Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kekuatan Tekan Sejajar dan Geser Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri) di Kota Pekanbaru Berdasarkan SNI 7973:2013 Marlaily Idris; alfian kamaldi; Andre Novan
JURNAL TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v13i1.2971

Abstract

Kayu adalah salah satu bahan bangunan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat kita dan telah dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai pendukung struktur bangunan. Tanaman yang memiliki nama latin Eusideroxylon zwageri Teijsm ini tergolong kedalam suku Lauraceae. kayu Ulin dikenal sebagai kayu kelas kuat I dan kelas awet I sehingga memiliki banyak manfaat dan sangat diminati masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sifat sifik dan mekanik dari kayu Ulin tersebut sehingga bisa mendapatkan nilai modulus elastisitas lentur, kuat lentur, kuat tekan, kuat geser dan bisa di klasifikasikan berdasarkan SNI 7973:2013. Dalam penelitian ini terdapat dua variasi yaitu kuat tekan kering udara dan kering oven. Hasil yang didapat yaitu kuat tekan sejajar kayu Ulin lebih besar apabila kayu Ulin dalam keadaan kering oven daripada kering udara, dengan nilai kuat tekan sejajar serat kering oven 26,69 MPa dan kering udara 17,58 MPa. Sedangkan hasil kuat geser lebih besar kering udara daripada kering oven dengan nilai kering udara 3,04 MPa dan kering oven 2,81 MPa
Pengujian Modulus Elastisitas Lentur Kayu Tembusu (Fragraea fragrans) di Pekanbaru Monica MG, Intan; Alfian Kamaldi; Andre Novan; Marlaily Idris
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.292

Abstract

The flexural modulus of elasticity (MOE) is a critical parameter in assessing the mechanical performance of wood, particularly for structural applications. This study investigates the MOE of Tembusu wood (Fragraea fragrans), a tropical hardwood renowned for its durability and versatility in construction and furniture production. Specimens were prepared following SNI 03-3960-1995 standards, ensuring consistency in dimensions and testing protocols. A three-point bending test was employed to evaluate the flexural MOE under controlled laboratory conditions. The results reveal that Tembusu wood exhibits a high flexural modulus, averaging 10.000 MPa, making it comparable to other hardwood species used in structural applications. Additionally, microscopic analysis of wood fibers indicated a correlation between the density and elastic behavior of the material. The study concludes that Tembusu wood possesses excellent bending properties, demonstrating its suitability for beams, joists, and other load-bearing applications. Recommendations for further research include exploring the effects of environmental factors such as humidity and temperature on the long-term performance of Tembusu wood. This research contributes to the growing body of knowledge on sustainable wood materials for engineering applications.
Pengujian Permeabilitas Tanah Gambut Menggunakan Metode Falling Head di Laboratorium: Studi Kasus Lanskap Tanjung Leban Idris, Marlaily; Soekarno, Indratmo; Sutikno, Sigit
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai konduktivitas hidrolik tanah gambut di lanskap Tanjung Leban menggunakan metode uji laboratorium falling head. Sampel tanah diambil dari dua jenis penggunaan lahan: restorasi dan perkebunan sawit. Pengujian dilakukan selama 60 menit dengan pencatatan penurunan tinggi muka air pada interval waktu tertentu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai koefisien permeabilitas tanah gambut berkisar antara 2,569 × 10?? cm/detik hingga 1,331 × 10?? cm/detik. Tanah dari lahan sawit umumnya menunjukkan nilai permeabilitas lebih tinggi dibandingkan lahan restorasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas penggunaan lahan dapat memengaruhi struktur tanah dan sifat hidrauliknya. Nilai konduktivitas ini dapat dijadikan acuan dalam perencanaan tata kelola air untuk konservasi dan pemanfaatan lahan gambut secara berkelanjutan.
Mitigating Workplace Accident Risks through Training on the Introduction and Simulation of Personal Protective Equipment Use among Construction Workers: Mitigasi Risiko Kecelakaan Kerja melalui Pelatihan Pengenalan dan Simulasi Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja Konstruksi Soehardi, Fitridawati; Rahmat, Hendri; Idris, Marlaily; Dinata, Marta; Elizar, Elizar; Dewi, Sri Hartati; Ardiansyah, Rony; Sari, Yusra Aulia; Panjaitan, Yohana Pinta Uli; Rahmadhany, Rezky Aulia
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 5 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/

Abstract

The construction industry has a high rate of workplace accidents due to the low compliance of workers in using Personal Protective Equipment (PPE). To address this issue, a community service program was conducted in the form of training on the introduction and simulation of PPE usage aimed at improving the knowledge, skills, and awareness of construction workers. The program was implemented using an educational–participatory approach through four stages: needs analysis, occupational safety counseling, simulation-based field practice training, and evaluation with monitoring. The evaluation results showed an increase in participants’ knowledge by 36,48%, from an average pre-test score of 56.33% to 95,81%, and an improvement in compliance with PPE usage by 36.42%. Moreover, 92,22% of participants reported becoming more disciplined in using PPE after the training. This program demonstrates that simulation-based methods effectively foster safe work behavior. It is recommended that similar training be conducted regularly, supported by internal supervision and reminder posters to strengthen a sustainable safety culture.
Ethical Communication Training: Sharpening Moral and Professional Skills in Campus Settings : Pelatihan Komunikasi Beretika: Mengasah Keterampilan Moral dan Profesionalisme di Lingkungan Kampus Idris, Marlaily; Rahmat, Hendri; Soehardi*, Fitridawati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i6.25081

Abstract

Mahasiswa baru sering menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan akademis, terutama dalam komunikasi dan etika bergaul. Ketidakmampuan berkomunikasi efektif dan kurangnya pemahaman etika bergaul menimbulkan kespahaman dan. Pelatihan ini bertujuan membekali mahasiswa baru dengan keterampilan komunikasi dan pemahaman etika pergaulan akademis. Menggunakan pendekatan partisipatif melalui workshop, diskusi kelompok, dan simulasi, mahasiswa dilatih untuk berkomunikasi secara asertif dan memahami tata krama akademis. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 44% setelah pelatihan. Dengan demikian, pelatihan ini meningkatkan kemampuan komunikasi, pemahaman etika, dan keterampilan kolaborasi mahasiswa baru, serta membantu mereka membangun hubungan akademis yang profesional dan harmonis. Pelatihan ini berkontribusi pada penciptaan budaya kampus yang inklusif, profesional, dan etis, mendukung interaksi saling menghormati di antara anggota komunitas akademik
Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Laboratorium Melalui Pengembangan Metode Pembelajaran Yang Inovatif Soehardi, Fitridawati; Rahmat, Hendri; Idris, Marlaily; Dwi Putri, Lusi
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v6i1.26882

Abstract

Laboratorium merupakan elemen krusial dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik, khususnya pada bidang sains, teknologi, dan kesehatan. Namun, implementasi laboratorium sering kali masih menghadapi berbagai kendala seperti metode pembelajaran yang monoton, kurangnya inovasi, serta keterbatasan keterlibatan mahasiswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan laboratorium melalui pengembangan metode pembelajaran inovatif berbasis project-based learning, problem-based learning, dan integrasi teknologi digital. Metode pelaksanaan mencakup perencanaan, pelatihan, implementasi metode inovatif di laboratorium, evaluasi pre-test dan post-test, serta tindak lanjut keberlanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konseptual dan keterampilan praktis mahasiswa, tercermin dari peningkatan rata-rata skor dari 62,5% menjadi 81,3%. Kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi metode pembelajaran mampu meningkatkan efektivitas dan kualitas pelaksanaan laboratorium. Tindak lanjut berupa integrasi metode dalam kurikulum dan monitoring berkelanjutan telah dirancang untuk mendukung keberlanjutan program ini di masa depan.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Laboratorium Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning Soehardi, Fitridawati; Rahmat, Hendri; Idris, Marlaily
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v6i2.28232

Abstract

Laboratorium teknik sipil merupakan fasilitas penting dalam mendukung proses pendidikan tinggi berbasis praktik. Namun, tingkat pemahaman dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kalangan mahasiswa pengguna laboratorium masih tergolong rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan terkait penerapan K3 di lingkungan laboratorium melalui pelatihan, simulasi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi penggunaan APD, serta penyusunan SOP kerja aman. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 25–30 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan terstruktur dan partisipatif mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan laboratorium secara menyeluruh.
Construction Actors' Perception and Readiness for Environmentally Friendly Soil Improvement in Green Infrastructure Practices Soehardi, Fitridawati; Rahmat, Hendri; Idris, Marlaily
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i3.125

Abstract

This study aims to assess the perceptions and readiness of construction practitioners regarding the implementation of environmentally friendly soil improvement methods in green infrastructure practices. The study used a descriptive quantitative approach, using a 20-item questionnaire involving 51 respondents active in construction projects. The validity and reliability of the instrument were tested using Pearson correlation and Cronbach's Alpha coefficients, with the majority of items being declared valid (r-value> 0.278) and very high reliability (? = 0.940). The descriptive analysis showed that respondents' understanding of the basic principles of environmentally friendly soil improvement methods was high (mean = 4.08), reflecting a growing awareness of sustainability concepts in geotechnical engineering. However, respondents also identified several implementation barriers, both technical, such as limited equipment and a lack of operational standards, and non-technical, such as budget constraints, resistance to innovation, and minimal local stakeholder participation. Policy support was also deemed insufficiently concrete to encourage the widespread adoption of these methods. The correlation analysis demonstrated a positive relationship between understanding and awareness of implementation challenges. These findings underscore the importance of a collaborative approach and stronger regulatory support to accelerate the adoption of green technologies in the construction sector. The study recommends strengthening technical training, enhancing the capacity of project actors, and developing sustainability-based incentive policies.