failure of hematopoiesis is relatively rarebut can be life threatening. The cause of aplastic anemia itself is still largely unknown oridiopathic. Minority of cases mainly due to a virus infection, one of which is viral hepatitishas long been known to cause symptoms of aplastic anemia. This report discusses thesuspected aplastic anemia caused by hepatitis virus infection. Course of the disease or theprognosis of aplastic anemia varies, but a poor prognosis may occur if not handled with goodtreatment
POLYCYTHEMIA RISK IN NEONATES WITH DELAYED CORD CLAMPING I Gusti Agung Ayu Sri Wulandari Pramana; Ketut Putera Kemara; I Wayan Megadhana
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.621 KB)

Abstract

Delayed Cord Clamping is still a controversial issue in the world of medicine. Until recently, the perfect times to do a Delayed Cord Clamping in various parts of the Earth in the world are still very diverse. There are a few things that became a major concern associated with Delayed Cord Clamping, one of which is the increase in blood volume due to an increase in the number of erythrocytes which led to occurrence of neonatal polycythemia which later can lead to various complications. Polycythemia in neonates is a situation where the value of venous blood hematokrit over 65% (0.65) or the amount of hemoglobin more than 22gr/Dl. However, to date the data from a variety of the latest research and analysis of the studies mention that the polycythemia that occurs in neonates with umbilical cord pinching the flush delay was mild polycythemia that can improve after 48 to 72 hours after the baby is born.
KARAKTERISTIK HISTOLOGIS, STADIUM KLINIS, DAN TERAPI KANKER KOLON PADA PASIEN LANJUT USIA DI RSUP SANGLAH Komang Ayu Vitriana Gamayanti; Sri Maliawan; Ketut Siki Kawiyana
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.595 KB)

Abstract

Kanker kolon merupakan jenis kanker yang umum dijumpai pada populasi geriatrik. Namun, penelitian mengenai karakteristik histopatologi, stadium klinis, dan terapi kanker kolon pada populasi geriatrik masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik histologi, stadium klinis, dan terapi kanker kolon pada kelompok pasien geriatri di RSUP Sanglah selama periode 2009-2013. Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi deskriptif yang menggunakan data register kanker kolon RSUP Sanglah selama periode tahun 2009-2013. Data mengenai jenis kelamin, tingkat pendidikan, tipe histologi, stadium, dan jenis terapi yang diperoleh dianalisis berdasarkan kelompok usia (<60 tahun vs. ?60 tahun). Sebanyak 97 pasien terdiagnosis kanker kolon berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi selama periode tahun 2009-2013, 68 (70,1%) diantaranya berusia di bawah 60 tahun sedangkan 29 (29,9%) pasien berusia 60 tahun ke atas. Adenokarsinoma merupakan tipe histologi yang paling umum dijumpai pada kedua kelompok usia. Proporsi kasus adenokarsinoma lebih tinggi pada kelompok pasien geriatrik (96,5% vs. 82,4%). Kelompok usia muda memiliki proporsi kasus mucinous adenocarcinoma, signet-ring cell carcinoma, small cell carcinoma, dan malignant GIST (gastrointestinal stromal tumor) yang lebih tinggi. Kelompok pasien geriatrik memiliki proporsi kasus dengan stadium dini yang lebih rendah (stadium in situ, I, dan II: 41,4% vs. 51,5%) dan proporsi kasus dengan stadium lanjut yang lebih tinggi (stadium IV: 20,7% vs. 13,2%). Proporsi kasus yang menerima pembedahan kuratif lebih rendah pada kelompok pasien geriatrik (75,9% vs. 80,9%). Dapat dimpulkan bahwa pasien geriatrik dengan kanker kolon cenderung memiliki stadium tumor yang lebih lanjut dan dengan demikian, kurang representatif untuk menerima terapi pembedahan kuratif. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap fenomena ini harus ditelaah lebih jauh pada penelitian selanjutnya.
KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SIDEMEN KECAMATAN SIDEMEN KABUPATEN KARANGASEM 2013 Hendrikus Gede Surya Adhi Putra; I Gusti Ayu Trisna Windiani
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.212 KB)

Abstract

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1994 dan 1997 melaporkan bahwa ibu-ibu yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya di bawah 6 bulan baru mencapai 47% dan 52%. Angka ini jauh dari target yang harus dicapai dalam Repelita VI yaitu sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui dengan bayi berumur 6 bulan sampai dengan 24 bulan di Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem tahun 2013. Metode rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dekriptif, besar sampel 40, dengan teknik total sampling. Subyek penelitian berasal dari wilayah Desa Sidemen dan dipilih ibu menyusui yang memiliki bayi berumur 6 bulan sampai dengan 24 bulan. Sebagian besar responden berumur antara 20-29 tahun (75%), tingkat pendidikan sebagian besar SMA (45%), lebih dari setengah responden tidak bekerja (62,5%) dengan pendapatan sebagian besar kurang dari Upah Minimum Regional (UMR). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar baik (52.5%), sebagian besar responden bersikap negatif (65%). Perilaku non-ASI eksklusif lebih banyak ditemukan pada pengetahuan yang kurang (56,2%) dan sikap yang negatif (71,2%). Kurangnya pengetahuan mengenai pojok laktasi lebih mendominasi (75%) dan tidak ada pojok laktasi yang tersedia. Perilaku non-ASI eksklusif lebih banyak ditemukan pada pengetahuan pojok laktasi kurang. Sebagian besar responden pernah mendapatkan penyuluhan mengenai ASI eksklusif (65%), penyuluhan dilakukan lebih banyak oleh dokter (40%), dan mendapatkan penyuluhan kebanyakan > 6 bulan yang lalu (40%). Perilaku non-ASI eksklusif lebih banyak ditemukan pada ibu yang pernah mendapat penyuluhan. Secara keseluruahan perilaku non-ASI eksklusif masih mendominasi (80%).  
HUBUNGAN ANTARA KADAR HEMOGLOBIN DENGAN TINGKAT KEPARAHAN PENYAKIT PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERITHEMATOSUS DI RSUP SANGLAH Putu Cyntia Ratnadi; Ketut Suega; Ni Made Renny Anggraeni Rena
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.23 KB)

Abstract

THE ASSOCIATION BETWEEN HEMOGLOBIN LEVEL WITH DISEASE SEVERITY IN PATIENTS WITH SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS IN SANGLAH GENERAL HOSPITALSystemic lupus erythematosus (SLE) is a chronic multisystem autoimmune disease with a wide spectrum of manifestations. Anemia is one of the hematologic manifestations of SLE that occurred frequently due to suppression of erythropoiesis by the presence of chronic inflammation. Severity of anemia often reflected an underlying condition, including SLE. The lower levels of hemoglobin (Hb), usually related to more severe underlying disease. This study was conducted to determine the association between Hb level with disease severity in patients with SLE. This study was an observational analytic study with cross-sectional study. The sample were SLE patients who treated in Sanglah General Hospital. We observed medical records SLE patients in the period of January-December 2014. The independent variable was severity of SLE and dependent variable was hemoglobin level. Statistic analysis used chi square. Forty one patients aged 17-74 y.o, mean 33.46±11.61 y.o were included in this study. Majority of SLE patients were woman (n=38). Hb level was ranging from 3.00-16.10 g/dl, mean 10.09±2.92 g/dl. Low Hb level was occurred in 29 subjects (70.70%), 9 (31.00%) in mild disease and 20 (69.00%) in severe disease. The association between Hb level with severity of SLE was statistically significant (p<0.05).
GAMBARAN KETUBAN PECAH DINI PADA KEHAMILAN ATERM DI RSUP SANGLAH TAHUN 2013 Angga Wiadnya; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.809 KB)

Abstract

Latar belakang: Ketuban pecah dini masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dengan angka kejadian dan angka kematiannya yang tinggi. Dimana kejadian ketuban pecah dini (KPD) ini mempunyai hubungan erat dengan sejumlah faktor ekstrinsik, di antaranya adalah insidensi lebih tinggi pada mereka yang memiliki aktivitas yang tinggi saat hamil. Selain itu banyak referensi yang mengatakan bahwa dari angka kejadian KPD yang dilaporkan bahwa lebih banyak terjadi pada kehamilan yang cukup bulan dari pada yang kurang bulan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran ketuban pecah dini pada kehamilan aterm di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2013. Metode: Rancangan deskriptif retrospektif dengan sampel penelitian adalah semua data rekam medis pasien ketuban pecah dini pada kehamilan aterm di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2013. Sampel dipilih dengan cara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi, dan data disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan 160 pasien ketuban pecah dini pada kehamilan aterm dimana diketahui bahwa usia pasien yang paling banyak mengalami kejadian ketuban pecah dini pada kehamilan aterm adalah pada usia 20 – 35 tahun sebanyak 131 orang (81.9%). Sebanyak 116 orang (72,5%) pasien ketuban pecah dini pada kehamilan aterm adalah berpendidikan sedang yaitu hanya sekitar lulusan SMP ataupun SMA. Untuk pekerjaan ibu rumah tangga memiliki jumlah yang lebih tinggi yaitu 95 orang (59.4%). Selain itu pasien tanpa riwayat ketuban pecah dini memiliki jumlah yang tinggi yaitu 142 orang (88.2%). Untuk gravida, yang paling dominan pada pasien ketuban pecah dini pada kehamilan aterm adalah Gravida 2 yaitu sebanyak 57 orang (35.6%). Simpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan jumlah kejadian ketuban pecah dini pada kehamilan aterm yang tinggi pada pasien dengan usia produktif yaitu usia 20 – 35 tahun. Selain itu juga banyak ditemukan pasien dengan ketuban pecah dini pada kehamilan aterm dengan faktor risiko pendidikan sedang (SMP – SMA) beserta pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Tidak ditemukannya kejadian ketuban pecah dini dalam kehamilan aterm dengan faktor risiko riwayat ketuban pecah dini sebelumnya dan gravida tinggi.
PREVALENSI GANGGUAN FUNGSI PARU AKIBAT PAPARAN ASAP PADA PEDAGANG SATE DI DENPASAR Pande Made Indra Premana; I Putu Adiartha Griadhi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.003 KB)

Abstract

Pedagang sate adalah pekerjaan yang berisiko terkena polusi udara akibat paparan asap pembakaran arang. Banyaknya zat berbahaya yang terkandung dalam asap pembakaran sate dapat memicu timbulnya gangguan fungsi paru. Penelitian deskriptif cross-sectional ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gangguan fungsi paru yang dialami oleh pedagang sate di Denpasar. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapat melalui pengukuran langsung menggunakan alat ukur fungsi paru yakni spirometri. Pengukuran pada 50 sampel yang digunakan, didapatkan gangguan fungsi paru yang paling banyak adalah gangguan fungsi paru restriktif yakni sebanyak 41 orang (82%), sisanya 2 orang (4%) memiliki gangguan fungsi paru obstruktif, 1 orang (2%) dengan gangguan fungsi paru campuran dan 6 orang (12%) dengan fungsi paru yang masih normal. Gangguan fungsi paru dilihat berdasarkan indeks massa tubuh maka didapatkan gangguan fungsi paru terbanyak terdapat pada subjek dengan indeks massa tubuh dengan berat badan lebih yakni sebesar 46%. Faktor risiko yang lain yakni riwayat merokok didapatkan paling banyak responden memiliki riwayat merokok yakni sebesar 74%. Pada penelitian ini juga ditemukan gangguan fungsi paru paling banyak pada pedagang sate yang telah bekerja lebih dari 15 tahun yaitu sebanyak 50%. Distribusi berdasarkan kategori usia, gangguan fungsi paru ditemukan paling banyak pada pedagang sate dengan dengan kategori usia paling tua yaitu kategori usia 41-55 tahun yakni 36% dari seluruh responden. Kata kunci: fungsi paru, spirometri, restriktif, asap
Prevalensi kanker payudara subtipe triple negative pada wanita usia muda di Bali periode januari 2014 – oktober 2016 Soraya Juventia Primadanti; I Gede Budhi Setiawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.569 KB)

Abstract

Background: Breast cancer in young women and triple negative subtype in breast cancer are often associated with poor prognosis including poor response to therapy, low life expectancy, and higher mortality rate. This study was conducted to determine the characteristics of triple negative subtype breast cancer in young women in Bali period January 2014–October 2016 based on histopathological, clinical stage, and grade diagnosis. Method: Descriptive method with cross-sectional design using secondary data from Cancer Registry in Bali. Breast cancer of young women patient samples are collected with the criteria of age ?40 years and have molecular triple negative subtype. Result: Of 123 samples collected, 26 samples obtained with triple negative subtype. Furthermore, the results show that of the 26 samples: (1) Eleven samples were from the age group 36 to 40 years; (2) Twenty-five samples of an invasive carcinoma of no special type; (3) Eight samples are stage IIIB with ten samples of any size tumor with direct extension to chest wall or skin (T4), eleven samples with metastasis in movable ipsilateral axillary lymph nodes (N1) and only two samples of distant metastasis (M1); (4) Nineteen samples with poorly differentiated tumor (grade III). Conclusion: The prevalence of triple negative breast cancer in young women in Bali period January 2014–October 2016 was 21.1% with the most common characteristics: age range 36 to 40, had invasive carcinoma of no special type, stadium IIIB, T4, N1, M0, and grade III. Keywords: Breast cancer, triple negative subtype, young women

Page 62 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue