cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2020)" : 14 Documents clear
POTENSI Staphylococcus hominis K1A DARI SUSU KERBAU BELANG TORAJA SULAWESI SELATAN SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK Hasria Alang; Joni Kusnadi; Try Ardyati; Suharjono Suharjono
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8806

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian mengenai potensi S. hominis K1A dari susu kerbau Belang Toraja sebagai kandidat probiotik. Tujuan : untuk menganalisis potensi Staphylococcus hominis K1A dari susu Kerbau Belang Toraja sebagai kandidat probiotik. Metode : Staphylococcus hominis K1A diuji aktivitas sebagai kandidat probitik meliputi uji hemolisa agar, uji sensitivitas terhadap antibiotic, uji ketahanan asam dan ketahanan garam empedu secara invitro serta uji aktivitas antimikrobialnya. Hasil: hasil analisa menunjukkan bahwa Staphylococcus hominis K1A bersifat non pathogen, sensitive terhadap antibiotic, mampu bertahan pada kondisi asam dan garam empedu secara invitro, efektif menghambat pertumbuhan EPEC, S. aureus dan S. typhi. Kesimpulan : Staphylococcus hominis K1A efektif digunakan sebagai kandidat probiotik secara invitroKata Kunci : Kerbau Belang, Probiotik, Staphylococcus hominis
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG KEBERADAAN KURA-KURA DI DANAU AUR Mareta Widiya
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8779

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat kawasan danau aur kecamatan sumber harta kabupaten musi rawas tentang keberadaan kura-kura di danau aur. Metode yang digunakan adalah metode korelasi. Sampel dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang berada di kawasan danau aur yang berjumlah 15 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes pengetahuan tentang hewan kura-kura dan angket sikap masyarakat terhadap keberadaan kura-kura di danau aur. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang keberadaan kura-kura di danau aur dihitung dengan rumus korelasi Pearson Product Moment. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu rata-rata skor pengetahuan masyarakat kawasan danau aur tentang kura-kura adalah 7,267 sehingga tergolong kedalam katagori baik. Sedangkan Rata-rata skor sikap masyarakat terhadap keberadaan kura-kura adalah 49,8 (67%) dan tergolong kedalam katagori positif. Hasil analisis korelasi Pearson Product Moment diperoleh nilai -0,09395 lebih kecil dari rtabel (5%) yaitu 0,514. Artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat kawasan danau aur kecamatan sumber harta kabupaten musi rawas tentang keberadaan kura-kura di danau aur.      
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI GEN pneumcoccal surface adhesin A (psaA) SEBAGAI FAKTOR VIRULENSI Streptoccus pneumoniae Mustika Sari; Nikmatia Latief; Muh. Nasrum Massi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8860

Abstract

Streptococcus pneumoniae (pneumokokus) merupakan flora normal pada traktus respiratorius atas yang juga dapat menjadi bakteri patogen penyebab invasive Pneumococcal Disease (IPD) seperti pneumoniae, otitis media, dan meningitis. Namun belum banyak yang melaporkan kejadian oleh bakteri ini pada penderita IPD khususnya di Kota Makassar. Belum ada metode gold standar dalam mengidentifikasi pneumokokus menjadi salah satu faktor sulitnya menegakkan diagnosis terkait dengan bakteri ini.  Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja metode pemeriksaan baik dengan menggunakan metode konvensioanl (bakteriologi kultur) dan metode molekuler dengan Polymerase Chain Reaction  (PCR) dalam mengisolasi dan identifikasi gen psaA sebagai faktor virulensi. Metode yang digunakan secara konvensional adalah  mikroskopis, kultur, dan uji biokimia dimana hasilnya mengarahkan pada spesies Streptococcus kemudin dilakukan uji susptibility dengan opthocin sedangkan untuk metode molekuler digunakan teknik PCR sebagai pembanding. Diperoleh hasil uji Opthocin 3 (12%)  sampel yang sensitive kemudian dilanjutkan dengan melakukan amplifikasi PCR gen PsaA menggunakan primer spesifik maka diperoelh juga pita dengan ukuran 834 bp yang menunjukkan bahwa pada ke-3 (100%) isolate S.pneumoniae terdeteksi  gen PsaA Kata kunci : Sputum, psaA, PCR, Streptococcus pneumoniae
IDENTIFIKASI GULMA DI LAHAN TANAMAN TALAS JEPANG Colocasia esculenta L. Schott var. antiquorum DI DESA CONGKO KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Elis Tambaru; Jumatang Jumatang; Andi Masniawati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.9309

Abstract

Identifikasi gulma di lahan tanaman talas Jepang  Colocasia esculenta L. Schott var. antiquorum di Desa Congko Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng telah dilakukan pada Bulan Maret-April 2019. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi jenis-jenis gulma pada lahan tanaman talas Jepang di Desa Congko Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Metode Penelitian digunakan Cruise Method. Data yang diperoleh diidentifikasi, dibuatkan kunci identifikasi jenis-jenis gulma, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa jenis-jenis gulma ada 2 Classis: Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. Jumlah keseluruhan gulma yaitu: 32 Species dan 19 Familia, terdiri dari gulma berdaun lebar 27 Species dan 17 Familia, Gulma berdaun sempit: gulma  rumput 4 Species dan 1 Familia dan gulma teki   1 Species dan 1 Familia. Gulma Familia Euphorbiaceae jumlah spesies terbanyak yaitu: Phyllanthus debilis Klein. ex Willd., Phyllanthus urinaria L., Euphorbia hirta L., Euphorbia prunifolia Jacq., dan Euphorbia prostrata Aiton.Kata kunci: Gulma, Tanaman Talas Jepang, Soppeng. 
KAJIAN KUALITAS AIR PADA SUNGAI-SUNGAI DI KECAMATAN PASRUJAMBE KABUPATEN LUMAJANG MENGGUNAKAN INDIKATOR BIOLOGI BERUPA KERAGAMAN ODONATA Muhammad Muhibbuddin Abdillah
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8464

Abstract

Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang memiliki sungai-sungai kecil yang dimanfaatkan oleh manusia dalam berbagai bentuk. Beberapa aktivitas manusia seperti mandi, mencuci dan membuang limbah menimbulkan pencemaran pada air. Pencemaran air dapat dikaji secara biologi menggunakan parameter keragaman odonata. Kajian kualitas air secara biologi menggunakan parameter keragaman odonata mudah dan murah. Kajian dilakukan dengan mencatat jumlah dan jenis odonata kemudian dianalisis menggunakan indeks Keragaman Shannon – Wiener dan Indeks Biotik. Hasil keragaman odonata menunjukkan adanya 9 spesies dari 5 famili. Analisis Indeks Keragaman menunjukkan bahwa ST1 memiliki keragaman tertinggi dengan tingkat pencemaran dengan kategori cukup buruk. Analisis Indeks Biotik menunjukkan bahwa ST5 memiliki tingkat pencemaran air dengan kategori sangat buruk.
KORELASI FAKTOR CURAH HUJAN TRRHADAP DISTRIBUSI NYAMUK VEKTOR DEMAM BERDARAH AE. AEGYPTI DAN AE.ALBOPICTUS DI KOTA BANDUNG Rahmad Arya Fitra; Intan Ahmad
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8802

Abstract

Kota Bandung adalah salah satu daerah yang dinyatakan DBD sebagai KLB dari tuhuh kota dan kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi  vektor  nyamuk demam berdarah, Ae. aegypti  yang dikumpulkan dengan menggunakan metode survei ovitrap di lima Kecamatan endemis demam berdarah di Kota Bandung dan menganalisa hubungan faktor faktor curah hujan terhadap distribusi nyamuk Ae. aegypti di Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode stratified random sampling .Sampel  berjumlah  400, disebar  di lima Kecamatan endemis di kota Bandung pada bulan September 2014 hingga Januari 2015. Hasil analisis korelasi pearson curah hujan berpengaruh signifikant terhadap perolehan rerata larva  Ae. aegypti (p: 0,025) p<0.05. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa nyamuk  Ae. aegypti  sangat tinggi distribusinya dibanding dengan nyamuk Ae.albopictus  di Kecamatan endemis di Kota Bandung. Curah hujan berpengaruh terhadap distribusi nyamuk  Ae. aegypti di Kota Bandung Kata Kunci :  Dengue,Curah hujan, Aedes aegypti, Aedes Albopictus
Keanekaragaman Serangga Pengunjung Bunga Pada Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Aksesi Angola Siska Efendi; Syahbanuari Sitompul; Yusniwati Yusniwati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8670

Abstract

Aksesi Angola merupakan kelapa sawit yang diintroduksi dari Negara Angola pada tahun 2012. Aksesi tersebut memiliki karakteristik bunga yang berbeda dengan varietas kelapa sawit yang umum ditanam pada saat ini seperti ukuran tandan, panjang tandan, jumlah spikelet, kuncup, serta warna bunga. Kondisi tersebut diduga akan mempengaruhi keanekaragaman serangga pengunjung bunga, ditambah aksesi tersebut adalah jenis introduksi yang baru ditanam di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keanekaragaman serangga pengunjung dan mengkarakterisasi bunga jantan dan betina pada kelapa sawit aksesi Angola. Penelitian ini dilakukan pada kebun plasma nutfah Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, di Kecamatan Sitiung. Serangga pengunjung bunga dikoleksi secara langsung, menggunakan nampan kuning dan jaring ayun. Serangga pengunjung bunga yang dikoleksi diidentifikasi sampai tingkat famili. Keanekaragaman dan kemerataan dihitung menggunakan indeks keanekaragaman Shannon dan kemerataan simpsons. Jumlah serangga pengunjung bunga kelapa sawit aksesi Angola sebanyak 1629 individu yang terdiri dari 16 morfospesies, 7 ordo dan 12 famili. Pada bunga jantan ditemukan sebanyak 1238 individu yang terdiri dari 6 ordo dan 8 famili. Serangga pengunjung bunga betina sebanyak 391 individu yang terdiri dari 7 ordo dan 9 famili. Indeks keanekaragaman dan kemerataan pada bunga betina lebih tinggi jika dibandingkan bunga jantan yakni 0,95; 0,48 dan 0,53; 0,25
POTENSI LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI SUMBER NITROGEN PADA PRODUKSI SELULOSA BAKTERI Nur Arfa Yanti; Sri Ambardini; Wa Ode Isra; Vidya Nur Riska Parakkasi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8804

Abstract

Produksi selulosa bakteri (nata) pada umumnya menggunakan pupuk ZA (Amonium sulfat) atau urea sebagai sumber nitrogen. Penggunaan sumber nitrogen alami seperti limbah cair tahu dalam produksi selulosa bakteri, merupakan alternatif pengganti pupuk ZA yang  lebih aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah cair tahu sebagai sumber nitrogen pada produksi selulosa bakteri. Produksi selulosa bakteri dilakukan menggunakan substrat air kelapa yang ditambahkan limbah cair tahu dengan perlakuan perbandingan antara air kelapa dan limbah cair tahu adalah 1 : 1; 1 : 3 dan 3: 1. Fermentasi selulosa bakteri dilakukan dengan metode statis (diam) selama 14 hari menggunakan bakteri Acetobacter xylinum. Parameter yang diukur meliputi ketebalan, rendemen, kadar serat kasar dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa bakteri dapat diproduksi pada perlakuan  perbandingan air kelapa dan limbah cair tahu 1 :1 dan 3 : 1, namun perlakuan substrat dengan perbandingan air kelapa dan limbah cair tahu 1 : 3 tidak menghasilkan selulosa bakteri. Selulosa bakteri yang diproduksi menggunakan subtrat air kelapa dan limbah cair tahu sebagai sumber nitrogen dengan  perbandingan 1 : 1 memiliki ketebalan 15,03 mm, rendemen 13,25%, kadar serat 0,29% dan kadar air 86,76%, sedangkan selulosa bakteri dari substrat dengan perbandingan air kelapa  dan limbah cair tahu 3 : 1 memiliki ketebalan 16,69 mm, rendemen  12,89%, kadar serat 0,28%, dan kadar air 87,11%. Dengan demikian, limbah cair tahu berpotensi digunakan sebagai sumber nitrogen untuk memproduksi selulosa bakteri. Kata kunci :Selulosa bakteri, Limbah cair tahu, sumber nitrogen, nata.
SKRINING BAKTERI PENGHASIL SENYAWA METABOLIT ANTI- MRSA YANG BERSIMBIOSIS DENGAN Holothuria scabra ASAL PERAIRAN TANJUNG TIRAM Sugireng Sugireng; Tiara Mayang Pratiwi Lio
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8906

Abstract

MRSA (Methicilin-resistant Stapylococcus aureus) merupakan bakteri Stapylococcus aureus yang mengalami mutasi sehingga menjadi resisten terhadap antibiotik methisilin dan beberapa jenis antibiotik turunan β-lactam lainnya sehingga dibutuhkan alternatif antibiotik baru untuk mengatasi infeksi patogen MRSA. Bakteri Simbion Teripang merupakan salah satu kandidat mikroorganisme penghasil senyawa antibiotik yang dapat dijadikan sebagai anti MRSA terbaru karna bakteri simbion tersebut memiliki senyawa bioaktif seperti pada inangnya yang telah banyak digunakan sebagai antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi bakteri yang bersimbiosis dengan Teripang laut (Holothuria scabra) yang berasal dari perairan Tanjung Tiram untuk dijadikan sebagai anti-MRSA terbaru. Pada penelitian ini akan dilakukan isolasi bakteri simbion Teripang yang berasal dari Perairan Tanjung Tiram untuk mendapatkan isolat murni. Isolat murni yang telah didapatkan diproduksi metabolit sekundernya (free cell) untuk diuji potensinya dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen MRSA. Uji potensi dilakukan secara kualitatif yaitu dengan menggunakan paper disc untuk mengetahui aktivitas daya hambat. Berdasarkan hasil isolasi bakteri dari Holothuria scabra diperoleh sebanyak 9 isolat bakteri (HS1, HS2, HS3, HS4, HS5, HS6, HS7, HS8 dan HS9) dengan karakteristik dan kemampuan daya hambat yang berbeda dalam menghambat bakteri MRSA dan berdasarkan uji daya hambat secara kualitatif diperoleh bahwa isolat bakteri HS2 dan HS3 memiliki potensi untuk dijadikan sebagai agen anti-MRSA dengan zona hambat sebesar 35 mm dan 36 mm. Kata kunci: Bakteri Simbion Holothuria scabra, Anti-MRSA, Tanjung Tiram 
KEMAMPUAN ANTIBAKTERI DARI ISOLAT BAKTERI PADA TUBUH LALAT HIJAU (Chrysomya megacephala) ASAL TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH AKHIR (TPA) KEBON KONGOK, LOMBOK BARAT Aurira Thrisna Dwi Aprianti
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.9506

Abstract

Lalat hijau merupakan serangga yang sering ditemukan di tempat sampah. Sampah mengandung berbagai jenis bakteri, termasuk bakteri penyebab penyakit, dan bakteri penghasil antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter isolat bakteri yang diisolasi dari tubuh lalat dan untuk mempelajari kemampuan antibakteri yang dihasilkan oleh isolat tersebut. Pada penelitian ini digunakan sampel berupa lalat hijau (Chrysomya megacephala). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik agar sebar. Koloni yang tumbuh pada media Nutrient Agar selanjutnya dimurnikan lalu diamati karakter morfologi dan selnya. Isolat yang diperoleh kemudian diuji tantang antar isolat bakteri dengan menggunakan metode uji antagonistik dan metode spot. Diperoleh sebanyak empat isolat bakteri yaitu isolat AT1, isolat AT2, isolat AT3, dan isolat AT4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat AT3 mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan isolat lainnya. Isolat AT3 dapat menghambat pertumbuhan isolat AT2 dan isolat AT4 dengan rerata sebesar 6,17 mm dan 7,67 mm. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa isolat AT1 adalah Pediococcus pentosaceus, isolat AT2 adalah Staphylococcus cohnii ssp cohnii, isolat AT3 adalah Aerococcus viridans, dan isolat AT4 adalah Streptococcus pneumoniae.Kata kunci : lalat hijau, Chrysomya megacephala, antibakteri, sampah

Page 1 of 2 | Total Record : 14