cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 9 (5) 2020" : 18 Documents clear
Pemberian Jamu Daun Ashitaba pada Ayam Kampung yang Divaksin Tetelo Memperkecil Diameter dan Menekan Jumlah Pulpa Putih Limpa Kurnia, Ida Ayu Gintan Aristi; Sudira, I Wayan; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.695

Abstract

Pemberian tanaman herbal diharapkan dapat meningkatkan respons imun sehingga meningkatkan jumlah antibodi. Salah satu tanaman herbal yang dapat meningkatkan respons imun adalah daun ashitaba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu daun ashitaba terhadap perubahan histopatologi limpa ayam kampung. Penelitian ini menggunakan 25 ekor DOC ayam kampung jantan yang terdiri dari lima perlakuan dan masing-masing perlakuan menggunakan lima ekor ayam. Perlakuan P0 (kontrol) divaksin vaksin galur La Sota penyakit tetelo atau Newcastle Disease dan hanya diberikan air minum sedangkan perlakuan P1, P2, P3, dan P4 divaksin tetelo dan diberikan jamu daun ashitaba dengan dosis berturut-turut 250; 500; 1000; 2000 mg/100 mL/hari per oral selama 14 hari. Minggu pertama ayam kampung diberikan air minum kemudian dilanjutkan dengan pemberian jamu daun ashitaba yang dicampurkan ke dalam air minum pada hari ke-7 sampai hari ke-20. Semua kelompok perlakuan divaksinasi tetelo pada hari ke-21, kemudian hari ke-35 ayam kampung penelitian dikorbankan nyawanya dan dilakukan nekropsi serta diambil organ limpa untuk diproses menjadi preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan histopatologi limpa yang berbeda nyata antara perlakuan P0 (kontrol) dengan perlakuan yang diberikan jamu daun ashitaba. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian jamu daun ashitaba menyebabkan penurunan jumlah dan diameter pulpa putih limpa.
Laporan Kasus: Sporotrikosis pada Kucing Persia Maharani, Sukma; Nururrozi, Alfarisa; Yunartono, Yanuartono; Indarjulianto, Soedarmanto
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.860

Abstract

Sporotrikosis adalah infeksi kronik yang disebabkan oleh fungi Sporothrix schenckii. Sporotrikosis terbagi menjadi dua jenis, yaitu tipe kulit primer dan sistemik. Seekor kucing persia berumur satu tahun dengan bobot badan 3,7 kg diperiksa dengan keluhan banyak luka di kulit, kurus, dan sesak nafas selama beberapa minggu. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan adanya ulserasi disertai papula dan nodul kecil pada kulit punggung, pangkal ekor dan kaki. Pemeriksaan hematologi menunjukkan hasil kucing mengalami leukositosis (WBC 32.900 sel/mm3) dengan neutrofilia, limfositopenia dan hiperproteinemia. Pemeriksaan histopatologi kulit ditemukan adanya radang granulomatosa. Kultur pada media Sabaraud Dextrose Agar terisolasi dan teridentifikasi fungi S. schenckii. Kucing didiagnosis mengalami infeksi sporotrikosis dengan prognosis dubius. Pengobatan dilakukan dengan pemberian itraconazol (10 mg/kg BB s1dd, PO); dan hepatovit (0,4 mL s1dd, PO). Kucing mulai menunjukkan perbaikan kondisi pada hari ke-14 pengobatan. Ulserasi kulit mulai berkurang dan area kulit yang terbuka mulai tertutup. Pengobatan antifungal sistemik dapat dilanjutkan hingga 1-2 bulan sambil dilakukan observasi kesembuhan secara klinis.
Gambaran Histopatologi dan Kadar Cadmium pada Hati dan Usus Halus Sapi Bali yang Dipotong di Abbatoir Tradisional Guru, Yohana Cendyka Kartika Dewi; Berata, I Ketut; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat cadmium pada organ hati dan usus halus sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional serta mengetahui gambaran histopatologi hati dan usus halus yang mengandung cadmium. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah organ hati dan usus halus dari 10 ekor sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional. Masing-masing sampel dibagi atas dua bagian yaitu untuk dibuat preparat histopatologi dengan teknik pewarnaan Hematoxylin-Eosin dan untuk pemeriksaan kadar logam berat cadmium dengan teknik Atomic Absorption Spectrofotometric (AAS). Dari 10 sampel yang diperiksa, ditemukan 30% sampel hati dan 40% sampel usus halus mengandung cadmium, dengan rerata berturut-turut 1,46 ppm dan 15,7 ppm. Hasil pemeriksaan histopatologi hati ditemukan beberapa perubahan dari masing-masing sampel berupa degenerasi melemak, piknosis, karyorheksis, karyolisis, infiltrasi limfosit, dan proliferasi sel Kupffer. Pada sampel usus halus ditemukan beberapa perubahan dari masing-masing sampel berupa piknosis, karyorheksis, karyolisis, dan infiltrasi limfosit. Tidak ada perbedaan signifikan antara perubahan histopatologi jaringan yang positif dengan yang negatif cadmium. Frekuensi dan kadar paparan cadmium pada hati lebih rendah dari pada usus halus. Tidak ada perbedaan signifikan antara perubahan histopatologi jaringan positif mengandung kadmim dengan yang negatif.
Laporan Kasus: Histiocytoma pada Kulit Leher dan Perut Anjing Kacang di Kabupaten Badung, Provinsi Bali Astrin, Baiq Nia Rolyana; Wardhita, Anak Agung Gde Jaya; Gorda, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.807

Abstract

Histiocytoma merupakan tumor jinak yang berasal dari petumbuhan abnormal dari histiosit. Seekor anjing lokal betina, berumur empat tahun dengan berat badan 13,5 kg diperiksa dengan keluhan adanya benjolan pada kulit leher dan perut disertai tukak. Secara fisik anjing teramati sehat dengan nafsu makan dan minum baik, defekasi dan urinasi normal. Diagnosis ditentukan dengan pengambilan biopsi jaringan tumor untuk pemeriksaan histopatologi. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya sel-sel limfosit kecil/histiosit, homogen diselingi oleh jaringan stroma. Premedikasi diberikan atropine sulfate 1,6 mL secara subkutan. Kemudian dilakukan pemasangan intravena kateter untuk infus lactat ringer. Setelah 10 menit, hewan diberikan anestesi dengan menggunakan xylazin 1,3 mL dan ketamine 1,7 mL yang dicampur terlebih dahulu dan disuntikan secara intravena melalui selang infus. Operasi pengangkatan tumor dilakukan secara menyeluruh dengan melebihkan 2 cm jaringan sehat dari batas tumor, pada luka yang sudah diinsisi diirigasi dengan antibiotik penicillin streptomycin 1 mL yang sudah dicampur dengan NaCl 9 mL. Setelah itu dilakukan penutupan pada luka operasi dengan benang chromic catgut ukuran 3.0 pada bagian subkutan dengan metode jahitan menerus, dan pada kulit di jahit menggunakan pola jahitan simple interrupted menggunakan benang silk ukuran 3.0. Kemudian luka operasi dibersihkan lagi dengan penicillin streptomycin yang sudah dicampur dengan NaCl setelah itu ditutup dengan kassa steril dan diperban. Penanganan pasca-operasi hewan kasus diberikan antibiotik amoxicilin sebanyak 0,5 tablet dua kali sehari dan analgesik meloxicam sebanyak 0,3 tablet satu kali sehari. Hari ke-7 pasca operasi luka sudah mengering dan menyatu secara sempurna.
Daya Simpan Semen Ayam Cemani dalam Pengencer Susu Skim Fosfat pada Suhu 4C Berdasarkan Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Budi, Josephine Aurora; Bebas, Wayan; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.705

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui motilitas dan daya hidup spermatozoa yang disimpan dalam pengencer susu skim fosfat pada suhu 4oC. Semen ayam cemani diencerkan dengan perbandingan 1:25 dan disimpan dalam suhu 4oC, kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 400 kali pada jam ke-0, 12, 24, 36, 48, 60, dan 72 jam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), data yang diperoleh diuji dengan sidik ragam dan uji Duncan. Motilitas spermatozoa diamati dengan melihat pergerakan progresifnya dan dihitung dalam satuan persen, sedangkan daya hidup spermatozoa diamati dengan pengecatan eosin negrosin citrate. Spermatozoa yang hidup akan terlihat bening dan yang mati berwarna merah. Hasil dari uji tersebut menunjukan motilitas dan daya hidup spermatozoa mengalami penurunan selama penyimpanan. Motilitas semen spermatozoa disimpan selama 48 jam pada suhu 4oC adalah 44%. Daya hidup spermatozoa selama penyimpanan semen 48 jam pada suhu 4 oC adalah 45,75%, hal itu sesuai dengan standar minimal untuk inseminasi buatan. Semen ayam cemani dapat disimpan sampai dua hari pada suhu 4oC dengan pengencer susu skim fosfat.
Deteksi Antigen Virus Avian Influenza pada Ayam Kampung di Pasar Hewan Beringkit dan Pasar Umum Galiran, Bali Musdalifa, Annisa; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.757

Abstract

Avian Infuenza termasuk ke dalam kelompok penyakit menular strategis dan bersifat zoonosis. Penyebabnya adalah virus Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) subtipe H5N1. Introduksi virus Avian Infuenza subtipe H5N1 dapat melalui jalur pasar karena berpotensi dalam penyebarannya penyakit Avian Influenza pada ayam kampung secara alamiah melalui kontak langsung dengan unggas lain. Penelitian ini dilakukan di Pasar Hewan Beringkit, Kabupaten Badung dan Pasar Umum Galiran, Kabupaten Klungkung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan virus Avian Influenza subtipe H5N1 pada ayam kampung di Pasar Hewan Beringkit dan Pasar Umum Galiran. Sampel yang digunakan sebanyak 120 sampel swab kloaka dan swab trakea ayam kampung, dengan jumlah masing-masing pasar sebanyak 60 sampel. Periode pengambilan sampel dilakukan selama dua bulan dengan periode pengambilan setiap dua minggu sekali sebanyak empat kali. Pengambilan sampel dilakukan pada ayam kampung berumur di atas tiga bulan yang tidak divaksinasi. Isolasi virus pada telur ayam berembrio (TAB) berumur sembilan hari dan identifikasinya dengan uji hemaglutinasi (HA), uji hambatan hemaglutinasi (HI) serta Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Analisis data hasil uji antigen Avian Influenza dengan uji statistika non-parametrik Chi-square (?2). Hasil uji sampel swab kloaka dan trakea ayam kampung asal Pasar Beringkit positif virus Avian Influenza sebesar 5%, sedangkan sampel positif virus Avian Influenza asal Pasar Galiran sebesar 6,7%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa virus Avian Influenza terdeteksi pada ayam kampung di Pasar Hewan Beringkit dan Pasar Umum Galiran, virus AI masih bersikulasi pada daerah asal peternakan dan penyakit AI masih mewabah di Bali.
Histopatologi Paru-paru Tikus Putih Betina Akibat Pemberian Imbuhan Ragi Tape pada Pakan Tikus Waskitha, Melati Pusparini; Setiasih, Ni Luh Eka; Samsuri, Samsuri; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gambaran histopatologi paru-paru tikus putih betina akibat pemberian ragi tape dengan dosis bertingkat. Sebanyak 24 tikus putih betina dikelompokkan menjadi empat perlakuan dan enam ulangan yaitu P0: kontrol; P1: pemberian pakan dicampur ragi tape dengan dosis 100 mg/kgBB; P2: pemberian pakan dicampur ragi tape dengan dosis 200 mg/kgBB; dan P3: pemberian pakan dicampur ragi tape dengan dosis 300 mg/kgBB. Perlakuan diberikan selama 21 hari, kemudian tikus putih betina pada semua kelompok dinekropsi di hari ke-22. Jaringan paru-paru diambil untuk pembuatan preparat dengan pewarnaan Harris-Hematoxyline Eosin (HE). Parameter yang diamati meliputi adanya kongesti, inflamasi, dan nekrosis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan histopatologi paru-paru tikus putih betina akibat pemberian ragi tape. Ragi tape menyebabkan perubahan histopatologi paru-paru tikus betina secara signifikan pada inflamasi dan nekrosis, sedangkan kongesti tidak berbeda nyata. Hal ini dapat disimpulkan pemberian ragi tape sebagai kontrasepsi alami dapat mengakibatkan perubahan histopatologi paru-paru tikus betina.
Kajian Pustaka: Pemanfaatan Herbal Sebagai Alternatif dalam Peningkatan Fungsi Reproduksi Ikan Jatiswara, Ismaya; Rosdianto, Aziiz Mardanarian; Budinuryanto, Dwi Cipto
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.821

Abstract

Reproduksi merupakan bagian dari sistem fisiologis tubuh yang sangat penting dalam siklus hidup mahluk hidup termasuk ikan. Tujuan utama reproduksi adalah mempertahankan keberadaan dan kelanjutan suatu spesies. Review literatur ini merupakan sebuah ulasan pemanfaatan herbal berkhasiat pada pakan untuk meningkatkan performa reproduksi ikan. Metode penelusuran literatur dilakukan secara elektronik melalui garba digital ilmiah. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan, dianalisis, dan disesuaikan berdasarkan kriteria dari manfaat ragam herbal yang memberikan pengaruh pada performa reproduksi ikan. Secara khusus, pada ulasan kali ini penulis mengulas mengenai temuan dari studi terdahulu terkait dengan pemafaatan herbal berkhasiat secara invitro dan invivo. Aspek reproduksi yang dibahas pada ulasan ini adalah peningkatan kualitas gonad, peningkatan kualitas telur, dan peningkatan perilaku reproduksi ikan.

Page 2 of 2 | Total Record : 18