cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Analisis Spasial Faktor Risiko Lingkungan dengan Kejadian Kusta di Wilayah Pesisir Idayani, Titik Nur; Windraswara, Rudatin; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Rembang merupakan salah satu kabupaten yang endemis kusta dengan angka prevalensi 1,24/10.000 penduduk. Kecamatan Kragan dan Sarang merupakan dua kecamatan dengan prevalensi tertinggi yaitu sebesar 1,36/10.000 penduduk dan 9,41/10.000 penduduk. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian kusta adalah faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran spasial aspek lingkungan dengan kejadian kusta di Kecamatan Kragan dan Sarang yang tersebar di 14 wilayah desa. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan deskriptif. Sampel yang ditetapkan sebesar 19 kasus. Analisis data menggunakan analisis spasial dengan teknik overlay dan Average Nearest Neighboor (ANN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 11 responden tersebar di 9 desa dengan cakupan rumah sehat kurang baik (64,2%), sebesar 16 responden bertempat tinggal di dekat area persawahan (84,2%) dan 11 responden tinggal di dekat area perairan (57,9%) serta diketahui pola persebaran penyakitnya yaitu mengelompok dengan jarak terdekat 0 km dan jarak rata-ratanya 1,3 km. Kesimpulan penelitian ini yaitu lokasi persebaran kusta lebih banyak berada di dekat area persawahan dan pada desa yang cakupan rumah sehatnya kurang baik. Kata kunci: Kusta, Lingkungan, Tata Ruang Rembang is one of leprosy endemic district with the prevalence 1,24/10.000 population. Kragan and Sarang are two of subdistricts with the highest prevalence of 1.36/10.000 and 9.41/10.000 population. One of the factors that affect leprosy is environmental. The purpose is to know the description of environmental aspects with leprosy in Kragan and Sarang which spread in 14 villages. The type of this research is observational using descriptive approach. The samples were 19 cases. Data analysis was using spatial analysis with overlay technique and Average Nearest Neighboor. The result showed that 11 respondents were spread in 9 villages with coverage of healthy house did below health standard (64.2%), 16 respondents lived close to field area (84.2%), and 11 respondents lived close to water area (57.9%) and known that spread of leprosy pattern is clustered with a nearest distance and the average is 0 km and 1.3 km. The conclusion is the location distribution of leprosy more in the field area and villages with coverage of healthy house did below health standard. Keywords: Leprosy, Environment, Spatial
The Pemanfaatan Pusat Layanan Kesehatan (Puslakes) Universitas Negeri Semarang Pratiwi, Asih; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Layanan Kesehatan (Puslakes) merupakan institusi pelaksana teknis layanan kesehatan primer terdepan dalam mendukung kinerja seluruh civitas academica Unnes, kunjungan mahasiswa ke Puslakes pada tahun 2014 sebanyak 2.062 kunjungan, tahun 2015 menjadi 1.529 kunjungan, dan tahun 2016 hanya 1.315 kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puslakes Unnes. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, menggunakan rancangan Cross Sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel adalah seluruh mahasiswa aktif S1 Unnes. Jumlah sampel 380 responden, teknik pengambilan sampel adalah Quota Sampling. Pengambilan data dilakukan secara wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil uji statistik menunjukkan pengetahuan mahasiswa tentang Puslakes (p=0,000), sikap (p=0,006), kemudahan informasi (p=0,000), persepsi kebutuhan (p=0,030;), dan kepercayaan terhadap penyakit (p=0,007) mempengaruhi pemanfaatan Puslakes. Variabel aksesbilitas diketahui tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan Puslakes (p=0,621), sedangkan persepsi jaminan kesehatan mahasiswa diketahui tidak bermakna secara signifikan (p=0,215) sehingga tidak masuk ke dalam model multivariat. Penelitian ini menyimpulkan kepercayaan terhadap penyakit menjadi faktor dominan yang mempengaruhi pemanfaatan Puslakes. Kata kunci: Pemanfaatan, Puslakes, Unnes Pusat Layanan Kesehatan (Puslakes) is health care services that support civitas academica of Unnes, student visits to Puslakes in 2014 are 2.062, in 2015 are 1.529, and in 2016 only 1.315 visits. The study aimed to determine factor affecting utilization of puslakes. This study using cross-sectional design. Population and sample is S1 students are active in Unnes. Number of samples 380 respondents, the sampling technique is quota sampling. Data was collected using questionnaire. Analyzed using binary logistic regression. The result showed students knowledge about Puslakes (p=0,000), attitude (p=0,006), ease of information (p=0,000), perception of need (p=0,030), belief in disease (p=0,007) are affected utilization of Puslakes. Variable of accessibility is known have no effect on utilization of Puslakes (p=0,621), while the student perception of health insurance is not significantly (p=0,215) so it does not enter into multivariate model. This study concludes that belief in disease becomes the dominant factor that affecting the utilization of Puslakes. Keywords: Utilization, Puslakes,Unnes
Analisis Spasial Faktor Risiko Lingkungan pada Kejadian Demam Berdarah Dengue Nyarmiati, Nyarmiati
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Rembang merupakan salah satu daerah endemis DBD dengan Incident Rate >30 per 100.000 penduduk pada tahun 2016. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian Demam Berdarah Dengue adalah faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran spasial faktor risiko lingkungan pada kejadian Demam Berdarah Dengue di Desa endemis DBD yaitu Desa Pamotan Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Analisis menggunakan metode ANN (Average Nearest Neighbour), buffer dan overlay. Penelitian dilaksanakan pada semua wilayah Dusun Desa Pamotan. Distribusi kasus DBD di Desa Pamotan memiliki pola mengelompok atau cluster dengan indeks jarak antar kasus rata-rata 45,8734 meter. Semua faktor lingkungan yang diteliti dijumpai di semua wilayah dusun namun berbeda-beda di setiap wilayah. Mayoritas kasus DBD berada pada jarak 100 meter dari keberadaan faktor risiko lingkungan. Penelitian menunjukkan bahwa banyaknya faktor risiko lingkungan pada suatu wilayah berbanding lurus dengan jumlah penderita penyakit DBD pada wilayah tersebut. Kata kunci: Faktor Risiko Lingkungan, Demam Berdarah Dengue, Spasial Rembang regency is one of DHF endemic areas with the Incident Rate>30 per 100,000 population in 2016. One of the factors influencing the occurrence of Dengue Hemorrhagic Fever is the environmental factor. The purpose of this study was to find out the spatial picture of environmental risk factors of incidence of Dengue Hemorrhagic Fever in DHF endemic village, Pamotan Village, Pamotan District, Rembang Regency.This research was categorized into observationalby with cross sectional design. The analysis used Average Nearest Neighbour, buffer and overlay methods. The research was conducted in all areas of Pamotan Village.The distribution of DHF cases in Pamotan Village has a cluster pattern with index of distance foreach case was about 45,8734 meters. All environmental factors that have been studied were found in all village areas but they varied in each region. The majority of dengue cases are within 100 meters of theexistence of environmental risk factors.Research showed that the number of environmental risk factors is directly proportional to the number of people with DHF disease. Keywords: Environmental Risk Factors, Dengue Hemorrhagic Fever, Spatial
Faktor Risiko Kecelakaan Kerja pada Pembangunan Gedung Martiwi, Rita; Koesyanto, Herry; Pawenang, Eram Tunggul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan gedung Y merupakan salah satu proyek yang dilaksanakan oleh PT X Semarang. Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek pembangunan gedung ini tahun 2015 adalah sebanyak 9 kasus, tahun 2016 sebanyak 11 kasus, sedangkan pada bulan Januari 2017 terjadi 3 kasus kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada proyek pembangunan gedung Y oleh PT X Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu sejumlah 23 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji univariat dengan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa responden yang mengalami kecelakaan kerja memiliki umur ≥ 30 tahun (52,2%), tingkat pendidikan rendah (91,3%), masa kerja ≤ 5 tahun (65,2%), lama jam kerja > 8 jam (100%), tingkat pengetahuan rendah (56,5%), kelelahan dengan kategori lelah (82,6%), dan aman dalam penggunaan APD (100%). Simpulan dalam penelitian ini adalah faktor manusia (pekerja) memiliki pengaruh untuk terjadinya kecelakaan kerja. Kata kunci: Menyebabkan, Pekerjaan, Kecelakaan The construction project of Y building is one of Semarang X company construction project. In 2015 there were 9 workplace accident cases on that building, in 2016 there were 11 workplace accident cases. Meanwhile on January 2017 there were 3 workplace accidents. The purpose of this study is to understand what the factors caused workplace accidents on Y building construction by Semarang X Company. This study uses quantitative descriptive method with cross-sectional approach. The sample quantity on this study uses purposive sampling technique, there were 23 respondents, and the instruments that use in this study are questionnaire and observation sheets. The data analyzed by univariat test on table and narration forms. The result of the analysis showed the respondents who got workplace accidents were ≥ 30 years old (52.2%), low education level (91,3%), ≤ 5 years working period about (65,2%), >8 hours working times (100%), low knowledge (56.5%), exhausted on fatigue level (82.6%), and were safely used APD (100%). The conclusion is human factors have influence to causing accident. Keywords: Causing, Work, Accidents
The Penerapan Kewaspadaan Standar sebagai Upaya Pencegahan Bahaya Biologi pada Tenaga Keperawatan Romadhoni, Sutianik; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penularan bahaya biologi yang tinggi merupakan indikator pentingnya suatu usaha pengendalian infeksi dengan menerapkan kewaspadaan standar. Nilai BOR yang tinggi (83%) menyebabkan meningkatnya intensitas tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan. Hal ini berpotensi terjadi penularan bahaya biologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi penerapan kewaspadaan standar sebagai upaya pencegahan bahaya biologi pada tenaga keperawatan di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini menggunakan metode evaluatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan data tingkat kesesuaian poin-poin dengan standar dari evaluasi penerapan kewaspadaan standar di RSUD Tugurejo Semarang secara keseluruhan untuk 11 elemen dengan 63 poin. Penerapan yang sesuai sebanyak 54 poin (85,7%), penerapan yang tidak sesuai sebanyak 4 poin (6,4%), dan tidak ada penerapannya sebanyak 5 poin (7,9%). Penerapan kewaspadaan standar yang kurang akan menimbulkan konsekuensi kesehatan yang tidak menguntungkan yang diderita oleh banyak orang sebagai akibat kesalahan medis. Kata kunci: Biologis, Bahaya, Perawat Transmission of biological hazard that high is an indicator the importance of a control infections by applying standard precaution. Value BOR that high (83%) can give increase nurse intensity to give care nursing. It is potential for transmission of biological hazard. The purpose of this research is to know the application of evaluation standard precaution as a biological hazard prevention effort on nursing at RSUD Tugurejo. This research uses the method evaluative. Data collection by interviews, observation, and study documentation. Informants determined to technique purposive sampling. The result of an application standard precaution in RSUD Tugurejo over all for 11 element with 63 points. Application of appropriate as 54 points (85,7%), the aplication of that does not comforms as 4 points (6,4%), and nothing the application as 5 points (7,9%). The application of standard precaution would have health consequences unfavorable suffered by many people as a result of medical errors. Keywords: Biological, Hazard, Nurse
Penerapan Hirarc sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja pada Proses Produksi Garmen Wulandari, Yulvina Rati
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hazard Identification Risk Assesment dan Risk Contol (HIRARC) merupakan bagian dari manajemen risiko dan yang menentukan arah penerapan K3 dalam perusahaan. Angka kecelakaan kerja pada proses produksi di PT. Glory Industrial Semarang II, pada tahun 2014 sebanyak 350 kasus, kemudian di tahun 2015 mengalami penurunan sebanyak 60,5%, menjadi sebesar 138 kasus, dan di tahun 2016 kecelakaan kerja yang terjadi di proses produksi PT. Glory Industrial Semarang II mengalami peningkatan sebanyak 38,4% dari tahun sebelumnya, menjadi sebesar 224 kasus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan HIRARC (Hazard Identification Risk Assesment and And Risk Control) pada proses produksi PT.Glory Industrial Semarang II. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan deskriptif evaluatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penerapan HIRARC (Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control) pada proses produksi PT.Glory Industrial Semarang II, dari 97 penerapan terdapat 88 penerapan yang diterapkan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan HIRARC masih belum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kata kunci: HIRARC, Kecelakaan, Garmen Hazard Identification Risk Assessment and Risk Contol (HIRARC) part of risk management and that determines the direction of OSH implementation within the company. The number of work accidents in production process at PT. Glory Industrial Semarang II, in 2014 as many 350 cases, then in 2015 decreased by 60.5%, to 138 cases, and in 2016 workplace accidents occurred in the production process of PT. Glory Industrial Semarang II has increased by 38.4% from the previous year, to 224 cases. The purpose of this research is to know the application of HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) in production process of PT.Glory Industrial Semarang II. The type of this research is descriptive qualitative research with descriptive evaluative design. The results this study indicate application of HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and And Risk Control) in production process of PT.Glory Industrial Semarang II, from 97 applications there are 88 applications applied. It can be concluded that the implementation of HIRARC is still not in accordance with applicable regulations. Keywords: HIRARC, Accident, Garmen
Kematian Neonatal di Kabupaten Grobogan Azizah, Ima; Handayani, Oktiaworo Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Grobogan merupakan kabupaten yang memiliki Angka Kematian Neonatal tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2015 (13,6 per 1000 KH) dan tahun 2016 (13,5 per 1000 KH). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kematian neonatal di Kabupaten Grobogan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi case control dengan sampel sebesar 50 kasus dan 50 kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil didapatkan faktor risiko yang berhubungan dengan kematian neonatal meliputi status gizi ibu (p value =0,006), status anemia ibu (p value =0,013), frekuensi kunjungan ANC (p value =0,031), umur kehamilan (p value =<0,001), BBL (p value =<0,001), kelainan kongenital (p value =0,03), asfiksia ((p value =<0,001), keterlambatan rujukan (p value =0,04) dan akses transportasi (p value =0,014). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara status gizi ibu, status anemia, frekuensi kunjungan ANC, umur kehamilan, BBL, kelainan kongenital, asfiksia, keterlambatan rujukan, akses transportasi dengan kejadian kematian neonatal di Kabupaten Grobogan. Kata kunci: Faktor Risiko, Kematian Neonatal Grobogan Regency is the district with the highest Neonatal Mortality Rate in Central Java in 2015 (13.6 /1000 KH) and in 2016 (13.5/1000 KH). The purpose of this study was to determine the risk factors associated with neonatal mortality in Grobogan District. The type of research used case control study with sample of 50 cases and 50 controls. The instrument used structured questionnaire. The data were analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. The results of risk factors related to neonatal mortality include maternal nutritional status (p value =0,006), maternal anemia status (p value =0,013), visit frequency of ANC (p value =0,031), gestational age (p value =0,001), BBL (p value =0,03), congenital anomalies (p value =0.03), asphyxia (p value =0,04), referral delay (p value =0.04) and access transportation (p value =0.014) The conclusions of this study were the relationship between maternal nutritional status, anemia status, frequency of ANC visit, gestational age, BBL, congenital abnormalities, asphyxia, delayed referral, access transportation with incidence of neonatal mortality in Grobogan District. Keywords: Risk Factors, Neonatal Death
Penerapan Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Putra, Dimas Pratama
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inspeksi merupakan cara terbaik untuk menemukan masalah dan menilai risikonya sebelum kerugian atau kecelakaan kerja terjadi. Dalam praktiknya, suatu organisasi seringkali mengalami kesulitan menentukan potensi bahaya di tempat kerja. Hal ini disebabkan banyaknya kegiatankegiatan yang harus diidentifikasi, sehingga perlu proses inspeksi. Peneliaian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kecelakaan di lingkungan kerja baik di area kerja maupun saat dilakukannya proses produksi. Jenis penelitian ini adalah survei kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan memberikan gambaran kondisi sebenarnya program inspeksi K3 di lapangan. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan program inspeksi K3 memiliki kekurangan pada 3 tahapan yaitu: tahap perencanaan belum ada pelatihan identifikasi bahaya bagi inspektor, pada pelaksanaan tidak ada inspeksi mesin, kemudian pelaporan hanya dilakukan evaluasi apabila terdapat kejadian lebih dari sekali. Hal tersebut mengakibatkan program menjadi tidak maksimal. Simpulan dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat 2 poin pada program inspeksi di PT. Purinusa Ekapersada yang tidak sesuai dengan standar acuan yang peneliti gunakan yaitu pada tahap perencanaan dan pelaporan. Kata kunci: Inspeksi, keselamatan, kecelakaan Inspection is the best way to find problems and evaluate risk before the loss or accident occure. In practice, organitation often have problem to determine hazard potention in workplace because too much activites for identification. Purpose of this research is to determine occupational based risk in workplace either in working area or during production process. The research was qualitative survey with descriptive approach to gave picture of actual conditions of Safety Punishment System program in the company. Data collection techniques by observation, interviews, and documentation. Validity data checking with triangulation techniques. The results of this study indicate that application of safety inspection program still has flaws in two phases process, namely: The implementation stage there has been no training related to hazard identification for inspector, there has been no daily machine inspection, and in reporting stage, the reviewing process only occurred if event happen more than once, however written in regulation if report occure must be reviewed soon as possible. Because of this flaw the program is not really effective. The conclusion from this study is discovered, safety inspection program in Purinusa Ekapersada company did not fullfiled 2 point from the standard which researcher used, namely planning step and reporting step. Keywords: Inspection, safety, accident
Faktor Risiko Kejadian Abortus Spontan Purwaningrum, Elisa Diyah; Fibriyana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aborsi spontan adalah pelepasan produk konsepsi dengan alasan tertentu pada atau sebelum usia kehamilan 20 minggu atau berat badan janin kurang dari 500 gram yang terjadi secara tidak sengaja. Kasus abortus spontan yang terjadi di RSUD Kabupaten Temanggung mengalami tren meningkat pada tiga tahun terakhir yaitu 7 abortus spontan per 100 kelahiran hidup pada tahun 2013, 17 abortus spontan per 100 kelahiran hidup pada tahun 2014 dan 20 abortus spontan per 100 kelahiran hidup pada tahun 2015. Abortus spontan merupakan pengeluaran hasil konsepsi oleh akibat tertentu yang berlangsung tanpa disengaja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian abortus spontan. Jenis penelitian yaitu survei analitik dengan desain kasus kontrol. Hasil penelitian diketahui bahwa riwayat graviditas (p=0,025), jarak kehamilan (p=0,01), umur ibu (p=0,014), riwayat abortus (p=0,001), riwayat paparan asap rokok (p=0,033) dan usia menikah (p=0,001) berhubungan dengan kejadian abortus spontan. Sedangkan usia menarche (p=0,116), riwayat ibu bekerja (p=0,371), riwayat penyakit (p=0,639), sifat kehamilan (p=0,152) dan riwayat status gizi (p=0,648) tidak berhubungan kejadian abortus spontan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian abortus spontan di RSUD Kabupaten Temanggung tahun 2015-2016 yaitu riwayat graviditas, jarak kehamilan, umur ibu, riwayat abortus, riwayat paparan asap rokok dan usia menikah. Kata kunci: Aborsi spontan, faktor risiko Spontaneus abortion is a release of the product of conseption for certain reasons at or before 20 week’s gestation or fetal weight less than 500 grams that happened accidentally. There was an increasing trend of spontaneous abortion’s cases in RSUD Temanggung in last three years, 7 cases per 100 livebirth at 2013, 17 cases per 100 livebirth at 2014 and 20 cases per 100 livebirth at 2015. The purpose of this research was to identify risk factors of sontaneous abortion. Type of this research is analitical survey with case-control design. The result showed that history of gravidity (p=0,05), interpregnancy interval (p=0,01), maternal age (p=0,014), history of abortion (p=0,001), history of smoke exposure in pregnant woman (p=0,033), and marriage age (p=0,001) were associated with spontaneous abortion. But menarcheal age (p=0,116), history of mother’s employment (p=0,371), hospital sheet (p=0,639), nature of pregnancy (p=0,152) and history of nutritional status (p=0,648) were not associated with spontaneous abortion (p>0,05). From this studi we can conclude that risk factors related to spontaneous abortion in regional hospital of Temanggung were history of gravidity, interpregnancy interval, maternal age, history of abortion, history of smoke exposure in pregnant woman and merriage age. Keywords: Spontaneous abortion, risk factors
Keikutsertaan Sosialisasi dan Tingkat Ekonomi terhadap Keikutsertaan Inspeksi Visual Asam Asetat Junainah, Nena
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks adalah salah satu neoplasma yang terjadi di daerah leher rahim atau mulut rahim. Deteksi dini kanker serviks menggunakan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan aplikasi asam asetat. Prevalensi kanker serviks tahun 2014 di wilayah kerja puskesmas Sekaran 1,1%, dengan angka kematian 15,4%. Wanita usia subur melakukan pemeriksaan IVA pada tahun 2010 sampai 2014 di Puskesmas Sekaran rata-rata sebesar 0,60%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keikutsertaan sosialisasi kanker serviks, pengetahuan, sikap, dan tingkat ekonomi terhadap keikutsertaan deteksi dini kanker serviks menggunakan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Jenis penelitian ini adalah case control study dengan populasi penelitian seluruh wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Sekaran dan sampel penelitian 114 responden dengan 57 kasus dan 57 kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil penelitian ini ada hubungan antara keikutsertaan sosialisasi (p=0,000) dengan keikutsertaan deteksi kanker serviks dengan metode IVA. Variabel yang tidak berhubungan adalah tingkat ekonomi (p= 0.272). Simpulan penelitian ini ada hubungan antara keikutsertaan sosialisasi dengan keikutsertaan deteksi kanker serviks dengan metode IVA. Kata kunci: Sosialisasi, tingkat ekonomi, VIA Cervical cancer is one of neoplasm that occur in the cervix or cervical. Early cervical cancer detection using VIA is cervical cancer examinations by visual inspection in cervix with visual inspection with acetic acid. The prevalence of cervical cancer in 2014 in the working area of publick health center of Sekaran was 1,1%, with a mortality rate of 15,4%. The number of women of childbearing age getting VIA examined in 2010 to 2014 in the clinic was approximately 0,60%. The purpose of the research is to know the relation between participation socialiszation, and economic level of the participation of early cervical cancer detection using VIA. The types of this research is case control study with the entire of research population is all childbearing woman in the working area of Puskesmas Sekaran and the research sample is 114 respondent which consisted of 57 cases and 57 controls. Data collection is done by questionnaire. The result showed there were relations between participation solialiszation (p=0,000) with participation of early cervical cancer detection using VIA. Unrelated variables is and economic level (p= 0.272). The result showed there were relations between participation solialiszation with participation of early cervical cancer detection using VIA. Keywords: Socialiszation, economic level, VIA

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue