cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN SUNGAI TANGKERANG, KECAMATAN BUKIT RAYA, KOTA PEKANBARU, PROVINSI RIAU Tifani Fadhila; Roza Elvyra
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 11 No. 2 (2026): Bioma : Juli - Desember 2026
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tangkerang merupakan anak sungai Sail yang rentan terjadi pencemaran, yang disebabkan oleh berbagai aktivitas penduduk di sekitar sungai. Berdasarkan kondisi itu, dilakukan pemantauan kualitas sungai menggunakan plankton yang peka terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas perairan Sungai Tangkerang. Pengambilan sampel plankton menggunakan metode purposive sampling. Sampel diambil di bagian hulu, tengah, dan hilir sungai, lalu dilakukan identifikasi dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan komposisi kelas terbanyak diperoleh kelas Cyanophyceae, Euglenophyceae, dan Chlorophyceae. Spesies dengan kelimpahan tertinggi adalah Oscillatoria sp. Kelimpahan yang didapatkan pada stasiun 1 sebesar 2.133 ind/L, stasiun 2 2.233 ind/L, dan stasiun 3 1.133 ind/L. Kelimpahan plankton di tiga stasiun tergolong dalam perairan oligotrofik hingga mesotrofik. Nilai keanekaragaman tertinggi didapatkan stasiun 1 dengan (1,77), sedangkan yang terendah pada stasiun 2 (0,77). Nilai keanekaragaman yang didapat menunjukkan bahwa Sungai Tangkerang tercemar sedang hingga berat. Nilai dominansi tertinggi terdapat pada stasiun 2 bernilai 0,63, sedangkan yang terendah 0,22 pada stasiun 2. Nilai keseragaman terendah bernilai 0,4 pada stasiun 2 dan yang tertinggi pada stasiun 3 dengan nilai 0,77.
OPTIMASI STERILISASI EKSPLAN SEGMEN NODUS DARI CABANG ELO (Ficus racemosa L.) UNTUK INDUKSI TUNAS IN VITRO Sherly Intan Dwi Salsabilla; Retno Mastuti
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 11 No. 2 (2026): Bioma : Juli - Desember 2026
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk optimalisasi perlakuan sterilisasi cabang Elo sebagai sumber eksplan segmen nodus dan mengevaluasi komposisi larutan forcing untuk memcahkan dormansi dan memacu pertumbuhan tunas aksilar in vitro. Cabang elo sepanjang 20 cm diambil dari pohon Elo (Ficus racemosa L.) dewasa di Kebun Botani, Departemen Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya kemudian dipotong menjadi beberapa segmen yang mengandung nodus sepanjang 4 cm dan dicuci. Selanjutnya segmen nodus disterilisasi dengan tiga jenis larutan sterilisasi (S1, S2 dan S3) dengan variasi bahan sterilan (EtOH, Bayclin, fungisida dan Tween 20) dan durasi paparan. Segmen nodus yang telah steril dimasukkan ke wadah steril berisi larutan forcing dengan variasi komposisi yang terdiri dari antimikroba 8-hydroxyquinoline citrate (8-HQC), sukrosa dan beberapa ZPT TDZ, IBA dan GA3. Evaluasi dilakukan setelah 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur sterilisasi terbaik untuk segmen cabang F. racemosa yang mengandung kuncup dorman adalah kombinasi penggunaan fungisida Nordox, EtOH, Bayclin dan Tween 20 dengan tingkat kerbehasilan mencapai 100%. Selain itu komposisi terbaik larutan forcing yang mampu menginduksi eksplan segmen cabang terbanyak dalam memecahkan dormansi kuncup dan memacu pertumbuhan tunas kayu F. racemosa, adalah kombinasi forcing 8-hydroxyquinoline citrate (8-HQC), sukrosa dan beberapa zat pengatur tumbuh yaitu TDZ, IBA dan GA3.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN TURI Sesbania grandiflora L. TERHADAP Staphylococcus Aureus Hilya Amaly Nayyiroh; Zaraswati Dwiyana Z
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 11 No. 2 (2026): Bioma : Juli - Desember 2026
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi luka, khususnya pascabedah, merupakan masalah signifikan dalam dunia kesehatan karena dapat meningkatkan morbiditas, memperpanjang masa perawatan, hingga berisiko menyebabkan kematian. Staphylococcus aureus adalah bakteri Gram positif yang sering menjadi penyebab utama infeksi luka dan semakin sulit ditangani akibat tingginya angka resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun turi Sesbania grandiflora L. terhadap Staphylococcus aureus secara in vitro sebagai alternatif antibakteri berbahan alam. Ekstraksi daun turi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram Kirby–Bauer dengan konsentrasi ekstrak 25% dan 50%, serta kontrol positif (amoksisilin) dan kontrol negatif (aquades). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun turi mampu menghambat pertumbuhan S. aureus dengan zona hambat 9 ± 2,83 mm pada konsentrasi 25% dan 12,5 ± 3,54 mm pada konsentrasi 50%, yang dikategorikan sebagai daya hambat kuat. Analisis GC-MS mengidentifikasi lima senyawa dominan pada ekstrak, yaitu cis-13-octadecenoic acid, methyl ester; 2,6,10,14,18-pentamethyl-eicosapentaene; phytol; hexadecanoic acid, methyl ester; dan methyl stearate, yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak daun turi memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami terhadap S. aureus, terutama pada konsentrasi tinggi. Kata kunci: Sesbania grandiflora L., antibakteri, Staphylococcus aureus, ekstrak etanol, GC-MS.  
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN FILUM MOLLUSCA DALAM EKOSISTEM TANPA VEGETASI DI PANTAI BOTUTONUO KECAMATAN KABILA BONE, KABUPATEN BONE BOLANGO, GORONTALO Putri ALIWU; Andre Putra Lamuka; Restiyani Widia Putri; Rahmatia Hamzah Fani Suma; Putri Nurul Pratiwi Abas, Dwi Yuliana Polamolo
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 11 No. 2 (2026): Bioma : Juli - Desember 2026
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis Mollusca pada ekosistem tanpa vegetasi di Pantai Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 20 April 2024 menggunakan metode jelajah (survey) dengan dokumentasi fotografi terhadap setiap spesimen yang ditemukan. Analisis data menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Hasil pengamatan menemukan 4 jenis Mollusca dengan total 20 individu, meliputi kelas Bivalvia (genus Anadara) dan kelas Gastropoda (genus Nucella dan Melania). Nilai indeks keanekaragaman H’ = 1,32 menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Keanekaragaman yang tergolong sedang ini diduga dipengaruhi oleh minimnya vegetasi pantai yang berfungsi sebagai sumber makanan dan perlindungan bagi Mollusca.
PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISONAL OLEH MASYARAKAT DUSUN BUKIT TUA, KABUPATEN LANGKAT shova almaida; Adi Bejo Suwardi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 11 No. 2 (2026): Bioma : Juli - Desember 2026
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan obat tradisional merupakan bagian penting dalam sistem kesehatan masyarakat berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat Dusun Bukit Tua, Kabupaten Langkat, meliputi jenis tumbuhan, bagian yang digunakan, cara pengolahan dan cara penggunaan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik wawancara terhadap 10 responden yang dipilih menggunakan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 spesies tumbuhan obat yang tergolong dalam 17 famili, dengan famili yang dominan yaitu Zingiberaceae, Acanthaceae, dan Amaryllidaceae. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (12 spesies), sedangkan metode pengolahan yang paling umum adalah dengan cara direbus. Cara penggunaan yang dominan adalah dengan diminum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tradisional masyarakat masih terjaga dengan baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pengobatan berbasis sumber daya hayati lokal. Kata kunci : Tumbuhan obat, tnobotani, pengetahuan tradisional, Dusun Bukit Tua.