cover
Contact Name
dr. Rachmat Hidayat
Contact Email
dr.rachmat.hidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dwih.dr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Biomedical Journal of Indonesia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24077097     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Biomedical Journal of Indonesia is an open access, peer-reviewed journal that focus on basic medical sciences, emphasizing on providing the molecular studies of biomedical problems and molecular mechanisms to integrate researches in all aspects of human health. BJI is dedicated to publishing original research and review articles covering all aspects of biomedical sciences.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 392 Documents
Pola Kepekaan Bakteri Acinetobacter calcoaceticus Terhadap Antibiotik pada Pasien Rawat Inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Nyimas Irina Silvani; Kemas Husni Samadin; Sri Nita
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acinetobacter calcoaceticus merupakan patogen oportunistik yang menyebabkan infeksi nosokomial pada pasien yang mengalami immunocompromised. Jumlah infeksi nosokomial yang disebabkan oleh Acinetobacter semakin meningkat dan seringkali sangat sulit bagi dokter untuk mengobati karena resistensi yang luas dari bakteri inidengan beberapa golongan antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sensitifitas Acinetobacter calcoaceticusterhadap beberapa antibiotik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif observasional dengan mengambil data sekunder hasil uji kepekaan Acinetobacter calcoaceticus terhadap antibiotik di Laboratorium Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya/RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari-Oktober 2014. Dari 26 jenis spesimen klinis, didapatkan 535 isolat dengan Acinetobacter calcoaceticus. Isolat Acinetobacter calcoaceticus terbanyak berasal dari sputum, urin, darah, swabETT, dan pus. Dari data uji kepekaan Acinetobacter calcoaceticus terhadap 21 jenis antibiotik, didapat (64,5%) isolat yang resisten, (9,2%) intermediet, dan (26,3 %) sensitif. Acinetobacter calcoaceticus paling resisten terhadap klorampenikol, sefpirom, dan sefazolin, paling intermediet terhadap sefotaksim, azitromisin, dan seftriakson, dan paling sensitif terhadap imipenem, sulbaktam/sefoperazon, dan amikasin.
Obat-Obat Antitrombotik yang Digunakan pada Pasien Infark Miokard Akut di Rsup Mohammad Hoesin Palembang Ni Wayan Puspa Pandani; Taufik Indrajaya; Rizma Adlia Syakurah
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infark miokard akut (IMA) adalah kelanjutan dari nekrosis otot jantung yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan otot jantung. Obat antitrombotik merupakan salah satu dari serangkaian penatalaksanaan IMA. Antitrombotik adalah obat yang dapat menghambat agregasi trombosit sehingga menyebabkan terhambatnya pembentukan trombus pada pembuluh darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis obat antitrombotik yang digunakan pada pasien IMA di RSUP Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2012. Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis deskriptif observasional. Populasi pada penelitian ini adalah rekam medik di RSUP Mohammad Hoesin Palembang. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh rekam medik pasien yang didiagnosa IMA di Bagian Kardiovaskular tahun 2012 yang mencantumkan tatalaksana antitrombotik. Data disajikan dalam bentuk tabel yang diolah dengan bantuan komputer menggunakan program microsoft word office. Data yang disajikan akan menunjukkan persentase penggunaan obat-obat antitrombotik. Dari 18 rekam medik yang diamati, obat antitrombotik yang digunakan adalah golongan aspirin 53,3%; heparin 23,3%; clopidogrel 13,3%; dan fondaparinux 10%. Aspirin menjadi pilihan utama dalam terapi antitrombotik pasien IMA, sesuai dengan berbagai literature yang menyebutkan aspirin direkomendasikan pada pasien Non-STEMI tanpa kontraindikasi, serta merupakan antiplatelet standar pada STEMI yang direkomendasikan ACC/AHA. Jadi simpulan akhir penelitian ini, obat antitrombotik yang digunakan pada pasien IMA di RSUP Mohammad Hoesin Palembang tahun 2012 adalah aspirin, heparin, clopidogrel dan fondaparinux.
Hubungan Hasil Laboratorium Pasien Lupus Eritematosus Sistemik dengan Skor SLEDAI di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang Rahnowi Pradesta; Phey Liana; Kusumo Haryadi
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun yang mengenai hampir semua sistem organ dan memiliki manifestasi klinis yang bervariasi. Perjalanan penyakit LES ini ditandai dengan remisi dan eksaserbasi sehingga memerlukan pemantauan yang ketat akan aktivitas penyakitnya. Untuk menilai aktivitas penyakit lupus maka digunakanlah skor SLEDAI (Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hasil laboratorium pasien LES dengan skor SLEDAI dari pasien LES yang berobat di Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2013-Juli 2014. Penelitian ini berbentuk analitik observasional dengan desain cross sectional serta menggunakan data sekunder, yaitu rekam medik subbagian Alergi Imunologi Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel yang diperoleh sebanyak 43 sampel penderita LES yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik Fisher’s Exact. Dari 43 pasien, 16 pasien (37,3%) memiliki skor SLEDAI ringan dan 27 pasien (62,7%) memiliki skor SLEDAI berat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara anti-dsDNA dan skor SLEDAI (nilai p=0,005). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara anemia, trombositopenia, leukopenia, proteinuria dan ANA dengan skor SLEDAI (nilai p>0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara hasil laboratorium anti- dsDNA dan skor SLEDAI.
Angka Kejadian Korban Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Luar Visum Et Repertum di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Sharanjit Kaur Autar Singh; Indra Syakti Nasution; Lusia Hayati
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan yang potensial di Indonesia seiring makin giatnya pembangunan akhir-akhir ini. Jumlah penduduk yang cukup padat dan pembangunan yang pesat menyebabkan mobilitas penduduk menjadi tinggi bisa meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian korban kecelakaan lalu lintas berdasarkan hasil pemeriksaan luar visum et repertum di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2011-2013. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan serial kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah semua korban mati yang tercatat dari pemeriksaan luar di Bagian Forensik RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2011-Desember 2013. Sampel dalam penelitian ini adalah semua korban kecelakaan lalu lintas di Bagian Forensik RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2011-Desember 2013. Subyek penelitian adalah 184 (50,8%) korban kecelakaan lalu lintas. Mayoritas korban adalah laki-laki (78,35%), usia 21-30 tahun (36,4%), pengendara sepeda motor (89,1%), dan mengalami luka robek (40%). Angka kejadian korban kecelakaan lalu lintas berdasarkan hasil pemeriksaan luar visum et repertum di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang adalah (50,8%).
Efektivitas Gel Ekstrak Air Bawang Putih (Allium sativum. L) Terhadap Kadar Tumor Necrotic Factor Alfa (TNF-α) Dan Diameter Ulkus Mulut Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Dian Anggraeni; H.M.T. Kamaluddin; Theodorus
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus mulut merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan hilangnya jaringan epitel sehingga menyebabkan terjadinya inflamasi. Selama inflamasi, mediator inflamasi berupa TNF-α akan meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan obat untuk menekan kadar TNF-α untuk menekan inflamasi. Salah satu bahan herbal yang dapat menekan inflamasi adalah bawang putih. Penelitian eksperimental laboratorik in vivo dengan pre-post sistem. Sampel yang digunakan sebanyak 36 ekor tikus putih jantan galur wistar yang dibagi menjadi 6 kelompok (6 ekor/kelompok) yaitu kelompok tanpa perlakuan pemberian obat (sebagai data pre perlakuan), kelompok kontrol negatif yakni basis gel HPMC, kontrol positif yang diberi benzydamin, kelompok perlakuan I yang diberi gel ekstrak air bawang putih 20%, kelompok perlakuan II yang diberi gel ekstrak air bawang putih 40%, kelompok perlakuan III yang diberi gel ekstrak air bawang putih 80%. Pemberian obat diberikan secara topikal sebanyak 2 kali sehari selama 4 hari. Pembuatan ulkus mulut dilakukan dengan meletakan kertas saring yang telah direndam dalam larutan asam asetat 50% pada area labial jaringa gingiva rahang bawah. Pengukuran ulkus mulut dilakukan pada hari ke-1 pasca pembuatan ulkus mulut dan hari ke-5. Pada hari ke-5 semua tikus dikorbankan untuk diambil jaringan gingiva dan dilakukan pengukuran kadar TNF-α menggunakan ELISA. Analisis data menggunakan program SPSS versi 24 dan uji One Way Anova dengan spesifikasi 5% dilanjutkan uji Post Hoc Test menggunakan uji LSD dan Games Howell.Analisis menggunakan One Way Anova menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna kadar TNF-α dan diameter ulkus mulut (p<0,05) antarkelompok yang mengindikasikan bahwa gel ekstrak air bawang putih yang diaplikasikan di area ulkus mulut berpengaruh terhadap kadar TNF-α dan diameter ulkus mulut. Hasil uji LSDmenunjukkan bahwa gel ekstrak air bawang putih 80% efektif bermakna menurunkan kadar TNF-α (p<0,05). Hasil uji Games Howell menunjukkan bahwa gel ekstrak air bawang putih 20%, 40% dan 80% memiliki efektivitas yang sama dengan benzydamin dalam menurunkan diameter ulkus mulutGel ekstrak air bawang putih (Allium sativum. L) konsentrasi 80% lebih efektif dibandingkan dengan benzydamin terhadap penurunan kadar TNF-α. Gel ekstrak air bawang putih (Allium sativum. L) kosnentrasi 20%, 40% dan 80% sama efektifnya dengan benzydamin dalam hal menurunkan diameter ulkus mulut pada tikus putih jantan galur wistar.
Hubungan Akreditasi Sekolah, Asal Sekolah, Jalur Penerimaan Mahasiswa dan Tempat Tinggal dengan Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa M.Rizki Alkautsar; Susilawati; Mutiara Budi Azhar
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran merupakan kegiatan utama dalam dunia pendidikan, termasuk di Perguruan Tinggi (PT). Keberhasilan proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk mengukur keberhasilan dalam pembelajaran di universitas menggunakan Indeks Prestasi Kumulatif. Tujuan objektif dari penelitian ini adalah menentukan hubungan akreditasi sekolah, asal sekolah, jalur penerimaan, dan tempat tinggal dengan IPK mahasiswa PSPD angkatan 2014 FK Unsri. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan desain potong lintang. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PSPD Angkatan 2014 FK Unsri yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 216 mahasiswa. Data diambil dari Sub-bagian Akademik berupa data IPK dan jalur penerimaan dan Unit Bimbingan Konseling Mahasiswa (UBKM) berupa data asal sekolah dan tempat tinggal sedangkan data akreditasi sekolah diperoleh dari web resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square bila memenuhi syarat. Bila tidak memenuhi syarat maka digunakan uji alternatif yaitu kolmogorov-smirnov. Berdasarkan analisis bivariat, tidak terdapat hubungan akreditasi sekolah (A dan B) dan asal sekolah (kota dan kabupaten) dengan IPK dengan nilai p= 1,000, tidak terdapat hubungan asal sekolah (Palembang dan luar Palembang) dengan IPK dengan nilai p= 0,843, dan tidak terdapat hubungan tempat tinggal (bersama orang tua dan kos) dengan IPK dengan nilai p=0,730 sedangkan berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan jalur penerimaan (SNMPTN, SBMPTN, dan USM) dengan IPK dengan nilai p= 0,000. Terdapat hubungan jalur penerimaan dengan IPK Mahasiswa PSPD Angkatan 2014 FK Unsri.Namun, tidak terdapat hubungan akreditasi sekolah, asal sekolah dan tempat tinggal dengan IPK Mahasiswa PSPD Angkatan 2014 FK Unsri.
Pengaruh Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis Linn.) terhadap Epididimis, Prostat dan Vesikula Seminalis Bunga Tiara Carolin; Salni; Sri Nita
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hibiscus rosa-sinensis Linn. merupakan salah satu tanaman obat di Indonesia yang digunakan sebagai kontrasepsi pria. Bunga kembang sepatu mengandung flavonoid yang dapat menurunkan testosteron. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu terhadap berat epididimis, tebal epitel epididimis cauda, berat prostat dan vesikula seminalis tikus jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini menggunakan 25 tikus jantan strain Sprague Dawley® usia 60-70 hari dengan berat badan 200-210 gram. Dosis perlakuan 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, 500 mg/kgBB selama 30 hari. Data disajikan dalam bentuk tabel serta narasi untuk menginterpretasikan data tersebut.Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan berat epididimis pada kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol (p=0,000), terjadi juga penyusutan tebal epitel epididimis cauda (p=0,021), penurunan berat prostat dan vesikula seminalis antara kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol (p=0,001). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu tehadap epididimis, prostat dan vesikula seminalis. Pengaruh tersebut kemungkinan disebabkan kandungan bahan kimia yang ada di dalam bunga kembang sepatu yang bersifat antifertilitas.
Perubahan Berat dan Histologi Testis Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Akibat Pemberian Fraksi Daun Jambu Biji Merah (Psidium Guajava L.) Chesy Sripratiwi
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Kandungan kimia yang terdapat dalam daun jambu biji merah adalah alkaloid, flavonoid, tanin, minyak atsiri dan betasitosterol yang diduga bersifat antifertilitas. Terrjadinya peningkatan jumlah penduduk yang sangat tinggi yaitu 1,49% per tahun maka perlu dikembangkan metode kontrasepsi pada pria yang aman, efektif dan reversibelitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan berat dan histologi testis tikus putih jantan (Rattus norvegicus) akibat pemberian fraksi daun jambu biji merah. Metode penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan rancangan post test control group design menggunakan 24 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yang masing-masing kelompok terdiri atas 6 tikus jantan. Setiap kelompok diberi perlakuan fraksi n-heksan, etil asetat, metanol air sebanyak 80 mg/ekor/hari selama 48 hari dan untuk kelompok kontrol diberi CMC 1% 2 ml, pemberian dilakukan dengan cara sonde oral. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata berat testis, diameter tubulus seminiferus, tebal epitel tubulus seminiferus serta penurunan jumlah sel Leydig antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Berat testis dan diameter tubulus seminiferus pada hasil uji pos hoct tes antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan didapatkan nilai p<0,05 artinya ada perbedaan yang sangat signifikan tebal epitel tubulus seminiferus antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Begitu juga pada tebal epitel tubulus seminiferus dan jumlah sel Leydig, pada hasil uji poshoct test didapatkan nilai p<0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi daun jambu biji merahdapat menurunkan berat testis, diameter tubulus seminiferus, tebel epitel tubulus seminiferus dan jumlah sel Leydig.
Perbandingan antara Pemberian Fraksi Daun Beluntas (Pluchea Indica Lees) dan Ketokonazol Secara Invitro Terhadap Candida Albicans Bina Marsasi; Yuwono; Salni
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun beluntas bermanfaat sebagai pengobatan flour albus dan discharge yang disebabkan oleh jamur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan aktivitas anti-jamur fraksi pada ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Lees) terhadap Candida albicans. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental in vitro menggunakan desain studi Posttest-only Control Group Design. Ekstrak metanol diperoleh melalui proses maserasi sedangkan fraksinya melalui fraksinasi cair-cair. Fraksi paling aktif ditentukan oleh uji aktivitas anti jamur. Fraksi paling aktif dengan konsentrasi 10%, 5%, 2,5%, 1,25%, 0,625% dan diameter zona hambat 0,3125% diukur dengan metode pengenceran cairan padat. Kesetaraan dengan obat dinilai melalui analisis regresi, kemudian golongan senyawa aktif ditentukan melalui uji bioautografi menggunakan kromatografi lapis tipis. Hasil penelitian diperoleh metanolfraksi-air dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans sedangkan ekstrak metanol, n-heksana dan etil asetat tidak menghambat. Fraksi metanol air yang memiliki diameter zona hambat mulai pada konsentrasi 0,3125% dengan diameter rata-rata 7,34 mm dan pada konsentrasi 10% diperoleh diameter terbesar sebesar 17,10 mm. Melalui cairan pengencer dan fraksi padat KHM dari fraksi metanol-air dihambat pada konsentrasi 0,3125%. Uji kesetaraan menunjukkan bahwa 1 mg / ml ketokonazol setara dengan 39.561 mg / ml fraksi metanolair daun beluntas. Senyawa yang menghambat jamur diduga adalah golongan aktif senyawa flavonoid dan alkaloid. Fraksi metanol-air daun beluntas (Pluchea indica Lees) memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans secara in vitro.
Hubungan SNP (Rs867500) Gen STX1A Exon 10 dengan Tingkat Kecerdasan Intelektual Dalinur Qur'andini; Yuwono; Triwani
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan SNP (rs867500) pada gen STX1A Exon 10 dengan tingkat kecerdasan intelektual. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional dengan populasi sebesar 368 dan sampel sebesar 36 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok IQ diatas rata-rata dan kelompok IQ rata-rata. Untuk mengetahui hubungan SNP (rs867500) gen STX1A Exon 10 dengan tingkat kecerdasan digunakan uji X2(Chi-square). Hasil menunjukkan tidak ditemukan SNPs pada gen STX1A exon 10. Gen STX1A dapat dikatakan berkontribusi pada kecerdasan bersama gen lainnya, yaitu Gen IGFR2 dan Gen FNBPL1 meskipun tidak terdapat polimorfisme pada gen STX1A exon 10.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): Vol 11, No 2, 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Vol 11, No 1, 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): Vol 10, No 3, 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Vol 10, No 2, 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Vol 10, No 1, 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9, No 3, 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Vol 9, No 2, 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Vol 9, No 1, 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): Vol 8, No 3, 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Vol 8, No 2, 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): Vol 7, No 3, 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Vol 7, No 2, 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Vol 7, No 1, 2021 Vol. 7 No. 3 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 3 (2020): Vol 6, No 3, 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Vol 6, No 1, 2020 Vol. 6 No. 3 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 2 (2020) Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020) Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019 Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 3 (2019) Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2019) Vol 5, No 1 (2019) Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol 4, No 2, 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018 Vol 4, No 3 (2018) Vol. 4 No. 3 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 2 (2018) Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018) Vol. 3 No. 3 (2017): Vol 3,No 3, 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017 Vol 3, No 3 (2017) Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 2 (2017) Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017) Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 1, No 1 (2015) More Issue