cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 387 Documents
Experimental Study of Acceleration Effect To Hydram Pump Performance A.A. Adhi Suryawan; Made Suarda
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.2 Oktober 2009
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.26 KB)

Abstract

The hydram pump is a motorless pump, which is its working mechanism use potential energy only. The hydram pump consists of a component called an air vessel. Until now, it is not exactly known yet what is the effect of air vessel to performance of hydram pump. To get the effect of air vessel to performance of hydram pump can be used indicator diagram. This research carried out by use of head and the length variation of drive pipe of the hydram pump. Then, characteristic in drive pipe and delivery pipe of the hydram pump were observed. The results show that the use of the air vessel in the hydram pump able to decrease the acceleration head significantly which happened in delivery pipe, that is 0,35 meters to 0,04 meters, so that the pumped water to the reservoir through delivery pipe is more stable. In addition, the efficiency increase from 17,03% up to 52,99%. So, the air vessel gives a big effect to the performance of hydram pump.
Performansi mesin otto yang menggunakan bahan bakar biogas dari limbah cair sawit Jaya Arjuna; Tulus Burhanuddin Sitorus; Mulfi Hazwi; Agustinus Sitio
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 10 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.448 KB)

Abstract

Abstrak Pemanfaatan biogas merupakan salah satu pengembangan bahan bakar alternatif sebagai subsitusi bahan bakar fosil yang cadangannya semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi dari mesin genset otto stasioner yang menggunakan bahan bakar biogas dari limbah cair kelapa sawit (POME). Pengujian dilakukan dengan melakukan variasi terhadap beban mesin berupa bola lampu. Modifikasi dilakukan terhadap komponen karburator agar mesin otto yang diuji dapat menggunakan bahan bakar biogas. Dari hasil pengujian dan perhitungan diperoleh bahwa terdapat penurunan daya dan efisiensi termal serta peningkatan konsumsi bahan bakar spesifik saat mesin menggunakan bahan bakar biogas berkisar 7% - 9%. Namun untuk emisi gas buang yang dihasilkan terjadi pengurangan kadar CO yang cukup signifikan saat mesin otto menggunakan bahan bakar biogas POME. Kata kunci: biogas dari POME, kinerja mesin Abstract The utilization of biogas is one of the development of alternative fuels as a substitute for fossil fuel which reserves dwindling. This study aims to determine the performance of the stationary otto engine by using biogas from palm oil mill effluent (POME). The experiments were carried out with the variation of the load on the engine in the form of a light bulb. Modifications was made to the carburteur component so that the otto engines can use biogas fuel. From the data experiments show that there was a drop in power and thermal efficiency as well as increased specific fuel consumption when the otto engine using biogas fuel ranges 7% - 9%. However, there was CO emission reduction significantly when otto engine using POME biogas fuel. Keywords: biogas from POME, engine performance
Simulasi Numerik Pemisahan Aliran Dingin-Panas di dalam Tabung Vorteks Radi Suradi K; Sugianto Sugianto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.996 KB)

Abstract

AbstrakVortex tube yang dikenal dengan nama Ranque Hilsch Vortex Tube (RHVT) adalah sebuahalat sederhana tanpa ada komponen yang bergerak di dalamnya yang memisahkan udaramasuk yang bertekanan menjadi dua aliran terpisah yaitu udara panas dan udara dingin secarabersamaan pada masing–masing keluarannya. Proses pemisahan dua aliran dimana yang satumenjadi aliran dingin dan yang satu menjadi aliran panas bisa ditinjau sebagai prosespemisahan energi. Teori mengenai proses pemisahan energi umumya didapat dari hasilexperiment dan sebagian dari simulasi numerik. Paper ini membahas mengenai phenomenapemisahan aliran dingin dan panas di dalam RHVT jenis counter flow pada tekanan udaramasuk ke nosel sebesar 2 atm dengan jumlah nosel 2 buah. Kajian dilakukan secara numerikmenggunakan perangkat lunak komputasi dinamika fluida Fluent. kajian numerik inimenggunakan model aliran viscous Kappa Epsilon (k-e) dengan domain komputasi 3D. Hasilsimulasi numerik properties fluida ditampilkan dalam bentuk visualisasi kontur, vektor dan garisalir kecepatan axial, kecepatan radial dan juga aliran sirkulasi balik beserta distribusi tekanandan temperatur yang terjadi didalam tabung vorteks. Kinerja RHVT ditunjukan oleh kurvaselisih temperatur udara masuk dengan temperatur udara keluar dingin ?Tc terhadap fraksimassa udara dingin terhadap massa udara masuk dua nosel.Kata kunci: Fluent, kappa-epsilon, Ranque Hilsch Vortex Tube, simulasi numerik, tabungvorteks, vorteks aliranAbstractVortex tube known as Ranque Hilsch Vortex Tube (RHVT) is a simple device with no movingparts in it that separates the pressurized air to enter into two separate streams of air that is hotand cold air simultaneously on each output. The process of separation of the two streamswhich flow one into the cold and the heat flow can be viewed as the energy separation process.The theory of the separation process generally makes the energy obtained from the experimentand most of the numerical simulations. This paper discusses the phenomenon of separation ofcold and heat flow in the counter flow type RHVT the air into the nozzle pressure of 2 atm witha number of nozzles 2 pieces. Studies performed numerically using computational fluiddynamics software FLUENT. This numerical study using a model of the flow of viscous KappaEpsilon of the 3D computational domain. The results of numerical simulations of fluid propertiesdisplayed in the form of contour visualization, flow velocity vector and the line of axial, radialvelocity and flow recirculation along with pressure and temperature distribution that occurs inthe vortex tube. RHVT performance curve is shown by the difference in temperature of the inletair temperature ?Tc cold air out of the cold air mass fraction of the mass of air entering the twonozzles.Keywords: Fluent, kappa-epsilon, Ranque Hilsch Vortex Tube, numerical simulation, vortextube, vortex of flow
Pengaruh besar arus pengelasan dan kecepatan volume alir gas pada proses las GMAW terhadap ketangguhan aluminium 5083 I N Budiarsa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.2 Desember 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.645 KB)

Abstract

Level of welding current and flow rate of gas volume are welding parameters, which can influence result of welding process use of GMAW (Gas Metal Arc Welding) at material of Aluminium 5083. Testing to be carried out is impact test with nocth type of standart test from A.S.T.M. standart pt.31 Designation E23-82. Specimens to be applied use of standard from DIN 50115 and standart ISO V nocth. Treatments to be given to specimen are variation flow rate of gas volume and level of welding current. By using of factorial experiment method can be showed that level of welding current and flow rate of gas volume and its interaction give a significance effect toward toughness properties of material. The result obtained with level of welding current 250 Ampere at variation of gas volume flow rate (17 l/minute, 18 l/minute, 19l/minute) gives result low level toughness properties of material. The lowest level toughness (26,967) at (250 Ampere, 19l/minute)
Analisis Performa Refrigeran R 290 Pada Sistem AC Yang Menggunakan Accumulator Heat Exchanger Ega Taqwali Berman; Syamsuri Hasan
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 8 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa penggunaan refrigeran R 290 pada sistemAC yang menggunakan accumulator heat exchanger. Penelitian dilakukan pada sebuah alat ujiyang terdiri dari satu unit sistem split air conditioning kapasitas 9000 Btu yang dimodifikasimenjadi sistem air cooled water chiller system dan debit aliran air yang mengalir ke coilpendingin divariasikanmulai dari 0,5 gpm, 0,75 gpm dan 1 gpm dengan cara mengatur bukaankatup dan diukur melalui flow meter. Pengambilan data dilakukan pada saat kondisi steadyyaitu ketika temperatur air T = 14 0C sampai dengan T = 10 0C dan fluida kerja yang digunakansebagai refrigerant primer adalah R 290. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh performaterbaik ketika debit aliran air diatur pada 0,75 gpm. Pada kondisi tersebut pencapaian nilai efekrefrigerasi, daya kompresor, dan koefisien performa mesin berkisar 2% sampai dengan 5%lebih baik daripada dua kondisi lainnya.Kata kunci: air conditioning, heat exchanger,performa, refrigeran.This studyaims to determinethe performance ofthe use ofrefrigerant R290ontheACsystemwithan accumulatorheat exchanger. The study was conductedonatestapparatusconsistingofa split air conditioningsystem with capacity of9000 Btuandmodified intoaair cooledwater chillersystemandflow rateof water flowingintothe coolingcoilvariedfrom0.5gpm, 0.75gpmand1gpmby regulating thevalve openingandis measured bya flowmeter. Datawere collectedduringthesteady statewhen thewatertemperatureT=140Cup toT =100Candtheworking fluidisusedasthe primaryrefrigerantisR290. The result showedthe bestperformancewhen thewaterflow rateis setat0.75gpm. In these conditionsthe achievementofvaluerefrigeration effect, compressorpower, andcoefficients of performance systems rangedfrom 2% to 5% better thanthe othertwoconditions.Keywords: air conditioning, heat exchanger, performance, refrigerant.
Performansi mesin berbahan bakar etanol hasil destilasi arak Bali I Gusti Ketut Sukadana; I Gusti Ngurah Putu Tenaya
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.25 KB)

Abstract

Abstrak:Perkembangan penelitian tentang proses pengolahan arak sampai saat ini sudah banyak mengalami kemajuan, terlihatdari hasil penelitian tentang energi alternatif berbahan dasar arak. Kemajuan yang dicapai sampai saat ini adalahkualitas arak sebesar 95%. Sudah memenuhi persyaratan sebagai bahan bakar alternativ. Metode yang dipakai dalamusaha mencapai tujuan dari penelitian ini adalah: pertama metode perancangan yaitu merancang alat kondensasipaksa tipe aliran melintang. Kedua, metode eksperimental dengan melaksanakan pengujian pada berbagai variableoperasional seperti variabel laju aliran fluida pendingin yang berpengaruh terhadap laju produksi. Ketiga dilakukanpengujian terhadap unjuk kerja mesin dengan menggunakan arak bali sebagai bahan bakar. Semakin besar bilanganReynolds aliran fluida pendingin mengakibatkan laju pendinginan semakin besar, berpengaruh terhadap lajukondensasi semakin besar sehingga laju produksi semakin besar. Berbanding terbalik dengan kualitas produksi.Pengujian arak bali sebagai bahan bakar pada mesin tipe carburator menghasilkan peningkatan konsentrasi arak baliberpengaruh terhadap semakin besarnya tingkat konsumsi bahan bakar spesifik mesin, torsi mesin mengalamipenurunan dan daya mesin juga mengalami penurunan.Kata kunci: Konveksi paksa, arak, kapasitas, kualitas, bahan bakar, unjuk kerjaAbstract:The development of research on the processing of wine it's been a lot of progress, seen from the results of research onalternative energy from the basic ingredients of beer. The progress made today is the quality of the wine production hasabove 95%. So qualify as a fuel. The methods used in order to achieve the objectives of this study are: The first methodof designing is designing and making scientific instruments forced condensation transverse flow type. Second theexperimental method to carry out testing on a variety of operational variables such as the cooling fluid flow ratevariables that affect the rate of production. A third test on the performance of the engine by using fuel arak bali. Thegreater the Reynold Number of fluid flow rate results in greater cooling rate, affect the rate of condensation gettingbigger so that the rate of production increases. But inversely proportional to the quality of production. Arak bali fortesting as a fuel on the machine type carburator, increased concentration of arak bali affect the specific fuelconsumption of engine is increasing, torque of engine is decreasing and power of engine is decreasing.Keywords: Forced convection, wine, capacity, quality, fuel, Performance
Pemurnian Biogas Dari Gas Pengotor Hidrogen Sulfida (H2S) Dengan Memanfaatkan Limbah Geram Besi Proses Pembubutan Komang Metty Trisna Negara; Tjokorda Gde Tirta Nindhia; I Made Sucipta; I Ketut Adi Atmika; Dewa Ngakan Ketut Putra Negara; I Wayan Surata; A.A.I.A. Sri Komaladewi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 5 No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.493 KB)

Abstract

This research is intended to utilize waste steel chips from the process of turning (process in which lathemachine is used) for purification of biogas from the gas of hydrogen sulfide (H2S) contaminant to supportthe promotion of zero waste industrial and manufacturing process in the world. The waste of Iron chips iscollected and selected. Only long and spiral like of iron chips that are useful for this purpose. Since thechips having residual stress due to strain hardening during turning process, then the annealing processshould be done before compacting to form a billet.The thickness of the billet was 1 cm and 6 cm indiameter with weight 500 gram. The annealing proces was carried out by burning the iron chip until reachthe red color of fire. During the annealing process the iron inside the steel will react with oxygen to formiron oxide (Fe2O3) and if during oxidation there is a water vapor in the air then the iron bog ore Fe(OH)3 willbe formed. Both of Fe2O3 and Fe(OH)3 are very reactive to H2S and therefore able to eliminate the H2Scontaminant inside the Biogas. The billet is used as a filter and to be installed in the line of biogasdistribution. The result indicate that the the iron chips is potential to be utilized to reduce the H2Scontaminant in the biogas
Pengendalian proses pengisian air mineral dengan metode simulasi I Dewa Gede Ary Subagia; IM Dwi Budiana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 1, No.2 Desember 2006
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.686 KB)

Abstract

Efektifitas proses pengisian air kemasan (bottling system) dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu terjadinya kelebihan pengisian (overflow), waktu (t), dan slip antara botol dengan rel pemindah (elevator). Penelitian ini bertujuan untuk mengefektifkan waktu proses pengisian air ke dalam botol, dengan metode simulasi. Dalam simulasi dilakukan pemodelan sistem yang dianalisa dengan model matematik, dan sebagai input dalah batasan – batasan dari mesin, yaitu kecepatan rel pengisian, lengan pendorong, debit pengisian, timer pengisian, dan filler head. Proses simulasi yang dilakukan menghasilkan kebutuhan waktu efektif dalam proses bottling dimana dengan memanfaatkan simulasi model dari proses pengisian air mineral diperoleh waktu yang sangat efektif yaitu dengan memperhatikan orientasi batasan yang dibutuhkan dalam proses.
Analisis Sistem Pengapian : Distributor Ignition System dan Distributorless Ignition System sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pembakaran Liza Rusdiyana; Bambang Sampurno; Syamsul Hadi; I.N. Sutantra
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.567 KB)

Abstract

Pada saat ini kendaraan roda empat memiliki sistem pengapian dengan distributor dan tanpadistributor/distributorless. Saat ini terjadi kecenderungan untuk meniadakan sistem distributor(distributorless) pada sistem pengapiannya. Hal ini dikarenakan pada sistem pengapiankonvensional memiliki banyak kelemahan diantaranya kerusakan pada platina, keausan padamoving parts. Dalam aplikasinya, kendaraan roda empat juga ada menggunakan sistemdistributorless.. Sistem ini lebih mampu secara tepat memenuhi timing ignition pada berbagaikecepatan untuk memperoleh proses pembakaran yang sempurna. Berdasarkan kelemahansistem distributor, maka dalam penelitian ini dirancang sistem open loop distributorless digitalmultipurpose yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembakaran. Untuk mengetahuiunjuk kerja sistem distributor dan sistem OLDDM maka dilakukan pengujian dan kemudiandibandingkan antara distributor dan OLDDM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistemOLDDM lebih unggul daripada sistem distributor, tegangan dan arus baik primer maupunsekunder yang dihasikan mampu stabil pada putaran rendah maupun tinggi, dimana nilainyasebesar 11.9 V dan 21.5 kV serta 1.9 A dan 4.8 A .Kata kunci: Distributorless, tegangan dan pengapianRecently there are two methods of ignition system for a four-wheeled vehicle that is thedistributor and without distributor (distributorless). In nowadays there is a tendency to replacethe distributor system in the ignition system. This is because the conventional ignition systemhas many disadvantages including damage to the contactor part, wear and tear on movingparts. In its application, there is also a four-wheel drive system uses distributorless . Thissystem is able to precisely meet the ignition timing at various speeds to obtain a perfectcombustion process. Based on the weakness of distributor system, so in this study open-loopsystem designed multipurpose digital distributorless (OLDDM) is expected to improve thequality of combustion. To determine system performance and system distributor OLDDM thenwas tested and then compared between the distributor and OLDD M. The results show that theOLDDM is superior than distributor system. The result of voltage and current both primary andsecondary is stable at low and high rotation, where the value are 11.9 V and 21.5 kV and 1.9 Aand 4.8 A.Keywords: Distributorless, voltage and ignition
Sistem Penghawaan Pada Bangunan Tinggi (High Rise Building) Studi Kasus : Kuningan Tower I Nyoman Susanta
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1292.709 KB)

Abstract

Pembangunan di perkotaan semakin pesat seiring dengan tingkat pertumbuhan penduduk serta kebutuhan akan wadahberaktivitas. Keterbatasan sumber daya alam yang terkait dengan kelangkaan lahan di perkotaan dan sumber daya energimerupakan masalah yang mengikutinya. Menjawab tantangan itu maka di perkotaan berlomba-lomba didirikan bangunanberlapis banyak (High Rise Building). Pembangunan dapat memunculkan permasalahan-permasalahan yang memerlukanpemecahan secara sistematis, holistik, interdisipliner dan partisifatif. Sistem Penghawaan pada bangunan tinggi umumnyadilakukan dengan pengkondisiaan/tata udara buatan untuk mendapatkan ventilasi udara yang memadai sesuai dengankebutuhan manusia dan peralatannya. Pemilihan sistem penghawaan udara yang tepat tidak hanya memberikan kenyamanan,tetepi juga mampu memberikan efisiensi energi, sumber daya dan produktivitas.Penelitian pada sistem penghawaan bangunan tinggi menjadi tuntutan dan kebutuhan untuk dapat lebih memahamidan mengidentifikasi permasalahan dan upaya-upaya pemecahannya. Bangunan Menara Kuningan salah satu bangunanberlapis banyak di perkotaan yang dicoba diangkat untuk dapat dipahami permasalahan dan pemecahan yang telah diupayakan.Integrasi dan kolaborasi antara pemilik proyek, kontraktor, konsultan, dan cost konsultan telah mencoba merumuskan danmemutuskan sistem tata udara yang dapat diterapkan. Bangunan Menara Kuningan terlaetak di Jakarta dibangun diatas lahan5000 M2, berlantai 31 lapis diatas tanah dan 3 lantai basement sedalam 10 M dari permukaan tanah, luas lantai total 58.915M2.Tenaga listrik yang dipergunakan suplai dari PLN sebesar 3500 KVA, dilengkapi 2 unit genzet, masing-masing genzetberkapasitas 1920 KVA dan 1420 KVA. Sistem penghawaan yang digunakan pada Bangunan Kuningan Tower berupapengkondisian/tata udara buatan terdiri dari : Air Conditioning (AC) langsung Fan Coil Unit (FCU) dengan sistem PresureRadius Valve (PRV) sebanyak 476 buah dengan kapasitas masing-masing 10 pk., Intake Fan dan Execourse Fan pada basement,serta Kitchen Hood pada area dapur.Penelitian ini sebagai suatu gambaran dan informasi awal tentang sistem penghawaan yang diterapkan pada salahsatu bangunan tinggi di Jakarta. Informasi awal ini masih memerlukan pendalaman-pendalaman dan penambahan kasus-kasusproyek agar dapat merumuskan secara kualitatif dan kuantitif tentang permasalahan dan solusinya.