cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DALAM PROGRAM PRAKTEK LAPANGAN II MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA STKIP KIE RAHA TERNATE Usman, Asyhari A; Maruf, Maruf
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 1, No 2 (2013): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian survey yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. dimana data yang diinginkan adalah kemampuan mahasiswa PPL dalam melaksanakan kegiatan baik dikelas, maupun dilingkungan sekolah. Data tersebut adalah: kemampuan mahasiswa peserta program praktek lapangan II program studi pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate dalam (i) merencanakan pembelajaran di kelas dan (ii) melaksanakan pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dan data penelitian diperoleh dari panitia PPL II STKIP Kie Raha Ternate tahun 2013, guru pamong, pembimbing PPL, mahasiswa PPL II program studi pendidikan Fisika dan peserta didik pada sekolah tempat mahasiswa melaksanakan PPL II. Fokus dalam penelitian ini adalah mahasiswa PPL II Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate tahun 2013. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar observasi, lembar pengamatan angket, pedoman Focus Group Discassion (FGD), dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kemampuan mahasiswa PPL II program studi pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate dalam: (1) membuat Rencana Program Pembelajaran (RPP) secara rata-rata baik, tetapi ada bagian tertentu yang cukup baik,(2) melaksanakan kegiatan pembelajaran, baik itu kegiatan awal pembelajaran yang meliputi kegiatan apersepsi dan pemberian motivasi, kegiatan inti yang meliputi, penyampaian materi, pemanfaatan metode pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran yang meliputi pemanfaatan variasi media pembelajaran, bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan peserta didik, penguasaan materi, evaluasi yang dilaksanakan, dan kegiatan akhir yang meliputi penyajian kesimpulan materi, dan pemberian tugas memerlukan penguatan dan latihan. Kata kunci: Kemampuan Membuat RPP, dan Melaksanakan Pembelajaran.This research survey is qualitative and quantitative. where the desired data is the ability to perform activities of PPL student both in class, and the school environment. The data are: the ability of students participating in the program II fieldwork education courses Physics STKIP Kie Raha Ternate in (i) plan learning in class and (ii) implement the learning in the classroom. This study uses a survey approach and the data obtained from the research committee of PPL II STKIP Kie Raha Ternate in 2013, teacher tutors, mentors PPL, PPL student II Physics education courses and learners in schools where students carry PPL II. The focus of this research is the student PPL II Physics Education Study Program STKIP Kie Raha Ternate in 2013. The instrument used in this study was the observation sheet, observation sheets questionnaires, guidelines Discassion Focus Group Discussion (FGD), and documentation. Data were analyzed with descriptive analysis of quantitative and qualitative. The analysis showed that the ability of students PPL II Physical education courses STKIP Kie Raha Ternate in: (1) create a Learning Program Plan (RPP) is a good average, but there are certain parts which is quite good, (2) implementing learning activities, both the initial activities include learning and motivation apersepsi activities, which include the core activities, the delivery of content, the use of learning methods, including the use of instructional media utilization of instructional media variations, assistance to students with learning difficulties, the answer to the question posed learners , mastery of the material, the evaluation conducted, and weekend activities that include the presentation of the material conclusions, and administration tasks require reinforcement and practice.Keywords: Ability to Make Draft, and Implement Learning.
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair And Share Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 5 Makassar Mardiyah, Syarifa
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 5, No 1 (2017): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah peningkatan hasil belajar IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dan setiap siklus disajikan dua kali pertemuan. Setiap siklus melalui 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi. Fokus penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share dan hasil belajar peserta didik. Dalam kegiatan pelaksanaan ini, peneliti bertindak sebagai  guru yang mengajar mata pelajaran IPA di kelas VIII dan  bertindak sebagai fasilitator serta memberikan petunjuk kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap siklusnya dimana dalam setiap siklus hasil belajar IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share  mengalami peningkatan yaitu siklus I berada pada kategori Cukup (C) dan pada siklus hasil belajar peserta didik berada pada kategori sangat baik (SB). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share  dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Makassar. Kata kunci: Hasil Belajar, Think Pair and Share, Peserta DidikThe problem of this research is How the learning outcome IPA through cooperative learning model Think Pair Share learner class VIII SMP Negeri 5 Makassar. This study aims to improve science learning outcomes through the implementation of cooperative learning model TPS in class VIII students of SMP Negeri 5 Makassar. The approach used is qualitative approach and the type of research is a class act that is carried out by two cycles and each cycle presented two meetings. Each cycle through the four phases: planning, implementation phase, observation and reflection stages. The focus of this research is the application of cooperative learning model Think Pair and Share and learning outcomes of students. In this implementation activities, researchers act as teachers of science subjects in class VIII and act as a facilitator and provide guidance to learners who have difficulties in learning. Data collection techniques using observation, testing and documentation. Data analysis techniques used are qualitative and quantitative. The results showed that in each cycle where in each cycle results learn science through cooperative learning model Think Pair and Share have increased that the first cycle in the category Fair (C) and the cycle of learning outcomes of students that are in the very good category (SB) , The conclusion of this study is that the implementation of cooperative learning model Think Pair and Share can improve learning outcomes of students in science subjects students class VIII SMP Negeri 5 Makassar.Key words: Learning Outcomes, Think Pair and Share, Students
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Peserta Didik Kelas VII/I SMP Negeri 1 Sungguminasa Ramdan, Eka Sri; Samad, Abd; Khaeruddin, Khaeruddin
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 3, No 2 (2015): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar fisika peserta didik dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada peserta didik Kelas VII/I SMP Negeri 1 Sungguminasa pada pokok bahasan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII/I dengan jumlah peserta didik 37 orang tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes hasil belajar dan lembar observasi peserta didik pada pokok bahasan pengukuran yang berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus yang terdiri dari empat kegiatan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, Observasi, dan Refleksi. Siklus I maupun siklus II dilaksanakan selama 4 kali pertemuan. Hasil analisis kuantitatif data hasil belajar fisika menunjukkan bahwa jumlah peserta didik yang tuntas belajarnya pada siklus I adalah 11 orang atau 29,73% dan siklus II adalah 27 orang atau 72,97%. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas belajar peserta didik kelas VII/ISMP Negeri 1 Sungguminasa yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan hasil belajar Peserta didik.Kata Kunci : Hasil Belajar Fisika, Aktivitas Belajar, Model Pembelajaran Berbasis MasalahThis research is a class action that aims to determine whether or not the learning outcome physics learners using the Problem Based Learning Model learners Class VII / I SMP Negeri 1 Sungguminasa on the subject of measurement. The population in this study is a class VII / I with a number of students 37 academic year 2014/2015. Data collection techniques using achievement test and observation sheets learners on the subject of measurement in the form of multiple choice. The data obtained were analyzed kuantitatif and qualitative. This study conducted two cycles consisting of four activities, namely: planning, action, observation, and reflection. Cycle I and Cycle II was conducted over 4 meetings. The results of the quantitative analysis of physics learning outcome data indicate that the number of students who completed their study in the first cycle is 11 people or 29.73% and the second cycle is 27 people or 72.97%. The results of the qualitative analysis showed that there is an increase in the activity of learners class VII / I SMP Negeri 1 Sungguminasa significant. Based on these results it can be concluded that learning physics through Problem Based.  Learning Model to improve learning outcomes Learners.Key words: Physics Learning Outcomes, Activities Learning, Problem Based Learning Model.
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DAN PENGAJARAN REMEDIAL DALAM PENDIDIKAN IPA Amrin, Amrin
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 1, No 1 (2013): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Salah satu keadaan subyek didik yang perlu mendapat perhatian guru ialah kesulitan mereka di dalam belajar. Banyak guru yang merasa aman jika skor rata-rata yang dicapai para siswanya  melebihi batas lulus yang ditentukan. Mereka kurang menyadari bahwa sesungguhnya skor rata-rata tidak selalu menggambarkan keberhasilan proses belajar mengajar yang langsung di kelas. Tugas guru tidak hanya sampai pada pencapaian skor rata-rata yang memadai, didik asuhannya dapat berkembang secara optimal menurut irama dan cara yang sesuai. Oleh karena subyek didik memiliki perkembangan yang unik baik dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan, lingkungan, ataupun interaksi antara keduanya, maka di dalam tiap kelas tidak mustahil akan terdapat beberapa subyek didik yang mengalami kesulitan belajar. Kesulitan tersebut hendaknya dideteksi oleh para guru  sedini mungkin agar dapat direncanakan program remedi yang sesuai dan bermanfaat. Kesulitan belajar yang mereka  alami dalam suatu kelas tentu saja bervariasi baik intensitas  maupun  jenis  atau  penyebabnya,  subyek didik yang mengalami  kesulitan  yang  ekstrim  biasanya  tidak  ditemukan  lagi  di  kelas-kelas  biasa  akan  tetapi  sudah  terseleksi  pada  kelas-kelas  awal. Adapun kesulitan-kesulitan  belajar yang sering dihadapi siswa  adalah sebagai berikut: (1) melakukan observasi,  (2)  melakukan klasifikasi, (3)  menggunakan dan memanipulasi angka-angka, (4)  berkomunikasi, (5) melakukan prediksi,  (6) Menarik kesimpulan,  (7)  mengontrol variabel,  (8)  menginterpretasikan data,  (9)  merumuskan hipotesis, dan  (10)  melakukan eksperimen Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Pengajaran Remedial, Pendidikan IPA
Pengaruh Model Pembelajaran Langsung Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Kelas X SMA Handayani Sungguminasa Kabupaten Gowa Multasyam, Multasyam; Yani, Ahmad; Maruf, Maruf
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 4, No 3 (2016): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian Pra Eksprimen yang bertujuan untuk: (1) Mengetahui seberapa besar hasil belajar fisika sebelum diajar dengan model Pembelajaran Langsung. (2) Mengetahi seberapa besar hasil belajar fisika setelah diajar dengan model Pembelajaran Langsung. (3) Mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar fisika setelah diajar dengan model Pembelajaran Langsung. Desain penelitian ini adalah The One Group pretest-posttes Design yang melibatkan dua variabel terdiri dari variabel bebas dan varibel terikat. Variabel terikat yaitu hasil belajar dan variabel bebas yaitu model pembelajaran langsung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar fisika sebanyak 20 item yang berbentuk multiple choise atau pilihan ganda pada pokok bahasan “Gerak Lurus”. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Handayani Sungguminasa pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 27 orang. Hasil penelitian menunjukkan pre test siswa memperoleh skor rata-rata 7,92 sedangkan post test diperoleh skor rata-rata  12,74 dan skor rata-rata uji gain ternormalisasi sebesar 0,40. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas X SMA Handayani Sungguminasa meningkat dalam kategori sedang setelah diterapkan model pembelajaran langsung.Kata Kunci: Penelitian Pra-Eksperimen, Model Pembelajaran Langsung, Uji N-Gain.This type of research is research Pre Experiments aimed at: (1) Knowing how big the learning outcomes taught physics before with Direct Learning model. (2) mengetahi how big the learning outcomes once taught physics by Direct Learning model. (3) Knowing how learning outcome physics after being taught by Direct Learning model. The design of this study is one group pretest-posttes Design involving two variables consisting of independent variables and the dependent variable. The dependent variable is the result of learning and independent variables that direct instructional model. The research instrument used is physics achievement test as many as 20 items in the form of multiple choice multiple choise or on the subject of "Straight Motion". Subjects in this study were students of class X SMA Hand Sungguminasa on odd semester academic year 2015/2016 as many as 27 people. The results showed pre-test students gain an average score of 7.92 while the post-test scores obtained an average score of 12.74 and the average test normalized gain of 0.40. It can be concluded that the results of class X student SMA Hand Sungguminasa increase in the medium category after learning model is applied directly.Key Words: Pre-Experimental Research, Direct Instruction Model, Test N-Gain.
Penerapan Strategi Collaborative Learning Dalam Pembelajaran Fisika Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa Ayuna, Ayuna; Azis, Aisyah; Khaeruddin, Khaeruddin
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 3, No 1 (2015): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan menerapkan Strategi Collaborative Learning, pada ketiga aspek hasil belajar yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Apakah hasil belajar peserta didik Kelas VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa yang diterapkan dengan Strategi Collaborative Learning telah mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah disepakati sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan menggunakan desain One-group post-test dengan melibatkan satu variabel bebas yaitu Strategi Collaborative Learning dan tiga variabel terikat yaitu hasil belajar fisika peserta didik kelas VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa pada aspek kognitif, hasil belajar fisika peserta didik kelas VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa pada aspek afektif, dan  hasil belajar fisika peserta didik VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa pada aspek psikomotorik. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Pra-Eksperimen. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa sebanyak  dengan komposisi 14 orang siswa perempuan  dan 25 orang siswa laki-laki. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa sebanyak 15 kelas dengan jumlah peserta didik 390 orang. Adapun sampel penelitian diambil dengan penunjukkan langsung yaitu kelas VIIH dengan jumlah peserta didik sebanyak 39 orang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Hasil belajar peserta didik kelas VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa, telah memenuhi standar KKM yang telah ditetapkan setelah diajar dengan Strategi Collaborative Leanrning. untuk tes hasil belajar pada aspek afektif menggunakan angket sikap belajar fisika peserta didik yang diolah dengan menggunakan skala likert yang terdiri atas 30 pernyataan dan tes hasil belajar. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar fisika peserta didik kelas VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa yang diajar dengan Strategi Collaborative Learning, baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor, termasuk kategori skor yang cukup tinggi. Dari hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa hasil belajar fisika peserta didik kelas VIIH SMP Negeri 1 Sunnuminasa, telah memenuhi standar KKM yang telah ditetapkan setelah diajar dengan Strategi Collaborative Leraning.Kata kunci:   Penelitian pra eksperimen, Strategi Collaborative Learning dan hasil  belajar  kognitif.This studyaims to determine how big the learning outcomes of students taught physics by applying a Collaborative Learning Strategy, the three aspects of learning outcomes, namely cognitive, affective, and psychomotor. Is the study of students of SMP Negeri 1 Class VIIH Sungguminasa applied to the Collaborative Learning strategy has reached a value of minimum completeness criteria (KKM) which has been agreed in advance. This study is a pre-experimental design using One-group post-test involving one independent variable: Collaborative Learning Strategies and three dependent variable is the result of learning physics class students of SMP Negeri 1 Sungguminasa VIIH on cognitive aspects, the results of the classroom students learn physics VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa the affective aspects, and student learning outcomes physics VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa on psychomotor aspects. This research is a kind of pre-experiment. Research procedures include planning, action, observation and reflection. Subjects in this study were VIIH grade students of SMP Negeri 1 Sungguminasa as to the composition of 14 female students and 25 male students. The population in this study were all VIIH grade students of SMP Negeri 1 Sungguminasa as many as 15 classes with 390 the number of learners. The samples were taken by direct appointment VIIH class is the number of learners as many as 39 people. The hypothesis of this study is the result of learners classroom VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa, KKM has met the standards that have been set after being taught by Collaborative Strategies Leanrning. to test learning outcomes in the affective aspects of learning physics using an attitude questionnaire of learners were processed using a Likert scale consisting of 30 statements and achievement test  Descriptive analysis showed that the average scores of students learning outcomes physics class VIIH SMP Negeri 1 Sungguminasa taught by the Collaborative Learning strategy, both on the cognitive, affective, and psychomotor, including the category of a high enough score. From the results of inferential analysis showed that the learning outcomes VIIH grade physics students of SMP Negeri 1 Sunnuminasa, KKM has met the standards that have been set after being taught by Collaborative Strategies leraning. Keywords: pre-experimental study, the Collaborative Learning strategy and the cognitive learning
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika melalui Pendekatan Scientific pada Peserta Didik Kelas VII/F SMP Negeri 1 Sungguminasa Suaidin, Didin; Khaeruddin, Khaeruddin; Nurlina, Nurlina
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 3, No 3 (2015): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana menerapkan pendekatan scientific untuk meningkatkan hasil belajar fisika pada peserta didik kelas VII/F SMP Negeri 1 Sungguminasa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika dengan pendekatan scientific pada peserta didik kelas VII/F SMP Negeri 1 Sungguminasa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dan pemberian tes pada pertemuan ke empat. Prosedur penelitian meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, Observasi, dan Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah  peserta didik kelas VII/F SMP Negeri 1 Sungguminasa sebanyak 40 orang. Pengumpulan data hasil belajar dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan tes akhir belajar pada akhir siklus I dan akhir siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah peserta didik yang tuntas belajarnya pada siklus I adalah 9 orang atau 22,50% dan siklus II adalah 32 orang atau 80,00%. Sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik pada siklus I adalah 58,25 terdapat pada kategori sedang, dan nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik pada siklus II adalah 74,87 terdapat pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar fisika peserta didik kelas VII/F SMP Negeri 1 Sungguminasa melalui pendekatan scientific mengalami peningkatan.Kata Kunci: Hasil Belajar Fisika, Pendekatan Scientific, Penelitian Tindakan Kelas.The main problem in this research is how to apply a scientific approach to improve learning outcomes physics students class at VII/F SMP Negeri 1 Sungguminasa. This study aims to improve the learning outcomes of physics with a scientific approach the students class at VII/F SMP Negeri 1 Sungguminasa. This is Classroom Action Research consisting of two cycles in which each cycle of meetings held three times and giving a test on the fourth meeting. Research procedures include: planning, action, Observation, and reflection. Subjects in this study were students class at VII/F SMP Negeri 1 Sungguminasa many as 40 people. Date collection was done using the results of study observation sheet and the final test of learning at the end of the first cycle and the end of the second cycle. The results showed that the number of learners who pass on their study of the first  cycle 9 or 22.50% and the second cycle is 32 or 80, 00%. The average value obtained by students in the first cycle was 58, 25 contained in the medium category, and the average value obtained by the students in the second cycle was 74.87 contained in the high category. Based on these results above, it can be concluded that the results of learning physics students class at VII/F SMP Negeri 1 Sungguminasa through a scientific approach increased. Key words: Learning Outcomes Physics, Scientific Approach, Classroom Action Research.
Penerapan Metode Pembelajaran Edutainment (Education Entertainment) Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Peserta Didik Kelas X.6 SMA Negeri 16 Makassar Tajuddin, Sasmita
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 2, No 1 (2014): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain one-shot case study yang bertujuan: 1. Untuk mengetahui besarnya pencapaian hasil belajar Fisika peserta didik pada kelas X.6 SMA Negeri 16 Makassar Tahun Ajaran 2013/2014 setelah diajar melalui metode pembelajaran Edutainment. 2. Untuk mengetahui hasil belajar fisika kelas X.6 SMA Negeri 16 Makassar Tahun Ajaran 2013/2014 memenuhi standar KKM setelah diajar melalui metode pembelajaran Edutainment. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X.6 SMA Negeri 16 Makassar yang terdiri dari 9 kelas, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah X.6 yang diperoleh dari acak kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar yang terdiri dari 30 item dalam bentuk pilihan ganda yang telah divalidasi oleh dua orang validator, dan diuji coba pada kelas X.9 untuk mengetahui validitas tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Dari analisis deskriptif hasil belajar Fisika peserta didik kelas X.6 SMA Negeri 16 Makassar setelah diajar dengan menggunakan metode pembelajaran Edutainment diperoleh nilai rata-rata sebesar 78,50 yang berarti berada pada kategori tinggi. Sedangkan analisis inferensial menunjukkan bahwa hasil belajar Fisika peserta didik kelas X.6 SMA Negeri 16 Makassar Tahun Ajaran 2013/2014 telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan.Kata kunci: Hasil Belajar, Metode Pembelajaran EdutainmentThis research is a pre-experimental design with one-shot case study aims: 1. To determine the learning achievement of students in the physics class SMA Negeri 16 Makassar X.6 Academic Year 2013/2014 after being taught through learning methods Edutainment. 2. To determine the results of learning physics class SMA Negeri 16 Makassar X.6 Academic Year 2013/2014 meets the standards KKM after being taught through learning methods Edutainment. Subjects in this study population was all students X.6 class SMA Negeri 16 Makassar consisting of nine classes, while samples in this study were obtained from a random X.6 class. The data collection technique used is the achievement test consisting of 30 multiple choice items that have been validated by two validators, and tested in the classroom X.9 to determine the validity of the test. Data were analyzed using descriptive and inferential analysis techniques. From the descriptive analysis of learning outcomes learners Physics X.6 class SMA Negeri 16 Makassar after being taught by using learning methods Edutainment obtained an average value of 78.50, which means at the high category. While inferential analysis showed that the learning outcomes of learners Physics X.6 class SMA Negeri 16 Makassar Academic Year 2013/2014 has met the minimum completeness criteria that have been set.Keywords: Learning Outcomes, Edutainment Learning Methods
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Melalui Pemberian Tugas Terstruktur Disertai Umpan Balik pada Model Pembelajaran Langsung Peserta Didik Kelas VIIA SMP Negeri 1 Bontonompo Kabupaten Gowa Jumiatun, Jumiatun; Samad, Abd; Maruf, Maruf
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 4, No 2 (2016): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui upaya pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIIA SMP Negeri 1 Bontonompo. Subyek dari penelitian ini adalah 28 orang. Tindakan penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Tindakan siklus I meliputi plan (perencanaan), action (tindakan), observation (observasi), dan reflection (refleksi). Tindakan siklus II merupakan tindak lanjut dan modifikasi dari siklus I. Kriteria keberhasilan adalah penguasaan konsep mencapai KKM  yang ditetapkan yakni 70 secara individual dan 72% secara klasikal. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar diakhir masing-masing siklus. Hasil penelitian dideskripsikan berdasarkan perolehan data penguasaan konsep berupa nilai hasil belajar setiap siklus. Nilai rata-rata penguasaan konsep meningkat dari 61,25 pada siklus I menjadi 75,71 pada siklus II dengan kata lain belum tuntas KKM pada siklus I menjadi tuntas KKM pada siklus II. Kesimpulan penelitian adalah upaya pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik pada model pembelajaran langsung dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran fisika peserta didik kelas VIIA SMP Negeri Negeri 1 Bontonompo. Kata kunci : Penelitian tindakan kelas, tugas terstruktur, umpan balik, hasil belajarThis research is classroom action research to know application of giving task assignment structurally with feedback on direct learning to improve learning results of students class VIIA SMP Negeri 1 Bontonompo. The subject of this research is 28 students. Action research conducted in two cycles. Action to cycle I are plan, action, observation, and reflection. Action to cycle II is a follow-up and modification of cycle I. Success criteria is the concept of achieving mastery KKM set is 70 individually and 72% classically.  The results was obtained by giving final test in the end of every cycle. The results are described based on obtaining data by  concept of achieving mastery that is result value study in every cycle. The average value of the concept of mastery increased from 6,25 in cycle I  to 75,71 in cycle II with other words, the cycle I is not complete KKM to complete in cycle II. Research’s conclusions are application of giving task assignment structurally with feedback on direct learning can enhance learning results in physics studying of  students class VIIA SMP Negeri 1 Bontonompo Key words: Classroom action research, giving assignment structurally, feed back, learning results
Penerapan Pembelajaran Partisipatif Metode True-False Dalam Pembelajaran Fisika Pada Siswa Kelas VIIB SMP Negeri 17 Bulukumba Taufik, Rahmat; Hustim, Rahmini; Nurlina, Nurlina
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 2, No 3 (2014): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian Pra-Eksperimen yang bertujuan untuk: Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VII B SMP Negeri 17 telah mencapai Kriteria Ketuntasan Klasikal yaitu 75% setelah diterapkan pembelajaran partisipatif metode true-false. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII B SMP Negeri 17 Bulukumba tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 114 siswa dengan sampel sebanyak 29 siswa yang ditentukan melaui Simple  Random Sampling (pengacakan kelas). Desain penelitian yang digunakan adalah One-Shot Case Study. Hipotesis penelitian hasil belajar fisika siswa kelas VII B SMP Negeri 17 Bulukumba setelah diterapkan pembelajaran partisipatif metode true-false telah  mencapai standar ketuntasan klasikal yaitu 75% . Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar fisika sebanyak 21 nomer dalam bentuk pernyataan benar/salah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan pengujian hipotesis. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor rata- rata hasil belajar fisika siswa setelah diajar dengan model pembelajaran partisipatif metode true-false sebesar 74,20 dan standar deviasinya 3,71. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas VII B  SMP Negeri 17 Bulukumba setelah diterapkan pembelajaran partisipatif metode true-false  telah mencapai standar ketuntasan klasikal yaitu 75%.Kata Kunci: Penelitian Pra-Eksperimen, Pembelajaran partisipatif metode true-false.This research is a pre-experiment that aims to: To know the learning outcomes of students of class VII B SMP Negeri 17 have reached Mastery classical criteria, namely 75% after application of participatory learning methods true-false. Subjects in this study population was all students of class VII B SMP Negeri 17 Bulukumba the academic year 2013/2014 as many as 114 students with a sample of 29 students were determined through simple random sampling (random class). The study design used is the One-Shot Case Study. The study hypothesis learning outcomes physics class VII B SMP Negeri 17 Bulukumba after application of participatory learning methods have reached a true-false standard classical completeness is 75%. The research instrument used was a test result of studying physics as much as 21 numbers in the form of the statement is true / false. Data analysis techniques used in this research is descriptive statistics and hypothesis testing. Descriptive analysis showed that the average of the results of studying physics students after being taught by the model of participatory learning methods true-false of 74.20 and a standard deviation of 3.71. Hypothesis testing results show that the learning outcomes of students of class VII B SMP Negeri 17 Bulukumba after application of participatory learning methods have reached a true-false standard classical completeness is 75%.Keywords: Pre-Experimental Research, Participatory learning methods true-false

Page 7 of 14 | Total Record : 131