cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
MAKNA PESAN SIMBOLIK NON VERBAL TRADISI MAPPADENDANG DI KABUPATEN PINRANG Puspitasari Rakhmat; Jeanny Maria Fatimah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i2.1911

Abstract

Main purpose of this reseacrh was: to know and make the category about representation of essential message non verbal from moving and attributes that used in Mappadendang tradition.This reserach have executed at Pinrang District, South Sulawesi. The people who have been source of information was true peoples of Bugis ethnic that called have been qualified and inderstood about Mappadendang tradition clearly. Methology of this research have qualitative meaning by semiotika’s approach. Primary data conducted from observation and interwiew clearly that have relation on this reserach and secondary data conducted by reseacrh from lterature study, was collecting data that conducted from any source that hae relation with this reseracrh like books, opinions, data from litaraturs and etc. Result of the reserach showed that Mappadendang tradition still often did by true peoples of Bugis is villages. Mappadendang tradition was one of true heritage of Bugis tradition that invented to create the togetherness between the farmer and surrounded people. This traditional have a message as give thanks to Allah SWT caused by successful of rice harvest at one area. In Mappadendang tradition have any symbols of this reserch that showed how the peoples make communication to that symbols, then did interpretation became a message essential. As the supporting elements that contained in Mappadendang like lesung, alu and baju bodo that weared by Mappadendang players.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkategorisasi representasi makna pesan non verbal dari gerakan dan atribut yang digunakan dalam tradisi Mappadendang.Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Adapun yang menjadi informan adalah masyarakat asli suku bugis yang dianggap menguasai dan mengetahui tradisi Mappadendang secara mendalam. Metode penelitian ini bersifat kualitatif melalui pendekatan semiotika. Data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam terkait dengan penelitian dan data sekunder yang diperoleh penulis melalui kajian kepustakaan, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari berbagai data yang berhubungan dengan penelitian berupa buku-buku, artikel, data dari kepustakaan dan literature lain yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Mappadendang masih sering dilakukan oleh masyarakat asli suku bugis di pedesaan atau pedesaan. tradisi Mappadendang adalah salah satu warisan asli kebudayaan bugis yang diadakan untuk menyatukan rasa kebersamaan antara petani dan masyarakat sekitar. Tradisi ini memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berhasilnya panen padi di suatu daerah. Dalam tradisi Mappadendang terdapat simbol-simbol dari penelitian ini yang memperlihatkan bagaimana masyarakat berinteraksi terhadap simbol-simbol tersebut, kemudian menginterpretasikan menjadi sebuah makna pesan. Adapaun unsur-unsur pendukung yang terkandung dalam Mappadendang seperti lesung, alu dan baju bodo yang dikenakan para pemain Mappadendang.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENYEBARAN INFORMASI OLEH DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DENGAN TINGKAT PARTISIPASI PETANI DALAM PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) DI KABUPATEN PINRANG Lukman Lukman; Andi Alimuddin Unde
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i1.1894

Abstract

The agricultural sector is a sector that is vital to economic growth of Pinrang regency, therefore much needed synergy between the government in this case the Department of Water Resources Management and the farming community is often called Water user farmer associations (P3A) so that the development and management of irrigation can run with effective, efficient, and sustainable. The aim of the research is to determine the relationship and an influence the intensity of dissemination information by department water resources management with the level of farmer participation on water user farmer association (P3A) of Pinrang regency. The method used in the research is quantitative with explanative survey study type associative. The research was conducted in Pinrang regency and the population are Water User Farmer Association (P3A) of Pinrang Regency. Sampling was conducted using a stratified random sampling with a sample of 82 respondents. Data analysis techniques used in this research was correlation and regression analysis to determine the degree of relationship and influence between the variables. This study used three independent variables are inter-personal communication (X1), a group communication (X2), and mass communication (X3), while the dependent variable is the level of participation of farmers (Y). The results showed that the intensity of the dissemination of information by the Department of Water Resources Management Pinrang implemented through three forms of communication is interpersonal communication, group communication and mass communication. Results of correlation analysis showed a linear relationship between the independent variables are inter-personal communication (X1), a group communication (X2), and mass communication (X3) with the dependent variable is the level of participation of farmers (Y), where the relationship is greatest in the variable group communication (X2) is 0.628, followed by inter-personal communication variables (X1) of 0.539, and the smallest mass communication variable (X3) of 0.524. While the results of the regression analysis showed that a significant difference between the intensity of the dissemination of information by the Department of Water Resources Management through three forms of communication is interpersonal communication, group communication and mass communication at the level of farmer participation in Pinrang by 54.8% while the rest of 45.2% are influenced by other factors not become the object of research.  Sektor pertanian adalah sektor yang sangat vital dalam pertumbuhan ekonomi kabupaten Pinrang oleh sebab itu sangat dibutuhkan sinergitas antara Pemerintah dalam hal ini Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan masyarakat tani atau yang sering disebut perkumpulan petani pemakai air (P3A) agar pengembangan dan pengelolaan irigasi dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan dan pengaruh dari intensitas penyebaran informasi oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dengan tingkat partisipasi petani dalam perkumpulan petani pemakai air (P3A) di kabupaten Pinrang. Penelitian ini menggunakan metodologi atau pendekatan kuantitatif dengan metode survei jenis penelitian eksplanatif asosiatif. Lokasi penelitian di kabupaten Pinrang dengan populasi perkumpulan petani pemakai air (P3A). Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebesar 82 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis korelasi dan analisis regresi untuk mengetahui derajat hubungan dan pengaruh antar variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan tiga variabel bebas yaitu komunikasi antar pribadi(X1), komunikasi kelompok (X2), dan komunikasi massa (X3) sedangkan variabel terikat yaitu tingkat partisipasi petani (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penyebaran informasi oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Pinrang dilaksanakan melalui tiga bentuk komunikasi yaitu komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa. Hasil analisis korelasi memperlihatkan adanya hubungan linear antara variabel bebas yaitu komunikasi antar pribadi(X1), komunikasi kelompok (X2), dan komunikasi massa (X3) dengan variabel terikat yaitu tingkat partisipasi petani (Y), dimana hubungan yang terbesar terjadi pada variabel komunikasi kelompok (X2) yaitu 0,628, disusul variabel komunikasi antar pribadi(X1) sebesar 0,539, dan yang terkecil yaitu variabel komunikasi massa (X3) sebesar 0,524. Sedangkan hasil analisis regresi memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas penyebaran informasi oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air melalui tiga bentuk komunikasi yaitu komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa dengan tingkat partisipasi petani di Kabupaten Pinrang sebesar 54,8% sedangkan sisanya sebesar 45,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak menjadi objek penelitian. 
PEMANFAATAN SALURAN KOMUNIKASI DALAM PENYERAPAN ASPIRASI MASYARAKAT OLEH PUSAT PELAYANAN INFORMASI DAN PENGADUAN ( PINDU) PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG Siti Fatimah; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i1.1885

Abstract

This research aimed to illustrate and study the utilization of communication channels in the absorption of the community aspirations by the Information and Complaint Service Center (PINDU) in the Local Government of Pinrang Regency. The research was a Communication Channel Study which was qualitative. The data collection used the techniques of observation, interviews. The data were then analyzed using data, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The data obtained from the observation were presented in the form of pictures/photography, while the data obtained from the library study were presented in the form of quotation in order to support the research findings. The research results revealed that the utilization process of the community channels in absorbing the community aspirations by the Information and Complaint center (PINDU), in the local Government of Pinrang Regency was already in accordance to the Standard Operational Procedure (SOP) and the Work Flow Of PINDU, such as the circular Communication Model. The Community of Pinrang Regency and Work Unit of the Local Force (SKPD) had utilized the facilities of the Information and Complaint Service Center (PINDU), when there was a complaint from the community, the community had utilized the communication channels and then processed through PINDU by SKPD. The form/type of the community aspirations were accepted by PINDU when the aspirations were related to the performance of the local Government of Pinrang Regency, such as complaints, suggestions, oral or written information and they were delivered through the recommended communication channels, using the good and correct Indonesia Language in order to guarantee that the aspirations were well understood. Penelitian ini bertujuan mengambarkan dan mengkaji tentang Pemanfaatan Saluran Komunikasi dalam Penyerapaan Aspirasi masyarakat oleh Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan (PINDU) Pemerintah Kabupaten Pinrang. Penelitian ini merupakan studi saluran komunikasi yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui obesrvasi,wawancara. Data dianalisis dengan menelaah, mereduksi, menyajikan, dan penarikan kesimpulan. Data hasil observasi disajikan dalam bentuk gambar (foto). Data hasil studi kepustakaan disajikan dalam bentuk kutipan-kutipan untuk memperkuat temuan penelitian. Hasil penelitian menujukan bahwa proses pemanfaatan saluran komunikasi dalam penyerapan aspirasi masyarakat oleh Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan (PINDU) Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam proses pemanfaatan saluran komunikasi sesuai dengan alur penanganan pengaduan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) PINDU dan Alur kerja PINDU seperti model komunikasi sirkular untuk menyerap aspirasi masyarakat. Masyrakat Kabupaten Pinrang dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah mengunakan saran Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan (PINDU) dengan adanya aduan masyarakat dengan mengunakan saluran komunikasi dan diproses melalui PINDU oleh SKPD. Aspirasi masyarakat diterima oleh PINDU dalam bentuk pengaduan yang ada kaitannya dengan kinerja pemerintah Kabupaten Pinrang berupa keluhan, saran, informasi dalam bentuk lisan dan tulisan disampaikan melalui saluran komunikasi. Dianjurkan untuk memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar agar pengaduan dapat dimengerti dengan baik.
ANALISIS PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM MENUNJANG TERWUJUDNYA MAKASSAR SEBAGAI “SMART CITY” Amri Amri
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i2.1916

Abstract

This study aims to reveal the utilization of information and communication technologies in support of the realization of Makassar as a smart city. This research uses descriptive quantitative method through direct observation, in-depth interviews and a literature review. Data Primary data obtained directly from the public or the respondent while the Secondary Data Data obtained from theoretical books, and a variety of government and local government regulations relating to Makassar Smart City program. Research shows information and communication technology today has become one of the main infrastructure in the modern life like electricity, water and roads. The concept of smart city put the city as an ecosystem that consists of many subsystems to manage the transportation, energy, commerce, health care, education, communication and water resources. These subsystems are combined to form a unity that is interconnected and mutually supportive. The role of information and communication technology as well as production resources and human consumption as well as a supporting tool in the implementation of day-to-day activities of both governments, industry, organization, or kemasyakatan. As an effort to examine the use in the field of information and communication technology, it is necessary to present an analysis of the utilization of information and communication technologies to build a smart city that is in accordance with the needs of the city of Makassar. Penelitian ini bertujuan mengungkap pemanfataan Teknologi informasi dan komunikasi dalam menunjang terwujudnya Makassar sebagai smart city. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui pengamatan langsung, wawancara mendalam dan kajian pustaka. Data Primer Data yang diperoleh langsung dari masyarakat atau responden sedangkan Data Sekunder Data yang diperoleh dari buku-buku teoritis, dan berbagai peraturan pemerintah maupun pemerintah daerah yang berkaitan dengan program Makassar Smart  City. Hasil Penelitian menunjukkan Teknologi informasi dan komunikasi  saat  ini  telah  menjadi  salah  satu  infrastruktur  utama  dalam  kehidupan  masyarakat modern layaknya listrik, air, dan jalan. Konsep smart city menempatkan kota sebagai sebuah ekosistem yang terdiri  dari  banyak  subsistem  untuk  mengelola  transportasi,  energi,  perniagaan, pelayanan kesehatan, pendidikan,  komunikasi  dan  sumber  daya air.  Subsistem-subsistem  ini  digabungkan  untuk  membentuk  sebuah  kesatuan  yang  terinterkoneksi  dan  saling mendukung. Teknologi informasi dan komunikasi berperan pula sebagai sumber daya produksi dan konsumsi manusia sekaligus sebagai piranti pendukung   dalam  pelaksanaan  kegiatan  sehari-hari  baik  yang  bersifat  pemerintahan,  industri, organisasi,  maupun  kemasyakatan.  Sebagai  salah  satu  upaya  mengetahui  pemanfaatan  di  bidang  Teknologi informasi dan komunikasi,  maka perlu  hadir  sebuah analisis  pemanfaatan  Teknologi informasi dan komunikasi  untuk  membangun  smart city  yang  sesuai  dengan kebutuhan kota Makassar.
BEGAL DAN KERESAHAN MASYARAKAT (JARINGAN KOMUNIKASI KELOMPOK ANARKIS DI KOTA MAKASSAR) Nur Salwiyani Gani; Andi Alimuddin Unde
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i2.1907

Abstract

Begal is one crime that is rampant form of violence for the victims. The purpose of this study is to analyze how the communication network begal anarchist groups in the city of Makassar. The approach used in this study is a combination of qualitative and quantitative methods (mixed methods). The data in this study in the form of data processed from the relevant agencies, interviews begal members of anarchist groups and community leaders, whether in the form of text, tables, matrices and sosiogram. The results showed that the motor group of anarchists bermetamarfosis be robber. Birth of a motorcycle gang, the average beginning of a bunch of teenagers who like wild races and actions that challenge the danger on the eve of early morning on the highway. In the gang then appear own language with the use of words and specific terms that can only be understood by the gang members themselves, in order to carry out the action with committing a crime, as did the robbery on the highway, and the place that they think could be the place for action, be it morning, noon and night. Ketergangtungan attachment and relationship between members of anarchist groups robber with communication patterns that they do every day, to form the mindset which then becomes a form of behavior that tend to be negative and deviant behavior. The robber anarchy regarding the crimes to the detriment of many. Begal anarchist group is a social arrangement which formed informally created by communication between members. In begal anarchist group created the chain caused by communications made by each member. This chain form a network through interpersonal relationships antaranggotanya unconventional group, such as a network of friends that form a pattern of communication network anarchist group begal in Makassar. The mindset that existed at the robber's anarchist group shifted the pattern of group interaction that exist in general, which also experienced a process of rational thinking results, both for members perindividu, as well as the overall group. This affects their thought patterns and trends in making decisions, which is doing anarchy robber. Begal merupakan salah satu tindak kriminal yang marak terjadi berbentuk kekerasan bagi para korbannya. Tujuan Studi ini adalah Menganalisis bagaimana jaringan komunikasi kelompok anarkis begal yang ada di Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam Studi ini adalah gabungan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif (mixed methods). Data dalam Studi ini berupa data olahan dari instansi terkait, hasil wawancara anggota kelompok anarkis begal dan tokoh masyarakat , baik berupa teks, tabel, matriks maupun sosiogram. Hasil Studi menunjukkan Kelompok motor yang bermetamarfosis menjadi kelompok anarkis begal. Kelahiran geng motor, ratarata diawali dari kumpulan remaja yang hobi balapan liar dan aksi-aksi yang menantang bahaya pada malam menjelang dini hari di jalan raya. Di dalam kelompok geng kemudian muncul bahasa sendiri dengan penggunaan kata dan istilah khusus yang hanya dapat dimengerti oleh para anggota geng itu sendiri, guna menjalankan aksinya dengan melakukan tindak kriminal, seperti melakukan pembegalan di jalan raya, dan ditempat yang menurut mereka bisa menjadi tempat beraksi, baik itu pagi, siang maupun malam hari. Adanya hubungan keterikatan dan ketergangtungan antara anggota kelompok anarkis begal dengan pola komunikasi yang mereka lakukan setiap harinya, hingga membentuk pola pikir yang kemudian menjadi suatu bentuk perilaku yang cenderung negatif dan menjadi perilaku yang menyimpang. Tindak anarkis begal tersebut berkaitan dengan kejahatan yang merugikan orang banyak. Kelompok anarkis begal merupakan susunan sosial yang terbentuk secara informal yang diciptakan oleh komunikasi antar anggota. Dalam kelompok anarkis begal tercipta mata rantai yang disebabkan oleh komunikasi yang dilakukan oleh masing-masing anggota. Mata rantai ini membentuk jaringan melalui hubungan interpersonal antaranggotanya diluar aturan kelompoknya, seperti jaringan pertemanan yang membentuk pola jaringan komunikasi kelompok anarkis begal di Kota Makassar. Pola pikir yang ada pada kelompok anarkis begal ini bergeser pada pola interaksi kelompok yang ada pada umumnya, yang didalamnya mengalami proses dari hasil pemikiran yang rasional, baik itu untuk anggota perindividu, maupun secara keseluruhan dalam kelompoknya. Hal ini mempengaruhi pola pikir dan kecendrungan mereka dalam mengambil keputusan, yakni melakukan tindak anarkis begal.
PENGENALAN TEKNOLOGI INTERNET MELALUI PROGRAM MOBILE PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (MPLIK) KEMKOMINFO BAGI SISWA MENENGAH KEJURUAN (SMK) DI KABUPATEN BARRU Ajeng Tenriany; Muhammad Nadjib
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i1.1890

Abstract

The aims of the research were to acknowledge the level of students’ appreciation on Internet through MPLIK program, MPLIK influence on students’ appreciation on Internet, and inhibiting and supporting factors of Internet access for the students of SMK Negeri 4 Barru.The research was conducted at SMK Negeri 4 Barru with a mixed of qualitative and quantitative method. The quantitative method employed simple regression analysis, and the qualitative one employed SWOT analysis. Populations of the research were all the students of SMK Negeri 4 Barru of academic year 2014-2015. Samples were 56 students withdrawn with exhausted (Total) sampling method, from which 28 students were selected from class X and 28 others were from class XI of computer and network technology department. The results of the research indicated that the appreciation of students were 73.9 % with high category, from which 25.6 % influenced the students appreciation. Other 74.4 % were influenced by other factors (not included in the research). Students’ appreciations on Internet were categorized into 4 dimensions : knowledge, skill, attitude and behavior dimensions. Highest influence (19.5%) was observed in knowledge dimensions, the lowest (13.4%) were skill dimension. Other (15.6%) were medium influence on attitude and behavior(14.2%) dimension. Supporting factors of Internet appreciation were teachers’ assignments, and inhibiting factors were slow Internet access.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat apresiasi siswa SMK Negeri 4 Barru terhadap internet melalui MPLIK, bagaimana pengaruh MPLIK terhadap apresiasi siswa SMK Negeri 4 Barru, apakah yang menjadi pendukung dan kendala dalam mengakses internet melalui MPLIK. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Kabupaten Barru dengan metode kombinasi. Dalam pendekatan kuantitatif, data yang diperoleh berdasarkan kuesioner tertutup dianalisis dengan kuantitatif deskriptif kemudian dianalisis dengan analisis regresi linear sederhana melalui SPSS. Dan pendekatan kualitatif dengan kuesioner terbuka kemudian dianalisis dengan analisis SWOT. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 4 Barru tahun ajaran 2014/2015. Proses pengambilan sampel dengan sampel jenuh dan jumlah sampel yang digunakan adalah total sampling dimana jumlah sampel 56 orang (28 siswa kelas X dan 28 siswa kelas XI). Mereka merupakan siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat apresiasi siswa SMK Negeri 4 Barru terhadap internet melalui MPLIK sebesar 73,9 % yang termasuk dalam kategori tinggi dan pengaruh MPLIK terhadap apresiasi siswa sebesar 25,6 % dan 74,4 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Apresiasi siswa terbagi kedalam empat dimensi, yakni pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku. Dimensi yang paling dipengaruhi MPLIK yaitu pengetahuan (19,5%). Sementara dimensi terkecil yang dipengaruhi oleh MPLIK, yaitu keterampilan (13,4%). Untuk dimensi sikap (15,6%) dan dimensi perilaku (14,2%). Yang menjadi pendukung siswa mengakses internet melalui MPLIK, yakni adanya tugas yang diberikan oleh guru dan kendalanya, yakni koneksitas jaringan yang lambat. 
MEDIA SOSIAL DAN POLA PERILAKU KOMUNIKASI SISWA SMA NEGERI 1 MAKASSAR Febi Ramadhani Rusdin; Abdul Gafar; Mursalim Mursalim
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i1.1881

Abstract

The Purposes of this study,(1)To determine communication behavior of students in High School 1 Makassar in using social media.(2)To determine the relationship between individual characteristic and communication behavior in using social media.This study is study about communication behavior of students in High School 1 Makassar in using media social.This study is quantitative and descriptive study by distributing questionnaires to 93 respondents.That obtained by using Slovin technique sampling formula, then all data that collected were statistically analyzed using SPSS 18 program, and using Chi Square correlation analysis with support by a simple frequency table and explained descriptively.The results showed that the communication behavior of students in High School 1 Makassar in using social media as very often, where the accumulated frequency of use per day and the average length of time of use, include a chat with friends, groups on social media, online shopping, and share information.Their main goal is to when using social media is for school needs such as asking about homework, or sharing exam answers. This study also found closely associated with the category of very high between the economic status of families with students' communication behavior in using social media.Where as for gender,and the purpose of using social media does not have a relationship with the communication behavior of students in using social media.  Tujuan studi ini adalah: (1) untuk mengetahui perilaku komunikasi siswa siswi SMA Negeri 1 Makassar dalam menggunakan media sosial (2) untuk mengetahui ada tidak-Nya hubungan antara karakteristik individu siswa dengan perilaku komunikasi siswa SMA Negeri 1 Makassar dalam menggunakan media sosial. Studi ini merupakan studi perilaku komunikasi siswa SMA Negeri 1 Makassar dalam menggunakan media sosial. Studi ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan membagikan kuesioner ke 93 responden. Penentuan 93 responden tersebut dilakukan dengan teknik penarikan sampel berstrata proporsional menggunakan rumus Slovin, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara statistic menggunakan program Komputer SPSS 18, lalu data dianalisis menggunakan analisa korelasi Chi Square dengan dukungan tabel frekuensi sederhana kemudian di jabarkan secara deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa perilaku komunikasi siswa SMA Negeri 1 Makassar dalam menggunakan media sosial tergolong sangat sering berkomunikasi menggunakan media sosial, dimana akumulasi frekuensi penggunaan setiap hari dan lama rata-rata waktu penggunaan, mencakup chatting dengan teman, group di media sosial, berbelanja online,membagikaninformasi di media sosial. Tujuan utama mereka menggunakan media sosial ialah untuk kebutuhan sekolah seperti bertanya tentang homework, ataupun berbagi jawaban ujian. Studi ini juga menemukan ada kaitan erat dengan kategori sangat tinggi antara status ekonomi keluarga dengan perilaku komunikasi siswa menggunakan media sosial. Sedangkan untuk jenis kelamin, dan tujuan menggunakan media sosial tidak memiliki hubungan dengan perilaku komunika sisiswa menggunakan media sosial. 
ANALISIS PERILAKU MIMETIK DI KALANGAN SISWI SMA NEGERI 1 MAKASSAR TERHADAP TREN FASHIONISTA INSTAGRAM Delia Eka Putri; Mursalim Mursalim
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i2.1912

Abstract

The purpose of this research are to define how the process of mimetic behavior are forming which indicated in teenagers as an impact from social media, Instagram in this case, and also to know the represent of mimetic behavioral forms in nonverbal communication. To achieve the goal which mention earlier, this research applied descriptive-qualitative research method using deep interview and observation, during the research process writers also using a direct analysis toward informant’s Instagram account. Writer attempt to comprehend how informant’s fashion creativity process which inspired by Instagram’s fashionista. Result of the research showing there’s some phase of process be passed before the teenagers fully applied mimetic behavior toward Instagram’s Fashionista users. Furthermore representation of mimetic behavior on nonverbal communication such dress style, posture and proxemics indicating  intentionally ardor from imitating behavior.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses terbentuknya perilaku meniru (mimetik) yang ditunjukkan oleh remaja sebagai dampak dari penggunaan media sosial Instagram serta mengetahui bentuk-bentuk perilaku tersebut yang direpresentasikan dengan komunikasi non verbal. Untuk mencapai tujuan diatas, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan melalui observasi, dimana selama proses penelitian penulis juga melakukan analisis langsung terhadap akun media sosial Instagram masing-masing informan. Penulis mendalami bagaimana para informan sebagai remaja berkreasi pada diri mereka sendiri terkait fashion yang terilhami para fashionista Instagram. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tahapan proses yang dilewati sebelum para remaja benar-benar melakukan perilaku mimetik terhadap fashionista Instagram. Selain itu bentuk-bentuk perilaku mimetik sebagai hasil dari perilaku rujukan terhadap fashionista direpresentasikan dalam komunikasi non verbal yakni gaya berbusana, postur, dan prosemik menunjukkan adanya maksud tertentu dari perilaku mimetik tersebut. Para remaja ingin menunjukkan pada lingkungan sosialnya terkait penampilan mereka yang terbaik serta meningkatkan eksistensi diri baik di dunia maya maupun dunia nyata.
JARINGAN KOMUNIKASI PERANTAU ETNIS JAWA ASAL BANYUWANGI DI KOTA MAKASSAR TERHADAP DAYA TARIK DAERAH TUJUAN DAN DAERAH ASAL Maria Regina Andriawati
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i1.1895

Abstract

This research aimed to investigate the pattern of the communication network of Banyuwangi-origined Javanese ethnic migrants in Makassar and its influence on the attractiveness of both destination region and homeland.The research type was descriptive-eksplanative. The resource persons were selected purposefully and through the snowball method. The data were collected using the techniques of observation, in-depth interviews, and the questionnaires for the network analysis. The data were processed with the help of the UCINET software and then analyzed qualitatively. The research results revealed that the communication network of Banyuwangi-origined Javanese ethnic migrants in Makassar had no effect on the migrants’ decision to stay in Makassar or return to their homeland. The structure of the communication network of the migrants had a number of central personages spread as the opinion leaders. The network pattern was chain pattern, Y pattern, wheel pattern, and all channels pattern. The tendency of the migrants to keep on staying in Makassar city had almost the same proportion as the tendency to return to their homeland. It was also found that there had been a change in the mindset towards the success concept, i.e. Banyuwangi-origined Javanese migrants did not take back all their properties to their homeland but they choose to enjoy living in their foreign areas.  Penelitian ini bertujuan mengetahui pola jaringan komunikasi perantau etnis Jawa asal Banyuwangi dan pengaruhnya terhadap daya tarik daerah tujuan dan daerah asal. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksplanatif. Pemilihan narasumber dilakukan secara purposif dan metode bola salju. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan pengisian kuesioner untuk analisis jaringan. Data diolah secara kuantitatif dengan bantuan software UCINET dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan komunikasi perantau etnis Jawa asal Banyuwangi di kota Makassar tidak berpengaruh terhadap keputusan perantau untuk tetap bertahan di kota Makassar atau kembali ke daerah asal. Struktur jaringan komunikasi perantau memiliki beberapa tokoh sentral yang menyebar sebagai opinion leader. Pola jaringan yang ditemukan adalah pola rantai, pola Y, pola roda dan pola semua saluran. Kecenderungan perantau untuk tetap bertahan di kota Makassar memiliki proporsi yang hampir sama dengan kecenderungan untuk kembali ke daerah asal. Ditemukan perubahan mindset terhadap konsep kesuksesan, yaitu perantau etnis Jawa asal Banyuwangi tidak lagi membawa seluruh hasil kekayaannya ke daerah asal dan menikmati hidup di perantauan. 
KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK MELALUI SISTEM PENGHITUNGAN (SITUNG) ONLINE HASIL PILKADA TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MASYARAKAT DI KOTA PALU Andi Syahruddin Alam; Muhammad Iqbal Sultan
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i1.1886

Abstract

This study aimed to investigate the correlation and effect of the public information transparency through the online counting system (SITUNG) of the regional election result on the knowledge, attitude, and behavior of the society in palu city. The research population were community members of Palu City, who were registered in the Permanent Voter List (PVL) of Palu city, 2015. The samples were chosen using the stratified random sampling technique and comprised 123 respondents. The research used the methodology or quantitative approach with the survey method, which means the explanative associative research to find the correlation and effect between one variable and another variable. The technique of data analysis was the correlation and effect analysis technique which animed to find out the correlation and effet between the independent and dependent variables – the independent variable was the public information transparency, and the dependent variables were the knowledge, attitude, and behavior. The research result indicated that there was a correlation between the public information transparency through the online counting system and the knowledge, attitude, and behavior : 0.199, 0.346, and 0.324 respectively with the weak correlation levels. Meanwhile, the effect of the public information transparency through the online counting system of the regional election was 5.6% on the knowledge, 18% on the attitude, and 20% on the behavior. This effect was caused by the low effects between the variables, while 56,4% was the effects other factors, which means that H1 was accepted and H0 was rejected; the accepted H1 comprised the correlation and the effect of the public information transparency through the online counting system of the local election on the knowledge, attitude, and behavior in Palu city.  Setiap penyelenggara pemilu berkewajiban memedomani dan melaksanakan setiap butir dari asas penyelenggara pemilu. Studi ini bertujuan mengetahui hubungan dan pengaruh keterbukaan informasi publik melalui sistem penghitungan (SITUNG) online hasil Pilkada terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat Kota Palu. Studi ini berjenis eksplanatif asosiatif, yaitu mencari hubungan dan pengaruh antarsatu variabel dan variabel lain. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dan survei. Populasi studi adalah masyarakat Kota Palu yang terdaftar didalam daftar pemilih tetap (DPT) Kota Palu tahun 2015. Penyampelan dilakukan dengan teknik acak bertingkat dengan jumlah sampel 123 responden. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis hubungan dan pengaruh antarvariabel. Hasil dari studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterbukaan informasi publik melalui SITUNG online Pilkada dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku masing- masing sebesar 0.199, 0.346, dan 0,324 dengan tingkat korelasi lemah. Pengaruh keterbukaan informasi publik melalui SITUNG online pilkada terhadap pengetahuan 5,6%, sikap 18%, dan perilaku 20%. Pengaruh ini diakibatkan oleh pengaruh yang rendah antar variabel. Sementara 56,4% dipengaruhi oleh faktor lain dengan menerima H1 dan menolak H0, yakni menerima hipotesis “adanya hubungan dan pengaruh keterbukaan informasi publik melalui sistem penghitungan (SITUNG) online pilkada terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku” masyarakat di Kota Palu. 

Filter by Year

2011 2023


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue