cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
malihpeddas@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 -Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MALIH PEDDAS
ISSN : 20885792     EISSN : 25806513     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS" : 10 Documents clear
PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI MENGUBAH BENTUK PECAHAN MELALUI METODE DISKUSI DI KELAS VI SD NEGERI BINTORO 16 SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Sri Niswati
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i1.1119

Abstract

Hasil tes formatif diketahui bahwa kriteria ketuntasan klasikal baru mencapai 25% hal ini berarti bahwa siswa belum mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan yaitu kriteria ketuntasan minimal 63 dan kriteria ketuntasan klasikal minimal 63%. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan hasil pembelajaran Matematika tentang mengubah bentuk pecahan di kelas VI Semester 2 SD Negeri Bintoro 16.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri Bintoro 16 Demak Tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 siswa. Desain penelitian adalah penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pengumpulan data diperoleh dari hasil tes dan observasi. Sedangkan analisis data meliputi data kualitatif dan data kuantitatif.Berdasarkan analisis data penelitian hasil tes formatif dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Peningkatan ini dapat diketahui dari hasil tes siklus I sebesar 55% dan siklus II sebesar 85%, ada peningkatan sebesar 30% dan batas tuntas belajar secara klasikal yang memperoleh nilai lebih dari 63 lebih dari 63%.
KEEFEKTIFAN MEDIA BUKU AJAR BERKARAKTER BERBASIS KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SD KELAS III Ahmad Nashir Tsalatsa
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i1.1114

Abstract

Anak  usia  sekolah  dasar  atau  SD  menurut  Piaget  tergolong  dalam  tahap Operasional Kongkrit yakni umur 7 sampai 11 tahun. Pada tahap ini adalah anak   sudah  mulai   menggunakan   aturan-aturan   yang   jelas   dan   memiliki kecakapan berpikir logis. Meskipun sudah memiliki kemampuan berpikir logis, anak perlu diberi gambaran konkret, sehingga ia mampu menelaah persoalan. Dalam   pembelajaran   dikelas   buku   ajar   yang   digunakan   siswa   kurang memberikan gambaran yang kongkrit, maka dari itu kami mencoba untuk membuat buku ajar yang memberikan gambaran yang kongkrit tentang materi yang diajarkan, sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih kepada siswa.  Buku  ajar  berkarakter dibuat  sedemikian  rupa mampu  melatih  siswa untuk memiliki karakter membaca dan belajar secara baik.Keefektifan Media Buku Ajar Berkarakter Berbasis Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Matematika Siswa SD memiliki pengaruh yang baik dilihat dari (1) pembelajaran memenuhi ketuntasan baik secara individual maupun klasikal,dengan nilai pada kolom sig (2-tailed) adalah 0,000, dimana 0,000 <0,05. Artinya H0 ditolak, maka nilai rata-rata kelas eksperimen mencapai ketuntasan yang ditargetkan yaitu 75. Dilakukan uji proporsi untuk mengetahui tingkat ketuntasan siswa secara individual. Uji proporsi dengan menggunakantaraf nyata 5% diperoleh Z ta b el = 1,68, sedangkan nilai Z h itu n g = 0,39, maka H0 diterima. artinya proporsi ketuntasan belajar peserta didik secara individual adalah 80%. Dapat disimpulkan hasil belajar siswa kelas eksperimen tuntas secara klaksikal dan individu (2) keaktifan   peserta didik berpengaruh positif terhadap   hasil   belajar   sebesar   86,7%,   (3)   hasil   belajar   peserta   didikmenggunakan buku ajar matematika yang berkarakter lebih baik dengan rata-rata hasil belajar diperoleh 80,94 untuk kelas eksperimen dan 62,60 untuk kelas kontrol.
PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR DI SD Eka Sari Setianingsih
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i1.1120

Abstract

Permasalahan belajar siswa sangatlah kompleks dan bermacam-macam seperti berbohong, pergi tanpa izin, mencuri, menyontek, kedisiplinan belajar rendah, motivasi belajar rendah, prestasi belajar rendah, tidak serta merta diakibatkan oleh siswa yang bodoh melainkan disebabkan oleh sikap dan cara belajar yang salah. Bimbingan belajar di SD merupakan layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu siswa SD dapat belajar dengan efektif dan efisien, mencapai perkembangan optimal dan mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan, keterampilan serta menyiapkan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. Oleh sebab itu kegiatan belajar mengajar di SD harus di integrasikan dalam bimbingan dan konseling. Salah satu metode pelaksanaan bimbingan belajar di SD adalah melalui kegiatan belajar mengajar yang bernuansa bimbingan. Operasionalisasinya adalah nilai-nilai layanan bimbingan belajar diberikan kepada siswa di sela-sela atau bahkan bersamaan dengan materi pelajaran.
PENERAPAN STRATEGI PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW (PQ4R) BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA TERHADAP KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS PADA TEMA INDAHNYA KEBERSAMAAN PESERTA DIDIK KELAS IV SD NEGERI REMBUL 03 KABUPATEN TEGAL Ervina Eka Subekti; Nurizqi Dwi Wahyuning Tyas
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i1.1115

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat belajar siswa dalam hal ini dengan pelajaran yang berkaitan dengan logika matematika (matematis-logis) secara umum yakni matematika dan IPA. Kecerdasan matematis-logis merupakan salah satu kecerdasan yang penting dimiliki oleh peserta didik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya perbedaan kecerdasan matematis-logis peserta didik yang mendapat perlakuan strategi Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) berbantuan lembar kerja siswa (LKS) dengan strategi pembelajaran konvensional pada tema Indahnya Kebersamaan peserta didik kelas IV SDN Rembul 03 Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Teknik pengambilan sampel dengan sampel jenuh dengan kelas IV-A sebagai kelas eksperimen (28 siswa) dan kelas IV-B sebagai kelas kontrol (28 siswa). instrumen yang digunakan adalah tes uraian. Desain penelitian menggunakan jenis Pretest-posttest control group design. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh hasil thitung > ttabel (3,34697 > 1,675) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan yang dapat diambil adalah ada perbedaan kecerdasan matematis-logis siswa yang mendapat perlakuan strategi pembelajaran  Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) dengan strategi pembelajaran konvensional pada tema Indahnya Kebersamaan peserta didik kelas IV SDN Rembul 03 Kabupaten Tegal.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI ENERGI PANAS DAN BUNYI MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK DI KELAS IV SD NEGERI BINTORO 16 SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Sri Hastuti Siwi Lestari
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i1.1116

Abstract

Berdasarkan hasil ulangan mata pelajaran IPA dengan materi energi panas dan energi bunyi yang diikuti oleh 23% yang memperoleh nilai rata-rata kelas 50,8. Dari nilai rata–rata kelas yang hanya 50,8 berarti kemampuan siswa dalam menguasai mata pelajaran IPA masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan SD Negeri Bintoro 16 Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016 untuk kelas IV sebesar 65. Kurang berhasilnya siswa dalam pembelajaran IPA dengan materi energi panas dan energi bunyi ini kemungkinan siswa tidak mampu memahami materi pelajaran, guru dalam proses pembelajaran tidak menggunakan metode, media serta pendekatan pembelajaran yang tepat dan sesuai materi yang disajikan sehingga setiap penanaman konsep dasar kurang dapat dipahami oleh siswa secara sempurna, akhirnya siswa kurang tertarik pada materi pelajaran IPA yang disajikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar IPA melalui metode diskusi kelompok tentang energi panas dan energi bunyi di kelas IV semester 2. Desain penelitian adalah penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus I yang dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa tentang energi panas dan bunyi melalui metode diskusi kelompok di kelas IV SD Negeri Bintoro 16 ada peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan ini dapat diketahui dari hasil tes siklus I sebesar 60,8% dan siklus II sebesar 82,6%, ada peningkatan sebesar 21,8% dan nilai rata-rata ketuntasan klasikal lebih dari 65% dari jumlah siswa.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KOMUNIKASI MATEMATIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) Isna Putri Astuti
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i1.1112

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan komunikasi matematik sedang tujuan khususnya adalah Meningkatkan Hasil Belajar  dan Komunikasi Matematik dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk  Write pada materi relasi fungsi  bagi peserta didik  kelas VIII A di SMP N 2 Jiken  tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini di lakukan di  SMP N 2 Jiken kelas VIII A dengan jumlah peserta didik 36 dilakukan 2 siklus dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refeksi atau analisis yaitu membandingkan hasil tes komunikasi matematik kondisi awal dengan hasil tes komunikasi  matematik pada siklus  Berdasarkan analisis data ternyata terjadi peningkatan ketuntasan belajar peserta didik kondisi awal  (36,11 %)  ke siklus 1  (52,78 %) terjadi kenaikan 16,67 %, sedangkan ketuntasan belajar dari kondisi awal (36,11 %) ke siklus  2 (83,33 %) terjadi kenaikan sebesar 47,22 %. Rata-rata nilai peserta didik juga meningkat dari kondisi awal (56,67)  sampai siklus 1 (67,64) atau naik 10,97 sedangkan rata-rata dari siklus1 (67,64)  sampai siklus 2 (73,19) naik 5,55 sedangkan rata-rata dari kondisi awal ( 56,67) sampai siklus 2( 73,19) terjadi peningkatan sebesar 16,52. Untuk komunikasi matematik indikator memperhatikan penjelasan pendidik dari kondisi awal (50%) siklus 1 ( 55,6%) siklus 2 ( 66,7%) terjadi kenaikan 16,7%, menulis hal yang relevan dalam pembelajaran dari kondisi awal (8,3%) siklus 1 (22,2%) siklus 2 ( 22,2%) terjadi kenaikan 47,3%, menjawab pertanyaan pendidik dari kondisi awal (11%) siklus 1 (27,85) siklus 2 (22,2%) terjadi kenaikan 11,2%, senang atau antusias dalam pembelajaran dari kondisi awal (19%) siklus 1 (41,7%) siklus 2 (66,7%) terjadi kenaikan 47,7%, berdiskusi dengan teman dalam kelompoknya dari kondisi awal (17%) siklus 1 (33,3%) siklus 2 (33,3%) terjadi peningkatan 16,3%, segera mengerjakan soal yang diberikan pendidik dari kondisi awal (33%) siklus 1 (41,7%) siklus 2 (66,7%) terjadi kenaikan 33,7%, mempresentasikan hasil diskusi dari kondisi awal ( 8,3%) siklus 1 (22,2%) sikus 2 (27,8%) terjadi kenaikan 19,5%, membuat rangkuman dari kondisi awal ( 8%) siklus 1 ( 27,8%) siklus 2 ( 61,1%) terjadi kenaikan 53,1%.  Dengan hasil di atas maka penggunaan model pembelajaran kooperatif Think Talk  Write pada materi Relasi dan fungsi dapat meningkatkan hasil belajar dan komunikasi matematik.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI PESAWAT SEDERHANA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DI KELAS V SD NEGERI BINTORO 16 SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Nurhayati Mustika
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i1.1117

Abstract

Berdasarkan nilai ulangan mata pelajaran IPA tentang pesawat sederhana, data yang diperoleh menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa kelas V Semester II SD Negeri Bintoro 16 masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 65. Nilai tes formatif siswa tentang pesawat sederhana, yaitu dari 24 siswa hanya 6 siswa tuntas belajar (sesuai KKM yaitu ≥ 65), sedangkan 18 siswa tidak tuntas belajar. Jadi persentase ketuntasan belajar siswa di kelas V yaitu siswa yang tuntas belajar sekitar 25% dan yang tidak tuntas belajar sekitar 75%. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar IPA tentang pesawat sederhana melalui model pembelajaran Think Pair Share (TPS) di kelas V SD Negeri Bintoro 16.  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Bintoro 16 Demak Tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 24 siswa. Desain penelitian adalah penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pengumpulan data diperoleh dari hasil tes, observasi, jurnal. Sedangkan Analisis data meliputi data kualitatif dan data kuantitatif.Berdasarkan analisis data penelitian hasil tes formatif dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Peningkatan ini dapat diketahui dari hasil tes siklus I sebesar 62,5% dan siklus II sebesar 83,3%, ada peningkatan sebesar 20,8% dan batas tuntas belajar secara klasikal yang memperoleh nilai lebih dari 65 lebih dari 65%.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PERUBAHAN PERTUMBUHAN HEWAN MELALUI METODE DISKUSI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS II SD NEGERI BINTORO 16 SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Sri Juni Astuti
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i1.1111

Abstract

Berdasarkan hasil temuan yang diperoleh peneliti, bahwa sebagian besar hasil belajar siswa kurang maksimal. Dari hasil analisis penguasaan butir soal tes formatif pada pembelajaran IPA tentang pertumbuhan pada hewan menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran tersebut. Untuk mata pelajaran IPA hanya 3 siswa dari 16 siswa yang memperoleh nilai 62 ke atas, atau ada 18,75% yang mencapai ketuntasan belajar. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah: 1) menjelaskan peningkatan kemampuan mengidentifikasi perubahan pada pertumbuhan hewan melalui penerapan metode diskusi dan penggunaan media gambar pada siswa kelas II semester I SDN Bintoro 16 Demak; 2) mendeskripsikan perkembangan karakter keberanian siswa dalam pembelajaran mengidentifikasi perubahan pada pertumbuhan hewan melalui penerapan metode diskusi dan penggunaan media gambar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN Bintoro 16 Demak Tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 16 siswa. Desain penelitian adalah penelitian tindakan kelas terdiri atas dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pengumpulan data diperoleh dari hasil tes, observasi, jurnal. Analisis data meliputi data kualitatif dan data kuantitatif. Berdasarkan analisis data penelitian hasil tes formatif dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Peningkatan ini dapat diketahui dari hasil tes siklus I sebesar 62,5% dan siklus II sebesar 75%, ada peningkatan sebesar 12,5% dan batas tuntas belajar secara klasikal yang memperoleh nilai lebih dari 62 lebih dari 72%. Perilaku siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran yaitu sebagian besar siswa sangat senang dan tertarik, lebih aktif dalam pembelajaran, sangat antusias dan serius dalam mengerjakan tugas tanpa menjumpai hal-hal yang menyulitkan sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.
ANALISIS PEMANFAATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN BAHASA DI TK TUNAS RIMBA II KOTA SEMARANG Ratna Wahyu Pusari
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i1.1118

Abstract

Pembelajaran bahasa sangat penting ditanamkan sejak usia dini, karena bahasa merupakan alat komunikasi yang penting. Untuk mendukung perkembangan bahasa maka diperlukan alat permainan guna mendukung terstimulasinya perkembangan bahasa anak usia dini. Tidak semua sekolah memiliki APE yang sesuai dengan rasio anak, usia anak, perkembangan anak; sehingga pembelajaran menjadi menjemukan, anak menjadi bosan dan saling menggangu satu sama lain. Selain APE, pusat pembelajaran yang masih berpusat pada guru juga menambah tingkat kejenuhan anak dalam belajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuliatatif untuk menggambarkan bagaimana pemanfaatan APE dalam menciptakan pembelajaran bahasa di TK Tunas Rimba II Kota Semarang. Berdasarkan hasil observasi, TK Tunas Rimba II Kota Semarang masih menggunakan pusat pembelajaran yang berpusat pada guru, model pembelajaran kelompok, dan kurang dalam pemanfaatan APE dalam pembelajaran bahasa.
KAJIAN NILAI MORAL DALAM FILM KARTUN UPIN DAN IPIN EDISI “IKHLAS DARI HATI” PRODUKSI LES’ COPAQUE Mei Fita Asri Untari; Farida Utami Purnomo
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v6i1.1113

Abstract

Program acara televisi baik sinetron, komedi, dan film kartun banyak mengandung aksi kekerasan yang tidak patut ditonton marak bermunculan. Banyak tayangan televisi yang krisis nilai moral. Hal ini dapat berakibat buruk bagi anak-anak maupun dewasa. Oleh karena itu, dalam tayangan televisi perlu diintegrasikan nilai moral. Salah satu tayangan yang disukai oleh anak-anak adalah film kartun. Film kartun banyak berisi lelucon dan humor yang menarik. Untuk itu film kartun harus memuat nilai moral karena setiap hari anak-anak menonton film kartun. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah nilai moral yang terdapat dalam film kartun Upin dan Ipin. Tujuan penelitian ini adalah  menganalisis dan mendeskripsikan nilai moral dalam film kartun Upin dan Ipin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh judul film kartun Upin dan Ipin yang berjumlah 102 judul. Sampel yang diambil adalah judul “Ikhlas dari Hati” dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dalam penelitian ini adalah hal-hal yang mengandung nilai moral yang terdapat pada film kartun Upin dan Ipin. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan metode pengamatan dengan teknik catat. Berdasarkan hasil analisis data penelitian setelah dideskripsikan, maka ditemukan nilai moral yang terdapat pada masing-masing judul film kartun Upin dan Ipin. Nilai moral tersebut antara lain rasa hormat, tanggung jawab, kejujuran, keadilan, toleransi, kebijaksanaan, disiplin diri, tolong menolong, peduli sesama, kerja sama, keberanian dan demokratis.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Malih Peddas, Volume 15, Nomor 2 Vol 15, No 1 (2025): Malih Peddas, Volume 15, Nomor 1 Vol 14, No 2 (2024): Malih Peddas, Volume 14, Nomor 2 Vol 14, No 1 (2024): Malih Peddas, Volume 14, Nomor 1 Vol 13, No 2 (2023): Malih Peddas, Volume 13, Nomor 2 Vol 13, No 1 (2023): Malih Peddas, Volume 13, Nomor 1 Vol 12, No 2 (2022): Malih Peddas, Volume 12, Nomor 2 Vol 12, No 1 (2022): Malih Peddas, Volume 12, Nomor 1 Vol 11, No 2 (2021): Malih Peddas, Volume 11, Nomor 2 Vol 11, No 1 (2021): Malih Peddas, Volume 11, Nomor 1 Vol 10, No 2 (2020): Malih Peddas, Volume 10, Nomor 2 Vol 10, No 1 (2020): Malih Peddas, Volume 10, Nomor 1 Vol 9, No 2 (2019): Malih Peddas, Volume 9, Nomor 2 Vol 9, No 1 (2019): MALIH PEDDAS, Volume 9, Nomor 1 Vol 8, No 2 (2018): MALIH PEDDAS, Volume 8, Nomor 2 Vol 8, No 1 (2018): MALIH PEDDAS, Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 2 (2017): MALIH PEDDAS, Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2017): Malih Peddas, Volume 7, Nomor 1 Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomor 2 Des 2016 Vol 6, No 1 (2016): MALIH PEDDAS Vol 5, No 2 Desember 2015 (2015): Malih Peddas Vol 5, No 1 Juli 2015 (2015): MALIH PEDDAS Vol 5, No 2 (2015): Malih Peddas Vol 5, No 1 (2015): MALIH PEDDAS Vol 4, No 2 Desember 2014 (2014): MALIH PEDDAS Vol 4, No 1 Juli 2014 (2014): MALIH PEDDAS Vol 4, No 2 (2014): MALIH PEDDAS Vol 4, No 1 (2014): MALIH PEDDAS Vol 3, No 2 Desember 2013 (2013): MALIH PEDDAS Vol 3, No 1 Juli 2013 (2013): MALIH PEDDAS Vol 3, No 2 (2013): MALIH PEDDAS Vol 3, No 1 (2013): MALIH PEDDAS Vol 2, No 2/ Desember (2012): malih peddas Vol 2, No 2 (2012): malih peddas Vol 2, No 1 (2012): malih peddas Vol 2, No 1/ juli (2012): malih peddas Vol 1, No 2/ Desember (2011): MALIH PEDDAS Vol 1, No 2 (2011): MALIH PEDDAS Vol 1, No 1/ Juli (2011): MALIH PEDDAS Vol 1, No 1 (2011): MALIH PEDDAS More Issue