cover
Contact Name
dr. Rachmat Hidayat
Contact Email
dr.rachmat.hidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dwih.dr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Biomedical Journal of Indonesia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24077097     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Biomedical Journal of Indonesia is an open access, peer-reviewed journal that focus on basic medical sciences, emphasizing on providing the molecular studies of biomedical problems and molecular mechanisms to integrate researches in all aspects of human health. BJI is dedicated to publishing original research and review articles covering all aspects of biomedical sciences.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 3 (2017)" : 6 Documents clear
Paparan Gas Amonia Karet Terhadap Perubahan Kadar Serum MDA(Malondialdehyde) pahrul, Dedi; Irfannuddin, Irfannuddin; Swanny, Swanny
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Di Indonesia, amonia sudah dikenal luas sebagai bahan baku yang merupakan komoditas yang penting dalam perindustrian salah satunya yaitu industri crumb rubber (karet remah). Amonia adalah gas tajam yang tidak berwarna terdiri dari satu unsur nitrogen (N) dan tiga unsur hiodrogen (H3) dengan titik didih -33,5oC cairannya mempunyai panas penguapan yang bebas yaitu 1,37 Kj/g pada titik didihnya. Amonia  secara  langsung merangsang stres oksidatif dan  nitrosatif  pada astrosit  melalui peningkatan kalsium intraselular yang  menyebabkan disfungsi  mitokondria dan  kegagalan  produksi  energi  selular  melalui pembukaan pori-pori  transisi  mitokondria.. Tujuan penelitian ini adalah unt  uk mengetahui pengaruh paparan gas amonia karet terhadap perubahan kadar MDA pada kelompok berisiko di Kota Palembang. Metode: design Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 22 orang di Kelurahan Karang Anyar Palembng dan 22 di Desa Pajar Bulan Ogan Ilir. Pemeriksaan kadar udara ambient oleh Petugas BTKL Palembang dan untuk pemeriksaan kadar serum MDA diperiksa di Laboratorium Biomolekuler FK Unsri Palembang. Data dianalisis menggunakan uji alternatif  Mann Whitney. Hasil: Kadar udara ambient amonia di Kelurahan Karang Anyar sebesar 2,18 ppm lebih tinggi di bandingkan di Desa Pajar Bulan sebesar 0,0020 ppm. Rerata  kadar serum MDA pada kelompok berisiko (28.7 ng/ml) lebih rendah dibandingkan kelompok tidak berisiko (35.2  ng/ml) dengan p=0.173 Kesimpulan: Tidak Terdapat Perbedaan Rerata 
Hubungan Antara Tipe Perforasi Membran TimpaniDan Derajat Gangguan Pendengaran Pada pasien Otitis Media Kronik Adawiyah, Al Ahda; Adelien, Adelien; Septadina, Indri Seta
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otitis Media Kronik (OMK) adalahinfeksi kronik di telinga tengah yang disertai dengan perforasi membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul selama lebih dari 2 bulan. Gejala yang sering dialami oleh penderita berupa keluarnya cairan dari telinga (otore), gangguan pendengaran, otalgia (nyeri telinga), dan vertigo. Pada penderita OMK membran timpani dapat menebal akibat peradangan, dapat pula berbercak-bercak putih tebal atau menjadi tebal seluruhnya akibat timbunan kolagen terhialinisasi pada lapisan tengahnya. Tipe-tipe perforasi membran timpani baik sentral maupun marginal menyebabkan gangguan-gangguan yang berbeda pada setiap pasien. Umumnya pasien OMK akan mengalami gangguan pendengaran baik ringan, sedang mapun berat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tipe perforasi membran timpani dan derajat gangguan pendengaran pada otitis media kronik di Departemen IKTHT-KL RSUP Dr. Moh. Hoesin tahun 2015-2016.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah penderita otitis media kronik di Departemen KTHT-KL RSUP Dr. Moh. Hoesin tahun 2015-2016 yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 55 pasien, didapatkan 17 pasien (30,9%) yang mengalami gangguan pendengaran berat. Terdapat 33 pasien (60,0%) dengan tipe perforasi membran timpani tipe central dan 40 pasien (72,7%) dengan otitis media kronik dengan kolesteatom. Terdapat 36 pasien (65,5%) dengan tuli konduktif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,326 (p>0,05) sehingga tidak terdapat hubungan antara tipe perforasi membran timpani dengan derajat gangguan telinga.Tidak terdapat hubungan antara tipe perforasi membran timpani dengan derajat gangguan telinga di Departemen KTHT-KL RSUP Dr. Moh. Hoesin.
Hubungan Kadar Anti Mullerian Hormon (AMH) Dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Panjang Siklus Menstruasi Premenopause Di Bidan Praktik Mandiri Ranting Seberang Ulu I Apriani, Selvy; hafy, Zen; Effendi, Yusuf
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem reproduksi wanita merupakan sistem kompleks yang meliputi semua alat reproduksi wanita dan akan berubah sesuai dengan siklus perkembangan. Siklus perkembangan reproduksi wanita berlangsung secara alamiah mulai dari menarche sampai menopause. Sebelum terjadi menopause ada masa transisi yang disebut premenopause. Perubahan organ reproduksi pada masa premenopause ini ditandai dengan terjadinya gangguan pada menstruasi. Perpanjangan dan pengurangan siklus menstruasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Anti Mullerian Hormon (AMH) dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan mengetahui hubungan kadar AMH dan IMT terhadap panjang siklus menstruasi premenopause di BPM Ranting Seberang Ulu I.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biomolekuler Kedokteran Universitas Sriwijaya dengan desain penelitian observasional analitik. Sebanyak 74 orang sample dipilih secara Convinience Sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok siklus mesntruasi normal dan tidak normal. Kedua kelompok diukur TB dan BB nya untuk mengetahui IMT dan diambil darah vena untuk dialkukan pemeriksaan AMH dengan metode ELISA. Hasil analisis data AMH dan siklus menstruasi dilakukan dengan uji Mann-Whitney. nilai p=0,004, IMT dan siklus menstruasi dilakukan dengan uji T Independen nilai p=0,484, AMH dan IMT dilakukan dengan uji Spearman nilai p=0,789 dengan nilai alpha 0,05 (p<?). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara AMH dan siklus mestruasi, tidak ada hubungan antara IMT dan siklus mestruasi dan tidak ada hubungan antara AMH dan IMT. 
Pengaruh Fraksi Aktif Dari Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos Caudatus Kunth) Terhadap Uji Sitotoksik, Apoptosis Dan Antiproliferasi Kanker Payudara Sel T47d Secara In Vitro Adawiyah, Robiatul; Setawan, Arum; Nita, Sri
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh daun kenikir terhadap uji sitotoksik, apoptosis dan antiproliferasi pada kanker payudara sel T47D secara in vitro. Penelitian ini menggunakan sampel sel T47D dengan konsentrasi ekstrak, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi methanol daun kenikir 500 µg/ml, 250 µg/ml, 125 µg/ml, 62,5 µg/ml dan cisplatin 50 µg/ml, 25 µg/ml, 12,5 µg/ml, 6,25 µg/ml. Penilaian sitotoksik dengan menggunakan MTT assay, pemeriksaan apoptosis dengan menggunakan flowcytometry dan antiproliferasi dengan doubling time dan menggunakan SPSS 17,0 dengan one way Annova . Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kandungan senyawa yang terdapat pada ekstrak yaitu senyawa terpenoid, tannin, dan flavonoid, fraksi n-heksan phenol dan terpenoid, fraksi methanol tannin dan fraksi etil asetat flavonoid. Nilai IC50 ekstrak daun kenikir 237,9 µg/ml, fraksi n-heksan  433,8 µg/ml, fraksi etil asetat 120,6 µg/ml, fraksi methanol 241 µg/ml dan cisplatin 11,9 µg/ml. Pada Pemeriksaan apoptosis ekstrak memiliki kemampuan menginduksi apoptosis sebesar 24,64 %, fraksi n-heksan 0,16 %, fraksi etil asetat 51,5 %, fraksi methanol 7, 81 % dan cisplatin 50,75 %. Ekstrak memiliki aktivitas antiproliferasi 46 jam, fraksi n-heksan 39 jam, fraksi etil asetat 56 jam, fraksi methanol 47 jam, kontrol sel 34 jam dan cisplatin pada  58 jam. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fraksi aktif dari daun kenikir memiliki aktifitas sitotoksik, apoptosis dan antiproliferasi terhadap kanker payudara sel T47D. 
Pengaruh Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis Linn.) terhadap Jumlah, Motilitas, Morfologi, Viabilitas Spermatozoa Tikus Jantan Julia, Dina; Salni, Salni; Nita, Sri
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi laki-laki dalam KB masih relatif rendah bila dibandingkan dengan keikutsertaan perempuan. Salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan adalah  bunga kembang sepatu yang bersifat antifertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu  terhadap jumlah, motilitas, morfologi dan viabilitas spermatozoa tikus jantan (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini menggunakan 25 tikus jantan strain Sprague Dawley usia 60-70 hari dengan berat badan 200-210 gram. Lama perlakuan 30 hari dengan dosis 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 400 mg/kgBB. Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram serta narasi untuk  menginterpretasikan data tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan jumlah sperma pada kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol (p=0,000), terjadi penurunan motilitas sperma (p=0,001), terjadi peningkatan morfologi abnormal (p=0,000), dan terjadi penurunan viabilitas spermatozoa antara kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol (p=0,000). Dapat disimpulkan  bahwa ada perbedaan bermakna dari pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu terhadap jumlah, motilitas, morfologi, viabilitas spermatozoa. 
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Salam (Eugenia polyantha) terhadap GLUT 4 di Jaringan Adiposa dan Kadar Gula Darah Puasa pada Tikus Putih Jantan Zanaria, Rima; Kamaluddin, MT; Theodorus, Theodorus
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit epidemik global, cenderung meningkat dengan berbagai kondisi patologis yang menyertainya, sehingga membutuhkan preparat baru yang poten,tidak toksik, efektif dalam  pemberian dan harga terjangkau untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak etanol dalam daun salam (Eugenia polyantha) terhadap GLUT 4 di jaringan adiposa dan kadar gula darah puasa tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi diet tinggi lemak (HFD-dexamethasone. Desain penelitian ini adalah ekperimental, rancangan pre dan post test dengan kelompok kontrol dilakukan di Animal house Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Tiga puluh enam ekor  tikus dengan berat antara 150 - 200 gram secara acak dibagi menjadi 6 kelompok. Setelah di aklimatisasi selama 7 hari dan diinduksi dengan high fat diet 5 ml per oral serta dexamethasone  250 µg/kgbb intraperitoneal selama 35 hari. Kelompok kontrol (-) diberi larutan aquades sebanyak 2 ml, kelompok pertama diberi ekstrak ethanol daun salam dosis 62,5 per kilogram berat badan, kelompok kedua  diberi ekstrak ethanol daun salam dosis 125 mg per kilogram berat badan,  kelompok ketiga diberi ekstrak etanol daun salam dosis 250 mg per kilogram berat badan,  kontrol (+) diberi Pioglithazone dosis 0,02 gram per kilogram berat badan. Semua perlakuan diberikan selama 14 hari. Data diperoleh dengan analisis ANOVA dan post hoct test spss versi 18. Induksi HFD /dexamethasone pada tikus selama 35 hari menujukan peningkatan kadar glukosa darah secara signifikan lalu tikus dieutanasia dengan ketamin 70 mg/kgbb intraperitoneal lalu dilakukan autopsi dan diambil jaringan adiposa. Intervensi ekstrak ethanol daun salam selama 14 hari pada tikus diabetes mellitus efektif meningkatkan kadar GLUT 4 di jaringan adiposa (p<0,05) dibanding kontrol negatif dan Pioglitazone, Ekstrak etanol daun salam dosis 125 mg per kilogram berat badan tikus  merupakan dosis paling efektif dalam meningkatkan GLUT 4 dijaringan adiposa, sedangkan dalam menurunkan kadar gula darah puasa dosis 62,5 mg/kgbb tikus, 125 mg/kgbb tikus,250 mg/kgbb tikus sama efektifnya dengan kontrol positif obat pioglithazone. Ekstrak etanol daun salam  (Eugenia polyantha) berpotensi meningkatkan kadar GLUT 4 di jaringan adiposa tikus dan menurunkan kadar gula darah puasa pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur wistar yang diinduksi HFD/dexametasone. Kata kunci : Ektrak Etanol daun salam, HFD/Dexamethasone, GLUT 4 di jaringan adiposa, in Vivo

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): Vol 11, No 2, 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Vol 11, No 1, 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): Vol 10, No 3, 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Vol 10, No 2, 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Vol 10, No 1, 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9, No 3, 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Vol 9, No 2, 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Vol 9, No 1, 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): Vol 8, No 3, 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Vol 8, No 2, 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): Vol 7, No 3, 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Vol 7, No 2, 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Vol 7, No 1, 2021 Vol. 7 No. 3 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 3 (2020): Vol 6, No 3, 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Vol 6, No 1, 2020 Vol. 6 No. 3 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 2 (2020) Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020) Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019 Vol 5, No 3 (2019) Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2019) Vol 5, No 1 (2019) Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol 4, No 2, 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018 Vol. 4 No. 3 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 3 (2018) Vol 4, No 2 (2018) Vol. 4 No. 2 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018) Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 3 (2017): Vol 3,No 3, 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017 Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 3 (2017) Vol 3, No 2 (2017) Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017) Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 1, No 1 (2015) More Issue