cover
Contact Name
Tri Wahyono
Contact Email
wahyonotri25@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hsosiati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur)
ISSN : 25803271     EISSN : 26565897     DOI : 10.18196/jmpm
Core Subject : Engineering,
Jurnal Material DAN Proses Manufaktur focuses on the research and research review in the field of engineering material and manufacturing processes. The journal covers various themes namely Design Engineering, Process Optimization, Process Problem Solving, Manufacturing Methods, Process Automation, Material research and investigation, Advanced Materials, Nanomaterials, Mechanical solid and fluid, Energy Harvesting and Renewable Energy.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017): Desember" : 16 Documents clear
OPTIMALISASI PARAMETER PROSES INJEKSI PADA HDPE RECYCLE MATERIAL UNTUK MEMPEROLEH MINIMUM SINK MARKS MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE TAGUCHI Irmawan, wiwin; Budiyantoro, Cahyo; Sosiati, Harini
JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil produk plastik yang diperoleh dari bahan baku HDPE daur ulang banyak menghasilkan cacat produk dibandingkan produk plastik yang menggunakan HDPE baru.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan kondisi yang optimal pada proses injection molding berupa parameter proses untuk memperoleh minimum sink marks dengan pedekatan DOE (Design of experiment) Taguchi dan mengetahui parameter yang sesuai untuk meminimalkan cacat sink marks di HDPE daur ulang dengan menggunakan parameter proses holding time, holding pressure, back pressure, dan injection pressur. Hasil Penelitian menunjukan bahwa dari percobaan ke 9 berdasarkan desain faktorial yaitu dengan variasi holding time level 3, holding pressure level 3, Back pressure level 2, dan Injection pressure level 1 diperoleh nilai sink marks minimum sebesar 0,2 mm dari 9 percobaan yang dilakukan.
PERANCANGAN INJECTION MOLDING DENGAN SISTEM THREE PLATE MOLD PADA PRODUK GLOVE BOX Mufid, Ali Khaerul; Budiyantoro, Cahyo; Nur Rahman, Muhammad Budi
JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan mold merupakan proses awal untuk memproduksi suatu produk. Tujuan perancangan ini adalah membuat cetakan three-plate mold menggunakan CATIA V5R21 yang menghasilkan produk berkualitas dengan melakukan analisis jenis runner, gate dan cooling yang paling optimal kemudian menghitung clamping force, sistem ejector, tebal support plate dan diameter baut stopper yang aman digunakan, dengan menggunakan produk sampel yang telah dimodifikasi yaitu glove box, kemudian merancang sistem three-plate mold pada produk glove box. Hasil analisis  runner jenis trapezoid paling optimal yaitu 2,187 s. Hasil analisis cooling jenis baffle yang digunakan.. Perhitungan clamping force didapatkan nilai sebesar 60,373 ton  sehingga mesin yang aman untuk digunakan adalah 20% dari nilai clamping force. Kekuatan baut stopper yang aman digunakan dengan diameter 8,22 mm, menggunakan screw jenis M 12. Tebal support plate 𝜎tarik 𝑠𝑢𝑝𝑝𝑜𝑟𝑡 𝑝𝑙𝑎𝑡𝑒 731, 74 N/mm2 < 𝜎tarik material 800 N/mm2. Sehingga dikatakan aman. Ejector Ejection load 11674,10 N < gaya buckling 31925,05 N dan gaya cavity 2010,61 N < gaya buckling 31925,05 Jadi pin ejector  diameter 8mm aman. 
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PELIPAT BAJU DENGAN PENGONTROL SISTEM ELEKTRO PNEUMATIK DAN PLC UNTUK INDUSTRI KONVEKSI Fahmi, M. Iqbal Nur; Wahyudi, Wahyudi; Riyanta, Bambang
JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia industri konveksi tidak terlepas dari berkembangnya mesin-mesin produksi, mulai dari bahan baku, pembuatan sampai dengan pengemasan barang yang sudah jadi. Penggunaan sistem otomasi dalam dunia industri konveksi dapat membantu pekerjaan menjadi lebih efisien, menghemat biaya produksi, mutu pada produk dan konsisten. Salah satu peralatan yang dibutuhkan adalah alat pelipat baju. Hal yang mendasari dalam perancangan adalah cara  melipatcara melipat baju secara manual. Setelah mendapatkan skema melipat baju maka selanjutnya dapat membuat sistem yang akan digunakan, desain alat, simulasi, pemilihan komponen dan bahan yang akan digunakan. Software yang digunakan untuk perancangan yaitu Autodesk Inventor Professional 2013, CX-Programmer dan FluidSIM Pneumatic. Tahap selanjutnya yaitu proses pembuatan prototype. Bahan yang digunakan untuk pembuatan yaitu besi hollow, Aluminium Composite Panel (ACP), Akrilik dan plat besi. Sedangkan komponen utama yang digunakan untuk sistem PLC adalah PLC type CP1E, Power Supply. Sedangkan untuk sistem elektro pneumatik meliputi solenoid valve, air service, control flow dan clynder pneumatic. Alat pelipat baju berdimensi panjang 1100 mm lebar 945 mm dan tinggi  895tinggi   mm895 mm.  Uji  cobaUji coba prototype pelipat baju memperoleh waktu 25 (Detik) untuk setiap satu baju. Dengan kecepatan yang didapatkan tersebut dan dioperasikan 8 jam kerja setiap harinya sehingga prototype ini mampu menyelesaikan lipatan baju kurang lebih sebanyak 1152. Untuk biaya pemakaian alat yang harus dikerluarkan untuk melipatan setiap baju sebesar Rp 9.7. Alat ini dapat membantu industri konveksi khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk memperpendek siklus proses produksinya
PERANCANGAN MESIN VACUUM FORMING UNTUK MATERIAL PLASTIK POLYSTYRENE (PS) DENGAN UKURAN MAKSIMAL CETAKAN 400x300x150 (mm3) Irwansyah, Diki; Budiyantoro, Cahyo; Sunardi, Sunardi
JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari Perancangan ini adalah untuk menghasilkan desain mesin Vacuum Forming dengan ukuran maksimal cetakan (Mold) 400 x 300 x 150 (mm3), menggunakan 2 unit heater tipe strip dengan daya 250 watt/unit, dan menggunakan vacuum cleaner untuk proses vakum dengan vacuum (max) : 20 kPa (20.000 Pa) dan Airflow (max) : 26,6 l/s (0,0266 m3/dt) yang akan digunakan sebagai acuan dalam proses pembuatan mesin Vacuum Forming. Salah satu dari metode thermo forming yang sederhana adalah vacuum forming. Pada dasarnya metode ini dilakukan dengan memberikan perlakuan panas pada lembaran plastik hingga lembaran plastik menjadi lunak kemudian dibentuk pada cetakan dengan memberikan tekanan vakum. Ada beberapa parameter yang menentukan kualitas hasil cetakan plastik pada proses vacuum forming antara lain, jenis plastik, ketebalan plastik, temperatur pemanasan dan tekanan vakum yang digunakan. Pada perancanga mesin thermoforming vacuum ini sebagai bahan uji digunakan lembaran plastik polystyrene (PS) dengan panjang 420 (mm), lebar 320 (mm) dengan ketebalan 0,5 sampai 2 (mm). Hasil dari Perancangan ini selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam proses pembuatan mesin Vacuum Forming.
PENGARUH DIAMETER STEEL BALL SHOT PEENING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN, WETTABILITY DAN LAJU KOROSI PADA STAINLESS STEEL AISI 304 Sunardi, Sunardi; Nugroho, Aris Widyo; Julianto, Achmad Zamhari
JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stainless steel (SS) 304 is material commonly used in biomedical applications, because this material is corrosion resistant, easyly obtained, relatively light, easyly formed and low price. However, its corrosion rate tend to be higher compared to the biomedical materials. Thus, it needs surface treatment to overcome its weakness. The purpose of this research is to determine the effect of shot peening on surface roughness, wettability and corrosion rate in Synthetic Body Fluid (SBF) of SS-304 material. The samples are circular shapes of 14 mm diameter and 4 mm thickness of SS-304 materials. The shot peening was conducted with nozzle distance of 100 mm, spraying pressure of 6 bar, spraying time of 10 minutes, and and shooting angle of 90º. Steel ball diameter being used are 0.4 mm, 0.6 mm, 0.7 mm, and the properties being characterized are surface rougness, wettability and corrosion resistance. The results shows that the shot peening can increase the surface roughness from 0.868 μm ± 0.056 μm for the raw material up to 2.248 μm ± 0.481 μm for shoot-peenned material using steel ball diameter of 0.7 mm. The corrosion resistance decreases from 55.83 ± 2.44 mpy for the raw material to 113.15 ± 7.51 mpy for the shoot-peenned material using steel ball diameter of 0.4 mm, and the increase surface hardness was found being 276 %, . In addition, wettability test indicates that sample surface after being shot peenned treatment to be hydrophilic.
SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE Irawan, Fabio Dwi Bagus; Budiyantoro, Cahyo; Thoharudin, Thoharudin
JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bersifat komputerisasi berbasis simulasi menggunakan software Autodesk Moldflow Insight untuk memperediksi dua kegagalan dan untuk mengoptimalkan kualitas produk. Karena minimnya produk plastik pada engine motor, maka penulis melakukan study kasus dari produk sparepart motor yaitu top case. Penelitian diawali dengan 4 percobaan, dalam tahap awal dilakukan perbandingan dari keempat percobaan dengan analisa fill time. Setelah analisa fill time dilakukan perbandingan antara cooling baffle dan cooling cinformal. Kemudian hasil optimal dari perbandingan, dilakukan analisa Taguchi. Menurut desain eksperimen Taguchi mengharuskan pengacakan nilai faktor menggunakan matriks orthogonal L9 (33) sehingga terdapat 9 eksperimen dengan 3 level. Dalam hal ini optimasi parameter yang menggunakan metode taguci terbukti dapat meminimalisir nilai sink mark dan shrinkage. Hasil optimasi dengan metode taguci dapat digunakan untuk menjadi acuan parameter dalam pembuatan produk yang di fabrikasi menggunakan injection molding seperti produk top case.
PERANCANGAN ROLLER SPINNING SEBAGAI MESIN PEMBUAT PANCI DARI PLAT ALUMINIUM Thoharudin, Thoharudin; Caroko, Novi; Wahyudi, Wahyudi; Sembiring, Suzad Miko; Aji, Hanung Yudistira
JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menyajikan proses perancangan mesin roller spinning yang digunakan untuk membuat panci dari plat aluminium. Proses perancangan digunakan untuk menentukan dimensi dari komponen penting dari mesin roller spinning dan kebutuhan daya penggeraknya. Proses perancangan melibatkan persamaan-persamaan yang diambil dari beberapa referensi. Hasil dari perancangan ini menampilkan bahwa kebutuhan ukuran baut sambungan flange poros-mandrel minimal berukuran M6 kelas 4.6 berjumlah 8 buah, diameter poros penggerak minimal sebesar 40,54 mm terbuat dari bahan baka AISI 6150. Kebutuhan daya pengerolan bervariasi tergantung dari ketebalan plat dan kecepatan putar motor yang digunakan, semakin tebal plat dan kecepatan motor maka penggunaan daya penggerak semakin besar. Untuk kebutuhan industri mikro disarankan kecepatan putar maksimum sebesar 500 rpm agar kebutuhan daya untuk pengerolan plat tebal 1,5 mm cukup dengan motor listrik berkapasitas 1 HP.
KARAKTERISASI SAMBUNGAN SMAW BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN 3 JENIS ELEKTRODA Iswanto, Priyo Tri; Mudjijana, Mudjijana; Himarosa, Rela Adi
JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : JMPM : Jurnal Material Dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shield Metal Arc Welding (SMAW) merupakan salah satu cara yang biasa digunakan untuk pengelasan baja karbon rendah. Kualitas sambungan las dapat dikarakterisasi dengan pengujian tarik, fatik, kekerasan Vickers, dan strukturmikro. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi sambungan SMAW baja karbon rendah menggunakan 3 jenis elektroda.Penelitian ini menggunakan baja karbon rendah 0,113 %C berdiameter 19,05 mm, dilas menggunakan elektroda E7018, E7016, dan E 6013. Karakterisasi hasil lasan menggunakan  alat Universal Testing Machine, Vickers hardness test, rotary bending fatigue,  dan optical microscope.Hasil penelitian menunjukkan lasan menggunakan elektroda tipe E7018 menghasilkan kekuatan tarik maksimum, UTS : 453,73 MPa,  nilai kekerasan Vickers, HVN : 148,23 kg/mm2 , sedangkan hasil lasan menggunakan tipe E7016 dan E6013 berturut-turut UTS : 442,11 dan 406,27 MPa, HVN : 142,30 dan 119,63 kg/mm2. Kekuatan sambungan las lebih rendah dari material baja karbon rendah as received yaitu 489,47 MPa. Hasil pengujian fatik berturut-turut mempunyai nilai ketahanan fatik (Se) : 204,18; 198,95; 182,82, dan lebih rendah dari Se baja S10C yaitu 292,59 MPa. Pengamatan strukturmikro logam las untuk 3 tipe elektroda didominasi struktur ferit batas butir (GF) dan perlit.
PENGARUH DIAMETER STEEL BALL SHOT PEENING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN, WETTABILITY DAN LAJU KOROSI PADA STAINLESS STEEL AISI 304 Sunardi Sunardi; Aris Widyo Nugroho; Achmad Zamhari Julianto
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v1i2.4178

Abstract

Stainless steel (SS) 304 is material commonly used in biomedical applications, because this material is corrosion resistant, easyly obtained, relatively light, easyly formed and low price. However, its corrosion rate tend to be higher compared to the biomedical materials. Thus, it needs surface treatment to overcome its weakness. The purpose of this research is to determine the effect of shot peening on surface roughness, wettability and corrosion rate in Synthetic Body Fluid (SBF) of SS-304 material. The samples are circular shapes of 14 mm diameter and 4 mm thickness of SS-304 materials. The shot peening was conducted with nozzle distance of 100 mm, spraying pressure of 6 bar, spraying time of 10 minutes, and and shooting angle of 90º. Steel ball diameter being used are 0.4 mm, 0.6 mm, 0.7 mm, and the properties being characterized are surface rougness, wettability and corrosion resistance. The results shows that the shot peening can increase the surface roughness from 0.868 μm ± 0.056 μm for the raw material up to 2.248 μm ± 0.481 μm for shoot-peenned material using steel ball diameter of 0.7 mm. The corrosion resistance decreases from 55.83 ± 2.44 mpy for the raw material to 113.15 ± 7.51 mpy for the shoot-peenned material using steel ball diameter of 0.4 mm, and the increase surface hardness was found being 276 %, . In addition, wettability test indicates that sample surface after being shot peenned treatment to be hydrophilic.
PERANCANGAN MESIN VACUUM FORMING UNTUK MATERIAL PLASTIK POLYSTYRENE (PS) DENGAN UKURAN MAKSIMAL CETAKAN 400x300x150 (mm3) Diki Irwansyah; Cahyo Budiyantoro; Sunardi Sunardi
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v1i2.3286

Abstract

Tujuan dari Perancangan ini adalah untuk menghasilkan desain mesin Vacuum Forming dengan ukuran maksimal cetakan (Mold) 400 x 300 x 150 (mm3), menggunakan 2 unit heater tipe strip dengan daya 250 watt/unit, dan menggunakan vacuum cleaner untuk proses vakum dengan vacuum (max) : 20 kPa (20.000 Pa) dan Airflow (max) : 26,6 l/s (0,0266 m3/dt) yang akan digunakan sebagai acuan dalam proses pembuatan mesin Vacuum Forming. Salah satu dari metode thermo forming yang sederhana adalah vacuum forming. Pada dasarnya metode ini dilakukan dengan memberikan perlakuan panas pada lembaran plastik hingga lembaran plastik menjadi lunak kemudian dibentuk pada cetakan dengan memberikan tekanan vakum. Ada beberapa parameter yang menentukan kualitas hasil cetakan plastik pada proses vacuum forming antara lain, jenis plastik, ketebalan plastik, temperatur pemanasan dan tekanan vakum yang digunakan. Pada perancanga mesin thermoforming vacuum ini sebagai bahan uji digunakan lembaran plastik polystyrene (PS) dengan panjang 420 (mm), lebar 320 (mm) dengan ketebalan 0,5 sampai 2 (mm). Hasil dari Perancangan ini selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam proses pembuatan mesin Vacuum Forming.

Page 1 of 2 | Total Record : 16