cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENUMBUHKAN INTEGRASI DAN KEBERSAMAAN PARA KARYAWAN KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI MALUKU PASCA KONFLIK HORIZONTAL DI KOTA AMBON Zainudin Fajri Samal; Hafied Cangara; Muhammad Farid
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6480

Abstract

ABSTRACT This study aims to: (1) Describe the role of organizational communication in fostering the integration of the employees of the Regional Office of the Ministry of Religion of Maluku post horizontal conflicts in the city of Ambon, (2) describe the way what is used in fosters employees through communication Organization of post-conflict horizontally in town ambon (3) identify any obstacles that occur in growing integration and togetherness employees through Organizational Communication. The method used in the study is a qualitative approach desriptif. Data were obtained through interviews, observation and documentation. Respondent In determining the informant, the authors used a purposive sampling technique according to the job position and the position of working with informants who met the requirements were then analyzed and presented descriptively. The results showed that the role of Organizational Communication in terms of decision-making processes, message delivered, as well as environmental organizations and the relationship of the post-conflict employees felt pretty good. Tops in this case the Head Office has an important role, it is not inseparable from the efforts of the Head of the office when the conflict in the release of segregation among employees to maintain the unity among fellow employees. The limiting factor in fostering integration and togetherness of employees post-conflict, not too felt, this is because the experience during the conflict, as well as information related to the process of creating an exchange of information, as well as the role of the boss is quite important during the conflict. Keywords : Organizational Communication, Integration, Togetherness, Conflict Horizontal ABSTRAK Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan peran komunikasi organisasi dalam menumbuhkan integrasi para karyawan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku pasca konflik horizontal di kota ambon, (2) Mendeskripsikan Cara yang digunakan dalam menumbuhkan kebersamaan para karyawan melalui komunikasi Organisasi pasca konflik horizontal di kota ambon (3) mengidentifikasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam menumbuhkan integrasi dan kebersamaan para karyawan melalui Komunikasi Organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan pendekatan desriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penentuan responden Dalam menentukan informan, penulis menggunakan teknik purposive sampling menurut posisi jabatan dan kedudukan kerja dengan persyaratan informan yang terpenuhi yang kemudian dianalisis dan dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Komunikasi Organisasi dalam hal proses pengambilan keputusan, pesan yang disampaikan, maupun lingkungan organisasi serta hubungan para Karyawan pasca konflik dirasakan cukup baik. Atasan dalam hal ini Kepala kantor mempunyai peran yang cukup penting, hal ini tidak terlepas dari upaya-upaya Kepala kantor saat konflik dalam melepaskan segregasi antar karyawan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama karyawan. Adapun faktor penghambat dalam menumbuhkan integrasi dan kebersamaan para karyawan pasca konflik, tidak terlalu dirasakan, hal ini dikarenakan pengalaman saat konflik, terkait proses menciptakan informasi maupun saling menukar informasi, serta peran atasan yang cukup penting saat konflik.
ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI COMMUNITY TB-HIV CARE AISYIYAH DALAM PENDAMPINGAN PASIEN TB-MDR DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR Ilham Riyadi
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6962

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji perencanaan pendampingan Community TB-HIV Care terhadap pasien TB-MDR dan mengkaji strategi komunikasi yang dilakukan Community TB-HIV Care dan Pendamping dalam menghadapi Pasien TB-MDR. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling menurut posisi jabatan dan kedudukan kerja dalam Community TB-HIV Care Aisyiyah Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Community TB-HIV Care Aisyiyah dalam melakukan perencanaan pendampingan kepada pasien TB MDR diawali dengan melakukan koordinasi program, melakukan perekrutan pendamping, melaksanakan pelatihan pendampingan pasien, pelaksanaan program pendampingan pasien TB MDR, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang telah dilakukan. Selanjutnya Community TB-HIV Care Aisyiyah menerapkan strategi komunikasi persuasif dengan menampilkan kesan pertama yang positif, menaruh empati, membangun kredibilitas, dan memotivasi pasien TB MDR dalam proses pengobatan. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif diantara pendamping pasien (patient supporter) dan pasien TB MDR.
ANALISIS PERAN DAN FUNGSI HUMAS PEMERINTAH DI ERA KETERBUKAAN INFORMASI PADA SEKERTARIAT DPRD PROVINSI SULAWESI TENGAH Muhammad Eka Fahri; Andi Alimuddin Unde
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6867

Abstract

ABSTRACT The objective of this research is to know the Public Relations role and function also Threats in implementation of role and function in global information era at legislative house central Sulawesi province. There are five informants that interviewed. Data analyzied using Miles and Hubberman Model Data Analysis. The result of this research showed that Government public relations in DPRD roles as Communication Technician and Fasilitator. Government public relations in DPRD functioning as Documentation and Information. There are two variables that become threat in implementation of roles and functions that is Internal and External. Internal factors consist of four that is Less Budget, Less human resources, uneven work distribution and Less participation from Leader and Member of Legislative House. PR needs education, training and technical guidance in Public Relations in order to prepare PR staf facing threat regarding the implementation of his role and function. Keywords: Role, Functions, Public Relations, Implemenattion and Threat ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran dan Fungsi Humas serta Tantangan dalam Implementasi Peran dan Fungsi tersebut di Era Keterbukaan Informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dan dilaksanakan di Sekertariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah. Informan yang diwawancarai berjumlah lima orang. Data dianalisis menggunakan Model Analisis Data Miles dan Hubberman. Hasil temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa Humas Pemerintah pada Sekertariat DPRD provinsi Sulawesi Tengah Pemerintah berperan sebagai Teknisi Komunikasi dan Fasilitator Komunikasi. Humas Pemerintah Sekertariat DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menjalankan fungsi dokumentasi dan fungsi informasi. Variabel yang menjadi tantangan dalam implementasi peran dan fungsi ada dua yaitu Variabel Internal dan Variabel Eksternal. Variabel Internal ada empat yaitu Minimnya anggaran, Kurang tersedianya Sumber daya manusia, Pembagian tugas yang belum merata serta Partisipasi Pimpinan dan Anggota DPRD yang masih minim. Guna menunjang Peran dan Fungsi yang baik dibutuhkan Pelatihan dan Bimbingan Teknis di bidang kehumasan agar pegawai humas siap menghadapi tantangan dalam implementasi peran dan fungsi humas. Kata kunci : Peran, Fungsi, Hubungan Masyarakat, Implementasi, Tantangan
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU BK TERHADAP TINGKAT KENAKALAN SISWA Basril Bading; Andi Alimuddin Unde; mursalim Mursalim
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6481

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research are : (1) To know the principles of guidance and counseling teacher interpersonal communication on the level of delinquency students in junior high school 2 Enrekang, (2) To find out how the application of the principles of guidance and counseling teacher interpersonal communication on the level of delinquency students in junior high school 2 Enrekang. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results showed that, The Communication between counselor and counselee already contain the principles of interpersonal communication in it, but the application of the principles of interpersonal communication in the counseling process still needs to be improved. The reseacrh also found several obstacles in the counseling process. One of the obstacles is the lack of self-disclosure as a counselee to express his feelings or problems. Keyword : Interpersonal communications, Principles of interpersonal communications, counseling ABSTRAK Tujuan dari penilitian ini adalah; (1) Untuk mengetahui prinsip-prinsip komunikasi interpersonal guru Bimbingan Konseling terhadap tingkat kenakalan siswa SMP Negeri 2 Enrekang , (2) Untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip komunikasi interpersonal guru Bimbingan Konseling terhadap tingkat kenakalan siswa di SMP Negeri 2 Enrekang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, komunikasi yang dilakukan oleh konselor kepada konselee sudah memuat prinsip-prinsip komunikasi interpersonal didalamnya, namun penerapan prinsip-prinsip komunikaksi interpersonal dalam proses konseling masih perlu untuk ditingkatkan. Penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan-hambatan dalam proses konseling, salah satu hambatan itu adalah masih kurangnya keterbukaan dari siswa selaku konselee untuk mengungkapkan perasaan-perasaan atau masalah-masalahnya
AUDIT KOMUNIKASI PROGRAM KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) KELUARGA BERENCANA PADA PERWAKILAN BKKBN PROVINSI SULAWESI BARAT Sukardi Sukardi
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6963

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengaudit proses komunikasi KIE KB dan menganalisis faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan KIE KB pada perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat. Tipe penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan audit komunikasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Data dianalisis dengan teknik analisis pengalaman komunikasi yang juga dikenal dengan sebutan teknik peristiwa kritis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi KIE KB pada perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat kurang berjalan secara efektif dikarenakan 1) komunikator dalam hal ini Penyuluh KB tidak melakukan perencanaan komunikasi sebelum melakukan KIE KB 2) pesan yang disampaikan hanya menggunakan teknik two-side issu yang menyampaikan kelebihan dan efek samping dari alat kontrasepsi karena tidak ada penyusunan pesan hanya mengambil langsung dari media, 3) Media/saluran lembar balik pada saat KIE Kelompok yang terintegrasi dengan kegiatan posyandu tidak sesaui dengan jumlah peserta dan tidak menggunakan microphone, 4) sasaran, tidak ada pemetaan sasaran dan masih ada beberapa kelompok masyarakat yang menolak program KB, 5) efek/dampak KIE terhadap pasangan usia subur dapat menyebut kembali sebagian jenis-jenis kontrasepsi modern dan rata-rata pasangan usia subur masih menggunakan kontrasepsi non metode jangka panjang seperti Pil, Suntik dan Kondom. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan KIE KB ini adalah faktor internal yakni dari intern BKKBN itu sendiri dalam hal kompetensi komunikator (Penyuluh KB) yang kurang memadai dan faktor eksternal dari masyarakat itu sendiri yang masih ada menganggap bahwa program Keluarga Berencana bertentangan dengan agama, budaya dan adat mereka.
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA ETNIK BUGIS DAN ETNIK MANDAR DALAM INTERAKSI PERDAGANGAN DI PASAR SENGGOL KOTA PAREPARE Puteri Padjriani Paris; Muhammad Iqbal Sultan
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6868

Abstract

ABSTRACT The aims of the research were to determine (1) to describe the pattern of interaction of ethnic communication of bugis and ethnic mandar, (2) to analyze the effectiveness of intercultural communication between seller and buyer, (3) to know the factors that hamper the effectiveness of intercultural communication of ethnic bugis and ethnic mandar in Senggol City Market Parepare.This research uses qualitative method with descriptive approach. Data collection techniques through in-depth interviews, documentation and literature study The results showed that the form of communication on ethnic Bugis sellers and buyers of ethnic Mandar use two ways: verbal and non verbal. The use of verbal in this case is the use of Indonesian language and Bugis, because the average of mandar tribes have been passive using Bugis language, but to avoid misunderstanding they prefer to use Bahasa Indonesia. The use of Indonesian by sellers and buyers in the trade process is considered most effective, so there is no misunderstanding between them. Factors that support and hamper the communication process between ethnic bugis sellers and buyers of ethnic mandar are increasingly realized by them so that the barriers during the communication process between them increasingly thinning over time, each ethnic is able to understand each other's culture. Keywords: Intercultural Communication Effectiveness, Verbal and Non Verbal Communication, ethnic. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk menggambarkan pola interaksi komunikasi etnik bugis dan etnik mandar, (2) Untuk menganalisis efektivitas komunikasi antarbudaya antara penjual dan pembeli, (3) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat efektivitas komunikasi antarbudaya etnik bugis dan etnik mandar di Pasar Senggol Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi pada penjual etnik Bugis dan pembeli etnik Mandar menggunakan dua cara yaitu verbal dan non verbal. Penggunaan verbal dalam hal ini adalah penggunaan bahasa Indonesia dan Bugis, dikarenakan rata-rata orang beretnik mandar telah pasif menggunakan bahasa Bugis, namun untuk menghindari kesalahpahaman mereka lebih memilih untuk menggunakan Bahasa Indonesia. Penggunaan Bahasa Indonesia yang dilakukan oleh penjual dan pembeli dalam proses perdagangan dianggap paling efektif, sehingga tidak ada kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses komunikasi antara penjual etnik bugis dan pembeli etnik mandar ini semakin disadari oleh mereka sehingga hambatan saat proses komunikasi diantara mereka semakin menipis seiring berjalannya waktu, masing-masing etnik sudah mampu memahami budaya masing-masing. Kata Kunci : Efektifitas Komunikasi Antarbudaya, Komunikasi Verbal dan Non Verbal, etnik.
PENGGUNAAN KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM PENYELESAIAN MASALAH PEMAKAIAN AIR IRIGASI DI KALANGAN PETANI DI WILAYAH KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS JAMPUE DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR KABUPATEN PINRANG Supardi Supardi; Andi Alimuddin Unde; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6477

Abstract

ABSTRACTGroup communications has a very important role in solving the problem of irrigation water use in Pinrang becauseof water problems among farmers often cause problems if not handled properly. This study aimed to describe andstudy about the use of Group Communications in Solving Problems among Farmers Irrigation Water Use atRegional Technical Implementation Unit Jampue Department of Water Resources Management Pinrang. Thisresearch is the study of group communication are qualitative. Data collected through observation, study ofdocuments and interviews. Data were analyzed by examining, reduce, present, and conclusion. Data fromobservation presented in the form of images. Data from the literature are presented in the form of quotations tostrengthen the research findings. The results showed that the setting and the use of irrigation water by the dischargerequirements per tertiary, especially prevalent in the dry season when the water flow is reduced and the behaviorof farmers who have not been able to give an appreciation of the economic value of irrigation water so that theefficiency of irrigation water use can not be achieved. To address these issues, the role of group communicationthrough regular meetings can reduce the problems that exist among farmers and other meetings conducted incompletion of irrigation water use. As for decision making by consensus and expert opinion. On that basis, itsuggests to improve the implementation of regular meetings by P3A / GP3AKeywoord: Group communications, Irrigation Water Problems, farmersABSTRAKKomunikasi kelompok mempunyai peran yang sangat penting dalam penyelesaian masalah pemakaian air irigasiDi Kabupaten Pinrang karena masalah air sering menimbulkan masalah dikalangan petani jika tidak ditanganidengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan komunikasi kelompok dalam penyelesaianmasalah pemakaian air irigasi dikalangan petani di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Jampue Dinas PengelolaanSumber Daya Air Kabupaten Pinrang. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif deskriptif.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumen dan wawancara dengan 30 orang sebagai informansampai pada Data dianalisis dengan menelaah, mereduksi, menyajikan, dan penarikan kesimpulan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pengaturan dan pemakaian air irigasi berdasarkan debit kebutuhan per petaktersier, terutama banyak terjadi pada musim kemarau dimana debit air berkurang serta perilaku petani yangbelum bisa memberikan apresiasi terhadap nilai ekonomi air irigasi sehingga efisiensi penggunaan air irigasibelum bisa tercapai. Untuk penyelesaian masalah ini, maka peran komunikasi kelompok melalui rapat rutin dapatmengurangi permasalahan yang ada dikalangan petani serta rapat-rapat lain yang dilakukan dalam penyelesaianpemakaian air irigasi. Adapun pengambilan keputusan yang dilakukan berdasarkan musyawarah dan pendapatahli. Atas dasar tersebut, penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan pelaksanaan rapat rutin olehP3A/GP3A.
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN DI KECAMATAN DUAMPANUA KABUPATEN PINRANG Andi Surahmi; Muhammad Farid
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6959

Abstract

ABSTRAK Dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan dan kegagalan setiap program pembangunan. Oleh karena itu dukungan masyarakat hendaknya selalu mendapat perhatian dan selalu diusahakan keberadaannya dalam setiap kesempatan. Namun untuk menggerakkan masyarakat agar ikut terlibat aktif dalam pembangunan maka dibutuhkan strategi komunikasi yang baik oleh seorang pemimpin. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pembangunan di Kecamatan Duampanua dan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat Kecamatan Duampanua dalam pembangunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif sebagai metode penyelesaian masalah penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumen-dokumen. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang untuk ikut serta dalam pembangunan daerah, strategi komunikasi yang diterapkan oleh aparatur pemerintah Kecamatan Duampanua yaitu Sender (komunikator), Mesagge (pesan), Channel (media), Receiver (komunikan) serta pembangunan tindak lanjut pembangunan secara partisipatif serta faktor yang mempengaruhi komunikasi pembangunan kecamatan secara partisipasi di Kecamatan Duampanua. Adapun tingkat partisipasi masyarakat terhadap pembangunan di Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang, dilakukan dalam bentuk paritispasi fisik dan non fisik. Dalam partisipasi fisik yaitu keterlibatan masyarakat berupa bantuan tenaga dan bantuan materiil. Sedangkan partisipasi non fisik yaitu Pemerintah Kecamatan Duampanua memberikan peluang kepada masyarakat untuk memberikan sumbangsi pemikiran yang baik untuk rencana pembangunan Kecamatan Duampanua. Kata Kunci : Strategi komunikasi, Pemerintah Kecamatan, Partisipasi Masyarakat, Pembangunan.
SEMIOTIKA SIMBOL KOMUNIKASI NON VERBAL JAMAAH AN-NADZIR DALAM MENYEBARLUASKAN IDEOLOGI ISLAM DI KABUPATEN GOWA Juliadi Juliadi; Hafied Cangara; Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6482

Abstract

ABSTRACTAn-Nadzir congregation is an Islamic community based in Gowa District. An-Nadzir's da'wah method is based on the action of examples and symbols. Their symbols include; Symbols of clothing, symbols of worship movements and symbols of society. This research is intended to know, analyze, and explain the meaning of symbols of An-Nadzir and methods of da'wah An-Nadzir. This research use desciptive qualitative approach. Data collection is done through observation and in-depth interviews with the leadership and members of An-Nadzir. The data were analyzed by using semiotic analysis to study the meaning of An-Nadzir symbols through Roland Barthes meaning analysis model, meaning denotation, connotation, myth and ideology. The results show that the symbols of An-Nadzir contain philosophical, cultural and sociological meaning based on the sunnah of Prophet SAW. An-Nadzir clothing symbols range; cloak, turban, beard and long hair that colored. Symbols of worship movement and symbol of the way of society which is contained in the concept of exemplary action. Hopefully, with this research will be known the form of missionary movement of An-Nadzir through symbols and meanings contained in it. Keywords: semiotics, An-Nadzir symbols, meaning ABSTRAK Jamaah An-Nadzir merupakan komunitas Islam yang bermarkas di Kabupaten Gowa. Metode dakwah An-Nadzir berbasis pada aksi keteladan dan simbol-simbol. Simbol mereka meliputi; simbol pakaian, simbol gerakan ibadah dan simbol cara masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menjelaskan makna simbol-simbol An-Nadzir dan metode dakwah An-Nadzir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pimpinan dan anggota An-Nadzir. Data dianalisis dengan menggunakan analisis semiotika untuk mengkaji makna simbol-simbol An-Nadzir melalui model analisis makna Roland Barthes makna tanda denotasi, konotasi, mitos dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol An-Nadzir mengandung makna filosofis, budaya dan sosiologis yang berbasis pada sunnah-sunnah Nabi SAW. Simbol pakaian An-Nadzir meliputi; jubah, surban, janggut dan rambut panjang yang dipirang. Simbol gerakan ibadah dan simbol cara bermasyarakat yang tertuang dalam konsep aksi keteladanan. Diharapkan, dengan penelitian ini akan diketahui bentuk gerakan dakwah An-Nadzir melalui simbol serta makna yang terkandung di dalamnya.
SINJAI TV PROTOTIPE TELEVISI DAERAH DALAM PENYEBARAN INFORMASI BERITA POLITIK DIKABUPATEN SINJAI Haryadi Jufri
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6964

Abstract

Tayangan berita yang disajikan oleh stasiun televisi terkadang bernuansa politis dan dihadapkan pada banyak kendala dalam menjaga independensi editorialnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyebaran berita politik di Sinjai TV dan mengkategorisasi (1) penyajian berita politik redaksi Sinjai TV (2) posisi Sinjai TV dalam pertarungan kekuatan politik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sinjai, LPPL Sinjai TV dengan penentuan informan terdiri dari Pemerintah Kabupaten Sinjai, Redaksi Sinjai TV, diantara beberapa informan adalah Masyarakat Kelurahan Balang Nipa dan Masyarakat Kelurahan Biringere. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer atau data utama berupa hasil wawancara dengan informan dan data sekunder atau data pendukung berupa buku, disertasi, tesis, jurnal, artikel, dan internet. Informan terdiri atas enam belas orang. Data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara dengan para informan. Data analisis menggunakan beberapa teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahwa kebijakan redaksi Sinjai TV dalam proses penyajian berita politik lokal ditemukan adanya ketidak obyetifan informasi, dimana kebijakan redaksi dalam penyajian berita politik menggunakan jalur hirarki dalam menentukan keputusan penayangan berita dari penentu kebijakan, (2) posisi media Sinjai TV dalam pertarungan kekuatan politik terdapat kecendrungan berpihak kepada Pemerintah Daerah dalam mengankat popularitas melalui berita politik yang disiarkan. Kata kunci : sinjai tv, kebijakan redaksi, penyebaran berita politik

Filter by Year

2011 2023


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue