cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
PENGARUH EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP HATI TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KADMIUM KLORIDA Syahfitri, Fazira Rahma; Syukriah, Syukriah; Febriani, Husnarika
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadmium klorida (CdCl2) berasal dari pembentukan radikal bebas yang dapat menimbulkan stress oksidatif dan dapat merusak organ pada hati serta meningkatkan kadar SGPT dan SGOT. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap kadar SGOT, SGPT, Indeks hepatosomatik dan morfologi hati tikus putih yang diinduksi kadmium klorida (CdCl2). Penelitian ini menggunakan RAL dengan 20 tikus yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan (P1), kelompok perlakuan (P2), kelompok perlakuan (P3) yang diberi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dengan dosis 200 mg/kg BB (P1), 300 mg/kg BB (P2), 400 mg/kg BB (P3). Pemberian ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan penginduksian kadmium klorida (CdCl2) dilakukan selama 14 hari. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke 15 melalui sinus orbitalis. Hasil uji Duncan dapat dilihat bahwa kadar SGPT pada P1 (73,50 U/L), P2 (66,75 U/L), P3 (62,00 U/L). Pada kadar SGOT kelompok positif berbeda nyata terhadap kelompok perlakuan dengan nilai sebesar P1 (166,00 U/L), P2 (156,25 U/L), P3 (152,75 U/L). Hasil pengamatan morfologi hati tikus putih berbeda nyata antara kelompok kontrol positif terjadi perubahan warna menjadi coklat pucat terhadap kelompok perlakuan P1, P2, dan P3 yang masih berwarna coklat kemerahan. Rata-rata indeks hepatosomatik P1 (4,1725), P2 (4,3275), P3 (3,9770). Berdasarkan data yang diperoleh bahwa ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) mampu dalam menurunkan kadar SGPT, SGOT serta menurunkan rata-rata indeks hepatosomatik tikus putih yang diinduksi kadmium klorida (CdCl2) pada dosis 400 mg/kg BB. Kata kunci : CdCl2, Indeks hepatosomatik, Morofologi hati, SGPT, SGOT, Syzygium polyanthum
IDENTIFICATION OF WORM INFECTION IN STUNTING TODDLERS IN PASIA NAN TIGO VILLAGE, KOTO TANGAH DISTRICT, PADANG Suraini, Suraini; Rita Permatasari; Sri Indrayati; Anggun Sophia
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah gangguan tumbuh kembah anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis serta infeksi yang berulang. Gangguan ini ditandai dengan tinggi badan yang berada di bawah standar yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Stunting dapat berdampak jangka panjang pada kognisi, kemampuan belajar dan produktifitas dimasa dewasa. Stunting dapat juga disebabkan oleh infeksi dan penyakit parasit yang dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi dan pertumbuhan pada anak stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi infeksi kecacingan pada batita stunting di Kelurahan Pasia Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah semua batita yang terdata stunting di Kelurahan Pasie Nan Tigo sebanyak sebanyak 11 orang. Pemeriksaan feses batita stunting menggunakan metoda langsung dengan memakai reagen eosin 2 %. Hasil pemeriksaan feses didapatkan 1 orang batita stunting (9,09%) menderita kecacingan dengan infeksi campuran. Jenis cacing yang ditemukan adalah Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura. Kata kunci: stunting, batita, infeksi, kecacingan
FORMULASI BIOFUNGISIDA KITOSAN ENZIMATIK UNTUK PENGENDALIAN CENDAWAN PASCA PANEN PADA BUAH TOMAT SECARA IN VITRO Amelia, Nessa
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan dapat digunakan untuk pengendalian serangan antraknosa yang menjadi kendala pasca panen pada buah tomat. Efektivitas kitosan dapat ditingkatkan menjadi Kitosan-Tripolifosfat menggunakan metode gelasi ionik. Tujuan penelitian adalah menguji potensi bakteri endofit dari buah tomat matang dan mentah dalam menghambat Colletotrichum sp dan menentukan konsentrasi terbaik dalam formulasi Kitosan-Tripolifosfat. Dalam pembuatan Kitosan-Tripolifosfat digunakan metode gelasi ionik untuk merubah ukuran partikel kitosan pada konsentrasi kitosan bobot molekul rendah (KBMR) 0.2 % dan larutan natrium tripolifosfat (NaTPP) 0.1% dengan rasio (3:1, 1:1 dan 5:2) dalam 50 mL, kontrol positif tidak diberi formula dan kontrol negatif diberi formula. Parameter yang diamati yaitu persen daya hambat antar konsentrasi secara in vitro. Analisis data menggunakan program SPSS dengan metode Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 9 pengulangan. Jika terdapat perbedaan dilanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan isolat bakteri MH-1 yang berasal dari buah tomat mentah memiliki daya hambat paling tinggi yaitu 80,24% sehingga dipilih untuk formulasi Kitosan-Tripolifosfat. Konsentrasi formula Kitosan-Tripolifosfat dalam 50 mL rasio (3:1, 1:1 dan 5:2) tidak berbeda nyata terhadap antar perlakuan, namun berbeda nyata terhadap perlakuan kontrol. Hal ini disebabkan persamaan ukuran partikel kitosan yang dihasilkan pada konsentrasi formula Kitosan-Tripolifosfat.
PERANCANGAN PRIMER SECARA IN SILICO UNTUK AMPLIFIKASI GEN IGF1 MENGGUNAKAN APLIKASI BIOINFORMATIKA chan, suwarny; Titi Purnama; Sanatang
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insulin-like Growth Factor 1 (IGF1) is a gene that plays a vital role in cell growth and development in mammals. Proper primer design is crucial for successful target gene amplification through PCR technique. This study aims to design and analyze specific primers for IGF1 gene amplification using an in silico approach. The methods employed include sequence analysis using MEGA 11, primer design using Primer3Plus, and primer validation using Clone Manager Demo 9. Evaluation of the designed primers demonstrated optimal characteristics according to PCR parameters, including nucleotide size, melting temperature, and appropriate GC percentage. Secondary structure analysis confirmed the absence of primer-dimer formation and hairpin structures that could potentially reduce amplification effectiveness. In silico analysis showed that the designed primers have high specificity to the target gene and are predicted to amplify a 325 bp DNA fragment. This research has produced primer designs that can be used effectively and specifically for IGF1 gene amplification in subsequent studies https://docs.google.com/document/d/1iPjWY0R-uTUXNQGJCmWf6L1lrg7-IHh6/edit?usp=sharing&ouid=113416817180411207854&rtpof=true&sd=true
PENGARUH KUALITAS AIR TERHADAP KEBERADAAN PARASIT YANG TERDAPAT PADA IKAN ENDEMIK Betta Schalleri DI PERAIRAN PULAU BANGKA: - Ramadhan, Dzaki
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan dan sumber daya laut, terutama kekayaan iktiofauna, memiliki potensi besar di Kepulauan Bangka Belitung. Ikan Tepalak (Betta schalleri), salah satu spesies asli yang paling terkenal, menghuni perairan rawa gambut dengan pH rendah (4-5). Karena proliferasi ikan eksotis dan kerusakan lingkungan, spesies ini saat ini terancam punah. Untuk meningkatkan populasi ikan Tepalak, langkah pertama dalam konservasi adalah mengidentifikasi parasit yang menginfeksi mereka. Metodologi penelitian eksploratif deskriptif digunakan, yang meliputi analisis ektoparasit dan endoparasit serta pengukuran kualitas air. Sejak Juli hingga September 2024, penelitian dilakukan di sungai Jada Baharin dan Bencah Kabupaten Bangka. Dengan prevalensi kurang dari 0,01%, hasil identifikasi menunjukkan bahwa ikan yang diperiksa bebas dari infestasi parasit. Suhu air berkisar antara 28 hingga 29°C, pHnya berkisar antara 4,81 hingga 5,25, dan kandungan oksigen terlarutnya berkisar antara 5,2 hingga 5,9 mg/L. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun ikan Tepalak menghuni kondisi asam, kelangsungan hidup spesies tergantung pada kualitas air. Mengingat efek merugikan dari perubahan habitat dan pencemaran lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan populasi ikan endemik, penelitian ini menawarkan informasi penting untuk upaya konservasi yang bertujuan melindungi ikan Tepalak.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI FESES LUWAK ( Paradoxurus hermaphroditus) Indrayati, Sri; Yulia M. Nur
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) merupakan hewan mamalia yang memiliki sistem pencernaan yang sederhana. Salah satu buah yang dikonsumsi oleh luwak adalah kakao (Theobroma kakao). Saluran pencernaan luwak merupakan salah satu sumber bakteri asam laktat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengetahui karakteristik bakteri asam laktat dari feses luwak. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus-November 2024 di Laboratorium Biomedik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Perintis Indonesia. Metode penelitian adalah studi eksploratif dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Pada penelitian ini dilakukan isolasi bakteri asam laktat dari sampel feses luwak, dilanjutkan dengan karakterisasi morfologi koloni, dan morfologi sel terhadap isolat yang diperoleh. Hasil penelitian diperoleh rata-rata terdapat 53 x 107 CFU/gr bakteri asam laktat pada sampel. Sepuluh isolat terpilih berhasil diisolasi dan merupakan bakteri gram positif dengan uji katalase Negatif. Dapat disimpulkan feses luwak merupakan sumber bakteri asam laktat yang dapat diuji potensinya dalam menfermentasi biji kakao.
ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL PLANLET ANGGREK BULAN [Phalaenopsis amabilis (L.) Bl.] HASIL SELEKSI DENGAN POLY ETHYLENE GLYCOL (PEG) 6000 SECARA IN VITRO Nurcahyani, Endang; Apherta, Nurshella; Yulianty; Wahyuningsih, Sri
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek Bulan [Phalaenopsis amabilis (L.) Blume] merupakan tanaman hias yang bernilai estetika tinggi karena bunganya memiliki warna yang menarik dan dapat digunakan untuk campuran pembuatan aneka produk kecantikan dan kesehatan karena itu anggrek bulan ditetapkan sebagai bunga nasional Indonesia. Cekaman kekeringan berpengaruh negatif pada berbagai tanaman terhadap pertumbuhan dan produksi. Kekeringan pada tanaman anggrek dapat disebabkan karena kelembaban yang rendah dan ketersediaan air yang kurang. Peningkatan produksi anggrek juga perlu diperhatikan mengenai kualitas anggrek itu sendiri seperti penyediaan bibit anggrek yang berkualitas dan dalam jumlah besar yang sering kali tidak dapat terpenuhi dengan metode perbanyakan konvensional. Oleh karena itu, diperlukan metode perbanyakan yang tepat seperti kultur in vitro yang dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi penambahan PEG 6000 yang optimum untuk pertumbuhan planlet anggrek bulan secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024 sampai dengan Juli 2024 di ruang kultur in vitro, Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor menggunakan konsentrasi PEG 6000 sebesar 0%, 10%, 20%, 30% dan 40%. Masing-masing konsentrasi dilakukan 5 kali pengulangan. Data yang diperoleh dari analisis statistik dengan menggunakan one way ANOVA dan uji lanjut dengan analisis ragam dilakukan pada taraf 5% dan uji lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Konsentrasi PEG 6000 yang toleran dalam pertumbuhan planlet anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis (L.) Blume) yang resisten terhadap cekaman kekeringan adalah konsentrasi 20% yang dapat dilihat dari persentase jumlah planlet yang hidup dan analisis kandungan klorofil a, b dan total.
PENGARUH PENGIMBASAN ASAM SALISILAT TERHADAP TANAMAN CASSAVA Manihot esculenta Crantz TAHAN Fusarium oxysporum BERDASARKAN JUMLAH DAUN, INDEKS STOMATA DAUN DAN KADAR SENYAWA FENOL Nurcahyani, Endang; Irawan, Bambang; Yulianty; Wahyuningsih, Sri; Agustin, Resya Tamara; Yuniar, Lutfiah; Dewiyatno, Rezza Kusumma
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 2 (2025): Bioma : Juli - Desember 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz) is a plant that is widely cultivated in Indonesia, this is because cassava is one of the staple food sources and sources of income throughout the tropics, but in the planting process, farmers are often constrained by attacks by pathogenic fungi that cause fusarium wilt disease and cause the quality of cassava plants to decline. One way to control this disease is by selecting cassava plants in the planting medium in vivo through salicylic acid infiltration to increase resistance to pathogens and improve the quality of cassava plants. The purpose of this study was to determine the effect of salicylic acid on the number of leaves, leaf stomatal index, and phenol content of cassava plants resistant to Fusarium oxysporum compared to controls. This study used a one-factor Completely Randomized Design (CRD) with 5 levels of salicylic acid concentration, namely 0 ppm, 80 ppm, 100 ppm, 120 ppm and 140 ppm. Data analysis using Analysis of Variance (ANOVA) and further testing with Tukey test at the 5% level. The results showed that the concentration of salicylic acid that was tolerant for cassava plant selection with optimum growth was 100 ppm which was indicated by an increase in the number of leaves and leaf stomata index while the most optimum concentration of salicylic acid for increasing phenol levels was 140 ppm Keywords: salicylic acid, cassava, Fusarium oxysporum, induced resistance  
PENGUJIAN SEDIAAN SAMPO ANTI KETOMBE DARI EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) DAN SARI BUAHJERUK NIPIS (Citrus aurantifolia S.) SEBAGAI ANTI JAMUR Pityrosporum ovale Siska Aditiani; Rizki Amelia Nasution; Irda Nila Selvia
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 2 (2025): Bioma : Juli - Desember 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dandruff is a scalp condition caused by the fungus Pityrosporum ovale. The use of natural components as active ingredients in anti-dandruff shampoo preparations, such as Chinese longan leaves (Cassia alata L.) and lime (Citrus aurantifolia S.), provides a safer alternative to chemicals that may harm the skin. The purpose of this study is to assess the antifungal activity of a combination of Chinese ketepeng leaf extract (Cassia alata L.) and lime juice (Citrus aurantifolia S.) against Pityrosporum ovale, as well as to determine the optimal concentration of Chinese ketepeng leaf extract and lime juice that inhibits the growth of the Pityrosporum ovale fungus. The research was conducted using an experimental method with a quantitative approach. This study began with testing the activity of lime fruit extracts and juice with concentrations of 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%, but obtained the best results for testing shampo preparations based on Pharmacopoeia IV, namely at concentrations of 20% and 25%, and two supporting controls, namely control (-) without extracts and juice and control (+) which is clear shampoo. The study found that the inhibition zone on Pityrosporum ovale fungi was 10.16 mm in the control (-), 16.36 mm at the 20% concentration, 20.10 mm at the 25% concentration, and 20.30 mm in the (+) control. Chinese ketepeng leaf extract and lime juice can work well as an alternative ingredient in natural anti-dandruff shampoo formulations. The results of the preparation evaluation revealed that the formula with a concentration of 20% met the characteristics of a good shampoo according to Pharmacopoeia IV.
KHAMIR PENGHASIL LIPID YANG MEMANFAATKAN BIOMASSA LIGNOSELULOSA UNTUK PRODUKSI BIODIESEL Ruli, Fitha Febrilia
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 2 (2025): Bioma : Juli - Desember 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lignocellulosic biomass is an abundant and renewable carbon source with great potential for biodiesel production by oleaginous yeasts. These yeasts can accumulate high amounts of lipids when grown on lignocellulosic biomass, which primarily consists of glucose and xylose. However, the complex structure of lignocellulosic biomass requires pretreatment and hydrolysis steps to release fermentable sugars. This process often produces by-products in the form of inhibitors such as furfural, 5-hydroxymethylfurfural (HMF), and acetic acid, which can inhibit yeast growth. Therefore, oleaginous yeasts capable of simultaneously assimilating glucose and xylose and are tolerant to inhibitors, are needed to optimally utilize this substrate. This review discusses yeast species that can utilize lignocellulosic hydrolysates for growth, the types and compositions of available sugars, the mechanisms of sugar assimilation, and the impacts of inhibitors on lipid production. This review aims to provide a comprehensive understanding of the potential and challenges of using lignocellulosic biomass for biodiesel production by oleaginous yeast. Keywords: Lignocellulosic biomass, oleaginous yeast, lipid, inhibitor, biodiesel