cover
Contact Name
Fuad Noorzeha
Contact Email
journalcivis@gmail.com
Phone
+6281234515396
Journal Mail Official
journalcivis@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Alamat Redaksi dan Tata Usaha : Laboratorium PPKn FPIPSKR Universitas PGRI Semarang Kampus 4 Jl. Gajah Raya No. 40, Sambirejo, Ke. Gayamsari, Kota Semarang - Jawa Tengah Telp. 0248316377 Fax. 024 8448217 Email : journalcivis@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan
ISSN : 25974408     EISSN : 25974408     DOI : https://doi.org/10.26877/civis.v13i2
The focus of CIVIS is to provide scientific articles on social science dan Pancasila that developed in attendance through article publications, research reports, and book reviews. SCOPE: CIVIS journal welcomes papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as social practices. In particular, papers that consider the following general topics are invited. - Social Phenomenology - Political Law - Social and Culture - State Constitution - Philosophy of Pancasila - Political Issues in local/nation - Civic Education Problems
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019): JULI 2019" : 5 Documents clear
DESAIN PADEPOKAN KARAKTER DENGAN TEKNIK“BEL BECAK” UNTUK PENGEMBANGAN SIKAP DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LASEM TAHUN 2018 Suwito, Anton
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2019): JULI 2019
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v8i2.4653

Abstract

Latar belakang dilaksanakannya penelitian ini pertama adalah adanya kesulitan ataupun kendala yang dirasakan oleh tenaga pendidik serta ada hasrat atau keinginan untuk mengembangkan sejumlah nilai karakter yang ditampilkan dalam silabus, kedua adalah kajian terhadap karakter yang telah tertuang dalam silabus sering tidak terakomodasi, ketiga ketidak tuntasan dalam melakukan evaluasi, akibat dari kelemahan dan kekurangan tersebut, terjadi kekurang cermatan dan kekurangfokusan terhadap pengembangan karakter.Dari latar belakang masalah yang ada, kemudian dirumuskan beberapa permasalahan yang harus diteliti yaitu : Bagaimana desain padepokan karakter dengan teknik “bel becak” untuk pengembangan sikap disiplin dan tanggung jawab pada peserta didik SMA Negeri 1 Lasem tahun 2018, Bagaimana cara mengembangkan desain padepokan karakter dengan teknik “bel becak” untuk pengembangan sikap disiplin dan tanggung jawab pada peserta didik SMA Negeri 1 Lasem tahun 2018, Desain padepokan karakter dengan teknik “bel becak” yang seperti apakah yang efektif untuk pengembangan sikap disiplin dan tanggung jawab pada peserta didik SMA Negeri 1 Lasem tahun 2018, Seberapa besar pemahaman sikap disiplin dan tanggung jawab peserta didik SMA Negeri 1 Lasem sebelum dan sesudah pemanfaatan desain padepokan karakter dengan teknik “bel becak”.Tujuan penelitian ini adalalah untuk mengetahui dan mencari jalan keluar terhadap masalah yang dikemukakan diatas.Kerangka berfikir mengacu pada tahapan pendahuluan yang terdiri-dari studi literatur, studi lapangan tentang padepokan karakter, deskripsi dan analisis hasil temuan. Kemudian pada tahapan pengembangan yang berdasarkan pada penyusunan desain padepokan karakter, penyusunan perangkat model, uji coba terbatas, evaluasi dan perbaika, selanjutnya uji coba dalam skala yang lebih luas. Evaluasi dan penyempurnaan dan model hipotesis, Tahapan Validasi yaitu implementasi model dan model final.Hipotesis produk yaitu dugaan sementara adalah ada pengaruhnya sikap disiplin dan tanggung jawab siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan desain padepokan karakter dengan teknik bel becak, Diduga adanya perbedaan sikap disiplin dan tanggung jawab siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan desain padepokan karakter teknik bel becak.Metode Penelitian yang digunakan adalah Menyusun rancangan penelitian mengacu pada teori Borg and Gal l (1983), Populasi dan sampel seluruh siswa kelas XII dengan jumlah 276 siswa dan sampel kelas XII MIPA 3 dengan jumlah 34 siswa dengan alasan bahwa nilai siswa pada kelas tersebut penyebaran hasilnya rata-ratanya mendekati sama dibuktikan, nilai rata-rata kelas tersebut. Kompetensi sikap kelas XII MIPA 3 rata-rata baik, mencerminkan sikap disiplin dan tanggung jawab yang baik pula.Teknik Pengumpulan Data, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, angket, tes pemahaman sikap serta wawancara.Instrumen Penelitian ini menggunakan Lembar Observasi atau lembar pengamatan yang dilakukan oleh peneliti atau guru, berupa lembar Soal tes pemahaman sikap yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang disusun atau di buat oleh peneliti, Angket yang diisi oleh siswa, antar teman, orang tua, Wawancara dengan Orang tua dengan menggunakan teknik rekaman audio/suara.Kesimpulan dari Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketika dilakukan uji korelasiρ tabel=0.478taraf signifikan 1%ρ hitung=0.499(lebih besar)dengan hasil tersebut menunjukkan "pemahaman siswa tentang sikap disiplin dan tanggung jawab berpengaruh terhadap penerapan sikap disiplin dan tanggungjawab siswa" kemudian dilakukan uji T dependen untuk mengukur perbedaan sikap siswa sebelum dan sesudah uji coba desain, yang hasilnya dibawah ini.t hitung=2.466t tabel=2.457dk=0.01
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PKN MATERI BUDAYA DEMOKRASI KELAS XI A2 SMA NEGERI 14 SEMARANG TAHUN 2016/2017 Kusumoningsih, Dwi
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2019): JULI 2019
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v8i2.4655

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilatarbelakangi karena rendahnya aktifitas dan hasil belajar. Hal ini terlihat pada sebagian besar peserta didik bertanya, berpendapat, mencatat, dan mengerjakan soal jika ditunjuk dan dikomando saja dan hasil pretest materi Budaya demokrasi kelas XI A2 hanya 14 dari 35 anak yang tuntas atau memenuhi KKM. Hal ini masih rendah dibanding dengan kriteria ketuntasan kelas yaitu 75%. Materi budaya demokrasi harus dipahami sehingga peserta didik menjadi mengerti hak dan kewajibannya di negara dengan budaya demokrasi. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti menerapkan pembelajaran Contextual Teaching and Learning yang dikemas dalam tahapan belajar konstruktivisme untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar materi budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Penelitian tindakan kelas ini didesain dalam 2 siklus dengan masing-masing siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas XI A2 SMA Negeri 14 Semarang. Obyek penelitian keaktifan belajar dan hasil belajar materi budaya demokrasi. Data diperoleh melalui observasi dan tes. Data diolah melalui analisis diskriptif kualitatif untuk menganalisis keaktifan belajar dan jumlah serta prosentase yang tuntas untuk hasil belajar. Penerapan Contextual Teaching and Learning berbasis konstruktivisme meningkatkan keaktifan belajar PKn materi budaya demokrasi. Keaktifan belajar pada prasiklus jumlah peserta didik yang berkategori sangat aktif sebanyak 25 (71,43%), aktif 5 (14,29%), cukup aktif 3 (8,57%), kurang aktif 2 (7,89%), dan tidak aktif 0 (0%). Meningkat di siklus I berkategori sangat aktif sebanyak 33 (94,29%), aktif 2 (5,71%), cukup aktif, kurang aktif, dan tidak aktif 0 (0%). Keaktifan meningkat di siklus II semua peserta didik berkategori sangat aktif yaitu sebanyak 35 siswa (100%). Pembelajaran Contextual Teaching and Learning berbasis konstruktivisme meningkatkan hasil belajar dengan meningkatkan jumlah yang tuntas dalam belajar PKn materi budaya demokrasi di kelas XI A2. Prosentase ketuntasan pada prasiklus 40,00% meningkat menjadi 57,14 % (20 tuntas dan 15 tidak tuntas) di siklus I dan prosentase ketuntasan meningkat 97,14 % (34 tuntas dan 1 tidak tuntas) di siklus II. Jadi dapat disimpulkan bahwa Contextual Teaching and Learning berbasis Konstruktivisme dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Pkn Materi Budaya Demokrasi Kelas XI A2 SMA Negeri 14 Semarang.Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, konstruktivisme, keaktifan dan hasil belajar.
PANCASILA SEBAGAI LANDASAN ETIS PENDIDIKAN DI INDONESIA Cathrin, Shely
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2019): JULI 2019
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v8i2.4677

Abstract

Dunia pendidikan adalah salah satu bidang yang paling dinamis di dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Berbagai perubahan dan penyempurnaan senantiasa dilakukan guna terselenggaranya sistem pendidikan yang tepat bagi warga negara. Persoalannya, namun demikian tidaklah semudah yang dibayangkan, karena berbagai persoalan baru masih saja muncul di dalam dunia pendidikan di Indonesia. Oleh karena alasan ini pula berbagai macam praktek pelaksanaan pendidikan telah dilakukan secara berulang-ulang misalnya dengan mengubah kurikulum pendidikan nasional. Salah satu faktor yang penting di dalam keseluruhan proses perubahan tersebut terletak pada persoalan standar etis pelaksanaan pendidikan di Indonesia, yang berkaitan dengan standar etis atau baik dan buruknya pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Perubahan tersebut bukan hanya dimaksudkan untuk penyempurnaan di dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional, tetapi juga dimaksudkan agar pelaksanaan pendidikan di Indonesia bisa sesuai dengan perkembangan zaman, khususnya di era globalisasi.Kata kunci: pendidikan, filsafat, etika, paradigma, Pancasila
AKSIOLOGI PANCASILA Sutono, Agus; Purwosaputro, Supriyono
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2019): JULI 2019
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v8i2.4678

Abstract

Pancasila secara aksiologi memiliki 3 dimensinilai. Ketiga nilai tersebut adalah nilai dasar yaitu nilai-nilai dasar dari Pancasila yang tidak dapat dibantahkan lagi yang meliputi nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Kemudian dimensi nilai kedua adalah Nilai instrumental, yaitu nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga negara. Dimensi nilai ketiga adalah Nilai praksis, yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan, sekaligus sebagai batu ujian apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat.Nilai-nilai dalam Pancasila termasuk nilai etik atau nilai moral merupakan nilai dasar yang mendasari nilai intrumental dan selanjutnya mendasari semua aktivitas kehidupan masyarakat,berbangsa, dan bernegara. Secara aksiologis, bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subscriber of value Pancasila), yaitu bangsa yang berketuhanan, yang berkemanusiaan, yang berpersatuan, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial. Pengakuan, penerimaan dan pernghargaan atas nilai-nilai Pancasila itu nampak dalam sikap, tingkah laku, dan perbuatan bangsa Indonesia sehingga mencerminkan sifat khas sebagai Manusia Indonesia.
MENGARAHKAN DEMOKRASI PANCASILA (RELASI DEMOKRASI, EKONOMI DAN POLITIK) Ma'ruf, Muhammad
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2019): JULI 2019
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v8i2.4695

Abstract

Mengarahkan demokrasi Pancasila idealnya di dahulu oleh posisi intelektual kita dalam memahami Pancasila. Apakah kita seorang reduksioanis (partikularis), naturalis (ilmu alam untuk menjustifikasi ilmu sosial atau normatifis (setia pada cita-cita ideal). Posisi intelektual tulisan mencoba memberi bingkai dan mentransendensikan modal lima sila ke arah cita-cita ideal Pancasila. Meski banyak variabel, tulisan ini akan fokus kepada tantangan pemahaman relasi bunyi sila 4 dan sila 5 untuk dapat memenuhi harapan judul diatas. Tantangan masa depan demokrasi Pancasila adalah memperkuat pemahaman (tafsir) kedalam (teoritik) dan menjelaskan probem-problemnya (explanasi) secara akurat (aplikatif).

Page 1 of 1 | Total Record : 5