cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 (2) 2017" : 10 Documents clear
Pengaruh Virus Newcastle Disease Isolat Virulen Terhadap Gambaran Histopatologi Otak dan Berat Embrio Ayam Purnasari, Maria Elisabeth; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.552 KB)

Abstract

Virus Newcastle Disease (VND) strain virulen menimbulkan gangguan pada sistem saraf, pencernaan dan pernafasan unggas, sementara pada embrio ayam infeksi menyebabkan gangguan pertumbuhan hingga menimbulkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari virus APMV-1 isolat Badung-2/AK/2014 terhadap berat embrio dan gambaran histopatologis otak dari embrio ayam. Penelitian ini menggunakan 18 butir telur ayam berembrio (TAB) berumur 11 hari yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan, yakni kelompok A dan Kelompok B yang masing masing terdiri dari sembilan butir telur. Kelompok A diinokulasi dengan Phosphate Buffer Saline (PBS) dan kelompok B diinokulasi dengan isolat Badung-2/AK/2014. Tiga hari setelah diinokulasi, cairan allantois dari semua kelompok perlakuan dikoleksi. Untuk membuktikan bahwa kedua kelompok tidak saling mengkontaminasi maka dilakukan uji hemagglutination (HA) dan hemagglutination inhibition (HI). Embrio ayam dikeluarkan dari cangkang telur, kemudian ditimbang dan rerata berat embrio kelompok A dan B dianalisis dengan independent sample T-test. Setelah itu embrio ayam dinekropsi untuk diambil organ otak dan dimasukan ke dalam Neutral Buffer Formaline (NBF) 10%. Selanjutnya dilakukan pembuatan preparat dengan teknik pewarnaan Hematoxilin Eosin (HE). Lesi histopatologis diamati di bawah mikroskop dan hasil pengamatan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa isolat menimbulkan lesi histopatologis berupa vaskulitis dan edema perivaskuler pada otak dan mengakibatkan penurunan berat badan embrio ayam.
Pemeliharaan Anjing oleh Masyarakat Kota Denpasar yang Berkaitan dengan Faktor Risiko Rabies Kakang, Dorteany Mayani; Batan, I Wayan; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.184 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemeliharaan anjing masyarakat Kota Denpasar yang berisiko terhadap penularan rabies serta pemahaman masyarakat tentang bahaya penyakit rabies. Metode yang dipakai adalah survei terhadap responden atau pemilik anjing di Kota Denpasar, meliputi tiga kecamatan yaitu Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar Timur dan Denpasar Utara. Penelitian ini menggunakan 140 responden sebagai sampel yaitu 50 responden di Denpasar Barat, 60 responden di Denpasar Timur dan 30 responden di Denpasar Utara. Wawancara dilakukan dengan bantuan kuisioner (closed ended dan open ended). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan anjing masyarakat Kota Denpasar relatif baik namun ada sejumlah faktor risiko rabies yang perlu diwaspadai seperti anjing peliharaan berkontak dengan anjing lain, memelihara HPR (Hewan Pembawa Rabies) selain anjing dan sistem pemeliharaan dengan cara dilepas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem pemeliharaan anjing oleh sebagian besar masyarakat Kota Denpasar relatif baik. namun ada sejumlah faktor risiko rabies yang perlu diwaspadai seperti kontak dengan anjing lain, memelihara HPR lain dan pemeliharaan yang dilepasliarkan.
Seroprevalensi Neospora Caninum pada Anjing Lokal di Kabupaten Karangasem Saduarsasila, I Gede Agus Kana; Dwinata, I Made; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.585 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi infeksi Neospora caninum pada anjing lokal di kabupaten Karangasem, provinsi Bali. Sampel penelitian adalah serum anjing lokal berjumlah 60 sampel, didapat dari anjing lokal yang berasal dari beberapa kecamatan yang ada di kabupaten Karangasem, diantaranya Kecamatan Karangasem, Kecamatan Abang, Kecamatan Bebandem, dan Kecamatan Rendang. Sampel diuji menggunakan kit ELISA Neospora caninum (ID.Vet). Hasil penelitian diperoleh (1/60) prevalensi infeksi Neospora caninum sebesar 1,67%.
Prevalensi dan Intensitas Infeksi Leucocytozoon sp. pada Ayam Buras di Bukit Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan Here, Rischi Robinson Male; Apsari, Ida Ayu Pasti; Dwinata, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.341 KB)

Abstract

Leucocytozoonosis merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kerugian yang besar dalam industri peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas infeksi Leucocytozoon sp. pada ayam buras di Bukit Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. Sampel yang digunakan berupa darah dari 100 ekor ayam buras yang berasal dari Bukit Jimbaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa pembuatan preparat ulas darah tipis dengan pewarnaan Giemsa 10% dan pemeriksaan secara mikroskopis. Parameter yang diukur adalah ada tidaknya Leucocytozoon sp. pada preparat ulas darah tipis dan menghitung jumlah Leucocytozoon sp. pada sampel yang positif per 100 sel darah merah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan prevalensi infeksi Leucocytozoon sp. dianalisis menggunakan analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan 31% sampel terinfeksi Leucocytozoon sp. dengan intensitas infeksi 1 – 3 parasit per 100 sel darah merah. Jenis kelamin tidak berhubungan dengan prevalensi infeksi Leucocytozoon sp. pada ayam buras.
Prevalensi Infeksi Cacing Toxocara Canis pada Anjing Kintamani Bali di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali Evayana, Made; Dwinata, I Made; Puja, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.192 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi cacing Toxocara canis pada Anjing Kintamani Bali di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Sebanyak 90 sampel feses Anjing Kintamani Bali diperiksa menggunakan metode kosentrasi apung. Hasil penelitian, diperoleh bahwa prevalensi infeksi cacing Toxocara canis pada Anjing Kintamani Bali sebesar 22,22% (20/90). Pevalensi infeksi berdasarkan umur dibawah satu tahun sebesar 22,85% dan umur diatas satu tahun sebesar 21,81%. Prevalensi berdasarkan jenis kelamin, pada anjing jantan sebesar 25% dan pada anjing betina sebesar 18,42%. Sedangkan prevalensi berdasarkan sistem pemeliharaan, pada anjing dikandangkan sebesar 21,42% dan pada anjing yang dilepaskan sebesar 22,91%. Hasil uji Chi-square didapatkan umur, jenis kelamin dan sistem pemeliharaan tidak terdapat hubungan yang signifikan (P>0.05) antara satu dengan yang lain.
Prevalensi dan Identifikasi Parasit Gastrointestinal pada Musang Luak (Paradoxurus hermaphroditus) di Rumah Produksi Kopi Luwak Cikole Bandung Aini, Hanifah Alshofa Nurul; Apsari, Ida Ayu Pasti; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.535 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan identifikasi jenis-jenis parasit gastrointestinal yang menginfeksi musang luak yang dipelihara di Rumah Produksi Kopi Luwak Cikole Bandung. Sejumlah 58 sampel feses diperiksa dengan metode konsentrasi apung menggunakan larutan NaCl jenuh. Parameter yang diamati adalah morfologi untuk mengetahui jenis parasit gastrointestinal yang menginfeksi musang luak. Kejadian infeksi parasit gastrointestinal dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi parasit gastrointestinal pada musang luak di Rumah Produksi Kopi Luwak Cikole Bandung sebesar 6,89%. Jenis parasit gastrointestinal yang ditemukan pada musang luakterdiri dari:Ancylostoma sp. dan ookista coccidia.
Tingkat Kejadian Rabies Dan Pemetaan Status Desa Tertular di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali Tahun 2015 Putri, Raden Roro Chandra Gita Soetarmono; Kardena, I Made; Gunata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.379 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian rabies dan titik koordinat kejadian rabies di Kecamatan Mengwi periode 2015. Tingkat insiden rabies dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan program Microsoft Excel dan untuk keperluan pemetaan kasus digunakan software Quantum-GIS. Dalam penelitian ini digunakan 2 jenis data yaitu data primer yang didapatkan dengan cara menentukan titik koordinat dimana ditemukannya lokasi kasus positif rabies pada anjing yang telah terkonfirmasi rabies di laboratorium dan data sekunder berupa data kasus anjing rabies dan jumlah populasi anjing di Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Tingkat kejadian rabies di Kecamatan Mengwi periode Januari hingga Agustus 2015 sebesar 0,17%. Dari 20 desa yang ada di Kecamatan Mengwi enam desa di antaranya ditemukan kejadian rabies, yaitu pada April 2015 ditemukan di koordinat 115o 16’ 85” BT dan 8o 54’ 58” LS yang berada di Desa Mengwi, pada Mei 2015 ditemukan di titik 115o 16’ 15” BT dan 8o 56’ 71” LS yang berada di Desa Mengwitani, pada Juli 2015 ditemukan di tiga titik berbeda yaitu di koordinat 115o 17’ 66” BT dan 8o 57’ 78” LS yang berada di Desa Kapal, 115o 17’ 50” BT dan 8o 59’ 26” LS yang berada di Desa Abianbase, koordinat 115o 12’ 46” BT dan 8o 62’ 25” LS yang berada di Desa Munggu, sedangkan pada Agustus 2015 kejadian rabies ditemukan di dua titik yang berbeda yaitu di koordinat 115o 15’ BT dan 8o 59’ LS yang berada di Desa Abianbase, koordinat kedua ditemukan di 115o 17’ 75” BT dan 8o 52’ 30” LS yang berada di Desa Werdi Bhuwana.
Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Bunga Kecubung (Datura metel l.) di Bali yang Berpotensi sebagai Anestetik Rozalina, Irma; Sudisma, I Gusti Ngurah; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.987 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis dengan beragam hayati yang ada di dalamnya. Tumbuh beragam tanaman dengan beragam manfaat. Diantaranya sebagai tanaman obat, seperti kecubung. Kecubung merupakan tanaman yang beracun namun sering dimanfaatkan sebagai obat bius, antitusif, bronkodilator, halusinogen, hingga pestisida alami. Bali, sebagai salah satu sentra penanam tanaman obat, memiliki dua variasi bunga kecubung yaitu ungu dan putih. Untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstraksi etanol bunga kecubung (Datura metel L.) di Bali yang berpotensi sebagai anestetik dilakukan penelitian dengan menggunakan sampel bunga kecubung yang diperoleh dari Desa Serangan, Denpasar Selatan, Bali. Bunga tersebut diekstraksi dengan etanol 96%, kemudian dilakukan uji fitokimia, hasilnya menunjukkan bahwa bunga kecubung positif mengandung triterpenoid/ steroid, flavonoid, fenolat, tanin, saponin dan alkaloid. Senyawa kimia yang berpotensi sebagai anestetik adalah saponin dan alkaloid.
Studi Kasus : Penanganan Hernia Umbilikalis Pada Babi Duroc Dada, I Ketut Anom; Ananta, Mohammad Gufron
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.993 KB)

Abstract

Kasus hernia pada Babi sering terjadi pada peternak tradisional sehingga kurang mendapat perhatian karena kurang pengetahuan dan informasi tentang cara penanganan dan perawatannya. Babi yang menderita hernia tidak mempunyai nilai ekonomis kerena pertumbuhannya sangat terganggu. Dengan Laparotomy yaitu operasi membuka rongga abdomen untuk mereposisi organ visceral yang keluar melalui cincin hernia dan selanjutnya menutup kembali luka yang dibuat saat membuka rongga abdomen dengan tiga lapis jahitan yaitu peritoneum dengan sederhana menerus, subcutan dengan putus sederhana dan kulit dengan putus sederhana pula. Setelah duapuluh satu hari jahitan dilepas Babi dinyatan sembuh lalu dipelihara seperti Babi yang lain yang sekelahiran. Lima bulan kemudian semua Babi di jual sesuai berat badannya masing masing. Ternyata berat babi yang mengalami hernia tidak berbeda jauh dengan yang normal. Pada kasus sebelum dilakukan operasi reposisi berat Babi yang mengalami hernia hanya sengah dari berat Babi yang normal setelah dipelihara selama lima bulan. Dapat disimpulkan bahwa operasi laparotomy untuk reposisi hernia pada Babi secara ekonomis sangat menguntungkan.
Studi Kasus : Dermatofitosis pada Anjing Lokal Wibisono, Hanif Wahyu; Putriningsih, Putu Ayu Sisyawati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.517 KB)

Abstract

Dermatofitosis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh dermatofita. Tujuan dilakukan pemeriksaan pada anjing kasus adalah untuk mengetahui agen penyakit yang menyebabkan terjadinya banyak lesi pada kulit anjing tesebut. Pada pemeriksaan klinis terdapat kelainan seperti ditemukan lesi yang terdiri dari kombinasi alopesia anular, hiperkeratosis, makula, sisik dan krusta. Lesi-lesi tersebut ditemukan di bagian daun telinga, wajah, kaki depan, kaki belakang dan bagian perut. Anjing mengalami pruritis pada bagian-bagian yang terdapat lesi. Kemudian bagian-bagian lesi tersebut dikerok dibagian pinggir lesi menggunakan KOH 10% dan swab. Dari hasil kerokan ditemukan arthrospora dengan bentukan bulat-bulat bening. Pada pemeriksaan mikroskopis rambut (trikogram) terlihat rambut mengalami kerusakan pada batangnya. Pemeriksaan Wood’s Lamp menunjukkan hasil negatif. Pada pemeriksaan darah lengkap monositosis dan limfositosis menandakan adanya infeksi oleh fungi. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan klinis dan laboratoris, dapat disimpulkan bahwa anjing lokal bernama Bleky didiagnosa suspect dermatofitosis.

Page 1 of 1 | Total Record : 10