cover
Contact Name
David Setiawan
Contact Email
dsetia@unilak.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dsetia@unilak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknik
ISSN : 18584217     EISSN : 2622710X     DOI : -
Core Subject : Art, Engineering,
Jurnal Teknik has an area of expertise consisting of : 1. Civil Engineering such as Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering and Ocean Engineering. 2. Electronical Engineering such as Electrical Engineering Materials, Electric Power Generation, Transmission and Distribution, Power Electronics, Power Quality, Power Economic, FACTS, Renewable Energy, Electric Traction, Electromagnetic Compatibility, High Voltage Insulation Technologies, High Voltage Apparatuses, Lightning Detection and Protection, Power System Analysis, SCADA, Electrical Measurements. 3. Architectural such as Indonesian Architectural Design, Housing and Urban Design and Development, Vernacular Architecture, Islamic Architecture, Architectural Science & Technology, Interdisciplinary Architecture, and other Indonesian Architecture discourses.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
Prediksi Kerusakan Model Jembatan Pelengkung dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Widya Apriani; Hendri Rahmat
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 1 (2021): Edisi April 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.6893

Abstract

Bencana akibat keruntuhan struktur jembatan yang tidak bisa diprediksi sebelumnya membutuhkan biaya rehabilitasi yang sangat besar. Hal ini diakibatkan oleh penurunan kemampuan atau kerusakan tidak dapat diidentifikasi lebih awal (peringatan dini). Sulitnya untuk memprediksi langsung kondisi struktur jembatan disebabkan oleh eterbatasan alat uji dan kondisi lingkungan pengujian. Pemantauan Kesehatan Struktural Structural Health Monitoring) merupakan usaha mengidentifikasi kerusakan meliputi penentuan kejadian, lokasi dan tingkat keparahan dari setiap kerusakan. Hal ini sangat penting dikaji karena struktur jembatan perlu dimonitor sebelum kegagalan bencana terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi struktur jembatan akibat beban dinamis jembatan sehingga dapat digunakan untuk perencanaan pemeliharaan struktur yang rasional dan ekonomis. Kajian berpusat pada berbagai beban dinamis dari analisis jembatan Pelengkung Baja. Pendekatan deteksi kerusakan dilakukan berdasarkan Jaringan Saraf Tiruan (JST) dengan bantuan program komputer MATLAB. JST ini merupakan cabang ilmu kecerdasan buatan (Artificial Inteligence) yang berkerja berdasarkan sistem kerja otak manusia. Dalam penelitian ini, metode JST memerlukan statistic respons dinamis struktural sebagai indeks kerusakan untuk Pemantauan Kesehatan Struktur (SHM) sehingga dapat memprediksi kondisi kesehatan struktur jembatan secara cepat. Selanjutnya dilakukan verifikasi dengan menggunakan progam metode elemen hingga (SAP 2000). Analisis dilakukan untuk memperkirakan penilaian kondisi struktur jembatan meliputi lokasi kerusakan dan tingkat kerusakan yang mengacu pada pedoman penentuan nilai kapasitas jembatan. Diharapkan penelitian ini juga dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pihak yang terkait dengan inspeksi jembatan dalam memberikan penilaian yang tepat untuk pemeliharaan, perbaikan dan peningkatan fungsi jembatan.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN DEPO CONTAINER PT. PELINDO I - DUMAI Fadrizal Lubis; Winayati
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 1 (2021): Edisi April 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i1.6895

Abstract

Pelayanan angkutan kontainer (peti kemas) merupakan pelayanan jasa angkutan barang utama dalam proses eksport dan import. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan kawasan proses export, imprort dan melayani jasa angkutan kontainer adalah PT.Pelindo I Cabang Dumai. Penelitian ini bertujuan merencanakan tebal struktur perkerasan lahan penumpukan depo kontainer agar memberikan sumbangan pemikiran tentang perencanaan tebal perkerasan yang digunakan dalam pembuatan depo kontainer di PT. Pelindo I Cabang Dumai. Perencanaan perkerasan menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement) yang terdiri dari plat beton semen terletak di atas tanah dasar langsung atau di atas lapisan granuler (sub base) dan berada di atas tanah dasar (subgrade), Perhitungan perencanaan tebal perkerasan kaku (rigit pavement) menggunakan metoda NAASRA(National Association Australian State Road Authorities). Dari hasil perencanaan tebal perkerasan yang dilakukan diperoleh hasil berikut : Lapis pondasi beton dengan tebal 100mm, untuk pelat beton dipakai mutu beton K350 kg/cm2, setara f”c 35 MPa . Dengan tebal pelat 250mm, Tulangan memanjang , tulangan melintang digunakan . Dowel untuk tebal pelat 220-250 mm digunakan dowel dengan ketentuan Ukuran Jarak Ruji (mm) , panjang L = 450mm, Jarak S = 300mm, Tie bar (batang pengikat) , P = 688 mm, L= 750 mm.
Sifat Fisik Paving Block Komposit sebagai Lapis Perkerasan Bebas Genangan Air (Permeable Pavement) Elsyani Eka Putri; Ismeddiyanto; Reni Suryanita
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2557

Abstract

ABSTRAK Peningkatan pembangunan menyebabkan semakin berkurangnya daerah resapan air. Hal ini dapat mengganggu sistem hidrologi dan menyebabkan banjir ketika musim hujan. Alternatif untuk mengatasi masalah tersebut digunakan suatu inovasi paving block komposit yang merupakan perpaduan antara paving block dan beton porous. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan beton porous terhadap sifat fisik paving block komposit yaitu densitas, absorbsi dan laju infiltrasi. Paving block komposit dirancang memiliki kemampuan meloloskan air dan mutu yang baik. Paving block komposit diisi dengan beton porous dengan variasi diameter 1 ½”, 2”, 2 ½” dan 3”. Paving block komposit yang digunakan berbentuk segi enam, dengan ukuran sisi 100 mm dan tebal 80 mm. Nilai FAS dari campuran paving block dan beton porous adalah 0,4 dan 0,3 sedangkan perbandingan semen dan agregat adalah 1 : 3. Hasil penelitian menunjukkan semakin bertambahnya persentase beton porous pada paving block semakin rendah nilai densitas dan absorbsi. Disisi lain, paving block komposit yang memiliki kuat tekan tertinggi memiliki laju infiltrasi terendah. Nilai optimum laju infiltrasi paving block komposit sebesar 2,78 mm/s dengan kuat tekan 20,8 MPa. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa inovasi paving block komposit dapat dijadikan sebagai lapis perkerasan yang memiliki kemampuan meloloskan air (permeable pavement). Kata Kunci: absorbsi, densitas, laju infiltrasi, paving block komposit ABSTRACT The development in construction has led to the reduction of water catchment area. This situation could disrupt the hydrological system and caused floods during rainy season. An alternative to overcome this this issue is the use of paving block composite; which isthe combination of concrete paving block and porous concrete. This research aims to study effect of the addition of porous concrete to the physical properties of paving block composite, e.g : the density, the absorption and the infiltration rate. The specimen was designed to have the ability to escape the water and and maintain its quality in good condition. The specimen was filled with the porous concrete with the variation of diameter of 1½”, 2”, 2½”, and 3”. The specimen was a six-sides polygon, with the length of each size of 100 mm and the thick of 80 mm. The water ratio of concrete paving block and the porous concrete were 0.4 and 0.3, respectively while the composition of cement and aggregate for each was 1 : 3. The results showed that the higher the porous concrete used in paving block the lower the value of its density and its absorption. On the other hand, higher compressive strength resulted in lower infiltration rate of the composite paving block. The optimum infiltration rate of 2,78 mm/s was achieved on the specimen with the compressive strengthof 20,8 MPa. Based on the results of testing, it can be concluded that the innovation of composite paving blocks has good quality and has the ability to escape water, making it possible to reduce waterlogging. Keywords: absorption, density, infiltration rate, composite paving blocks
Sifat Mekanik Paving Block Komposit Sebagai Lapis Perkerasan Bebas Genangan Air (Permeable Pavement) Iqbal Maulia; Ismeddiyanto; Reni Suryanita
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2558

Abstract

Penggunaan beton sebagai lapis perkerasan jalan dan pemukiman akan mempengaruhi proses infiltrasi sehingga mengakibatkan terjadi genangan atau banjir ketika musim hujan. Adapun alternatif untuk mengatasi masalah tersebut yaitu digunakan inovasi perkerasan paving block komposit. Paving block komposit merupakan penggabungan paving block dan beton porous. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kuat tekan beton porous namun tidak mengurangi kemampuannya untuk meloloskan air dan mengkaji sifat mekanik yaitu kuat tekan. Pada penelitian ini beton porous diisi pada bagian tengah paving block dengan variasi diameter beton porous yang dibuat adalah 1 ½”, 2”, 2 ½”, dan 3”. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari. Pada pengujian kuat tekan, nilai tertinggi didapat dari masing-masing variasi berturut-turut adalah 39,260 MPa, 3,864 MPa, 21,747 MPa, dan 15,204 MPa. Klasifikasi paving block berdasarkan mutu kuat tekan didapat bahwa variasi 1 ½” dan 2” termasuk kedalam mutu B, variasi 2 ½” termasuk kedalam mutu C dan variasi 3” termasuk kedalam mutu D. Sehingga dapat disimpulkan nilai optimum kuat tekan inovasi paving block komposit yaitu sebesar 20,80 MPa dengan laju infiltrasi 2,78 mm/s. Nilai optimum tersebut termasuk kedalam mutu B yaitu pada variasi diameter 2” dan 2½”. Paving block komposit diameter 2” dan 2½” ini dapat digunakan sebagai lahan parkir atau trotoar pejalan kaki dan mampu mengatasi banjir ataupun genangan air.
Kuat Tekan Mortar Geopolimer Abu Terbang Hybrid menggunakan Semen Portland Miguel Felix Wijaya; Monita Olivia*; Edy Saputra
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2914

Abstract

Geopolimer hybrid dibuat dengan mengaktifkan abu terbang menggunakan alkali aktivator dan semen portland sebagai bahan pengganti sebagian abu terbang untuk perawatan pada suhu ruang. Penelitian ini betujuan untuk mengkaji kuat tekan mortar geopolimer abu terbang hybrid dengan menggunakan semen Portland, yaitu OPC (Ordinary Portland Cement) dan PCC (Portland Composite Cement). Prosedur penelitian dimulai dengan pengujian karakteristik material yang digunakan, yaitu abu terbang dan agregat halus. Abu terbang yang digunakan berasal dari PLTU Ombilin Padang, Sumatera Barat. Sedangkan, agregat halus yang digunakan berasal dari Teratak Buluh, Kampar. Larutan aktivator yang digunakan NaOH 10M dan 12M, rasio modulus (Ms) 1,5 dan 2,5. Persentase penggantian abu terbang dengan semen yang digunakan adalah 10% dan 15%. Benda uji mortar berbentuk kubus berukuran 5x5x5 cm. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kuat tekan mortar. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 hari dan 28 hari perawatan suhu ruang. Hasil pengujian kuat tekan didapat nilai optimum pada mortar geopolimer abu terbang hybrid adalah variasi NaOH 10M, Ms 2,5 dan penggantian sebagian abu terbang dengan semen sebesar 15% pada umur 7 hari dan 28 hari perawatan suhu ruang, yaitu sebesar 8,27 MPa dan 13,33 MPa menggunakan OPC. Sedangkan, mortar geopolimer hybrid menggunakan PCC pada umur 7 hari dan 28 hari, yaitu sebesar 6,27 MPa dan 11,47 MPa. Berdasarkan hasil pengujian tersebut disimpulkan mortar geopolimer abu terbang hybrid menggunakan Ordinary Portland Cement (OPC) memiliki kekuatan tekan yang lebih tinggi diba
Penjadwalan Rotasi Daerah Irigasi Simandolak II Kabupaten Kuantan Singingi Ririn Rindayani; Manyuk Fauzi; Bambang Sujatmoko
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2930

Abstract

Daerah irigasi Simandolak II Kabupaten Kuantan Singingi dengan luas lahan irigasi 690,10 Ha memerlukan manajemen sistem pemberian dan pembagian air sebagai solusi kekurangan air untuk mencukupi kebutuhan air irigasi. Rencana tata tanam dengan meningkatkan intensitas tanam menggunakan dua sistem, yaitu pemberian air dengan luasan total dan penggolongan. Kejadian deficit pada pembagian air dengan menggunakan sistem pemberian luasan total lebih banyak dibandingkan sistem penggolongan yaitu pada bulan November periode 1 sebesar 1,40 m3/dt. Evaluasi ketersediaan air menggunakan faktor K yaitu K=1. Rotasi pembagian air irigasi dilakukan berdasarkan kondisi deficit pada neraca air setelah penggolongan dengan kejadian terbanyak pada pola tanam padi-padi-padi dengan 8 kejadian. Rotasi ditekankan pada pemenuhan untuk beberapa petak dalam satu golongan kemudian dirotasikan kepetak dan golongan lain sesuai jadwal pemberian air pada masa pertumbuhan tanaman dengan periode gilir selama 15 harian. Persentase peningkatan volume rotasi terbesar terjadi pada Simandolak II MT III untuk pola tanam padi-padi-padi sebesar 66%.
Sistem Pemberian Air secara Rotasi Daerah Irigasi Kaiti Samo di Kabupaten Rokan Hulu Anggraini Lenry Rahman; Manyuk Fauzi; Bambang Sujatmoko
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2931

Abstract

Daerah irigasi Kaiti Samo Kabupaten Rokan Hulu memiliki luas lahan irigasi 1.594 Ha. Ketersediaan debit bendung yang semakin menurun dan kebutuhan air pertanian yang semakin meningkat, sehingga perlu diatur sistem pemberian dan pengaturan air secara optimal. Rencana tata tanam dengan meningkatkan intensitas tanam menggunakan dua sistem, yaitu pemberian air dengan luasan eksisting dan penggolongan. Pengaturan air dilakukan dengan menggunakan sistem rotasi. Hasil analisis neraca air didapat bahwa terjadi kekurangan air lebih banyak ketika menggunakan luasan eksisting untuk menghitung kebutuhan air irigasi dibandingkan jika menggunakan luasan secara golongan. Persentase pemanfaatan rotasi dan penggolongan terhadap debit ketersediaan didapatkan hasil bahwa rotasi mengurangi jumlah kejadian defisit yang masih ada ketika dilakukan penggolongan, tetapi rotasi tidak menghilangkan seluruh kejadian defisit tersebut. Persentase peningkatan volume terbesar terjadi pada daerah irigasi Kaiti Samo untuk pola tanam padi-padi-padi pada bulan Juli periode I volume persentase golongan terhadap ketersediaan sebesar -6% setelah di rotasi persentase meningkat 35% menjadi 29%.
Kajian Sedimentasi pada DAS Sail Pekanbaru dengan Menggunakan SIG dan Metode USLE Aisah kurnia utami; Manyuk Fauzi; Bambang Sujatmoko
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2965

Abstract

Modifying of Sail watershed land-use will increase the surface flow and causes erosion and sedimentation. USLE is used for estimating the soil erosion and GIS is used for predicting the size of USLE parameters. The results of the analysis show that erosion occurred at DAS Sail is a category of low class (15-60 ton/ha/year). The results of the research show that on some sub DAS Sail there is land sediment because the erosion value is greater than the value of the carrying capacity, such as sub DAS 1 with the value 11833130.27 > 25924.71115 (SE > Tc) and Sub DAS 2 with a value of 61212.60687 < 800875.7768 (SE < Tc) does not occur because the erosion value shows less than the value of carrying capacity occurring in the watershed
Kekuatan Tekan Sejajar dan Geser Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri) di Kota Pekanbaru Berdasarkan SNI 7973:2013 Marlaily Idris; alfian kamaldi; Andre Novan
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2971

Abstract

Kayu adalah salah satu bahan bangunan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat kita dan telah dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai pendukung struktur bangunan. Tanaman yang memiliki nama latin Eusideroxylon zwageri Teijsm ini tergolong kedalam suku Lauraceae. kayu Ulin dikenal sebagai kayu kelas kuat I dan kelas awet I sehingga memiliki banyak manfaat dan sangat diminati masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sifat sifik dan mekanik dari kayu Ulin tersebut sehingga bisa mendapatkan nilai modulus elastisitas lentur, kuat lentur, kuat tekan, kuat geser dan bisa di klasifikasikan berdasarkan SNI 7973:2013. Dalam penelitian ini terdapat dua variasi yaitu kuat tekan kering udara dan kering oven. Hasil yang didapat yaitu kuat tekan sejajar kayu Ulin lebih besar apabila kayu Ulin dalam keadaan kering oven daripada kering udara, dengan nilai kuat tekan sejajar serat kering oven 26,69 MPa dan kering udara 17,58 MPa. Sedangkan hasil kuat geser lebih besar kering udara daripada kering oven dengan nilai kering udara 3,04 MPa dan kering oven 2,81 MPa
Kajian Kuat Tekan Sejajar Serat dan Kuat Geser Kayu Tembusu (Fragraea Fragrans) di Pekanbaru Terhadap SNI 7973:2013 Intan Monica MG; Alfian Kamaldi; Andre Novan
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2972

Abstract

Kayu adalah bahan yang umum digunakan baik secara struktural maupun non-struktural. Penggunaan kayu dalam bentuk struktural memerlukan spesifikasi tertentu. Kayu adalah bahan alami yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang menyebabkan perbedaan kualitas kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh nilai kuat tekan sejajar serat kayu dan kuat geser kayu serta mengklasifikasikan kayu berdasarkan SNI 7973: 2013. Kayu tembusu (Fragraea fragrans) digunakan sebagai objek dalam penelitian ini. Hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan paralel kayu tembusu variasi A 16,31 MPa sehingga termasuk dalam kategori kayu dengan kode mutu E19. Nilai kuat tekan sejajar serat kayu kayu tembusu variasi B 16,26 MPa sehingga termasuk dalam kategori kayu dengan kode mutu E18. Modulus elastisitas kayu tembusu variasi A yang diperoleh adalah 3.555,95 MPa dan 5.324,24 MPa untuk variasi B. Nilai kuat geser kayu variasi A didapat sebesar 2,54 MPa dan untuk variasi B didapat 3,27 MPa. Penelitian ini bermanfaat untuk menganalisis kuat tekan sejajar serat, kuat geser kayu dan untuk penelitian lanjutan lainnya. Hasilnya diharapkan berkontribusi pada basis data ilmiah umum sifat mekanis kayu di Indonesia dan khususnya dalam desain komponen struktural tekan dan lentur serta untuk penelitian lebih lanjut.

Page 5 of 17 | Total Record : 170