cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "2020: SEMINAR NASIONAL " : 14 Documents clear
BERBAHASA (INDONESIA) DENGAN TAMPAN DAN BERANI: MENUJU JALAN LITERASI KRITIS DALAM PRAGMATISME PEMBELAJARAN Erisy Syawiril Ammah; Sudarsri Lestari
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini secara ringkas-konseptual membeberkan jalan literasi kritis yang harus ditempuh dalam pragmatisme pembelajaran bahasa (Indonesia). Bagaimana seharusnya berbahasa Indonesia dengan tampan (estetis) dan berani (logis). Terkait dengan hal itu, tulisan ini juga mewedar pelbagai masalah pembelajaran bahasa Indonesia yang belum berkembang secara multidemensional dan masih mengalami ketaksaan (proses) selama ini. Tidak bisa dipungkiri hal tersebut mengakibatkan tercerabutnya fungsi bahasa sebagai sebagai alat berpikir. Maka ditawarkan formula dan solusi dalam pembelajaran bahasa Indonesia guna menyiapkan generasi emas 2045. Kata kunci: literasi kritis, pembelajaran bahasa Indonesia, pragmatisme.
BAHASA TAYANGAN BAYANG-BAYANG PERILAKU MISTERIUS Muji Muji
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar sudah bertahun-tahun menjadi program kerja pemerintah dan Lembaga Bahasa, tetapi sampai saat ini program itu belum kunjung tercapai diraih. Meskipun telah dibuatkan Undang-Undang nomor 24 tahun 2009, UU ini pemberlakuannya tidak ditaati. Di lapangan diketahui banyak terjadi pelanggaran pemakaian bahasa yang tidak dapat teratasi dengan baik. Yang mengejutkan, ditemukan berita yang memberitakan bahwa PEMAKAIAN BAHASA ASING SEMAKIN MENTERENG DAN PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA SEMAKIN TERPINGGIRKAN. Berita ini menjadi petanda formal bahwa pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak/kurang diminati pemakainya. Pemakai Bahasa Indonesia akhir-akhir ini justru rajin dan suka memakai Bahasa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan komunikasi yang tercela, misalnya untuk mengekspresikan ujaran kebencian. Bagaimanakah membudayakan pemakaian Bahasa Indonesia yang mampu mewujudkan nilai karakter kesatuan dan persatuan dalam hidup berdemokrasi? Pertanyaan ini dikemukakan dengan dasar pemikiran kegiatan penelitian menemukan pemakaian Bahasa Indonesia banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi yang salah. Kesalahan ditemukan pemakai bahasa tertentu yang berbeda ide, gagasan, pendapat, niat, dan kehendak selalu melisankan, menuliskan, menyebarkan gambar/foto, isyarat/tanda, dan gestur/gerak tubuh yang membahasakan tindakan/perilaku tidak terpuji. Dalam kesempatan ini bahasa diposisikan untuk kepentingan merugikan pihak lain, mencemarkan nama baik, meraih kemenangan, dan mengekspresikan rasa benci. Bahasa ini yang dipilih, karena bahasa sarana efektif yang strategis untuk meraih prestasi perilaku/tindakan yang diperbuat. Kata kunci: bahasa, karakter, perilaku.
BAHASA PAPAN: BUKTI MASYARAKAT (MAKIN) GEGAR BAHASA Fitri Nura Murti
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Papan nama toko, papan petunjuk, atau papan iklan merupakan pemandangan sehari-hari yang dapat kita lihat di jalan-jalan. Selanjutnya, untuk mempermudah merujuk tulisan-tulisan pada papan nama, papan petunjuk, serta papan iklan, dalam bahasan ini digunakan istilah “bahasa papan”. Banyak sekali bahasa papan yang melanggar aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Banyak di antara nama-nama tersebut yang salah ejaan, salah penulisan, salah pemenggalan kata, dan lain-lain. Masyarakat terkesan menggunakan bahasa Indonesia seenaknya, lebih bangga berbahasa asing, dan bebas berkreasi. Sebagai sebuah fenomena, hal tersebut merupakan cerminan berbahasa masyarakat. Fenomena ini muncul karena interferensi bahasa. Lunturnya bahasa Indonesia oleh masyarakat bisa jadi merupakan tanda bahwa nasionalisme masyarakat telah luntur, atau bahkan lebih dahulu luntur. Untuk itu, perlu diupayakan pengembangan bahasa dalam rangka peningkatan mutu penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat. Gegar budaya, (jangan) gegar bahasa kita. Kata Kunci: gegar budaya, gegar bahasa, kebijakan publik.
KUMPULAN ABSTRAK Indonesia, Bahasa
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi diskusi pada sidang komisi di seminar kelas. silakan download!
PENDEKATAN CONTENT AND LANGUAGE INTEGRATED LEARNING (CLIL) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK): BELAJAR BERBAHASA MELALUI MATERI PEMINATAN Arju Muti’ah
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan membekali peserta didik dengan sikap menghargai bahasa Indonesia serta kemampuan dalam menggunakannya, terutama berkaitan dengan bidang peminatan dan pekerjaan. Berdasarkan hal tersebut, pembelajaran bahasa Indonesia perlu dirancang dengan memperhatikan kebutuhan bidang vokasi yang dipilih peserta didik . Paparan ini menawarkan gagasan inovatif tentang perancangan pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan Content and Language Integrated Learning (CLIL) yang memanfaatkan materi pelajaran peminatan sebagai sumber belajar. Paduan pikiran dan konsep dari kedua paradigma tersebut dinilai dapat memberikan kontribusi bagi terwujudnya pembelajaran bahasa Indonesia di SMK yang lebih bermakna. Melalui telaah isi berbagai sumber yang relevan dan pemikiran kritis dengan berlandaskan konteks, gagasan ini dipaparkan dengan tujuan memberikan wawasan tentang pendekatan CLIL dan kemungkinan penerapannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMK dengan mengguakan materi peminatan sebagai sumber belajar. Dengan mengacu kepada Kerangka Konseptual CLIL,yakni content, communication, cognitive, dan culture (C4), dilakukan perancangan pembelajaran bahasa Indonesia yang akan menghasilkan materi dan prosedur pembelajaran sesuai dengan peminatan dan bidang kejuruan pesrta didik. Kata kunci: pembelajaran bahasa Indonesia, pendekatan CLIL, SMK, materi pelajaran peminatan
ANALISIS KEBUTUHAN MATERI UNTUK PEMBELAJARAN BIPA DI UNIVERSITAS JEMBER Dewi Herlina; Himmatul Ulya Alfitriyani; Rusdhianti Wuryaningrum
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan materi pembelajaran BIPA yang diajarkan di lingkungan Universitas Jember. Subjek penelitian ini ialah mahasiswa Universitas Jember yang berasal dari Thailand dan pernah mengikuti pelatihan BIPA di UPT Bahasa Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan dua teknik pengambilan data yakni wawancara dan dokumentasi. Hasil wawancara digunakan sebagai dasar analisis kebutuhan materi pembelajaran BIPA di Universitas Jember. Sementara hasil domentasi digunakan untuk analisis kesalahan berbahasa ragam tulis pebelajar BIPA. Berdasarkan hasil wawancara, materi pembelajaran BIPA di UPT Bahasa Universitas Jember hanya sampai pada ragam lisan. Kebutuhan pebelajar adalah materi ragam bahasa tulis khususnya penulisan karya ilmiah untuk keperluan akademik dalam perkuliahan. Hal tersebut dibuktikan dengan masih banyak temukan kesalahan berbahasa dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa BIPA di Universitas Jember. Kata kunci: Pembelajaran BIPA, Analisis Kebutuhan, Materi BIPA
GERAKAN SAMA SASA DALAM PERKULIAHAN BAHASA INDONESIA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS SADAR SASTRA 2045 Ahmad Rifa’i; Siti Mutmainah
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gerakan SAMA SASA (Gerakan Satu Mahasiswa Satu Karya Sastra) adalah terobosan yang ditawarkan untuk menambah wawasan, pemahaman, serta kecintaan generasi penerus pada ilmu bahasa dan sastra guna mempersiapkan generasi emas sadar sastra 2045. Dengan mengoptimalkan peran unsur-unsur terkait, yaitu pertama unsur pimpinan Perguruan Tinggi sebagai penyedia fasilitas dan kebijakan, kedua unusur dosen pengajar Mata Kuliah sebagai pelaksana Gerakan SAMA SASA, dan ketiga adalah unsur mahasiswa sebagai penerima kebijakan serta objek aplikasi dari Gerakan SAMA SASA. Dengan mensinergikan ketiga unsur tersebut gerakan yang digagas akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai konsep-konsep dari Gerakan SAMA SASA serta manfaat apa saja yang dapat diambil setelah gerakan tersebut diaplikasikan untuk mencetak generasi emas sadar sastra 2045. Kata kunci: Gerakan SAMA SASA, Generasi sadar sastra 2045
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERITA FANTASI BERBASIS TRIKOSI (TRISULA KOMPETENSI LITERASI) Mohammad Hairul
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemberian kesempatan siswa untuk mengalami proses imajinatif merupakan hal penting. Siswa akan belajar kecakapan berpikir, berbahasa, dan berbudaya. Suatu proses berbahasa melibatkan aspek karakter dan keterampilan. Hal itu sesuai perubahan paradigma pembelajaran bahasa dalam kurikulum 2013.Teks cerita fantasi sesuai dengan karakteristik umum siswa SMP yang masuk kategori usia remaja. Di usia demikian mereka gemar terhadap sesuatu yang fantastis walaupun sekadar fiktif-imajinatif. Kegemaran tersebut perlu dioptimalkan menjadi kemampuan literasi produktif berupa menulis teks cerita fantasi.Inovasi pembelajaran dalam karya inovasi ini adalah pembelajaran menulis teks cerita fantasi berbasis trikosi. Trikosi adalah trisula kompetensi literasi terdiri atas kompetensi logikal, lingual, dan sosiokultural.Ide dasar karya inovasi pembelajaran menulis teks cerita fantasi berbasis trikosi adalah ingin memadukan dua hal yakni pembelajaran berbasis teks dengan pembelajaran berbasis literasi. Rancangan karya inovasi pembelajaran adalah pembelajaran dengan berdasarkan pada tahapan berbahasa dan berlitersi. Tahapan terdiri atas logikal, lingual, dan sosiokultural. Pada pembelajaran teks cerita fantasi trisula kompetensi literasi (trikosi) berupa logis-temporal, lingual anatomis-onotatif, dan sosiokuluran empati-atensi.Data hasil aplikasi praktis inovasi pembelajaranmenulis teks cerita fantasi berbasis trikosi membuat siswa antusias secara mandiri maupun berdiskusi kelompok, Kemampuan motorik-ginestetik siswa juga terlatih. Kemampuan berbahasa lisan dan tulisan siswa sama-sama berkembang. Kata kunci: Pembelajaran menulis, teks cerita fantasi, kompetensi literasi
MAKNA KRITIS DALAM ANALSIS WACANA KRITIS Rusdhianti Wuryaningrum
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Analisis wacana kritis—oleh pengkaji wacana—dimaknai tidak terlalu luas tetapi beragam. Tidak terlalu luas karena pada dasarnya sama-sama memakai kajian kritis untuk membongkar makna karena pandangan metode kritis sering dimaknai dengan pandangan atau hasil berpikir kritis, meskipun pada akhirnya tujuannya menghasilkan makna implikatur beyond the text yang sama. Oleh karena itu, perlu dibatasi makna kritis dalam analisis wacana kritis untuk merumuskan kesejatian analisis wacana. Artikel ini membahas makna kritis yang dimaksud oleh pakar-pakar yang telah di-review. Adapun pandangan untuk memahami makna kritis tersebut diperoleh dari konsep seven task building yang dikemukakan oleh Gee. Pandangan Gee adalah abstraksi dari pandangan Halliday. Ada dua komponen makna kritis yang diungkap oleh Halliday dan menentukan kesejatiannya, yaktiu konstruksi sosial dan pilihan semantik. Sebuah fenomena dinyatakan perlu “dikritisi” atau digarap dengan metode analisis wacana kritis adalah adanya kekuatan tersembunyi (hidden power) dan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). Makna kritis dalam artikel ini akan meletakkan sebuah kajian apakah sebagai realisasi kerja membongkar wacana dari visi kritis ataukah sesuai dengan kidah metode analsisis wacana kritis. Kata kunci : analsis wacana kritis, makna kritis, konstruksi sosial, seven task building, analisis wacana
MAKNA KRITIS DALAM ANALSIS WACANA KRITIS Wuryaningrum, Rusdhianti
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Analisis wacana kritis—oleh pengkaji wacana—dimaknai tidak terlalu luas tetapi beragam. Tidak terlalu luas karena pada dasarnya sama-sama memakai kajian kritis untuk membongkar makna karena pandangan metode kritis sering dimaknai dengan pandangan atau hasil berpikir kritis, meskipun pada akhirnya tujuannya menghasilkan makna implikatur beyond the text yang sama. Oleh karena itu, perlu dibatasi makna kritis dalam analisis wacana kritis untuk merumuskan kesejatian analisis wacana. Artikel ini membahas makna kritis yang dimaksud oleh pakar-pakar yang telah di-review. Adapun pandangan untuk memahami makna kritis tersebut diperoleh dari konsep seven task building yang dikemukakan oleh Gee. Pandangan Gee adalah abstraksi dari pandangan Halliday. Ada dua komponen makna kritis yang diungkap oleh Halliday dan menentukan kesejatiannya, yaktiu konstruksi sosial dan pilihan semantik. Sebuah fenomena dinyatakan perlu “dikritisi” atau digarap dengan metode analisis wacana kritis adalah adanya kekuatan tersembunyi (hidden power) dan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). Makna kritis dalam artikel ini akan meletakkan sebuah kajian apakah sebagai realisasi kerja membongkar wacana dari visi kritis ataukah sesuai dengan kidah metode analsisis wacana kritis. Kata kunci : analsis wacana kritis, makna kritis, konstruksi sosial, seven task building, analisis wacana

Page 1 of 2 | Total Record : 14