cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 387 Documents
Pengaruh Konsentrasi CO2 Sebagai Inhibitor dalam Refrigeran Alternatif LPG Terhadap Unjuk Kerja Air Conditioner Nurkholis Hamidi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.261 KB)

Abstract

Refrigeran hidrokarbon memiliki keunggulan karena ramah lingkungan dan dapat bekerja pada tekananrendah sehingga energi yang diperlukan dalam sistem refrigerasi lebih rendah. LPG, yang merupakancampuran dari propana dan butana, adalah salah satu hidrokarbon yang dapat digunakan sebagai refrigeran.Penggunaan hidrokarbon termasuk LPG sebagai refrigeran harus memperhatikan safety karena sifatnyayang mudah terbakar. Salah satu upaya untuk mengurangi potensi mudah terbakar dari LPG dapatdigunakan suatu inhibitor, yakni zat penghambat laju reaksi pembakaran. Karbondioksida (CO2) merupakan salah satu inhibitor alami yang tidak memberikan efek negatif terhadap lingkungan. Penambahan CO2dalam refrigeran alternatif LPG tentunya dapat berpengaruh terhadap koefisien prestasi dari mesin pendingin. Pada penelitian ini, pengaruh kadar CO2 dalam LPG terhadap performan mesin AC telah diamati. Penelitian menggunakan instalasi mesin A.C. Bench, P.A. Hilton. Ltd. Serial No. A573/41154. LPG yangdigunakan adalah produk Pertamina Indonesia yang memiliki konsentrasi 50% propana dan 50% butana.Perbandingan campuran LPG dan CO2 yang digunakan adalah 100:0; 90:10; 85:15; 80:20 % massa,dengan massa total campuran sebesar 300 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakinmeningkatnya konsentrasi CO2 menyebabkan koefisien prestasi semakin menurun, karena kerjakompresor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur dan tekanan refrigeran semakin besar danmeningkatnya konsentrasi CO2 menyebabkan efek refrigerasi menurun sehingga jumlah panas yang diserapoleh refrigeran di evaporator semakin sedikit. Koefisien prestasi tertinggi didapat pada penggunaan LPG 100%yaitu 4,353.
Cover & Preface JEM Vol. 12 (1) 2019 Ainul Ghurri
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.496 KB)

Abstract

Puji syukur tercurahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya JURNAL ENERGI DAN MANUFAKTUR, Universitas Udayana volume 12 Nomor 1 April 2019 ini. Jurnal Energi dan Manufaktur memublikasikan 5-10 artikel ilmiah dalam bidang Teknik Mesin dalam setiap penerbitannya. Penerbitan jurnal ini bertujuan menyediakan media publikasi untuk hasil-hasil penelitian maupun kajian aplikasi di bidang Teknik Mesin serta bidang keteknikan lain yang berkaitan. Dewan redaksi mengucapkan terima kasih atas dukungan tiada henti dari rekan-rekan di kampus serta pimpinan jurusan dalam menjaga keberlangsungan penerbitan jurnal ini. Dewan redaksi juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi rekan-rekan peneliti yang mengirimkan naskahnya untuk dipublikasikan via Jurnal Energi dan Manufaktur. Dalam penerbitan JURNAL ENERGI DAN MANUFAKTUR Volume 12 Nomor 1 ini, disajikan 9 artikel, dalam berbagai topik hasil penelitian meliputi lean maintenance, material komposit dan hibrida, pompa hidram dan biodiesel. Kami berharap semoga artikel-artikel dalam jurnal ini bermanfaat bagi pembaca dan memperkuat semangat untuk ikut dalam pengembangan ilmu dan teknologi terutama di bidang Teknik Mesin. Kami tunggu naskah-naskah untuk penerbitan berikutnya.
Pengaruh variasi lebar alur berbentuk segi empat pada permukaan silinder terhadap koefisien drag Si Putu Gede Gunawan Tista; Wayan Nata Septiadi; Kadek Papin Prayoga
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 10 No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.642 KB)

Abstract

Abstrak Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya tentang ilmu mekanika fluida telah berkembang pesat.Ilmu mekanika fluida telah banyak memberikan kontribusi terhadap aspek kehidupan manusia, sebagai contoh adalah aliran fluida melintasi suatu silinder. Dalam aplikasi engineering banyak ditemukan peralatan menggunakan silinder seperti cerobong asap, tiang penyangga jembatan dan sebagainya. Peralatan-peralatan ini mengalami hembusan udara setiap saat sehingga kekuatan konstruksinya mengalami penurunan, hal ini disebabkan adanya drag yang arahnya searah aliran. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi drag adalah dengan memanipulasi medan aliran. Manipulasi medan aliran dilakukan dengan membuat alur berbentuk segi empat pada permukaan silinder. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh variasi lebar alur berbentuk segi empat pada permukaan silinder terhadap koefisien drag. Penelitian ini dilakukan pada wind tunnel yang terdiri dari blower, pipa pitot, inclined manometer, U manometer, timbangan digital, dan silinder. Benda uji berupa silinder berdiameter 60 mm dan panjang 420 mm diletakkan vertikal di dalam wind tunnel. Lebar alur pada permukaan silinder divariasikan yaitu 3 mm, 4 mm, dan 5 mm. Pengujian distribusi tekanan diperoleh dengan mengukur tekanan permukaan silinder pada 36 titik dengan interval 10o. Pengujian gaya drag dilakukan dengan menggunakan timbangan digital yang mencatat besarnya massa, untuk mendapatkan gaya drag dikalikan dengan gravitasi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan koefisien drag pada silinder beralur dibandingkan tanpa alur. Nilai koefisien terendah terjadi pada lebar alur 4 mm besarnya CD = 0,3734. Besarnya penurunan drag adalah 22,3 % dibandingkan tanpa alur. Kata kunci: pengurangan drag, lebar alur, alur segi empat, silinder Abstract Advances in science and technology, especially on the science of fluid mechanics has been growing. Science of fluid mechanics has contributed a lot of aspects of human life, for example, fluid flow across a cylinder. In many engineering applications using cylindrical found equipment such as a chimney, a pillar of the bridge, and so on. The equipment is undergoing a puff of air at all times so that the strength of the construction has decreased, this is due to drag him in the direction of flow. Efforts are being made to reduce drag is by manipulating the flow field. Manipulation of the flow field is done by making rectangular-shaped grooves on the surface of the cylinder. The purpose of this study was to analyze the influence of variations in width rectangular-shaped grooves on the surface of the cylinder to the coefficient of drag. This research was conducted in wind tunnel consisting of a blower, pitot pipe, inclined manometer, U manometer, digital scales, and cylinders. The test object in the form of a cylinder diameter of 60 mm and a length of 420 mm is placed vertically in the wind tunnel. The width of the grooves on the surface of the cylinder varied which is 3 mm, 4 mm and 5 mm. The pressure distribution is obtained by measuring the surface pressure cylinders at 36 points with 10o intervals. Drag force testing done using digital scale that records the amount of mass, to get the drag force multiplied by gravity. The results showed a decline in the coefficient of drag on a grooved cylinder compared without grooves. Lowest coefficient values occurred in the magnitude of 4 mm groove width CD = 0.3734. The amount of reduction in drag is 22.3% compared without grooves. Keywords: drag reduction, the width of the groove, rectangular groove, cylindrical
The influence of Compression Ratio to Performance of Four Stroke Engine Use of Arak Bali as a Fuel I Dewa Made Krishna Muku; I Gusti Ketut Sukadana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 April 2009
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.437 KB)

Abstract

Arak bali is alternative fuel as ethanol. Ethanol has octane number 108. Octane number which was higher can over come adetonation, and can work at higher compression ratio. This experiment has done to now how the effect of compression ratiovariation to the performance four strokes engine by arak bali fuel. This research was done by changing the compressionratio that is 8,8 : 1, 8,9 : 1, 9 : 1 and 9,3 : 1. The change was done by reducing combustion chamber by scrap the cylinderhead. The result, for the used arak bali fuel to the vehicle is, if engine compression ratio to increase can be influence ofengine performance to be increase and engine fuel consumption to be decrease. For premium is, if engine compression ratioto increase to influence of engine performance to be decrease and engine fuel consumption to be increase.
Pengaruh Potongan Pipa Pada Pipa Miter 90oTerhadap Kerugian Head Aliran Fluida Nasaruddin Salam
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 8 No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.234 KB)

Abstract

Abstrak:Pipa miter adalah suatu bentuk potongan-potongan pipa yang disambung-sambung sehingga membentuk lengkungan. Umumnya pipa miter ini digunakan pada temperatur dan tekanan yang tidak begitu tinggi. Contoh penggunaannya adalah pada instalasi perpipaan pendingin udara dan air bersih bangunan hotel dan gedung perkantoran serta industri, banyak menggunakan model pipa miter 900. Pada saat aliran fluida melalui belokan 90o, akan menimbulkan kerugian head yang cukup besar, sehingga untuk mengatasinya adalah dengan membuat pembelokan secara bertahap sampai dengan mencapai belokan 900.Hal inilah keunggulan pipa miter, namun yang menjadi pertanyaan, seberapa besar penurunan kerugian head aliran fluida pada setiap penambahan jumlah potongan pipa.Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jumlah potongan pipa sebanyak 3 kali, yaitu dengan 2 potongan pipa, 3 potongan pipa, dan 4 potongan pipa. Kemudian setiap variasi potongan pipa dialiri air dengan 5 variasi debit aliran yaitu dari 0,000244 m3/s sampai dengan 0,002727 m3/s. Pipa uji yang digunakan adalah pipa galvanis dengan diameter dalam (D) sebesar 38,1 mm dengan jari-jari kelengkungan konstan (r) adalah 120 mm.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pada bilangan Reynolds (Re) = 6830, nilai koefisien kerugian belokan (k) pada pipa miter 90° untuk 2 potongan pipa adalah 0.3166, untuk 3 potongan pipa adalah 0.1975 dan untuk 4 potongan pipa adalah 0.1435. Sedangkan kerugian head untuk setiap variasi potongan pipa adalah: untuk 2 potongan pipa sebesar 0.001108 mH2O, untuk 3 potongan pipa sebesar 0.000688 mH2O dan untuk 4 potongan pipa sebesar 0.000531 mH2O. Penurunan kerugian head sebesar 37.9 % dari 2 potongan pipa ke 3 potongan pipa, dan dari 3 potongan pipa ke 4 potongan pipa sebesar 22.8 %. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa makin besar jumlah potongan pipa maka koefisien kerugian dan kerugian head semakin kecil, sehingga dapat mengefisienkan pemakain daya instalasi perpipaan.Kata kunci: pipa miter 900, potongan pipa, koefisien kerugian, bilangan Reynolds, kerugianheadAbstract:Miterpipeisapipeformpiecesof linkedso as to forman arch. Generally, temperaturesandpressuresthat are notso high. Examples ofits useisin thepiping installationof air conditioningand water supplybuildinghotels and office buildingsas well asindustry, manyusemodelsmiterpipe900. At the time offluid flowthrough theturns900, will cause ahead lossis quite large,so asto cope is tomakethe deflectiongradually untilreachingthe turn900.This isthe advantageof pipemiter, butthe question becomes, how much decreasein thefluid flowhead lossanyincrease in the numberof pipepieces. The study was conductedby varying thenumber of connectionsas much asthreetimes, iewith2pipepieces, 3 pipepieces, and4 pipepieces. Thenany variation ofwater flowed pipepieceswithfivevariationsthatflowfrom0.000244m3/sup to0.002727m3/s. Pipetestused isgalvanized pipeswithan inside diameter(D) of 38.1mmwith aconstantradius of curvature(r) is120mm. The results showedthat, onthe Reynolds number(Re) =6830, bendlosscoefficient(k) on the pipemiter900for 2pipepieces is0.3166, is0.1975to3 pipepiecesandfor the 4 pipepiecesis0.1435. While thevariation ofhead lossforeach pipepiecesare: forthe 2 pipepieces0.001108 mH2O, for the 3 pipepieces 0.000688 mH2Oandforthe 4 pipepiecesof0.000531mH2O. Decreasehead lossamounted to37.9% of the 2 pipepiecesto3 pipepieces, andpipepiecesfrom3to4pipepiecesfor22.8%. Based on these results, it can be concludedthatthe greater thenumber of pipepiecesthe coefficient oflossandhead lossis getting smaller, so itcan minimizepowerusagepiping installation.Keywords:pipemiter90o, pipepieces, losscoefficient, Reynolds numbers, head loss.
Peningkatan unjuk kerja destilasi air energi surya jenis vertikal menggunakan pelacak matahari Doddy Purwadianto; A. Prasetyadi; Dian Artanto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.693 KB)

Abstract

Abstrak:Mencari air bersih merupakan salah satu pekerjaan utama masyarakat di daerah terpencil. Di beberapa daerah, sumberair yang ada sudah terkontaminasi garam atau zat lain yang dapat membahayakan kesehatan. Cara penjernihan air palingmurah dan sederhana adalah dengan destilasi air menggunakan energi surya. Permasalahan umum destilasi air energi suryasaat ini adalah masih rendahnya efisiensi yang dihasilkan. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan sistem pelacakmatahari agar posisi alat destilasi dapat mengikuti arah gerakan matahari. Penelitian penggunaan sistem pelacak matahari padaalat destilasi air energi surya yang ada umumnya adalah untuk destilasi air energi surya jenis horisontal, pada penelitian inidigunakan destilasi air energi surya jenis vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi destilasi air energi suryajenis vertikal serta mengembangkan model sistem pelacak matahari yang ada yakni dengan menambahkan RTC(Real TimeClock). Penambahan RTC dapat mengatasi kelemahan sistem pelacak matahari yang ada yakni ketidak akuratan penentuanposisi matahari saat cuaca berawan. Parameter yang diukur adalah temperatur air, temperatur kaca penutup, temperatur udarasekitar (TA), kelembaban udara sekitar, kecepatan angin, jumlah massa air destilasi yang dihasilkan, energi surya yang datangdan lama waktu pencatatan data.Penelitian ini merupakan penelitian multi tahun dengan dana Dikti yang saat ini memasukitahun kedua dari rencana penelitian selama tiga tahun. Hasil tahun pertama menunjukkan, air destilasi yang diperoleh destilasidengan pelacak matahari 30% lebih banyak dibandingkan destilasi tanpa pelacak matahari. Hasil tersebut diperoleh pada lajumassa air yang akan didestilasi sebesar 0,7-1 kg/jam. Pada tahun kedua akan diupayakan peningkatan efisiensi yang lebih baikdengan penyempurnaan sistem pelacak matahari, sistem pendistribusian air, posisi alat destilasi dan penggunaan absorberyang mempunyai sifat kapilaritas yang lebih baik.Kata kunci: destilasi surya, vertikal, pelacak matahariAbstract:Looking for clean water is main activity in some remote areas because the water is contaminated by salt or other healthjeopardized substance. Solar distillation is the cheapest and simplest way to clean water. But the common solar still has lowefficiency due to the solar daily movement. Therefore solar tracker should be applied to such condition. Researches onapplication of the solar tracker usually were conducted on horizontal solar still. This research is focused on vertical solar still withsolar tracker. The aims of the research are to enhance the solar still efficiency with application of the solar tracker and toimprove solar tracker with RTC (Real Time Clock). Applying the RTC on solar tracker will increase its capability on predicting thesolar position during cloudy times. The measured parameters are water temperature, cover parameter, ambient temperature(TA), ambient humidity, wind speed, distillated water mass, solar energy and time. The research is multi-years research fundingby High Education Department. This year is the second of three planned year research. The result of the first year researchshows that the clean water produced by the vertical still with solar tracker is 30% more than vertical solar still without solartracker production. Such condition was done on 0.7 – 1 kg/jam water mass rate. In the second year, improvement of theefficiency will be attempted on improving of the solar tracker system, water distribution system, position of the solar still andbetter absorber with higher capillarity.Kata kunci: solar still, vertical, solar tracker
Deteksi Kebocoran Pipa Pada Aliran Dua Fase Plug Menggunakan Analisis Fluktuasi Beda Tekanan Budi Santoso
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.958 KB)

Abstract

Jaringan perpipaan adalah bagian penting dari infrastruktur transportasi fluida. Sedangkan, deteksikebocoran pipa pada aliran dua fase menggunakan parameter aliran (debit dan tekanan) masih sangatjarang diteliti. Penelitian ini melakukan pendekatan percobaan pada kebocoran pipa untuk aliran dua faseplug. Campuran air-udara dialirkan pada pipa horisontal berdiameter (D) 24 mm. Kebocoran buatandilakukan dengan selenoid valve pada posisi bagian bawah pipa. Differential pressure transducer (DPT)diletakan sebelum dan sesudah posisi kebocoran dan dihubungkan dengan peralatan data akuisisikecepatan tinggi. Sinyal fluktuasi beda tekanan terekam sebagai data random time series. Analisiskebocoran dengan menggunakan mean, Probability Density Function (PDF), Autocorrelation, PowerSpectral Density (PSD) dilakukan untuk sinyal fluktuasi beda tekanan upstream dan downstream. Hasilanalisis memperlihatkan pola data sebelum dan sesudah terjadi bocor dapat dibedakan dengan jelas ataudengan kata lain kebocoran pipa pada aliran dua fase plug dapat dideteksi.
ANALISIS PENGGUNAAN WATER COOLED CONDENSER PADA MESIN PENGKONDISIAN UDARA PAKET (AC WINDOW) IKG Wirawan; Ngurah Putra Wibawa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 2, No.2 Desember 2007
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.78 KB)

Abstract

One of the important aspects in thermal design is refrigeration and air conditioning. Working principle of air conditioning is absorption and thermal dissipation process. Condenser is main component to release the heat from refrigerant to the cooling medium. In the present research, water cooled condenser was used to replace the commonly air condenser. Pressure and temperature at some section of the components were observed in order to examine the performance of the air conditioning system. The results showed that the COP varied from 9.66 to 12.4; refrigerationg effect varied from 1.31 kW to 1.86 kW; cooling capacity varied from 0.38 TR to 0.53 TR; and heat transfer varied from 2.2 kW to 2.98 kW.
Analisa Waktu Baku Elemen Kerja pada Pekerjaan Penempelan Cutting Stiker di CV Cahaya Thesani I Wayan Sukania; Teddy Gunawan
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.363 KB)

Abstract

Informasi dapat disampaikan secara langsung dan secara tidak langsung. Pada penyampaianinformasi secara tidak langsung diperlukan suatu media untuk berkomunikasi antara pihak yangmenjadi sumber informasi dengan pihak yang akan diberikan informasi. Salah satu mediakomunikasi tak langsung yang banyak digunakan adalah papan nama. Saat ini, jenis mediaberupa cutting sticker banyak sekali digunakan untuk menyampaikan informasi karena memilikibanyak fungsi dan mempunyai daya tahan warna yang lama serta sangat menarik. Salah satuparameter yang mempengaruhi kualitas hasil pemasangan cutting stiker adalah cara penempelancutting sticker. Berdasarkan pengamatan di lapangan, ditemukan kekurangan yaitu belum adanyawaktu baku penyelesaian per unit produknya. Bagi produsen data waktu baku akan memudahkandalam menentukan target produksinya. Penelitian dilakukan di CV. Cahaya Thesani yangberlokasi di Jalan Tanah Sereal 2 No. 5 Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora JakartaBarat. Kegiatan yang diselidiki berupa kegiatan penempelan atau merekatkan suatu sticker padabenda kerja yang telah disiapkan. Benda kerja tersebut adalah plat alumunium yang berukuran50 cm x 70 cm. Proses penempelan cutting stiker terdiri dari 18 elemen pekerjaan. Elemenpekerjaan yang memerlukan waktu terpendek adalah elemen kerja 1 yaitu mengambil platalumunium dan d itaruh di atas meja, sedangkan elemen kerja yang memerlukan waktu terlamaadalah elemen kerja menunggu plat alumunium yang dijemur. Waktu siklus kegiatan penempelancutting stiker sebesar 2354.86 detik, waktu normal sebesar 2685.12 detik dan waktu bakusebesar 3450.38 detik. Perbaikan teoritis berupa pengurangan elemen kerja menjadi 15 elemenkerja dengan menggabungkan 6 buah elemen kerja menjadi 3 elemen kerja. Perubahan iniberdampak pada peta aliran proses yang lebih pendek.Kata kunci: Opc, elemen kerja, waktu bakuGenerally, information can be delivered directly and indirectly. The delivery, usually need amedium to communicate between the tools that becomes a source of information with the parties.Nameplate that will contain letters, numbers and images that contain static information is used invarious fields of communication. Currently, sticker is used to convey a lot of information because ithas many functions, has a long durability and interesting color. One of the parameters that affectthe quality of the installation of cutting sticker is a way of sticking the sticker on base. Based onobservations is found that a variety of shortcomings, including the absence of the completion ofstandard time per unit of product. Standard time is indispensable as a basis for determining theamount of wages of workers per unit of product. For producers of raw timing data will make iteasier to determine production targets. The study was conducted at CV. Cahaya Thesani locatedin Tambora, West Jakarta. The works were investigated in the form of activities attachment orpaste a sticker on a workpiece that has been prepared. The workpiece is aluminum platemeasuring 50 cm x 70 cm. Sticking process of cutting sticker consists of 18 elements of the work.Elements of work that requires the shortest time is the first work element that is taking aluminumplate and placed on the table, while the elements of work that requires the longest time waiting forwork is the element that dried aluminum plate. Cycle time for mounting cutting sticker is 2354.86seconds, Normal time 2685.12 seconds and standard time 3450.38 seconds. The theoreticalimprovement in the form of a reduction of working elements to become 15 elements, by combining6 elements of work into 3 elements. This change affects on a shorter process.Keywords: Opc, element of work, standard time
Tinjauan Beban Aerodinamis Terhadap Kinerja Stabilitas Arah Kendaraan I Ketut Adi Atmika; I Putu Lokantara
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.047 KB)

Abstract

Beban aerodinamis atau gaya dan momen angin pada kendaraan dapat mempengaruhi kinerja kestabilan arahkendaraan. Seberapa besar pengaruhnya tentunya tergantung dari kondisi beban angin itu sendiri dan kondisi operasikendaraan.Penelitian ini dititik beratkan pada bagaimana memformulasikan beban dan momen aerodinamis dalam suatuplant kinerja stabilitas arah kendaraan. Analisa gerak kendaraan menggunakan metode Quasi Dinamik dan disimulasikanpada kondisi jalan datar dan jalan miring.Besarnya pengaruh beban aerodinamis terhadap prilaku arah kendaraan pada kondisi jalan datar dan jalanmiring berkisar antara 0 sampai dengan 0,00399 ditunjukkan oleh nilai yaw. Sedangkan sifat belok kendaraan awalnyaundersteer, kemudian dengan bertambahnya sudut steer tahap tertentu mengalami oversteer.