cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Persepsi Pasien tentang Mutu Pelayanan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Puskesmas Astuti, Dwi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas Guntur 1 Demak merupakan puskesmas rawat inap yang memiliki masalah turunnya jumlah kunjungan rawat inap. Faktor turunnya kunjungan pasien adalah angka kesakitan pasien turun atau pelayanan terhadap kualitas mutu kesehatannya yang kurang baik. Salah satu cara mengukur kualitas mutu dengan model ServQual (Service Quality) yaitu bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, perhatian. Penelitian ini untuk mengetahui persepsi mutu pelayanan apa saja yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap. Jenis penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sejumlah 129 pasien. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian pada persepsi bukti langsung dengan p=0,003; kehandalan dengan p=0,010; daya tanggap dengan p= 0,374; jaminan dengan p=0,574; perhatian dengan p=0,746. Ada hubungan antara persepsi bukti langsung, persepsi kehandalan dengan tingkat kepuasan pasien. Tidak ada hubungan antara persepsi daya tanggap, persepsi jaminan, persepsi perhatian dengan tingkat kepuasan pasien. Kata kunci: Persepsi, Kualitas layanan, Kepuasan Puskesmas Guntur 1 Demak an inpatient health centers that have problems hospitalizations decline in the number of visits. Factors of the decrease in patient visits are the number of patients dropped morbidity or service to quality health quality is less good. One way to measure the quality of quality with the model ServQual (Service Quality) is the direct evidence, reliability, responsiveness, assurance, attention. This study to determine the perception of quality of any service related to the level of patient satisfaction inpatient. This type of research analytic survey with cross sectional approach. The sampling technique is purposive sampling a total of 129 patients. The instrument of this research is questionnaire. Result of research on perception of direct evidence with p=0,003; Reliability with p=0.010; Responsiveness with p=0.374; Guarantee with p=0,574; Attention with p=0,746. There is a relationship between the perception of direct evidence, the perception of reliability with the level of patient satisfaction. There is no correlation between perception of responsiveness, perception of assurance, perception of attention with patient satisfaction level. Keywords: Perception, Quality of service, Satisfaction
The Efektivitas Daun Citrus hystrix dan Daun Syzygium polyanthum sebagai Zat Penolak Alami Periplaneta Americana (L.) Putri, Eki Septiani
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecoa salah satu hama pemukiman yang berperan sebagai vektor penyakit. Penggunaan insektisida dapat menimbulkan resistensi kecoa. Jenis formulasi cair/semprot dan aerosol merupakan formulasi pestisida bagi kecoa yang paling banyak (20.25%) menimbulkan keracunan. Salah satu pengendalian yang efektif adalah menggunakan insektisida nabati yang berasal dari tumbuhan sebagai repellent. Daun salam dan daun jeruk purut mengandung minyak atsiri dengan kandungan yang berbeda, oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan perbedaan efektivitas daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun jeruk purut (Citrus hystrix) sebagai zat penolak alami kecoa Amerika (Periplaneta americana). Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, rancangan penelitian post-test only control group design dengan variasi sediaan berat 1,25gr, 2,5gr, 5gr, 10gr dan empat kali pengulangan. Sediaan yang paling efektif adalah daun jeruk purut seberat 5 gr sebesar 84% dan daun salam 10 gr sebesar 80,5%. Simpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan efektivitas daun jeruk purut dan daun salam dalam menolak kecoa Amerika (p=0,001<0,05). Kata kunci: Citrus hystrix, Syzygium polyanthum, Periplaneta americana Cockroaches are one of the most residential pests that can act as the most common vector of diseases. The use of insecticides can lead to cockroach resistance. One of the most effective controls is to use plant-based insecticide as a repellent. The bay leaves and kaffir lime leaves contain essential oils with different ingredients, therefore the purpose of this study is to prove the difference in effectiveness of bay leaves (Syzygium polyanthum) and kaffir lime leaves (Citrus hystrix) as natural repellent for American cockroaches (Periplaneta americana).Method of research is true experimental by post test only with control group design, five variations are 1,25 gr, 2,5 gr, 5 gr dan 10 gr with four times repetitions. Protection ability of 5 gr of kaffir lime leaves most repel cockroaches is 84%, 10 gr of bay leaves most repel cockroaches is 80,5%. The conclusions, this research is a difference of effectiveness of kaffir lime leaves and bay leaves to repel cockroaches (p = 0.001 <0.05). Keywords: Citrus hystrix, Syzygium polyanthum, Periplaneta americana
Karakteristik Ibu Hamil dengan Hiperglikemia Cahyani, Imamah Indah; Kusumaningrum, Niken Safitri Dyan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan dengan intoleransi gula darah mengakibatkan terjadinya hiperglikemia. Ibu hamil dengan hiperglikemia apabila tidak terpantau rutin menyebabkan sejumlah komplikasi yang mengakibatkan morbiditas dan mortalitas. Berdasarkan data tahun 2016 tercatat sebanyak 287 ibu hamil yang memeriksakan di poliklinik kandungan 2 ibu hamil diantaranya menderita diabetes mellitus sebelum hamil dan berlanjut saat kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik ibu hamil dengan hiperglikemia di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan kuantitatif non-eksperimental deskriptif survei. Sampelnya sebanyak 80 ibu hamil diambil secara consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner Risk factors for Gestational Diabetes Study berupa skrining non-invasif. Hasil penelitian ini menunjukkan lebih banyak ibu hamil berusia 26-34 tahun (46,3%), kegemukan (20%), obesitas (5%), dan 31,25% paritas multigravida. Penelitian ini menunjukkan 38 orang memiliki risiko hiperglikemia pada ibu hamil. Kesimpulannya ibu hamil yang memiliki kategori risiko hiperglikemia tidak hanya ditemukan pada karakter dengan risiko tinggi seperti usia ibu ≥ 35 tahun, BMI sebelum hamil ≥ 24 kg/m2, paritas multigravida akan tetapi juga ditemukan disetiap kategori karakteristik. Kata kunci: kehamilan, hiperglikemia, faktor risiko Pregnancy with blood sugar intolerance causing hyperglycemia in pregnancy. Pregnant with hyperglycemia, if not taken seriously causing some complication can be morbidity and martality. Data in 2016 was 287 pregnant to antenatal visit in obgyn 2 pregnant was diagnosis hyperglycemia in pregnancy. The aim was to serve description the characteristic of pregnant with hyperglycemia in RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Distric. Non-experimental quantitative descriptive survey method was used in study. Sampling technique used was consecutive sampling with 80 pregnant. Data were using Risk factors for Gestational Diabetes study (retrospective) questionnaire which non-invasive screening. The result showed that pregnant had 46,3% with age 26-34 years old, 20% overweight, 5% obesity in pregnancy, and 31,25% with parity multigravida. This research showed 38 pregnant (47,5%) had risk for hyperglycemia in pregnancy. The conclusion of this research pregnant with risk hyperglycemia in pregnancy not only found in high risk age more 35 years old, BMI before pregnancy overweight, and had multigravida parity, but can found in each category from characteristic. Keywords: pregnancy, hyperglycemia, risk factor
Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri pada Pekerja Proyek Fairyo, Lidia Sarah; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tahun 2015 Sampai 2017 terdapat 43 kasus kecelakaan yang terjadi diproyek pembangunan PT X Semarang bagian perakit besi. Berdasarkan hasil survei kecelakaan pada pekerja disebabkan karena tidak patuh dalam pemakaian alat pelindung diri pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemakaian alat pelindung diri (APD) pada pekerja bagian perakit besi proyek pembangunan PT X Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi yaitu sejumlah 50 pekerja bagian perakit besi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Hasil uji chi-fisher menunjukan bahwa variabel yang tidak ada hubungan dengan kepatuhan pemakaian alat pelindung diri pada pekerja bagian perakit besi adalah tingkat pengetahuan (p=653). Adanya hubungan antara kepatuhan pemakaian alat pelindung diri pada pekerja perakit besit besi adalah sikap pekerja (p=0,001), tingkat pendidikan (p=0,001) dan masa kerja (p=0,001). Simpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara sikap, tingkat pendidikan dan masa kerja dengan kepatuhan pemakaian APD. Abstract There are 43 cases of accidents that occurred in the construction of PT X Semarang part of the iron fabricator. Based on the results of the accident survey on the workers caused by not obedient in the use of personal protective equipment at work. This study aims to determine the factors associated with compliance of the use of personal protective equipment, on the work of iron parts assembly PT X Semarang development project. This research use cross sectional approach. The number of samples in this study using the total population of 50 workers of the assembly of iron. Instruments used in the form of questionnaires and observation. The result of chi-fisher test shows that the unrelated variable isthe knowledge level (p = 653). The existence of the relationship is the attitude of the workers (p = 0,001), the level of education (p = 0,001) and the working period (p = 0,001). The conclusion of this study is that there is a relationship between attitude, education level and years of service. Keyword : obedience of PPE usage, project workers
Pengaruh Ekstrak Bunga Krisan (Chrysanthemum cinerariaefolium) terhadap Fekunditas dan Fertilitas Aedes aegypti Isnaningsih, Isnaningsih; Sukendra, Dyah Mahendrasari
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aedes aegypti adalah vektor utama Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan dengan angka insidensi mencapai 65,7/100.000 penduduk. Alternatif pengendalian vektor yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan adalah penggunaan insektisida alternatif. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bunga krisan (Chrysanthemum cinerariaefolim) terhadap fekunditas dan fertilitas Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan rancangan posttest only control group design dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak sebesar 0,05%, 0,1%, 0,2% dan kontrol (akuades) dengan enam kali pengulangan. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal wallis dengan tingkat kesalahan sebesar p<0,05. Hasil uji statistik Kruskal wallis fekunditas dan fertilitas p=0,001 menunjukkan bahwa ada perbedaan angka fekunditas dan fertilitas Aedes aegypti setelah diberi ekstrak bunga krisan. Konsentrasi 0,2% paling berpengaruh dengan rata-rata fekunditas 6 butir/betina, persentase penurunan fekunditas 87,5% dan rata-rata fertilitas 11,10%. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian variasi ekstrak bunga krisan dalam menurunkan angka fekunditas dan fertilitas Aedes aegypti. Abstract Aedes aegypti was the main vector of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) with incidence rate of 65.7/100.000 population. An alternative solution to control the vector which did not cause environmental pollution was alternative insecticides. This study was condiucted in 2017. This study aims to determine the effect chrysanthemum extract (Chrysanthemum cinerariaefolium) to Aedes aegypti’s fecundity and fertility. This was a pure experimental research, using posttest only control group design with 3 variations of concentration extract 0,05%, 0,1%, 0,2% and control (aquadest) with six-time repetitions.The data analysis was conducted by Kruskal wallis test with p <0,05 error level. The result of Kruskal wallis fecundity and fertility test p = 0,001 showed that there was difference between fecundity and fertility number of Aedes aegypti after it was given with chrysanthemum extract. The 0.2% concentration was most influential, with an average fecundity of 6 grains/females, percentage of fecundity decrease of 87.5% and an average fertility of 11.10%. The conclusion of this research was that the giving of chrysanthemum extract variations affect the number of Aedes aegypti’s fecundity and fertility. Keyword : Chrysanthemum extract, Fecundity, Fertility
Karakteristik Pekerja dengan Kejadian Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Dipo Lokomotif Handari, Miana Ciputra; Sugiharto, Sugiharto; Pawenang, Eram Tunggul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dipo Lokomotif Semarang Poncol menduduki peringkat bawah dalam inspeksi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) setiap tahun. Pada studi pendahuluan yang dilakukan pada tahun 2017 terdapat 50% dari 6 pekerja mengalami gangguan fungsi paru dan pengukuran kualitas udara (SO2) pada 1 titik mempunyai hasil melebihi NAB sebesar 0,349 mg/m3. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pekerja dengan kejadian gangguan fungsi paru pada pekerja PT KAI bagian pemeliharaan di Dipo Lokomotif Semarang Poncol. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 33 sampel dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur, timbangan injak, microtoice, impinger dan spirometer digital. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil menunjukan bahwa variabel masa kerja (p=0,030) dan kebiasaan merokok (p=0,009) berhubungan dengan gangguan fungsi paru. Sedangkan umur (p=0,283), status gizi (p=1,000), riwayat penyakit (p=0,421), penggunaan APD masker respirator (p=1,000), dan kebiasaan olahraga (p=0,137) tidak berhubungan dengan gangguan fungsi paru. Simpulan penelitian ini terdapat hubungan masa kerja dan kebiasaan merokok dengan kejadian gangguan fungsi paru. Abstract Dipo Lokomotif Semarang Poncol ranks the lowest in the Occupational Health and Safety (K3L) on Safety Inspection. In the preliminary study there were 50% of 6 workers with lung function disorder and air quality measurement (SO2) at 1 point 0.349 mg/m3. The study was conducted in 2017. The purpose of this study to determine the relation between worker characteristics with the incidence of lung function disorders in PT KAI workers, section of maintenance at Dipo Locomotive Semarang Poncol.Type this research was analytic observational with cross sectional design. Sample was 33 samples with total sampling technique. Instruments used questionnaires, scales, microtoice, impinger, spirometer digital. Data were analyzed using chi square test.The results working period (p = 0,030) and smoking habit (p = 0,009) is associated with pulmonary function disorder. Age (p = 0,283), nutritional status (p = 1,000), history disease (p = 0,421), PPE respirator (p = 1,000) and exercise habits (p = 0,137) were not associated with pulmonary function disorders. Conclusion of this reseacrh that working periode and smoking habit was associated with lung function disorder. Keywords : Worker Characteristics, Lung Function Disorders
Kebutuhan Tenaga Klinik Sanitasi dengan Metode Workload Indicators Of Staffing Needs Istikomah, Triyanik; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Puskesmas Halmahera memiliki satu tenaga klinik sanitasi yang merangkap sebagai tenaga epidemiologi, promosi kesehatan dan sanitarian sehingga beban kerja tinggi. Hal itu bertentangan dengan peraturan Badan Perencanaan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Daftar Susunan Pegawai Puskesmas Perawatan Perkotaan. Perencanaan Sumber daya manusia berupa analisis beban kerja perlu dilakukan di Puskesmas Halmahera. Tujuanya untuk mengetahui jumlah kebutuhan tenaga kesehatan di unit klinik sanitasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif. Metode wawancara, pengamatan dan telaah dokumen digunakan untuk mendapatkan data. Tenaga klinik sanitasi memiliki beban tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan penggunaan 80,25% waktu kerja tersedia untuk kegiatan langsung/produktif. Nilai beban kerja mencapai 31.802/tahun. Terdapat mark up pada data beban kerja dan norma waktu tenaga klinik sanitasi. Nilai efektifitas dan efisiensi jabatan yang dimiliki adalah 0,29 yang berarti jabatan diklinik sanitasi kurang efektif dan efisien. Hal ini diperkuat dengan Nilai ratio WISN sebesar 0,33 dengan nilai kesenjangan -2 yang berarti unit klinik sanitasi kekurangan tenaga kesehatan sebanyak 2 tenaga. Abstract Puskesmas Halmahera had 1 staff clinical sanitation who acts as epidemiologist and health promotor. It maked the workloads of clinical sanitation staff was high. This situation was against with rules of Badan Perencanaan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Daftar Susunan Pegawai Puskesmas Perawatan Perkotaan. Workload analysis was needed in clinical sanitation of Puskesmas Halmahera. The purpose of this study was to know about clinical sanitation staff needs. Interviews, observation and review of documents had been used to obtain data. The workload of clinical sanitation was high. That was evidenced from the activity of staff who used 80,25% time for productive activities. The workload value was reach 31.802 every year. There were mark up of workload and time norm of clinical sanitation staff. Efectiveness and eficiency of position value was only 0,29. It showed clinical sanitation position was less efective and efficient. The ratio of WISN was only 0,33 with gap’s value was -2. It showed that clinical sanitation needed 2 staffs. Keyword : WISN Methode, Workload, Sanitation Clinical
Kepesertaan Masyarakat dalam Jaminan Kesehatan Nasional secara Mandiri Kusumaningrum, Andita; Azinar, Muhammad
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah berjalan tiga tahun, namun peserta di Kecamatan Ungaran Barat baru berjumlah 28.673 jiwa. Kecamatan Ungaran Barat merupakan kecamatan dengan cakupan kepesertaan JKN terendah di Kabupaten Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepesertaan masyarakat dalam JKN secara mandiri. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain cross sectional. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan (p=0,008), penghasilan (p=0,010), pengetahuan (p=0,002), persepsi JKN (p=0,010), dan dukungan keluarga (p=0,008) berhubungan dengan kepesertaan JKN secara mandiri. Sedangkan jumlah anggota keluarga (p=0,583), pekerjaan (p=0,285), dan paparan informasi (p=0,190) tidak berhubungan dengan kepesertaan JKN secara mandiri. Simpulan penelitian ini adalah tingkat pendidikan, penghasilan, pengetahuan, persepsi, dan dukungan keluarga berhubungan dengan kepesesertaan JKN mandiri. Abstract National Health Insurence (NHI) program has been run for three years, however participants in subdistrict of West Ungaran has been just 28.673 people. West Ungaran was a subdistrict that has the lowest scope of NHI participants in Semarang district. The purpose of this research was to find out the factors related to participation of society in NHI independently. This study was conducted in 2017. The kind of this research was observational analysis with cross sectional design. The data were analysed by chi square test. The result of this research proved that education level (p=0,008), income (p=0,010), knowledge (p=0,002), perception (p=0,010), and family supports (p=0,008) were related to the participation of NHI independently. Meanwhile the number of family member (p=0,583), occupation (p=0,285), and the explanation information (p=0,190) were not related to the participation of NHI independently. The conclusions of this study were education level, income, knowledge, perception, and family supports related to the the participation of NHI independently Keyword : Independent participant, NHI
Kejadian Demam Tifoid di Wilyah Kerja Puskesmas Karangmalang Andayani, Andayani; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Angka kejadian demam tifoid tertinggi di Kota Semarang Tahun 2015 berada di Puskesmas Karangmalang yaitu 475 kasus. Pada tahun 2016 kejadian demam tifoid mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sejumlah 555 kasus dan 183 diantaranya merupakan pasien rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian demam tifoid. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan case control. Instrumen penelitian berupa kuesioner, lembar observasi dan rollmeter. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pendapatan keluarga (p=0,043), kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (p=0,027), kebiasaan mencuci tangan setelah BAB (p=0,028), kebiasaan mengonsumsi makanan di luar penyediaan rumah (p=0,026), kondisi tempat sampah (p=0,034), kondisi saluran air limbah (p=0,043), riwayat kontak dengan penderita demam tifoid (p=0,037), dan tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, penyimpanan makanan masak di rumah, kebiasaan mencuci bahan makanan mentah yang akan di makan langsung, sarana air bersih dengan kejadian demam tifoid.. Abstract ___________________________________________________________________ The highest incidence of typhoid fever in Semarang 2015 was in the Karangmalang public health center with 475 cases. In 2016 the incidence of typhoid fever has increased from the previous year, which is a number of 555 cases and 183 of them are inpatients. The purpose of this study was to Factor affecting with Typhoid Fever Incidence. This type of research is an analytical survey with case control design. The research instruments are questionnaires, observation sheets and rollmeter. Data were analyzed by chi square method. The result showed that there is a relationship between family income (p=0,043), the habits of washing hands before eating (p=0,027), washing hands after defecation (p=0,028), the habit of eating meals outside the home supply (p=0,026), condition of the trash (p=0,034), conditions of sewerage (p=0,043), contact history with typhoid fever sufferers (p=0,037), and there is no correlation between age, sex, level of education, home cooked food storage, the habits of washing raw food to be eaten immediately, water supply with the incidence of typhoid fever.
Penerapan Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control di Dipo Lokomotif Hasbi, Hanifah; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dipo Lokomotif Semarang Poncol sudah melakukan penilaian risiko dengan metode HIRARC namun kecelakaan kerja tetap terjadi disana. Sejak Januari 2016 hingga Januari 2017 sebanyak 62.5% pekerja mengalami kecelakaan kerja. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2107. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan penerapan HIRARC pada bagian pemeliharaan di Dipo Lokomotif Semarang Poncol. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian fenomenologi. Hasil penelitian ini yaitu pada Dipo Lokomotif Semarang Poncol terdapat 92 pengendalian bahaya, dengan 27 (29,34%) pengendalian bahaya terlaksana secara fully implemented dan 65 (70,66%) pengendalian bahaya terlaksana dengan partial implemented. Pelaksanaan HIRARC dengan fully implemented yaitu pada penggunaan safety shoes dan safety helmet sedangkan penerapan dengan partial implemented yaitu pada penggunaan kacamata safety, masker safety, ear plug, rompi safety, safety belt, dan sarung tangan safety. Penerapan dengan partial implemented disebabkan karena terdapat APD yang kurang sesuai dengan kebutuhan pekerja, selain itu pekerja merasa tidak nyaman jika harus bekerja dengan menggunakan APD dan mengganggap remeh efek yang akan ditimbulkan dari tidak menggunakan APD. Penerapan HIRARC pada Dipo Lokomotif Semarang Poncol belum sepenuhnya fully implemented. Abstract Dipo Locomotive Semarang Poncol had owned and implemented HIRARC as one of the risk assessment methods however work accidents were often happened there. Since January 2016 to January 2017 as many as 62.5% workers had a work accidents. This study was conducted in 2017. The purpose of this research is to know the implementation of HIRARC in maintenance department of Dipo Locomotive Semarang Poncol. The type of research was descriptive qualitative with phenomenology design research. The result of hazard identifications were 92 risk controls, which were 27 (29,34%) with fully implemented and 65 (70,66%) with partial implemented. The usage of safety shoes and safety helmet were include to fully implemented while usage of safety glasses, safety mask, ear plug, safety mask, saftey belt, and safety gloves were partial implemented. The partial implemented caused by that PPE were not fit for workers necessity, beside it workers feel hampered when used that and they did not realised also the effects from it. The implementation of HIRARC in Dipo Locomotive Semarang Poncol had not been fully implemented. Keyword : Implementation of HIRARC, Dipo Locomotive

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue