cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013" : 14 Documents clear
Analisa Kekuatan Impact Komposit Polyester Diperkuat Serat Pandan Wangi dengan Pengisi Serbuk Gergaji Kayu IGNK. Yudhyadi; Nasmi Herlina Sari
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.861 KB)

Abstract

AbstrakKurangnya sumber daya dan peningkatan perhatian pada pencemaran lingkungan telahmeningkatkan upaya besar dalam pengembangan bahan-bahan yang ramah lingkungan.Material komposit yang dibuat dari serat alami saat ini merupakan linkup kajian yang palingmenjanjikan dalam ilmu bahan. Berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh serat alami danusaha-usaha yang telah dan sedang dikerjakan untuk pengembangan bahan teknik yanglebih baik mendorong adanya keinginan untuk melakukan kajian-kajian lebih lanjut terhadappotensi dari bahan ini. Makalah ini menyajikan hasil percobaan yang dirancang untukmenilai kemungkinan seret alam dari Pandan Wangi dan serbuk gergajian kayu sebagaibahan penguat komposit. Selanjutnya, komposit kayu dibuat dan dibentuk dengan teknikhand lay-up. Variasi panjang serat yang digunakan adalah 15 mm, 20 mm, 25 mm, 50 mmdan 100 mm dengan 20% sampai 30% fraksi volume serat dan 5% fraksi volume serbukgergaji. Resin yang digunakan adalah polyester. Selain itu, alkali serat diperlakukan denganmenggunakan 4% NaOH. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa sifatmekanik seperti kekuatan impak resin polyester meningkat cukup besar ketika diperkuatdengan pandan wangi dan serbuk gergaji. Hasil ini mengidentifikasikan bahwa PandanWangi dan serbuk gergaji dapat menjadi kandidat potensial untuk digunakan dalamkomposit diperkuat serat alami..Kata kunci: Komposit, serat pandan wangi, filler, serbuk gergaji kayu, polyesterAbstractLack of resources and increasing in environmental pollution attention has raised great dealeffort in the development of materials that are environmentally friendly. Composite materialsthat fabricated from natural fibers are currently the most promising area in material science.Various promising advantages of natural fibers and attempting for development for bettermaterial was driving force for further study in this field. This paper presents the results of anexperiment designed to assess the possibility of Pandanus Amaryllifolius fiber and sawdustnatural filler as reinforcing material.To achieve the goal, wood composite is manufacturedand shaped with hand lay-up technique. The variation used were 15 mm, 20mm, 25mm,50mm and 100mm in fiber length with 20% to 30% of volume fraction of fiber and 5%volume fraction of sawdust filler. Resin used is polyester. Moreover,fiber alkali treated usingof 4% NaOH. Experimental results obtained shows that mechanical properties such asimpact strength of polyester resin increases to a considerable degree when reinforced withPandanus Amaryllifolius and Sengon wood sawdust. These results propose that Pandanusand Sengon wood sawdust can be potential candidates for use in natural fiber reinforcedcomposites.Keywords: Composite, pandanus amaryllifolius fiber, filler, sawdust, polyester
Waktu Ekstraksi Polutan Formaldehyde oleh Ventilasi Mekanik Aliran Sederhana Bagian Kamar Tidur untuk Rumah Tinggal Dwinanto Dwinanto; Erni Listijorini
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.675 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini ditujukan sebagai salah satu penelitian dibidang indoor air quality. Permasalahanini mengenai kebiasaan hidup penghuni rumah tinggal dengan pola hidup tidak sehat, denganmerokok di dalam ruangan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi penghuninya.Pentingnya kualitas udara yang bersih pada ruangan, untuk menjaga dari ancaman kesehatanyang merugikan hingga dapat menyebabkan kematian. Kondisi aktual di lokasi yang dilakukananalisa, rumah hunian baru dengan luas penampang lantai dasar 82,06 m². Pada rumahterpasang satu unit sistem ventilasi mekanik sederhana, dalam simulasi yang dilakukanmenggunakan kondisi cuaca transien untuk lokasi di Mériadec, Prancis. Sumber polutan,formaldehida, yang dihasilkan dari asap rokok yang dihasilkan oleh satu orang dan lima orangdi dalam ruangan. Selanjutnya, polutan ditempatkan di kamar tidur nomor 1 dengan sifat-sifatpolutan, berat molekul 30.03 kg / kmol, informasi lain satu perokok memproduksi 3,7 mgformaldehida per detik. Dengan menggunakan metode numerik, waktu pengekstrakan polutandan kuantitas kandungannya akan ditampilkan untuk bagian kamar tidur 1 yang berada padalantai dasar. Kandungan formaldehyde pada kondisi sebelumnya akan dibandingkan dengankondisi di daerah tropis, Depok, Indonesia.Kata kunci: Formaldehida, unit ventilasi mekanik aliran sederhana, kondisi cuaca transien,metode numerik, kamar tidur 1, waktu pengekstrakan polutanAbstractThis study is intended as a research field of indoor air quality. This problem regarding the habitsof life for residents living with unhealthy lifestyle, with smoking indoors can cause healthproblems for occupants . The clean air quality in the room can keep the health hazards that maycause harm to death. Actual condition to be analized was a new residential house with groundfloor section area of 82.06 m². At home was installed one unit simple mechanical ventilationsystem. The simulation was performed using transient weather conditions for locations inMériadec, France. Source pollutants , formaldehyde , generated from cigarette smokegenerated by one person and five people in the room . Furthermore , pollutants placed in thebedroom with the number 1 pollutant properties , molecular weight 30.03 kg / kmol, otherinformation the smokers produce 3.7 mg of formaldehyde per second . By using numericalmethods , extraction time and quantity of pollutants abortion will shown for section 1 bedroomlocated on the ground floor . The content of formaldehyde in the previous conditions will becompared with the conditions in the tropics , Depok , Indonesia .Keywords: Formaldehyde, a simple flow mechanical ventilation units, transient weatherconditions, numerical methods , bedroom 1 , extraction time pollutants
Analysis of Rewetting Time and Temperature Distributions During Cooling Process in Vertical Rectangular Narrow IGN. Bagus Catrawedarma; Indarto Indarto; Mulya Juarsa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.46 KB)

Abstract

AbstractCooling process to analyze effect of gap size to rewetting time and temperature distributionswere studied from transient temperature of surface plate. It as result of experiment using twovertical plate with the initial temperature about 600°C. Debit and temperature of cooling waterare 0,09 L/s and saturated temperature. The gap sizes were changed from 1 mm, 2 mm, and 3mm. As the results showed that the smaller the gap size, the longer the rewetting time. Patternof temperature distribution is similar at initial condition for all of gap sizes and the smaller thegap sizes, the longer the time of decreasing temperature.Keywords: Cooling process, rewetting time, temperature distribution.AbstrakProses pendinginan untuk menganalisa pengaruh ukuran celah terhadap waktu pembasahandan distribusi temperatur diamati dari transient temperatur permukaan plat. Penelitiandilakukan menggunakan dua plat vertikal dengan temperatur awal 6000C. Debit dan temperaturair pendingin adalah 0,09 L/s dan temperatur jenuh. Ukuran celah divariasikan dari 1 mm, 2mm dan 3 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran celah semakinpanjang waktu rewetting. Pola distribusi temperaursama pada kondisi awal untuk semuaukuran celah, semakin kecil ukuran celah semakin panjang waktu untuk penurunantemperatur.Kata kunci: Proses pendinginan, rewetting time, distribusi temperatur
Analisa Bentuk Profil dan Dimensi Supporting Profile terhadap Defleksi dan Tegangan pada Base Kondensor Unit Purna Anugraha Suarsana; Ahmad Hanif Firdaus; Ismi Choirotin; Moch. Agus Choiron
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.236 KB)

Abstract

AbstrakKondensor merupakan komponen dari sistem refrigrasi yang berfungsi untuk membuang kaloryang berasal dari dalam ruangan ke lingkungan sekitar. Salah satu elemen pada kondensoryang menerima pembebanan terbesar adalah Supporting Profile.Penelitian ini bertujuan untukmenganalisa bentuk profil dan dimensi Supporting Profile terhadap defleksi dan tegangan padabase kondensor unit, sehingga dapat diprediksi desain Supporting Profile dengan tegangandan defleksi minimal. Penelitian ini menggunakan metode Elemen Hingga denganmemanfaatkan SoftwareAnsys 14.5. Material Supporting Profile yang digunakan adalah RSt37-2 (S235JRG2) yang diasumsikan memakai model material linear isotropic hardening. Tipeelemen yang digunakan dalam pemodelan ini adalah beam, 3D node 189. Pembebanan padaSupporting Profile berupa berat total dari unit kondensor, dimana berat total merupakanpenjumlahan dari berat kering kondensor dengan berat refrigrant yang terdapat didalamkondensor. Variasi bentuk profil pada penelitian ini adalah; C-Profile, I-Profile dan Box-Profile.Variasi dimensi Supporting Profile yang digunakan meliputi tinggi, lebar dan tebal masingmasingadalah 60 x 40 x 3mm, 80 x 50 x 5mm,100 x 50 x 3, 100 x 50 x 5mm dan 120 x 60 x6mm. Hasil dari pemodelan dibandingkan dengan hasil analitis untuk memverifikasipemodelan. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa tegangan dan defleksi terkecil terjadi padaSupporting Profile dengan bentuk Box-Profile dan dimensi profil 120 x 60 x 6mm.Kata Kunci: Supporting profile, defleksi, tegangan, bentuk profil, dimensiAbstractThe condenser is a component of a refrigeration system that serves to throw heat from indoorsto the surrounding environment. One element of the condenser which receives the largest loadis Supporting Profile. This research aims to analyze the profile’s shape and supporting profile’sdimensions to deflection and stress at base of condenser unit, so it can be predicted supportingprofile’s design with minimum stress and deflection. This study uses Finite Element method byutilizing Ansys 14.5 software. The material of supporting profile was RSt37 - 2 ( S235JRG2 )which assumed as linear isotropic hardening material. The type of elements used in thismodeling is beam , 3D node 189. The load of supporting profile is the total weight of thecondenser unit , which is the sum of the total dry weight of the the condenser and the weight ofrefrigerant contained in the condenser. Profile variations in this study are: C -Profile , I-Profileand Box -Profile . Variation ofSupporting profile’s dimensions are height, width and thicknesswhich respectively 60 x 40 x 3mm , 80 x 50 x 5mm , 100 x 50 x 3 , 100 x 50 x 5 mm and 120 x60 x 6mm. The results of modeling compared with analytic results to verify the modeling . Theresults of this study shown that the smallest stress and deflection occurs in a SupportingProfilewith Box – Profile’s shape and dimensionof profile 120 x 60 x 6mm.Keywords: Supporting profile, deflection, stress, profile’s shape, dimension
Penerapan Metode Sentrifugal pada Proses Pengecoran Produk Komponen Otomotif Velg Sepeda Motor Waluyo M Bintoro; Undiana B; Duddy Y P
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.069 KB)

Abstract

AbstrakPerkembangan industri pengecoran semestinya tidak terlepas dari penelitian awal tentangpembelajaran yang ada di lingkungan sekolah. Sehingga satu produk yang baik adalah produkyang terlebih dahulu diteliti dan diuji dalam lingkungan industry dalam sekolah, sehinggamembuat rasa puas ketika menggunakannya, dan salah satu produk itu adalah velg, part yangdigunakan pada roda sepeda motor. Tetapi sayangnya velg yang ada sering dikeluhkankarena kualitasnya rendah. Untuk memperbaiki kualitas velg agar dapat diterima olehkonsumen, maka kualitasnya harus ditingkatkan melalui proses pembuatannya. Baik metodadan teknik penambahan paduan dicoba dengan menggunakan proses vertical centrifugalcasting (VCC) pada putaran 1000 Rpm dengan penambahan inokulan sebagai unsurpenghalus butir, inokulan akan dicampurkan kedalam 5 kg cairan aluminium dengan rasiovariasi campuran tertentu untuk selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan denganmenggunakan temperature awal 250oC pada cetakan logam. Selanjutnya velg lokal dan velgVCC diuji secara fisis dan mekanis menggunakan pengujian standar yaitu; uji kekerasan, ujitarik dan uji impak dengan menggunakan Standar pengujian ASTM dan struktur mikronya.Pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa ukuran butiran pada tuangan sentrifugalakan semakin halus butirannya pada sisi terluar. Penjelasan dari hasil pengamatan inidisebabkan karena adanya gaya sentrifugal (CF) selama proses penuangan kedalam cetakan.Logam cair akan dilempar oleh gaya sentrifugal sehingga menimbulkan tekanan pada setiaplayer, hal ini juga menjelaskan bahwa produk yang dibuat dengan menggunakan metoda inibebas cacat, sisi terluar dari produk sentrifugal akan memiliki sifat mekanis yang baikdibandingkan dengan sisi tengah produk akibat tekanan gaya sentrifugal. Temperatur cetakanjuga berpengaruh pada nilai kekerasan produk dari metoda ini.Kata kunci: Vertikal centrifugal casting, cetakan logam, temperature cetakanAbstractThe improvement of the foundry industry should not be miss from the initial research studyabout studying in school environment. At the beginning a good product is a product that arechecking and testing in the school industry environment, so this can be make satisfying a user,one of the products is a motor cycle rim, the part that used in motorcycle wheels. Unfortunatelythe motorcycle wheel that existing in the local market has a bad quality, then the manufacturingof it must be correcting to increasing the quality. The method and inoculated added of alloyingare used in vertical centrifugal casting process with 1000 rpm mixing in certain ratio ofinoculation as a refinery grain in 5 kg melting aluminum than pouring it into the 250oC moldingtemperature. Then the vertical centrifugal casting (VCC) product and local motorcycle wheeltested physically and mechanically using a standard testing such as; Hardness testing, tensiletesting, impact as mention in ASTM standard test and also the micro structure of it. Referringfrom the micro structure shown that the grain size of the as cast a smoother in the outside sideof the rim wheel. The explanation of it cause of the centrifugal force (CF) working during thepouring melting metal to the mould, the melting metal is throwing to the far side (Outside) ofcentre mould with the radial/centrifugal force creating pressure in the cavity, it’s also explain thatproduct who produce with this method are free from casting defect, the outside side ofcentrifugal casting has a good mechanic properties comparing with mechanic properties in themiddle/centre side. However the mould temperature will influence to the hardness of thisproduct.Keywords: Vertical centrifugal casting, permanent mold, mold temperature.
Simulasi Numerik Pemisahan Aliran Dingin-Panas di dalam Tabung Vorteks Radi Suradi K; Sugianto Sugianto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.996 KB)

Abstract

AbstrakVortex tube yang dikenal dengan nama Ranque Hilsch Vortex Tube (RHVT) adalah sebuahalat sederhana tanpa ada komponen yang bergerak di dalamnya yang memisahkan udaramasuk yang bertekanan menjadi dua aliran terpisah yaitu udara panas dan udara dingin secarabersamaan pada masing–masing keluarannya. Proses pemisahan dua aliran dimana yang satumenjadi aliran dingin dan yang satu menjadi aliran panas bisa ditinjau sebagai prosespemisahan energi. Teori mengenai proses pemisahan energi umumya didapat dari hasilexperiment dan sebagian dari simulasi numerik. Paper ini membahas mengenai phenomenapemisahan aliran dingin dan panas di dalam RHVT jenis counter flow pada tekanan udaramasuk ke nosel sebesar 2 atm dengan jumlah nosel 2 buah. Kajian dilakukan secara numerikmenggunakan perangkat lunak komputasi dinamika fluida Fluent. kajian numerik inimenggunakan model aliran viscous Kappa Epsilon (k-e) dengan domain komputasi 3D. Hasilsimulasi numerik properties fluida ditampilkan dalam bentuk visualisasi kontur, vektor dan garisalir kecepatan axial, kecepatan radial dan juga aliran sirkulasi balik beserta distribusi tekanandan temperatur yang terjadi didalam tabung vorteks. Kinerja RHVT ditunjukan oleh kurvaselisih temperatur udara masuk dengan temperatur udara keluar dingin ?Tc terhadap fraksimassa udara dingin terhadap massa udara masuk dua nosel.Kata kunci: Fluent, kappa-epsilon, Ranque Hilsch Vortex Tube, simulasi numerik, tabungvorteks, vorteks aliranAbstractVortex tube known as Ranque Hilsch Vortex Tube (RHVT) is a simple device with no movingparts in it that separates the pressurized air to enter into two separate streams of air that is hotand cold air simultaneously on each output. The process of separation of the two streamswhich flow one into the cold and the heat flow can be viewed as the energy separation process.The theory of the separation process generally makes the energy obtained from the experimentand most of the numerical simulations. This paper discusses the phenomenon of separation ofcold and heat flow in the counter flow type RHVT the air into the nozzle pressure of 2 atm witha number of nozzles 2 pieces. Studies performed numerically using computational fluiddynamics software FLUENT. This numerical study using a model of the flow of viscous KappaEpsilon of the 3D computational domain. The results of numerical simulations of fluid propertiesdisplayed in the form of contour visualization, flow velocity vector and the line of axial, radialvelocity and flow recirculation along with pressure and temperature distribution that occurs inthe vortex tube. RHVT performance curve is shown by the difference in temperature of the inletair temperature ?Tc cold air out of the cold air mass fraction of the mass of air entering the twonozzles.Keywords: Fluent, kappa-epsilon, Ranque Hilsch Vortex Tube, numerical simulation, vortextube, vortex of flow
Pengaruh Pemanasan Bahan Bakar terhadap Unjuk Kerja Mesin I Gusti Ngurah Putu Tenaya; I Gusti Ketut Sukadana; I Gusti Ngurah Bagus Surya Pratama
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.931 KB)

Abstract

AbstrakMeningkatnya kendaraan bermotor membutuhkan unjuk kerja yang maksimum dan dengankonsumsi bahan bakar yang hemat pada mesin bertipe injeksi. Dalam upaya untukmeningkatkan unjuk kerja dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan memanaskanbahan bakar. Pengujian dilakukan pada mesin bensin bertipe injeksi dalam keadaan standarddan memberikan treatment tanpa pemanasan dan dengan pemanasan bahan bakar danmemvariasikan putaran mesin pada 1500 rpm, 2500 rpm, dan 5000 rpm serta memvariasikantransmisi pada transmisi 1, 2, 3, 4, dan 5. Dengan memberikan treatment pemanasan bahanbakar, unjuk kerja mesin yaitu torsi dan daya meningkat, sedangkan laju konsumsi bahanbakar dan konsumsi bahan bakar spesifik menurun dibandingkan tanpa pemanasan bahanbakar.Kata kunci: Treatment pemanasan, unjuk kerja mesinAbstractIncrease in the number of vehicles requires a maximum performance and efficient fuelconsumption in the injection-type engine. In order to improve its performance, various wayswere undertaken, one of them is by heating the fuel. Tests performed on injection-type gasolineengine in the state standards and provide treatment with and without heating of fuel. Enginespeds were varied at 1500 rpm, 2500 rpm and 5000 rpm and variation of transmission was on1, 2, 3, 4, and 5. By giving of fuel heating treatment, the performance of the engine torque andpower increased, while the rate of fuel consumption and specific fuel consumption decreasedcompared to with no heating fuel treatment.Keywords: Treatment heating, engine performance
Studi Eksperimental Pemanfaatan Temperatur Gas Buang dari Kendaraan Bermotor Roda Dua untuk Pemanas Kotak Makanan (Delivery Box) pada Layanan Pesan Antar Ismail Thamrin; Surya Hadi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.656 KB)

Abstract

AbstrakPanas dari gas buang sisa pembakaran kendaraan bermotor roda dua, masih memilikitemperatur yang cukup tinggi. Sumber panas ini biasanya langsung dibuang / dikeluarkanmelalui knalpot ke udara bebas. Dalam penelitian ini, gas buang bertemperatur tinggi inidimanfaatkan kembali, dengan cara dimasukkan kedalam tempat khusus pada kotakmakanan untuk layanan pesan antar (delivery service box). Kotak ini didesain khusus untukmenjaga agar temperatur dalam kotak tidak cepat turun, agar makanan yang akan dikirimtetap dalam kondisi hangat. Instalasi yang dibuat untuk memanfaatkan panas dari gas buangini sangat sederhana, yaitu dengan memasang pipa bercabang pada knalpot, yang bergunauntuk mengalirkan gas buang ke bagian bawah kotak. Kotak bagian bawah ini telah dipasangibaffle agar panasnya dapat bertahan lebih lama. Setelah dimanfaatkan, gas buang itudialirkan kembali ke knalpot, untuk dibuang ke udara. Kotak penyimpan makananmembutuhkan panas ruangan yang cukup agar tidak terjadi penurunan temperatur padamakanan tersebut. Dari studi eksperimental yang telah dilakukan pada kotak penyimpanmakanan, kotak pemanas makanan ini diuji dengan putaran mesin dan jauhnya jarak tempuhmotor. Pengujian ini menghasilkan peningkatan atau kenaikan temperatur gas buang padavariasi putaran mesin yang berbeda. Putaran mesin yang dipakai adalah 800 rpm, 1500 rpm,2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, dan 3500 rpm, dan jarak tempuh yang diuji adalah 200, 400,600, 800 dan 1000 meter. Semakin tinggi putaran mesin, semakin tinggi juga panas yangdapat dimanfaatkan sehingga dapat memanaskan temperatur ruangan sesuai yangdiinginkan.Kata kunci: Gas buang, kotak makanan, putaran mesin, jarak tempuhAbstractHeat from combustion exhaust gas motorcycle still has a high enough temperature. The heatsource is usually directly discharged / expelled through the exhaust into the air. In this study,the high-temperature exhaust gas is re-used, by sending it into a special place in the food boxfor another service (delivery service box). This box is especially designed to keep thetemperature high enough inside the box so that the food to be delivered remains in warmcondition.Installation is made to utilize the heat from the flue gas is very simple namely byinstalling a branching pipe on the exhaust, which is useful for the exhaust gas to flow to thebottom of the box. The bottom box has been fitted with baffles, so that the heat can lastlonger. Once used, the flue gas is passed back to the exhaust, to be discharged into the air .Hot food storage boxes require enough space to prevent a decrease in the temperature of thefood.From this experimental study done on the box food storage, food heating box is tested todifferent engine speed and mileage. This test resulted in an increase in exhaust gastemperature at different engine speed variations. The engine speeds used were 800 rpm,1500 rpm, 2000 rpm , 2500 rpm , 3000 rpm, and 3500 rpm, and the mileage tested were 200,400, 600, 800, and 1000 meters. The results demonstrated that the higher the engine rpmused, the higher the heat that could be utilized to heat the room temperature as desired.Keywords: Exhaust gas, food boxes, engine rpm, mileage
Sifat Mekanis Komposit Polyester dengan Penguat Serat Sabut Kelapa I Made Astika; I Putu Lokantara; I Made Gatot Karohika
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.971 KB)

Abstract

AbstrakPenggunaan serat alam sebagai penguat komposit dalam beberapa tahun terakhir inimengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satunya adalah serat sabut kelapa.Potensi sabut kelapa yang begitu besar belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatanproduksi yang mempunyai nilai tambah ekonomis. Dengan tidak adanya pemanfaatan yangoptimal, sabut kelapa ini hanya akan menjadi limbah dan menimbulkan masalah lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sifat mekanis yaitu kekuatan tarik, impact dan lenturdari komposit polyester yang diperkuat dengan serat sabut kelapa. Di masa depan, kompositini dapat digunakan sebagai asesoris kendaraan, plafon ataupun papan sebagai penggantikayu, eternit, bambo dan gipsun yang harganya mahal dan relatif tidak tahan air. Kompositdibuat dengan memanfaatkan serat sabut kelapa dan matriks resin Unsaturated-Polyester(UPRs) jenis Yucalac 157 BQTN, campuran 1 % hardener jenis MEKPO (Methyl Ethyl KetonePeroxide) dan perendaman serat dalam larutan alkali NaOH 5%. Metode produksi yangdigunakan adalah press hand lay up dengan orientasi serat acak. Desain komposit denganvariasi fraksi volume serat 20, 25 dan 30% dan variasi panjang serat 5, 10 dan 15 mm. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa semakin besar fraksi volume dan panjang serat dalamkomposit maka kekuatan tarik, impact dan lentur semakin tinggi. Mode patahan yang teramatiadalah patah getas, debonding, pullout dan crack deflection.Kata kunci: Komposit, sabut kelapa, sifat mekanis, mode patahanAbstractThe use of natural fibers as reinforcement of composites in recent years has been developingvery rapidly. One of the natural fiber, coconut coir fiber has not been fully utilized for theproduction activities, so it is just going to be a waste and cause environmental problems. Thepurpose of this study is to investigate the mechanical properties i.e. tensile strength, impactstrength and flexural strength of composites coir fiber. In the future this material can be usedfor vehicle accessories, ceilings and cabinet and will be able to replace the wood, eternit,bamboo and gipsun which are high price and lower water resistance.The research materialmade with coconut coir fiber as reinforcement and matrix resin unsaturated polyester (UPRs)type Yukalac BQTN 157, with 1% hardener types MEKPO (Methyl Ethyl Ketone Peroxide) andfiber treatment by 5% NaOH. Production methods are press hand lay-up and the variations offiber volume fraction are 20, 25 and 30% and fiber length are 5, 10 and 15 mm. Testing ofmechanical properties are impact test (ASTM - D256), tensile test (ASTM - D3039) and flexuraltest (ASTM - D790). The results of research show that the longer of fiber and the bigger offiber volume fraction, the higher of tensile strength, impact strength and flexural strength areobtained. The fracture mode are overload, debonding , pullout and crack deflectionKeywords: Composites, coir fiber, mechanical properties
Redesain Injektor Udara Pembakaran Pada Perajin Gamelan Bali di Desa Tihingan IGN. Priambadi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.063 KB)

Abstract

AbstrakAktivitas umat Hindu khususnya di Bali dalam kegiatan budaya maupun keagamaan tidak bisadilepaskan dari perangkat instrumen akustik yang dinamakan gamelan. Ini merupakan suatunilai eksistensi dari peradaban masyarakat Hindu Bali yang secara turun temurun telahdipelihara. Komponen yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan gamelan adalahmulai dari komposisi perunggu, tungku peleburan (prapen), proses pengecoran, prosespenempaan/ pemadatan (forging) serta proses akhir (finishing) yang merupakan prosespenyelarasan suara pada gamelan Bali. Kecepatan dalam proses peleburan sangat ditentukanoleh tekanan, kapasitas serta distribusi aliran udara dalam pembakaran bahan bakar sertakadar polutan. Jika proses peleburan lama maka biaya produksi meningkat karena hal initerkait dengan penggunaan bahan bakar. Dalam penelitian dilakukan redesain terhadap modelinjektor yang sudah biasa digunakan oleh para perajin yaitu mempunyai bentuk saluran lurusdengan diameter yang sama. Redesain model injektor udara pembakaran mempunyai bentukkonvergen –divergen, dimana desain ini didasarkan atas pendekatan teori thermodinamika.Redesain yang dilakukan diharapkan mampu memberikan proses pembakaran yang lebihsempurna sehingga proses peleburan menjadi lebih cepat dan komposisi polusi udara sekitar(ambient) lebih aman bagi perajin. Hasil dalam penelitian yang dilakukan setidaknya dapatmemberikan kontribusi bagi perajin gamelan Bali terutama untuk menekan biaya produksi sertagairah untuk melestarikan eksistensi budaya. Penelitian yang dilakukan melalui redesaininjektor menunjukkan terjadinya penurunan penggunaan arang sebesar 10,47 % serta produksihasil peleburan meningkat 12,94 %. Untuk kadar polutan dimana hasil pengujian terhadapsampel kualitas udara seperti NO2, CO2, TSP (debu) mengalami penurunan secara signifikan.Data tersebut diukur pada rentang waktu 4 jam kerja serta dilakukan pengulangan sebanyak 3kali. Disimpulkan bahwa penerapan model injektor penghembus udara pembakaran dapatmeningkatkan produksi serta mengurangi kadar polutan dalam proses peleburan perunggu.Kata kunci: Redesain injektor, peleburan, udara sekitarAbstractActivity Hindus in Bali, especially in cultural or religious activities can not be separated from theacoustic instruments called gamelan. It is an existence value of Balinese Hindu civilization forgenerations has been maintained. Components that must be considered in the process ofmaking gamelan is ranging from bronze composition, melting furnace (prapen), the process ofcasting, forging process / solidification (penempaan) and the end which is the process ofaligning sound the Balinese gamelan. The speed in the process of smelting very determined bypressure, capacity as well as distribution airflow inside combustion fuel as well as the levels ofpollutants. If the long smelting process, then the cost of production increased because it isassociated with fuel usage. In a study conducted redesigning the injector models that arecommonly used by the craftsmen that have the form of a straight line with the same diameter.Model ergo thermal injector of air combustion has a convergent-divergent shape, where thedesign is based on the thermodynamic theory approach. Redesign done are expected toprovide a more complete combustion process so that the process becomes more rapid meltingand composition of ambient air pollution safer for crafters. The results of the researchconducted at least be able to contribute to the Balinese gamelan craftsmen especially for lowerproduction costs as well as a passion for preserving the cultural existence. Researchconducted through the application of injector models show a decline in the use of charcoal10.47% and 12.94% production increase smelting. The test result of the pollutants Levelswhere of air quality samples such as NO2, CO2, TSP (dust) decreased significantly. Datameasured on timescales of 4 hours and repeated 3 times. It was concluded that the applicationof ergo thermal injector models air combustion can increase production and reduce the levelsof pollutants in the process of smelting bronze.Keywords: Redesign injector, smelting, ambient air

Page 1 of 2 | Total Record : 14