cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016" : 15 Documents clear
Destilasi air energy surya dengan energy recovery menggunakan metode kapilaritas I Gusti Ketut Puja; Sudi Mungkasi; FA Rusdi Sambada
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.357 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan membuat prototipe alat destilasi energi surya sederhana menggunakan energy recovery dengan metodekapilaritas untuk masyarakat di daerah yang kesulitandalammendapatkan air minum. Alat destilasi air energi surya yang akandibuat harus memenuhi kriteria (1) dapat menghasilkan air yang layak dikonsumsi dengan kapasitas yang memadai untuk satukeluarga (sekitar 6,5 liter/ hari), (2) tidak memerlukan banyak perawatan, mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat dan(3) mampu dibuat dengan teknologi yang ada di daerah. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi efisiensi adalahkonsentrasi kelebihan uap pada alat distilasi selama proses penguapan air.Penggunaan kondensor pasif sebagai energyrecovery adalah salah satu cara yang efektif dan efisien untuk mengatasi masalah konsentrasi uap berlebih. Perbedaan kinerjadistilasi air energi surya dengan dan tanpa penambahan sistem pemulihan energi telah diselidiki. Hasil penelitian menunjukkanbahwa hasil air destilasi terbanyak pada variasi tanpa menggunakan pendingin kaca dan reflektor dengan ketinggian air bak 0.5cm yakni 4,38 liter/ (m2.hari). Efisiensi maksimum dan efisiensi rata-rata yang diperoleh pada variasi ini adalah 49,6% dan44,6%. Prosentase uap maksimum dari bak yang dapat masuk kedalam kondensor sebesar 38% yakni pada variasimenggunakan reflektor dengan ketinggian air bak 0.5 cm. Prosentase pemanfaatan panas pengembunan (heat recovery)maksimum dari uap yang masuk kedalam kondensor sebesar 96% yakni pada variasi menggunakan reflektor dengan ketinggianair bak 0.5 cmKata kunci: destilasi air, energisurya, efisiensi, energy recoveryAbstract:This research aims to develop a prototype of simple solar energy distillation using capillarity methods of energy recovery for thecommunities’ whohave difficulty in getting drinking water. Solar energy water distillation equipment to be made must meet thecriteria: (1) can produce water suitable for consumption with sufficient capacity for a small family (about 6.5 liters per day, (2)easily operated and maintained by the community, and (3) able to be made with existing technology in the area. One of thefactors that greatly affect the efficiency is the concentration of excess steam in the distillation apparatus during the process ofevaporation of water. The use of passive condenser as an energy recovery system is one of the effective and efficient way toovercome the problem of the excess vapor concentration. The differences in performance of the solar energy distillation with andwithout the addition of energy recovery system were investigated.The results showed that the distilled water results mostly invariations without using a cooling glass and reflector with a height of 0.5 cm of water tub that is 4.38 liters / (m2.hari).Maximumefficiency and average efficiency obtained in this variation are respectively 49.6% and 44.6%.The maximum percentage of steamfrom the bath to get into the condenser by 38%, occur in the variation using a reflector with a height of 0.5 cm of water tub.Percentage of utilization of condensation heat (heat recovery) maximum of vapor into the condenser is about 96% occur in thevariation using a reflector with a height of 0.5 cm of water tubKeywords: water distillation, solar energy , efficiency, energy recovery
Analisis ergonomi postur kerja operator pada proses pembuatan batako Regina Anggraini; Lamto Widodo; Wayan Sukania
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.829 KB)

Abstract

Abstrak:Proses pembuatan batako merupakan salah satu pekerjaan yang membutuhkan penanganan material secara manual,sehingga tenaga fisik pekerja diperlukan meskipun mesin bantu cetak sudah tersedia. Berdasarkan pengamatan dilapangandiketahui bahwa seluruh aktivitas pembuatan batako banyak membutuhkan tenaga fisik. Pekerjaan membuat batako dapatdibagi menjadi beberapa elemen kerja dan setiap elemen kerja memberikan postur kerja yang bervariasi. Hasil analisis posturkerja dengan menggunakan REBA menunjukkan pekerja pada proses pemindahan batako basah memiliki nilai 11 dengan levelrisiko sangat tinggi. Perbaikan dilakukan dengan menambahkan kursi pekerja dan berhasil menurunkan skor REBA menjadi 5.Kata Kunci: Postur kerja, REBAAbstract:Brick-making process is one of those jobs that require manual materials handling, so that the physical exertion of workersneeded though a production machine is already available. Based on observations in the field note that the entire activity ofbrick-making requires a lot of physical exertion. Brick-making can be divided into several working elements and each element ofthe work provides a varied work posture. The results of the analysis work posture using REBA showed workers in the processof moving the wet concrete blocks have a value of 11 with a very high risk level. Improvement of working conditions by adding aseat for workers reduce the REBA score to 5 .Keywords: Work Posture , REBA
Pengaruh variasi jenis pasir sebagai media penyimpan panas terhadap performansi kolektor suya tubular dengan pipa penyerap disusun secara seri Ketut Astawa; Nengah Suarnadwipa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.965 KB)

Abstract

Abstrak:Kolektor surya tubular dengan pipa penyerap yang disusun secara seri dengan menggunakan variasi jenis pasir sebagaimedia penyimpanan panas dimana fluida kerja yang mengalir pada susunan kolektor surya tubular secara seri mendapatpemanasan yang berulang sepanjang pipa penyerap sehingga diharapkan panas yang diserap oleh fluida lebih maksimal.Rancangan alat uji ini terdiri dari 3 kolektor surya dimana kolektor pertama dengan variasi jenis pasir pantai warna hitam,kolektor kedua dengan variasi jenis pasir pantai warna putih, kolektor ketiga dengan variasi jenis pasir pantai warna hitammengkilap. Secara keseluruhan kolektor surya ini terdiri dari masing-masing tiga buah modul, dimana setiap modul darimasing-masing kolektor terdiri dari satu buah pipa penyerap. Metode pengujian yang digunakan adalah pengujianexperimental terhadap rancang bangun kolektor surya tersebut untuk mendapatkan performansi terbaik dari variasi jenispasir sebagai media penyimpan panas.Efisiensi aktual (?a) kolektor surya tubular dengan pipa penyerap yang disusunsecara seri dengan menggunakan variasi jenis pasir sebagai media penyimpanan panas paling tinggi diperoleh pada kolektorsurya tubular dengan variasi jenis pasir pantai warna hitam mengkilap dibandingkan dengan efisiensi aktual (?a) kolektorsurya tubular dengan variasi jenis pasir pantai warna hitam dan kolektor surya tubular dengan variasi jenis pasir pantai warnaputih.Kata kunci: Kolektor surya tubular yang disusun seri, variasi jenis pasir, efisiensi aktual kolektorAbstract:Tubular solar collectors with absorber pipes arranged in series using variations of type of sand as a heat storage medium inwhich the working fluid flowing in the composition of tubular solar collectors in series get repetitive heating along the pipelineso hopefully absorbing the heat absorbed by the fluid more leverage. The design of this test equipment consists of three solarcollectors, the first collector with variations black sand beaches, the second collector with variations white sand beaches, thethird collector with variations shiny black sand beaches. Overall solar collector consists of three pieces each of the modules,the module of each collector consists of an absorber pipes. Testing method used was experimental testing of the solarcollector design is to get the best performance from variations of type of sand as a heat storage medium. The actualefficiency (?a) tubular solar collectors with absorber pipes arranged in series using variations of type of sand as a heatstorage medium highest obtained in tubular solar collectors with variations shiny black sand beaches compared to the actualefficiency (?a) tubular solar collectors with variations black sand beaches and tubular solar collectors with variations whitesand beaches.Keywords: Tubular solar collectors arranged in series, variations of type of sand, the actual efficiency of the collector
Analisa pertumbuhan keausan pahat karbida coated dan uncoated pada alloy steel AISI 4340 Sobron Lubis; Steven Darmawan; Rosehan Rosehan; Tommi Tanuwijaya
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2300.081 KB)

Abstract

Abstrak:Keausan pahat merupakan data yang sangat penting dalam perencanaan pemesinan. Penelitian ini menjelaskan tentangpercobaan pertumbuhan keausan pahat pada karbida coated dan uncoated dalam pembubutan bahan alloy steel AISI 4340.Penelitian dilakukan dengan memperhatikan pertumbuhan keausan pada menit 12, 24, 36, 48, 60 sampai didapat VB sebesar0.3 mm untuk kedua mata pahat, sedangkan kondisi pemotongan lain seperti gerak makan, kedalaman potong, kecepatanpotong konstan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara ilmiah pertumbuhan keausan yang terjadi pada mata pahatkarbida coated dan uncoated pada proses pemotongan alloy steel AISI 4340. Metode grafik digunakan untuk analisispercobaan, untuk melihat perbandingan pertumbuhan keausan mata pahat karbida coated dan uncoated serta mekanismekeausan yang terjadi, serta korelasi pertumbuhan keausan dengan kekasaran permukaan benda kerja. Hasil penelitianmendapatkan keausan pahat karbida coated pada menit 60 dengan VB sebesar 0.366 mm, sedangkan pada karbida uncoatedpada menit 36 sebesar 0.45 mm. Mekanisme keausan yang terjadi adalah keausan adhesi.Kata Kunci: Pahat potong karbida, baja paduan, keausan pahat, keausan tepi.Abstract:A tool life is an important data in planning a machining process. In this research, an experiment describe about growth of toolwear on carbide coated and uncoated cutting tools used in turning process of an alloy steel of AISI 4340. The experiment wasconducted by observing the growth of tool wear on minutes 12, 24, 36, 48, 60 until get VB 0.3 mm for both of cutting tools, whilethe other cutting conditions such a feed rate, depth of cut, cutting speed constant. The purpose of this experiment is to examinescientifically the growth of tool wear on carbide coated and uncoated in turning process of and alloy steel of AISI 4340. Graphicalmethod used for analisis of the experiment, to compare the growth of tool wear on cutting tool carbide coated and uncoated, andthe mechanisms that happened, and correlation between tool wear with workpiece surface roughness. The result of theexperiment is tool wear for carbide coated on 60 minutes with VB 0.366 mm, and carbide uncoated on 36 minutes with VB 0.45mm. The mechanism of tool wear that happened is adhesion wear.Keyword : Carbide cutting tool, alloy steel, tool wear, flank wear
Pemanfaatan serat silicon carbon dan partikel alumina pada matrik aluminium untuk meningkatkan sifat mekanis material komposit Ketut Suarsana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.74 KB)

Abstract

Abstrak:Pemanfaatan penguat material komposit berbasis serat dan juga partikel pada pembuatan bahan komposit sekarang ini sangatpotensial untuk dikembangkan dan diteliti. Beragam sumber serat dan juga penguat dalam bentuk partikel bisa didapat dari seratalami dari tumbuh-tubuhan dan juga serat yang sudah dikenakan perlakuan sebelumnya. Indonesia memiliki potensi sumberalam yang sangat potensial terutama sebgai sumber serat dari tumbuhan juga berupa logam aluminium (bauxite) dari fosil.Bahan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat industri sebagai bahan dasar pembuatan komposit bermatrikAluminium dan sebagai penguat berupa serat maupun partikel alumina. Metode pembuatan Aluminum Matrix Composite (AMC)dengan proses metalurgi serbuk pada gaya tekan/kompaksi 2,5 ton mengunakan alat press hydrolik, waktu penahanan 15menit, serta proses perlakuan pada variasi komposisi berat (%wt). Variasi komposisi penguat serat Silicon Carbon (SiC) danAl2O3 (alumina) pada matrik Aluminium adalah : 30% SiC + 0% Al203, 27% SiC + 3% Al203, 24% SiC + 6% Al203 dan 21% SiC+ 9% Al203 dengan matrik 70% Al, pada kondisi tempertaur 500oC, 550oC dan 600oC. Setelah material komposit terbentuk, diujiuntuk mengetahui sifat mekanik akibat pengaruh variasi komposisi antara matrik dan penguatan pada komposit. Uji karakteristikdilakukan di laboratorium untuk menggetahui sifat kekuatan dan kekerasan material komposit. Selanjutnya dicari hubunganantara sifat masing-masing komposisi penguat serat SiC dan Al2O3 pembentuk komposit yang dibuat untuk mengetahui manfaatdari penguat serat dan partikel alumina.Kata Kunci: Sifat kekuatan, kekerasan, serat SiC dan Al2O3Abstract:Utilization reinforcement fiber-based composite material and particles in the manufacture of composite materials now havepotential to be developed and researched. Various sources of fiber and reinforcement in particle form can be obtained fromnatural fibers from plants and fiber that has been subjected to a previous treatment. Indonesia has the potential of naturalresources potential, especially as fiber from plant sources also include metals aluminum (bauxite) from fossils. This material canbe used for the needs of the industry as the manufacture of composite base Aluminium and as a reinforcement in the form offibers or particles of alumina. The method of making Aluminum Matrix Composites (AMC) with a powder metallurgy process atthe compression force / compaction 2.5 tons using a hydraulic press equipment, holding time 15 minutes, and the treatmentprocess in the variation of the composition by weight (%wt). Variations in the composition of the fiber reinforcement SiliconCarbon (SiC) and Al2O3 (alumina) on a matrix Aluminium is: 30% SiC + 0% Al203, 27% SiC + 3% Al203, 24% SiC + 6% Al203 and21% SiC + 9% Al203 with a matrix of 70% Al, on condition tempertaur 500oC, 550oC and 600oC. After the composite material isformed, tested for mechanical properties due to the influence of variations in composition between matrix and reinforcement incomposites. Characteristics test performed in the laboratory to knowing strength and hardness properties of composite materials.Furthermore sought the relationship between the nature of each composition fiber reinforcement and an Al2O3 forming SiCcomposites made to know the benefits of reinforcing fibers and particles of alumina.Keywords: Strength, hardness, SiC fibers and Al2O3
Studi sifat mekanis komposit epoxy berpenguat serat sisal orientasi acak yang dicetak dengan teknik hand-lay up I Wayan Surata; I Putu Lokantara; Ade Putra Arimbawa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.683 KB)

Abstract

Abstrak:Tanaman sisal tumbuh liar di daerah kering berbatuan seperti di pulau Nusa Penida kabupaten Klungkung, yang oleh penduduklokal disebut tanaman bagu. Serat sisal sangat kuat oleh karena itu dahulu banyak digunakan sebagai tali-temali penambatjukung atau perahu, sebelum dikenalnya tali nilon seperti saat ini. Belakangan ini serat alam termasuk sisal banyakdikembangkan sebagai penyusun komposit. Komposit serat sisal dapat dibudidayakan dengan mudah dan murah sehinggaketersediaannya bisa berkelanjutan, serta ramah terhadap lingkungan. Kekuatan mekanis komposit yang diperkuat denganserat alam dapat ditingkatkan dengan mengatur perbandingan fraksi volume serat di dalam komposit tersebut. Tujuanpenelitian ini adalah menyelidiki pengaruh fraksi volume serat terhadap sifat tarik dan lentur komposit berpenguat serat sisaldengan matriks epoxy. Serat sisal diperoleh dengan cara ekstraksi yaitu perendaman dan penyisiran, kemudian dipotongdengan ukuran panjang 3 cm. Serat sisal mengalami perlakuan dalam larutan alkali 5% NaOH selama 2 jam. Matriks yangdigunakan adalah epoxy resin, dengan hardener versamid. Komposit dibuat dengan teknik press hand lay-up, dengan variasifraksi volume serat sisal 15%, 20%, dan 25% yang disusun secara acak. Komposit hasil cetakan mengalami post curing padasuhu 65 oC selama 2 jam. Spesimen uji tarik dibuat berdasarkan standar ASTM D3039, dan uji lentur mengacu pada standarASTM D790M. Pengujian tarik dilakukan dengan mesin uji tarik universal, dan pengujian lentur dengan metode tiga titikpembebanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan modulus elastisitas tarik komposit meningkat seiringdengan meningkatnya fraksi volume serat, dan nilai optimum terjadi pada fraksi volume serat 25%, yaitu 19,77 MPa untukkekuatan tarik, dan 2,83 GPa untuk modulus elastisitas, sementara regangan tarik optimum terjadi pada fraksi volume serat15%, yaitu sebesar 1,01%. Kekuatan lentur dan modulus lentur serta regangan lentur juga meningkat seiring denganmeningkatnya fraksi volume serat, dan nilai optimum dicapai pada komposit dengan fraksi volume serat 25%, yaitu 88,48 MPa,untuk kekuatan lentur, dan 0,259 GPa untuk modulus elastisitas lentur, serta regangan lentur sebesar 7,55%.Kata kunci: Serat sisal, komposit epoxy, fraksi volume, kekuatan tarik, kekuatan lenturAbstract:The sisal plant (Agave sisalana) grows wild in arid areas such as the rocky island of Nusa Penida in Klungkung regency, andlocal people call bagu plants. Sisal fiber is very strong that is why it widely used as rigging on boats or ships, before they knownylon rope. Currently, natural fibers including sisal has been developed as elements to produce composites. Sisal fibers can becultivated easily and inexpensively so that availability will be sustainable and environmentally friendly. Mechanical strength ofcomposites that reinforced with natural fibers can be improved by setting the ratio of fibers volume fraction in the composite.The aim of this study was to investigate the effect of fiber volume fraction on tensile and flexural properties of composite withsisal fiber and epoxy matrix. Sisal fibers obtained with extraction process by soaking and combing, then cut to a length of 3 cm.Sisal fibers undergo treatment in an alkaline solution of 5% NaOH for 2 hours. The matrix used is epoxy resin, with a hardenerversamid. Composites was made by hand lay-up technique, with a variation of fibers volume fraction of 15%, 20%, and 25%which were arranged randomly. Composite underwent post curing at a temperature of 65 ° C for 2 hours. Tensile testspecimens were made based on the standard ASTM D3039, and the flexural test based on ASTM standards D790M. Tensiletest was conducted by using universal tensile testing machine, and flexural test with a three-point loading method. The resultsshowed that the tensile strength and tensile modulus of elasticity of the composite increases with increasing fibers volumefraction, and the optimum value occured in the fibers volume fraction of 25%, the highest value of 19.77 MPa for tensilestrength, and 2.83 GPa for the modulus of elasticity, while the strain optimum occured on the fibers volume fraction of 15%, withvalue 1.01%. Flexural strength, flexural modulus and flexural strain also increases with increasing fiber volume fraction, and theoptimum value was achieved in the composite with a fiber volume fraction of 25%, with value of 88.48 MPa for flexural strength,flexural modulus of 0.259 GPa and flexural strain of 7.55%.Keywords: Sisal fiber, epoxy composites, volume fraction, tensile strength, flexural strength
Analisa kinerja sistempendingin peltier yang menggunakan sel PVdengan sumber energi radiasi matahari Terang UHSG; Zulkifli Lubis; Tulus Burhanuddin Sitorus
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.602 KB)

Abstract

Abstrak:Pemanfaatan energi surya secara umum digunakan untuk energi termal dan energi listrik. Salah satu aplikasi dari sistempemanfaatan untuk energi listrik adalah penggunaan fotovoltaik (PV). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerjasistem kerja kotak pendingin dengan bantuan sel PV yang menyerap sumber energi matahari. Kelebihan dari dari sistempendinginan ini adalah beroperasi tanpa menggunakan energi listrik serta ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakankomponen elektronik peltier untuk pendingin. Komponen peltier dirangkai dengan heat sink dan kipas kecil diletakkan di bagianluar dan kipas yang lain diletakkan di bagian dalam kotak pendingin. Kotak pendingin terbuat dari styrofoam. Data perubahantemperatur sistem kotak pendingin yang diperoleh kemudian dianalisa sehingga dapat diperoleh kinerja sistem kotak pendingintersebut. Pengujian dilakukan di ruangan terbuka yang mengalami paparan radiasi matahari. Proses pengukuran parametercuaca dilakukan dengan menggunakan alat ukur cuaca HOBO dan untuk merekam perubahan temperatur pada setiapkomponen sistem pendingin peltier digunakan data akuisisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai COP maksimum sistempendingin peltier yang dapat dicapai adalah 0,317. Pada penelitian ini, juga diteliti pengaruh kondisi cuaca yang meliputi radiasimatahari, temperatur dan kelembaban udara terhadap kinerja sistem pendingin peltier.Kata kunci: sistem pendingin peltier, kinerjaAbstract:The utilization of solar energy consist of thermal energy and electrical energy. One application of the system for the utilization ofelectrical energy was photovoltaic (PV). The purpose of this study is to determine the performance of cooler box with PV cellsthat absorb the solar energy. The advantages of this cooling system was operated without using the electrical energy andenvironmentally friendly. This study uses electronic components Peltier for cooling. The peltier component assembled with a heatsink. The small fan that was placed on the outside and the other fan was placed inside the cooler. The cooler system was madeof styrofoam. The changing of temperature in the cooler system was analyzed and obtained the performance of the cooling boxsystem. The experiments were carried out in open space which exposure to solar radiation. The HOBO station was used tomeasure the weather parameter. To record the changing of temperature in the components was used data acquisition. Theresults showed that the maximum COP of peltier cooling system that can be achieved was 0.317. In this research, also wasstudied the effect of weather conditions against the performance of peltier cooling system.Keywords: peltier cooling system, performance
Peningkatan unjuk kerja destilasi air energi surya jenis vertikal menggunakan pelacak matahari Doddy Purwadianto; A. Prasetyadi; Dian Artanto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.693 KB)

Abstract

Abstrak:Mencari air bersih merupakan salah satu pekerjaan utama masyarakat di daerah terpencil. Di beberapa daerah, sumberair yang ada sudah terkontaminasi garam atau zat lain yang dapat membahayakan kesehatan. Cara penjernihan air palingmurah dan sederhana adalah dengan destilasi air menggunakan energi surya. Permasalahan umum destilasi air energi suryasaat ini adalah masih rendahnya efisiensi yang dihasilkan. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan sistem pelacakmatahari agar posisi alat destilasi dapat mengikuti arah gerakan matahari. Penelitian penggunaan sistem pelacak matahari padaalat destilasi air energi surya yang ada umumnya adalah untuk destilasi air energi surya jenis horisontal, pada penelitian inidigunakan destilasi air energi surya jenis vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi destilasi air energi suryajenis vertikal serta mengembangkan model sistem pelacak matahari yang ada yakni dengan menambahkan RTC(Real TimeClock). Penambahan RTC dapat mengatasi kelemahan sistem pelacak matahari yang ada yakni ketidak akuratan penentuanposisi matahari saat cuaca berawan. Parameter yang diukur adalah temperatur air, temperatur kaca penutup, temperatur udarasekitar (TA), kelembaban udara sekitar, kecepatan angin, jumlah massa air destilasi yang dihasilkan, energi surya yang datangdan lama waktu pencatatan data.Penelitian ini merupakan penelitian multi tahun dengan dana Dikti yang saat ini memasukitahun kedua dari rencana penelitian selama tiga tahun. Hasil tahun pertama menunjukkan, air destilasi yang diperoleh destilasidengan pelacak matahari 30% lebih banyak dibandingkan destilasi tanpa pelacak matahari. Hasil tersebut diperoleh pada lajumassa air yang akan didestilasi sebesar 0,7-1 kg/jam. Pada tahun kedua akan diupayakan peningkatan efisiensi yang lebih baikdengan penyempurnaan sistem pelacak matahari, sistem pendistribusian air, posisi alat destilasi dan penggunaan absorberyang mempunyai sifat kapilaritas yang lebih baik.Kata kunci: destilasi surya, vertikal, pelacak matahariAbstract:Looking for clean water is main activity in some remote areas because the water is contaminated by salt or other healthjeopardized substance. Solar distillation is the cheapest and simplest way to clean water. But the common solar still has lowefficiency due to the solar daily movement. Therefore solar tracker should be applied to such condition. Researches onapplication of the solar tracker usually were conducted on horizontal solar still. This research is focused on vertical solar still withsolar tracker. The aims of the research are to enhance the solar still efficiency with application of the solar tracker and toimprove solar tracker with RTC (Real Time Clock). Applying the RTC on solar tracker will increase its capability on predicting thesolar position during cloudy times. The measured parameters are water temperature, cover parameter, ambient temperature(TA), ambient humidity, wind speed, distillated water mass, solar energy and time. The research is multi-years research fundingby High Education Department. This year is the second of three planned year research. The result of the first year researchshows that the clean water produced by the vertical still with solar tracker is 30% more than vertical solar still without solartracker production. Such condition was done on 0.7 – 1 kg/jam water mass rate. In the second year, improvement of theefficiency will be attempted on improving of the solar tracker system, water distribution system, position of the solar still andbetter absorber with higher capillarity.Kata kunci: solar still, vertical, solar tracker
Pengaruh prosentase etanol terhadap daya dan konsumsi bahan bakar mesin pembakaran busi Mega Nur Sasongko
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.772 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini merupakan studi eksperimental pengaruh penambahan etanol terhadap kinerja mesin pembakaran busi (mesinbensin), meliputi daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifiknya. Mesin yang digunakan dalam penelitian ini berupa mesinempat langkah silinder tunggal, system injeksi tidak langsung, dengan volume 124.8 cc dan rasio kompresi 9.3 : 1. Pengujiandilakukan pada 8 kecepatan putaran mesin yang berbeda mulai dari 1500 rpm sampai 5000 rpm, dengan 10 tipe campuranbensin dan etanol (E10 sampai E100). Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya efektif mesin menurun dengan peningkaranetanol dalam campuran untuk semua variasi kecepatan putaran mesin. Daya maksimum dicapai pada putaran mesin 2500sampai 3000 rpm. Etanol memiliki nilai kalor yang lebih rendah dibanding bensin, sehingga peningkatan kandungan etanoldalam bahan bakar menyebabkan kenaikan konsumsi bahan bakar spesifik mesin.Kata kunci: etanol; bahan bakar bensin-etanol; performa mesin, konsumsi bahan bakar spesifikAbstract:This present study investigated experimentally the influence of ethanol addition on the engine performance; in the term ofeffective power and Brake specific fuel consumptio of gasoline spark ignition engine. The engine used in the research was a 4stroke single-cylinder, indirect injection system with volume of 124.8 cc and compression ratio of 9.3:1. The experiments wereconducted at eight different engine speeds ranging from 1500 rpm to 5000 rpm and 10 types of gasoline-ethanol mixtures (E10to E100). The result showed that the effective power decreased with increasing of ethanol in the fuel blends for all variation ofengine speed. The maximum power of the engine was obtained at engine speed around 2500 to 3000 rpm. Since the ethanolhas a lower heating value than that of gasoline, ethanol addition in the blend fuel causes the increment of Brake Specific FuelConsumptionKeywords: ethanol; gasoline-ethanol fuel; spark ignition engine; engine performance, brake spesific fuel consumption
Potensi bambu swat (gigantochloa verticillata) sebagai material karbon aktif untuk adsorbed natural gas (ANG) Dewa Ngakan Ketut Putra Negara; Tjokorda Gde Tirta Nindhia; I Wayan Surata; Made Sucipta
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2156.755 KB)

Abstract

Abstrak:Bambu merupakan material biomassa yang banyak diteliti, diproduksi sebagai karbon aktif dan diaplikasikan di berbagaibidang kehidupan. Namun sangat sedikit bahkan hampir tidak ditemukan referensi yang membahas kegunaan karbonaktif dari bambusebagai adsorbent untuk Adsorbed Natural Gas (ANG). Penelitian ini difokuskan untukmengkarakterisasai dan menevaluasi potensi bambu swat (Gigantochloa verticillata) sebagai material dasar karbon aktifuntuk aplikasi ANG. Pengujian yang dilakukan meliputi uji proximate, uji ultimate, uji komposisi kimia dan pengamatanstruktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambuswat memiliki kandungan lignin 22,9920%, selulosa44,2247%, volatile 88’32%, carbon 43,42%,ash 1,83%, silica (1,8664%) dan nitrogen 1,7065%. Bambu swat memilikiikatan pembuluh yang terdiri atas satu ikatan pembuluh (xilem dan floem) dan dua ikatan serat yang terletak di sebelahdalam dan luar dari ikatan pembuluh.Secara umum dapat dikatakan bahwa bamboo jenis ini memiliki kandungansellulosa, volatile dan karbon yang cukup tinggi serta ash, silica, hydrogen dan nitrogen yang rendah sehinggabambuswat sangat berpotensi digunakan sebagai material sumber karbon aktif.Kata kunci: Karbon aktif, bambu swat, ANG, lignin, sellulosa, analisa ultimate dan proximatesAbstract:Bamboo is a biomass material widely researched, produced as activated carbon and applied in various life fields.However, very little or almost no references were found with regard to utilization of bamboo activated carbon asadsorbent for Adsorbed Natural Gas (ANG). This study is concerned to characterize and evaluate potency of bambooswat (Gigantochloa verticillata) as aprecursor of activated carbon for ANG application. Examinations conducted wereproximate, ultimate, chemical composisition tests and microstructure observation. The results showed that bambooswathave a lignin content 22.9920%, cellulose 44.2247%, volatile 88.32%, carbon 43.42%, ash 1.83%, silica 1.8664% andnitrogen 1.7065%. The type of bamboo swat vascular bundles consist of a single bond vessels (xylem and phloem) andtwo ligament fibers are located on the inside and outside of the vascular bundles.Generally, it can be said this type ofbamboo has high contents of cellulose, volatile and carbon and low contens of ash, silica and nitrogen so that it hasgreat potential as a source of activated carbon..Keywords: Activated carbon, bamboo swat, ANG, lignin, cellulosa, ultimate and proximate analysis

Page 1 of 2 | Total Record : 15