cover
Contact Name
dr. Rachmat Hidayat
Contact Email
dr.rachmat.hidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dwih.dr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Biomedical Journal of Indonesia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24077097     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Biomedical Journal of Indonesia is an open access, peer-reviewed journal that focus on basic medical sciences, emphasizing on providing the molecular studies of biomedical problems and molecular mechanisms to integrate researches in all aspects of human health. BJI is dedicated to publishing original research and review articles covering all aspects of biomedical sciences.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 392 Documents
Pengaruh Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis Linn.) Terhadap Jumlah, Motilitas, Morfologi, Vabilitas Spermatozoa Tikus Jantan (Rattus Norvegicus) Dina Julia; Salni; Sri Nita
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi laki-laki dalam KB masih relatif rendah bila dibandingkan dengan keikutsertaan perempuan. Salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan adalah Bunga kembang sepatu yang bersifat antifertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu terhadap jumlah, motilitas, morfologi dan viabilitas spermatozoa tikus jantan (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini menggunakan 25 tikus jantan strain Sprague Dawley usia 60-70 hari dengan berat badan 200-210 gram. Lama perlakuan 30 hari dengan dosis 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 400 mg/kgBB. Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram serta narasi untuk menginterpretasikan data tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan jumlah sperma pada kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol (p=0,000), terjadi penurunan motilitas sperma (p=0,001), terjadi peningkatan morfologi abnormal (p=0,000), dan terjadi penurunan viabilitas spermatozoa antara kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna dari pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu terhadap jumlah, motilitas, morfologi, viabilitas spermatozoa.
Hubungan Fungsi Paru dengan Kadar Interleukin-6 (Il-6) Pada Penduduk Yang Berada Di Sekitar Pabrik Karet Gandus Dan Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah Sukawinatan Palembang Novita Adela; Mohammad Zulkarnain; Rostika Flora
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan dari polusi udara dapat mengganggu kapasitas fungsi paru dan sistem imum tubuh. Kapasitas fungsi paru merupakan penjumlahan dari dua volume paru atau lebih. Interleukin-6 (IL-6) merupakan mediator inflamasi pada patogenesis pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fungsi paru dan kadar Interleukin-6 (IL-6) pada penduduk yang berada di sekitar Pabrik Karet Gandus dan TPA Sukawinatan Palembang.Rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis korelasi atau explanatory yaitu mengkaji hubungan antara variabel. Sampel sebanyak 72 dan dibagi menjadi 2 kelompok : kelompok di wilayah Pabrik Karet Gandus dan kelompok di wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sukawinatan Palembang. Uji fungsi paru di ukur menggunakan spirometri dan kadar Interleukin-6 diukur menggunakan pemeriksaan ELISA. Hasil uji Chi squaremenunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna (p value = 0,001) antara fungsi paru pada penduduk yang berada di sekitar Pabrik Karet Gandus dan TPA Sampah Sukawinatan. Dan tidak terdapat hubungan yang bermakna (p value = 0,337) antara kadar Interleukin-6 (IL-6) pada penduduk yang berada di sekitar Pabrik Karet Gandus dan TPA Sampah Sukawinatan. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna (p value = 0,626) antara fungsi paru dan kadar Interleukin-6 (IL-6) pada penduduk yang berada di sekitar Pabrik Karet Gandus. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna (p value = 1,000) antara fungsi paru dan kadar Interleukin-6 (IL-6) pada penduduk yang berada di sekitar TPA Sampah Sukawinatan Palembang. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa Tidak terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) antara kadar Interleukin-6 dan Fungsi Paru pada penduduk yang berada di sekitar Pabrik Karet Gandus dan TPA Sukawinatan Palembang.
Uji Efek Antibakteri Propolis terhadap Escherichia Coli Dan Shigella Dysenteriae Secara In Vitro Roni Ferdi; Mgs. Irsan Saleh; Theodorus; Salni
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri yang sering menjadi penyebab diare infeksi adalah Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dan kurang rasional pada kasus diare mendorong terjadinya perkembangan resistensi patogen multi obat. Propolis merupakan salah satu solusi untuk mengatasi infeksi diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan efek antibakteri ekstrak propolis terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae dalam pengujian secara in vitro dengan berbagai konsentrasi. Penelitian eksperimen laboratorium secara in vitro. Sampel dalam penelitian ini adalah bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae dengan tahapan penelitian dimulai dari proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi bertingkat. Hasilpenelitian menunjukkan konsentrasi fraksi n-heksan terkecil yang masih menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae adalah 250 µg/ml dan konsentrasi ini dinyatakan sebagai nilai KHM. Uji kesetaraan konsentrasi 250 µg/ml fraksi n-heksan propolis setara dengan 4,0 µg/ml ciprofloxacin terhadap Escherichia coli dan setara dengan 4,6 µg/ml ciprofloxacin terhadap Shigella dysenteriae, sedangkan uji kesetaraan konsentrasi 250 µg/ml fraksi etil asetat propolis setara dengan 5,2 µg/ml ciprofloxacin terhadap Escherichia colidan setara dengan 4,5 µg/ml ciprofloxacin terhadap Shigella dysenteriae. Kesimpulan penelitian ini adalah Ekstrak n-heksan dan etil asetat propolis memiliki efektifitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Shigella dysenteriae.Fraksi n-heksan dan etil asetat propolis memiliki aktivitas antibakteri yang lebih rendah jika dibandingkan dengan ciprofloxacin dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Senyawa antibakteri yang terdapat dalam fraksi n-heksan dan etil asetat propolis adalah flavonoid dan fenol.
Sensitivitas dan Spesifisitas Metode Brugia Rapid Test pada Pemeriksaan Brugia Malayi Tri Novia Kumalasari
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening. Diketahui 90% kasus filariasis penyebabnya adalah tiga spesies cacing filarial yaitu: Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Pemeriksaan secara mikroskopis pada sediaan darah tebal menggunakan darah tepi pasien pada malam hari merupakan teknik konvensional. Dalam program eliminasi filariasis global, WHO menganjurkan penggunaan metode serodiagnosis. Untuk filariasis Brugia, metode serodiagnosis terbaik yang ada saat ini adalah deteksi antibodi IgG4 anti-filaria.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas metode Brugia Rapid Test dibandingkan dengan sediaan darah tepi dengan pewarnaan Giemsa dalam mendeteksi Brugia malayi di Desa Sungai Rengit Murni Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Metode yang digunakan adalah uji Diagnostik. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Rengit Murni Kabupaten Banyuasin pada tanggal 20 Juni 2013. Jumlah sampel 80 orang yang diambil secara Simple Random Sampling. Metode pemeriksaan dengan cara pewarnaan Giemsa dan metode Brugia Rapid. Berdasarkan hasil penelitian dari 80 sampel yang dilakukan pemeriksaan, pemeriksaan dengan metode Giemsa 0 (0%) dan dengan metode Brugia Rapid 22 Orang (27,5%) Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Brugia rapid dibandingkan metode Giemsa Sensitivitasnya 0%, spesifisitasnya72,5%, nilai duga positif 0% dan nilai duga negatif 100%.
Rasionalitas Penggunaan Antagonis Kalsium Pada Wanita Hamil Novianty; Sutomo Tanzil; Theodorus
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia adalah suatu keadaan hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai denganproteinuria. Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai dengan kejang dan atau koma. Di Indonesia preeklampsia dan eklampsia masih merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan perinatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemberian antagonis kalsium pada wanita hamil di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang. Survei penggunaan obat dilakukan di Ruang Rekam Medis pada November sampai Desember 2013. Populasi penelitian adalah semua pasien hipertensi pada wanita hamil di Instalasi Rawat Inap Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Mohammad Hoesin. Sampel berjumlah 63 penderita yang memenuhi kriteria inkulsi. Hasil penelitian bentuk deskriptif dan dalam tabel persentase. Didapatkan 63 wanita hamil yang hipertensi. Hipertensi pada wanita hamil ditemukan pada usia 33-37 tahun (40%). Hipertensi ditemukan pada kehamilan pertama (11.3%). Jenis hipertensi terbanyak adalah derajat dua (68.2%). Antagonis kalsium yang digunakan adalah nifedipin dan amlodipin. Nifedipin diberikan peroral dengan dosis 10 mg satu kali makan dengan frekuensi tiga kali dalam satu hari (100%). Amlodipin diberikan peroral dengan dosis 10 mg satu kali makan dengan frekuensi satu kali dalam satu hari (100%). Magnesium sulfat sering digunakan bersamaan dengan antagonis kalsium (89%).Penggunaan antagonis kalsium pada wanita hamil di Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Mohammad Hoesin sudah rasional.
Hubungan Siklus Bioritme dengan Nilai Computer Based Test (CBT) pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Nurul Salmah Alia Dita; Erial Bahar; Eddy Roflin
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh manusia memiliki banyak irama, salah satunya bioritme. Bioritme terdiri dari tiga siklus yaitu, siklus fisik, emosi dan intelektual. Masing-masing siklus memiliki fase positif, negatif dan kritis. Saat mengikuti ujian seseorang memerlukan keadaan fisik, mental, dan intelektual yang baik. Dengan menggunakan siklus bioritme, seseorang dapat melihat keadaan-keadaan tersebut agar dapat mempersiapkan diri ketika ujian. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 386 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Sriwijaya angkatan 2014 dan 2015 secara total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diambil berupa data sekunder yang terdiri dari nilai CBT, tanggal ujian, dan jalur masuk yang diperoleh dari bagian akademik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, sedangkan data tanggal lahir, IMT dan nilai IQ diambil dari kuesioner. Data siklus bioritme diambil menggunakan biorhythm software. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis uji Kruskal Wallis dan Regresi Linier. Dari hasil analisis bivariat dengan uji Kruskall Wallis didapatkan nilai IQ memiliki hubungan dengan nilai CBT (p=0,010), jalur masuk universitas memiliki hubungan dengan nilai CBT (p=0,000), dan siklus fisik bioritme berhungan dengan nilai CBT (p=0,011), Namun, pada analisis multivariat (Regresi Linier) siklus fisik bioritme tidak memiliki hubungan dengan nilai CBT. Tidak terdapat hubungan siklus bioritme dengan nilai CBT pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
Korelasi Antara Kadar Feritin Serum dan Status Gizi Pasien Talasemia-β Mayor Rafika; Djoko Marwoto; Lusia Hayati
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talasemia adalah penyakit kronik yang membutuhkan transfusi darah berulang, karena adanya gangguan sintesis hemoglobin akibat mutasi dari satu atau lebih gen globin. Transfusi secara terus menerus dapat menyebabkan terjadinya penimbunan besi dalam tubuh khususnya jantung, hati, dan organ endokrin, serta dapat menyebabkanpertumbuhan yang terhambat dan gizi kurang atau gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar feritin serum dan status gizi pasien talasemia-β mayor di RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien talasemia-β mayor yang menjalani rawat inap di Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr. Mohammad Hoesin pada bulan Oktober hingga November 2016 yang memenuhi kriteria keikutsertaan. Dari 43 pasien, sebagian besar (60.5%) pasien memiliki badan kurus sesuai dengan indeks berat badan menurut usia (BB/U) dan berperawakan pendek sesuai indeks tinggi badan menurut usia (TB/U), namun hanya 14.0% pasien memiliki gizi kurang menurut indeks BB/TB. Didapatkan nilai rata-rata kadar feritin serum 2837.69 μg/L, dengan rentang 278.7-13867 μg/L. Hasil uji korelasi antara kadar feritin serum dan status gizi menunjukkan nilai p=0.326 dan nilai r=0.153. Terdapat korelasi yang tidak bermakna antara kadar feritin serum dan status gizi pasien talasemia-β mayor.
Profil Hormon Penderita Disorder of Sex Development (DSD) di RSUP. Dr. Mohammad Hoesin Palembang Ziske Maritska; Bintang Arroyantri Prananjaya; Nita Parisa; Rovania Yantinez Quardetta
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain berdasarkan temuan klinis, penentuan diagnosis Disorders of sex development (DSD) juga didukung oleh ragam pemeriksaan penunjang seperti analisis kromosom, radiologi, dan pemeriksaan laboratorium yang salah satunya berupa pemeriksaan kadar hormon. Pemeriksaan kadar hormon dapat memberikan gambaran fungsi gonadal dan adrenal, yang bermanfaat baik untuk penapisan dan juga penentuan diagnosis DSD. Studi yang bertujuan untuk mengidentifikasi profil hormon pasien DSD di Indonesia masih sangat minim, dan studi ini merupakan studi pertama yang meninjau profil hormon DSD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Studi ini merupakan studi deskriptif menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien DSD yang menjalani pemeriksaan hormon selama periode 2013-2017. Dari total 173 pasien DSD yang datang berobat ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang selama lima tahun terakhir, hanya 22 (12.72%) pasien yang menjalani pemeriksaan hormon. Ada 13 profil hormon yang diperiksa pada pasien DSD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dengan hormon testosteron (54.54%) sebagai hormon yang paling sering diperiksa. Pemeriksaan profil hormon sebagai salah satu alat bantu penapisan dan penegakkan diagnosa DSD belum menjadi salah satu pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Pemanfaatan Isoflavon Dengan Bahan Dasar Kulit Kopi Robusta Dengan Penanda BMD (Bone Marrow Density) Pada Wanita Peri/Post Menopause Ratna Dewi Puspita Sari; Samsul Bakrie
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v5i3.8684

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup perempuan di Indonesia yang mencapai usia 72 tahun menyebabkan hampir sepertiga masa hidupnya dijalani pada saat menopause. Populasi perempuan menopause di Indonesia akan meningkat dengan segala dampak akibat penurunan hormon estrogen berupa keluhan klimaterik dan peningkatan risiko terjadinya kekeroposan tulang/osteoporosis. Pilihan yang terbaik dan merupakan pengobatan standar untuk keluhan klimaterik dan osteoporosis adalah terapi hormonal (Estrogen+Progesteron/Estrogen). WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terapi hormon pada perempuan menopause meningkatkan risiko kanker payudara. Di Indonesia, Fitoestrogen banyak beredar di pasaran dengan kategori sebagai suplemen dan telah digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan klimaterik dan osteoporosis. Fitoestrogen ini belum terbukti secara ilmiah bermanfaat untuk mengatasi keluhan-keluhan klimaterik maupun osteoporosis pada perempuan menopause. Fitoestrogen di pasaran yang digunakan sebagai pil Permi III mengandung Red Clover, Black Cohosh dan kalsium. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa fitoestrogen untuk terapi osteoporosis dapat diperoleh dari isoflavon yang berasal dari kulit kopi robusta. Isoflavon ini dapat mempengaruhi densitas mineral tulang pada wanita peri/post menopause. Penggunaan fitoestrogen (isoflavon) dari kulit biji kopi berpengaruh terhadap wanita peri/post menopause serta membantu pemeliharaan dan pembentukan massa tulang.
Sekresi IFN-γ dan IL-10 Setelah Stimulasi Antigen Fusi ESAT-6-CFP-10 (EC610) pada Penderita TB Aktif dan TB Laten Sabri Prihantika; Nova Kurniati; Kemas Ya'kub Rahadiyanto; M.Irsan Saleh; Zen Hafy; Fransisca Srioetami Tanoerahardjo; Jusak Nugraha; Eddy Mart Salim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v5i3.8897

Abstract

Sistem imunitas seluler sangat berperan dalam melawan infeksi TB yaitu peran sel limfosit T yang berdiferensiasi menjadi sel Th1 mensekresikan sitokin pro inflamasi IFN-γ dan sel Th2 yang mensekresi sitokin anti inflamasi IL-10. Antigen fusi EC610 bersifat spesifik dan memiliki antigenitas yang kuat terhadap stimulasi sel T. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan rerata kadar IFN-γ dan IL-10 setelah stimulasi antigen EC610 pada penderita TB aktif dan TB laten. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu secara in vitro dengan kultur PBMC yang distimulasi oleh antigen EC610 pada kelompok TB aktif dan TB laten. Penelitian dan pemeriksaan dilakukan di RSK Paru Provinsi Sumsel dan Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta Pusat. Terdapat 21 subjek penderita TB aktif dan 28 subjek penderita TB laten yang sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran kadar IFN-γ dan IL-10 dilakukan menggunakan ELISA-Reader. Hasil penelitian menunjukkan kadar IFN-γ dan IL-10 setelah stimulasi antigen EC610 lebih tinggi pada TB aktif daripada TB laten. Tingginya kadar IFN-γ pada penderita TB aktif menunjukkan adanya respon imun protektif terhadap kuman M.tb sedangkan tingginya kadar IL-10 menunjukkan perannya sebagai anti inflamasi . Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata kadar IFN-γ pada penderita TB aktif dan TB laten (p=0,769) dan terdapat perbedaan bermakna reata kadar IL-10 setelah stimulasi antigen EC610 lebih tinggi pada TB aktif daripada TB laten (p=0,000).

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): Vol 11, No 2, 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Vol 11, No 1, 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): Vol 10, No 3, 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Vol 10, No 2, 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Vol 10, No 1, 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9, No 3, 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Vol 9, No 2, 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Vol 9, No 1, 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): Vol 8, No 3, 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Vol 8, No 2, 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): Vol 7, No 3, 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Vol 7, No 2, 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Vol 7, No 1, 2021 Vol. 7 No. 3 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 3 (2020): Vol 6, No 3, 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Vol 6, No 1, 2020 Vol. 6 No. 3 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 2 (2020) Vol 6, No 1 (2020) Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019 Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 3 (2019) Vol 5, No 2 (2019) Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019) Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol 4, No 2, 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018 Vol. 4 No. 3 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 3 (2018) Vol 4, No 2 (2018) Vol. 4 No. 2 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018) Vol. 3 No. 3 (2017): Vol 3,No 3, 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017 Vol 3, No 3 (2017) Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 2 (2017) Vol 3, No 1 (2017) Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 1, No 1 (2015) More Issue