cover
Contact Name
Noor Miyono
Contact Email
noormiyono@upgris.ac.id
Phone
+6282137144335
Journal Mail Official
jmp@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingga Raya, Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
urnal Manajemen Pendidikan (JMP). Published 3 times a year in April, August and December contains scientific papers on research and education management theory studies Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) published by Prodi Management Education PPs University PGRI Semarang. The editor receives donations of writing that have never been published in other print media. Please read these guidelines carefully. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) should obey the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it will BE REJECTED by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.
Articles 327 Documents
PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI BERPRESTASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA GURU SD NEGERI DI GUGUS KI HAJAR DEWANTARA KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK PPs MP IKIP PGRI Semarang, Nurchasanah
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2012): Desember
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The objectives of this studu are to: a) describe the perception ofthe principals leadership, achievement motivation, compensationand performanceof teachersin Gugus Ki Hajar Dewantara Sayung Sub District in Demak District. b) determinethe effect ofthe perception ofprincipal’sleadership, achievement motivation, andcompensationto theperformance of teachersin Gugus Ki Hajar Dewantara Sayung Sub District in Demak Districteither partiallyor simultaneously. Data  analysisusing multilinear regression. The study populationwasallcivil servantsteachersin Gugus Ki Hajar Dewantara Sayung Sub District in Demak District50 peopletotally whooncedefinedasthe study sample. Results: 1)the results ofthe description statistic analysisvariable perception of principalleadership, achievement motivation, andcompensationare quite good, while the teachersperformance isgood. 2)themultiple linear regression analysisshowedvariableperception of principalleadership, achievement motivation, andcompensation partiallyhas positive effect onteacher performanceand simultaneouslyalso has positive effects onteachers performance.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: a) mendeskripsikan persepsikepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi, kompensasi dan kinerja guru Negeri di Gugus Ki Hajar Dewantara Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. b)mengetahuipengaruh persepsi kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi, dan kompensasi terhadap kinerja guru Negeri di Gugus Ki HajarDewantara Kecamatan Sayung Kabupaten Demak baik secara parsial maupun simultan. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda.Populasi penelitian semua guru PNS SD negeri di Gugus Ki Hajar Dewantara Kecamatan Sayung Kabupaten Demak berjumlah 50 orang yang sekaligus ditetapkan sebagaisampel penelitian.Hasil penelitian: 1) hasil analisis statistik deskripsi variabel persepsi kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi, dan kompensasi hasilnya cukup baik, sedangkan kinerja guru baik. 2) analisis regresi linier berganda menunjukkan variabel persepsi kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi, dan kompensasi secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja guru dan secara simultan juga berpengaruh terhadap kinerja guru.Kata-kata Kunci: principalleadership, achievement motivation, compensation,andteachers performance.
PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN PARTISIPASI GURU DALAM MGMP TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MATEMATIKA SMP DI KABUPATEN JEPARA PPs MP IKIP PGRI Semarang, Sukmandari
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2012): Desember
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purposes of this research are: (1) to know the level of influence of achievement motivation toward professional competence of mathematics teachers of Junior High Schools in Jepara District; (2) to know the level of influence of teachers’ participation in MGMP toward professional competence of mathematics teachers of Junior High Schools in Jepara District; (3) to know the level of influence of achievement motivation and teachers participation in MGMP toward professional competence of mathematics teachers of Junior High Schools in Jepara District. The population of this research is mathematics teachers of Junior High Schools in Jepara regency with the total number of 133 people, the sampel was 97 people selected randoly. Data collection is questionnaire. Data analysis by descriptive analysis, prerequisite test, and test the hypothesis used the simple regression linier and double regression linier. The result of research showed that motivation achievement has influence toward professional competence of teachers, the teachers’ participation in MGMP has influence toward professional competence of teachers, motivation achievement and teachers’ participation in MGMP have influence toward professional competence of teachers.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi berprestasi terhadap kompetensi profesional guru matematika SMP di Kabupaten Jepara, (2) untuk mengetahui besarnya pengaruh partisipasi guru dalam MGMP terhadap kompetensi profesional guru matematika SMP diKabupaten Jepara, (3) untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi berprestasi dan partisipasi guru dalam MGMP secara bersama-sama terhadap kompetensi profesional guru matematika SMP di Kabupaten Jepara. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh guru matematika SMP di Kabupaten Jepara yang berjumlah 133 orang, diperoleh sampel sebanyak 97 orang dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner. Analisis data yang digunakan adalahanalisis deskriptif, uji prasyarat dan uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif motivasi berprestasi terhadap kompetensi profesional guru, terdapat pengaruh positif partisipasi guru dalam MGMP terhadapkompetensi profesional guru, terdapat pengaruh positif motivasi berprestasi dan partisipasi dalam MGMP secara bersama-sama terhadap kompetensi profesional guru.Kata-kata Kunci: motivation achievement, teacher participation in MGMP and professional competence of teachers.
PENGARUH KUALIFIKASI AKADEMIK, PENGALAMAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR SE KECAMATAN WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN PPs MP IKIP PGRI Semarang, Sri Hartini
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2012): Desember
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The objective of this research are to know: effect of academicqualification, working experiences, and work motivation simultaneously toward performance of primary school principal at Sub District Wiradesa in District Pekalongan. This is a correlational research. Population are all primary school principals at Sub District Wiradesa in District Pekalongan of 34 persons totally. All population become sample. Data collected by questioner consist of questioner of academic qualification, working experiences, work motivation, and performance of primary school principal. Data analysis use simple regression andmultiple regressions. The research result shows that there is partially and simultaneously significant effect between academic qualification, working experiences, work motivation toward performance of primary school principal at Sub District Wiradesa in District Pekalongan. The partial effect of academic qualification is 32 %, working experiences is 42,9%, work motivation is 35,2%, dan simultaneous effect is 59,7%.Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualifikasi akademik, pengalaman kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja kepala Sekolah Dasar se Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh Kepala Sekolah Dasar yang terdapat di Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan yaitu sebanyak 34 orang. Seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Kuesionerterdiri dari kuesioner kualifikasi akademik, pengalaman kerja, motivasi kerja, serta kinerja kepala sekolah. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara parsial maupun secara bersama-sama yang signifikan antara kualifikasi akademik, pengalaman kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja Kepala Sekolah Dasar seKecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Besarnya pengaruh kualifikasi akademik sebesar 32 %, pengalaman kerja (42,9%), motivasi kerja (35,2%), dan pengaruh secara bersama-sama (59,7%).Kata-kata Kunci: kualifikasi akademik, pengalaman kerja, motivasi kerja, kinerja kepala sekolah.
PENGARUH SIKAP GURU TERHADAP PEKERJAAN DAN PENGALAMAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU OLAHRAGA SMPN SE-KABUPATEN JEPARA PPs MP IKIP PGRI Semarang, Sugiarta
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2012): Desember
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract.The problem of professional teacher competence is the problem that needs to pay attention continuously for education world. The high and low of the professional teacher competence is influenced by some factors. It is supposed the teacher attitude to the job and the experiences to follow the education and trainning influence to the professional teacher competence in general and especially for sport teacher of yunior high school in Jepara regency. This is a quantitative research. The population of this research is all sport teacher of yunior high school in Jepara regency that has 58 sport teachers spread at 39 high school in Jepara regency. The sample of this research is using saturated sampling namely all the population were becomesample in the research. The research result shows that the teacher attitude to the job has possitive influence to the professional teacher competence by contribution of 61,30 % and it is also known that education and trainning experience has possitive influence to the professional teacher competence by contribution of 59,60 %. Furthermore the teacher attitude to the job and education and trainning experience collectively has possitive influence to the professional teacher competence by contribution of 75, 40 %. Based on the finding result, it is adviced that the teacher attitude to the job must always be efforted possitively and the teacher should always effort to increase the knowledge and the skill, By this way the teachers ability and the quality education will be existed.Abstrak.Masalah kompetensi profesional guru adalah masalah yang menjadi perhatian bagi dunia pendidikan. Tinggi rendahnya kompetensi profesional guru dipengaruhi oleh banyak faktor. Diduga faktor sikap guru pada pekerjaan dan pengalaman mengikuti pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kompetensi profesional guru secara umum, khususnya guru olahraga SMPN Se- Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitianini adalah seluruh guru olahraga SMPN Se- Kabupaten Jepara yang berjumlah 58 orang guru yang tersebar di 39 SMP Negeri di Kabupaten Jepara. Sampel dalam penelitian ini adalah sampling jenuh yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama sikap guru pada pekerjaan berpengaruh positif terhadap kompetensi profesional guru dengan kontribusi sebesar 61,30 %; kedua pengalaman pendidikan dan pelatihan berpengaruh positif terhadapkompetensi profesional guru dengan kontribusi sebesar 59,60 %; ketiga sikap guru pada pekerjaan, pengalaman pendidikan dan pelatihan secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kompetensi profesional guru dengan kontribusi sebesar 75,40 %. Berdasarkan hasil temuan tersebut disarankan: sikap guru pada pekerjaan harus selalu diupayakan secara positif oleh guru, selain itu hendaknya guru selalumengupayakan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan, dengan cara demikian kemampuan guru akan meningkat dan pendidikan yang berkualitas akan terwujud.Kata-kata Kunci: sikap guru, pendidikan dan pelatihan, kompetensi pofesional guru.
SEKOLAH UNGGULAN: PENDEKATAN PENGEMBANGAN KAPASITAS SEKOLAH Fakulti Pendidikan Universiti Teknologi Malaysia, Skudai 81310-Johor Bahru Malaysia, Bambang Suminto
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. One of the major themes in educational effectivenessresearch is about school capacity building. This study investigates the implementation of the International Standard School (SBI) policy in Indonesia which can be seen as an effort of school capacity building improvement in the particular country. Using program coherence dimension from capacity building framework, a qualitative study conducted in a secondary school that located in a small city in West Java, Indonesia, that involved in the program. It is found that the interpretation to the SBI policy was changing, which established international standard classrooms is the salient aspect of the implementation of the policy. It is discovered that become an SBI school has positive consequence with regard to acknowledgment its quality by the central government, besides the school can collect extra fund from parents with amount nearly ten times that received from the central government. Document analysis reveals the school difficulties to reach ‘international requirements’ with particular to master in English by its teachers.Abstrak.Salah satu tema utama dalam penelitian tentang sekolah unggul adalah tentang pembangunan kapasitas sekolah. Makalah ini mengkaji penerapan Sekolah Berstandar Internasional (SBI), suatu kebijakan sekolah unggul di Indonesia yang dapat dilihat sebagai upaya peningkatan kapasitas sekolah.Dengan menggunakan dimensi koherensi program dalam konteks pengembangan kapasitas sekolah, studi kualitatif ini dilakukan di sekolah menengah yang terletak di sebuah kota kecil di Jawa Barat, Indonesia yang terlibat dalam program ini. Hasil studi menunjukkan bahwa interpretasi terhadap kebijakan sekolah unggul dalam konteks SBI mengalami perubahan di konteks sekolah, yang paling nyata adalah munculnya kelas standar internasional sebagai implementasi kebijakan tersebut. Hal lain adalah kebijakan inimembuat pihak sekolah mendapat pengakuan kualitas oleh pemerintah pusat sebagai sekolah unggul, dan saat yang bersamaan pihak sekolah dapat mengumpulkan danatambahan dari orang tua dengan jumlah yang besar. Analisis dokumen sekolah mengungkapkan kesulitan sekolah untuk mencapai persyaratan internasional seperti penguasaan bahasa Inggris oleh guru.Kata-kata Kunci: Perkembangan pendidikan Indonesia, sekolah unggul, sekolah standar nasional, peningkatan kapasitas sekolah, sekolah menengah negeri.
PENGELOLAAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SD ISLAM AL AZHAR 29 SEMARANG IAIN Walisongo Semarang, Ali Mursidi
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This study aimed to determine: a. How does the management of the school committee in improving the quality of education at SD Islam (Islamic Elementary School) Al Azhar 29 Semarang, b. What are the factors supporting and inhibiting the management of the school committee in improving the education quality of Islamic Elementary School Al-Azhar 29 Semarang. The results of this study indicate that the management of the school  committee in improving the quality of education at Islamic Elementary School Al-Azhar 29 Semarang, is good enough. The management of the school committee in improving the quality of education was carried out by optimizing four of school committee role , namely: advisory agency, supporting agency, controlling agency, and the mediator agency. The supporting factors of the management of the School Committee were the level of support from parents, the boards of association (Jam’iyyah) are dominated by mother. Beside that, the inhibiting factor were individualy activity of association board, some of association boards do not do their duties.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: a. Bagaimana pengelolaan komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SD Islam Al Azhar 29 Semarang, b. Apa faktor pendukung dan penghambat pengelolaan komite sekolahdalam meningkatkan mutu pendidikan di SD Islam Al Azhar 29 Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan yang dijalankan Komite Sekolah SDIA 29 dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDI Al Azhar 29 Semarang, sudah cukup baik. Pengelolaan Komite Sekolah dalam meningkatkan mutupendidikan, dilaksanakan dengan mengoptimalkan empat peran komite sekolah, yakni: advisory agency, supporting agency, controlling agency, dan mediator agency. Faktor pendukung pengelolaan Komite Sekolah adalah besarnya dukungan dari wali murid, pengurus Jam’iyyah di SD Islam Al Azhar 29Semarang didominasi oleh kaum ibu. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kesibukan pribadi dari masing-masing pengurus Jami’yyah, masih adanya pengurus Jam’iyyah yang tidak melaksanakan tugasnya.Kata-kata Kunci: Jam’iyyah, Komite Sekolah, Mutu pendidikan, Pengelolaan.
PENILAIAN PEMANGKU KEPENTINGAN TERHADAP KINERJA GURU YANG BERSERTIFIKAT PENDIDIK PROFESIONAL Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Soebagyo Brotosedjati
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Teacher who got certification will receive professional allowance. The problem is there any significant different performance between teacher who got certification allowance than before? The objectives of this research are to describe and to evaluate teacher performance of professional teacher. The result of this result will benefit to government education policy maker. Research method use mixed approach of quantitative and qualitative of naturalistic and phenomenology model. Information sources come from education stakeholders consist of school principal, school committee, superintendent, province and district education office, education board, sub-district education office, and district human resource board in all district cover of 386 persons. Data validation use triangulation and resources availability. Research result shows that stakeholder evaluation to teacher performance of 25,5 % is very good; of 54,96 % is good for every competence. While evaluation from school committee shows 31,8% is very good and 52,2% is good. It is concluded that teacher certification is very good to improve teacher professionalism. It is suggested that certification process should be continued to all teachers so they have opportunities to become professional teacher. Abstrak. Guru yang telah lulus sertifikasi memperoleh tunjangan profesi.Masalahnya adalah adakah perbedaan yang signifikan kinerja guru sebelum dan sesudah menerima tunjangan profesi? Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran dan menguji seberapa jauh kinerja guru yang telah berpredikat profesionaltersebut. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengambilan kebijakan pendidikan oleh pemerintah. Metode penelitian ini menggabungkan metode penelitian yang kuantitatif dan kualitatif dengan model naturalistik dan pendekatan fenomenologis. Sumber informasi penelitian ini berasal pemangku kepentingan (stakeholder) yang meliputi kepala sekolah, komite sekolah, pengawas, dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, dewan pendidikan, UPTD dan BKD yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten /kota dengan responden 386 orang. Untuk uji keabsahan data, peneliti menggunakan dua tehnik pemeriksaan trianggulasi dan kecukupan referensial. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penilaian stakeholder terhadap kinerja guru bersertifikat pendidik 25,5 % sangat baik; 54,96 % baik pada setiap kompetensi (pedagogi, profesional, kepribadian dan sosial. Sedangkan penilaian dari KomiteSekolah adalah 31,8% sangat baik; 52,2% baik. Kesimpulanya adalah sertifikasi sangat baik untuk memajukan guru menjadi guru professional. Saran yang diberikan adalah proses sertifikasi ini dilanjutkan sehingga semua guru memperoleh kesempatan untuk menjadi guru profesional.Kata-kata Kunci: Kinerja, Stakeholder, Profesional
POTRET BIROKRASI PENDIDIKAN DI INDONESIA PPs IKIP PGRI Semarang, Nurkolis
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract.Birocracy can be mean aswork procedure, organization system, and power to make decisions. This analisys of education birocracy through four approachs.First, the attitude of birocrat either at school, subdistrict, district, provinsi and national level besides organization caracteristics.Second, level of services given by education birocrats.Thirth, the power to make decisions.Fourth, the quality of personel. The result of analisys shows as follows. First, attitude of birocrats and organizational caracteristics did’nt support to finish their duties well. It was proven from the the low of budget absorbtion, usually the budget ubsorbtion happen on the last two month of the year. When it’s happen the program and activities in eduation sector will not effective. Second, level of services given by education birocrast are still low as shown from the apaty of personel, brush off, coldness, condesclusion, robotism, role book, and round around.Thirth, education birocrat have no power to make decision of education problems especially on evaluation and finance of education. Fourth, the quality of education personel did not qualified because they were selected politically rather than by their capability background. The betterment of education birocracy will happen through the betterment of attitudes of education personel, organizational system and prosedures, give higher power to make decisions, and capacity building to education personel.Abstrak.Birokrasi dapat dipahami sebagaiprosedur kerja, sistem keorganisasian, dan kekuasaan untuk mengambil keputusan.Analisis birokrasi pendidikan dapat dilakukanmelalui empat pendekatan.Pertama, melalui tingkah laku para pelaku pendidikan mulai dari sekolah/UPT pendidikan, serta dinas pendidikan dan karakteristik birokasi. Kedua, dilihat dari tingkat pelayanan dalam konsep administrasi publik (karena membahas birokrasi tidak lengkap tanpa melongok bahasan administrasi public).Ketiga, kewenangan untuk mengambil keputusan pendidikan secara mandiri.Keempat, kualitas para birokrat bidang pendidikan.Hasil analisis birokrasi dari keempat telaah tersebut adalah sebagai berikut.Pertama, tingkah laku para pelaku pendidikan belum menunjukkan perilaku yangbaik sebagai birokrat dan dikukung belum adanya sistem organisasi yang baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari rendahnya penyerapan anggaran secara merata, dan biasanyaserapan anggaran terjadi besar-besaran terjadi pada 2 bulan terakhir pada setiap tahun sehingga hasilnya tidak efektif. Kedua, dilihat dari tingkat pelayanan para penyedialayanan pendidikan banyak sekali sikap apatis, menolak berurusan, sikap dingin, memandang rencah masyarakat, para pegawai pendidikan bekerja secara mekanis dantaat prosedur.Ketiga, lembaga pendidikan di kabupaten dan sekolah tidak memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan pendidikan secara mandiri terutama dalampenilaian pendidikan dan pembiayaan pendidikan.Keempat, kualitas birokrat pendidikan banyak yang tidak berkualitas karena pengangkatan birokrat pendidikan tidak didasarkanpada kompetensi tapi lebih banyak pertimbangan politis.Untuk memperbaiki birokrasi pendidikan maka dapat dilakukan melalui perbaikan tingkah laku karyawan, sistem danprosedur keorganisasian, pemberian kewenangan yang lebih kepada para pelaku pendidikan, dan peningkatan kapasitas para birokrat pendidikan.Kata Kunci: birokrasi pendidikan, otonomi pendidikan, pengambilan keputusan.
KOMITMEN MENJADI KEPALA SEKOLAH BERKUALITAS MELALUI OTORITAS PROFESIONAL DAN MORAL PPs IKIP PGRI Semarang, Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The results of research on school leadership elementary and secondary schools show that school principals showed good characteristics such as having a clear vision, strong leadership and have high expectations for student achievement and teacher performance.Good school management can not be avoided will be found that the principal  aggressive, dynamic and professionally cautious in providing educational programs that are considered important. There is no / very rare good school with a bad principal, or school with the principal ugly either.Indicators that describe the characteristics of an effective school is a school management and democratic decision-making, instructional leadership, the maximum learning time, collaborative planning and the pattern of collegial relationships among teachers.Abstrak.Hasil-hasil penelitian tentang kepemimpinan sekolah dasar dan sekolah menengah menunjukkan bahwa kepala sekolah yang baik menunjukkan ciri-ciri antara lain memiliki visi yang jelas, kepemimpinan yang kuat dan memiliki harapan yang tinggi terhadap prestasi siswa dan kinerja guru.Manajemen sekolahyang bagus tidak dapat dihindari akan dijumpai kepala sekolah yang agresif, dinamis dan secara profesional berhati-hati dalam menyediakan program-program pendidikan yang dianggap penting. Tidak ada/sangat jarang dijumpai sekolah baikdengan kepala sekolah jelek, atau sekolah jelek dengan kepala sekolah baik.Indikator yang menggambarkan ciri sekolah yang efektif adalah manajemen sekolah dan pengambilan keputusan secara demokratis, kepemimpinan instruksional, waktu belajar maksimal, perencanaan kolaboratif dan adanya pola hubungan kolegial di antara para guru.Kata kunci: kepala sekolah, profesional
PENGARUH KETERAMPILAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI SUB RAYON 03 KABUPATEN JEPARA PPs MP IKIP PGRI Semarang, Nur Cahya Edi Sukendar
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to know the influence of principal leadership skill and work motivation on the teachers’ performance at Junior High Schools Sub-Cluster 03, Jepara. Total number of population was 364 from 13 Junior High Schools while number of the sample was 78 respondents taken proportionaly. From the result of the study, it is known that the average score of principal leadership skill is 124,29, the average score of teacher work motivation is 99,04 and the average score of teacher performance is 112,45. The results of pre-requisite test were normally distributed, homogenous, linier, non multicollinear and do not occur heteroskedacity. From the hypothesis test, it is discovered the positive influence of principal leadership skill on teacher performance which is stated by the equation Y = 82,966 + 0,590 X1, the strength of correlation is 0,499 with the 24% of contribution. There is positive influence of teacher work motivation on teacher  performance which is stated by the equation Y = 83,599 + 0,734 X2, the strength of correlation 0,476 with 21,6% of contribution. There is positive influence of principal leadership skill and teacher work motivation together on teacher performance which is stated by the equation Y= 40,715 + 0,571 X1 + 0,475 X2, correlation strength 0,614 with 36% of contribution.Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keterampilan kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru SMP Negeri di Sub Rayon 03 Kabupaten Jepara. Populasi berjumlah 364 dan jumlah sampel 78 responden dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Dari hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata perolehan skor keterampilan kepemimpinan kepala sekolah 124,29, rata-rata perolehan skor motivasi kerja guru adalah 99,04 dan ratarataperolehan skor kinerja guru adalah 112,45. Hasil uji prasyarat diperoleh data berdistribusi normal, homogen, linier, tidak multikolinier dan tidak terjadi heteroskedastisitas. Dari uji hipotesis ditemukan terdapat pengaruh positif keterampilan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 82,966 + 0,590 X1, kekuatan korelasi sebesar 0,499 dengan kontribusi sebesar 24%. Terdapat pengaruh positif motivasi kerja guru terhadapkinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y = 83,599 + 0,734 X2, kekuatan korelasi sebesar 0,476 dengan kontribusi sebesar 21,6%. Terdapat pengaruh positif keterampilan kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru secarabersama-sama terhadap kinerja guru yang dinyatakan dengan persamaan Y= 40,715+ 0,571 X1 + 0,475 X2, kekuatan korelasi sebesar 0,614 dengan kontribusi sebesar 36%.Kata-kata Kunci: kinerja guru, keterampilan kepemimpinan, motivasi kerja guru.

Page 3 of 33 | Total Record : 327