cover
Contact Name
Arief Rakhman Affandi
Contact Email
arieftmin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
adminjiphp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian
ISSN : 2581088X     EISSN : 2581110X     DOI : -
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian is a scientific journal that published in PGRI Semarang University. The Scope of reasearch articles are some topics that related with : 1.Food Microbiology 2.Food Biochemistry 3.Food Chemical, 4.Food Engineering, 5.Food waste industry Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian will be published 2 (two) volumes in a year on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 9 Documents clear
KUALITAS SELAI LEMBARAN DENGAN KOMBINASI EKSTRAK ALBEDO SEMANGKA (Citrullus lanatus) DAN DAGING BUAH MELON MERAH (Cucumis melo L.) KULTIVAR SAKATA Ady Prasetyo, Benediktus Bagas
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i1.6237

Abstract

Albedo semangka (Citrullus lanatus) merupakan bagian mesokarp atau bagian daging putih dari semangka yang kurang banyak dimanfaatkan penggunaannya dalam bahan pangan. Kandungan dalam albedo semangka terbesar adalah pektin. Pektin merupakan jenis serat pangan larut air yang berperan dalam pembentukan gel pada bahan pangan. Salah satu produk olahan yang membutuhkan pektin sebagai agen pengental adalah selai lembaran. Selai lembaran ekstrak albedo semangka menghasilkan warna yang kurang menarik, sehingga dikombinasikan dengan daging buah melon merah yang memiliki kenampakan warna kuning orange dan kandungan vitamin C yang bermanfaat bagi tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh kombinasi ekstraki albedo semangka dan daging buah melon merah terhadap kualitas kimia, fisik, mikrobiologi dan organoleptik selai lembaran serta menentukan kombinasi terbaik dari selai lembaran yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak albedo semangka dan daging buah melon merah memberi pengaruh beda nyata terhadap kualitas selai lembaran meliputi kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, kadar serat larut, kadar pektin, total padatan terlarut, total asam tertitrasi, kadar vitamin C, dan tekstur, namun tidak memberi pengaruh beda nyata terhadap warna selai dan parameter mikrobiologi yang meliputi angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir. Produk selai lembaran kombinasi ekstrak albedo semangka dan daging buah melon merah menghasilkan kualitas selai lembaran terbaik adalah dengan perbandingan 50 : 50 dengan karakteristik kimia meliputi kadar air 7,13 %, abu 1,30 %, serat kasar 1,84 %, serat larut 3,33 %, pektin 1,15 %, total padatan terlarut 68,24 %, total asam tertitrasi 0,37 %, vitamin C 18,63 mg/100mg, karakteristik fisik meliputi tekstur 546,33 g dan dihasilkan selai lembaran berwarna kuning oranye. Karakteristik mikrobiologi meliputi ALT sebesar 1,46 log CFU/g dan kapang khamir sebesar 0,00 log CFU/g, serta rata–rata tingkat kesukaan panelis sebesar 3,12 dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia. 
Effect of Binder Types and Its Concentrations on Sausage Formulations from Asian Green Mussel and Tempeh Flour Anugerah Dany Priyanto; Sri Djajati
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i1.5895

Abstract

Asian green mussels are fishery products found in both traditional and modern markets, but the characteristics of fresh products are rapidly decreasing in physical and chemical quality. Processed product is one option to extend the shelf life and one of product is made into sausage due to its heating process can kill microorganisms. The purpose of this study is to improve consistency of texture that will affect organoleptic characteristics by adding variations of hydrocolloid types with different concentrations. The Completely Randomized Design (CRD) was used as the design of experiment with hydrocolloid type variables, such as alginate, carrageenan, and CMC with 3 variations of concentrations specifically 1%, 2%, and 3%. The results of this study had a significant influence on the physical and chemical properties of sausages (P <0.05). Sausage from Asian green mussels and tempeh flour with the addition of 2% CMC was chosen as the best formulation because it has the highest level of preference from sensory evaluation. Some physical properties of these sausages include texture 120.11 ± 16.5 mm/g.s, water holding capacity (WHC) 52.43 ± 0.04%, and emulsion stability 73.23 ± 0.37%. In addition, the chemical characteristics of this sausage are water content of 52.50 ± 0.09%, ash content of 2.49 ± 0.26%, protein content of 19.94 ± 0.35%, and fat content of 12.72 ± 0.56%. Hopefully, the development of this product can be one of the strategies in utilizing Asian green mussels in extending their shelf life. 
POTENSI TEH HERBAL RAMBUT JAGUNG (Zea mays L.) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN: KAJIAN PUSTAKA Syawal, Achmad Nur; Laeliocattleya, Rosalina Ariesta
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i1.4056

Abstract

Rambut jagung merupakan sekumpulan kepala putik yang berasal dari bunga betina tanaman jagung, berbentuk seperti benang maupun rambut yang berwarna kekuningan. Fungsi dari rambut jagung adalah untuk menjebak serbuk sari pada saat penyerbukan. Rambut jagung memiliki senyawa bioaktif yang dapat bertindak sebagai antioksidan apabila dikonsumsi. Manfaat tersebut dapat diperoleh melalui produk olahan rambut jagung, salah satunya adalah teh herbal dari rambut jagung. Teh herbal merupakan minuman yang berasal dari bahan alami yang bermanfaat bagi tubuh. Teh herbal biasanya dibuat dari rempah-rempah atau bagian dari tanaman dan dikonsumsi dalam bentuk teh yaitu seduhan bagian tanaman yang direbus atau diseduh dengan air mendidih.
KARAKTERISTIK SENSORI DAN ANALISIS MIKROBA TEMPE SEGAR BERANEKA RASA Cempaka, Laras; Widyana, Mitha Anggraeni; Astuti, Rizki Maryam
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i1.4633

Abstract

Tempe merupakan produk fermentasi yang umumnya terbuat dari kacang kedelai. Formulasi terhadap bahan baku dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai fungsional dan mutu sensorinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dominan dan analisis mikroba pada tempe dengan bahan baku yang divariasikan. Pada penelitian ini menggunakan empat jenis tempe, yaitu tempe kedelai kuning (154), tempe dengan campuran kacang kedelai kuning, kacang kedelai hitam, kacang koro, kacang hijau (581), tempe kedelai kuning dengan penambahan kayu manis (943), dan tempe dengan campuran kacang kedelai kuning, kacang kedelai hitam, kacang koro, keju Gouda (489). Analisis karakteristik sensori dilakukan dengan metode Projective Mapping. Seluruh sampel diuji terhadap 75 orang panelis tidak terlatih. Principal Component Analysis dan WordItOut digunakan untuk mendapatkan konfigurasi posisi dan karakteristik dominan tempe. Analisis koliform menggunakan metode Most Probable Number. Jumlah mikroba pada tempe dianalisis dengan metode Angka Lempeng Total. Hasil analisis biplot menunjukkan bahwa 154 dan 943 berada pada satu kuadran, sedangkan 581 berada pada kuadran yang sama dengan 489. Karakteristik dominan pada tempe 154 adalah aroma tempe segar, warna putih kekuningan, rasa hambar, tekstur padat, pada tempe 581 aroma asam, warna putih kehijauan, rasa asam, tekstur padat, pada 943 aroma kacang-kacangan, warna putih kehijauan, rasa hambar, tekstur padat dan pada tempe 489 adalah aroma asam, warna putih kehijauan, rasa asam, tekstur padat. Seluruh sampel tempe tidak mengandung mikroba koliform. Seluruh sampel menunjukkan jumlah mikroba yang tinggi kemungkinan karena tingginya pertumbuhan kapang dan bakteri probiotik.
Atribut Produk yang Dipertimbangkan dalam Pembelian Olahan Sagu di Kota Palopo hasbi, andi rizkiyah; Sari, Harmita
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i1.4946

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah ditemukannya informasi ilmiah mengenai keputusan pembelian produk olah sagu dengan memperhatikan beberapa atribut yang melekat pada produk olahan sagu tersebut. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian survei, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan kuesioner yang digunakan sebagai alat bantu dalam  pengumpulkan data. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Palopo. Pengambilan sampel dilakukan di tiga tempat merupakan daerah pemasaran produk olahan sagu yang dinilai cukup menjangkau responden, yaitu Pusat Oleh oleh, Pusat Niaga Palopo dan Toko Baru. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis multiatribut Fishbein Untuk mengetahui atribut apakah yang dominan dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian olahan sagu di kota Palopo. Hasil penelitian ini atribut yang paling dipertimbangkan dalam pembelian olahan sagu di Kota Palopo yaitu pertimbangan utama sampai terakhir oleh konsumen pada saat membeli produk olahan sagu adalah dimulai dari faktor harga, kedua faktor merek, ketiga faktor rasa, Ketiga kemudahan memperoleh, keempat tempat dan faktor kemasan menjadi faktor terakhir dalam penelitian ini.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN KONSENTRASI EKSTRAK BUNGA TAPAK DARA TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK KEFIR Gurusmatika, Sellen
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i1.6062

Abstract

Tanaman tapak dara diketahui memiliki khasiat kesehatan, karena mengandung beberapa senyawa fenolik dan volatil. Saat ini, pengembangan produk pangan fungsional masih menjadi tren di bidang teknologi pangan. Salah satu produk minuman yang dikenal efek kesehatannya yaitu minuman fermentasi kefir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak tapak dara pada kefir terhadap karakteristik kimia, mikrobiologi dan aktivitas antioksidan. Konsentrasi penambahan ekstrak tapak dara yaitu 0; 3%; 6%; dan 12%, serta lama penyimpanan yaitu 0; 7 hari; dan 14 hari diamati agar diperoleh karakteristik kefir tapak dara terbaik. Hasil penelitian diperoleh analisis kadar abu, total padatan, kadar protein dan kadar lemak dari semua sampel kefir menunjukkan nilai gizi yang sesuai dalam standar Codex nomor 243-2013  Susu fermentasi berperisai. Karakteristik mikrobiologi dari kefir tidak berpengaruh terhadap penambahan tapak dara namun berpengaruh pada lama penyimpanan. Sedangkan aktivitas antioksidan yang diuji dengan metode DPPH menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan semakin meningkat dengan semakin bertambah besar konsentrasi ekstrak tapak dara yang di tambahkan. Karakteristik dari sampel kefir dengan penambahan ekstrak tapak dara 12% dan penyimpanan selama 7 hari mengandung kadar abu 6,90%, total padatan 11,12%, kadar protein 4,70%, kadar lemak 4,52%, total BAL 9,07 log cfu/ml, total khamir 6,71 log  cfu/ml, total asam 0,59%, kadar alkohol 0,51% dan aktivitas antioksidan 77,9%.
Effects of Addition of Skipjack Meat to Water Levels, Protein Levels and Ash Levels of Floss Sweet Corn mutia, khairun
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i1.5661

Abstract

The aim of this study was to determine the concentration of tuna fish that can produce shredded which has good quality. The method used in this study was a completely randomized design (RAL) with 3 treatments and 3 replications. The treatments in this study were A1 (375 g of skipjack meat) A2 (250 g of skipjack meat) and A3 (125 g of skipjack meat). The results of this study resulted that A3 treatment with a concentration of 125 g of skipjack fish meat provided good quality fish with a water content of 7,17%, ash content of 2,72% and protein content of 33,22%.
Skrinning Fitokimia Pandanus julianetii Sebagai Sumber Pangan Fungsional Lokal Papua Condro, Novita
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i1.6182

Abstract

Pandanus julianetii or the local name is tuke, also called kelapa hutan is a commodity plant in the Papua Mountain area and has long been used by local people as food. This aims to identify bioactive compounds through phytochemical screening in extraction to find out and study the potential of Pandanus julianetii as a local functional food of Papua. Raw Pandanus julianetii was obtained from Yahukimo District. Pandanus julianetii used three treatments namely raw, burned, and smoked. Furthermore, the stages of sample preparation are made into powder and extracted. Phytochemical screening analysis includes alkaloid, flavanoid,and tannin tests. Phytochemical screening resulted showed that Pandanus julianetii contains flavonoids, alkaloids, saponins and tannins which are bioactive components and have functional properties.
Pemanfaatan Ubi Jalar (Ipomoea Babatas, L.) Menjadi Sirup Glukosa Dengan Metode Hidrolisis Asam Shitophyta, Lukhi Mulia
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i1.5867

Abstract

Sweet potato (Ipomea Babatas, L.) is a tuber plant that contains carbohydrates, calcium, and starch. Besides being consumed as food, sweet potato can be used as a raw material for making glucose syrup. The study aimed to investigate the effect of hydrolysis time and HCl volume on glucose production. The starch was extracted from sweet potatoes then deposited for an hour. The glucose syrup production was carried out by acid hydrolysis method at 100°C. The results showed that the highest glucose content of 62.76% was obtained at 30 minutes hydrolysis time and 15 ml HCl volume. The smallest glucose content is obtained at the longest hydrolysis time. The greater the volume of HCl, the smaller the glucose content.

Page 1 of 1 | Total Record : 9