cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 387 Documents
Sifat Mekanis Komposit Polyester dengan Penguat Serat Sabut Kelapa I Made Astika; I Putu Lokantara; I Made Gatot Karohika
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.971 KB)

Abstract

AbstrakPenggunaan serat alam sebagai penguat komposit dalam beberapa tahun terakhir inimengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satunya adalah serat sabut kelapa.Potensi sabut kelapa yang begitu besar belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatanproduksi yang mempunyai nilai tambah ekonomis. Dengan tidak adanya pemanfaatan yangoptimal, sabut kelapa ini hanya akan menjadi limbah dan menimbulkan masalah lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sifat mekanis yaitu kekuatan tarik, impact dan lenturdari komposit polyester yang diperkuat dengan serat sabut kelapa. Di masa depan, kompositini dapat digunakan sebagai asesoris kendaraan, plafon ataupun papan sebagai penggantikayu, eternit, bambo dan gipsun yang harganya mahal dan relatif tidak tahan air. Kompositdibuat dengan memanfaatkan serat sabut kelapa dan matriks resin Unsaturated-Polyester(UPRs) jenis Yucalac 157 BQTN, campuran 1 % hardener jenis MEKPO (Methyl Ethyl KetonePeroxide) dan perendaman serat dalam larutan alkali NaOH 5%. Metode produksi yangdigunakan adalah press hand lay up dengan orientasi serat acak. Desain komposit denganvariasi fraksi volume serat 20, 25 dan 30% dan variasi panjang serat 5, 10 dan 15 mm. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa semakin besar fraksi volume dan panjang serat dalamkomposit maka kekuatan tarik, impact dan lentur semakin tinggi. Mode patahan yang teramatiadalah patah getas, debonding, pullout dan crack deflection.Kata kunci: Komposit, sabut kelapa, sifat mekanis, mode patahanAbstractThe use of natural fibers as reinforcement of composites in recent years has been developingvery rapidly. One of the natural fiber, coconut coir fiber has not been fully utilized for theproduction activities, so it is just going to be a waste and cause environmental problems. Thepurpose of this study is to investigate the mechanical properties i.e. tensile strength, impactstrength and flexural strength of composites coir fiber. In the future this material can be usedfor vehicle accessories, ceilings and cabinet and will be able to replace the wood, eternit,bamboo and gipsun which are high price and lower water resistance.The research materialmade with coconut coir fiber as reinforcement and matrix resin unsaturated polyester (UPRs)type Yukalac BQTN 157, with 1% hardener types MEKPO (Methyl Ethyl Ketone Peroxide) andfiber treatment by 5% NaOH. Production methods are press hand lay-up and the variations offiber volume fraction are 20, 25 and 30% and fiber length are 5, 10 and 15 mm. Testing ofmechanical properties are impact test (ASTM - D256), tensile test (ASTM - D3039) and flexuraltest (ASTM - D790). The results of research show that the longer of fiber and the bigger offiber volume fraction, the higher of tensile strength, impact strength and flexural strength areobtained. The fracture mode are overload, debonding , pullout and crack deflectionKeywords: Composites, coir fiber, mechanical properties
Redesain Injektor Udara Pembakaran Pada Perajin Gamelan Bali di Desa Tihingan IGN. Priambadi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.063 KB)

Abstract

AbstrakAktivitas umat Hindu khususnya di Bali dalam kegiatan budaya maupun keagamaan tidak bisadilepaskan dari perangkat instrumen akustik yang dinamakan gamelan. Ini merupakan suatunilai eksistensi dari peradaban masyarakat Hindu Bali yang secara turun temurun telahdipelihara. Komponen yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan gamelan adalahmulai dari komposisi perunggu, tungku peleburan (prapen), proses pengecoran, prosespenempaan/ pemadatan (forging) serta proses akhir (finishing) yang merupakan prosespenyelarasan suara pada gamelan Bali. Kecepatan dalam proses peleburan sangat ditentukanoleh tekanan, kapasitas serta distribusi aliran udara dalam pembakaran bahan bakar sertakadar polutan. Jika proses peleburan lama maka biaya produksi meningkat karena hal initerkait dengan penggunaan bahan bakar. Dalam penelitian dilakukan redesain terhadap modelinjektor yang sudah biasa digunakan oleh para perajin yaitu mempunyai bentuk saluran lurusdengan diameter yang sama. Redesain model injektor udara pembakaran mempunyai bentukkonvergen –divergen, dimana desain ini didasarkan atas pendekatan teori thermodinamika.Redesain yang dilakukan diharapkan mampu memberikan proses pembakaran yang lebihsempurna sehingga proses peleburan menjadi lebih cepat dan komposisi polusi udara sekitar(ambient) lebih aman bagi perajin. Hasil dalam penelitian yang dilakukan setidaknya dapatmemberikan kontribusi bagi perajin gamelan Bali terutama untuk menekan biaya produksi sertagairah untuk melestarikan eksistensi budaya. Penelitian yang dilakukan melalui redesaininjektor menunjukkan terjadinya penurunan penggunaan arang sebesar 10,47 % serta produksihasil peleburan meningkat 12,94 %. Untuk kadar polutan dimana hasil pengujian terhadapsampel kualitas udara seperti NO2, CO2, TSP (debu) mengalami penurunan secara signifikan.Data tersebut diukur pada rentang waktu 4 jam kerja serta dilakukan pengulangan sebanyak 3kali. Disimpulkan bahwa penerapan model injektor penghembus udara pembakaran dapatmeningkatkan produksi serta mengurangi kadar polutan dalam proses peleburan perunggu.Kata kunci: Redesain injektor, peleburan, udara sekitarAbstractActivity Hindus in Bali, especially in cultural or religious activities can not be separated from theacoustic instruments called gamelan. It is an existence value of Balinese Hindu civilization forgenerations has been maintained. Components that must be considered in the process ofmaking gamelan is ranging from bronze composition, melting furnace (prapen), the process ofcasting, forging process / solidification (penempaan) and the end which is the process ofaligning sound the Balinese gamelan. The speed in the process of smelting very determined bypressure, capacity as well as distribution airflow inside combustion fuel as well as the levels ofpollutants. If the long smelting process, then the cost of production increased because it isassociated with fuel usage. In a study conducted redesigning the injector models that arecommonly used by the craftsmen that have the form of a straight line with the same diameter.Model ergo thermal injector of air combustion has a convergent-divergent shape, where thedesign is based on the thermodynamic theory approach. Redesign done are expected toprovide a more complete combustion process so that the process becomes more rapid meltingand composition of ambient air pollution safer for crafters. The results of the researchconducted at least be able to contribute to the Balinese gamelan craftsmen especially for lowerproduction costs as well as a passion for preserving the cultural existence. Researchconducted through the application of injector models show a decline in the use of charcoal10.47% and 12.94% production increase smelting. The test result of the pollutants Levelswhere of air quality samples such as NO2, CO2, TSP (dust) decreased significantly. Datameasured on timescales of 4 hours and repeated 3 times. It was concluded that the applicationof ergo thermal injector models air combustion can increase production and reduce the levelsof pollutants in the process of smelting bronze.Keywords: Redesign injector, smelting, ambient air
Pengaruh Perlakukan Alkali terhadap Sifat Fisik, dan Mekanik Serat Kulit Buah Pinang Cokorda Putri Kusuma Kencanawati; I Ketut Gede Sugita; NPG Suardana; I Wayan Budiasa Suyasa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 11 No 1 (2018): Published in April 2018
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.695 KB) | DOI: 10.24843/JEM.2018.v11.i01.p02

Abstract

Makalah ini menganalisis pengaruh perlakukan alkali dan tanpa perlakukan alkali terhadap karakateristik fisik, morfologi dan sifat mekanik serat kulit buah pinang (areca Catechu L.). Selama ini pemanfaatan limbah pertanian belum dilakukan secara maksimal, sehingga dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Serat kulit buah pinang (Areca Husk Fiber/AHF) selama ini hanya dipergunakan sebagai bahan bakar biomassa dan media tanam sedangkan untuk pemanfaatan lain belum ada sama sekali. AHF diberi perlakukan NaOH 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% dengan waktu perendaman 2 jam pada temperatur kamar, untuk mengetahui karakteristik fisik AHF maka dilakukan pengukuran panjang dan diameter serat, pengujian densitas, pengujian kadar air dan moisture sedangkan untuk mengetahui karakteristik mekanik dilakukan pengujian tarik serat tunggal sesuai dengan ASTM D 3379. Dari penelitian ini diketahui bahwa diameter AHF mengalami pengurangan diameter akibat perlakukan alkali, hal ini terkait dengan hilangnya kandungan lignin, pektin dan wax. Densitas AHF menurun dengan meningkatan prosentase NaOH bila dibandingkan dengan AHF tanpa perlakukan NaOH. Kekuatan tarik bervariasi dengan adanya perlakuan alkali. Kekuatan tarik AHF tertinggi pada serat yang mengalami perlakukan NaOH 5% yaitu sebesar 165 Mpa dan kekuatan tarik terendah pada AHF dengan perlakuan Alkali 10% yaitu sebesar 137 MPa . This paper analyzes the effect of alkali and non-alkali treatments on the physical characteristics, morphology and mechanical properties of betel nut huks fiber (areca Catechu L.). the used of agricultural waste has not been done optimally, causing environmental pollution. Areca Husk Fiber (AHF) only used as biomass fuel and planting medium, while for the other uses it has not existed. AHF was given 2.5%, 5%, 7.5% and 10% NaOH treatment with 2 hours immersion at room temperature, to known the physical characteristics of AHF then measured the length and diameter of fiber, density test, water content and moisture test. Mechanical characteristics of single fiber tensile testing in accordance with ASTM D 3379. From this study that known the diameter of AHF has a reduction in diameter due to alkaline treatment, this is related to loss of lignin, pectin and wax content. The density of AHF decreases with the percentage increase of NaOH when compared with AHF without the treatment of NaOH. Tensile strength varies with alkaline treatment. The highest AHF tensile strength in treated fibers was 5% NaOH of 165 Mpa and lowest tensile strength in AHF with 10% Alkali treatment of 137 MPa.
The Influence of Sintering Temperature toward Density and Strength of Plastic-Ruber Composite Heru Sukanto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 April 2009
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.54 KB)

Abstract

The research investigates the effect of sintering temperature on density and mechanical properties of HDPE-rubbercomposite which was produced by pressured sintering methodThe materials that were used are HDPE plastic waste of oilbottle and unused tire. These materials were powdered via mechanical grinding manually. The powder size of -20 mesh wasselected as a raw material for specimen. Producing the specimens involved powder technology. Pressured sintering processwas commited for 5 minutes under pressure load of 1 MPa. The sintering temperature was variated along 110 to 140oC byincreasing 10oC incrementally. Specimen testing involved density, bending strength and izot impact strength. All of testingwas conducted on ASTM standard testing.The result reveals that increasing sintering temperature will grow up the density,bending strength and impact strength of specimen up to 10%, 12% and 72% respectively. The extreme increasing ofspecimen properties occurs at the temperature range of 120 to 130oC..
Kekasaran Permukaan Baja Karbon Sedang Akibat Proses Sand-Blasting dengan Variasi Jarak Nosel I Made Widiyarta; I Made Parwata; I Putu Lokantara
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 8 No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.028 KB)

Abstract

Abstrak:Proses sand-blasting merupakan proses yang dilakuan untuk membersihkan dan merubah kekasaran permukaan material. Proses ini umumnya dilakukan sebelum melakukan proses pelapisan permukaan material dengan tujuan untuk meningkatkan daya rekat lapisan pada permukaan material yang dilapisi. Pada penelitian ini, proses sand-blasting dilakukan pada baja karbon sedang dengan variasi jarak nosel untuk memperoleh perubahan kekasaran permukaan material. Hasil pengujian menunjukkan perubahan jarak nosel pada proses sand-blasting memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kekasaran permukaan. Kata kunci: sand-blasting, baja karbon sedang, kekasaran permukaanAbstract:Sand-blasting is a process of surfaces treatment to clean and to roughen surface of material. This process is commonly used in preparing the surface before the coating process in order to increase the bond strength of the coating material on the surface of substrate material. In this work, sand-blasting process is conducted to the medium carbon steel with varying nozzle distance to the surface of material. The experiment results show the different nozzle distance causes the change of surface roughness significantly. Keywords: sand-blasting, carbon steel, surface roughness
Analisa performa sistem pendinginan absorpsi menggunakan energi panas matahari pada sebuah gedung perkantoran Yusvardi Yusuf
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.316 KB)

Abstract

Abstract:Air-conditioning in buildings is directly responsible to the greenhouse effect and depletion of the ozone layer, caused bydestructive gases released into the atmosphere from conventional air conditioning system. The needs for a new sustainableconcept in air conditioning system for buildings is crucial. Refrigeration absorption system powered by solar energy has manybenefits e.g. the use of environmentally friendly liquid like water and brine solution. This could save energy and environmentallyfriendly. The refrigeration absorption system can be used independently or combined with conventional air conditioning. Thissystem could use solar energy in order to save energy consumption and reduce the CO2 emission.Keywords: air conditioning, system absorption, the absorption chillerAbstrak:Pengkondisian udara pada bangunan gedung bertanggungjawab langsung terhadap efek rumah kaca dan penipisan lapisanozon, disebabkan gas-gas perusak yang terlepas di atmosfer dari system pengkondisian udara konvensional. Dibutuhkanimplementasi konsep baru berkelanjutan di dalam sistem pengkondisian udara pada bangunan gedung adalah hal yang sangatkrusial. Sistem pendinginan absorpsi dengan bertenaga panas matahari memiliki banyak keuntungan dengan penggunaan fluidakerja yang tidak merusak seperti air, atau berupa larutan garam. Ini merupakan salah satu bentuk penghematan energi danaman bagi lingkungan. Dapat digunakan pada system yang berdiri sendiri atau pengkondisian udara konvensional. Tujuanutamanya adalah untuk memanfaatkan energi panas matahari untuk mereduksi konsumsi energi dan emisi gas CO2.Kata kunci: Pengkondisian udara, sistem absorpsi, chiller absorpsi
Penerapan Teknologi Las Gesek (Friction Welding) dalam Rangka Penyambungan Dua Buah Logam Baja Karbon St41 pada Produk Back Spring Pin Nur Husodo
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.172 KB)

Abstract

Teknologi las gesek ( friction welding) merupakan salah satu metoda proses pengelasan jenis solidstate welding dimana sumber panas ditimbulkan oleh dua logam yang begesekan. Denganmengkombinasikan panas dan tekanan tempa maka dua buah logam akan tersambung denganbaik. Teknologi las gesek ini belum banyak diperhatikan walaupun teknologi ini efisien dan effektifdan belum banyak diterapkan pada industri menengah dan kecil. Oleh karena itu perlu dilakukanpenelitian dalam proses penyambungan dua buah logam untuk membentuk produk back spring pin.Penelitian dilakukan dengan menggunakan mesin las gesek dimana dilakukan variasi waktugesek sebesar 35, 45, 55 dan 65 detik. sedangkan parameter proses las gesek adalah kecepatanputarnya 4215 rpm, tekanan geseknya 127, 27 kg/cm2 dan tekanan tempanya sebesar 1018,18kgf/cm2. Sampel uji dibuat dari bahan baja karbon St41. Sampel uji yang dihasilkan diuji dengan ujimetallografi dan uji sifat mekanik. Sifat mekaniknya meliputi uji kekuatan tarik, uji kekerasan padadaerah sambungan dan uji kekuatan puntir. Analisa dilakukan dengan melihat adanya perubahanstruktur mikro dan perubahan sifat mekanik sebagai dasar pertimbangan sebagai alternative prosesproduksi produk bank spring pin. Perubahan struktur mikro ini terjadi karena panas yangditimbulkan akan berbeda tergantung waktu gesek dan adanya pengaruh proses penempaan.Panas tertinggi terjadi pada waktu gesek sebesar 45 detik. Waktu gesek lebih dari 45 detikmenghasilkan panas yang yang cenderung menurun. Penurunan ini terjadi karena efek gesekandua buah logam baja St 41 menurun. Sifat mekanik tertinggi sebesar kekuatan tarik 414,54N/mm2, kekuatan puntir sebesar 16 kgf.m, kekerasan pada logam las 45,5 HRA dan pada HAZsebesar 43 HRA terjadi pada proses operasional las gesek dengan waktu gesek sebesar 45 detik.Sehingga proses pengelasan las gesek ini dapat dipakai untuk memproduksi produk back spring pindan proses ini dapat digunakan sebagai alternative pengganti dari proses yang selama inidigunakan.
PREDIKSI LAJU KOROSI DENGAN PERUBAHAN BESAR DERAJAT DEFORMASI PLASTIS DAN MEDIA PENGKOROSI PADA MATERIAL BAJA KARBON IGA Kade Suriadi; IK Suarsana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 2, No.2 Desember 2007
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.267 KB)

Abstract

Abstrak Plastic deformation is metal forming process that resulted in material could not return as the initial condition both in its size and form. Plastic deformation process can be achieved by cold work i.e. metal forming processes below the cristalization temperature of the material. After cold work, the mechanical properties will change in its static, dynamic mechanical properties, and corrosive resistance. The experiment on the rate ofcorrosion was conducted in order to investigate the corrosion properties of the material. In this experiment, the setted up of deformation degree were 5%, 10%, 15%, and 20%, respectively. The material was low carbon steel AISI 3215. After treatment, each of samples was placed in corrosion mediums i.e. water, sea water, and air. The results showed that the average of corrosion rate in sea water increased from 0.0333 mm/year for the specimen with deformation degree 5% to 0.067 mm/year for specimen with deformation degree 20%. The rate of corrosion in water and air was lower than that of sea water.
Pemodelan Desain Sol Sepatu dengan Inovasi Penambahan Wave Spring Redyarsa Dharma Bintara; Puspita Fajar Kharismaningtyas; Moch. Agus Choiron; Anindito Purnowidodo
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.613 KB)

Abstract

Desain sepatu sport berkembang pesat dengan tujuan mengurangi cedera dan meningkatkankenyamanan pengguna. Pengurangan cedera dilakukan dengan cara memperbesar energi yangdiserap dari beban akibat pengguna berlari atau melompat. Pada penelitian ini dilakukanpenambahan wave spring yang digunakan sebagai mekanisme penyerap beban.Pemodelandilakukan pada sol sepatu dengan menggunakan bantuan software finite element method (FEM)Ansys 14.5 Academic. Model awal dilakukan untuk mengetahui batas deformasi sol sepatu yangakan dimanfaatkan sebagai input model berikutnya yaitu model dengan diberikan inovasipenambahan wave spring. Analisa difokuskan pada sol sepatu bagian belakang (tumit kaki).Darihasil simulasi, didapatkan bahwa penyerapan energi sol sepatu dengan penambahan wave springlebih besar daripada penyerapan energi sol sepatu tanpa penambahan wave spring, sehinggapenambahan wave spring memungkinkan untuk diaplikasikan pada sol sepatu sport.Kata kunci: Penyerapan energi, wave spring, sol sepatu.Sport shoe design had been developed rapidly with the purpose to reduce injuries and increaseuser comfort. Reduction of injury is done by enlarging the energy absorbed from the user running orjumping load. In this study, the addition of the wave spring is used as the load absorbingmechanism. The shoes sole is modeled by using finite element method (FEM) software Ansys 14.5Academic. Initial model was conducted to determine the deformation boundary in soles which willbe used as input to the next model for the wave spring addition innovation. Analysis focused onshoe sole on heel foot. From the simulation results, it was found that the energy absorption shoessoles with the addition of the wave spring is greater than the energy absorption soles without theaddition of wave spring. It can be concluded that the addition of a spring wave can be applied to thesoles of sports shoes.Keywords: Energy absorb, wave spring, shoe sole, deformation boundary
Studi Numerik dan Eksperimental Karakteristik Dinamik Model Sistim Suspensi Asnawi Lubis; Zulhendri Hasymi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 5, No.1 April 2011
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.594 KB)

Abstract

Karakteristik dinamik suatu struktur mesin sangat penting untuk diketahui untuk menghindari getaran yangberlebihan pada struktur tersebut. Karakteristik dinamik tersebut ditentukan oleh frekuensi pribadi, amplitudo dan modusgetar. Getaran pada suatu struktur mesin dapat terjadi karena adanya eksitasi baik yang berasal dari dalam maupun dariluar sistem. Jika frekuensi eksitasi berada di sekitar frekuensi pribadi sistem maka dapat terjadi fenomena resonansi, yangakan mengakibatkan amplitudo getaran yang tinggi. Amplitudo yang tinggi yang equivalent dengan defleksi dapatmengakibatkan kegagalan pada suatu sistem mesin ataupun struktur. Tulisan ini melaporkan hasil kajian secara numerikdan experimental terhadap karakteristik dinamik suatu model sistim suspensi. Sistim suspensi dimodelkan dan dianalisissecara numerik menggunakan metode elemen hingga dan diuji secara experimental menggunakan perangkat UniversalVibration System (UVS) untuk memperoleh karakteristik dinamik yang meliputi frekuensi pribadi dan amplitudo getaran.Hasil studi menunjukkan bahwa amplitodo makin besar pada nodal atau posisi yang makin jauh dari tumpuan pegas.