cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
KEPALA DESA DAN KEARIFAN LOKAL STUDI TENTANG KEMAMPUAN PARA CALON KEPALA DESA DALAM MENJALIN KOMUNIKASI SOSIAL DENGAN WARGA PADA PILKADES DI TIGA DESA KABUPATEN MAJENE Ardiansyah Ardiansyah; Hafied Cangara; Andi Alimuddin Unde
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.5244

Abstract

Pemilihan kepala desa (pilkades) kini dianggap sebagai arena demokrasi yang paling nyata di desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)  Kemampuan para calon kepala desa dalam menjalin komunikasi sosial dengan warga pada pilkades di tiga desa Kabupaten Majene. (2) Bentuk komunikasi sosial yang dilakukan oleh para calon kepala desa dalam menggalang warga untuk memilih kandidat pada pilkades di tiga desa Kabupaten Majene dan (3) faktor-faktor yang menjadi pendorong/penarik para warga dalam menentukan pilihan kepala desa di tiga desa Kabupaten Majene. Penelitian ini dilaksanakan di tiga Desa Kabupaten Majene. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis data deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan jumlah informan sebanyak tiga puluh dua orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada Pilkades mempunyai kemampuan yang hampir sama dalam berkomunikasi sosial dengan warga dalam membangun konsep diri, untuk kelangsungan hidup, aktualisasi diri. (2) Bentuk komunikasi sosial yang dilakukan para calon kepala desa di tiga desa dalam menggalang warga untuk memilih kandidat pada Pilkades hampir sama yaitu dengan menggunakan komunikasi interpersonal dan (3) Faktor-faktor yang menjadi pendorong warga dalam menentukan pilihan kepala desa yaitu Janji Calon Kepala Desa, Kearifan lokal yang dimiliki oleh seorang calon kepala desa, aspek keuangan dan keluarga
TINGKAT PEMAHAMAN DAN PERILAKU TENTANG INFORMASI PENGGUNAAN ALAT UKUR TIMBANGAN DI KALANGAN PEDAGANG ECERAN PADA DUA PASAR TRADISIONAL DI MAKASSAR Suharliati Nelsy Husain; Hafied Cangara; Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.5306

Abstract

Informasi penggunaan alat ukur timbangan yang standar masih kurang dipahami oleh sebagian pedagang eceran pada dua pasar tradisional di Makassar, hal ini dapat dilihat bahwa masih banyak alat ukur timbangan yang digunakan dalam transaksi jual beli yang tidak bertanda tera sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pemahaman pedagang eceran tentang penggunaan alat ukur timbangan yang standar pada dua pasar tradisional di Kota Makassar; (2) hubungan antara pemahaman pedagang tentang penggunaan alat ukur timbangan yang standar terhadap perilaku pedagang dalam transaksi jual beli; (3) faktor-faktor yang menghambat pedagang eceran pengguna alat ukur timbangan dalam menggunakan timbangan yang standar. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan metode gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada dua pasar tradisional di Makassar. Populasi penelitian adalah  pedagang eceran pengguna alat ukur timbangan. Sampel ditentukan dengan teknik penyampelan acak bertingkat. Informan dipilih secara sengaja dengan pertimbangan tertentu. Pengumpulan data  dilakukan  dengan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman pedagang tentang penggunaan alat ukur timbangan berada dalam kategori sedang. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata 28,5; (2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman tentang penggunaan alat ukur timbangan dengan perilaku pedagang dalam transaksi jual-beli. Hal ini terlihat dari nilai koefisien korelasi sebesar 0,054 dan taraf signifikansi (p) sebesar 0,664; (3) faktor-faktor yang menghambat pedagang menggunakan alat ukur timbangan yang standar adalah kurang maksimalnya kegiatan pengawasan UTTP, rendahnya kesadaran diri pedagang, dan tidak adanya sanksi dari petugas.
PENGUNGKAPAN IDENTITAS DIRI MELALUI MEDIA SOSIAL: STUDI MENGENAI ETNOGRAFI VIRTUAL MELALUI VLOG Siti Nadila Tenri Ajeng Fitrya S; Andi Alimuddin Unde; Syamsuddin Azis
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6167

Abstract

This research aims (1) to find out how the vlogger discloses and shows her identity in relationship with her sosial life by audio visual in Youtube. (2) to find out the communication system of the vlogger with fansclub in interaction virtually by youtube. In this research, the writer used semiotic by Charles S. Pierce method and virtual ethnography, supported by self disclosure theory and social identity theory.The writer collected the data by screenshot  the Ricis vlog contents, screenshot the emoticon that used in youtube comment field, and observed  the fans activity from vlogger. This kinds of method are used by the writer to get information as much as possible.The result showed that Ricis disclose themselves effectively and openly. Ricis show her daily activities and her private self information in her vlog. The communication system of Ricis is really effective because the fans also give a feedback and the Ricis oftenly reply the comment in youtube, verbally or nonverbal. Keyword : Selfdisclosure, Video Blog, YouTube, Self-Identity ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana vlogger mengungkapkan dan menunjukan identitas dirinya dalam hubungan dengan kehidupan sosialnya secara audio visual di media sosial Youtube. (2) Untuk  mengetahui pola komunikasi vlogger dengan penggemar dalam berinteraksi secara virtual melalui media sosial di Youtube. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah semiotika Charles S.Pierce dan juga etnografi virtual. Didukung Teori pengungkapan diri dan Teori identitas Sosial. Penulis memformulasi tekhnik pengumpulan data dengan melakukan screenshot isi vlog Ricis, melakukan screenshot terhadap emotikon yang tersedia pada kolom komentar di Youtube, dan melakukan observasi atas aktifitas virtual dengan penggemar dari vlogger. Cara ini penulis lakukan untuk memperoleh informasi sebanyak mungkin berdasarkan observasi yang bersifat partisipatif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa  Ricis mengungkapkan identitas dirinya dengan efektif dan terbuka. Karena Ricis  menunjukkan aktivitas sehari-harinya dan memberikan informasi pribadi dalam vlognya. Dalam pola komunikasi dengan  penggemar, Ricis melakukan secara efektif karena adanya timbal balik dari kedua belah pihak dan aktifnya Ricis dalam membalas komentar para penggemar di Youtube secara nonverbal maupun verbal. Kata Kunci : Pengungkapan  Diri, Video Blog, YouTube, Identitas Diri
TRANSPARANSI INFORMASI IMB DAN DAMPAK LINGKUNGAN TERHADAP KEGIATAN REKLAMASI PANTAI DI KOTA AMBON Vera Mantong Talatan; Hafied Cangara; La Ode Asrul
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6168

Abstract

 ABSTRACT Reclamation is an attempt to find an alternative place to accommodate urban activities. The research aimed at investigating (1) the form of transparency of licensing information in the reclamation activities in Ambon City; (2) the level of public understanding of the use of reclaimed land to the licensing information in the coastal city of Ambon; (3) the impact of the utilization of reclaimed land on the environment in terms of the implementation of the Environmental Impact Assessment (EIA) in the city of Ambon. This research was conducted in the city of Ambon using descriptive qualitative method. Data collection technique were interview, observation and documentation. Determination of informants or sources of this study using purposive sampling with 16 informants who knew and associated with reclamation and environmental issues in the city of Ambon. The research result indicates that: he results showed that the licensing activities on land reclaimed beaches in the city of Ambon is still governed by the legislation - Act No. 32 of 2004 on Regional Government and local regulations on Spatial Planning and Regional Ambon City in 2011-2013, the understanding of the community of users of reclaimed land to the licensing information still less because of a lack of awareness of the importance of BMI, as well as with their licenses that have been issued previously has caused various environmental impacts among them a decline in the quality of sea water, sediment, coastal erosion, litter and coastal ecosystems. Keywords: Transparency Information, IMB and Enviromental Impact ABSTRAK Reklamasi merupakan upaya untuk menampung kegiatan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk transparansi informasi perizinan dalam kegiatan reklamasi pantai di Kota Ambon (2) tingkat pemahaman masyarakat pemakaian lahan reklamasi terhadap informasi perizinan di pesisir Kota Ambon (3) dampak pemanfaatan lahan reklamasi terhadap lingkungan dilihat dari sisi pelaksanaan Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) di Kota Ambon. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Ambon dengan memakai metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Penentuan informan atau nara sumber penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 16 orang. yang mengetahui dan terkait dengan masalah reklamasi dan lingkungan di Kota Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan perizinan pada lahan reklamasi pantai di Kota Ambon masih mengacu pada pada undang - undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan perda tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Ambon tahun 2011 - 2013, pemahaman masyarakat pengguna lahan reklamasi terhadap informasi perizinan masih kurang karena kurangnya kesadaran akan pentingnya IMB, serta dengan adanya perizinan yang telah dikeluarkan sebelumnya telah menimbulkan berbagai dampak lingkungan di antaranya menurunya kualitas air laut, sedimentasi, abrasi pantai, sampah dan ekosistem pantai. Kata kunci : Transparansi Informasi, IMB, dan Dampak Lingkungan 
OPINI MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM DANA DESA DI KABUPATEN WAJO Saiful Saiful; Alwi Alwi; Muhammad Akbar
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6169

Abstract

ABSTRACT Implementation of village fund program in Wajo cause a variety of responses and opinions from various circles. The aims of this study were to assess public opinion and community leaders opinion on the implementation of the village fund program in Wajo. The method used in this research, is a qualitative approach. The object of this research that the public and community leaders on the District Tanasitolo Wajo. The research data was collected through observation, interview, and documentation. Data were analyzed through three grooves activities going on simultaneously: data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study indicated that community elements considered themselves less involved in the village fund programs, the development of infrastructure was appropriate because It was relevant to community needs, and they were less concerned with the accountability of public funds.community leaders were often involved in the meetings and were active in the decision making process. For leaders, village fund should also be used for community empowerment and community economic development, and necessity of village institution control.  Keywords : Opinion, The village Fund, Accountability, Infrastructure  ABSTRAK Pelaksanaan program dana desa di Kabupaten Wajo menimbulkan berbagai tanggapan dan opini dari berbagai kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji opini masyarakat dan opini tokoh masyarakat terhadap pelaksanaan program dana desa di Kabupaten Wajo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini yaitu masyarakat dan tokoh masyarakat pada Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini masyarakat terhadap pelaksanaan program dana desa di Kabupaten Wajo yaitu masyarakat menganggap kurang dilibatkan, pembangunan infrastruktur sudah tepat karena sesuai kebutuhan masyarakat. Sedangkan untuk pertanggungjawaban dana desa masyarakat kurang peduli. Tokoh masyarakat sering dilibatkan dalam musyawarah desa serta aktif dalam proses pengambilan keputusan. Sebaiknya dana desa digunakan juga untuk pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi masyarakat, serta diperlukan adanya pengawasan dari lembaga-lembaga desa. Kata Kunci : Opini, Dana Desa, Pertanggungjawaban, Infrastruktur
PERTARUANGAN ANTAR KELUARAGA DI PILKADA KABUPATEN GOWA 2015 Widiah Restuti Hasan; Harullah Hasrullah; Muhammad Iqbal Sultan
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6165

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah merupakan fenomena berlangsungnya transaksi komunikasi politik yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab Tenri Olle Yasin Limpo dan Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo sehingga keduanya memutuskan untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa 2015 dan strategi komununikasi kedua calon dalam meraih suara pemilih pada Pilkada Kabupaten Gowa 2015. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gowa. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik sampling purposif dengan jumlah informan yang diperoleh dua belas orang. Mereka yang menjadi narasumber merupakan kandidat yang berkompetisi, tim pemenang dan pengamat politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tenri Olle Yasin Limpo dan Adnan Purichta Ichsan memiliki modal ekonomi, simbolik, kultural, sosial yang berpadu dengan kompetensi yang mereka miliki sehingga pantas untuk berkompetisi dalam sebuah perebutan kursi nomor satu di Gowa. Walaupun mereka berada dalam trah yang sama membawa nama keluarga Yasin Limpo tidak menghalangi mereka maju berkompetisi. Aturan dalam keluarga yang menyepakati boleh tidak setuju namun tidak boleh melarang atau menghalangi menjadi landasan mereka untuk bersaing secara penuh. Kerelaan kedua kandidat untuk melepas jabatan sebagai anggota DPRD provinsi sebagai tanda kedua orang ini serius untuk berlaga di kompetisi sekaligus menghalau banyaknya isu majunya kedua calon dari keluarga Yasin Limpo hanyalah sebuah skenario. Strategi komunikasi yang kedua tim ini diawali dengan mengamati permasalahan, ketokohan dan kelembagaan, perencanaan dan pembuatan program, mengambil tindakan berkomunikasi dan evaluasi program kerja. Walaupun tahapan strategi sama, keduanya tetap juga memiliki perbedaan
VIDEO BLOG SEBAGAI MEDIA REPRESENTASI DIRI VLOGGER DI KOTA MAKASSAR Siti Aisyah; Tuti Bahfiarti; Alem Febri Sonni
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6166

Abstract

This research aims;  (1). to analyze vloggers intimately in representating identity in their video blog; and (2). to categorize in depth what that influence vloggers in representing identity in their video blog. This study was taken place in Makassar. Informants of this research were the vloggers of Makassar who have the criteria necessarily related to this study. The informants were selected using purposive sampling technique based on certain criteria. The type of this research was descriptive. The primary data were collected through observation and interview, and the secondary data were collected through library research related to this research. The data collected were then presented in the research findings and discussion and analyzed qualitative descriptively. The study results showed that the how the three of observed informants used YouTube as the media of self-representation is different with one another depending on the experiences and their self-background. The three informants form new identities in their video blog that can be seen from how they wear, speak, and determine content presentation, and the factors that form their identity are the environment, social group, and idols. Keyword : Self-Representation, Video Blog, YouTube, Self-Identity  ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk menganalisis secara mendalam vlogger dalam merepresentasikan dirinya di video blognya 2. Untuk mengkategorikan secara mendalam apa yang mempengaruhi vlogger dalam merepresentasikan dirinya di video blognya. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar. Adapun informan penelitian ini adalah vlogger yang berada di kota Makassar yang memiliki kriteria yang sesuai dengan penelitian ini. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dan data sekundernya dikumpulkan melalui hasil studi pustaka yang terkait dengan penelitian.  Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya disajikan didalam hasil penelitian dan pembahasan lalu dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga informan yang diteliti cara memanfaatkan YouTube sebagai media representasi dirinya itu berbeda satu sama lain tergantung dari pengalaman serta latar belakang diri mereka masing-masing. Hasil representasi diri yang mereka ciptakan di YouTube bukanlah identitas mereka yang sebenarnya. Ketiga informan membentuk identitas baru di video blognya yang dapat dilihat dari pakaian yang dikenakan, cara berbicara, content yang dibawakan serta hal-hal yang dapat mempengaruhi pembentukan identitas tersebut ialah karena lingkungan, kelompok acuan serta tokoh idola.  
COMPLAINT HANDLING (STUDI KASUS STRATEGI PENANGANAN KELUHAN HOTEL THE RINRA MAKASSAR 2018) Megawati Megawati
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6961

Abstract

ABSTRAK Hotel The Rinra Makassar merupakan salah satu Hotel bintang 5 di Makassar, dan merupakan hotel bintang 5 kedua di Makassar. Hotel dengan konsep luxery Hotel ini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik karena menawarkan berbagai fasailitas yang menarik. Namun sebagai industri di bidang hospitality tidak bisa dipisahkan oleh berbagai masalah termasuk didalamnya complaint / keluhan, karena itu peneliti menganggap perlu untuk meneliti strategi dalam menangani complaint di Hotel The Rinra Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Hotel The Rinra Makassar dalam menangani keluhan yang terjadi dalam lingkup Hotel The Rinra Makassar. Penelitian ini dilakukan terhadap Management Hotel The Rinra Makassar serta Tamu yang pernah melakukan complaint di Hotel tersebut. Tehnik pengampilan sample adalah purpusing sample dengan memilikih informan yang dianggap kredible dalam menangani complaint di Hotel The Rinra Makassar. Dengan mewawancarai informan tersebut serta mengolah data tersebut dengan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian; Dalam penerapannya Strategi dalam menangani complaint di Hotel The Rinra Makassar adalah mengacu pada Standart Operational Procedure (SOP) yaitu yang pertama adalah dengan “listening” yang kedua adalah “empaty” yang ke tiga adalah reasure dan yang keempat adalah Remedy. Selain SOP Management juga menerapkan fungsi pengawasan, feedback dan evaluasi terhadap program tersebut. Program strategi penangan complaint Hotel The Rinra cukup memuaskan kepada tamu hotel The Rinra, yang menyatakan bahwa mereka puas terhadap pelayanan yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diberikan adalah memberikan training terkait complaint handling strategy terhadap staff Hotel The Rinra, serta memperkaya bahasa asing yang dimiliki oleh staff tersebut. Keyword : Complaint handling strategy, Penanganan keluhan, Hotel The Rinra Makassar
KOMPLEKSITAS ANTARA HAK GUNA USAHA (HGU) DAN PENYELAMATAN ASET NEGARA TERHADAP TANAH-TANAH TERLANTAR MELALUI KOMUNIKASI (NEGOSIASI) OLEH BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) DI KABUPATEN ENREKANG Saefullah Saefullah; Hafied Cangara; Aminuddin Salle
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6484

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine (1) the factors of abandonment of The Land Cultivation Rights, (2) the role of the National Land Agency (BPN) on the implementation of the authority and mechanism for handling the abandoned lands, and (3) the communication effort (negotiation)conducted by BPN in the handling of abandoned lands. This research was conducted at the Regional Office of the Provincial National Land Agency South Sulawesi and Enrekang. The method performed was qualitative descriptive approach.The informantswere determined by the use of purposive sampling technique. The data have been obtained through observation, in-depth interviews,and documentation as well. The results showed that the the factors of abandonment of The Land Cultivation Rightsare consisting oftechnical factors, business management and socio-economic factors. Then the role of the National Land Agency (BPN) on the implementation of the authority and mechanism for handling the abandoned lands were preparing all forms of data and facts eitherresearch based or document based. The communication (negotiation) efforts by BPN in the handling of abandoned lands have been conducted to public tenants by the direct dialogueor personal approachfor deliberation, group and formal/bureaucracy approach through socialization and involvement of the community leaders and authorities. The communication effort (negotiation) conducted by BPN in the handling of abandoned lands has been in the form of coordination in order to achieve public common goals: the common perception and common pattern-making on economic resource benefits. Keywords: Communication effort (negotiation), The Land Cultivation Rights (HGU), abandoned land ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor terjadinya penelantaran tanah-tanah Hak Guna Usaha (HGU), (2) peranan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam pelaksanaan kewenangan dan mekanisme penanganan tanah-tanah terlantar, dan (3) upaya komunikasi (negosiasi) oleh BPN dalam penanganan tanah-tanah terlantar. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Enrekang. Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan penentuan narasumber atau informan dilakukan secara sengaja (purposive). Pengumpulan data diperoleh melalui pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor terjadinya penelantaran tanah Hak Guna Usaha (HGU) terdiri atas : faktor teknis manajemen usaha dan faktor sosial ekonomi. Kemudian peranan BPN dalam pelaksanaan kewenangan dan mekanisme penanganan tanah terlantar sebagai lembaga berwenang yang menyiapkan segala bentuk data dan fakta baik yang ditemukan berdasarkan hasil kajian lapangan maupun dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan dalam rangka melakukan penanganan tanah-tanah terlantar melalui mekanisme yang berlaku. Adapun upaya komunikasi (negosiasi) dalam penanganan tanah terlantar yaitu komunikasi (negosiasi) dengan masyarakat penggarap dengan melakukan dialog secara langsung untuk musyawarah mufakat dengan melakukan pendekatan pribadi, pendekatan kelompok dan pendekatan formal/birokrasi melalui sosialisasi dan pelibatan tokoh masyarakat maupun aparat desa. Selanjutnya upaya komunikasi (negosiasi) dengan instansi/pihak-pihak terkait dengan melakukan koordinasi dalam rangka mencapai tujuan bersama untuk kepentingan publik sehingga terjadi kesamaan persepsi dan pola pengambilan manfaat ekonomi atas sumberdaya ekonomi di areal HGU.
KOPI KALOSI ENREKANG DALAM BRANDING KOPI TORAJA Saripa Nugrawati; Muhammad Yunus Amar
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6966

Abstract

ABSTRAKKopi merupakan komoditas perkebunan yang masuk dalam kategori komoditi strategis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk-bentuk promosi kopi Kalosi Enrekang dan kendala – kendala yang menghambat aktifitas promosi kopi Kalosi Enrekang. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Enrekang dan Kota Makassar. Informan penelitian sebanyak lima belas orang yang ditentukan dengan teknik sampling purposive. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas promosi kopi Kalosi Enrekang dilakukan dengan menerapkan empat jenis promosi, yaitu melalui iklan, penjualan pribadi, promosi Penjualan, dan Word of Mouth Communication. Kendala yang menghambat kegiatan promosi kopi Kalosi Enrekang adalah biaya promosi yang dianggarkan oleh pemerintah Kabupaten Enrekang yang tergolong minim dan ketersediaan bahan baku atau stok kopi Kalosi Enrekang yang belum mampu untuk memenuhi permintaan pasar.

Filter by Year

2011 2023


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue