Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 13, No 1 (2019)"
:
10 Documents
clear
ANALISIS KEPEMIMPINAN SISWA DALAM PENERAPAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI DAN SIMULASI PADA PEMBELAJARAN SEJARAH
Anisa Septianingrum;
Henri Susanto;
Sumargono Sumargono
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (911.922 KB)
Penelitian ini berfokus pada penerapan media permainan monopoli dan simulasi. Tujuannya agar pembelajaran sejarah di kelas lebih bermakna dan diminati oleh peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media permainan monopoli dan simulasi meningkatkan ketertarikan siswa pada materi sejarah dan kepemimpinan siswa terlihat dari indikator sikap bertanggungjawab, cinta tanah air, pemberani, dan menepati janji. This research focuses on monopoly and simulation game media applications. The aim is to make classroom historical learning more meaningful and attractive to students. Research method used in this study is qualitative. Data collection techniques are carried out through interviews, observation, and documentation. The study resulted show that monopoly and simulation game media increases students interest in material from history and student leadership, judging from the indicators by: responsibility, love the fatherland, courage, and keeping promise. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p74
KONTAK BUDAYA ANTARA ORANG MAKASSAR DENGAN ORANG ABORIGIN YOLNGU SEBAGAI DIPLOMASI DAN PERDAGANGAN TRANSNASIONAL ABAD XVII-XIX M
Zofrano Ibrahimsyah Magribi Sultani;
Meliya Meliya;
Raisa Rahmawati
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1166.218 KB)
Artikel ini akan menyelidiki hubungan antara dua etnis yang berbeda telah membentuk perdagangan transnasional dan diplomasi awal oleh pelaut Makassar ke Yolngu sebelum kedatangan orang Eropa ke Australia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah. Orang Makassar dikenal pelaut yang mengunjungi pantai utara Australia untuk mengumpulkan teripang yang kemudian dijual sebagai obat dan makanan ke Cina. Kedatangan mereka menyediakan kontak budaya untuk orang Australia Utara dalam budaya, ekonomi, dan sosial. Para pelaut Makassar menamai pantai itu dengan nama Marege dan menamai benua itu yang kemudian menjadi negara Australia dengan nama Osse Tara Lia.The paper will investigate relationship between two different ethnics has established an early transnational trade and diplomacy by Makassar sailors to Yolngu before the arrival of Europeans to Australia. The research method used is historical method. The Makassarese are known sailors who visited the northern coast of Australia for collect trepang which are then sold as medicine and food to China. Their arrival provides cultural contacts for North Australians in culture, economics, and social. The sailors of Makassar named the beach with the name Marege and named the continent which later became the country of Australia under the name Osse Tara Lia. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p107
PROJECT BASED LEARNING: PEMANFAATAN VLOG DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK GENERASI PRO GADGET
Eka Dian Susanti
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (927.753 KB)
Generasi pro gadget merupakan generasi yang tidak asing dengan teknologi. Masalah yang seringkali terjadi pada saat pembelajaran ialah siswa cenderung malas memperhatikan guru dan lebih suka menggunakan gadgetnya sehingga motivasi dalam belajar rendah. Dalam menghadapi siswa yang pro gadget maka guru harus dapat memilih media yang sesuai dengan karakteristik siswa. Vlog merupakan media yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran berbasis Project Based Learning. Melalui tugas proyek siswa secara langsung akan memahami materi yang sedang dipelajari. Tugas proyek berupa pembuatan Vlog cocok digunakan dalam Matapelajaran sejarah. Hal tersebut dikarenakan Vlog cenderung dengan kegiatan untuk bercerita yang hasilnya berupa video (audio visual). Melalui pemanfaatan Vlog siswa dapat lebih kreatif dan termotivasi dalam belajar sejarah karena siswa dalam proses pembuatannya diberikan permasalahan-permasalahan untuk memicu rasa keingintahuan siswa.The pro generation of gadgets is a generation that is no stranger to technology. The problem that often occurs when learning is that students tend to be lazy to pay attention to the teacher and prefer to use the gadget so that motivation in learning is low. In dealing with students who are pro gadgets, the teacher must be able to choose the media that fits the characteristics of students. Vlog is a media that can be used for learning based on Project Based Learning. Through project assignments students will directly understand the material being studied. The project task in the form of making Vlogs is suitable for use in historical subjects. This is because Vlog tends to be an activity to tell stories, the results of which are videos (audio visual). Through the use of Vlog students can be more creative and motivated in learning history because students in the manufacturing process are given problems to trigger students' curiosity. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p84
MEDIA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL BERBASIS APLIKASI MOBILE LEARNING BAGI SISWA SEKOLAH DASAR
Imaniar Purbasari;
Erik Aditia Ismaya;
Nunuk Suryani;
Djono Djono
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1326.111 KB)
Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan produk dan menjelaskan penggunaan media pembelajaran IPS berbasis aplikasi mobile learning dengan pendekatan social constructivism yang dihasilkan bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka serta jenis penelitian deskriptif. Data utama diperoleh dari buku, jurnal, artikel, dan catatan harian penelitian. Hasil penelitian yakni media pembelajaran IPS berbasis aplikasi mobile learning yang dihasilkan bagi siswa sekolah dasar berupa komik, gambar berseri, dan poster yang dikemas dalam program Edmodo. Edmodo merupakan aplikasi yang menarik dengan elemen sosial berupa aplikasi edukasi berbasis jejaring sosial. Akun Edmodo dapat dibuat oleh guru, siswa dan orang tua yang berbasis cloud kolaborasi dengan aplikasi yang cukup aman digunakan untuk kelompok terbatas. The objective of the research is to describe the learning media product learning of social studies based on mobile learning application with social constructivism approach which is produced for elementary school students and explain the use of social studies learning media based on mobile learning application with social constructivism approach for elementary school students. This research uses qualitative approach with literature study method and descriptive research type. The main data were obtained from books, journals, articles, and research diaries. The result of research is learning media of social studies based on mobile learning application that produced for elementary school students in the form of comics, serial images, and posters that are packed in Edmodo program. The resulting comic tells the economic activities carried out by the characters. The resulting image contains the sub subject matter of globalization around me. The learning consists of content of social studies subjects (globalization), sains (energy change) and Indonesian (using standard and coherent vocabulary). Edmodo is an interesting application with social elements in the form of educational applications based on social networking. Edmodo accounts can be created by collaborative cloud-based teachers, students and parents with applications that are safe enough to use for restricted groups. Groups created by teachers, students and parents can sign in with a dedicated account. Teachers provide learning tools as well as learning process planning. Students and parents can access learning wherever and whenever. Students are able to establish social interaction with friends in groups or teachers as a form of discovery and discussion of knowledge. Parents as controlling the access and implementation of learning by students. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p97
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS ANDROID PADA MATERI KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT INDONESIA
Neni Wahyuningtyas;
Febty Andini Dwi Rosita
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1080.59 KB)
Saat ini sudah saatnya pendidik harus keluar dari zona nyaman mereka dan melakukan transformasi kultural. Pendidik perlu melakukan rekonstruksi mindset dan melakukan tindakan nyata guna mengimprovisasi pembelajaran. Salah satu bahan kajian dalam pembelajaran IPS yang perlu untuk diimprovisasi yaitu muatan sejarah. Pembelajaran yang memuat content sejarah saat ini menghadapi banyak persoalan atau permasalahan. Permasalahan tersebut mencakup; 1) lemahnya penggunaan teori, 2) kurangnya imajinasi, 3) acuan buku teks yang state oriented, serta 4) kecenderungan untuk tidak memperhatikan fenomena globalisasi. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan model 4-D (four D models). Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa validasi materi yang telah dikembangkan memperoleh nilai persentase sebesar 88,75%. Sedangkan validasi media memperoleh nilai persentase sebesar 91,66%. Dari keseluruhan hasil dapat disimpulkan bahwa multimedia yang dikembangkan telah valid dan layak untuk diujicobakan. Guna mengemas pembelajaran IPS yang memuat content sejarah dengan menarik dan mampu memproyeksikan peristiwa masa lampau ke hadapan peserta didik dibutuhkan improvisasi dan inovasi di dalam proses pembelajaran. Salah satu cara untuk merealisasi hal tersebut dan sekaligus menjawab tantangan Revolusi Indisutri 4.0 di bidang pembelajaran yaitu dengan memanfaatkan penggunaan multimedia interaktif. The educators must be getting out of their comfort zone and carry out cultural transformation. Educators need to do a mindset reconstruction and take concrete actions to improve learning. One of the study material in social studies learning that needs to be improvised, namely historical content. Learning that contains historical content now faces many problems or problems. These problems include; 1) weak use of theory, 2) lack of imagination, 3) reference to state oriented textbooks, and 4) tendency to not pay attention to the phenomenon of globalization. This research method uses a research design for developing a 4-D model (four D models). The results show that the material validation developed has a percentage value of 88.75%. Media validation obtained a percentage value of 91.66%. Auhors concludes that the multimedia developed has been valid and feasible to be tested. In order to package social studies learning that contains historical content with interest and is able to project past events in front of students it requires improvisation and innovation in the learning process. To realize that, we have to use an interactive multimedia. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p34
NILAI BUDAYA DALAM SERAT JIWANDANA KARYA MAS NGABEHI MANGUNWIJAYA
Nadia Paramita;
Wulan Cahya Anggraeni
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (910.525 KB)
Masyarakat Jawa kaya akan cerita prosa, salah satunya adalah cerita sage atau cerita tentang kejadian istimewa maupun kepahlawanan. Serat Jiwandana merupakan naskah cetak yang mengusung cerita tentang kepemimpinan Raja Jiwanda, dan termasuk dalam cerita sage. Cerita ini mengandung nilai-nilai budaya yang dapat diimplikasikan sebagai pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis, dengan menggunakan teori structural Luxemburg. Hasil penelitian berupa juru bicara dan pendengar dalam serat jiwandana adalah orang tua dan anak-anak ataupun cucunya, hubungan keduanya merupakan hubungan keluarga. Waktu yang terdapat dalam serat ini yaitu 9 Muharam 1840 tahun Be, apabila dikonversikan menjadi 21 Januari 1910 tahun masehi. Ruang yaitu keraton, karena cerita ini masih istana sentris. Tema yang diangkat adalah spiritualisme karena dalam bagian pengantar dijelaskan bahwa serat ini menyampaikan ajaran tentang ilmu kasampurnan dan piwiridan. Nilai-nilai yang ditemukan ada tiga, nilai moral, religi, dan kepemimpinan. Javanese people have many prose stories. Sage story or stories about special events and heroism. Serat Jiwandana is a printed text that carries stories about King Jiwanda's leadership, and is included in the sage story. This story contains cultural values that can be implied as character education. This study uses descriptive-analytical methods, and structural theory of Luxembourg. The results of the research in the form of spokespersons and listeners in serat jiwandana are parents and children or grandchildren, the relationship is a family relationship. The time contained in this fiber is 9 Muharam 1840 years Be, if converted January 21, 1910 BC. Place is the palace, because this story is still a palace centric. Theme that was raised was spiritualism because in the introductory section it was explained that this serat conveyed the teachings about the knowledge of kasampurnan and piwiridan. The values found are three, moral, religious, and leadership values.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p42
DALIHAN NA TOLU SEBAGAI KONTROL SOSIAL DALAM KEMAJUAN TEKNOLOGI
Muhammad Novriansyah Lubis;
Hermanu Joebagio;
Musa Pelu
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (903.662 KB)
Dalihan na tolu merupakan salah satu kearifan lokal yang berkembang di Sumatera Utara. Dalihan na tolu mempunyai pengertian dan bentuk sebagai hubungan dan sistem keakraban suku Batak Toba. Dalihan na tolu berfungsi sebagai peyeimbang kehidupan di dalam masyrakat. Generasi Z merupakan konsumen terbesar dalam majunya teknologi. Dimana populasi Generasi Z merupakan para siswa/pelajar sekolah. Pertumbuhan teknologi bisa memberikan dampak negatif terhadap sikap dan karakter siswa. Kearifan lokal dalihan na tolu menjadi solusi alternatif dalam menahan faktor negatif dalam kemajuan teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, mengunakan pendekatan studi kasus yang berlokasi di Sumatera Utara. penelitian ini mengambil sampel dua sekolah yang berbeda wilayah dan demografis, untuk melihat peran kearifan lokal dalihan na tolu dalam mengontrol siswa mengunakan teknologi. Dalam penelitian ini, ada perbedaan yang mendasar terhadap sikap siswa yang mengintegrasikan kearifan lokal dan yang tidak mengintegrasikan kearifan lokal dalam mengunakan teknologi. Partisispan dalam penelitian ini adalah guru pelajaran sejarah. Di karenakan pelajaran sejarah sangat berkaitan terhadap penanaman nilai, moral dan etika melalaui peninggalan-peninggalan sejarah maupun kebudayaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalihan na tolu is one of the local wisdoms that develops in North Sumatra. Dalihan na tolu has an understanding and form as a relationship and system of familiarity with the Toba Batak tribe. Dalihan na tolu serves as a balance of life in the community. Generation Z is the biggest consumer in the advancement of technology. Where the Generation Z population is students / school students. Technology growth can have a negative impact on student attitudes and character. Local wisdom should be an alternative solution in resisting negative factors in technological progress. This research is a descriptive qualitative study, using a case study approach located in North Sumatra. This study sampled two different regional and demographic schools, to see the role of local wisdom in managing students in using technology. In this study, there are fundamental differences in attitudes of students who integrate local wisdom and who do not integrate local wisdom in using technology. Partisispan in this study is a history lesson teacher. Because history lessons are closely related to the planting of values, morals and ethics through historical and cultural relics. Data collection methods used in this study were observation, interviews and documentation. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p25
URGENSI PENGEMBANGAN MODEL BELAJAR SEJARAH BERBASIS ECO-HISTOURISM DALAM RANGKA OPTIMALISASI POTENSI LINGKUNGAN DAN SEJARAH DI WILAYAH AMSTIRDAM
Lutfiah Ayundasari
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.134 KB)
Abad 21 menghadirkan tantangan dan perubahan sangat cepat yang harus direspon oleh berbagai bidang kehidupan, salah satunya bidang pendidikan. Kegiatan pembelajaran di sekolah tidak hanya berpusat pada kognitif dan afektif tapi juga psikomotor dalam arti sesungguhnya. Pembelajaran di sekolah harus relevan dengan perkembangan jaman agar siswa dapat menghadapi tantangan dan perubahan yang demikian cepat di abad 21. Penelitian ini membahas tentang pentingnya pengembangan model belajar sejarah berbasis lingkungan dan sejarah di wilayah Amstirdam dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Selama ini wilayah tersebut dikenal sebagai kantong tenaga kerja Indonesia dengan tingkat perceraian yang tinggi. Padahal wilayah ini memiliki potensi lingkungan dan sejarah yang layak untuk dioptimalkan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut harus dimulai dari langkah kecil dilingkungan sekolah agar siswa memiliki kepekaan dan kesadaran tentang potensi lingkungan mereka. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan sebuah model pembelajaran yang disebut sebagai eco-histourism.The 21st century presents pervasive challenges and changes that must be responded to by various aspects of human life, including education. Learning activities in schools are not only centered on cognitive and affective but also psychomotor in the real sense. Learning in schools must be relevant to the development of the era so that students can face challenges and changes that are so rapid in the 21st century. This study discusses the importance of developing an environment and historical history learning model in the Amstirdam region using a qualitative research approach. So far, the region is known as a source of Indonesian workers with high divorce rates. Even though this region has the potential of the environment and history that is feasible to be optimized in order to improve the welfare of the community. In order to realize this, it must be started from a small step in the school environment so that students have sensitivity and awareness about the potential of their environment. Therefore, researchers recommend a learning model called eco-histourism. In theory this model combines the concepts of historical learning and eco-tourism.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p1
AKTIVITAS PELESIR ORANG-ORANG EROPA DI SURABAYA MASA KOLONIAL (ABAD-20)
Wiretno Wiretno
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (934.608 KB)
Perkembangan Surabaya sebagai kota industri dan perdagangan yang maju pada abad XX memunculkan babakan baru dalam kehidupan sosial masyarakat. Semakin maju sebuah kota, maka semakin kompleks pula kebutuhan yang harus dipenuhi. Salah satunya kebutuhan akan hiburan dan wisata atau yang disebut dengan pelesiran. Saat itu, kegiatan pelesir yang merupakan dasar dari kegiatan turisme merupakan kegiatan yang terbatas dilakukan oleh mereka yang memiliki kelebihan uang dan waktu. Untuk melakukan perjalanan, tidak hanya memerlukan uang atau waktu, tetapi juga keberanian melihat sesuatu yang berbeda dan baru. Dengan demikian, aktivitas pelesir tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan bersenang-senang saja. Melainkan juga sebagai sebuah politik identitas yang mampu menunjukkan kelas sosial masyarakat. The growth of Surabaya as an advanced industrial and trade city in the twentieth century gave rise to a new chapter in the social life of the community. The more advanced a city is, the more complex the needs. One of them is the need for a refreshing and tourism or what is called “pleasure”. At that time, leisure activities which were the basis of tourism activities were limited activities carried out by those who had excess money and time. To travel, not only requires money or time, but also the courage to see something different and new. Thus, leisure activities are not only interpreted as fun activities. But also as an identity politics that is able to show the social class of society. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p12
SEJARAH PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN AL-MADANI LUBUKLINGGAU TAHUN 2011-2018
Sarkowi Sarkowi;
Rina Oktafia Putri
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (980.472 KB)
This research was conducted to describe the history of the development of Lubuklinggau Al-Madani Islamic Boarding School starting from the pioneering period until the beginning of 2018. The Al-Madani Islamic Boarding School is one of the Islamic educational institutions with a dormitory system in Lubuklinggau City, South Sumatra. This Islamic boarding school was built by Moh. Arpan Haj, a cleric or Muslim religious leader who is active in the midst of the people. Since its inception in 2011 this Islamic boarding school has just carried out development and received santri in 2012. Furthermore, the Islamic boarding school continues to develop significantly, both infrastructure facilities and human resources have increased linearly. This article is written in a descriptive analytic style from primary sources and references that are relevant to the subject matter.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejarah perkembangan Pondok Pesantren Al-Madani Lubuklinggau mulai dari masa perintisan hingga awal tahun 2018. Pondok Pesantren Al-Madani merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama di wilayah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Pondok pesantren ini dibangun oleh Moh. Arpan Haj, seorang kyai atau tokoh agama Islam yang banyak berkiprah di tengah-tengah umat. Sejak dirintis tahun 2011 pondok pesantren ini baru melaksanakan pembangunan dan menerima santri pada tahun 2012. Selanjutnya pondok pesantren ini terus mengalami perkembangan secara signifikan, baik fasilitas sarana prasarana maupun sumber daya manusianya mengalami peningkatan mengikuti perkembangan secara linear. Artikel ini ditulis dengan gaya deskriptif analitik dari sumber-sumber primer dan referensi yang relevan dengan pokok pembahasan.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p53