cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2008)" : 12 Documents clear
Penggunaan Antibiotik Secara Bijak Untuk Mengurangi Resistensi Antibiotik, Studi Intervensi di Bagian Kesehatan Anak RS Dr. Kariadi Helmia Farida; Herawati Herawati; MM Hapsari; Harsoyo Notoatmodjo; Hardian Hardian
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.34-41

Abstract

Latar belakang. Masalah resistensi antibiotik di Indonesia sudah mengkhawatirkan. Penggunaan antibiotiksecara bijak merupakan kunci utama pengendalian resistensi.Tujuan. Penelitian bertujuan meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas penggunaan antibiotikdi Bangsal Kesehatan Anak RS Dr. Kariadi dan menguji apakah kualitas dapat ditingkatkan denganpelatihan.Metode. One group pretest and post test subjek adalah 22 dokter yang merawat pasien kelas III, mengikutipelatihan penggunaan antibiotik, dan dapat ditelusuri resep antibiotik yang dibuatnya dalam 6 bulansebelum dan sesudah pelatihan. Variabel tergantung adalah skor kualitas penggunaan antibiotik berdasarkanmodifikasi Kunin dan Gyssen. Variabel bebas adalah pelatihan, pengetahuan, sikap, faktor pendorong, danfaktor penghambat. Pengetahuan dan sikap diukur dengan kuesioner. Analisis statistik bivariat menggunakanUji χ2 dan Mann-Whitney. Analisis multivariat untuk mengukur besarnya pengaruh pelatihan dan faktorfaktorlain terhadap kualitas peresepan antibiotik dengan GEE.Hasil. Diantara 1365 resep antibiotik yang dievaluasi didapatkan penggunaan antibiotik tanpa indikasi setelahpelatihan berkurang dari 42.3% menjadi 23,2%, dan penggunaan antibiotik yang tepat meningkat dari 36,2%menjadi 58,2%. Rerata skor kualitas pengunaan antibiotik meningkat dari 2,0 menjadi 2,8. Perubahanperubahanini bermakna (p<0,05). Pelatihan berperan besar dalam meningkatkan kualitas penggunaandokter, faktor-faktor lain tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kualitas penggunaan antibiotik.Kesimpulan. Pelatihan yang efektif dapat meningkatkan kualitas penggunaan antibiotik.
Dampak Suplementasi Besi dan Seng dalam Meningkatkan Eritropoiesis pada Malaria Anak yang Diberi Obat Anti Malaria di Daerah Endemis Bidasari Lubis
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.927 KB) | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.1-7

Abstract

Latar belakang. Dampak besi dan seng untuk anak pasien malaria pada daerah endemis telah ditelitidapat menurunkan parasitemia. Namun penelitian interaksi keduanya bila diberikan bersama-sama untukmeningkatkan kadar hemoglobin, serum feritin, dan retikulosit masih terbatas.Tujuan. Membandingkan dampak seng dalam meningkatkan absorbsi besi pada anak dengan malaria falciparumyang mendapat pengobatan.Metode. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok besi ditambah plasebo dan kelompok besiditambah seng kemudian darah vena diambil sebelum perlakuan (H0) dan pada akhir penelitian (H30).Hasil. Setelah 30 hari suplementasi, 69 anak dapat menyelesaikan penelitian dan memenuhi kriteria untukdapat dianalisis. Terdapat perubahan yang bermakna pada konsentrasi hemoglobin kelompok besi ditambahplasebo dan kelompok besi ditambah seng setelah suplementasi (0,58 dan 0,09 g/dl; p<0,05) tetapi serumferitin dan retikulosit tidak bermakna.Kesimpulan. Suplementasi besi dan seng hanya meningkatkan kadar hemoglobin pada anak penderitamalaria di daerah endemis yang diberi obat anti malaria
Karakteristik Kolestasis Intrahepatik dengan Infeksi Saluran Kemih Elisabeth Hutapea; Julfina Bisanto; Damayanti R. Sjarif; Partini P. Trihono
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.71-6

Abstract

Latar belakang. Kolestasis intrahepatik (KI) merupakan salah satu kasus pada bayi yang sering ditemukan.Tata laksana seringkali sulit karena KI sulit menentukan etiologi yang sangat beragam dan memerlukanberbagai pemeriksaan penunjang. Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi ekstrahepatiktersering yang menyebabkan KI pada bayi.Tujuan. Mengetahui karakteristik pasien KI dengan ISK.Metode. Desain penelitian adalah deskriptif retrospektif dari data pasien KI yang berobat ke RS CiptoMangunkusumo dalam kurun waktu Januari 2001 hingga Desember 2006.Hasil. Proporsi ISK didapatkan pada 56 (77%) diantara 73 pasien KI berusia 0-12 bulan di RSCM yangdilakukan biakan urin. Kolestasis intrahepatik dengan ISK lebih sering pada laki-laki (79%), cukup bulan(80%), dan usia tersering 0-3 bulan (75%). Tinja umumnya berwarna kuning (41%) atau dempul fluktuatif(52%). Hepatomegali ditemukan pada 37% pasien. Gejala klinis tersering adalah ikterik asimptomatik(71%). Rerata kadar bilirubin direk didapatkan 6,6 mg/dL (1,8-15,8), kadar bilirubin indirek 1,5 mg/dL(0,2-6,9), kadar AST 134 U/L (23-660), kadar ALT 114 U/L (14-588), kadar GGT 159 U/L (14-1039) danalbumin 3,7 g/dL (2,3-5,0). Anemia didapatkan pada 11 (20%) pasien dan leukositosis pada 7 (12%) pasien.Nilai PT memanjang terdapat pada 10 (22%) pasien. Urinalisis pada 75% pasien dalam batas normal. E.coli merupakan kuman penyebab ISK tersering (52%).Kesimpulan. Proporsi ISK pada KI cukup tinggi (77%). Kejadian ISK pada KI terutama ditemukan padabayi laki-laki, cukup bulan dan berusia 0-3 bulan. Tidak ditemukan gejala klinis spesifik pada KI denganISK. Proporsi tinja berwarna dempul, hepatomegali, anemia, nilai PT memanjang, serta rerata kadar ALTdan AST, meningkat dengan bertambah lamanya kolestasis. Umumnya urinalisis dalam batas normal,sehingga pemeriksaan biakan urin harus dilakukan pada setiap pasien KI untuk mencari kemungkinanISK.
Faktor Risiko Diare Persisten pada Pasien yang Dirawat di Departemen Ilmu Kesehatan Anak RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta IGN Sanjaya Putra; Agus Firmansyah; Badriul Hegar; Aswitha D Boediarso; Muzal Kadim; Fatima Safira Alatas
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.42-46

Abstract

Latar belakang. Program pengobatan rehidrasi oral telah berhasil mengontrol kematian akibat diare akut.Sekitar 3%-20% kasus diare akut pada anak akan berkembang menjadi diare persisten. Kematian akibatdiare persisten cukup tinggi ± 65% dari seluruh kematian akibat diare.Tujuan. Menentukan faktor risiko terjadinya diare persisten dan mengukur besar pengaruh tiap faktorrisiko tersebut terhadap terjadinya diare persisten pada anak yang dirawat di ruang rawat inap bagian anakRS Dr. Cipto Mangukusumo Jakarta.Metode. Rancang penelitian retrospektif, kasus-kontrol. Data penelitian diperoleh dari catatan medikpasien, semua pasien (54 pasien) diare persisten yang dirawat mulai 1 Januari 2004-30 Juni 2007 yangmemenuhi kriteria inklusi dipilih sebagai kasus dan 108 pasien diare akut dipilih secara consecutive samplingsebagai kontrol.Hasil. Pada analisis univariat didapatkan perbedaan bermakna antara 54 pasien dengan diare persisten(kasus) dan 108 pasien dengan diare akut (kontrol) dalam hubungan melanjutnya diare akut menjadi diarepersisten pada faktor risiko: pemberian antibiotik (p=0,042, RO :1,984, IK : 0,021-3,854), anemia (p=0,005,RO :2,568, IK : 1,313-5,024 ) dan malnutrisi (p= 0,001, RO : 10,974, IK :3,442-34,814). Pada regresilogistik multivariat, dua faktor risiko memperlihatkan hubungan yang bermakna yaitu anemia (p=0,025,RO :2,374, IK : 1,117-5,047) dan malnutrisi (p= 0,001, RO : 12,621, IK :3,580-44,814).Kesimpulan. Anemia dan malnutrisi pada diare akut merupakan faktor risiko untuk melanjutnya diare akutmenjadi diare persisten. 
Nefropati Diabetik pada Anak Sudung O. Pardede
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.8-17

Abstract

Nefropati diabetik adalah nefropati akibat diabetes melitus yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjalyang progresif, hipertensi, proteinuria, dan tanda-tanda insufisiensi ginjal kronik lainnya. Diperkirakanpada 30%-50% pasien diabetes melitus tergantung insulin (DMTI) akan terjadi kelainan ginjal setelah5-15 tahun kemudian. Deteksi nefropati diabetik dilakukan dengan pemeriksaan mikroalbuminuria. Tatalaksana nefropati diabetik terdiri dari pengobatan mikroalbuminuria, menanggulangi hipertensi, dan tatalaksana diabetes melitus. Pemberian penghambat angiotensin converting enzyme dan pengendalian tekanandarah akan memperlambat progresivitas nefropati diabetik. Penghambat angiotensin converting enzyme akanmengurangi kerusakan glomerulus dengan mempertahankan tekanan kapiler glomerulus dalam keadaannormal. Tata laksana diabetes melitus meliputi pengontrolan gula darah, perbaikan kebiasaan hidup, pemberianinsulin.
Gambaran Limfoma Burkitt di Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta Selvi Nafianti; Endang Windiastuti; Djajadiman Gatot
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.47-52

Abstract

Latar belakang. Limfoma Burkitt merupakan bentuk keganasan pada anak yang jarang ditemukan dibandingkankeganasan lain. Angka kematian limfoma Burkitt sangat tinggi, namun prognosis menjadi sedikitlebih baik karena banyak pilihan kemoterapi.Tujuan. Mengetahui gambaran limfoma Burkitt pada anak di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta.Metode. Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data dari rekam medik Divisi Hematologi-Onkologi RSUPN Cipto Mangunkusumo periode Januari 2001 hingga Desember 2006. Semuapasien yang datang ke Poliklinik rawat jalan dan ruang rawat inap dengan diagnosis Limfoma Burkittdiikutsertakan dalam penelitian.Hasil. Tercatat 7 kasus limfoma Burkitt, terdiri dari 6 laki-laki dan 1 perempuan. Usia termuda 1 tahun 5bulan sedangkan usia tertua 14 tahun 10 bulan. Enam kasus mendapat kemoterapi, yaitu 4 kasus mendapatkemoterapi dan operasi 2 kasus. Dari 7 kasus yang tercatat satu orang meninggal dunia.Kesimpulan. Limfoma Burkitt adalah penyakit keganasan pada anak yang jarang ditemukan.
Prediktor Penyakit Kardiovaskular pada Anak Obes Usia Sekolah Dasar di Kotamadya Surakarta Sri Martuti; Endang D. Lestari; B. Soebagyo
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.18-23

Abstract

Latar belakang. Lingkar pinggang atas seringkali dihubungkan dengan obesitas sentral yang berisiko tinggiterhadap penyakit kardiovaskularTujuan. Untuk mengetahui prevalensi abnormalitas kardiovaskular dan prediktor faktor-faktor risiko penyakitkardiovaskular di antara anak-anak obes.Metode. Penelitian cross sectional dilaksanakan dari Januari sampai Februari 2005. Duapuluh persen dari SDdi setiap kecamatan dipilih secara acak. Semua anak obes diikutsertakan dalam penelitian setelah didapatkanizin dari orangtua. Data dianalisa dengan SPSS 10.05 for windows. Odds ratio (OR) untuk faktor-faktor risikokardiovaskular seperti tekanan darah sistolik dan diastolik yang tinggi, kadar kolesterol total, HDL, LDL,dan trigliserida yang abnormal dibandingkan antara kelompok yang memiliki lingkar lengan atas kecil danlingkar lengan atas besar (77,5 cm). Analisa multivariat dilakukan untuk mengontrol faktor lain.Hasil. Diantara anak-anak yang obes, 45,5% menderita hiper trigliserida. Analisa univariat menunjukkanbahwa OR untuk LDL kolesterol yang abnormal, tekanan darah sistolik yang tinggi, tekanan darahdiastolik yang tinggi masing-masing adalah 1,6 (95% CI: 0,6-4,5); 4,7 (95%CI: 0,5-41,8) dan 1,9 (95%CI: 0,7-5,6). Odds ratio untuk lingkar lengan atas (77,5 cm) terhadap tekanan darah diastolik yang tinggiadalah 4,4 (95% CI: 1,1-17,7); terhadap tekanan darah sistolik yang tinggi adalah 3,7 (95% CI: 0,4-38,5);terhadap kadar kolesterol LDL abnormal adalah 1,7 (95%CI: 0,4-6,5). Odds ratio untuk kadar kolesteroltotal, HDL dan trigliserida yang abnormal adalah 1,3 (95% CI: 0,4-6,5); 1,1 (95% CI: 0,4-3,2) and 1,2(95% CI: 0,5-3,1).Kesimpulan. Prevalensi hipertrigliserida diantara anak obes 45%. Lingkar pinggang atas 77,5 cm harus dipertimbangkansebagai prediktor faktor risiko penyakit kardiovaskular
Paralisis Periodik Hipokalemik pada Anak dengan Asidosis Tubulus Renalis Distal Elsye Souvriyanti; Sudung O. Pardede
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.72 KB) | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.53-9

Abstract

Paralisis periodik hipokalemik merupakan kelainan yang relatif jarang ditemukan, tetapi berpotensi menimbulkangejala klinis yang dapat mengancam jiwa. Dilaporkan satu kasus PPH yang disebabkan asidosistubulus renalis distal pada anak perempuan usia 14 tahun yang datang dengan keluhan kelemahan ototekstremitas akut berulang, dicetuskan oleh muntah-muntah, latihan fisik yang berat dan makan makananyang banyak mengandung karbohidrat. Pada pemeriksaan fisis ditemukan penurunan kekuatan motorik,penurunan refleks tendon, tanpa disertai penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkanhipokalemia, asidosis metabolik hiperkloremik, senjang anion plasma normal, dan senjang anionurin yang positif. Pasien diterapi dengan kalium dan natrium bikarbonat dengan hasil perbaikan.
Efektivitas Penambahan Seng dan Vitamin A pada Pengobatan Anemia Defisiensi Besi Franciska Louise Kaihatu; Max Mantik
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.347 KB) | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.24-28

Abstract

Latar Belakang. Prevalensi anemia defisiensi besi (ADB) masih tinggi di Indonesia. Prinsip tata laksanaanemia adalah mencari penyebab, mengatasinya, memberikan terapi besi dan pencegahan. Beberapa zatberinteraksi baik dengan besi. Interaksi antara besi dan seng dan besi dengan vitamin A telah terbuktipengaruhnya terhadap anemia.Tujuan. Untuk mengetahui apakah pemberian besi + seng + vitamin A pada ADB lebih efektif meningkatkankadar Hb dan retikulosit dibandingkan besi saja.Metode. Menggunakan pretest and posttest control group design secara tersamar tunggal pada anak usia 5-11tahun dengan ADB di beberapa panti asuhan di Manado dari Desember 2006-Maret 2007. Dibagi atas duakelompok Kelompok I mendapat besi + vitamin A + seng dan kelompok II mendapat besi dan plasebo.Hasil. Perbandingan kadar Hb setelah terapi antar ke-2 kelompok didapatkan perbedaan bermakna (p<0,01),namun tidak pada kadar retikulosit (p>0,05).Kesimpulan. Pemberian besi + vitamin A + seng efektif meningkatkan kadar Hb dibandingkan besi saja.
Profil Mikroorganisme Penyebab Sepsis Neonatorum di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta Anita Juniatiningsih; Asril Aminullah; Agus Firmansyah
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.856 KB) | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.60-5

Abstract

Latar belakang. Angka morbiditas dan mortalitas sepsis neonatorum (SN) masih tinggi. Pemberian antibiotiksesuai dengan hasil kultur diperlukan untuk mencegah resistensi kuman terhadap antibiotik.Tujuan. Mengetahui profil mikroorganisme penyebab SN serta sensitivitasnya terhadap antibiotik diDepartemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (IKA-RSCM) JakartaMetode. Studi potong lintang, dilakukan di ruang rawat Divisi Perinatologi Departemen IKA, pada Desember2006 - Juli 2007, pada neonatus tersangka sepsis untuk pertama kalinya, belum pernah mendapat antibiotiksebelumnya, tidak terdapat kelainan kongenital mayor dan mendapat persetujuan dari orang tua.Hasil. Terdapat 334 kasus tersangka SN, 102 kasus di antaranya memenuhi kriteria inklusi dan dapatdianalisis. Empat puluh dua kasus (41,2%) memiliki biakan darah positif. Mikroorganisme penyebab SNterbanyak adalah bakteri gram negatif seperti Acinetobacter calcoaceticus, Enterobacter aerogenes, Pseudomonassp dan Eschericia coli. Bakteri gram negatif mempunyai sensitivitas yang rendah terhadap antibiotik linipertama dan kedua, kecuali Enterobacter aerogenes yang masih sensitif terhadap gentamisin dan Pseudomonasyang masih sensitif terhadap seftazidim. Sensitivitas bakteri gram positif dan negatif umumnya masih sangatbaik terhadap meropenem. Sensitivitas bakteri gram negatif cukup baik terhadap imipenem namun bakterigram positif kurang sensitif terhadap imipenem.Kesimpulan. Etiologi SN umumnya adalah bakteri gram negatif dengan isolat terbanyak Acinetobactercalcoaceticus. Umumnya bakteri gram negatif mempunyai sensitivitas yang rendah terhadap antibiotik linipertama dan kedua, kecuali Enterobacter aerogenes yang masih sensitif terhadap gentamisin dan Pseudomonasterhadap seftazidim.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue